Anda di halaman 1dari 56

SKENARIO 1

KEPUTIHAN
Pasien pasien umur 36 tahun, G3P2A0H2 gravid 20 minggu datang dengan keluhan
keputihan banyak, warna kehijauan, berbau amis dan disertai gatal sejak awal kehamilannya.
Pasien memiliki siklus menstruasi normal dan riwayat pemakaian IUD selama 3 tahun yang
dimulai setelah kelahiran anak kedua. Suaminya seorang PNS dan menyangkal melakukan
hubungan seksual dengan wanita lain . Pada pemeriksaan genetalia eksterna didapatkan pada
labium mayus dan minus tampak eritema dan erosi. Dari inspekulo didapatkan discharge
vagina homogen warna kehijauan dan tampak melekat pada dinding vagina, dan portio erosi.
Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan swab vagina dan pap smear untuk
penatalaksanaan lebih lanjut.

KATA SULIT
1. Discharge Vagina
Cairan yang keluar dari vagina
2. Portio Erosi
Bagian yang menonjol ke mulut Rahim yang kehilangan epidermis
3. Inspekulo
Pemeriksaan inspeksi bagian genital wanita
4. Pap Smear
Pemeriksaan sitologi dari serviks dan portio untuk melihat perubahan atau keganasan
5. Swab Vagina
Pemeriksaan cairan dari vagina dengan usapan untuk periksa sel-sel yang terkandung
di dalamnya dengan bantuan mikroskop
6. IUD
Suatu alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan
7. Gravid
Wanita hamil
8. Eritema
Kemerahan pada kulit akibat kongesti pembuluh darah
9. G3P2A0H2
G3 Gestasi
P2 Partus
A0 Abortus
H2 Anak yang hidup

PERTANYAAN
1. Apa hubungan keputihan dengan pemakaian kontrasepsi?
2

2. Memakai IUD, mengapa bisa hamil?


3. Mengapa keputihannya berwarna hijau dan bau amis?
4. Mengapa pada pemeriksaan genitalia eksterna pada labium majus, minus, dan portio
tampak eritema dan erosi?
5. Apa hubungan keputihan dengan hubungan seksual?
6. Mengapa pasien disarankan melakukan swab vagina dan pap smear?
7. Bagaimana hokum pemakaian IUD dan keputihan dalam Islam?
8. Apa penyebab keputihan?
9. Apa diagnosisnya?
10. Bagaimana cara membedakan keputihan fisiologis dengan patologiknya?
11. Bagaimana penatalaksanaannya?
12. Apakah keputihan berpengaruh pada janin? Sebutkan!
13. Bagaimana cara bersuci pada keputihan?
14. Apa saja faktor resiko pada keputihan?

JAWABAN
1. IUD terdapat benang, benang tersebut menjadi tempat berkembangnya
mikroorganisme
3

2. Karena IUD dilepas


3. Karena mikroorganisme menghasilkan senyawa amin sehingga mengubah pH dari
assam ke basa amis
4. Karena adda rasa gatal yang disebabkan oleh mikroorganisme, mikroorganisme
menyerang endotel yang ada pada portio
5. Ada, hubungan seksual yang menyimpang, oral seks, anal seks
6. Swab: mengetahui penyebab, jenis mikroorganisme
Pap smear: mengetahui ada keganasan atau tidak
7. Termasuk najis najis ringan
8. Penyebabnya ada 2:
Fisiologis:
- ketidakseimbangan hormonal
- stress, pre dan pra menstruasi
- menopause, kehamilan
Patologis:
- infeksi virus/ bakteri/ jamur
- iritasi, keganasan
9. keputihan at causa Trichomonas vaginalis
10.
Warna

Bakteri
Abu-abu

Jamur
Putih kental

Bau

Amis

Seperti susu basi

Manifestasi (gatal)

++

Parasit
Kehijauan, dan
banyak
Keduanya, tapi lebih
ke bau amis
+++

Fisiologis:
- Bening putih
- Tidak berbau dan tidak gatal
11. Metronidazol, klotrimazol
12. Keputihan:
Fisiologis: tidak berpengaruh
Patologik: retradasi mental, prematur, malformasi kongenital
< 20 minggu: abortus
13. Membasuh dari depan ke belakang sampai hilang kenajisannya, dan mengganti celana
dalam setiap saat sholat
14. Faktor resiko:
- penggunaan sabun
- pemakaian celana yang ketat
- hygiene rendah
- cara mencuci: jangan dari belakang ke depan
- pemakaian pantyliner yang lama
- hubungan seksual yang menyimpang
- makanan (ketimun, nanas)

HIPOTESIS
Keputihan disebabkan oleh berdasarkan faktor fisiologis dan patologis yang menyebabkan
mikroorganisme menyerang endotel yang ada pada portio dan menghasilan senyawa amin
sehingga mengubah pH dari asam ke basa yang dapat ditegakkan dengan melakukan
5

pemeriksaan swab vagina dan pap smear, diagnosisnya keputihan at causa trichomonas
vaginalis dapat diobati dengan metronidazol dan klotrimazol, keputihan dapat menyebabkan
komplikasi pada wanita hamil dan janin, menurut mayoritas ulama pemakaian IUD haram
dan sebagian ulama memperbolehkan karena dilihat dari segi usia, ekonomi dan keputihan
dapat dibersihkan dengan cara membasuh dari depan ke belakang sampai hilang kenajisannya
dan mengganti celana dalam setiap saat sholat.

SASARAN BELAJAR
LI 1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN GENITALIA FEMININA
LO 1.1 MAKROSKOPIS
6

LO 1.2 MIKROSKOPIS
LI 2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KEPUTIHAN/ FLUOR ALBUS
LO 2.1 DEFINISI
LO 2.2 EPIDEMIOLOGI
LO 2.3 KLASIFIKASI
LO 2.4 ETIOLOGI
LO 2.5 PATOGENESIS
LO 2.6 MANIFESTASI KLINIS
LO 2.7 DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING
LO 2.8 PENATALAKSANAAN
LO 2.9 PENCEGAHAN
LO 2.10 KOMPLIKASI
LO 2.11 PROGNOSIS

LI 3 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DAN


INFLAMASI SERVIKS
LI 4
MEMAHAMI DAN MENJELASKAN CARA THAHARAH PADA
KEPUTIHAN
LI 5 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MACAM-MACAM KONTRASEPSI

LI 1 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN GENITALIA FEMININA


LO 1.1 MAKROSKOPIS
LO. 1.1 Memahami Dan Menjelakan Makroskopis Genetalia Eksterna Dan
Interna Feminina
7

Genitalia Eksterna :
a Mons Pubis
Daerah kulit yang menonjol di depan symphisis pubis
Kulit berambut banyak jaringan lemak.
Berisi jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah dan saraf-saraf
Meluas ke bwah belakanaglabium mayora.
Rambut kemaluan disebut pubes.
b Labium Majus Pudendi
Suatu lipatan kulit, ke dorsocaudal berhubungan satu dengan yang lain
membentuk comissura posterior labiorum majorum, sedang yang ke
ventrocrainal membentuk comissura anterior labiorum majora.
Fascia lateralis memiliki rambut dan bnayka pigmen. Sedangkan, fascia
medialis mempunyai gld. Sebacea yang besar dan tidak mempunyai rambut.
Terdapat jaringan pengikat, lemak dan jaringan menyerupai tunica dartos
scorti.
10

Celah yang dibatasi oleh kedua labia majora disebut rima pudendi.
c

Labium Minus Pudendi


Labium minora ke dorsocaudal berhubungan satu dengan yang lain
membentuk frenulum labiorum minorum.
Ke ventrocrainal berhubunan satu dengan yang lain membentuk preputium
clitoridis.
Dari labio minora berjalan suatu lipatan kulit ke ventral cranial melekat pada
dataran dorsocaudal glans clitoridis kanan kiri dari linea mediana disebut
frenulum clitoridis.
Tidak ada foliculi rambut dan jaringan lemak.
Banyak pembuluh darah.
Vestibulum Vaginae
Daerah yang terletak diantara kedua bulbi vestibuli.
Batas-batasnya yaitu kanan dan kiri oleh labia minora, ventrocranial oleh
frenulum clitoris, dan dorsocaudal oleh frenulum labiorum minorum
(frenulum labiorum pudendi)
Kedalam veestibulum vaginae bermuara urethra, vagina, gld. Paraurethralis,
gld. Vestibularis minor dan gld. Vestibularis major.
Ostium Vaginae
Muara vagina disebut juga introitus vaginae.
Diantara introitus vaginae dan frenulum labiorum minorum terdapat fossa
navicularis (fossa vestibuli vaginae).
Di sebelah kanan dan kiri pada fossa naviculare terdapat saluran kedua
glandula Bartholini bermuara.
Clitoris
Terdiri dari ujun poksimal corpus cavernosum clitoridis melekat di dataran
medial ramus inferior osis pubis dengan dataran lateralnya.
Ke ventral kedua crura clitoridis bersatu membentuk corpus clitoridis.
Terdapat corpus cavernosum yang membentuk glans clitoridis.
Urethra Feminina
Berjalan dari leher kandung kemih menuju ostium urethrae eksternum yang
terletak diantara clitoris dengan vagina.
Disebelah kanan dan kiri lubang kemih terdapat dua lubang kecil dari saluran
yang buntu ( ductus skene atau ductus parauretralis).
Perineum
Merupakan area berbentuk belah ketupat
Dibagi oleh ramus inferior ossis pubis dan ramus ossis ischii kanan dan kiri
dan kedua lig. Sacrotuberale.
Terbagi menjadi regio urogenitalis di anterior (ventral) dan regio analis di
posterior (dorsal).

Genitalia Interna :
1 Ovarium
Terletak di dalam pelvis dan jumlahnya sepasang
Berbentuk bulat memanjang, agak pipih
Terdiri dari coretx dan medulla (berisi pembuluh darah, limfe dan saraf)

11

Dilekatkan oleh mesovarium pada ligamentum latum (berupa lipatan


peritoneum sebelah kiri dan kanan uterus. Meluas sampai dinding panggul dan
dasr panggul)
Difiksasi oleh :
Ligamentum suspensorium ovarii (Lig.infudibulopelvicum) :
Ligamentum ini menggantungkan uterus pada dinding panggul antara
sudut tuba
Ligamentum ovarii propium : menfiksasi ovarium ke uterus.
Ligamentum teres uteri (lig. Rotundum) : terdapat di bagian atas lateral
dari uterus, caudal dari tuba kedua ligamentum ini melalui canalis
inguinalis ke bagian cranial labium majus.
Tuba Uterina (salpinx)
Jumlahnya sepasang kanan dan kiri dengan panjang 10 cm.
Menjulur dari uterus kearah ovarium dengan ujung distal terbuka kedalam
rongga peritoneum disebut ostium abdominale.
Terdiri dari :
Infudibulum bangunan yang berbentuk seperti corong
Ampula, bangunan yang membesar dan tempat terjadinya fertilisasi.
Isthmus, bangunan ynag menyempit.
Pars uterina tubae ialah bagian yang melalui dinding uterus.
Ostium uterinum yaitu pintu muara tuba di dalam uterus.
Uterus
Organ muscular, berbentuk peer, dibedakan menjadi :
Fascia vesicalis, di dataran ventral menghadap ke vesica urinaria.
Fascia intestinalis, di dataran dorsal menghadap ke usus.
Margo lateralis kanan dan kiri.
Uterus dapat dibagi dalam :
Undus uteri , yang terletak pada bagian atas (proksimal ) osteum tuba
uterina.
Corpus uteri , terletak pada bagian tengah uterus yang berbentuk bulat
melebar. Batas antara corpus uteri dan cervix uteri dibentuk oleh
isthmus. Sebelum memasuki cervix terdapat ostium uteri internum.
Cervix uteri , bagian yang paling sempit dan menonjol kedalam rongga
vagina. Pada bagian ujung distal cervix terdapat banguna ynag
menyempit disebut ostium uteri externum. Rongga di dalam cervix
uteri disebut canalis cervix.
Vagina
Berbentuk tabung muskular.
Panjangnya antara 8-12 cm.
Bagian distal cervix menonjol ke dalam rongga vagina, disebut portio
vaginalis cervicis uteri. Bagian cervix proksimalnya disebut portio
supravaginalis cervicis uteri.
Rongga vagina yang mengelilingi portio vaginalis cervicis disebut fornix yang
terbagi menjadi :
Fornix lateralis dextra dan sinistra
Fornix anterior dan posterior

12

Tunica mucosa membentuk rugae yang transversal pada dinding ventral dan
dorsal disebut columna rugarum.
Pada virgo intacta introitus vaginae sebagian ditutupi oleh selaput disebut
hymen.
Bentuk hymen :
Hymen anularis (cincin)
Hymen seminularis (bulan sabit)
Hymen cribriformis (berlubang-lubang seperti saringan)
Hymen fimbriatus (dengan tepi seperti jari-jari)
Hymen imperforatus (tidak berlubang)

