Anda di halaman 1dari 24

KASUS PEMERIKSAAN AKUNTANSI

UTS

Disusun Oleh:
Fahmita Hidayanti
1313010125

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Akuntansi
Tahun Ajaran 2016/2017

ANALISA LABA RUGI


No.
1.

Jenis Analisis
Gross Profit Marginal

Tahun 2015

Tahun 2014

(Margin Laba Kotor)


=

2.

Laba Kotor
Penjualan Bersih

x 100%

877.912 .102.678
2.314 .889.854 .074

897.295 .400 .696


2.308 .203 .551.971

x 100%

x 100%

= 37,924%

= 38,874%

Net Profit Marginal


(Margin Laba Bersih)
=

Laba setelah pajak


Penjualan Bersih

x 100%

544.474 .278 .014


2.314 .889.854 .074

x 100%
= 23,521%
3.

=
175.828 .646 .432
x 100
2.308 .203 .551.971
= 7,617%

Operating Profit Margin


(Margin Laba Operasi)
=

4.

Labausaha
Penjualan Bersih

x 100%

218.680.216 .268
2.314 .889.854 .074

256.515 .458.677
2.308 .203 .551.971

x 100%

x 100%

= 9,446%

= 11,113%

Return of Asset
(Tingkat Pengembalian Aset)
=

Laba Bersih
Ratarata Asset

x 100%

544.474 .278 .014


1.972 .888 .343.013,5
x 100%

175.828 .646 .432


1.668 .799 .689.340

x 100%
= 10,536%

= 27,597%
5.

Return on Equity
(Tingkat

Pengembalian

Ekuitas)
=

Laba Bersih
Ratarata Ekuitas

atas
=

x 100%

544.474 .278 .014


1.483 .521 .219.618

x 100%

=
175.828 .646 .432
1.205 .630 .204 .674,5

= 36,701%

x 100%
= 14,583%

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor mengalami


penurunan dari 38,874% pada tahun 2014 menjadi 37,924% pada tahun
2015 sebesar 0,95%. Dari hasil di atas artinya untuk setiap Rp 1 pendapatan,
perusahaan mempunyai Rp 0,388 pada tahun 2014 menjadi 0,379 pada
tahun 2015 untuk membayar beban usahanya. Angka di bawah 100% patut
untuk menjadi teguran untuk mencari strategi lain agar perusahaan terus
menghasilkan keuntungan.
Untuk kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah
pajak dengan memasukkan beban usaha dan pajak di dalamnya mengalami
kenaikan dari 7,617% pada tahun 2014 menjadi 23,521% pada tahun 2015
sebesar 15,904% . Dari hasil di atas artinya untuk setiap Rp 1 pendapatan,
perusahaan mempunyai Rp 0,076 pada tahun 2014 menjadi 0,235 pada
tahun 2015 untuk membayar beban usahanya. Angka di bawah 100% patut
untuk menjadi teguran untuk mencari strategi lain agar perusahaan terus
menghasilkan keuntungan.
Selain itu kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
mengalami penurunan dari 11,113% pada tahun 2014 menjadi 9,446% pada
tahun 2015 sebesar 12,408% . Dari hasil di atas artinya untuk setiap Rp 1
pendapatan, perusahaan mempunyai Rp 0,111 pada tahun 2014 menjadi
0,944 pada tahun 2015 untuk membayar beban usahanya. Angka di bawah
100% patut menjadi teguran untuk mencari strategi lain agar perusahaan
terus menghasilkan keuntungan.
Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih mengalami
kenaikan dari 10,536% pada tahun 2014 menjadi 27,597% pada tahun 2015
sebesar 17,061% . Dari hasil di atas artinya untuk setiap Rp 1 pendapatan,
perusahaan mempunyai Rp 0,105 pada tahun 2014 menjadi 0,275 pada
tahun 2015 untuk membayar beban usahanya. Angka di bawah 100% patut

untuk menjadi teguran untuk mencari strategi lain agar perusahaan terus
menghasilkan keuntungan.
Dan untuk kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
mengalami kenaikan dari 14,583% pada tahun 2014 menjadi 36,701% pada
tahun 2015 sebesar 22,118% . Dari hasil di atas artinya untuk setiap Rp 1
pendapatan, perusahaan mempunyai Rp 0,145 pada tahun 2014 menjadi
0,367 pada tahun 2015 untuk membayar beban usahanya. Angka di bawah
100% patut menjadi teguran untuk mencari strategi lain agar perusahaan
terus menghasilkan keuntungan.
ANALISIS ARUS KAS
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi secara umum mengalami penurunan
secara

signifikan

dari

123.551.162.065

pada

tahun

2014

menjadi

120.781.612.127 pada tahun 2015 sebesar 2.769.549.938 . Aktivitas operasi


tidak menunjukkan perubahan yang signifikan karena penerimaan kas dari
pelanggan mengalami penurunan dari 2.438.630.577.360 pada tahun 2014
menjadi 2.373.281.559.245 sebesar 65.349.018 Selain itu, pembayaran kas
untuk beban usaha juga mengalami kenaikan.
Dari sisi Arus Kas Dari Aktivitas Investasi perusahaan mengalami
peningkatan

dari

(207.716.751.051)

pada

tahun

2014

menjadi

259.101.689.285 pada tahun 2015 sebesar 51.384.938.234. Dari segi


investasi jelas sekali perusahaan sedang gencar-gencarnya menambah
aktivitas pembelian aktiva. Mulai dari penjualan dan penerimaan asset tetap,
Penempatan dan pencairan deposito berjangka, penjualan investasi pada
aset keuangan tersedia untuk dijual, dan perolehan perangkat lunak
computer.
Begitu juga dari Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan. Nilainya mengalami
penurunan dari 105.203.389.567 tahun 2014 menjadi (260.073.948.449)
pada tahun 2015. Penurunan ini disebabkan karena Penerimaan dari
(pembayaran) utang bank serta Pembayaran dividen. Untuk kas masuk

utang obligasi nilainya pada tahun 2015 adalah nol rupiah karena
perusahaan pada tahun 2015 tidak melakukan penerbitan obligasi. Untuk
penerimaan kas dari penerbitan saham anak perusahaan juga nilainya
menjadi nol karena tahun 2015 anak perusahaan juga tidak menerbitkan
saham lagi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara penerimaan kas,
perusahaan PT. MANDOM INDONESIA Tbk sedang mengalami penurunan
kinerja karena pendapatan yang diterima dari setiap macam aktivitas tidak
diimbangi oleh pengeluaran kas dari setiap aktivitas.
ANALISA RASIO
N0
.
1.

