Anda di halaman 1dari 11

Isaac Newton

Awalnya, warna interferensi ini dimanfaatkan untuk keperluan mineralogi dan petrologi,
namun ternyata aplikasinya dimanfaatkan untuk keperluan sintetis fiber, bahan kimia,
biologi, obat-obatan, farmasi, polimer, bahkan untuk kriminalitas. Cuma pemanfaatan
yang lain belum saya pelajari, maklum belajar satu aja (mineralogi) aja udah cukup
susah. Tulisan ini saya buat karena saya sendiri pun masih kesulitan untuk
mendeskripsikan mineral dengan tepat. Saya sempat curhat dengan istri saya, sejak
2011 hingga 2015 ini, saya terus belajar menggunakan mikroskop, dan harus saya akui
sulit. Kalau saya mundur, ah, betapa menyedihkannya saya. Levy saja sudah memulai
tahun 1888, dan ilmuwan lain sudah merintis dengan keterbatasan yang ada, ini 2015,
masak saya ga bisa? Apa sebenarnya yang ditemukan oleh Lvy?

Mikroskop tahun 1900-an

Warna interferensi?
Pernah melihat adanya warn-warni di buih sabun? minyak yang bercampur dengan air
dan nampak adanya warna-warni? Warna ini merupakan warna yang dihasilkan adanya
perbedaan dua indeks bias dari sebuah medium. Lvy mengaplikasikan interferensi
warna yang awalnya diketemukan oleh Newton tentang interferensi warna dan
mengaplikasikannya pada batuan. Ide awalnya, tiap bahan transparan akan mempunyai
indeks bias yang berbeda-beda (dalam hal ini mineral), yang kemudian dapat diuraikan
menjadi warna-warna yang berinterferensi satu sama lain. Seperti apa sih interferensi?
Saya coba ilustrasikan dengan media air dengan gambar di bawah, semoga bisa lebih
jelas.

Interferensi pada air


Pengamatan warna interferensi dilakukan dengan bantuan mikroskop cahaya polarisasi
(cahaya dari bawah), dimana perlu adanya tambahan polarisator di bagian bawah dari
meja putar dan analisator yang berada dekat dengan mata, untuk mengubah cahaya
yang semula mempunyai arah rambat ke berbagai arah menjadi hanya satu arah saja.
Dengan analisator yang terbuka, kita akan mendapatkan pengamatan mikroskop nikol
sejajar atau PPL (plane polarized light) sedangkan dengan memasukkan analisator, maka
pengamatan mikroskop menjadi nikol silang atau XPL. Polarisator seakan-akan membuat
cahaya bergetar hanya berarah Barat-Timur, sedangkan analisator membuat cahaya
bergetar hanya berarah Utara-Selatan.
Detail tentang dasar mikroskop pernah saya ulas sedikit di halaman
gambarnya).

ini (atau klik

Apa
manfaat
mengetahui
warna
interferensi?
Tiap mineral mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain. Walaupun
mempunyai rumus yang sama, mineral tersebut akan menunjukkan karakteristik yang
berbeda pada pengamatan mikroskop. Sebagai contoh, ada grup mineral SILIKA, yang
mempunyai rumus kimia SiO2. Mineral apa yang bisa pertama kita ingat kalau rumus
kimia nya SiO2? Tentu saja kuarsa. Tapi,tahukah bahwa ada banyak mineral lain? Ada
mineral yang bernama opal, kalsedon, sanidin, tridimit dan kristobalit. Bagaimana cara
membedakannya? Kita bisa memanfaatkan sifat-sifat yang ada dari mineral dengan
melakukan pengamatan di bawah mikroskop,seperti dengan meilihat warna interferensi
atau mengenalinya melalu sifatnya (isotrop/ anisotrop).

Isotrop dan Anisotrop


Pada pengamatan sayatan tipis dengan memasukkan analisator (nikol silang), kita akan melihat
adanya dua kemungkinan, mineral akan tetap gelap atau akan menunjukkan warna yang beragam.
Jika mineral tetap gelap ketika meja mikroskop diputar, berarti mineral mempunyai sifat isotrop, yang
artinya cahaya merambat dengan kecepatan yang sama. Hal ini berlaku pada sistem kristal isometrik,
dimana semua sumbu sama panjang ke semua arah.
Contoh substansi yang isotrop: halit, glass, intan, mineral wool.
Jika mineral yang kita amati menunjukkan ada perubahan warna ketika meja mikroskop
diputar, berarti mineral itu bersifat anisotrop dan cahaya merambat dengan arah yang
berbeda. Sifat anisotropi terbagi menjadi dua, yaitu uniaxial dan bersifat biaxial.