Jaringan penunjang
Ligamentum cardinale sinistra dan dekstra (Mackendrot)
Ligamentum terpenting untuk menahan uterus agar tidak turun.
Berjalan dari cerviks dan puncak vagina ke arah lateral dinding pelvis.
Ligamentum sakrouterinum sinistra dan dextra
Menahan uterus agar tidak banyak bergerak
Berjalan melengkung dari dorsal cerviks melalui dinding rectum ke
arah os sakrum.
Ligamentum rotundum sinistra dan dextra
Menahan uterus dalam antefleksi
Ligamentum pubivesikale sinistra dan dextra
Berjalan dari os pubis melalui kandung kemih dan seterusnya sebagai
ligamentum vesikouterinum ke cerviks.
Ligamentum latum sinistra dan dextra
Berjalan dari uterus ke arah lateral dan tidak banyak mengandung
jaringan ikat.
Merupakan bagian dari peritoneum viscerale yang meliputi uterus dan
kedua tuba dan berbentuk sebagai lipatan.
Ligamentum infundibulopelvikum
Menahan tuba falopi.
Berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis.
Ligamentum ovarii proprium sinistra dan dextra
Berjalan dari sudut kiri dan kanan fundus uteri ke ovarium.
DIAPHRAGMA PELVIS
1 Pelvis mayor : berisi saluran cerna, VU, ureter, sistem genitalis
13

Pelvis minor
- PAP (aditus pelvis)
Dibentuk oleh : promontorium, linea terminalis, ala osis sacralis, dan supra
pubis.
a Conjugate vera : ukuran antero posterior
Jarak antara pinggir atas pubis sampai promontorium, penting untuk
menentukan dapat todaknya bayi melewati sehingga dapat menentukan
tindak lanjut persalinan pervaginam atau section secaria.
Dengan bantuan conjugate diagonalis (diukur dengan vaginal touch)
sampai promontorium. Conjugate diagonalis(12,5 cm) 1,5 = 11-13cm
b Conjugate transversa : diukur dari titik terjauh linea terminalis kiri dan
kanan tegak lurus dengan conjugate vera. 13-14,5 cm.
c Conjugate obstetrica : jarak antara promontorium ke pinggir tengah
simpisis pubis. Bagian aditus pelvis yang paling sempit, 10,6 cm.
- Mid pelvis
Dibentuk oleh : apex arcus pubis, spina ischiadica, ujung os.sacrum.
Paling sempit, bentuk oval, sering terjadi kemacetan pada persalinan.
Ukuran yang penting :
a Anteroposterior : tepi bawah simp.pubis sampai pertengahan os.sacrum 4.
11,5-12 cm.
b Transversa : spina ischiadica kanan kiri. 10-10,5 cm
c Sagittal : anteroposterior dengan potongan transversa
-

PBP (exitus pelvis)


a Anteroposterior : 9,5-11,5 cm
b Transversa : tuber ischiadicum kanan kiri. 10,5-11 cm
c Sagitalis posterior : ujung os sacrum dengan perpotongan antara
anteroposterior
dengantransversa.10,5-11cm.

Bidang Hodge : untuk menentukan petunjuk turunnya bagian bawah fetus.


- Hodge I : bidang yang sama dengan PAP
- Hodge II : sejajar H I setinggi
pinggir bawah sim.pubis
- Hodge III : sejajar H I melalui spina
ischiadica
- Hodge IV : sejajar H I setinggi
ujung os.sacrum

14

Perdarahan :
Arteri iliaca interna -> arteri uterina -> arteri vaginalis. Arteri vaginalis ke arah fundus
kemudian bercabang menjadi :
R.ovaricus melalui ligamentum ovarii proprium menuju ovarium
A. Ligamenti teretis uteri, mengikuti lig. Teres uteri
R. Tubarius mengikuti tuba uterina.
Persarafan :
N.pudendus untuk persarafan genitalia eksterna , n.pudendus masuk ke foramen ischiadicum
sebagai n. Clitoridis. Cabang yang lain: n.hemorrhoidalis inferior utnuk m.spinchter ani
externus dan ke kulit regio analis. N. Perianalis berkahir sebagai n.labialis untuk labium
majus. Plexus hypogastricus superior dan inferior untuk persarafan genitalia interna.
Pembuluh lympe:
Bagaian proximal mengikuti kembali r.vaginalis a. Uternae ke lnn. Illiaci interni.
Bagian medial mengikuti kembali r.Vaginali a.Vesicalis inferior ke Inn sepanjang
a.Vesicalis inferior ke Inn. Illiaca interni.
Bagian dari vagina distal, dinding vestibulum vaginae, labia minora, labia major.
LO 1.2 MIKROSKOPIS
Ovarium :

Epitel sel kuboid rendah atau gepeng yaitu epitel germinal


Dibawah epitel germinal adalah jaringan ikat padat yang disebut tunika albuginea.
Ovarium memiliki :
- Korteks di tepi : folikel-folikel, fibrosit dengan serat kolagen dan retikular.
- Medulla di tengah : pembuluh darah,saraf dan pembuluh limfe.
Folikel primordial : folikel terdiri dari oosit primer yang diliputi sel folikel gepeng.
Folikel primer : sel folikel mulai bentuk kuboid, tidak ada ruang berisi liqour foliculi dan
zona pelusida terbentuk pada akhir fase folikel primer
Folikel sekunder : epitel berlapis kuboid, stroma membentuk teka folikel yaitu teka
interna dan teka eksterna, terbentuk zona pelusida
Folikel tersier : ruang-ruang follicle bersatu membentuk antrum folliculi yang berisi
cairan, sel telur terdeak ke tepi terletak di atas gundukan sel follicular disebut cumulus
oophorus.
Folikel yang mengalami atresia pada semua tahap perkembangan folikel menajdi folikel
atretik.
Ovum : ovum dikelilingi sel granulosa yang membentuk bukit kecil yaitu kumulus
ooforus. Satu lapisan sel granulosa yang berdekatan dengan oosit primer membentuk
korona radiata. Di antara korona radiata dan sitoplasma oosit primer adalah glikoprotein
terpulas asidofilik disebut zona pellusida.
Corpus luteum : sel granulosa hipertropi, bentuknya berubah menjadi pilyhedral, inti
membesar dengan sitoplasma dipenuhi oleh lipd. Terdapat sel lutein granulosa yang
berpigmen kuning dan sel lutein theca.

15

Corpus albicans : corpus luteum yang berdegenerasi karena tidak terjadi kehamilan.
Corpus albicans bersifat aselular dan dipenuhi serat hialin.
Gambar. Ovarium
Gambar . Corpus Luteum

Tuba Uterina :

Epitel selapis silindris bersilia (epitheliocytus ciliatus) dan tidak bersilia (sel sekretorik)
Sel bersilia menciptakan arus ke arah
uterus dan menjadi predominan dalam
fase proliperatif.
Sel sekretorik menghasilkan nutrisi
Mukosa terdiri dari banyak plica dan

membentuk lumen yang tidak rata.


Gambar . Tuba Uterina

Gambar . Epitel Tuba Uterina

Uterus

Dinding luar yaitu perimetrium, tengah miometrium dan sebelah dalam endometrium.
Endometrium dilapisi oleh epitel selapis silindris.Dibagi dalam dua lapisan yaitu stratum
basale dan stratum functionale
Terdapat kelenjar uterus di lamina propia.
Terdapat arteri spiralis di endometrium.

16

Miometrium terdiri dari otot polos, dipisahkan oleh jaringan ikat interstisial dengan
banyak pembuluh darah.

Gambar . Uterus pot. melintang

Gambar . Uterus

Serviks, Kanalis
Vagina
Kanalis
oleh epitel
penghasil
Epitel
oleh
ke dalam
Kelenajar
tersumbat
menjadi
Jaringan
propria serviks lebih fibrosa daripada di uterus.
Porsio vagina dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa tanduk.

dan

Forniks

servikalis dilapisi
kolumner tinggi
mukus.
serviks
dilapisi
kelenjar serviks
lamina propia.
serviks
yang
dan berkembang
kista glandular.
ikat di lamina

Vagina
Dilapisi epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk.
Lamina propria tidak memiliki kelenjar tetapi mengandung banyak pembuluh darah
dan lomfosit.

17

LI 2 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN KEPUTIHAN/ FLUOR ALBUS


LO 2.1 DEFINISI
Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita.
Keputihan adalah semacam slim yang keluar terlalu banyak, warnanya putih seperti
sagu kental dan agak kekuning-kuningan. Jika slim atau lendir ini tidak terlalu
banyak, tidak menjadi persoalan. Keputihan adalah nama gejala yang diberikan
kepada cairan yang di keluarkan dari alatalat genital yang tidak berupa darah.

LO 2.2 EPIDEMIOLOGI
Meskipun termasuk penyakit yang sederhana kenyataanya keputihan adalah
penyakit yang tak mudah di sembuhkan. Penyakit ini menyerang sekitar 50 %
populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur. Data penelitian
tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75 % wanita di dunia pasti
menderita keputihan paling tidak sekali umur hidup dan 45 % di antaranya bisa
mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Di Indonesia, wanita yang
mengalami keputihan ini sangat besar, 75 % wanita Indonesia pasti mengalami
keputihan minimal satu kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan
eropa yang hanya 25 % saja. Kondisi cuaca Indonesia yang lembab menjadi
salah satu penyebab banyaknya wanita Indonesia yang mengalami keputihan, hal
ini berbeda dengan eropa yang hawanya kering sehingga wanita dapat tidak mudah
terinfeksi jamur.
Keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Di seluruh dunia, kini
terdapat sekitar 2,2 juta penderita kanker serviks. Kanker serviks atau kanker
leher rahim adalah tumor ganas yang menyerang leher rahim yang di sebabkan
virus (HPV) human papilonia virus, pada awalnya kanker serviks tidak
menimbulkan gejala, namun bila sudah berkembang menjadi kanker serviks
barulah muncul gejala-gejala klinis, seperti keputihan yang berbau dan bercampur
darah, pendarahan di luar haid, sakit saat buang air kecil dan rasa sakit yang luar
biasa pada panggul.
Dari penelitian yang dilakukan oleh Yusrawati pada 2007 melibatkan 228 responden,
didapatkan 90,7% responden mengalami leukorea, dimana 38,7% di antaranya
mengalami leukorea fisiologis, 31,9% patologis dan 29,4% mengalami kedua jenis
leukorea, baik patologis maupun fisiologis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara leukorea
patologis dengan cara cebok dan frekuensi penggantian celana dalam.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh IGA Manik Karuniadi pada 2009
menunjukkan kesimpulan bahwa, berdasarkan karakteristik umur diperoleh data
sebagian besar remaja putri berusia 14-16 tahun tidak tahu perihal penyebab
keputihan (90,91%). Berdasarkan pendidikan didapatkan bahwa seluruh responden
lulusan perguruan tinggi (100%) tidak mengetahui secara pasti cara mencegah
keputihan. Dari segi akses informasi didapatkan seluruh remaja (100%) yang tidak
mendapat sumber informasi tidak mengetahui mengenai dampak buruk
keputihan.

18

LO 2.3 KLASIFIKASI
a.Keputihan yang fisiologis
Keputihan yang fisiologis adalah cairan jernih,tidak berbau dan tidak gatal. Keputihan
fisiologis cairan jernih yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang.
Keputihan fisiologis muncul pada saat ovulasi, rangsangan seksual, menjelang dan
sesudah haid, atau pengaruh hormon.
b.Keputihan patologis
Keputihan patologis merupakan cairan eksudat dan cairan ini mengandung banyak
leukosit. Eksudat yang terjadi karena adanya luka, cairan yang muncul bewarna,
jumlahnya berlebihan, berbau tidak sedap, terasa gatal atau panas dan menyebabkan
luka didaerah mulut vagina. Keputihan patologis muncul karena infeksi vagina,
keganasan reproduksi, bisa juga karena benda asing dalam vagina.

LO 2.4 ETIOLOGI

Fisiologi :
Bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari, penyebabnya adalah pengaruh
estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin.
Waktu disekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh estrogen.
Wanita dewasa saat dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan
peningkatan transudasi dari dinding vagina
Waktu disekitar ovulasi, dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi
lebih encer.
Pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri pada saat menopause.

Patologis :
INFEKSI:
a

Bakteri :
1

Gonococcus
Penyebab Gonococcus adalah coccus gram negative Neisseria
gonorrhoeae ditemukan oleh Neisser in 1879. N. gonorrhoeae adalah
diplokok berbentuk biji kopi, bakteri yang tidak dapat bergerak, tidak
memiliki spora, jenis diplokokkus gram negatif dengan ukuran 0,8 1,6
mikro, bersifat tahan asam. Bakteri gonokokkus tidak tahan terhadap
kelembaban, yang cenderung mempengaruhi transmisi seksual. Bakteri ini
bersifat tahan terhadap oksigen tetapi biasanya memerlukan 2-10% CO2
dalam pertumbuhannya di atmosfer. Bakteri ini membutuhkan zat besi untuk
tumbuh dan mendapatkannya melalui transferin, laktoferin dan hemoglobin.
Organisme ini tidak dapat hidup pada daerah kering dan suhu rendah, tumbuh
optimal pada suhu 35-37C dan pH 7.2-8.5 untuk pertumbuhan yang optimal.
Pada sediaan langsung dengan gram bersifat tahan asam. Pada sediaan
langsung dengan pewarnaan gram bersifat gram negative, terlihat diluar dan
19

dalam leukosit, kuman ini tidak tahan lama diudara bebas, cepat mati dalam
keadaan kering, dan tidak tahan zat desinfektan
Secara morfologik gonokok terdiri atas 4 tipe, yaitu tipe 1 dan 2 yang
mempunyai pili dan bersifat virulen, serta 3 dan 4 yang tidak mempunyai pili
dan bersifat nonvirulen. Pili akan melekat pada mukosa epitel dan akan
menyebabkan reaksi radang. Organisme ini menyerang membran mukosa,
khususnya epitel kolumnar yang terdapat pada uretra, servik uteri, rectum, dan
konjungtiva.Gambaran tersebut dapat terlihat pada pemeriksaan Pap Smear,
tetapi biasanya bakteri ini diketahui pada pemeriksaan sedian apus dengan
pewarnaan Gram. Cara penularan penyakit ini adalah dengan senggama.