Jenis Rasio

Tahun 2015

Tahun 2014

Rasio Lancar (Current Rasio)


=

Aset Lancar
Kewajiban Lancar

1.112 .672 .539.416


222.930 .621.643

= 4,991
2.

707.577 .792 .362


222.930 .621 .643

= =

Kas+ Setara Kas+ Surat Ber h arga + Piutang


3,173
kewajiban Lancar
Periode Penagihan (Collection
Period)

4.

1,798

Rasio Cepat (Quick Ratio)


=

3.

874.017.297 .803
=
486.053 .837.459

Piutang Ratarata
=
Penjualan/ 360
Jumlah Hari Untuk Menjual

385.358.350 .538
486.053 .837.459

0,792

376.360 .173 .627,5


6.430 .249 .594,6

= 58,529

304.206 .562 .706


6.411 .676 .533,2

47,445

Persediaan
(Days to Sell Inventory)
=

N0.
5.

Persediaan Ratarata
Harga Pokok Penjualan/360

Jenis Rasio
Total Utang Terhadap Ekuitas

401.194 .974 .271


3.991.604 .864,9

100,509

Tahun 2015

= =

374.988 .273 .582


3.919 .189 .309,1

95,68

Tahun 2014

(Total Debt to Equity)


=

Total Kewajiban
Ekuitas Pemegang Sa h am

367.225 .370 .670


1.714 .871 .478 .033

= 0,214
6.

611.508 .876 .121


1.252 .170 .961.203

= 0,488

Utang Jangka Panjang Terhadap


Ekuitas
(Long Term Debt to Equity)
Kewajiban Jangka Panjang
Ekuitan Pemegang Sa h am
Kelipatan Bunga Dihasilkan
=

7.

144.294 .749 .027


1.714 .871 .478 .033

= 0,084

125.455 .038 .662


1.252 .170 .961.203

= 0,1

(Time Interest Earned)


=

8.

Laba Sebelum Pajak dan Beban Bunga


Beban Bunga
Rasio Total Utang (Leverage)
=

Total Utang
Total Aset

218.680 .216 .268


469.671 .111

465,602

367.225 .370 .670


2.082 .096 .848 .703

= 0,176
9.

= =

256.515 .458 .677


0

611.508 .876 .121


1.863 .679 .837 .324

= 0,328

Tingkat Pengembalian atas Aset


(Return on Asset-ROA)
=

Laba Bersi h
Ratarata Asset

544.474 .278 .014


1.972 .888 .343.013,5

175.828 .646 .432


1.668 .799 .689.340

= 0,105

= 0,275
10.

Tingkat Pengembalian atas


Ekuitas
(Return on Equity-ROE)
=

Laba Bersih
Ratarata Ekuitas

544.474 .278 .014


1.483 .521 .219.618

= 0,367

=
175.828 .646 .432
=
1.205 .630 .204 .674,5
0,145

11.

Margin laba kotor (Gross Profit


Margin)
=

Laba Kotor
Penjualan

877.912 .102.678
2.314 .889.854 .074

= 0,379

897.295 .400 .696


2.308 .203 .551.971

= 0,388

12.

Margin Laba Operasi


(Operating Profit Margin)
=

Laba Operasi
Penjualan

218.680.216 .268
2.314 .889.854 .074

= 0,094
13.

256.515 .458.677
2.308 .203 .551.971

= 0,111

Margin Laba Sebelum Pajak


(Pretax Profit Margin)
=

Laba Sebelum Pajak Peng h asilan


Penjualan

583.121.947 .494
2.314 .889.854 .074

= 0,251
N0
.
14.

Jenis Rasio

Laba Bersih
Penjualan
Perputaran Kas (Cash Turnover)
=

= 0,104

Tahun 2015

Penjualan
Ratarata Kas dan Setara Kas

544.474 .278 .014


2.314 .889.854 .074

= 0,235
=

2.314 .889.854 .074


157.380.576 .641,5

= 14,708
16.

241.447 .832.720
2.308 .203 .551.971

Tahun 2014

Margin Laba Bersih (Net Profit


Margin)

15.

175.828 .646 .432


2.308 .203 .551.971

= 0,076
=

2.308 .203 .551.971


84.457 .854 .072,5

= 27,329

Perputaran Piutang Usaha


(Account Receivable Turnover)
=

Penjualan
Ratarata Piutang

2.314 .889.854 .074


376.360 .173.627,5

= 6,151
17.

2.308 .203 .551.971


304.206 .562.706

= 7,587

Perputaran Persediaan (Inventory


Turnover)
=

Harga Pokok Penjualan


Ratarata Persdiaan

1.436 .977 .751 .396


401.194 .974 .271

= 3,581

=
1.410 .908 .151.275
=
374.988 .273 .582
3,762

18.

Perputaran Modal Kerja


(Working Capital Turnover)

Penjualan
Ratarata Modal Kerja

2.314 .889.854 .074


638.852.689 .058,5

= 3,623
19.

2.308 .203 .551.971


353.913 .792.529

= 6,521

Perputaran Aset tetap


(Fixed Asset Turnover)
=

20.