Uniaxial
Untuk
uniaxial,
saya
biasanya
menggunakan
jembatan
keledai UHT
- Uniaxial Hexagonal Tetragonal. Perambatan gelombang dalam 2 arah saja, yaitu
arah nomega dan nepsilon.
Bagaimana cara membayangkannya?
Kita bayangkan dalam sistem kristal hexagonal dan tetragonal, maka nilai sumbu x1
= x2 z. Perambatan hanya pada arah nomega dan nepsilon. Pada mineral dengan
sistem uniaxial positif, dimanaomega sejajar dengan arah sumbu-z, atau yang
mempunyai panjang sumbu yang lebih panjang daripada sumbu yang lain. Sumbu x1
= x2 yang mempunyai panjang sumbu yang sama, dimana perambatannya berdasarkan
arah epsilon. Karena sumbu-c nya lebih panjang dibanding sumbu x1 dan
x2 , maka omegaakan
merambat
lebih
jauh
dibanding epsilon sehingga
bisa
ditulis nomega < nepsilon. Contoh mineral uniaxial adalah kuarsa, kalsit.

Uniaxial positif: nomega < nepsilon.

Uniaxial negatif: nomega > nepsilon.

Biaxial
Mineral dengan sistem kristal orthorhombik, monoklin and
x y z, sehingga sumbu indikatriksnya disebut sebagai

triklin, panjang sumbu

nalpha, nbeta, ngamma


dimana nalpha < nbeta < ngamma

Dari sumbu indikatriks tersebut, maka kita bisa mengetahui warna interferensi
maksimum (maximum birefringence): nmaximum = ngamma - nalpha

nalpha sejajar dan di plot sejajar sumbu X


nbeta sejajar dan di plot sejajar sumbu Y
ngamma sejajar dan di plot sejajar sumbu Z
dimana , nalpha < nbeta < ngamma sehingga panjang dari sumbu x < y < z. Contoh dari
mineral biaxial adalah borax, talc, mika dan gypsum.

Membaca Michel Lvy Chart


Michel Lvy chart digunakan untuk mengenali karakteristik mineral dari nilai intereferensi maksimum
yang didapat dari mineral yang belum kita ketahui. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
(ilustrasi lihat gambar di bawah):
1. Pengamatan nikol silang
2. Tempatkan mineral pada posisi gelap sempurna
3. Putar mineral sampai berada pada posisi terang sempurna
4. Kenali warna terang maksimumnya secara visual dengan membandingkan dengan diagram michel
levy. Kemudian baca berapa panjang gelombang nya di bagian bawah dari diagram (catat
pembacaan, misalkan kita mendatkan warna biru, dan kita bingung apakah ini biru mewakili orde 2655 nm atau biru orde 3-1150 nm)
5. Masukkan plat gypsum (panjang gelombang 550 nm)

6. Warna yang kita lihat adalah warna yang sudah bertambah 1 lambda (Misalkan
warna yang kita dapat berwarna biru kehijauan, maka panjang gelombang 655+550=
1205).
Untuk mendapatkan file Michel-Lvy chart, silahkan akses di link ini.

Menentukan
simbol
optis
dengan
plat
gipsum
Gipsum seperti sudah dijelaskan sebelumnya mempunyai panjang gelombang 550
nm.
Ketika
plat
dimasukkan,
makaakan
terjadi:
a. penambahan sebesar 550nm --> kenaikan orde dari warna interferensi (misal dari
warna
krem
menjadi
berwarna
biru)
b. pengurangan sebesar 550 nm --> penurunan warna interferensi (misalkan
menjadi
warna
kuning)
Menggunakan
Plat
Kuarsa,
Mica
dan
Gypsum
Selain menggunakan plat gipsum yang mempunyai panjang gelombang (lambda)
550 nm, kita juga bisa menggunakan plat kuarsa yang mempunyai panjang 137-150
nm atau mika yang mempunyai panjang gelombang 1/4 lambda = 147 nm.
Contoh

pemakaian

gypsum

saya

berikan

di

gambar

bawah

ini.

Semoga

bermanfaat....

Referensi
http://www.brocku.ca/earthsciences/people/gfinn/optical/unindctx.htm
https://www.mccrone.com/mm/the-michel-levy-interference-color-chart-microscopys-magical-colorkey/
http://www.zeiss.com/microscopy/en_de/downloads/brochure-downloads.html?
catalog=light_microscopy&search=levy&x=-1426&y=-822

http://science.howstuffworks.com/innovation/famous-inventors/5-isaac-newtoninventions.htm#page=6