Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air merupakan kebutuhan dasar manusia. Di Bumi, badan air terbesar terdapat
di laut sebesar 97 persen dan sisanya sebesar 3 persen adalah air tawar yang kita
digunakan untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Dari air tawar itu dua per tiga nya
adalah gletser dan es di kutub yang berfungsi menstabilkan iklim global dan hanya
satu pertiganya saja yang dapat dimanfaatkan 7 milyar jiwa manusia di dunia (2011).
Air tawar adalah hal yang paling penting untuk kesejahteraan kita. Seperti
mesin raksasa atau darah di tubuh kita, air bekerja siang dan malam. Siklus air dan
ekosistem adalah faktor utama bagi kehidupan planet ini. Dalam kehidupan manusia
air tawar digunakan untuk minum, mengolah makanan, mandi, energi, transportasi,
pertanian, industri, dan rekreasi.
Jumlah air yang terbatas dan semakin banyaknya manusia menyebabkan
terjadinya krisis air bersih. Selain jumlahnya, kualitas air tawar yang ada pun semakin
rusak. Perebutan penggunaan air bersih untuk berbagai penggunaan menyebabkan
hilangnya akses yang layak terhadap air bersih bagi sebagian orang. Perilaku boros
air bersih menyebabkan semakin banyak lagi orang yang kehilangan akses terhadap
air bersih. Sebab itu diperlukannya pengelolaan sumber daya air agar semua manusia
dan makhluk hidup dibumi merasakan air bersih untuk kelangsungan hidupnya.

1.2Tujuan Makalah
Makalah ini dibuat untuk mengetahui penggunaan air di suatu kawasan tertentu
dengan aktifitas yang beragam dan pengguna air yang memiliki kebutuhan yang
berbeda-beda. Selain itu, untuk dapat mengetahui seberapa banyak penggunaan air
selama seminggu dan dapat mengatasi kelebihan penggunaan air secara maksimal
untuk menjalani program penghematan air agar terhindar dari kelangkaan air bersih.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Air Bersih
Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih
adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan airminum. Adapun
persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segikualitas air yang meliputi
kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehinggaapabila dikonsumsi tidak
menimbulkan

efek

samping

(Ketentuan

Umum

Permenkes

No.416/Menkes/PER/IX/1990).
2.2 Fungsi dan Peran Air bagi Manusia
Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak
dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia Air merupakan
bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tubuhan. Tanpa air
kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia inti karena semua makhluk hidup sangat
memerlukan air untuk bertahan hidup.
Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan
bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa
sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% adalah air.
Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus
berlangsung karen tersedianya Air yang cukup.
Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya
mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri.
Berikut ini air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dengan segala macam
kegiatannya, antara lain digunakan untuk:

keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, masak, mandi, cuci dan

pekerjaan lainnya,
keperluan umum,

pengangkutan air limbah, hiasan kota, tempat rekreasi dan lain-lainnya.


keperluan industri, misalnya untuk pabrik dan bangunan pembangkit

tenaga listrik.
keperluan perdagangan, misalnya untuk hotel, restoran, dll.
keperluan pertanian dan peternakan
keperluan pelayaran dan lain sebagainya

misalnya

untuk

kebersihan

jalan

dan

pasar,

Oleh karena itulah air sangat berfungsi dan berperan bagi kehidupan makhluk
hidup di bumi ini. Penting bagi kita sebagai manusia untuk tetap selalu melestarikan
dan menjaga agar air yang kita gunakan tetap terjaga kelestariannya dengan
melakukan pengelolaan air yang baik seperti penghematan, tidak membuang sampah
dan limbah yang dapat membuat pencemaran air sehingga dapat menggangu
ekosistem yang ada.
2.3 Pengelolaan Sumber Daya Air
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 20014 Tentang
Sumber Daya Air adalah :
Sumber daya air adalah air, sumber air, dan daya air yang terkandung di

dalamnya.
Air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan
tanah, termasuk dalam pengertian ini air permukaan, air tanah, air hujan, dan

air laut yang berada di darat.


Air permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah.
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah

permukaan tanah.
Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat

pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah.


Daya air adalah potensi yang terkandung dalam air dan/atau pada sumber air
yang dapat memberikan manfaat ataupun kerugian bagi kehidupan dan
penghidupan manusia serta lingkungannya.