Penjualan
Ratarata Aset Tetap

2.314 .889.854 .074


913.323 .163.100

2.308 .203 .551.971


804.205 .587 .448,5

= 2,534

= 2,871

Perputaran Total Aset


(Total Asset Turnover)
=

Penjualan
Ratarata Total Asset

2.314 .889 .854 .074


=
1.972 .888 .343.013,5
1,173

21.

2.308.203 .551 .971


=
1.668 .799 .689.340
1,383

Rasio Harga Terhadap Laba


(Price to Earning Ratio)
=

Harga Pasar Per Lembar Sa h am


Laba Per Sa h am

74.251,1
2.708

= =

27,419
22.

229.927,1
874

874
229.927,1

23,336

Hasil Laba (Earning Yield)


=

Laba Per Sa h am
Harga Pasar Per Lembar Sa h am

2.708
74.251,1

= 0,036

=
0,003

Rasio lancar perusahaan dalam dua tahun terakhir menunjukkan kondisi yang cukup baik.
Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam menutupi hutang lancar dengan
kewajiban lancar adalah telah memenuhi syarat. Apalagi rasio ini naik dari 1,798 pada tahun
2014 menjadi 4,991 pada tahun 2015 sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa penurunan
pada utang lancar dan kondisi aktiva lancar yang mengalami kenaikan. Kenaikan pada penyebut
akan lebih cenderung mengurangi secara signifikan nilai rasio lancar ini.
Begitu juga dengan rasio cepat perusahaan yang mengalami kenaikan yang signifikan
dari 0,792 pada tahun 2014 menjadi 3,173 pada tahun 2015. Rasio cepat 2,381
menunjukkan bahwa kondisi perusahaan dalam memenuhi utang lancar benar-benar di diatas
kondisi cukup, yaitu kondisi normal ketika rasio cepat adalah 1.

Kondisi ini juga didukung dengan kenaikan jumlah kas yang dimiliki perusahaan. Periode
penagihan piutang secara umum mengalami kenaikan dari 47 hari pada tahun 2014 menjadi 58
hari pada tahun 2015. Hal ini cukup mengisyaratkan perkembangan yang bagus karena akan
lebih meningkatkan kinerja dan operasi perusahaan. Namun jumlah hari untuk menjual
persediaan malah bertambah 5 hari dari 95 hari pada tahun 2014 menjadi 100 hari pada tahun
2015. Hal ini akan berdampak pada kinerja penjualan serta dapat menghambat proses produksi
karena perusahaan harus mempertimbangkan rasio ini untuk mengestimasi barang yang harus
diproduksi terutama dalam segi kuantitas agar produksi perusahaan sejalan dengan permintaan.
Total utang terhadap ekuitas mengalami penurunan dari 0,488 pada tahun 2014
menjadi 0,214 pada tahun 2015 turun sebesar 0,274. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar
modal perusahaan sebagian besar didanai dari ekuitas dan jumlah utang adalah lebih sedikit
daripada total ekuitas. Jadi perusahaan tidak berisiko untuk membayar beban bunga dan pokok
pinjaman.
Proporsi utang jangka panjang juga mengalami penurunan dari 0,1 pada tahun 2014
menjadi 0,084 pada tahun 2015. Dalam keadaan krisis global, hal ini tidak akan
membahayakan bagi perusahaan. Perusahaan tidak akan mengalami masalah kurs ataupun
masalah operasi macet serta gulung tikar karena tidak banyak pokok pinjaman dan bunga yang
tidak jatuh tempo dan nilai kas sendiri pun naik. Rasio solvabilitas menunjukkan bahwa
perusahaan sebagian besar pendanaannya berasal dari ekuitas. Meskipun begitu dalam hal ini
sebaiknya perusahaan tetap menjaga rasio solvabilitas agar perusahaan dalam hal ini tetap
mampu untuk menjalankan perusahaannya.
Naikknya rasio kelipatan bunga dari 0 pada tahun 2014 menjadi 465,602 pada tahun
2015 menandakan bahwa jika perusahaan menambah utang jangka panjang maka tidak akan
membebani kondisi perusahaan. Dengan naikknya rasio kelipatan bunga dihasilkan, hal ini
mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar bunga setiap periode tertentu
dibayar secara cepat. Pembayaran bunga menggunakan kas, bukan menggunakan laba. Kas
perusahaan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari 95.091.166.887 pada tahun
2014 menjadi 219.669.986.396 pada tahun 2015. Rasio total utang
mengalami penurunan dari 0,328 pada tahun 2014 menjadi 0,176 pada
tahun 2015 itu menandakan bahwa utang yang dimiliki perusahaan semakin
berkurang. ROA mengalami kenaikan dari 0,105 pada tahun 2014 menjadi 0,275

