Anda di halaman 1dari 27

I.

Materi Pembelajaran
A. PERLAKUAN

AKUNTANSI

TERHADAP

AUDIT

SIKLUS

PENGELUARAN
1. Deskripsi Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pengeluaran barang dan
jasa. Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan
surat berharga yang akan digunakan untuk enghasilkan pendapatan
dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun atau sediaan dan surat berharga
yang

akan

dikonsumsi

atau

digunakan

untuk

menghasilkan

pendapatan dalam jangka waktu satu tahun atau kurang. Jasa yag
diperoleh perusahaan juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Yang hanya menghasilkan manfaat satu tahun atau kurang (jasa
personel, bunga, asuransi, iklan)
b. Jasa yang menhasilakn manfaat lebih dari stu tahun (aktiva tak
berwujud)
Umumnya transaksi besar yang membentuk siklus pengeluaran
dalam perusahaan terdiri dari:
a. Transaksi pembelian
b. Transaksi pengeluaran kas
Sistem pengeluaran terdiri dari berbagai sistem informasi berikut
ini:
a. Sistem pembelian, yang terdiri dapri prosedur:
1) Prosedur permintaan pembelian
2) Prosedur order pembelian
3) Prosedur penerimaan brang
4) Prosedur penyimpanan barang
5) Prosedur pembuatan bukti kas keluar
6) Prosedur pencatatan uang
b. Sistem pengeluaran kas, yang terdiri dari jaringan prosedur:
1) Prosedur pembayaran bukti kas keluar
2) Prosedur pencatatan pengeluaran kas

2. Perlakuan Akuntansi terhadap Transaksi Pembelian


a) Aktivitas Pengendalian - Transaksi Pembelian
Aktivitas pengendalian dari suatu perusahaan yang relevan
dengan tujuan audit spesifik untuk transaksi pembelian, dengan
mengidentifikasi beberapa dokumen dan catatan penting yang
1

digunakan dalam pemrosesan transaksi pembelian secara kredit.


Pembahasan tentang fungsi-fungsi ini juga mencakup bagaimana
prosedur pengendalian terjali sedemikian rupa untuk mengurangi
resiko salah saji dalam asersi-asersi laporan keuangan yang
dipengaruhi

oleh

transaksi

pembelian.

Diantara

aktivitas

pengendalian yang dibahas adalah pemisahan tugas, pengedalian


fisik, pengendalian manajemen, dan pengendalian akuntansi
komputer. Pertimbangan akan diberikan kepada prosedur yang
digunakan auditor untuk memperoleh dan memdokumentasikan
pemahaman

atas

pengendalian

internal,

serta

melakukan

pengujian pengendalian yang digunakan dalam membuat penilaian


akhir atas resiko pengendalian untuk transaksi pembelian.
b) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dan tanggung jawab setiap fungsi dalam
transaksi pembelian adalah sebagai berikut:
1) Fungsi Gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan
perminttan pembelian sesuai dengan posisi sediaan yang ada
di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima
oleh fungsi penerimaan.
2) Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk mempeoleh
mengenai informasi harga barang, menentukan pemasok yang
dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order
pembelian kepada pemasok yang telah dipilih.
3) Fungsi Penerimaan Barang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk

melakukan

pemeriksaan atas jenis, mutu, dam kuantitas brang yang


diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya
barang tersebut diterima oleh perusahaan. Selain itu, juga
bertanggung jawab untuk menerima barang dari pebeli yang
berasal dari transaksi retur penjualan.
4) Fungsi Pencatatan Utang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi
pembelian ke dalam register bukti kas keluar dan untuk
menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas keluar)
2

yang

berfungsi

sebagai

catatan

utanag

atau

menyelenggarakan buku pembantu utang sebagai buku


pembantu utang.
5) Fungsi Akuntansi
Biaya Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat
sediaan dan aktiva tetap.
6) Fungsi Akuntansi Umum
7) Fungsi Penerima Kas
Secara

garis

besar

transaksi

pembelian

mencakup

prosedur:
1) Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi
pembelian.
2) Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai
pemasok.
3) Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai
pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
4) Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok
pilihan.
5) Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang
dikirim oleh pemasok.
6) Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada
fungsi gudang untuk disimpan.
7) Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi
akuntansi.
8) Fungsi akuntansi memnerima faktur dari pemasokdan atas
dasar faktur dari pemasok tersebut, fungsi akuntansi mencatat
kewajiban yang timbul atas transaksi pembelian.
c) Dokumen dan Catatan yang Umum dalam Transaksi Pembelian
Sejumlah dokumen dan catatan umum yang tercakup dalam
siklus pengeluaran-transaksi pembelian adalah sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)