Pengelolaan

sumberdaya

air

adalah

upaya

merencanakan,

melaksanakan,memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi sumberdaya


air, pendayagunaan sumberdaya air, dan pengendalian daya rusak air. Adapun visi
danmisi pengelolaan sumberdaya air adalah mewujudkan kemanfaatan sumberdayaair
bagi kesejahteraan seluruh rakyat dan konservasi sumberdaya air yang adiluntuk
berbagai kebutuhan masyarakat. Salah satu tujuan pengelolaan sumberdayaair adalah
mendukung pembangunan regional dan nasional yang berkelanjutandengan
mewujudkan keberlanjutan sumberdaya air (Sunaryo, 2004).
Konsep pengelolaan sumberdaya air diajukan untuk bekal perencanaan
strategis ke depan dalam situasi dan kondisi ketidakjelasan makna arti sesungguhnya
yang dimaksud dengan sumberdaya air. Konsep pengelolaan adalah peningkatan atau
perbaikan kinerja (performance) suatu sistem produksi dengan objektif efisien
(pengaturan berbagai masukan untuk menghasilkan lebih banyak keluaran yang
diinginkan) (Nobe dan Sampath 1986; Redy 1986).
Konsep pengelolaan ini berbasis kepada dua asumsi, yaitu : (i) sistem
produksi kinerja yang masih dapat ditingkatkan, dan (ii) adanya situasi sosial-politis
dimasyarakat yang menginginkan perbaikan kinerja. Bila konsep pengelolaan
sumberdaya air yang diinginkan seperti pengelolaan sumberdaya alam seperti UU No.
7/2004, maka pengelolaannya bercirikan: (i) optimal kemanfaatan, (ii) kemanfaatan
berkesinambungan dan berkelanjutan berwawasan kelestarian daya dukung
lingkungan, dan (iii) sebagai bagian dari pembangunan merupakan hak, kewajiban
dan tanggungjawab seluruh rakyat. Secara singkat dapat dinyatakan bahwa
pengelolaan sumberdaya air untuk mempertahankan nilai optimal kemanfaatannya
secara berkesinambungan dan berkelanjutan merupakan pengelolaan bersama antara
pemerintah dan masyarakat.
Pengelolaan bersama sumberdaya air dalam hal ini dikembangkan atas dasar
konsep berikut (Korten, 1983; Uphoff, 1988) :

Desentralisasi proses pengambilan keputusan, dengan menekankan pada


proses pengambilan keputusan bersama dengan msyarakat setempat dalam hal
implementasi program ditingkat lokal.

Masyarakat penerima manfaat adalah pasangan (partner) aktif dalam proses


penyusunan program pengembangan dan implementasi dengan memakai
penghampiran proses belajar (learning process). Pengelolaan beranjak pada
pandangan bahwa kegiatan akan memberikan kesepadanan manfaat bersama
antara pemerintah dengan masyarakat.

Evaluasi keberhasilan kegiatan (pengelolaan) menekankan pada pencapaian


hasil, bukan penyelesaian yang dicapai dan pelayanan kepada masyarakat
yang

dapat

diperhitungkan

(accountability)

bersama-sama

dengan

pertanggungjawaban ke atasan.
4

Petugas pemerintah pengelola sumberdaya air merupakan agen pembangkit


timbulnya

hubungan

yang

berlangsung

dengan

masyarakat

dan

bertanggungjawab pada pencapaian hasil jangka panjang.


Konsep pengelolaan sumberdaya air secara bersama antara pemerintah dengan
masyarakat seperti yang dikemukakan dalam prakteknya akan dicirikan oleh dua hal
berikut :
1

Peran atau bentuk keterlibatan pemerintah dalam pengembangan sumberdaya


air, dalam hal pembekalan (provision) dan/atau produksi (production).

Ciri pengembangan sumberdaya air untuk dikelola secara bersama antara


pemerintah dengan masyarakat.
Peran atau keterlibatan pemerintah dalam pengelolaan sumberdaya air tetap

diperlukan untuk mempertahankan status sumberdaya air dalam fungsinya sebagai


(Falkenmark et al., 1987; Anonim, 1990) :

Milik bersama dari masyarakat (common property) yang nilainya mencirikan


kesamaan akses dengan manfaat yang berkesinambungan dan berkelanjutan

Sebagai unsur lingkungan hidup yang dinilai atas fungsi manfaat utama air
(sebagai sumberdaya), yaitu : produktivitas, kesehatan, kenikmatan dan
kesenangan (amenity).

Air sebagai suatu pengangkut bahan sedimen dan kimia aktif, sebagai
pengganggu (banjir, genangan, kekeringan, dan vektor penyakit).

BAB III
METODE KERJA
Mahasiswa dengan lokasi tempat tinggal yang sama di minta untuk
mencatat penggunaan air selama seminggu dimulai pada hari Selasa, 20
Oktober 2015 sampai dengan hari Senin,26 Oktober 2015. Pemakaian air
yang dicatat meliputi 24 jam penggunaan air pokok seperti MCK
(mandi,cuci, dan kakus) dan penggunaan air lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
Sunaryo, D.Suharjito dan M Sirait. 2004. Model Pengelolaan KawasanPermukiman
Berkelanjutan Di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu Kabupaten
Bogor World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Office
http://www.wwf.or.id/?26120/Air-Bersih-dan-Kehidupan-Manusia diakses pada hari
Senin, 26 Oktober 2010 pukul 07.51 WIB
Undang-Undang Republik Indonesia No 7 tahun 2004 tentang Pengolahan Sumber
Daya Air