pada tahun 2015. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat penggunaan atas aktiva untuk
mencapai tujuan perusahaan semakin naik. Untuk ROE juga mengalami kenaikan dari
0,145 pada tahun 2014 menjadi 0,367 pada tahun 2015. Hal ini menandakan
bahwa tingkat penggunaan ekuitas untuk mencapai tujuan perusahaan
semakin naik.
Sepertinya perusahaan telah menambah dalam jumlah yang signifikan total aset,
termasuk aset tidak lancar. Hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan atas penambahan aset
tersebut. Untuk Margin laba operasi dan margin laba sebelum pajak telah mengalami penurunan.
Margin laba operasi turun dari 0,388 pada tahun 2014 menjadi 0,379 pada tahun 2015.
Sedangkan margin laba sebelum pajak turun dari 0,111 pada tahun 2014 menjadi 0,094 pada
tahun 2015. Untuk margin laba sebelum pajak dan margin laba bersih mengalami kenaikan.
Margin laba sebelum pajak naik dari 0,104 pada tahun 2014 menjadi 0,251 pada tahun 2015.
Sedangkan untuk margin laba bersih naik dari 0,076 pada tahun 2014 menjadi 0,235
pada tahun 2015. Hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan pemegang saham untuk
menerima dividen adalah naik, dan secara umum akan berimbas kepada sentimen pasar saham
yang akan menilai kinerja perusahaan semakin naik dan bisa berdampak terhadap harga saham
perusahaan. Rasio perputaran piutang 7,587 pada tahun 2014 dan 6,151 pada tahun 2015
sedangkan perputaran kas 27,329 pada tahun 2014 dan 14,708 pada tahun 2015. Hal ini
mengindikasikan ketidakseimbangan antara piutang dengan penerimaan kas sampai menjadi kas
kembali. Dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini banyak piutang yang dapat ditagih dan setiap
kali ada transaksi yang berhubungan dengan penambahan piutang sebanyak 3 kali, transaksi atas
penerimaan kas baru bisa dilakukan 1 kali. Hal ini tidak akan mengganggu operasi perusahaan
dan memenuhi kebutuhan lain akan kas.
Perusahaan mengambil keputusan utang mungkin disebabkan oleh kondisi kekurangan
kas karena perputaran dari kas menjadi kas adalah sangat lama dan hanya setengah dari
perputaran piutang. Rasio penjualan terhadap persediaan 3 kali mengindikasikan bahwa
perusahaan harus membeli bahan baku persediaan tiga kali dalam satu periode. Rasio ini turun
dari 3,762 pada tahun 2014 menjadi 3,581 pada tahun 2015 . jadi hasil 0,181 mengindikasikan
bahwa perusahaan mengurangi intensitasnya untuk membeli persediaan. Perputaran modal kerja
adalah turun dari 6, 521 pada tahun 2014 menjadi 3,623 pada tahun 2015 dikarenakan adanya
modal kerja yang disebabkan oleh total aktiva lancar kurang dari utang lancar. Hal ini

mengindikasikan bahwa segala aset lancar yang dimiliki perusahaan hanya bisa didedikasikan
untuk membayar utang jangka pendeknya. Perputaran aktiva tetap dibandingkan dengan tahun
2014 ke 2015 mengalami penurunan sebesar 0,337 dari 2,871 menjadi 2,534. Hal ini
mengindikasikan bahwa kegunaan aktiva tetap mengalami penurunan Mungkin hal ini
disebabkan kenaikan aktiva tetap sebagai penyebut meskipun kenaikan terhadap penjualan
perusahaan.
Hal ini terjadi juga pada perputaran total aktiva. Idealnya, naiknya total aktiva diikuti
juga oleh naiknya penjualan dalam rasio yang berbeda sehingga dapat meningkatkan rasio
perputaran aktiva. Rasio 1,173 pada tahun 2015 menunjukkan bahwa penggunaan aktiva secara
keseluruhan yang digunakan dalam penjualan. Rasio harga terhadap laba menunjukkan tingkat
apresiasi investor terhadap kondisi perusahaan. Nilai itu naik cukup signifikan dari 23,336 pada
tahun 2014 menjadi 27,419 pada tahu 2015. Hal tersebut dikarenakan naiknya harga saham, dan
keadaan global yang cukup baik. Sedangkan imbal laba terhadap saham adalah mengalami
kenaikan dari 0,003 menjadi 0,036. Ini berarti terkandung pesan bahwa setiap lembar saham
yang dimiliki investor, akan mendapatkan pengembalian sebesar 0,003 dan nilai ini naik pada
2015 menjadi 0,036. Oleh karena itu, masih banyak para investor yang masih tertarik untuk
membeli saham perusahaan dan terbukti perusahaan menjual saham dan mendapat keuntungan
dari penjualan tresury.

ANALISA KOMPARATIF
PT. MANDOM INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2015

31 Desember
2015

31 Desember
2014

Jumlah

Perubahan
Persentase

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas

219.669.986.39
6
3.006.284.234

95.091.166.887

Pihak ketiga

409.911.420.68
3
23.566.261.413

313.689.080.74
5
5.553.584.414

Piutang lain-lain

54.430.123.870

1.206.645.426

Persediaan - bersih

382.731.850.13
3
8.624.169.253
6.641.618.717
4.090.824.717

419.658.098.40
9
1.423.971.074
6.866.111.006
24.507.196.014

1.112.672.539.
416

874.017.297.80
3

238.655.241.6
13

27,31%

2.310.560.325
1.561.604.615
43.725.048.386

1.625.890.545
269.445.874
43.707.362.431

684.669.780
1.292.158.741
17.685.955

42,11%
479,56%
0,04%

902.694.745.88
7

923.951.560.31
3

(21.256.814.42
6)

-2,3%

10.371.928.589
1.298.130.225

10.371.928.589
3.671.730.465

0
-64,64%

7.462.291.260

6.064.621.304

0
(2.373.600.240
)
1.397.669.956

969.424.309.28
7

989.662.539.52
1

(20.238.230.23
4)

-2,04%

2.082.096.848.
703

1.863.679.837.
324

218.417.011.3
79

11,71%

Investasi
Piutang usaha
Pihak berelasi

Uang muka
Biaya dibayar dimuka
Pajak dibayar dimuka
Jumlah Aset Lancar

ASET TIDAK LANCAR


Piutang lain-lain
Biaya dibayar dimuka
Aset pajak tangguhan - bersih
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi
penyusutan sebesar Rp
620.483.957.753 pada 31
Desember 2015, Rp
605.886.738.182 pada 31
Desember 2014 dan Rp
542.489.016.162 pada 31
Desember 2013
Klaim pengembalian pajak
Perangkat lunak komputer
Uang jaminan
Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET

6.021.443.828

124.578.819.5
09
(3.015.159.594
)
96.222.339.93
8
18.012.676.99
9
53.223.478.44
4
(36.926.248.27
6)
7.200.198.179
(224.492.289)
(20.416.371.29
7)

