Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FENOMENA DASAR

BILANGAN REYNOLD

NAMA

: M.FAISAL

NIM

: 1407120968

KELOMPOK

: B9

LABORATORIUM KONVERSI ENERGI


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
2016

BAB III
METODOLOGI
3. 1 Alat Dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada pratikum untuk bilangan
reynold yaitu sebagai berikut :

1. rangka
2. reservoir
3. katup
4. pompa
5. bak
6. tabung acrylic
7. pipa PVC
8. tabung tinta
9. meja
10. busur
11. air
12. tinta
13. gela sukur
14. selang air
15. stopwatch
3.2 Prosedur Kerja

Adapun prosedur praktikum dan langkah-langkah yang dilakukan untuk


mengamati bilangan reynold yaitu sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Alat dan bahan di siapkan.


Reservoir bawah diisi air hingga penuh.
Stopwatch di siapkan.
Katup 1 dan 3 di tutup penuh.
Katup 2 dan 4 di buka penuh.
Pompa di hidupkan.
Setelah bak terisi penuh, kemudian katup 3 di buka penuh hingga tabung
acrylic terisi air.
8. Katup udara di buka untuk membuang udara yang terperangkap di dalam
tabung acrylic.
9. Setelah dipastikan tidak ada udara yang terperangkap di dalam tabung
acrylic, tuas katup 5 diputar 20.
10. Katup 3 dibuka perlahan-lahan hingga tinggi air pada tabung tinta
setimbang.
11. Tabung tinta diisi zat pewarna secukupnya.
12. Ketinggian air pada reservoir atas diamati kemudian catat.
13. Stopwatch diaktifkan.
14. Jenis aliran pada pipa acrylic di amati.
15. Setelah melakukan pengamatan, stopwatch di nonaktifkan.
16. Catat waktu pada stopwatch.
17. Lihat penambahan tinggi air pada bak samping dan di catat.
18. Katup 6 dibuka penuh hingga air pada pipa acrylic kosong.
19. Hitung volume air pada bak atas.
20. Hitung debit air pada bak atas.
21. Hitung kecepatan aliran, setelah mendapatkan debit pada bak atas.
22. Hitung bilangan reynold sesuai prosedur.
23. Katup 3 ditutup penuh.
24. Pompa di nonaktifkan.

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pengolahan Data
Dari hasil praktikum bilangan reynold didapatkan table hasil pengamatan data
sebagai berikut :
Sudut
()

Volume
(m)

20

0.00225

25

0.00225

30

0.00225

35

0.00225

40

0.00225

45

0.00225

50

0.00225

55

0.00225

60

0.00225

65

0.00225

70

0.00225

75

0.00225

80

0.00225

85

0.00225

A (m)
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284

Waktu
(s)

d (m)

297
177
111
74
52
36
34
29
23
20
16

0.01905

Laminar

0.01905

Laminar

0.01905

Laminar

0.01905

Laminar

0.01905

Laminar

0.01905

Transisi

0.01905

Transisi

0.01905

Transisi

0.01905

Transisi

0.01905

Transisi

0.01905

transisi

0.01905

14

0.01905

11

0.01905

10

Kecepatan

air (kg/m)

0.026592946

998

0.044622062

998

0.071154099

998

0.106731148

998

0.151886634

998

Jenis aliran
actual

turbulen
turbulen
turbulen

air

Re

0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100

504.0702
2
845.8127
4
1348.728
4
2023.092
6
2879.016

Debit
0.000007575
8
0.0000127119
0.000020270
3
0.000030405
4
0.000043269
2
0.000062500
0
0.000066176
5
0.000077586
2
0.000097826
1
0.0001125000
0.000140625
0
0.000160714
3
0.000204545
5
0.000225000
0
Jenis aliran
teoritis
laminar
laminar
laminar
transisi
transisi

9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9
0.000284
9

0.219391805

998

0.232297205

998

0.272348447

998

0.343395868

998

0.394905248

998

0.493631561

998

0.564150355

998

0.718009543

998

0.789810497

998

3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3
0.00100
3

4
4158.579
3
4403.201
6
5162.374
3
6509.080
7
7485.442
8
9356.803
5
10693.49
13609.89
6
14970.88
6