Surat permintaan pembelian


Surat permintaan otorisasi investasi
Surat permintaan otorisasi reparasi
Surat permintaan penawaran harga
Surat pesanan pembelian
Laporan penerimaan barang
Surat perubahan order pembelian
Bukti kas keluar
Faktur penjual/pemasok
3

Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi


pembelian adalah:
1)
2)
3)
4)

Register bukti kas keluar


Jurnal pembelian
Buku pembantu utang
Buku pembantu sediaan
Pemrosesan transaksi pembelian mencakup fungsi-fungsi

pembelian berikut:
1) Pengajuan pembelian. Suatu transaksi diawali dengan proses
pemberian persetujuan atas transaksi yang akan dilakukan
dengan pihak ketiga yang independen. Banyak perusahaan
memisahkan subfungsi- subfungsi untuk transaksi dalam
jumlah

dolar

tertentu.

Permitaan

yang

diajukan

oleh

perusahaan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan


lain, yang meliputi:

a) Pencantuman nama pemasok yang telah disetujui.


Proses

menyetujui

pemassok

yang

akan

mengirimkan barang dan jasa yang dibutuhkan perusahaan


merupakan pengendalian yang penting, terutama dalam
sistem akuntansi yang mengandalkan pada pengendalian
komputer.
b) Pengajuan kembali permintaan barang dan jasa.
Permintaan pembelian merupakan awal dari jejak
transaksi

yang

mendokumentasikan

bukti

dalam

mendukung asersi manajemen seperti eksistensi atau


kejadian

transaksi

pembelian.

Permintaan

pembelian

menyediakan bukti tentang tujuan audit yang spesifik.


Pengendalian

penting

yang

harus

dipertimbangkan

perusahaan adalah bahwa seluruh permintaan memenuhi


kebijakan otorisasi yang ditetapkan oleh perusahaan.
c) Pembuatan besarnya pesanan pembelian.

Departemen pembelian mempunyai kewenangan


untuk menerbitkan pesanan pembelian hanya setelah
menerima permintan pembelian yang disetujui dengan
benar.

Pembuatan

pesanan

pembelian

merupakan

kelanjutan dari proses pemrakarsaan transaksi. Peran


pembelian adalah untuk memastikan sumber pasokan
terbaik

dan

untuk

baran-barang

yang

penting,

mendapatkan harga penawaran yang paling kompetitif.


Pesanan pembelian juga menjadi bagian dari jejak
transaksi

untuk

mendokumentasikan

bukti

yang

mendukung asersi eksistensi atau kejadian pada transaksi


pembelian. Pengecekan independen selanjutnya atas
disposisi pesanan pembelian untuk review status semua
pesanan pembelian terbuka dan belum terpenuhi berkaitan
asersi kelengkapan pada transaksi pembelian.
2) Penerimaan barang dan jasa.
Pesanan pmbelian yang sah merupakan otorisasi bagi
departemen penerimaan untuk menerima barang yang dikirim
oleh pemasok. Penerimaan barang dan jasa ini biasanya
mebuktikan bahwa suatu transaksi dan penetapan kewajiban
telah

terjadi.

Personil

departemen

penerimaan

harus

membandingkan barang yang diterima dengan uraian yang


tercantum dalam pesanan pembelian, menhitung barang, dan
memerikasa

kemungkinan

adanya

barang

yang

rusak.

