Anda di halaman 1dari 17

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparasi
A. Jenis dan Lokasi Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
komparasi kontinum. Penelitian Komparasi kontinum
adalah penelitian yang
meneliti
perbedaan
(Sugiyono,
2010).
Penelitian
ini
mencari
ada
tidaknya
perbedaan dari dua variabel yang diteliti.
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Salatiga yang beralamat di Jalan
Kartini no.34 Salatiga Jawa Tengah. SMA Negeri 3 Salatiga merupakan salah satu
sekolah menengah atas di kota Salatiga dengan jumlah siswa 1027 siswa pada
tahun ajaran 2012 2013.
B. Populasi dan Sampel penelitian
1.
Populasi
Populasi adalah sekumpulan objek, orang atau keadaan yang paling
tidak memiliki satu karakteristik yang sama. Populasi
dalam penelitian ini
adalah siswa SMA Negeri 3 Salatiga yang menjadi korban bullying disekolah.
Tahap pertama yang dilakukan untuk mengetahui siswa yang menjadi korban
Bullying adalah dengan melakukan
pra penelitian. Dalam
pra penelitian

disebarkan angket dengan yang berisikan 3 pertanyaan dengan pilihan jawaban

ya dan tidak, untuk mengungkap dan mengetahui apakah siswa menjadi korban

Bullying disekolah atau tidak. Tahap kedua adalah menseleksi angket yang

35

diperoleh dengan mengkategorikan hasil tersebut menjadi dua kategori yaitu

Tinggi dan Rendah. Siswa yang menjadi subyek penelitian adalah siswa yang

masuk kategori tinggi dengan jumlah 380 siswa, sehingga populasi penelitian

adalah siswa SMA Negeri 3 Salatiga yang menjadi korban Bullying sejumlah 380 siswa. 2. Sampel
adalah siswa SMA Negeri 3 Salatiga yang menjadi korban Bullying sejumlah
380 siswa.
2.
Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan diteliti dan yang
dianggap dapat mengambarkan karakteristik populasinya, penentuan jumlah
sample dari populasi dengan mengunakan rumus dari Isaac dan Michael untuk
tingkat kesalahan 5% (Sugiyono, 2010), Dengan tabel penentuan jumlah
sampel
peneliti
dapat
secara
langsung
menentukan
besarnya
sampel
penelitian, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki. Untuk menghitung ukuran
sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut :
X 2 .N.P (1 P)
S = ---------------------------
d 2 (N 1).+X 2 .P(1 - P)
Keterangan :
S
= Jumlah Sampel
N
= Jumlah Populasi
P
= Proporsi dalam populasi (P= 0,05)
d
= Ketelitian / derajat ketepatan (0,05)
X
2 = Nilai tabel Chiaquare (X 2 = 3,841 taraf signifikansi 95%)
Karena populasi dalam penelitian ini berstrata maka sampelnya juga

berstrata dan strata ditentukan oleh kelompok kelas. Berdasarkan rumus dari

36

Isacc dan Michael tersebut diatas jika jumlah populasi 380 dengan tingkat

kesalahan 5% maka jumlah sampelnya = 182 siswa. Teknik pengambilan

sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified

Random Sampling, Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan
Random Sampling, Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota
atau unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proposional (Sugiyono,
2010). Berdasarkan perhitungan berikut jumlah sampel untuk kelompok kelas.
Tabel 3.1
Tabel 3.1 Jumlah populasi dan sampel penelitian
No
Kelompok
Populasi
Sampel (Siswa)
Kelas
orang
Rumus
Jumlah
(Siswa)
1.
X
103
103/380 x 182
49
2.
XI
188
188/380 x 182
90
3.
XII
89
89/380 x 182
43
TOTAL
380
182
Teknik pengambilan sampel dengan Proportionate Stratified Random
Sampling, yaitu mengelompokkan setiap strata menjadi sub strata dengan
pengambilan
sampel
berdasarkan
yang
populasi
lebih
banyak
mendapat
sampel yang banyak sebaliknya yang sedikit mendapatkan sampel yang

sedikit, sehingga penulis memilih kelas yang memiliki jumlah korban bullying

terbanyak dari masing masing kelas. Secara umum kontribusi jumlah siswa

yang menjadi korban Bullying di sekolah yang menjadi korban bullying dapat

dilihat pada tabel 3.1 berikut :