Dari data table diatas didapatkan grafik yaitu sebagai berikut :

Bilangan Reynold (RE) Vs Debit


16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0

Bilangan Reynod (RE)

Debit (m/s)
Bilangan Reynold (RE) Vs Debit

turbulen
turbulen
turbulen
turbulen
turbulen
turbulen
turbulen
turbulen
turbulen

Bilangan Reynold (RE) Vs sudut putaran


16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0
20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85

Bilangan Reynod (RE)

Putaran Sudut ()
Bilangan Reynold (RE) Vs sudut putaran

4.2 Contoh Perhitungan


Data bilangan Reynold:
V

= 0.00224m

Sudut

= 20

= 297 s

air

= 998 kg/m

= 0,01905 m

= 0.000284878 m

= 0,001003 kg/m.s

a. Debit Teoritis
Qteoritis=

V
t

0,00225m
297 s

= 7,57 x 10-6 m
b. Kecepatan
Qteoritis= A . v

v=

Qteoritis
A

7,57 x 106 m3 / s
0,0002849 m2

= 0,02659 m/s
c. Bilangan Reynold
vd
=

(998 kg /m3 )(0,02659 m/s)( 0,01905m)


=504,07022
kg
0,001003 . s
m

4.3 Analisa data


Dari praktikum bilangan reynold ini didapatkan data dan dari tersebut diolah
sehingga sehingga dapat kita lihat grafik diatas. Pada praktikum ini data yang
diambil adalah volume air, waktu bertambahnya tinggi air, dan jenis aliran. Pada
saat mengamati jenis aliran pada tabung acrylic harus jeli karena aliarnnya hanya
sedikit berbeda.
Laju pertambahan air pada baik ukur tergantung pembukaan katup berapa
besar derajatnya. Semakin besar derajad katup dibuka maka laju aliran semakin
cepat dan waktu pertambahan tingi air semakin cepat, sebaliknya jika derajad
katup yang dibuka kecil maka laju aliran pada bak ukur lambat dan waktu pada
yang dibutuhkan untuk mengukur ketinggian sedikit lama. Sebelum mengukur
ketinggian ini hal yang pertama diperhatikan adalah katup keluaran dari bak ukur
harus ditutup agar air tetap dan tidak mengalir kebawah sehingga ketinggian air
dapat diukur.
Jenis aliran yang didapatkan dari actual sangat berbeda dengan teoritis, ini
dapat kita lihat pada table diatas. Kesalaahan pengamata aliran mengakibatkan
perbeadaan jenis aliran actual dengan teoritis berbeda. Sedangkan dilihat dari
table diatas semakin besar sudut yang diberikan makan bilangan reynold akan
semakin besar maka akan berdampak terhadap jenis aliran yang hasilnya akan
berurutan mulai dari laminar, transisi dan turbulen. Kesalahan itu terjadi karena
kurang paham serta kurang cermat pada saat mengamati aliran yang keluar.

Pada grafik dapat kita lihat debit air terus menigkat, hal tersebut dikarenakan
waktu yang diukur dengan menggunakan stopwatch kadang berlebih. Hal ini juga
berdampak pada hasil perhitungan ilangan reynobld, dimana pada teoritisnya hasil
tersebut akan mengalami peningkatan seiring berkurang waktu yang di butuhkan.
Sudut putar dapat kita lihat nilainya terus menigkat,ini dikarenakan katup semakin
besar sehingga nilai bilangan reynold terus menigkat seiring waktu yang
dibutuhkan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah saya lakukan pada bilangan reynold ini dapat saya
simpulkan yaitu sebagai berikut :
1. Pada saat melakukan percobaan hasil yang di dapat sangat berbeda dengan
teori, ini disebabkan praktikan tidak cermat dalam mengamati aliran yang
mengalir sehingga terdapat kesalahan.
2. Warna zat pada air mempengaruhi dalam pengamataan aliran karena
apabila warnanya kurang jelas maka aliran terlihat samar-samar.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan dari praktikum bilangan reynold ini
adalah sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan praktikum praktikan sebaiknya dibimbing oleh
asdos.
2. Kesetimbangan harus selalu diperhatikan agar air pada zat perwarna
tumpah.
3. Mengamati jenis aliran harus teliti supaya tidak ada kesalahan.