Chlamidia trachomatis
Chlamydia trachomatis merupakan salah satu dari empat spesies genus
chlamydia yang merupakan bakteri khusus yang hidup sebagai parasit intrasel.
Chlamydia trachomatis adalah infeksi bakteri menular seksual yang
ditemukan diseluruh dunia. Chlamydia trachomatis bersifat dimorfik yaitu
organisme ini terdapat dalam dua bentuk, dalam bentuk infeksiosa, Chlamydia
trachomatis merupakan sferoid berukuran kecil, tidak aktif secara metabolis,
dan mengandung DNA dan RNA serta di sebut badan elementer. Sferoidsferoid ini memperoleh akses ke sel penjamu melalui endositosis dan setelah
berada didalam berubah menjadi organisme yang secara metabolis aktif yang
bersaing dengan sel penjamu memperebutkan nutrien. Organisme ini memicu
timbulnya siklus replikasi dan setelah kembali memadat menjadi EB sampai
sel penjamu pecah, terjadi ratusan EB untuk menginfeksi sel-sel sekitarnya.
Chlamydia trachomatis memiliki afinitas terhadap epitel uretra, serviks, dan
konjungtiva mata. Pada laki-laki uretritis,epididimitis dan prostatitis adalah
manifestasi infeksi tersering. Pada perempuan yang tersering adalah servisitis,
diikuti oleh uretritis, bartolinitis dan akhirnya penyakit radang panggul.dapat
juga menginfeksi faring dan rektum orang yang melakukan hubungan seks
oral atau anal reseptif. Bayi dapat terinfeksi sewaktu dilahirkan dan
mengalami konjungtivitis dan pneumonia. Infeksi oleh Chlamydia
trachomatis tidak menimbulkan imunitas terhadap infeksi di kemudian hari.

Gambar Chlamydia
trachomatis
3

Gardanerrella vaginalis
Gardanerrella menyebabkan peradangan vagina yang tidak spesifik dan
kadang dianggap sebagai bagian dari mikroorganisme normal dalam vagina
20

karena seringnya ditemukan. Bakteri ini biasanya mengisi penuh sel epitel
vagina dengan membentuk bentukan khas dan disebut clue cell. Pertumbuhan
yang optimal pada pH 5.0-6.5.
Gardanerrella menghasilkan asam amino yang diubah menjadi
senyawa amin yang menimbulkan bau amis seperti ikan.

Gambar Gardanerrella vaginalis


4

Treponema Pallidum (= Spirochaeta pallida)


Bakteri ini merupakan penyebab penyakit sifilis. Pada perkembangan
penyakit dapat terlihat sebagai kutil-kutil kecil di vulva dan vagina yang
disebut kondiloma lata. Bakteri berbentuk spiral P: 6 15 , L: 0,25 , lilitan:
9 24 dan tampak bergerak aktif (gerak maju & mundur, Berotasi undulasi
sisi ke sisi) pada pemeriksaan mikroskopis lapangan gelap.
Mati pada kekeringan, panas, antiseptik ringan, hidup beberapa lama di
luar tubuh. Penularan dapat secara kontak langsung yaitu melalui coital STD
dan dapat juga melalui non-coital (jarum suntik) sulit terjadi.

b Jamur
1

Candida albicans
Secara normal dapat ditemukan di mulut, tenggorokan, usus, dan
kulit laki-laki dan pada perempuan sehat sering di jumpai di vagina perempuan
asimtomatik. Candida albicans merupakan spesies penyebab pada lebih dari
80% kasus infeksi kandida pada genitalia. Pertumbuhan berlebihan candida
albicans adalah penyebab tersering vaginitis dan vulvovaginitis. C.tropicalis
dan C.glabrata adalah dua spesies lain yang menyebabkan vulvovaginitis.
Secara ketat, kandidiasis tidak dianggap ditularkan secara seksual, namun
Candida albicans dapat dibiak dr penis 20% laki-laki pasangan perempuan
yang mengidap vulvovaginitis kandida rekurens.
Candida albicans bersifat dimorfik, selain ragi-ragi dan pseudohifa, ia
juga bisa menghasilkan hifa sejati. Dalam media agar atau dalam 24 jam pada
suhu 37 C atau pada suhu ruangan, spesies candida menghasilkan koloni halus,
berwarna crem dengan aroma ragi. Dua tes morfologi sederhana membedakan
Candida albicans yang paling patogen dari spesies candida lainnya yaitu
setelah inkubasi dalam serum selama sekitar 90 menit pada suhu 37, sel-sel
21

ragi candida albicans akan mulai membentuk hifa sejati atau tabung benih, dan
pada media yang kekurangan nutrisi, candida albicans menghasilkan
chlamydospora bulat dan besar.

Gambar Candida albicans

Parasit
1

Trichomonas vaginalis
Trikomiasis
disebabkan oleh protozoa
parasitik
tricomonas
vaginalis.
T.vaginalis
adalah
organisme oval berflagela yang berukuran setara dengan sebuah leukosit.
Organisme terdorong oleh gerakan-gerakan dari flagelnya. Trigomonad
mengikat dan akhirnya mematikan sel-sel penjamu, memicu respon imun
humoral dan seluler yang tidak bersifat protektif terhadap infeksi berikutnya.
Agar dapat bertahan hidup, trikomonad harus berkontak langsung dengan
eritrosit, dan hal ini dapat mejelaskan mengapa perempuan lebih rentan
terhadap infeksi daripada laki-laki. Trichomonas vaginalis tumbuh paling
subur pada pH antara 4,9 dan 7,5 dengan demikian haid, kehamilan,
pemakaian kontrasepsi oral, dan tindakan sering mencuci vagina merupaka
predisposisi timbulnya trikomoniasis. Bayi perempuan yang lahir dari ibu
yang terinfeksi dapat mengalami infeksi Trikomonas vaginalis. Bayi
perempuan rentan karena pengaruh hormon ibu pada epitel vagina bayi.
Dalam beberapa minggu, seiring dengan dimetabolismenya hormon-hormon
ibu, epitel vagina bayi menjadi resisten terhadap Trichomonas vaginalis dan
infeksi sembuh bahkan tanpa pengobatan.
Infeksi Trichomonas vaginalis ditularkan hampir secara eksklusif
melalui hubungan seksual. Walaupun trikomonad diketahui dapat bertahan
hidup sampai 45menit pada fomite, namun cara penularan fomite ini sangat
jarang terjadi. Risiko terinfeksi Trichomonas vaginalis meningkat seiring
dengan jumlah pasangan seks dan lama aktivitas seksual

Gambar Trichomonas vaginalis


22

d Virus
1 Virus Herpes simpleks
Virus herpes yang paling sering > 95% adalah virus herpes simpleks
tipe 2 yang merupakan penyakit yang ditularakan melalui senggama. Namun
15-35% dapat juga disebabkan virus herpes simpleks tipe 1.Pada awal infeksi
tampak kelainan kulit seperti melepuh seperti terkena air panas yang kemudian
pecah dan meimbulkan luka seperti borok. Pasien merasa kesakitan.
2

Human Papilloma Virus


Papovavirus merupakan virus kecil ( diameter 45-55 nm ) yang
mempunyai genom beruntai ganda yang sirkuler diliputi oleh kapsid (kapsid
ini berperan pada tempat infeksi pada sel) yang tidak berpembungkus
menunjukkan bentuk simetri ikosahedral. Berkembang biak pada inti sel.
Human Papilloma Virus merupakan penyebab dari kondiloma
akuminata. Kondiloma ditandai dengan tumbuhnya kutil-kutil yang kadang
sangat banyak dan dapat bersatu membentuk jengger ayam berukuran besar.
Cairan di vagina sering berbau tanpa rasa gatal. Penyakit ini ditularkan melalui
senggama dengan gambaran klinis menjadi lebih buruk bila disertai gangguan
sistem imun tubuh seperti pada kehamilan, pemakain steroid yang lama seperti
pada pasien dengan gagal ginjal atau setelah transplantasi ginjal, serta
penderita HIV AIDS

Iritasi
1 Sperma, pelicin, kondom
2 Sabun cuci dan pelembut pakaian
3 Deodorant dan sabun
4 Cairan antiseptic untuk mandi.
5 Pembersih vagina.
6 Celana yang ketat dan tidak menyerap keringat
7 Kertas tisu toilet yang berwarna.
Tumor Dan Jaringan Abnormal
Tumor atau kanker akan menyebabkan fluor albus patologis akibat
gangguan pertumbuhan sel normal yang berlebihan sehingga menyebabkan sel
bertumbuh sangat cepat secara abnormal dan mudah rusak, akibatnya terjadi
pembusukan dan perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah yang bertambah
untuk memberikan makanan dan O2 pada sel tumor atau kanker tersebut.
Pada keadaan seperti ini akan terjadi pengeluaran cairan yang banyak dan
berbau busuk akibat terjadinya proses pembusukan tersebut dan sering kali
disertai adanya darah yang tidak segar.
Benda Asing
Adanya benda asing seperti tertinggalnya kondom atau benda tertentu
yang dipakai sewaktu senggama, adanya cincin pesarium yang digunakan wanita
dengan prolapsus uteri dapat merangsang pengeluaran caian vagina secara
berlebihan. Jika rangsangan ini menimbulkan luka akan sangat mungkin terjadi
infeksi penyerta dari flora normal yang berada dalam vagina sehingga timbul
fluor albus.
23

Penyebab Lain
1
2

Psikologi : Volvovaginitis psikosomatik


Tidak diketahui : Desquamative inflammatory vaginitis

LO 2.5 PATOGENESIS
Pada keadaan normal, cairan/sekret yang keluar dari vagina wanita dewasa
sebelum menopause terdiri dari sel epitel vagina (terutama yang paling
luar/superfisial yang terkelupas dan dilepaskan ke dalam rongga vagina),
beberapa sel darah putih (leukosit), cairan transudasi dari dinding vagina, sekresi
dari endoserviks berupa mukus, sekresi darri saluran yang lebih atas dalam jumlah
yang bervariasi serta mengandung berbagai organisme terutama Lactobasilus
Doderlein (batang gram positif, flora vagina terbanyak); beberapa jenis bakteri
lain kokus seperti Streptokokus dan Stapilokokus, dan Eschericia coli.
Peranan basil doderlein dianggap menekan pertumbuhan mikroorganisme
patologis karena basil Doderlein mempunyai kemampuan mengubah glikogen dari
epitel vagina yang terlepas menjadi asam laktat, sehingga vagina tetap dalam
keadaan asam dengan pH 3,0-4,5 pada wanita dalam masa reproduksi. Suasana
asam inilah yang mencegah tumbuhnya mirkoorganisme patologis.