37

Tabel 3.2 Kontribusi Jumlah Sampel Per Kelas

Tingkat Kelas Frekuensi X X 5, X7,X8 49 XI XI IA1,XI IS2,XI IS3 90 XII
Tingkat
Kelas
Frekuensi
X
X 5, X7,X8
49
XI
XI IA1,XI IS2,XI IS3
90
XII
XII IS 2, XII IS 3
43
N
182
C. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2010) Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang
berbentuk
apa
saja
yang
ditetapkan
oleh
peneliti
untuk
dipelajari
sehingga
diperoleh
informasi
tentang
hal
tersebut,
kemudian
ditarik
kesimpulannya.
Penelitian ini menggunakan dua variable, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
variabel
yang
merupakan
akibat,
atau
tergantung
pada
variable
yang
mendahuluinya disebut variable terikat. Sedangkan variable yang mendahului atau
yang mempengaruhi variable terikat disebut variable bebas. Berdasarkan pada
landasan teori, maka variable dalam penelitian ini adalah :
Variable bebas (independen) : Tipe kepribadian Ekstrovert dan

Introvert

Variable terikat (dependen) : Frekuensi Terkena Bullying.

38

D. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan cara cara yang digunakan untuk

mengumpulkan data.

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam

penelitian ini adalah dengan menggunakan metode tes dan skala, tes merupakansuatu metode penelitian psikologis
penelitian
ini
adalah
dengan
menggunakan
metode
tes
dan
skala,
tes
merupakansuatu metode penelitian psikologis untuk mem memperoleh informasi
tentang berbagai macam aspek dalam perilaku seseorang, dengan mengunakan
pengukuran yang mengahasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang
diteliti. Sedangkan skala adalah suatu medote pengambilan data dimana dimana
data data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh melalui pertanyaan atau
pernyataan tertulis yang diajukan responden mengenai suatu hal yang disajikan
dalam bentuk suatu daftar pertanyaan (Koentjaraningrat, 1985).
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan tes yaitu
Jung s type Indicator (JTI) test
yaitu tes kepribadian yang digunakan untuk
mengukur
kepribadian
seseorang,
yang
digunakan
untuk
mengungkap
kecendurungan kepribadian individu apakah Ekstrovert atau Introvert. Dan Skala
frekuensi terkena Bullying dari Dan Olweus (1994) untuk mengukur frekuensi
terkena Bullying dari siswa yang menjadi korban Bullying dalam periode satu
bulan. Detail dari instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

39

1. Jung s Type Indicator Test

Teknik

pengumpulan

data

dalam

penelitian

ini

menggunakan

tes

kepribadian

(personality

test)

yaitu

tes

yang

digunakan

untuk

mengukur

kepribadian seseorang. Untuk memperoleh data tipe kepribadian Ekstrovert, Introvert, penulis menggunakan alat ukur dari
kepribadian seseorang. Untuk memperoleh data tipe kepribadian Ekstrovert,
Introvert, penulis menggunakan alat ukur dari Jung s Type Indicator Test dari
Jungian Tipologi theory yang sudah di translate kedalam bahasa Indonesia
menggunakan metode back translation, dengan 2 alternatif jawaban Ya dan
Tidak, tes dengan tipe Yes or No seperti ini adalah tes yang butir soalnya terdiri
dari pernyataan atau disertai dengan alternatif jawaban yaitu jawaban atau
pernyataan yang benar dan yang salah atau Ya atau Tidak (Widoyoko, 2012).
Responden diminta untuk memilih salah satu jawaban dari masing masing
penyataan yang diberikan dengan memilih jawaban Ya jika pernyataan tersebut
sesuai dan Tidak jika pernyataan tersebut tidak sesuai.
Jung Type Indicator test
adalah sebuah tes untuk mengungkap tipe
kepribadian individu apakah seorang yang Ekstrovert atau Introvert yang terdiri
disusun dalam 70 item dan terdiri 36 item Ekstrovert dan 34 item Introvert.
Rincian sebaran dan jumlah item tipe kepribadian adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3 Kisi kisi Jung s type indicator test

Konsep

Sub Konsep

Indikator

Item

N

Tipe

Aktivitas

Ekstrovet :

24.Minat terhadap banyak kegiatan 26.Mudah terlibat dalam kegiatan baru

7

Kepribadian

Aktivitas cepat,

Ekstrovert dan

suka keramaian

Introvert :