131%
-50,07%

30,67%
324,34%
4.410,86%
-8,79%
505,64%
-3,26%
-83,31%

23,04%

PT. MANDOM INDONESIA Tbk


LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 DESEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2015
(Lanjutan)

31 Desember
2015

31 Desember
2014

Jumlah

Perubahan
Persentase

LIABILITAS DAN EKUITAS


LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak berelasi
Pihak ketig
Utang lain-lain pada pihak
ketiga
Utang pajak
Biaya yang masih harus dibayar
Pihak berelasi
Pihak ketiga
Uang muka yang diterima
Jaminan pelanggan
Utang bank

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek


LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp
500
per saham. Modal dasar 804.266.668 saham. Modal
ditempatkan dan disetor
201.066.667 saham
Tambahan modal disetor
Revaluasi investasi efek tersedia
untuk dijual

3.643.467.058

20.111.550.270

74.171.013.286
24.170.923.728

64.302.964.356
11.491.167.855

8.798.922.277

27.431.096.217

42.978.942.162

13.396.981.049

66.282.070.898

67.363.653.884

98.500.000.000

2.885.282.234
-

(16.468.083.21
2)
9.868.048.930
12.679.755.87
3
(18.632.173.94
0)

-81,88%
15,34%
110,34%
-67,92%

220,81%

2.500.423.828
180.956.000.00
0

29.581.961.11
3
(1.081.582.986
)
(98.500.000.00
0)
384.858.406
(180.956.000.0
00)

222.930.621.64
3

486.053.837.45
9

(263.123.215.8
16)

-54,13%

144.294.749.02
7

125.455.038.66
2

18.839.710.36
5

15,01%

100.533.333.50
0
188.531.610.79
4

100.533.333.50
0
188.531.610.79
4

90.066.500

2.613.984.500

(2.523.918.000

-96,55%

-1,61%
-100%
15,39%
-100%

)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya
Tidak ditentukan
penggunaannya

20.106.666.700
1.405.609.800.
539

20.106.666.700
940.385.365.70
9

0
465.224.434.8
30

0
49,47%

1.714.871.478.
033

1.252.170.961.
203

462.700.516.8
30

36,95%

2.082.096.848.
703

1.863.679.837.
324

218.417.011.3
79

11,71%

Jumlah Ekuitas

JUMLAH LIABILITAS DAN


EKUITAS

PT. MANDOM INDONESIA Tbk


LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2015 DAN 31 DESEBER 2014

31 Desember
2015

31 Desember
2014

PENJUALAN BERSIH

2.314.889.854.
074

2.308.203.551.
971

6.686.302.103

0,28%

BEBAN POKOK PENJUALAN

1.436.977.751.
396

1.410.908.151.
275

26.069.600.12
1.

1,84%

LABA BRUTO

877.912.102.6
78

897.295.400.6
96

(19.383.298.01
8)

-2,16%

486.983.280.5
75
172.248.605.8
35

488.014.707.3
77
152.765.234.6
42

(1.031.426.802
)
19.483.371.19
3

0,21%

Jumlah Beban Usaha

659.231.886.4
10

640.779.942.0
19

18.451.944.39
1

2,87%

LABA USAHA

218.680.216.2
68

256.515.458.6
77

(37.835.242.40
9)

-14,74%

7.932.719.780

1.807.939.871

6.124.779.909

338,71%

470.279.101.0
93
(31.594.835.17

55.197.218

470.223.903.8
75
(7.236.869.050

851.897,83
%
29,71%

BEBAN USAHA
Penjualan Selling
Umum dan administrasi

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN


Penghasilan bunga
Keuntungan atas penjualan/
penghapusan aset tetap - bersih
Kerugian penurunan nilai persediaan

(24.357.966.12

Perubahan
Jumlah
Persentase

12,75%

6)
1.936.662.737

6)
4.398.886.991

(469.671.111)
(83.642.246.09
7)

3.028.316.089

Penghasilan (Beban) Lain-lain


Bersih

364.441.731.2
26

(15.067.625.95
7)

379.509.357.1
83

2.518,71%

LABA SEBELUM PAJAK

583.121.947.4
94

241.447.832.7
20

341.674.114.7
74

141,51%

(38.387.407.75
0)
(260.261.730)

(68.507.178.50
0)
2.887.992.212

(30.119.770.75
0)
(3.148.253.942
)

43,96%

Beban Pajak - Bersih

(38.647.669.48
0)

(65.619.186.28
8)

(26.971.516.80
8)

41,1%

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN

544.474.278.0
14

175.828.646.4
32

368.645.631.5
82

209,66%

Keuntungan kurs mata uang asing


Bersih
Beban bunga
Lain-lain - bersih

MANFAAT (BEBAN) PAJAK


Pajak kini
Pajak tangguhan

)
(2.462.224.254
)
(469.671.111)
(86.670.562.18
6)

-55,97%
100%
-2.862%

-109,01%

PT. MANDOM INDONESIA Tbk


LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2015 DAN 31 DESEBER 2014
(Lanjutan)

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN


Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi
ke laba rugi:
Kerugian aktuarial atas kewajiban
manfaat pasti
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Penyesuaian reklasifikasi
berkaitan asset keuangantersedia-untuk-dijual yang
dijual pada tahun berjalan

31 Desember
2015

(833.843.054)

(2.437.750.000

31 Desember
2014

Perubahan
Jumlah
Persentase

(8.946.491.585
)

8.112.648.531

90,67%

(2.437.750.000

100%

)
Laba (rugi) nilai wajar bersih atas
aset keuangan tersedia untuk
dijual
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF


TAHUN BERJALAN

(86.168.000)

594.025.000

(680.193.000)

-114.51%

(3.357.761.054
)

(8.352.466.585
)