Gambar Estrogen dan Biologi Vagina


Bila terjadi suatu ketidakseimbangan suasana flora vagina yang disebabkan
oleh beberapa faktor maka terjadi penurunan fungsi basil Doderlein dengan
berkurangnya jumlahglikogen karena fungsi proteksi basil Doderlein berkurang maka
terjadi aktivitas dari mikroorganisme patologis yang selama ini ditekan oleh flora
normal vagina. Progresifitas mikroorganisme patologis secara klinis akan
memberikan suatu reaksi inflamasi di daerah vagina. Sistem imun tubuh akan bekerja
24

membantu fungsi dari basil Doderlein sehingga terjadi pengeluaran lekosit PMN
maka terjadilah fluor albus.
Infeksi bakteri
Gonorea
Gonorea disebabkan oleh invasi di bakteri diplokokus gram-negative, Neisseria
gonorrhoeae. Cairan yang keluar dari vagina pada infeksi berwarna kekuningan yang
sebetulnya merupakan nanah yang terdiri dari sel darah putih yang mengandung
Neisseria gonorrhoeae berbentuk pasangan dua-dua pada sitoplasma sel. Bakteri ini
melekat dan menghancurkan membaran epitel yang melapisi selaput lendir, terutama
epitel yang melapisi kanalis endoserfiks dan uretra. Infeksi ekstragenetalial di faring,
anus, rectum, dapat di jumpai pada wanita dan pria.
Untuk dapat menular harus ada kontak langsung mukosa ke mukosa. Namun tidak
semua yang terpajan gonorea terjadi penyakit. Resiko penularan dari pria ke wanita
lebih tinggi kerena luasnya selaput lendir yang terpajan dan cairan eksudat yang
terdiam lama di vagina. Setelah terinokulasi, infeksi dapat tersebar ke prostat, vas
deferent, vesikula seminalis, epididymis dan testis pada laki-laki dan ke uretra,
kelenjar skene, kelenjar bartolin, endometrium, tuba fallopi, merupakan penyebab
penyakit radang panggul (PID) yang merupakan penyebab utama infertilitas pada
perempuan.
Infeksi gonokokus dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan
bakterimia gonokokus. Bakterimia lebih sering terjadi pada perempuan.Perempuan
juga beresiko tinggi mengalami penyebaran infeksi saat haid, penularan perinatal
kepada bayi saat lahir melalui os serviks yang terinfeksi, dapat mneyebabkan
konjungtifitis dan akhirnya dan kebutaan pada bayi apabila tidak di ketahui dan di
obati.
Sifilis
Adalah infeksi yang sangat menular yang di sebabkan oleh bakteri berbentuk
spiral, Treponema pallidum. Kecuali penularan neonates, sifilis hampir selalu di
tularkan melalui kontak seksual dengan pasangan yang terinfeksi. Namun, spiroketa
T.pallidum dapat menembus sawar plasenta dan menginfeksi neonates.
Spiroketa memperoleh akses melalui kontak langsung antara lesi basah terinfeksi
dengan setiap kerusakan, walaupun mikroskopik di kulit atau mukosa penjamu. Sifilis
dapat di sembuhkan pada tahap-tahap awal infeksi. Tetapi apabila di biarkan penyakit
ini dapat menjadi infeksi yang sistemik dan kronik. Infeksi penyakit sifillis dapat di
bagi menjadi , sifillis primer, sekunder (sifilis laten, dini dan lanjut) dan tersier. Pada
perkembangan penyakit dapat terlihat kutil-kutil kecil di vulva dan vagina yang
disebut kondiloma lata. Bakteri kadang dapat terlihat pada pemeriksaan pap smear,
tetapi biasanya bakteri ini diketahui pada pemeriksaan sediaan apus dengan
pewarnaan Gram.

Clamidia trachomatis
Clamidia trachomatis adalah infeksi bakteri menular seksual yang paling banyak
di jumpai di amerika. Bakteri ini terdpat dalam 2 bentuk (dimorfik). Dalam bentuk
infeksiosa C. trachomatis merupakan sferoid berukuran kecil, tidak aktif secara
metabolis dan mengandung DNA dan RNA sehingga disebut badan elementer (EB).
Sferoid-sferoid ini memperoleh akses ke sel penjamu melalui endositosis dan setelah
berada di dalam berubah menjadi organisme yang secara metabolis aktif dan bersaing
dengan sel pejamu memperebutkan nutrient. Organisme ini memicu timbulnya siklus
25

replikasi dan setelah kembali memadat menjadi EB untuk menginfeksi sel-sel di


sekitarnya.
C.trachomatis memiliki afinitas terhadap epitel uretra, servix dan konjungtiva
mata. Pada laki-laki, urethritis, epididymis dan prostatitis adalah infeksi bakteri yang
tersering.Pada perempuan yang tersering adalah servisitis, diikuti oleh urethritis,
bartolinitis dan akhirnya penyakit radang panggul (PID).
C.trachomatisdapat menginfeksi faring, dan rectum orang yang melakukan
hubungan seksual oral atau anal-reseptif. Bayi dapat terinfeksi sewaktu dilahirkan dan
mengalami konjungtivitis dan pneumonia. Terinfeksi bakteri ini tidak menimbulkan
imunitas terhadap infeksi di kemudian hari.
Gardnerella vaginalis
Menyebabkan peradangan vagina yang tidak spesifik dan kadang dianggap sebagai
bagian dari mikroorganisme normal dalam vagina karena sering ditemukan. Bakteri
ini biasanya mengisi penuh sel epitel vagina dengan membentuk bentukan khas dan
siebut dengan clue cell. Gardnerella menghasilkan asam amino yang diubah menjadi
senyawa amin yang menimbulkan bau amis seperti ikan. Cairan vagina tampak warna
keabu-abuan.
Infeksi virus
Virus Herpes Simpleks (HSV)
Adalah penyakit virus menular dengan afinitas pada kulit, selaput lendir dan
system syaraf.Macamnya ada HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 menyerang daerah orofaring,
menyebabkan lesi di wajah, mulut dan bibir.Walaupun virus ini dapat juga
menyebabkan harpes genitalis primer. HSV-2 pterdapat di daerah genital. HSV tidak
dapat di sembuhkan.Pada orang yang imunokompeten.Infeksi biasanya ringan dan
swasirna.
HSV disebarkan melalui kontak langsung antara virus dengan mukosa atau setiap
kerusakan di kulit.Virus herpes tidak dapat hidup di luar lingkungan yang lembab.
HSV mempunyai kemampuan untuk menginvasi beragam sel melalui fusi langsung
dengan membrane sel. Untuk dpat masuk ke dalam sel, tidak memerlukan proses
endositosis.
HSV-1 dan HSV-2 menanyebabkan infeksi kronik yang di tandai dengan masamasa infeksi aktif dan latensi. Pada infeksi primer aktif, virus menginvasi sel penjamu
dan cepat berkembang biak menghancurkan sel penjamu dan melepaskan lebih
banyak virion untuk menginfeksi sel-sel di sekitarnya. Dan virus menyebar melalui
saluran limfe ke kelenjar limfe regional dan menyebabkan limfadenopati.Tubuh
melakukan imunitas seluler dan humoral yang menahan infeksi tetapi tidak dapat
mencegah kekambuhan infeksi aktif.
Setelah infeksi awal, timbul masa laten. Selama masa ini, virus masuk ke dalam
sel-sel sensorik yang mensyarafi daerah yang terinfeksi dan bermigrasi di sepanjang
akson untuk bersembunyi di dalam ganglion radiksdorsalis tempat virus berdiam
tanpa menimbulkan sitotosisitas atau gejala pada manusia pejamunya. Virion dapat
menular baik, dalam fase aktif maupun masa laten.
HSV lebih sering di jumpai pada wanita, mungkin karena luas permukaan mukosa
saluran genitalia perempuan yang lebih luas dan terjandinya kerusakan mikro di
26

mukosa selama hubungan kelamin.Dibandingkan dengan populasi umum, orang yang


terinfeksi HIV lebih rentan terhadap infeksi HSV dan menularkan penyakit ini.
Karena infeksi HSV tidak mengancam jiwa dan sering ringan atau asimtomatik,
sehingga banyak orang yang tidak menyadari akan besarnya penyakit ini.
Pada awal infeksi tampak kelainan kulit sepert melepuh terkena air panas yang
kemudian pecah dan menimbulkan luka seperti borok, dan pasien merasa sakit.

Virus Papiloma Manusia (HPV)


Adalah suatu pathogen DNA yang menyebabkan timbulnya berbagai tumor jinak,
(kutil), dan beberapa lesi pramaligna dan maligna. Ditandai dengan kutil-kutil yang
kadang sangat banyak dan dapat bersatu membentuk jengger ayam yang berukuran
besar. Cairan di vagina sering berbau tanpa rasa gatal.
Virus ini mampu berikatan dengan beragam sel dan subtype-subtipe tertentu,
memperlihatkan preferensi untuk tempat-tempat anatomis tertentu. Infeksi HPV dapat
menyebabkan kanker serviks, penis dan anus. HPV tipe-6 dan 11 merupakan
penyebab utama kutil genital dan tidak berkaitan dengan keganasan.
HPV sangat menular yang sering terjadi di amerika. Penularan HPV genital hanya
semata-mata melalui hubungan kelamin, walaupun autoinokulasi dan penularan
melalui fomite juga dapat terjadi. Infeksi dapat di tularkan kepada neonates saat
persalinan. Factor resiko terbesar untuk timbulnya HPV adalah jumlah pasangan seks,
merokok, pemakaian kontrasepsi oral (KO) dan kehamilan dapat meningkatkan
kerentanan terhadap infeksi HPV. Sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dan tidak
terdeteksi setelah 2 tahun. Imunitas yang terbentuk bersifat spesifik-tipe, sehingga
individu masih rentan terhadap infeksi oleh HPV tipe lain.

Infeksi Jamur
Candida albicans
C.albicans merupakan spesies penyebab infeksi candida pada genitalia lebih dari
80% yaitu vaginitis dan vulvovaginitis. Secara ketat, kandidiasis tidak dianggap di
tularkan secara seksual. Infeksi simtomatik timbul apabila terjadi perubahan pada
resistensi pejamu atau flora bakteri local. Faktor predisposisi pada wanita adalah
kehamilan, haid, diabetes mellitus, pada pemakaian kontrasepsi dan terapi antibiotic.
Baju dalan yang ketat, konstriktif dan sintetik, sehingga menimbulkan lingkungan
yang hangat dan lembab untuk kolonisasi dapat menyebabkan infeksi rekurent.
Pada sebagian perempuan, reaksi hipersensitifitas terhadap produk-produk,
misalnya pencuci vagina, semprotan deodorant dan kertas toilet dapat berperan
menimbulkan kolonisasi. Perempuan umumnya mengalami infeksi akibat salah satu
factor diatas sedangkan pada laki-laki umunya terjangkit infeksi melalui kontak
seksual dengan perempuan yang mengidap kandidiasis vulvovagina. Keadaan yang
saling menularkan antara pasangan suami istri ini desebut femoma ping pong.
Infeksi parasit
Trikomoniasis Vaginalis
Adalah organisme oral berflagel.Trikomonad mengikat dan akhirnya mematikan selsel pejamu, memicu respon imun humoral dan selular yang tidak bersifat protektif
27

terhadap infeksi berikutnya.Agar dapat bertahan hidup trikomonad harus berkontak


langsung dengan eritrosit, dan dalam hal ini dapat menjelaskan mengapa perempuan
lebih rentan terhadap infeksi dari pada laki-laki.T.vaginalis paling subur pada pH
antara 4,9-7,5. Bayi perempuan yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat menularkan
infeksinya.Bayi perempuan rentan karena pengaruh hormone ibu pada epitel vagina
bayi. Infeksi T.vaginalis di tularkan hampir secara eksklusif melalui hubungan
kelamin. Walaupun trikomonad di ketahui dapat hidup sampai 45 menit pada fomite,
namun cara penularan melalui fomite ini sangat jarang terjadi.Walaupun jarang dapat
ditularkan melalui perlengkapan mandi seperti hsnduk dan bibir kloset.

Benda asing
Menimbulkan rangsangan pengeluaran cairan vagina yang jika berlebihan menimbulkan
luka akan sangat mungkin terjadi infeksi penyerta dari flora normal dalam vagina.

Neoplasia/Keganasan
Terjadi pengeluaran cairan yang banyak disertai bau busuk akibat pembusukansel
abnormal, seringkali disertai darah yang tidak segar.

Menopause
Estrogen turun vagina menjadi kering dan lapisan sel tipis, kadar glikogen berkurang,
dan basil doderlein berkurang memudahkan infeksi karena lapisan sel epitel tipis,
mudah menimbulkan luka flour albus

Erosi
Daerah merah sekitar ostium uteri internum yakni epitel kolumner endoserviks
terkelupas, mudah terjadi infeksi penyerta dari flora normal di vagina sehingga timbul
fluor albus.
Stress
Stressor dapat merangsang sekresi adenokorteks yang berakibat meningkatkan
glukokortikoid dan aktivitas saraf simpatis, diikuti pelepasan katekolamin.
Hipotalamus bereaksi mengontrol sekresi Adrenocorticopin (ACTH) yang berhubungan
dengan sekresi hormon peptida termasuk vasopresin, oksitosin, dan Corticotropin
Releasing Factor (CRF). Hormon peptida ini berperan mengatur fungsi imun. Dalam
keadaan stres, sekresi Growth Hormone (GH) juga meningkat, stress yang lama dapat
menekan fungsi gonad. Reseptor spesifik yang terdapat pada neuroendokrin dapat
mempengaruhi aktifitas sel. Sel makrofag yang telah aktif akan melepaskan suatu
mediator yaitu interleukin 1 (IL-1). Mediator ini sangat bermanfaat bagi limfosit lain
sehingga dapat membunuh sel-sel asing.

LO 2.6 MANIFESTASI KLINIS


Penyebab
Penemuan Klinis
Pendekatan Diagnostik*
Anak-anak
Benda asing (biasanya Keluar cairan dari vagina, biasanya Evaluasi Klinis
kertas tissue)
dengan bau busuk dan bercak vagina
Infeksi
(misalnya,Pruritus, dan cairan vagina (keputihan) Pemeriksaan mikroskopik dari
Candida,

cacingdengan eritema dan pembengkakancairan vagina untuk ragi dan


28

kremi,

streptokokus,vulva, seringkali dengan disuria

stafilokokus)

hifa

dan

kultur

untuk

Memburuknya pruritus pada malammengkonfirmasi


hari

(menunjukkan

infeksi

cacingPemeriksaan vulva dan anus

kremi)

untuk cacing kremi.