40

sikap yang khas dari individu dalam berperilaku dan merupakan segala yang mengarah ke luar atau
sikap yang
khas dari
individu dalam
berperilaku
dan
merupakan
segala yang
mengarah ke
luar atau ke
dalam dirinya
sehingga dapat
dibedakan
dengan
individu lain
31.Menikmati terlibat
langsung di pusat peristiwa
49.Mudah berkominukasi
dalam situasi sosial
55.Selalu mencari peluang
64.Menyukai petualangan
68.
Bersemangat
Introvert: Aktivitas
lambat,suka
ketenangan
6. Tidak bersemangat
15.Jauh dari suatu
komunitas
6
22.
Sulit berbicara dengan
nada keras
30.Menyukai ketenangan
41.Butuh banyak waktu
untuk sendiri
57.Mengahabiskan waktu
luang sendiri
Mengambil
Ekstrovet : berani
mengambil resiko,
menyukai hal hal
baru (perubahan)
23.Berani menyatakan
pendapat
5
resiko
35.Menyukai hal hal baru
50.
Menyukai kompetisi
52.
Menyukai perubahan
69.Tegas mengambil
keputusan
Introvert : kurang
berani mengambil
resiko, suka hal
hal yang
teratur(tetap)
43.Memegang teguh prinsip
51.Konsisten dalam
kebiasaan
3
65.Konsisten
Kedalaman
Ekstrovert :
berpikir
melakukan sesuatu
dari pada
memikirkan,
cenderung santai
11.Peka terhadap linkungan
sekitar
36.Mahir menganalisis
masalah
46.Perhatian mudah
dialihkan
4
62.Mempertibangakan

41

situasi saat ini Introvert : tertarik pada ide ide , cenderung serius 5.Tertarik terhadap suatu
situasi saat ini
Introvert : tertarik
pada ide ide ,
cenderung serius
5.Tertarik terhadap suatu
ide
7. berpikir jauh kedepan
16.Dapat menempatkan diri
dengan baik
5
40.
Memahami prinsip
teoritis
54.
Orientasi ke masa depan
Tanggung
jawab
Ekstrovert : kurang
bertanggung
jawab, tidak tepat
janji
13.Menunda nunda
pekerjaan
32.Menghindari keterikatan
dengan kewajiban
42.mengabaikan janji
3
Introvert :
3
bertanggung jawab
dan menepai janji
1.Tidak pernah terlambat
memenuhi janji.
17.
Membantu orang lain
tanpa imbalan
37.
Menyelesaikan tugas
tepat waktu
Kesukaan
Ekstrovert :
bergaul
2.Terlibat aktif dalam
kegiatan
7
menyukai kegiatan
sosial, mudah
bergaul, Merasa
nyaman berada
dalam kelompok
12.
mudah bersosialisai
25.mudah bergaul
27.Nyaman berbicara di
depan banyak orang
28.Mendiskusikan masalah
dengan orang lain
63.
Menyukai berada dalam
kelompok
66.
Mendiskusikan maslaah
dengan Kelompok
Introvert : suka
menyendiri, tidak
mudah bergaul,
tidak nyaman
berada dalam
kelompok
34.
Mengisolasi dengan
5
dunia Luar
38.Tidak nyaman berada di
tengah banyak orang
45.
Menyukai kelompok
kecil
60.
Menghindari keramaian
70.Canggung berada
dikeramain
Pernyataan
Ekstrovert :
10.
Mempercayai Logika
5
perasaan
memperlihatkan
emosi (cinta,
dari pada perasaan
21.Sulit mengekspresikan

42

marah) perasaan 48.Saya Mudah marah 61.Mempertimbangkan Intuisi dan perasaan. 67.Terbuka dengan orang lain
marah)
perasaan
48.Saya Mudah marah
61.Mempertimbangkan
Intuisi dan perasaan.
67.Terbuka dengan orang
lain
Introvert :
3.Mudah terhanyut perasaan
6
terkontrol dalam
14.
Tindakan dipengaruhi
menyatakan
perasaan
Perasaan
18.Banyak pertimbangan
33.Mudah tersentuh oleh
perasaan
56.Mudah terpengaruh
perasaan
47.Mudah untuk berbicara
tentang perasaan
Penurutan
Ekstrovert :
19.
Melakukan sesuatu
5
dorongan kata
hati
bertindak tanpa
dipikirkan
sebelumnya,
membuat
keputusan seketika
dengan buru-buru
20.Merasa Puas dengan
keadaan saat ini
29.
Tidak mementingkan
teori
44.Membuat keputusan
seketika
53.Mendapat kesenangan
dari hal hal baru
Introvert :
merencanakan
sebelum
bertindak,membua
t keputusan dengan
hati hati
4.Dapat dipercaya dan
diandalkan
8.Hati- hati dalam berbicara
9.Melakukan sesuatu
dengan persiapan
39.Memiliki control yang
baik atas keinginan dan
godaan
58,Mengambil keputusan
penuh pertimbangan
6
59.Cenderung
mendengarkan