4.994.705.531

57,79%

541.116.516.9
60

167.476.179.8
47

373.640.337.1
13

223,1%

2.708

874

1.834

209,83%

LABA PER SAHAM DASAR

Kas perusahaan mengalami kenaikan yaitu 95.091.166.887 pada tahun


2014 menjadi 219.669.986.396 pada tahun 2015 sebesar 131%. Untuk investasi
nilainya mengalami penurunan yaitu 6.021.443.828 pada tahun 2014 menjadi
3.006.284.234 pada tahun 2015 sebesar -50,07%. Memang perusahaan pada saat
itu sedang tidak melakukan banyak pembelian pada sekuritas-sekuritas jangka pendek yang
return nya bisa dihasilkan pada tempo yang telah ditentukan perusahaan. Untuk pos piutang
nilainya juga mengalami kenaikan secara signifikan pada semua pos baik piutang usaha atau
bukan usaha mengindikasikan bahwa tingkat penagihan piutang semakin menurun atau tingkat
kemampuan debtor menurun untuk membayar utang terhadap perusahaan. Nilai
persediaan

akhir

bersih

perusahaan

mengalami

penurunan

yaitu

419.658.098.409 pada tahun 2014 menjadi 382.731.850.133 pada tahun


2015 sebesar -8,79%.
Secara umum, kenaikan pos aktiva lancar yaitu 874.017.297.803 pada tahun
2014 menjadi 1.112.672.539.416

pada tahun 2015 sebesar 27,31%.

Sedangkan aktiva tidak lancar nilainya mengalami penurunan yaitu 989.662.539.521 pada
tahun 2014 menjadi 969.424.309.287 pada tahun 2015 sebesar -2,04% . Kenaikan
terbesar ada di aset berwujud karena memang perusahaan pada waktu itu sedang gencar-gencar
melakukan

akuisisi.

Piutang

lain

lain

juga

nilainya

mengalami

kenaikan

yaitu

1.625.890.545 pada tahun 2014 menjadi 2.310.560.325 pada tahun 2015


sebesar 42,11% secara signifikan, karena memang perusahaan pada waktu itu sedang

melakukan peningkatan pada sektor piutang lain-lain, sedangkan biaya masih ditanggung oleh
anak perusahaan, dan masih menunggu pencairan dana dari bank.
Aset tetap nilainya mengalami penurunan yaitu 923.951.560.313 pada tahun
2014 menjadi 902.694.745.887 pada tahun 2015 sebesar -2,3%. Mungkin
dikarenakan perusahaan sedang tidak melakukan penambahan terhadap aktiva tetap, disebabkan
karena keadaan mesin atau gedung yang nilai efisiensinya tidak mengalami penurunan.
Sedangkan total aktiva secara keseluruhan mengalami kenaikan yaitu 1.863.679.837.324
pada tahun 2014 menjadi 2.082.096.848.703 pada tahun 2015 sebesar
11,71%.
Jumlah kewajiban perusahaan mengalami penurunan untuk kewajiban lancar dan
kenaikan untuk kewajiban tidak lancar. Kewajiban lancar mengalami penurunan yaitu
486.053.837.459 pada tahun 2014 menjadi 222.930.621.643 pada tahun
2015 sebesar -54,13% . sedangkan kewajiban tidak lancar mengalami kenaikan yaitu
125.455.038.662 pada tahun 2014 menjadi 144.294.749.027 pada tahun
2015 sebesar 15,01%. Selain itu, perusahaan juga mengadakan perjanjian utang dengan
pihak pihak yang dipercaya lainnya yaitu pihak berelasi dan pihak ketiga. Untuk pihak brelasi
nilainya turun menjadi -81,88% sedangkan untuk pihak ketiga nilainya naik
menjadi 15,34%. Ada sebagian utang usaha yang telah dilunasi diindikasikan ada penurunan
meskipun penurunannya tidak terlalu signifikan. Utang-utang ini digunakan perusahaan sebagian
besar juga untuk aktivitas investasi jangka pendek dan operasi. Utang tidak lancar naik sebesar
15,01%, utang ini didominasi oleh utang imbalan kerja yang membengkak dari
125.455.038.662 pada tahun 2014 menjadi 144.294.749.027 pada tahun
2015 sebesar 18.839.710.365. Utang ini juga disebabkan agar pendanaan perusahaan
untuk meningkatkan operasi maupun investasi tidak terganggu karena menurunnya nilai pasar
saham.
Perusahaan memberikan program pensiun imbalan pasti untuk semua
karyawan tetapnya. Perusahaan menghitung selisih antara imbalan yang
diterima karyawan berdasarkan undang-undang yang berlaku dengan
manfaat yang diterima dari program pensiun untuk pensiun normal. Biaya
penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected
unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir

periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan


kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari
imbal hasil atas asset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin
langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan
dalam

penghasilan

komprehensif

lain

periode

terjadinya.

Pengukuran

kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam


saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
dalam laba rugi pada periode amandemen program. Bunga neto dihitung
dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
Penjualan mengalami kenaikan dari 2.308.203.551.971

pada tahun 2014

menjadi 2.314.889.854.074 pada tahun 2015 sebesar 0,28% dan diikuti dengan
naiknya