Signifikan eritema dan edema vulva


dengan discharge (menunjukkan infeksi
Pelecehan seksual

streptokokus atau stafilokokus)


Nyeri vulvovagina, vagina berdarahevaluasi
atau

cairan

vagina

berbau

klinis

busukKultur

seksual

Seringkali, keluhan medis samar-samarLangkah-langkah

untuk

dan nonspesifik (misalnya, kelelahan,memastikan keselamatan anak


nyeri perut) atau perubahan perilaku dan laporan ke pihak yang
(misalnya, amarah)

berwenang

jika

kekerasan

diduga
Wanita usia reproduktif
Vaginosis Bakterial Berbau busuk (amis), discharge vaginaKriteria untuk diagnosis (3
abu-abu tipis dengan pruritus dan iritasi dari 4):
Eritema dan edema tidak biasa

Infeksi Kandidiasis

discharge vagina abu-abu

pH sekresi vagina> 4,5

Bau amis

Clue cell terlihat selama

pemeriksaan mikroskopis
Infeksi candida vulva dan iritasi vagina,Evaluasi klinis ditambah

edema, pruritus
Discharge

Infeksi Trikomonas

yang

menyerupai

keju

pH vagina <4,5
Ragi

atau

hifa

cottage dan melekat pada dinding

diidentifikasi

vagina.

preparat basah atau KOH

Kadang-kadang memburuknya gejala


setelah hubungan seksual dan sebelum

kadang-kadang kultur

pada

mens
Cairan kuning-hijau, vagina berbusa,Organisme motil, berbentuk
sering dengan nyeri, eritema, danbuah pir memiliki flagrel,
edema

dari

vulva

dan

vaginadilihat selama pemeriksaan

Kadang-kadang disuria dan dispareuniamikroskopis


Kadang-kadang belang-belang, bintik-Uji diagnostik cepat untuk
29

bintik merah "strawberry" di dindingTrichomonas, jika tersedia


vagina atau serviks

Benda asing

Cairan sangat berbau busuk, dan sering Evaluasi klinis


berlimpah, eritema vagina, disuria, dan
kadang-kadang

dispareunia

Obyek terlihat selama pemeriksaan


Semua umur
Reaksi

Vulvovaginal eritema, edema, pruritusEvaluasi klinis dan hindari

hipersensitifitas

(sering

intens),

Riwayat

penggunaan

keputihanpenyebab
semprotan

kebersihan atau parfum, air mandi


aditif, pengobatan topikal untuk infeksi
kandida, pelembut kain, pemutih, atau
Inflamasi

sabun cuci
(misalnya,Keputihan purulen, dispareunia, disuria,Diagnosis eksklusi

radiasi

pelvis,iritasi

berdasarkan faktor-faktor

ooforektomi,

Kadang-kadang pruritus, eritema, nyeririwayat dan risiko

kemoterapi)

terbakar,

perdarahan

Jaringan vagina tipis, kering

ringanpH vagina> 6
Uji Whiff Negatif
Granulosit dan sel parabasal
dilihat selama pemeriksaan
mikroskopis

Fistula

enterikVagina cairan berbau busuk denganVisualisasi langsung atau

(komplikasi
persalinan,

berlalunya feses dari vagina


operasi

palpasi fistula di bagian


bawah vagina

panggul, atau penyakit


inflamasi usus)
* Jika ada keputihan, pemeriksaan mikroskopis dari preparat basah garam dan preparat KOH
dan kultura bagi organisme menular seksual dilakukan (kecuali satu penyebab tidak menular
seperti alergi atau badan asing jelas)

30

kondisi inflamasi seperti ini merupakan penyebab umum vaginitis.

KOH = K hidroksida

Gambaran Vaginosis bakterial

Gambar candidiasis

Gambar candidiasis

31

Gambar manifestasi klinis akibat Human Papiloma Virus

LO 2.7 DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS BANDING


Diagnosis
1. Anamnesis
Usia, jumlah, masa inkubasi/lama terjadinya, paparan PHS, pemakaian antibiotic
(kortikostreroid), hubungan dengan menstruasi ovulasi dan kehamilan, antibiotic
vaginal touche, warna, iritatisi : infeksi, benda asing, neoplasma. Pruritus :
T.vaginalis/ C.albikans. penyakit sistemik, pil KB.
2. Pemeriksaan fisik :
Inspeksi kulit perut bawah terutama perineum dan anus, inspeksi rambut pubis,
inspeksi dan palpasi genitalia eksterna, pemeriksaan speculum untuk vagina dan
serviks, pemeriksaan bimanual pelvis, palpasi pembesaran KGB inguinal dan femoral.
3. Pemeriksaan penunjang
Nilai sekresi dinding vagina (warna, konsistensi, bau), kertas indicator PH (n=4-4,5),
swab untuk pemeriksaan dengan larutan garam fisiologis dan KOH 10%, kultur (pila
perlu), pewarnaan gram, serologi sifilis, tes PAP.
Diagnosis penyebab infeksi:
1. Trikomoniasis
- Anamnesis:
sering tidak menunjukkan keluhan , kalau ada biasanya berupa duh tubuh vagina
yang banyakmdan baerbau maupun dispareunia, perdarahan pasca coitus dan
perdarahan intermestrual. Jumlah lekore banyak, berbau, menimbulkan iritasi dan
32

gatal.Warna sekret putih, kuning atau purulen.Konsistensi homogen, basah, frothy


atau berbusa (foamy).Terdapat eritem dan edema pada vulva disertai dengan
ekskoriasi.Sekitar 2-5% tampak strawberry servix yang sangat khas pada
-

trichomonas.
Laboratorium: pH>4,5 dan Sniff test (+)
Mikroskopik: pemeriksaan sediaan basah dengan larutan garam fisiologis terlihat
pergerakan trichomonas berbentuk ovoid, ukuran lebih besar dari PMN dan

mempunyai flagel, leukosit (+) dan clue cell dapat (+)


2. Kandidosis vulvovaginal
- Anamnesis:
keluhan panas, atau iritasi pada vulva dan keputihan yang tidak berbau. Rasa
gatal/iritasi disertai keputihan tidak berbau atau berbau asam. Keputihan bisa
banyak, putih keju atau seperti kepala susu/krim, tetapi kebanyakan seperti susu
pecah. Pada dnding vagina biasanya dijumpai gumpalan keju (cottage cheeses). Pada
vulva/dan vagina terdapat tanda-tanda radang, disertai maserasi, psuedomembran,
-

fissura dan lesi satelit papulopustular


Laboratorium: pH vagina <4,5 dan Whiff test (-)
Mikroskopik: pemeriksaan sediaan basah dengan KOH 10% atau dengan pewarnaan
gram ditemukan blastopora bentuk lonjong, sel tunas, pseudohifa dan kadang kadang

hifa asli bersepta


3. Vaginosis bacterial
- Anamnesis:
Mempunyai bau vagina yang khas yaitu bau amis terutama waktu berhubungan
seksual, namun sebagian besar dapat asimtomatik. Keputihan dengan bau amis
seperti ikan. Sekret berlebihan, banyaknya sedang sampai banyak, homogen, warna
putih atau keabu-abuan, melekat pada dinding vagina.Tidak ada tanda-tanda
inflamasi.
- Laboratorium: pH >4,5 biasanya berkisar antara 5-5,5 dan Whiff test (+)
- Mikroskopik: clue cell (+) jarang terdapat leukosit
4. Servisitis Gonore
- Anamnesis:
Gejala subjektif jarang ditemukan .Pada umumnya wanita datang berobat kalau
sudah ada komplikasi.Sebagian besar penderita ditemukan pada pemeriksaan
antenatal

atau

pemeriksaan

keluarga

berencana.Duh

tubuh

serviks

yang

mukopurulen.Serviks tampak eritem, edema, ektopi dan mudah berdarah pada saat
-

pengambilan bahan pemeriksaan.


Laboratorium: kultur
Mikroskopik: Pemeriksaan sedian langsung dengan pengecatan gram ditemukan
diplokokus gram negatif, intraseluler maupun ekatraseluler
33

5. Klamidiasis
- Anamnesis: gejala sering tidak khas, asimtomatik, atau sangat ringan. Eksudat
-

seviks mukopurulen, erosi seviks, atau folikel-folikel kecil (microfollicles)


Laboratorium: pemeriksaan serologis untuk deteksi antigen melalui ELISA
Mikroskopik: dengann pengecatan giemsa akan ditemukan badan elementer dan
badan retikulat
DD :Kanker serviks (keputihan warna putih purulent yang berbau dan tidak gatal)
Normal

Vaginosis

Vaginitis

Vulvovaginitis

Bakteri

Trichomonas

Candida albicans

Sekret, bau

vaginalis
Sekret, bau busuk,

Sekret, gatal dan

primer

busuk, mungkin

mungkin gatal

seperti terbakar

Sekret

Sedikit, putih,

gatal
Meningkat,

Meningkat, kuning,

pada kulit vulva


Meningkat, putih,

vagina

flokulan

tipis, homogen,

hijau, berbusa,

keju lembut seperti

putih, abu-abu,

adheren; petekia

dadih

servikal sering ada


> 4,5

4,5

Gejala

Tidak ada

Ph

< 4,5

adheren
> 4,5

Bau

Tidak ada

Sering, seperti

Dapat ada, seperti

Tidak ada

Sel epitel dengan

bau ikan
Clue cells

bau ikan
Trikomonas motil;

Preparat KOH

lactobacillus

dengan basil

banyak PMN

memperlihatkan

Mikroskopis

Pengobatan

Tidak ada

adheren; tidak

tangkai ragi dan

ada PMN
Metronidazole

pseudohifa
Antifungi azol

Metronidazole

topikal
LO 2.8 PENATALAKSANAAN
Untuk menghindari komplikasi yang serius dari keputihan (fluor albus),
sebaiknya penatalaksanaan dilakukan sedini mungkin.
Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri
atau parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan
menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. Tujuan pengobatan
yaitu:

Menghilangkan gejala
Memberantas penyebabrnya
Mencegah terjadinya infeksi ulang
34

Pasangan diikutkan dalam pengobatan

Keputihan fisiologis : tidak ada pengobatan khusus, penderita diberi penerangan


untuk menghilangkan kecemasannya.

Keputihan Patologis : Tergantung penyebabnya


Obat obatan untuk keputihan Patologis :
1

Antiseptik : Povidone Iodin


Sediaan ini berbentuk larutan 10% povidon iodin dan ada yang diperlengkapi
dengan alat douche-nya sebagai aplikator larutan ini. Selain sebagai antiinfeksi
yang disebabkan jamur Kandida, Trikomonas, bakteri atau infeksi campuran, juga
sebagai pembersih.
Tidak boleh digunakan pada ibu hamil dan menyusui. Bila terjadi iritasi atau
sensitif pemakaian harus dihentikan.

Antibiotik
Clotrimazole
Memiliki aktivitas antijamur dan antibakteri. Untuk infeksi kulit dan
vulvovaginitis yang disebabkan oleh Candida albicans.
Efek samping: pemakaian topikal dapat terjadi rasa terbakar,eritema, edema
,gatal dan urtikaria
Sediaan dan posologi : Tersedia dalam bentuk krim dan larutan dengan kadar
1% dioleskan 2 kali sehari . Krim vagina 1% untuk tablet vagina 100 mg
digunakan sekali sehari pada malam hari selama 7 hari atau tablet vagina; 500
mg, dosis tunggal.
Tinidazole
Tinidazole adalah obat antiparasit yang digunakan untuk membrantas infeksi
Protozoa, Amuba.
Efek samping obat ini sama seperti Metronidazole tetapi dengan kelebihan
tidak perlu minum dengan waktu yang panjang sehingga mengurangi efek
sampingnya.
Tinidazole sebagai preparat vaginal digunakan untuk infeksi Trichomonas.
Biasa dikombinasi dengan Nystatin sebagai anti jamurnya. Bentuk sediaan yang
ada adalah vaginal tablet.
Metronidazole
35

Diberikan peroral ( 2 gram sebagai dosis tunggal , 1gr setiap 12 jam x 2 atau
250 mg 3xsehari selama 5-7 hari) untuk infeksi Trichomonas vaginalis
Diberikan 500 mg 2xsehari selama seminggu dan lebih baik secara
mitraseksual. Untuk infeksi Gardnerella vaginalis
Efek samping : mual kadang kadang muntah, rasa seperti logam dan
intoleransi terhadap alkohol.
Metronidazol tidak boleh diberikan pada trimester pertama kehamilan.
Nimorazole
Nimorazole merupakan antibiotika golongan Azol yang terbaru. Selain dalam
sediaan tunggal dalam bentuk tablet oral (diminum) juga ada kombinasinya
(Chloramphenicol dan Nystatin) dalam bentuk vaginal tablet.
Penisilin
1
2

Ampisilin pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya
makanan dalam saluran cerna
Amoksisilin lebih baik diberikan oral ketimbang ampisilin karena tidak
terhambat makanan dalam absorbsinya.