Teknik skoring untuk mengungkap tipe kepribadian Ekstrovert atau

Introvert pada subjek penelitian adalah dengan cara memberikan skor 1 untuk

setiap jawaban Ya

pada penyataan Ekstrovert dan memberi skor 0 untuk

43

jawaban Tidak bagi penyataan yang terdapat pada pernyataan Introvert.

Demikian pula sebaliknya, memberikan skor 0 pada setiap jawaban Ya untuk

pernyataan Introvert dan memberikan skor 1 untuk jawaban Tidak untuk

penyataan Introvert. Jung s Type Indicator Test memiliki 36 pernyataan Ektrovert dan 34 penyataan Introvert
penyataan
Introvert.
Jung s
Type
Indicator
Test
memiliki
36
pernyataan
Ektrovert dan 34 penyataan Introvert sehingga individu yang memperoleh skor
36 termasuk kedalam tipe kepribadian Ekstrovert, sedangkan individu yang
memperoleh skor 35 termasuk kedalam tipe kepribadian Introvert.
Tabel 3.4
Intepretasi pemberian skor
Pernyataan
Ya
Tidak
Ekstrovert
1
0
36
Introvert
0
1
35
Semakin
tinggi
skor
yang
diperoleh
individu
maka
dapat
diintepretasikan
bahwa
individu
tersebut
cenderung
mempunyai
tipe
kepribadian ekstrovert dan sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh
maka semakin individu mengarah pada tipe kepribadian introvert.
2. Skala frekuensi Terkena Bullying
Untuk mendapatkan data tentang frekuensi siswa terkena Bullying di

sekolah, penulis menggunakan alat ukur skala frekuensi terkena Bullying dari

Dan Olweus (1994) yang telah di translate ke dalam bahasa Indonesia dengan

menggunakan

metode

back

translation.

Skala

terkena

Bullying

dalam

44

penelitian ini mengacu kepada rating scale dengan tipe numerical rating scale

yaitu pertanyaan tentang kualitas tertentu dari sesuatu yang akan diukur, yang

diikuti oleh angka yang menunjukkan skor sesuatu yang diukur (Widoyoko,

2012). Dalam rating scale responden tidak akan menjawab salah satu jawaban kualitatif tetapi menjawab salah
2012). Dalam rating scale responden tidak akan menjawab salah satu jawaban
kualitatif tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif (skor) yang telah
disediakan, skala dibuat dengan menggunakan pilihan
1 5 kategori jawaban
sehingga responden tinggal memilih salah satu dari jawaban yang disediakan.
Pemberian skor dari alternatif jawaban yang ada dalam skala ini adalah sebagai
berikut :
a. Lebih dari 7 kali diberi skor 5
b. 5 sampai 6 kali diberi skor 4
c. 3 sampai 4 diberi skor 3
d. 1 sampai 2 kali diberi skor 2
e. Tidak pernah diberi skor 1
Skala frekuensi terkena Bullying digunakan untuk mengungkap sejauh
mana responden
mengalami Bullying di sekolah yang mencakup Bullying
secara fisik, psikologis, verbal dan non-verbal. Skala ini digunakan untuk
mengetahui frekuensi seorang siswa terkena Bullying dalam satu bulan
terakhir, dan dikategorikan ke dalam 5 kategori yaitu :

1.

Low (rendah)

