Anda di halaman 1dari 3

Tren dan Isu Keperawatan Psikologi

Minggu, 12 Juni 2016


Keperawatan Psikososial

Trend dan Issue dalam Keperawatan Jiwa (Psikososial)


Ada beberapa trend penting yang menjadi perhatian dalam keperawatan jiwa diantaranya
adalah sebagai berikut:
Masa konsepsi menentukan kesehatan jiwa
1) Kesehatan jiwa dimulai masa konsepsi
Perkembangan terkini menyimpulkan bahwa berbicara masalah kesehatan jiwa harus dimulai
dari masa konsepsi atau bahkan harus dimulai dari masa pranikah. Banyak penelitian yang
menunjukkan adanya keterkaitan masa dalam kandungan dengan kesehatan fisik dan mental
seseorang di masa yang akan datang.
2) Trend peningkatan masalah kesehatan jiwa
Masalah jiwa akan meningkat di era globalisasi. Sebagai contoh jumlah penderitasakit jiwa di
provinsi lain dan Daerah Istimewa Yogyakarta terus meningkat.Penderita tidak lagi
didominasi masyarakat kelas bawah, kalangan pejabat dan masyarakat lapisan menengah ke
atas juga tersentuh gangguan psikotik dan depresif. Kasus-kasus gangguan kejiwaan yang
ditangani oleh para psikiater dan dokter di RSJmenunjukkan bahwa penyakit jiwa tidak
mengenal baik strata sosial maupun usia.
3) Kecenderungan faktor penyebab gangguan jiwa
Terjadinya perang, konflik, lilitan krisis ekonomi berkepanjangan merupakan salah satu
pemicu yang memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan jiwa pada
manusia. Menurut data World Health Organization (WHO), masalah gangguan kesehatan
jiwa di seluruh dunia memang sudah menjadi masalah yangsangat serius. WHO (2001)
menyataan, paling tidak ada satu dari empat orang didunia mengalami masalah mental.
4) Kecenderungan situasi di era globalisasi
Perkembangan IPTEK yang begitu cepat dan perdagangan bebas sebagai ciri globalisasi,
akan berdampak pada semua faktor termasuk kesehatan. Perawat dituntut mampu
memberikan askep yang profesional dan dapat mempertanggung jawabkan secara ilmiah.
Perawat dituntut senantiasa mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang keperawatan
khususnya keperawatan jiwa. Perawat jiwa dalam era globalharus membekali diri dengan
bahasa internasional, kemampuan komunikasi dan pemanfaatan teknologi komunikasi, skill
yang tinggi dan jiwa entrepreneurship.
5) Perubahan Orientasi Sehat
Pengaruh globalisasi terhadap perkembangan pelayanan kesehatan termasuk keperawatan

adalah tersedianya alternatif pelayanan dan persaingan penyelenggaraan pelayanan


(persaingan kualitas).tenaga kesehatan (perawat jiwa) harus mempunyai standar global
dalam memberikan pelayanan kesehatan, jika tidak ingin ketinggalan. Fenomena masalah
kesehatan jiwa, indikator kesehatan jiwa di masa mendatang bukan lagi masalah klinis seperti
prevalensi gangguan jiwa. melainkan berorientasi pada konteks kehidupan sosial. Empat Ciri
Pembentuk Struktur Masyarakat Yang Sehat :

Suatu masyarakat yang di dalamnya tak ada seorang manusia pun yg diperalatoleh
orang lain.

Mendorong aktivitas produktif setiap warganya dalam pekerjaannya, merangsang


perkembangan akal budi dan lebih jauh lagi, mampu membuat manusia untuk
mengungkapkan kebutuhan batinnya berupa seni dan perilaku normatif kolektif.

Masyarakat terhindar dari sifat-sifat rakus, eksploitatif, pemilikan


berlebihan,narsisme, tidak mendapatkan kesempatan meraup keuntungan material
tanpa batas.

Kondisi masyarakat yang memungkinkan orang bertindak dalam dimensidimensiyang dapat dipimpin dan diobservasi. Partisipasi aktif dan bertanggung jawab
dalam kehidupan masyarakat.

6) Kecenderungan Penyakit
Masalah kesehatan jiwa akan menjadi The global burdan of disease (Michard &Chaterina,
1999). Hal ini akan menjadi tantangan bagi Public Health Policy yang secara tradisional
memberi perhatian yang lebih pada penyakit infeksi. Standar pengukuran untuk kebutuhan
kesehatan global secara tradisional adalah angka kematian akibat penyakit. Ini telah
menyebabkan gangguan jiwa seolah-olah bukan masalah. Dengan adanya indikator baru,
yaitu DALY (Disabilitty Adjusted Lfe Year) diketahuilah bahwa gangguan jiwa merupakan
masalah kesehatan utama secara internasional. Perubahan sosial ekonomi yang amat cepat
dan situasi sosial politik yang tidak menentu menyebabkan semakin tigginya angka
pengangguran, kemiskinan, dan kejahatan, situasi ini dapat meningkatkan angka kejadian
krisis dan gangguan jiwa dalam kehidupan manusia ( Antai Otong, 1994).
7) Meningkatknya Post Traumatic Syndrome Disorder
Trauma yang katastropik, yaitu trauma di luar rentang pengalaman trauma yang umum di
alami manusia dlm kejadian sehari-hari. Mengakibatkan keadaan stress berkepanjangan dan
berusaha untuk tidak mengalami stress yang demikian. Mereka menjdi manusia yang invalid
dalam kondisi kejiwaan dengan akibat akhir menjadi tidak produktif. Trauma bukan semata2
gejala kejiwaan yang bersifat individual,trauma muncul sebagai akibat saling keterkaitan
antara ingatan sosial dan ingatan pribadi tentang peristiwa yang mengguncang eksistensi
kejiwaan.
8) Meningkatnya Masalah Psikososial
Lingkup masalah kesehatan jiwa, sangat luas dan kompeks juga saling berhubungandengan
segala aspek kehidupan manusia. Mengacu pada undang-undang Nomor 23Tahun 1992

tentang Kesehatan dan Ilmu Kedokteran Jiwa (psychitri), secara garis besar masalah
kesehatan jiwa digolongkan menjadi :

Masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas, hidupyaitu


masalah kejiwaan yang berkait dengan makna dan nilai-nilai kehidupan manusia,
misalnya:

Masalah kesehatan jiwa yang berkaitan dengan lifecycle kehidupan manusia,mulai


dari persiapan pranikah, anak dalam kandungan, balita, anak, remaja,dewasa, usia
lanjut.

Dampak dari menderita penyakit menahun yang menimbulkan disabilitas.

Pemukiman yang sehat.

Pemindahan tempat tinggal

baca selengkapnya https://komangedy.wordpress.com/2015/02/16/trend-dan-issue-dalamkeperawatan/