Efek samping : Reaksi alergi , nefropati, syok anafilaksis, efek toksik penisilin
terhadap susunan saraf menimbulkan gejala epilepsi karena pemberian IV dosis
besar
Sediaan dan posologi :
Ampisilin :
- Tersedia dalam bentuk tablet atau kapsul 125mg, 250mg, 500mg
- Dalam suntikan 0,1 ; 0,25 ; 0,5 dan 1 gram pervial
Amoksisilin :
-

Dalam bentuk kapsul atau tablet ukuran 125, 250, 500 gram dan
sirup125mg/5mL dosis diberikan 3 kali 250-500 mg sehari

3 Anti jamur : Nystatin


Nystatin adalah obat antijamur polien untuk jamur dan ragi yang sensitif
terhadap obat ini termasuk Candida sp. Di dalam darah sangat berbahaya bagi
tubuh, tetapi dengan sifatnya yang tidak bisa melewati membran kulit sangat baik
untuk digunakan sebagai obat pemakaian luar saja. Tetapi dalam penggunaannya
harus hati-hati jangan digunakan pada luka terbuka.
4 Anti Virus : Asiklovir
36

Hambat enzim DNA polimerase virus. Sediaan dalam bentuk oral, injeksi dan
krim untuk mengobati herpes dilabia.
Efek samping :
Oral : pusing, mual, diare,sakit kepala
Topikal : Kulit kering dan rasa terbakar dikulit.
Kontraindikasi : tidak boleh digunakan pada ibu hamil
Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering :
1

Candida albicans
Topikal
- Nistatin tablet vagina 2 x sehari selama 2 minggu
- Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari
- Mikonazol nitrat 2% 1 x ssehari selama 7 14 hari
Sistemik
- Nistatin tablet 4 x 1 tablet selama 14 hari
- Ketokonazol oral 2 x 200 mg selama 7 hari- Nimorazol 2 gram dosis tunggal
- Ornidazol 1,5 gram dosis tunggal
Pasangan seksual dibawa dalam pengobatan

Chlamidia trachomatis
- Metronidazole 600 mg/hari 4-7 hari (Illustrated of textbook gynecology)
- Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10-14 hari oral
- Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 10-14 hari bila
- Minosiklin dosis 1200mg di lanjutkan 2 x 100 mg/hari selama 14hari
- Doksisiklin 2 x 200 mg/hari selama 14 hari
- Kotrimoksazole sama dengan dosis minosiklin 2 x 2 tablet/hari selama 10 hari

3. Gardnerella vaginalis
- Metronidazole 2 x 500 mg
- Metronidazole 2 gram dosis tunggal
- Ampisillin 4 x 500 mg oral sehari selama 7 hari
- Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan
4. Neisseria gonorhoeae
- Penicillin prokain 4,8 juta unit im atau
- Amoksisiklin 3 gr im atau
- Ampisiillin 3,5 gram im
Ditambah
:
- Doksisiklin 2 x 100mg oral selama 7 hari atau Tetrasiklin 4 x 500 mg oral
selama 7 hari
- Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
- Tiamfenikol 3,5 gram oral
- Kanamisin 2 gram im
- Ofloksasin 400 mg/oral
Untuk Neisseria gonorhoeae penghasil Penisilinase
- Seftriaxon 250 mg im atau
- Spektinomisin 2 mg im atau
37

- Ciprofloksasin 500 mg oral


Ditambah
- Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari atau
- Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
- Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari
5. Virus herpeks simpleks
Belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan secara tuntas
- Asiklovir krim dioleskan 4 x sehari
- Asiklovir 5 x 200 mg oral selama 5 hari
- Povidone iododine bisa digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder
(Setiabudi R dan www.medicastore.com)
2

Non Farmakologi
Tindakan pencegahan keputihan yaitu dengan :
Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olahraga rutin, istirahat cukup,
hindari rokok, dan alkohol serta dihindari stress berkepanjangan
Setia pada pasangan, hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk
mencegah penularan penyakit menular seksual.
Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi, dengan menjaganya agar tetap
kering dan tidak lembab, misalnya dengan menggunakan celana dengan
bahan yang menyerap keringat, hindari pemakaina celana terlalu ketat,
biasakan untuk mengganti oembalut pantyliner pada waktunya untuk
mencegah bakteri berkembang biak
Biasakan membasuh dengan cairan yang benar tiap kali buang air yaitu dari
arah depan ke belakang
Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena
dapat mematikan flora normal vagina
Hindari penggunaan bedak fakum, tissue atau sabun dengan pewangi pada
daerah vagina.
Hindari pemakaian barang-barang yang memdahkan penularan seperti
meminjam perlengkapan mandi.

LO 2.9 PENCEGAHAN

Menjaga kesehatan reproduksi untuk pencegahan keputihan pada wanita diawali


dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan. Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan, yaitu :
Membersihkan kotoran yang keluar dari alat kelamin dan anus dengan seksama.
Membersihkan dilakukan dari depan kebelakang (dari daerah kemaluan ke arah
anus) secara satu arah. Hal ini dilakukan untuk mencegah kotoran dari anus
masuk kedalam vagina.

38

5
6

8
9

10
11
12
13

Membasuh secara teratur bagian bibir vagina secara hati-hati menggunakan air
bersih dan sabun yang lembut setiap habis BAK , BAB, dan ketika mandi. Yang
terpenting adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar
bibir vagina.
Gunakan sabun lembut tanpa pewangi saat mandi untuk menjaga keasaman
vagina. Normalnya vagina berbau asam dan kecut dengan pH keasaman sekitar 44,5. Terlalu sering membasuh vagina dengan cairan kimia dan menggunakan
deodoran disekitar vagina akan merusak keseimbangan organisme dan cairan
vagina sehingga memungkinkan terjadinya infeksi pada vagina (vaginitis).
Mengeringkan alat kelamin dengan tisu atau handuk agar tidak lembab setiap kali
setelah mandi atau buang air. Usahakan agar daerah kemaluan dan selangkangan
selalu kering, lebih lebih bila tergolong gemuk karena suasana lembab sangat
disukai oleh jamur. Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina
kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel partikel halus yang mudah terselip
disana sini yang akhirnya mengundang jamur dan bakteri bersarang.
Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari setelah mandi, terutama bagi
wanita aktif dan mudah berkeringat. Gunakan celana dalam yang kering dan bila
celana dalam keadaan basah segera mengganti celana dalam yang bersih dan
belum dipakai.
Tidak memakai celana dalam yang terlalu ketat , karena celana dalam yang terlalu
ketat menyebabkan permukaan vagina menjadi lebih mudah berkeringat.
Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat seperti katun. Celana
dalam dari satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar vagina panas
dan lembab.
Pakaian luar juga harus diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena pori
porinya sangat rapat, pilihlah seperti rok atau celana bahan non jeans agar
sirkulasi udara disekitar organ intim bergerak leluasa.
Ketika sedang haid dianjurkan sering mengganti pembalut terutama pada hari hari
pertama haid. Pembalut perlu diganti 4-5 kali dalam sehari untuk menghindari
pertumbuhan bakteri pada pembalut yang digunakan dan mencegah masuknya
bakteri kedalam vagina. Pembalut yang baik yaitu pembalut yang berdaya serap
baik dan tidak berparfum.
Gunakan panty liner disaat perlu dan jangan terlalu lama. Misalnya saat
berpergian keluar rumah dan lepaskan sekembalinya dirumah.
Dianjurkan untuk mencukur rambut kemaluan karena rambut kemaluan dapat
ditumbuhi sejenis jamur atau kutu.
Hindari pemakaian barang barang yang dapat memudahkan penularan seperti
meminjam perlengkapan mandi. Dianjurkan tidak duduk diatas kloset di wc
umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya.
Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olahraga rutin, istirahat yang cukup ,
hindari rokok, dan alkohol serta hindari stress yang berkepanjangan.

LO 2.10 KOMPLIKASI
Komplikasi yang sering adalah bila kuman telah menaiki panggul sehingga terjadi
penyakit yang dikenal dengan radang panggul. Komplikasi jangka panjang yang lenih
mengerikan, yaitu kemungkinan wanita tersebut akan mandul akibat rusak dan
lengketnya organ-organ dalam kemaluan terutama tuba falopi dan juga dapat
39

menyebabkan infertilitas.Komplikasi juga dapat terdapat pada pria yaitu komplikasi


non spesifikndapat menjalar ke prostat dan menimbulkan infeksi buah zakar dan
saluran kemih
Terinfeksinya kelenjar yang ada di dalam bibir vagina. Bisul kelenjar tersebut harus
disedot keluar karena tidak dapat disembukan dengan obat. Komplikasi pada wanita
sering menimbulkan radang saluran telur. Infeksi nonspesifik pada wanita sering
tanpa keluhan maupun gejala.
Dampak akibat leukorea :

Gangguan Psikologis
Respon psikologis seseorang terhadap keputihan akan menimbulkan kecemasan yang
berlebihan dan membuat seseorang merasa kotor serta tidak percaya diri dalam
menjalankan aktifitasnya sehari hari

Vulvitis
Sebagaian besar dengan gejala keputihan dan tanda infeksi lokal, penyebab secara
umum jamur.Bentuk vulvitis adalah infeksi kulit berambut dan infeksi kelenjar
bartholini.Infeksi kulit berambut terjadi perubahan warna, membengkak, terasa nyeri,
kadang kadang tampak bernanah dan menimbulkan kesukaran bergerak.Infeksi
kelenjar bartholini terletak di bagian bawah vulva, warna kulit berubah, membengkak,
terjadi penimbunan nanah di dalam kelenjar, penderita sukar untuk berjalan dan duduk
karena sakit.

Vaginitis
Vaginitis merupakan infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai parasit atau
jamur. Infeksi ini sebagian besar terjadi karena hubungan seksual.Tipe vaginitis yang
sering dijumpai adalah vaginitis candidiasis dan trikomonalis vaginalis. Vaginitis
candidiasis merupakan keputihan kental bergumpal, terasa sangat gatal dan
mengganggu, pada dinding vagina sering dijumpai membran putih yang bila dihapus
dapat menimbulkan perdarahan, sedangkan trikomonalis vaginalis merupakan
keputihan yang encer sampai kental, kekuningan, gatal dan terasa membakar serta
berbau.

Serviksitis
Serviksitis merupakan infeksi dari servik uteri.Infeksi serviks sering terjadi karena
luka kecil bekas persalinan yang tidak dirawat dan infeksi karena hubungan
40

seksual.Keluhan yang dirasakan terdapat keputihan, mungkin terjadi kontak bleeding


saat berhubungan seksual.

Penyakit radang Panggul (Pelvic Inflammantory Disease)


Penyakit radang Panggul merupakan infeksi alat genetalia bagian atas wanita, terjadi
akibat hubungan seksual. Penyakit ini dapat bersifat akut atau menahun atau akhirnya
akan menimbulkan berbagai penyulit yang berakhir dengan terjadinya perlekatan
sehingga dapat menyebabkan kemandulan. Tanda-tandanya yaitu nyeri yang
menusuk-nusuk di bagian bawah perut, mengeluarkan keputihan dan bercampur
darah, suhu tubuh meningkat dan pernafasan bertambah serta tekanan darah dalam
batas normal.
LO 2.11 PROGNOSIS
Biasanya kondisi-kondisi yang menyebabkan fluor albus memberikan respon terhadap
pengobatan dalam beberapa hari. Kadang-kadang infeksi akan berulang. Dengan
perawatan kesehatan akan menentukan pengobatan yang lebih efektif
Vaginosis bakterial mengalami kesembuhan rata rata 70 80 % dengan regimen
pengobatan
Kandidiasis mengalami kesembuhan rata rata 80 -95 %
Trikomoniasis mengalami kesembuhan rata rata 95 %

LI 3 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DAN


INFLAMASI SERVIKS
PAP SMEAR

Pemeriksaan Pap Smear untuk pertama kali harus dilakukan segera setelah wanita
tersebut mulai melakukan hubungan seksual dan harus diulangi setelah 1 tahun, karena
sel-sel abnormal dapat terluput dari sekali pemeriksaan. Jika tidak didapati kelainan pada
41

salah satu hasil pemeriksaan Pap Smear, pemeriksaan dapat dilakukan secara teratur
dengan interval 2 tahun sekurang-kurangnya sampai wanita hamil.

Pengertian Pap Smear

Pap Test (Pap Smear) adalah pemeriksaan sitologik epitel porsio dan endoservik uteri
untuk penentuan adanya perubahan pra ganas maupun ganas di porsio atau servik uteri
(Tim PKTP,RSUD Dr. Soetomo/ FK UNAIR, 2000). Sedangkan menurut Hariyono
Winarto dalam seminarnya pada tanggal 05-10-2008 tentang Pap Smear Sebagai Upaya
Menghindari Kanker Leher Rahim Bagi Wanita Usia Reproduksi, pengertian Pap Test
(Pap Smear) adalah suatu pemeriksaan dengan cara mengusap leher rahim ( scrapping )
untuk mendapatkan sel-sel leher rahim kemudian diperiksa sel-selnya, agar dapat ditahui
terjadinya
perubahan
atau
tidak.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pap Smear adalah pemeriksaan usapan
pada leher rahim untuk mengetahui adanya perubahan sel-sel yang abnormal yang
diperiksa dibawah mikroskop.