2. Infrequent (kadang kadang)

3. Intermediate (menengah)

4. Frequent (sering)

5. Constantly (selalu)

45

Pengaktegorian frekuensi terkena Bullying pada siswa adalah apabila

korban terkena bullying < 1 dalam satu bulan makan berada pada kategori

Low (rendah), apabila terkena 1 2 kali dalam satu bulan termasuk pada

kategori Infrequent (kadang kadang), apabila terkena Bullying 3 4 kali dalam satu bulan maka termasuk
kategori Infrequent (kadang kadang),
apabila terkena Bullying 3 4 kali
dalam satu bulan maka termasuk pada kategori Intermediate (menengah),
apabila terkena Bullying sebanyak 5 6 kali makan berada pada kategori
Frequent (sering) dan apabila terkena Bullying > 7 kali dalam satu bulan
maka berada pada kategori Constantly (selalu).
Untuk mengetahui Sebaran item dan kisi kisi dari skala terkena
Bullying dapat dilihat pada table 3.4 berikut ini :
Tabel 3.5
Kisi kisi dan Sebaran Item Frekuensi Terkena Bullying
Konsep
Sub Konsep
Indikator
Item
N
Frekuensi
Bullying
Meliputi:
13
terkena
Psikologis
Bullying :
Kekerapan
Subjek terkena
Bullying dalam
satu bulan
Diperlakukakan secara
sinis, dijauhi dengan
sengaja,difitnah,dipermal
ukan didepan orang
lain,diintimidasi,Direnda
hkan,dilecehkan secara
seksual.
1.Perlakuan sinis
3.Diajuhi siswa lain
5.Disebarkan rumor
11.Difitnah
19.Dipermalukan
23.Didiamkan
24.Dijauhi kelompok
25.Direndahkan
29.Dijauhi dengan tujuan
30.Pelecehan seksual
35.Dijauhi dengan tujuan
tertentu
39.Disebarkan gossip
40.Ditakut - takuti
Bullying Fisik
Meliputi :
4.Dipukul dengan sengaja
18. Dijambak Dicubit
20.dikunci dalam ruangan
21.Dipalak dengan ancaman
7
dipukul,didorong,
dijambak, dicubit dengan
sengaja, dipalak,

46

ditendang 22.Didorong/Dijatuhkan ditempeleng. dengan sengaja 26.Ditendang dengan sengaja 33.Ditempeleng dengan
ditendang
22.Didorong/Dijatuhkan
ditempeleng.
dengan sengaja
26.Ditendang dengan
sengaja
33.Ditempeleng dengan
keras
Bullying
Meliputi :
2.Name Calling
11
Verbal
diancam, dihina, name
calling,dimaki, akrasme
8.Dihina karena fisik
9.Rasis
10.Dihina agama
12
Dihina
karena prestasi
15.Diancam dengan kata
kata kasar
16. Diolok olok
17.Diancam
28.Dicela
34.Dimaki maki
37.Diteror
Bullying non
Meliputi :
6.Barang dirampas
9
Verbal
dilihat dengan sinis,
dipandang dengan
ekspresi muka
merendahkan, barang
barang dirusak dengan
sengaja, di terror dengan
pesan singkat,
7.Dipaksa
13.Dibully melalui telepon
genggam
14.Dibully dengan pesan
singkat
27.Barang barang dirusak
dengan sengaja
31.Dijahili
32.Diusik dan diganggu
36.Dilihat dengan ekspresi
sinis
38.Dihina dengan
menjulurkan lidah
Jumlah
40
Untuk menentukan individu kedalam kategori, digunakan rumus menghitung
jarak interval sebagai berikut:
=
.

47

Berdasarkan perhitungan dengan rumus interval di atas dapat disusun klasifikasi

frekuensi terkena Bullying berdasarkan jumlah skor jawaban responden sebagai

berikut :

Tabel 3.6 Interval dan klasifikasi frekuensi terkena Bullying Interval Klasifikasi frekuensi terkena Bullying 169 -
Tabel 3.6
Interval dan klasifikasi frekuensi terkena Bullying
Interval
Klasifikasi frekuensi terkena Bullying
169
- 200
Constantly (selalu)
137
- 168
Frequent (sering)
105
- 136
Intermediate (menengah)
73 - 104
Infrequent (kadang - kadang)
40 - 72
Low (rendah)
Selanjutnya skor subjek dari setiap pernyataan dijumlahkan dan skor total
menjadi skor setiap subjek, semakin tinggi skor subjek, maka frekuensi terkena
Bullying subjek semaikin tinggi. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah skor subjek
maka semakin rendah pula frekuensi terkena Bullying pada subjek.
E. Uji Validitas Item dan Reliabilitas Instrument
1. Uji Validitas Item
Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu penulis melakukan uji coba
instrumen untuk mengetahui validitas item serta reliabilitas instrumen yang akan

digunakan sehingga mendapatkan hasil yang representatif.

Uji coba instrument

dilaksanakan pada hari senin tanggal 10 desember 2012, kamis tanggal 12

desember 2012 dan 26- Januari - 2013 kepada 50 siswa SMA Negeri 3 Salatiga.

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan atau

48

mengukur data tersebut valid. Valid berarti alat tersebut dapat digunakan untuk

mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010).