HPP

dari

1.410.908.151.275

pada

tahun

2014

menjadi

1.436.977.751.396 pada tahun 2015 sebesar 1,84%. Hal ini mengindikasikan


bahwa harga-harga bahan baku sedang mengalami kenaikan dan berbagai macam faktor lainnya.
Sehingga kenaikan penjualan ini bukan menjadi tolak ukur kenaikan penjualan namun kenaikan
penjualan ini sebagai dampak dari inflasi dan meningkatnya HPP. Namun demikian, laba kotor
mengalami

penurunan

dari

897.295.400.696

pada

tahun

2014

menjadi

877.912.102.678 pada tahun 2015 sebesar -2,16%. Secara umum, beban usaha
mengalami

kenaikan

dari

640.779.942.019

pada

tahun

2014

menjadi

659.231.886.410 pada tahun 2015 sebesar 2,87%. Namun, peningkatan beban ini
masih di bawah laba kotor sehingga laba usaha turun dari 256.515.458.677 dari tahun
2014 menjadi 218.680.216.268 pada tahun 2015 sebesar -14,74%. Penghasilan
atau beban lain-lain inilah yang menyebabkan EBT turun karena memang penyebab utamanya
adalah kerugian selisih mata uang asing. Perlu diketahui bahwa utang perusahaan juga dalam
bentuk dolar. Oleh karena itu, dalam pelunasannya sepanjang krisis global 2015 mungkin saja
mengalami kerugian yang luar biasa. EBT mengalami kenaikan dari 241.447.832.720
tahun 2014 menjadi 583.121.947.494 pada tahun 2015 sebesar 141,51%.
Pajak penghasilan juga bertambah karena memang banyak kenaikan di sisi yang berhubungan
dengan pajak, misalnya gaji dan upah. Laba bersih naik dari 175.828.646.432 pada tahun
2014 menjadi 544.474.278.014 pada tahun 2015 sebesar 209,66% akibat

adanya hak pemegang saham minoritas. Namun, secara umum, kondisi operasi perusahaan masih
dalam keadaan cukup baik karena masih ada kenaikan pada laba bersih.
Mana analisis yang lebih menampilkan kondisi perusahaan ?
Menurut saya analisis rasio merupakan salah satu tools yang sering digunakan oleh analis
saham untuk menganalisa kinerja perusahaan. Untuk melakukan analisis rasio keuangan,
diperlukan perhitungan rasio rasio keuangan yang menginterpertasikan kondisi keuangan dan
hasil operasi suatu perusahaan. Rasio- rasio keuangan dihitung berdasarkan atas angka angka
yang ada dalam neraca, dalam laporan laba rugi, atau pada neraca dan laba rugi. Setiap analisis
keuangan merumuskan rasio tertentu yang dianggap mencerminkan aspek tertentu.
Tujuan dari analisis rasio keuangan dari pihak manajemen keuangan adalah mengevaluasi
kinerja perusahaan berdasarkan laporan keuangannya. Perusahaan dikatakan mempunyai kinerja
yang baik atau tidak dapat diukur dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
(utang) yang akan jatuh tempo (liquidity), kemampuan perusahaan untuk menyusun struktur
pendanaan, yaitu perbandingan antara utang dan modal (leverage), kemampuan perusahaan
untuk memperoleh keuntungan (profitability), kemampuan perusahaan untuk berkembang
(growth), dan kemampuan perusahaan untuk mengelola asset secara maksimal (activity).
Bagi perusahaan dengan adanya analisis rasio keuangan maka akan diperoleh suatu informasi
mengenai kondisi atau keadaan keuangan sehingga dapat membuat keputusan keputusan yang
diperlukan bagi kepentingan kegunaan rasio keuangan sebagai bahan pertimbangan apakah
perusahaan tersebut akan menguntungkan apabila sahamnya dibeli.

Dalam menentukan penilaian internal control klien, kami menggunakan


standar sebagai berikut :
Baik 85% - 90%
Sedang 85% - 90%
Buruk kurang dari 70%
INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES (ICQ) UMUM
PT. MANDOM INDONESIA Tbk
Y = Ya
T=Tidak
TR = Tidak
Relevan
Y
T
1.
Apakah terdapat Bagan Organisasi ?

2.
Apakah terdapat Job Descriptions ?

3.
Apakah pembagian tugas, wewenang dan tanggung
jawab cukup jelas ?

4.
Apakah terdapat Internal Auditor ?
Bila Ya :

4.1. Apakah dibuat laporan pemeriksaan tertulis ?

4.2. Tugas, wewenang dan tanggung jwabnya


cukup jelas serta diikuti ?

4.3. Bertanggung jawab langsung kepada Direksi


dan tidak kepada Chief Accounting Officer ?

4.4. Mempunyai staf yang cukup memadai ?

4.5. Mempunyai audit plan, audit program dan


audit working papers ?

5.
Apakah fungsi Akuntansi terlepas dari fungsi berikut
ini :
5.1. Pembelian ?

5.2. Penjualan ?

5.3. Produksi ?

5.4. Pemberian kredit ?

5.5. Penerimaan uang ?

5.6. Pengeluaran uang ?

5.7. Penyimpanan barang ?

6.
Bila penyimpanan uang dan surat berharga bukan
pemilik/persero atau family yang dapat dipercaya

apakah ada uang jaminan ?


Bila Ya berapa besarnya
7.
Apakah tercegah kemungkinan kolusi antar

karyawan yang mungkin merupakan famili ?


8.
Apakah karyawan yang menyimpan uang dan
barang diberikan hak cuti serta dijalankan secara

rutin ?
9.
Apakah fungsi pembukuan digilir secara periodik ?

TR

10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

18.

A.