Tujuan Pap Smear

Menemukan sel abnormal atau sel yang dapat


berkembang menjadi kanker termasuk infeksi HPV .
(Ramli, dkk: 2000). Untuk mendeteksi adanya prakanker, ini sangat penting ditemukan sebelum seseorang
menderita kanker. (Hariyono.W, 2008). Mendeteksi
kelainan kelainan yang terjadi pada sel-sel leher
rahim.
Mendeteksi adanya kelainan praganas atau keganasan servik uteri (Tim PKTP, RSUD Dr.
Soetomo / FK UNAIR, 2000).

Syarat Pengambilan Pap Smear

42

Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan Pap Smear adalah
sebagai berikut :

a. Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi dimulai dan sebelum


menstruasi berikutnya.
b. Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang riwayat kesehatan dan
penyakit yang pernah diderita
c. Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum pengambilan bahan
pemeriksaan.
d. Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak boleh dikerjakan dalam 24
jam sebelumnya.
e. Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48 jam sebelum
pemeriksaan.
f. Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada petugas kesehatan, karena
ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi hasil analisis sel. (Republika. C,
2007).

Klasifikasi Pap Smear

Negative: tidak ditemukan sel ganas.


Klasifikasi menurut Papanicolau adalah sebagai berikut :

Kelas I

: Hanya ditemukan sel-sel normal.

Kelas II : Ditemukan beberapa sel atipik, akan tetapi tidak ada bukti keganasan.
Kelas III : Gambaran sitologi mengesankan ,tetapi tidak konklusif keganasan.
Kelas IV : Gambaran sitologi yang mencurigakan keganasan.
Kelas V : Gambaran sitologi yang menunjukkan keganasan.
43

Interpretasi hasil pap test menurut Papanicolaou:


1) Kelas I : Identik dengan normal smear pemeriksaan ulang 1 tahun lagi.
2) Kelas II : Menunjukkan adanya infeksi ringan non spesifik, kadang disertai:
(a) Kuman atau virus tertentu.
(b) Sel dengan kariotik ringan.
Pemeriksaan ulang 1 tahun lagi, pengobatan yang sesuai dengan kausalnya
Bila ada erosi atau radang bernanah, pemeriksaan ulang 1 bulan setelah
pengobatan.

3) Kelas III : Ditemukannya sel diaknostik sedang dengan keradangan berat. Periksa ulang
1 bulan sesudah
pengobatan

4) Kelas IV : Ditemukannya sel-sel yang mencurigakan ganas dalam hal demikian dapat
ditempuh 3 jalan, yaitu:
(a) Dilakukan biopsi.
(b) Dilakukan pap test ulang segera, dengan skreping lebih dalam diambil 3
sediaan
(c) Rujuk untuk biopsi konfirmasi.

5) Kelas V : Ditemukannya sel-sel ganas. Dalam hal ini seperti ditempuh 3 jalan seperti
pada hasil kelas IV untuk
konfirmasi.

44

Alat-alat yang diperlukan untuk pengambilan pap test yaitu :


1) Formulir konsultasi sitologi.
2) Spatula ayre yang dimodifikasi dan cytobrush.
3) Kaca benda yang pada satu sisinya telah diberikan tanda/label.
4) Spekulum cocor bebek (gravels) kering.
5) Tabung berisikan larutan fiksasi alcohol 95 %. (Arif Mansjoer, 2000).

Cara pengambilan sediaan :


a. Sebelum memulai prosedur, pastikan bahwa label wadah specimen diisi, pastikan
bahwa preparat diberi label yang menulis tanggal dan nama serta nomor identitas
wanita.
b. Gunakan sarung tangan.
c. Insersi spekulum dengan ukuran tepat, visualisasi serviks, fiksasi speculum untuk
memperoleh pajanan yang diperoleh. Pastikan secara cermat membuang setiap materi
yang menghalangi visualisasi serviks/ mengganggu studi sitologi.
d. Salah satu dari 4 metode pengumpulan spesimen berikut untuk apusan pap dapat
digunakan :

45

a. Tempatkan bagian panjang ujung spatula kayu yang ujungnya sedikit runcing/
pengerik plastic mengenai dan masuk ke dalam mulut eksterna serviks dan tekan.
Ambil specimen
b. kanalis servikalis dengan memutar spatula satu lingkaran penuh
c. Ujung kapas aplikator berujung kapas dilembabkan dengan normal saline, insersi
aplikator tersebut ke dalam saluran serviks 2 cm dan putar 3600.
d. Insersi alat gosok sepanjang 1-2 cm ke dalam saluran serviks dan putar 90-1800.
e. Gunakan kombinasi metode untuk metode memasukkan spatula.

e. Sebarkan sel-sel pada preparat yang sudah diberi label. Apabila sel-sel dikumpulkan
pada spatula kayu, tempatkan satu sisi diatas dekat label diatas setengah bagian atas
preparat dan usap 1 kali sampai ke ujung preparat. Kemudian balikkan spatula dan
tempatkan sisi datar lain dekat label pada setengah bagian bawah preparat dan usap satu
kali sampai ujung preparat.
f. Segera semprot preparat dengan bahan fiksasi/ masukkan bahan tersebut didalam
tabung berisi larutan fiksasi.(Helen Varney, 2007).
g. Bila fasilitas pewarnaan jauh dari tempat praktek sederhana, dapat dimasukkan dalam
amplop/pembungkus yang dapat menjamin kaca sediaan tidak pecah. Dengan
pengambilan sediaan yang baik, fiksasi dan pewarnaan sediaan baik serta pengamatan
mikroskopik yang cermat, merupakan langkah yang memadai dalam menegakkan
diagnosis. (Ramli,dkk, 2000).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan Pap Smear


Faktor faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan Pap Smear yaitu perubahan sel
sel abnormal pada mulut rahim yang akhirnya dapat terjadi kanker serviks antara lain :

Konseling pra pap smear yang tepat:


1) Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi dimulai dan sebelum
menstruasi berikutnya.
2) Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang riwayat kesehatan dan
penyakit yang pernah diderita

46

3) Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum pengambilan bahan
pemeriksaan.
4) Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak boleh dikerjakan dalam
24 jam sebelumnya.
5) Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48 jam sebelum
pemeriksaan.
6) Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada petugas kesehatan, karena
ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi hasil analisis sel. (Republika. C,
2007).

Cara pengambilan kesediaan


Pengambilan kesediaan yang tak adekuat (62 %), bisa terjadi kegagalan skrining (15 %),
interpretasi (23 %), dan angka positif palsu (3-15 %). Untuk ketepatan diagnostik perlu
diperhatikan komponen dosenviks dan ektoserviks yang diambil dengan gabungan
cytobrush dan spatula.

LI 4
MEMAHAMI DAN MENJELASKAN CARA THAHARAH PADA
KEPUTIHAN
Keputihan ini umum dialami oleh wanita. Dalam kitab shahih Bukhari disebutkan,
suatu ketika ada beberapa sahabat perempuan datang bertanya kepada Aisyah
radhiallahu anha tentang batasan berakhirnya haidh. Beliau menjawab :
Jangan kalian tergesa-gesa (menetapkan akhir haidh) hingga kalian melihat cairan
putih
Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya fathul bari menjelaskan bahwa cairan putih
sebagaimana di sebut hadits di atas menjadi salah satu tanda akhir masa haidh.
Selain jenis keputihan di atas, ada pula keputihan yang terjadi dalam keadaan tidak
normal, yang umumnya dipicu kuman penyakit dan menyebabkan infeksi. Akibatnya,
timbul gejala-gejala yang sangat mengganggu, seperti berubahnya warna cairan
menjadi kekuningan hingga kehijauan, jumlah berlebih, kental, lengket, berbau tidak
sedap, terasa sangat gatal atau panas. Dalam khazanah Islam, keputihan jenis ini biasa
disebut dengan cairan putih kekuningan (sufrah )atau cairan putih kekeruhan
(kudrah ). Terkait dengan kedua hal ini, di kitab shahih Bukhari disebutkan bahwa
Sahabat bernama Ummu Athiyyah radhiallahuanha berkata:


Kami tidak menganggap al-kudrah (cairan keruh) dan as-sufrah (cairan kekuningan)
sama dengan haidh
47

Berdasarkan kedua hadis tersebut dapat disimpulkan :


1. Hukum orang yang mengalami keputihan tidak sama dengan hukum orang yang
mengalami menstruasi. Orang yang sedang keputihan tetap mempunyai kewajiban
melaksanakan shalat dan puasa, serta tidak wajib mandi.
2. Cairan keputihan tersebut hukumnya najis, sama dengan hukumnya air kencing. Oleh
karenanya, apabila ingin melaksanakan shalat, sebelum mengambil wudhu, harus istinjak
(cebok), dan membersihkan badan atau pakaian yang terkena cairan keputihan terlebih
dahulu.
Sedangkan apabila cairan keputihan keluar terus-menerus, maka orang yang
mengalaminya dihukumi dharurah/terpaksa, artinya orang tersebut tetap wajib
melaksanakan shalat walaupun salah satu syarat sahnya shalat tidak terpenuhi, yakni
sucinya badan dan pakaian dari najis. Menurut ulama Syafiiyah, ketentuan tersebut
bisa dilaksanakan dengan syarat diawali dengan proses membersihkan, istinjak,
wudhu dan kemudian shalat dilakukan secara simultan setelah waktu shalat masuk.

LI 5 MEMAHAMI DAN MENJELASKAN MACAM-MACAM KONTRASEPSI


ALAT KONTRASEPSI
1. Kontrasepsi Temporer
Kontrasepsi yang bersifat sementara ini bertujuan menunda kehamilan atau mengatur
jarak antarkehamilan. Jenis kontrasepsi ini dapat digunakan jika Anda belum ingin memiliki
anak dalam jangka waktu tertentu, dan dilepas jika Anda telah siap memiliki anak kembali.
Metode ini dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, yaitu:

a. Pil Keluarga Berencana (KB)


Kontrasepsi berbentuk pil ini bekerja menggunakan hormon progestin dengan atau tanpa
hormon estrogen, untuk mencegah ovulasi. Kontrasepsi ini berfungsi dengan efektif jika
dikonsumsi secara teratur. Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan pil KB sama
sekali tidak berdampak buruk pada kesuburan wanita di masa yang akan datang.
Terdapat dua jenis pil KB:

Pil kombinasi:
Merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Pil ini 99%
efektif jika dikonsumsi dengan tepat. Contoh pil kombinasi yaitu Diane 35,
Yasmin dan Marvelon. Diane 35 umumnya digunakan untuk mengobati jerawat,
tapi juga berfungsi sebagai kontrasepsi.
Kelebihan:
-

Mengurangi kram saat haid dan membuat haid lebih teratur.


Tidak mengganggu hubungan seks itu sendiri.
Mengurangi risiko kanker ovari, usus dan rahim.
48

Kekurangan:

Dapat menyebabkan efek samping seperti tekanan darah tinggi,


payudara nyeri, bercak darah, dan kenaikan berat badan.
Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS).
Perlu kecermatan dalam pemakaiannya yang mana per 28 hari, pil
dikonsumsi setiap hari untuk 21 hari dan tidak dikonsumsi untuk 7
hari.
Sebaiknya dijauhi wanita di atas 35 tahun yang merokok karena
berisiko mengalami penggumpalan darah.

Pil progesteron:
Hanya mengandung hormon progesteron. Dikonsumsi setiap hari tanpa jeda. Pil
ini juga 99% efektif jika dikonsumsi dengan tepat.
Kelebihan:
-

Dapat dikonsumsi oleh wanita yang tidak dapat menggunakan


kontrasepsi mengandung estrogen karena mengidap tekanan darah tinggi
atau kegemukan.
- Dapat dikonsumsi wanita perokok berusia lebih dari 35 tahun tanpa
menyebabkan penggumpalan darah.
Kekurangan:
-

Harus dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama.


Dapat menyebabkan menstruasi berhenti, tidak teratur, atau lebih
sedikit.
- Tidak melindungi dari IMS.
b. Koyo (patch) Ortho Evra
Koyo yang ditempelkan pada kulit ini melepaskan aliran estrogen dan progestin.
Biasanya koyo yang ditempelkan pada perut bagian bawah, bokong, atau lengan ini
digunakan sepanjang satu minggu selama 3 minggu.
Kelebihan:
- Tidak perlu rutin mengonsumsi pil dan membuat haid lebih teratur.
- Dapat digunakan di kolam renang, saat berolahraga, atau di kamar mandi.
- Mengurangi rasa sakit saat datang bulan.
- Metode ini 99% efektif jika digunakan dengan tepat.
Kekurangan:
-

Dapat menyebabkan iritasi kulit atau efek samping lain yang serupa dengan dampak
pil KB.
Dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan sakit kepala.
Tidak tepat digunakan wanita perokok dan yang berusia lebih dari 35 tahun, atau yang
berat badannya lebih dari 90 kg.
Tidak melindungi dari IMS.

c. Implan/susuk
49

Kontrasepsi ini berupa jarum kecil seukuran batang korek api (40 mm) yang dimasukkan
ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan bagian atas. Implan ini secara perlahan-lahan
mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah kehamilan. Metode ini tepat untuk
wanita yang ingin menunda kehamilan dalam jangka pendek.
Kelebihan:
-

Dapat bekerja efektif hingga jangka waktu 3 tahun.


