Anda di halaman 1dari 2

Penilaian derajat kesadaran secara kuantitatif

yang sampai saat ini masih digunakan adalah Glasgow


Coma Scale (GCS). GCS adalah suatu skala neurologik
yang dipakai untuk menilai secara obyektif derajat
kesadaran seseorang. GCS pertama kali diperkenalkan
pada tahun 1974 oleh Graham Teasdale dan Bryan J.
Jennett, professor bedah saraf pada Institute of
Neurological Sciences,Universitas Glasgow. GCS kini
sangat luas digunakanoleh dokter umum maupun para
medis karena patokan/kriteria yang lebih jelas dan
sistematis.
GCS terdiri dari 3 pemeriksaan, yaitu penilaian:
respons membuka mata (eye opening), respons
motorik terbaik(best motor response), dan respons
verbal terbaik(best verbal response).
Masing-masing komponen GCS serta
penjumlahan skor GCS sangatlah penting, oleh karena
itu, skor GCS harus dituliskan dengan tepat, sebagai
contoh: GCS 10, tidak mempunyai makna apa-apa,
sehingga harus dituliskan seperti: GCS 10 (E2M4V3).
Skor tertinggi menunjukkan pasien sadar (compos
mentis), yakni GCS 15 (E4M6V5), dan skor terendah
menunjukkan koma (GCS 3 = E1M1V1).
2.5 Patofisiologi
Seperti telah di jelaskan bahwa ventrikel
takikardi sebabkan oleh infark miokard, iskemia
,jantung koroner, pada pasien dengan ventrikel
takikardi lebih banyak di sebabkan oleh arteri korener
merupakan pembuluh darah yang bertugas memberi
nutrisi pada jantung itu sendiri, jika terjadi infark pada
arteri korener yang memperdarahi SA node di atrium
menyebabkan kematian sel otot jantung menimbulkan

gangguan pada repolarisasi dan depolarisasi sehingga


mempengaruhi irama jantung. Dengan di lepasnya
berbagai enzim intrasel dan ion kalium serta
penimbunan asam laktat, maka jalur-jalur hantaran
listrik jantung terganggu. Hal ini dapat menyebabkan
hambatan depolarisasi atrium atau ventrikel serta
timbulnya aritmia. Penurunan kontraktilitas miokard
akibat kematian sel otot jantung juga dapat
menstimulus
pengaktifan
katekolamin
yang
meningkatkan rangsangan sistem saraf simpatis ,
akibatnya akan terjadi peningkatan frekuensi jantung,
peningkatan kebutuhan oksigen dan vasokontriksi.
Selain itu iritabilitas myokard ventrikel juga penyebab
munculnya ventrikel takikardi.
Mekanisme Pemeliharaan Tekanan Darah
Tekanan darah dikontrol oleh otak, sistem saraf
otonom, ginjal, beberapa kelenjar endokrin, arteri
dan jantung. Otak adalah pusat pengontrol tekanan
darah di dalam tubuh. Serabut saraf adalah bagian
sistem saraf otonom yang membawa isyarat dari
semua bagian tubuh untuk menginformasikan
kepada otak perihal tekanan darah, volume darah
dan kebutuhan khusus semua organ. Semua
informasi ini diproses oleh otak dan keputusan
dikirim melalui saraf menuju organ-organ tubuh
termasuk pembuluh darah, isyaratnya ditandai
dengan
mengempis
atau
mengembangnya
pembuluh darah. Saraf-saraf ini dapat berfungsi
secara otomatis (Hayens, 2003).
Ginjal adalah organ yang berfungsi mengatur
fluida (campuran cairan dan gas) di dalam tubuh.
Ginjal juga memproduksi hormon yang disebut

renin. Renin dari ginjal merangsang pembentukan


angiotensin yang menyebabkan pembuluh darah
kontriksi sehingga tekanan darah meningkat.
Sedangkan hormon dari beberapa organ juga dapat
mempengaruhi pembuluh darah seperti kelenjar
adrenal pada ginjal yang mensekresikan beberapa
hormon seperti adrenalin dan aldosteron juga ovari
yang
mensekresikan
estrogen
yang
dapat
meningkatkan tekanan darah. Kelenjar tiroid atau
hormon tiroksin, yang juga berperan penting dalam
pengontrolan tekanan darah (Hayens, 2003).
Pada akhirnya tekanan darah dikontrol oleh
berbagai proses fisiologis yang bekerja bersamaan.
Serangkaian mekanisme inilah yang memastikan
darah mengalir di sirkulasi dan memungkinkan
jaringan mendapatkan nutrisi agar dapat berfungsi
dengan baik. Jika salah satu mekanisme mengalami
gangguan, maka dapat terjadi tekanan darah tinggi.
Sumber
:
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/201
31/4/Chapter%20II.pdf
1. Kenapa pasien nadinya cepat / takikardi ?
Takikardi
Ventrikuler
adalah
suatu
gangguan ritme jantung yang ditandai dengan
detak jantung yang teratur tapi cepat. Jantung
orang dewasa biasanya berdenyut antara 60 dan
100 kali per menit pada keadaan istirahat. Pada

takikardi ventikuler, jantung umumnya berdetak


lebih dari 100 denyutan per menit karena adanya
gangguan pada impuls elektrik normal yang
mengontrol detak jantung. Sinyal elektrik yang lebih
cepat dari pada normal dikirim ke ruang jantung
bawah (ventrikel) yang menyebabkan ventrikel
berkontraksi dengan cepat. Denyut jantung yang
cepat tidak memungkinkan ventrikel terisi dengan
darah yang cukup dan berkontraksi dengan baik
untuk memompa darah secukupnya keseluruh
tubuh. Jika tidak dirawat, keadaan ini dapat
memburuk dan menyebabkan terjadinya fibrilasi
ventrikel, yang merupakan suatu kondisi yang
mengancam keselamatan jiwa sehingga terjadi
kematian jantung mendadak.
Manifestasi klinik
Jantung berdebar- debar (palpitasi)
Hipotensi di sebabkan sirkulasi menurun
Penurunan nadi yang di sebabkan oleh denyut
jantung tidak memadai
Penurunan pernapasan
Pusing di sebabkan oksigenasi menurun dalam
darah
Ketidak sadaran
Apnea
Nyeri dada