Tujuan dari dilakukannya uji validitas item adalah untuk menunjukkan

tingkat kevalitan item - item yang digunakan dalam instrument penelitian. Setelah data terkumpul langkah selanjutnya
tingkat kevalitan item - item yang
digunakan dalam instrument penelitian.
Setelah data terkumpul langkah selanjutnya adalah data diolah dengan sofware
SPSS
versi
21.00.
Pengukuran
validitas
dalam
penelitian
ini
menggunakan
validitas item, yang dimaksud dengan validitas item adalah ketepatan mengukur
yang dimiliki oleh sebutir item dalam mengukur apa yang seharusnya diukur lewat
butir item tersebut.
Validitas butir soal atau item dapat dikatakan valid apabila
mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total.
Jumlah responden pada uji coba instrumen berjumlah 50 orang. Suatu item
dapat dikatakan valid apabila memiliki koefisien korelasi r 0,30 (Sugiyono,
2010). Berdasarkan perhitungan uji validitas yang telah dilakukan oleh penulis
terhadap 70 item Jung s type indicator test dengan bantuan sofware SPSS 21.00
diperoleh hasil yang menunjukkan korelasi skor total pada item item valid antara
0,329 sampai dengan 0,699, sedangkan untuk skala frekuensi terkena Bullying
bergerak antara 0,301 sampai dengan 0,718.
2. Uji Reliabilitas instrumen

Pengujian reliabilitas dilakukan setelah melakukan uji validitas terhadap

masing

masing

item,

selanjutnya

item

item

tersebut

diuji

tingkat

reliabilitasnya. Suatu instrument yang sudah dapat dipercaya atau reliabel akan

menghasilakan

data

yang

dapat

dipercaya.

Uji

Reliabilitas

bertujuan

untuk

49

ketepatan dan keajekan instrumen yang diukur. Pada pengujian

reliabilitas

penulis menggunakan bantuan dari software SPSS versi 21.00, pada penelitian ini

analisis

konsistensi

item

dilakukan

dengan

mengunakan

rumus

Alpha

Chronbach s dan dikatakan reliabel apabila besarnya korelasi minimal 0,70 (Sugiyono, 2010). Setelah dilakukan
Chronbach s
dan dikatakan reliabel apabila besarnya korelasi minimal 0,70
(Sugiyono, 2010).
Setelah dilakukan analisis didapatkan hasil indeks reliabilitas 0,956
untuk instrumen Jung s type indicator test dan 0,952 untuk skala terkena
Bullying,yang
mana diperoleh
>
0,70
yang berarti
kedua instrument
penelitian tersebut Reliabel dan dapat digunakan. Secara lebih rinci dapat
dilihat pada tabel 3.7 dan table 3.8.
Tabel 3.7
Reliability Instrumen Jung s Personality Test
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
N
of Items
0,956
70
Tabel 3.8
Reliability Instrumen Skala frekuensi Terkena Bullying
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
N
of Items
0,932
40

50

F. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif.

Untuk menganalisis data kuantitatif menggunakan analisis statistik yang dilakukan

dengan menggunakan perhitungan perhitungan statistik dan data diolah dengan menggunakan bantuan software SPSS 21.00.
dengan menggunakan perhitungan perhitungan statistik dan data diolah dengan
menggunakan bantuan software SPSS 21.00. Teknik analisis data yang digunakan
untuk menguji hipotesis komparatif adalah dengan menggunakan Chi kuadrat ( 2 )
satu
sampel
yaitu
teknik
statistik
yang
digunakan
untuk
menguji
hipotesis
komparatif bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih klas dimana data
berbentuk nominal dan sampelnya besar (Sugiyono, 2010). Ketentuan pengujian
adalah sebagai berikut : Tolak Ho bila harga chi kuadrat hitung lebih besar atau
sama dengan harga chi kuadrat tabel, dengan dk : 1 dan taraf kesalahan tertentu.
Adapun syarat uji chi kuadrat (Sugiyono, 2010) adalah sebagai berikut :
1. Sudah dikategorikan
2. Skala ukur nominal atau nominal bentuk data kategorik
3. Tidak ada sel dengan expected frequency < 1 (nilai E kurang dari 1)
dan
4. Banyak sel dengan expected frequency < 5 tidak lebih dari 20%
dari banyak sel seluruhnya.
Dasar pengambilan keputusan berdasarkan dari uji statistik dapat disimpulkan
bahwa apabila didapatkan nilai p > 0,05 maka Ho diterima, namun apabila

didapatkan nilai p 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

51