Tidak nampak di permukaan kulit.
Cocok bagi mereka yang sering lupa minum pil KB.
Tidak perlu menggunakan kondom
Aman digunakan ibu menyusui.
Kontrasepsi ini juga berguna untuk wanita yang tidak bisa menggunakan kontrasepsi
yang mengandung estrogen.
- Dapat segera dilepas bila terjadi efek samping.
- 99% efektif jika digunakan dengan tepat.
- Biaya implan (200.000-300.000 per 3 tahun) lebih murah dibandingkan pil KB
(60.000-80.000 per bulan).
Kekurangan:
-

Pemakai implan tidak terlindungi dari penyakit seperti bagaimana kondom mencegah
penularan infeksi menular seksual (IMS).
Berisiko menimbulkan efek samping seperti pendarahan yang tidak normal.
Bagian kulit di sekitar implan terasa nyeri, bengkak, dan terbakar.
Masa menstruasi berpotensi menjadi tidak teratur dalam setahun awal masa
pemakaian.
Tidak tepat digunakan oleh pengidap penyakit tertentu seperti: migrain, diabetes,
sirosis, osteoporosis, gangguan hati.

d. Cincin vagina
Cincin vagina ditempatkan di dalam vagina selama tiga minggu, di luar masa menstruasi.
Alat ini bekerja dengan melepaskan hormon progestin dan estrogen ke dinding vagina.
Kelebihan:
-

Cara pemakaian mudah, ringan, dan bahkan Anda tidak akan merasa sedang
memakainya.
- Hanya diganti satu kali dalam sebulan dibanding pil KB yang perlu diminum setiap
hari.
- Efektif lebih dari 99%.
- Tetap bekerja jika Anda mengalami diare atau muntah.
- Dapat meringankan nyeri haid.
Kekurangan:
-

Dibanding dengan implan yang bertahan 3 tahun, alat kontrasepsi ini perlu diganti
setiap bulan.
Tidak melindungi dari risiko IMS
Berpotensi menyebabkan iritasi dan efek-efek samping lain yang serupa dengan
dampak penggunaan koyo atau pil.
Harga alat ini rata-rata dua kali lebih mahal dibanding pil KB.
Dapat berefek samping pada beberapa wanita, seperti menyebabkan sakit kepala,
gangguan pada vagina, dan nyeri payudara.
50

e. Suntikan (Depo Provera)


Hormon progestin disuntikkan umumnya pada bagian bokong atau lengan untuk
mencegah kehamilan dan efeknya bertahan hingga 3 bulan.
Kelebihan:
-

Efektif dan cukup disuntikkan tiap 3 bulan sekali.


Harga relatif terjangkau, kurang lebih Rp 25.000-Rp 30.000 per suntikan.
Dapat digunakan oleh wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi
mengandung estrogen.
- Tidak terpengaruh oleh obat-obatan.
- Tidak perlu dikonsumsi tiap hari.
Kekurangan:
-

Tidak melindungi pasien dari penyakit kelamin yang menular melalui seks.
Mempunyai efek samping yang hampir sama dengan pil KB seperti mual, kenaikan
berat badan dan nyeri pada payudara.
Dapat menurunkan keinginan untuk berhubungan intim.

f. Kontrasepsi spons
Kontrasepsi spons adalah spons sekali pakai yang mengandung spermisida. Spons ini
diletakkan jauh di dalam vagina, dekat leher rahim, 24 jam sebelum melakukan hubungan
seksual.
Kelebihan:
- Dapat digunakan tanpa resep atau bantuan dokter.
- Pasangan pria tidak perlu memakai kondom.
- Tidak merepotkan seperti pil KB yang perlu diingat untuk dikonsumsi setiap hari.
Kekurangan:
-

Di samping cukup sulit untuk digunakan dengan tepat, alat ini tidak dapat digunakan
pada masa menstruasi.
- Kontrasepsi spons juga tidak melindungi pemakainya dari IMS.
g. Intrauterine devices (IUDs)
IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna
untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada 2 jenis utama IUD:
u

IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, dapat bertahan lamanya hingga 10
tahun.

IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, perlu diganti tiap 5 tahun sekali.
Kelebihan:
- Tidak memerlukan perawatan rumit.
- Waktu pemakaian sekali untuk jangka panjang.
- Risiko infeksi dalam 20 hari setelah pemakaian IUD sangat kecil.
- Anda dapat segera kembali subur setelah IUD dilepas oleh dokter.
Kekurangan:
-

Berpotensi menyebabkan efek samping seperti kram.


Memerlukan biaya untuk pemasangan awal.
51

Letaknya dapat bergeser.


ParaGard bisa mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur dan volume haid yang
lebih banyak.
Ada risiko tubuh akan menolak IUD tersebut.
Dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

h. Spermisida
Spermisida dapat berbentuk busa, jeli, atau krim yang berfungsi membunuh sel sperma.
Bahan ini ditempatkan dalam vagina sebelum berhubungan seksual, beberapa di antaranya
dilakukan 30 menit sebelumnya.
Kelebihan:
- Mudah digunakan dan harganya relatif terjangkau.
- Spermisida juga paling sering digunakan bersamaan dengan metode kontrasepsi lain.
Kekurangan:
-

Dapat meningkatkan risiko IMS dan infeksi serta iritasi.

i. Kondom pria
Kontrasepsi yang terbuat dari karet ini mencegah sperma agar tidak masuk ke dalam
tubuh wanita.
Kelebihan:
- Dapat dibeli di banyak tempat.
- 98% efektif mencegah kehamilan.
- Harga terjangkau.
- Melindungi pemakainya dari IMS.
Kekurangan:
-

Hanya sekali pakai.


Hanya efektif jika dipasang dengan tepat.
Dapat lepas saat berhubungan seks.
Produk berbahan dasar losion dapat membuat kondom menjadi tidak efektif.

j. Kondom wanita
Kondom wanita umumnya diletakkan pada mulut vagina delapan jam sebelum melakukan
hubungan seksual.
Kelebihan:
- Ada perlindungan untuk pemakainya dari penyakit kelamin yang menular.
- Jika digunakan dengan tepat, memberikan perlindungan efektif 95%.
Kekurangan:
-

Lebih tidak umum dibanding kondom pria.


Hanya dapat digunakan sekali.
Sekitar 1 dari 5 pemakaian kondom wanita gagal sehingga menyebabkan kehamilan.
Dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada organ kelamin wanita.

52

k. Diafragma
Diafragma adalah kontrasepsi menyerupai kubah yang diletakkan pada mulut rahim
sebelum berhubungan seksual. Kontrasepsi yang terbuat dari karet ini digunakan bersamaan
dengan spermisida. Alat ini harus tetap dipakai sampai setidaknya enam jam setelah
berhubungan seksual.
Kelebihan:
- Bebas hormon.
- Harganya relatif terjangkau
- Dapat dipakai ulang setelah dicuci.
- Efektif mencegah kehamilan hingga 92 96%.
Kekurangan:
-

Spermisida yang digunakan bersamaan dengan diafragma dapat menimbulkan iritasi


jaringan vagina.
Pengguna memerlukan waktu sebelum tahu cara menggunakan diafragma dengan
efektif.
Tidak melindungi penggunanya dari infeksi menular seksual (IMS).

l. Cervical cap
Cervical cap atau biasa dikenal dengan TheFemCap berbentuk lebih kecil, namun
menyerupai diafragma dan juga digunakan beserta dengan spermisida. Kontrasepsi ini
diletakkan pada mulut rahim sehingga menutup jalan menuju rahim.
Kelebihan:
- Hanya perlu digunakan saat berhubungan intim
- Jika digunakan dengan tepat, dapat mencegah kehamilan hingga 92-96%.
- Tidak berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius.
Kekurangan:
-

Hanya bertahan selama 2 hari.


Tidak melindungi penggunanya dari IMS 100 persen dan tidak dapat digunakan
selama masa menstruasi.
Selain itu pemasangannya harus dilakukan oleh dokter.

2. Cara alami mencegah kehamilan: mendeteksi dan menghindari masa subur


Masa subur adalah masa ketika ovarium melepaskan sel telur sehingga berhubungan seks
pada masa ini berisiko besar untuk hamil. Anda dapat belajar memprediksi dan mendeteksi
masa subur Anda. Selama masa subur, Anda sebaiknya tidak berhubungan seks atau
menggunakan kondom pada saat berhubungan.

Berikut cara mendeteksi masa subur:


u
u
u

Menghitung siklus haid


Mengukur temperatur tubuh setiap hari
Memerhatikan cairan yang keluar dari vagina

53

Pasangan yang memilih metode ini perlu membuat catatan masa subur mereka dengan
tepat dan cermat. Pada umumnya, ovulasi terjadi di tengah siklus haid yaitu sekitar 10-15 hari
sebelum hari pertama haid berikutnya. Catat dan perhatikanlah siklus menstruasi Anda
selama beberapa bulan sebelum menggunakan metode ini sebagai cara kontrasepsi Anda.
Temperatur tubuh juga bisa diperhatikan dengan mencatat temperatur tubuh setiap
hari. Tujuannya agar Anda bisa memprediksi kapan ovulasi terjadi. Pada saat sel telur
dikeluarkan, suhu tubuh menjadi 0,2-0,3 derajat Celsius lebih tinggi pada sekitar tiga hari,
dibanding seminggu sebelumnya.
Anda juga bisa memerhatikan cairan dengan memasukkan jari ke dalam vagina.
Sebelum dan setelah ovulasi, cairan akan lebih kental dan berwarna putih. Tapi dekat dan
pada masa subur, cairan akan lebih encer, jernih dan cair kurang lebih selama tiga hari.
Anda dapat memperkirakan masa subur Anda dengan menggunakan kalkulator ovulasi di
sini.
Kelebihan:
- Tidak membutuhkan biaya dan obat-obatan.
- Tidak ada efek samping.
- Keefektivan metode mencapai 99% hanya jika dilakukan dengan benar.
Kekurangan:
-

Tingkat efektivitasnya menurun secara drastis menjadi 75% jika tidak dijalani dengan
teliti.
Bukan metode yang praktis; memerlukan ketelitian dan disiplin.
Tidak melindungi dari IMS
Pengguna metode ini tidak bisa melakukan hubungan seksual dengan spontan jika
tidak ingin hamil.

3. Kontrasepsi Permanen
Pilihan ini hanya tepat diambil jika Anda dan pasangan memilih tidak atau sudah tidak
ingin memiliki keturunan lagi. Sterilisasi dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

m. Tubektomi (tubal ligation)


Sterilisasi pada wanita dengan cara pemotongan dan pengikatan tuba falopi, sehingga sel
telur tidak keluar dari ovarium.
Kelebihan:
- Hampir 100 persen efektif dan bersifat permanen.
- Tidak memerlukan perawatan harian.
- Tidak mempengaruhi kadar hormon.
- Tidak mengganggu hubungan seksual Anda.
- Bisa berhubungan seks secara spontan.
Kekurangan:
-

Memerlukan metode bedah dengan biaya relatif mahal.


Tidak melindungi pasiennya dari IMS.
54

Seperti semua operasi, tubektomi berisiko menyebabkan komplikasi seperti


pendarahan dalam dan infeksi.
Terdapat risiko operasi tidak berhasil.

n. Implan tuba
Implan kecil yang terbuat dari silikon atau logam ditempatkan di dalam kedua tuba falopi.
Kelebihan:
- Prosedur hanya memakan waktu kurang lebih 10 menit.
- Bisa dilakukan tanpa pembiusan total ataupun bedah.
- Hampir 100 persen efektif.
Kekurangan:
-

Berbiaya mahal.
Proses pemasangannya membawa risiko seperti infeksi panggul.

o. Vasektomi
Operasi sterilisasi pada pria yang dilakukan dengan menutup saluran vas deferens yang
membawa sperma dari testis ke sistem reproduksi.
Kelebihan:
- Biaya relatif terjangkau, lebih sederhana dan aman dibandingkan tubektomi.
- Tidak tergolong sebagai operasi yang besar.
- Hampir 100 persen efektif.
- Tidak memengaruhi gairah seks.
Kekurangan:
-

Membutuhkan operasi.
Tidak melindungi dari IMS.
Kondisi yang telah diubah hampir tidak bisa dikembalikan seperti sebelumnya.

55

DAFTAR PUSTAKA
Amiruddin, D. 2003. Fluor Albus in Penyakit Menular Seksual .LKiS : Jogjakarta
Jawetz, Melnick, &Adelbergs. Vaginosis Bacterial, Trichomonas: Jawetz, Melnick,
&Adelbergs. Vaginosis Bacterial, Trichomonas: Medical Microbiology Medical
Microbiology Ed. 22nd
Setiabudi R. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Departemen Farmakologi dan Terapeutik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Sofwan, A. 2012. Sistem Reproduksi. Jakarta : Bagian Anatomi FKUY.
Rasjidi, I., Irwanto, Y., Sulistyanto, H., 2008. Modalitas Deteksi Dini Kanker Serviks. In:
Rasjidi, I., ed. Manual Prakanker Serviks. Jakarta: Sagung Seto

56