Apakah Akte Pendirian perusahaan sudah


mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman ?
Apakah terdapat Petugas Satpam yang memeriksa
setiap orang atau kendaraan yang keluar masuk
lokasi perusahaan ?
Apakah pengawasan terhadap cabang efektif ?
Apakah terdapat staf tertentu yang memperhatikan
agar asuransi selalu ditutup dengan cukup dan pada
waktunya ?
Apakah penilaian atas aktiva dilakukan secara rutin
dan dapat diandalkan untuk menentukan jumlah
yang harus diasuransikan ?
Apakah setiap pinjaman uang harus disetujui Dewan
Komisaris ?
Apakah syarat perjanjian kredit selalu mendapatkan
perhatian secukupnya ?
Apakah keputusan rapat persero, Dewan Komisaris
atau direksi dicatat, ditanda tangani secara rapih ?
Bila tidak, apakah karena perusahaan dimiliki dan
dikelola oleh anggota keluarga dan kerabat dekat,
sehingga berlaku kebiasaan "Tidak Formil" dan
menurut kenyataan memang dapat diterima ?
Khusus untuk perusahaan yang "Go Public"
18.1.
Bila klien menggunakan jasa
independent register dan/atau transfer agent :
a. Apakah dilaporkan transaksi saham secara
rutin ?
b. Apakah laporan tersebut dicocokkan dengan
Buku Besar ?
18.2.
Bila tidak digunakan jasa independent
register dan/atau transfer agent :
a. Apakah surat saham disimpan orang yang
berwenang ?
Sebutkan siapa .. TREASURER
b. Apakah Surendered Certificates segera
dibatalkan dan dilekatkan pada stubs ?
c. Apakah penandatanganan saham dimuka
tidak mungkin dilakukan ?
d. Apakah bea materai diperhatikan pada saat
mengeluarkan saham ?
18.3.
Apakah buku catatan saham :
a. Dibukukan secara up-to date ?
b. Dicocokkan dengan Buku Besar ?
Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada
pernyataan diatas ?
Kelemahan-kelemahan yang ada pada perusahaan

sudah tertera pada pernyataan diatas. Namun secara


keseluruhan sebenarnya perusahaan sedikit memiliki
kelemahan.
B. Catatan lain
Sejauh ini perusahaan sudah menjalankan
perusahaannya dengan prosedur yang cukup baik.
C. Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk) ? Baik
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya)
Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah perusahaan
sudah menjalankan prosedur yang sangat baik pada
perusahaannya. Sehingga perusahaan sedikit memiliki
kelemahan.
Direview oleh : Herman, Dimjati & Linda
Diisi oleh : Lita

INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES (ICQ) PENJUALAN


PT. MANDOM INDONESIA Tbk

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

9.

Apakah perusahaan menggunakan daftar harga (price list) ?


Apakah penyimpangan dan daftar harga harus disetujui oleh
pejabat perusahaan yang berwenang ?
Apakah perusahaan mempunyai pedoman pemberian potongan
yang tertulis ?
Apakah untuk setiap penjualan diminta surat pesanan (purchase
order) dan pembeli ?
Apakah order pembelian dan langganan harus disetujui oleh
pejabat perusahaan yang berwenang mengenai harga, syarat kredit
dan syarat lainnya ?
Apakah digunakan formulir order penjualan yang prenumbered ?
Apakah setiap penginiman barang didasarkan pada Delivery
Order (DO) ?
Apakah DO:
a. Terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak
(prenumbered)?
b. Hanya orang tertentu yang berhak mengotonisasi?
c. Barang yang dikirim terlebih dahulu dicocokkan dengan DO?
d. Bagian akuntansi cukup mengawasi urutan DO dan isinya?
e. Langsung dikirim kepada pembuat faktur?
f. Dikaitkan dengan faktur, untuk menjamin DO telah dibuatkan
fakturnya?
Apakah faktur penjualan:

Y = Ya
T=Tidak
TR = Tidak
Relevan
Y
T

TR

a. Terkontrol dengan pembenian nomor urut tercetak


(prenumbered)?
b. Bagian akuntansi cukup mengawasi urutan faktur?
c. Bagian akuntansi memeriksa ketepatan:
Jumlah kuantitas yang dikirim?
Harga?
Perhitungan?
Syarat Kredit?
10.
Apakah faktur yang batal tersimpan untuk pemeriksaan ?
11.
Apakah fungsi penjualan terpisah dari :
Bagian keuangan ?
Bagian akuntansi ?
Bagian penyimpanan ?
12.
Apakah penjualan tersebut dibawah ini prosedurnya sama dengan
penjualan kredit:
a. Penjualan tunai?
b. Cash on Delivery sales ?
c. Penjualan kepada karyawan?
d. Penjualan barang B/S?
13.
Bila tidak, apakah prosedur cukup meyakinkan bahwa:
a. Hasil penjualan benar diterima dengan baik?
b. Dibukukan sebagaimana seharusnya?
14.
Apakah Nota Kredit:
a. Terkontrol dengan pemberian nomor urut tercetak?
b. Diotorisasi oleh orang tertentu?
c. Blanko yang belum digunakan terkontrol dengan baik?
15.
Apakah dibuat daftar formulir-formulir: Order penjualan, DO,
faktur dan nota kredit?
16.
Bila ya, apakah dibina secara up to date?
17.
Retur penjualan:
a. Apakah harus mendapatkan persetujuan pejabat perusahaan
yang berwenang?
b. Apakah dibuat berita acara penerimaan kembali barang?
c. Apakah barang yang dikembalikan dibukukan dalam:
Kartu gudang?
Buku persediaan?
d. Apakah bagian akuntansi mencocokkan nota kredit dengan
berita acara penerimaan kembali barang ?
18.
Apakah sistem informasi penjualan meliputi:
a. Budget penjualan?
b. Grafik trend penjualan?
c. Laporan tertulis penjualan?
d. Penjelasan atas penyimpangan-penyimpangan?
19.
Apakah prosedur penjualan tampak cukup efisien?
A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan

diatas
Kelemahan-kelemahan yang ada pada perusahaan
sudah tertera pada pernyataan diatas. Namun secara
keseluruhan sebenarnya perusahaan sedikit memiliki
kelemahan.
B. Catatan lain
Sejauh ini perusahaan sudah menjalankan
perusahaannya dengan prosedur yang cukup baik.
C. Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk)? Baik
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya)
Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah perusahaan
sudah menjalankan prosedur yang sangat baik pada
perusahaannya. Sehingga perusahaan sedikit memiliki
kelemahan.
Diisi oleh : Lita
Direview oleh : Herman, Dimjati & Linda