Penerimaan barang dan jasa atau pengiriman fisik barang atau


jasa, yang mencakup:
a) Penerimaan barang
b) Penyimpanan barang yang diterima untuk perusahaan.
c) Pengenbalian barang ke pemasok.
3) Pembuatan laporan penerimaan
Laporan penerimaan bernomor urut harus dibuat untuk
setiap pesanan yang diterima, untuk

mendokumentasikan

bahwa kewajiban telah ditetapkan. Laporan penerimaaan


barang merupakan dokumen penting dalm mendukung asersi
eksistensi atau kejadian untuk transaksi pembelian. Informasi
5

yang ada dalam laporan penerimaan akan diteruskan ke


bagian utang usaha melalui salinan laporan penerimaan atau
secara elektronis.
4) Penyimpanan barang yang diterima sebagai persediaan
Pemisahan fungsi penyimapanan barang yang diterima
sebagai persediaan dari fungsi lainnya yang terlibat dalam
pembelian dapat mengurangi terjadinya resiko pembelian yang
tidak diotorisasi atau penyalahgunaan barang. Perusahaan
harus menyimpan barang di tempat yang aman dengan akses
yang terbatas dan diawasi secara memadai.
5) Pencatatan kewajiban.
Penerimaan barang dan jasa biasanya menetapkan
suatu

kewajiban

transaksi.

bag

Akuntansi

perusahaan
akrual

untuk

menyelesaikan

mensyaratkan

penetapan

kewajiban. Pengakuan formal oleh perusahaan atas kewajiban


hukum, yang meliputi:
a) Pembuatan

voucher

pembayaran

dan

pencatatan

kewajiban.
b) Pertanggungjawaban atas transaksi yang telah dicatat.
Pengendalian atas pencatatan aseri dan asersi/tujuan
audit spesifik yang berkaitan meliputi hal-hal berikut:
a) Menetapkan kesesuaian antara rincian dalam voucher
dengan faktur penjual serta laporan penerimaan barang
dan pesanan pembelian yang bersangkutan.
b) Membandingkan tanngal laporan penerimaan dengan
tanggal pencatatan voucher. Kedua tanggal itu harus
berada pada periode akuntansi yang sama.
c) Melaksanakn pengecekan yang independen

atas

keakuratan matematis dari setiap voucher dan faktur


pemasok pendukungnya.
d) Menentukan bahwa semua voucher telah dibukukan dan
diikhtisarkan secara tepat dalam catatan akuntansi.
e) Menetapkan bahwa voucher mencerminkan kewajiban
perusahaan dengan cara menunjuk seseorang untuk
meberi persetujuan atas pembayaran voucher.

f) Meberikan kode atas distribusi akun, dengan menunjukkan


akun aktiva atau beban yang harus didebet, ke voucher
tersebut.
g) Dokumen pendukung harus segara distempael, dilubangi,
atau dibubuhi tanda lainnya agar dokumen tersebut tidak
bisa

digunakan

lagi

untuk

mengajukan

permintaan

pembayaran.
6) Pembuatan voucher dan pencatatan kewajiban
Setelah menerima faktur dari penjual, biasnya personil
depatemen utang uaha akan memasukkan data transaksi
melalui terminal. Program edit akan menegecek hal-hal seperti
validitas nomor pemasok, kecocokan antar kuantitas dalam
voucher dengan yang diterima, menguji keakuratan matematis
pada faktur penjual danvoucher, membandinhkan klasifikasi
akun pada voucher dengan klasifikasi akun pada pesanan
pembelian.
d) Aktivitas

Pengendalian

dalam

Sistem

Informasi

Akuntansi

Pembelian
Aktivitas

pengendalian

yang

dapat

mencegah

dan

mendeteki salah saji mencakup:


1) Otorisasi umum dan khsus untuk setiap pembelian
2) Setiap surat order pembelian haru didasarkan pada surat
permintaan yang telah diotorisasi.
3) Setiap penerimaan barang harus didasrkan pada surat order
pembelian ang telah diotorisasi.
4) Fungsi penerimaan barang menhitung, menginspeksi, dan
membandingkan barang yang diterima dengan data barang
yang tercantum dalam surat order pembelian yang telah
diotorisasi.
5) Penyerahan barang dari fungsi penerimaan barang ke fungsi
gudang harus didokumentasikan.
6) Bukti kas keluar harus dilampiri dengan dokumen pendukung
yang lengkap dan sah.

7) Setiap pencatatan ke register bukti kas harus didukunhg


dengan bukti kas keluar yang dilampiri dengan dokumen
pendukung yang lengkap.
8) Pengecekan secara independen posting ke dalm buku
pembantu usaha, sediaan, aset tetap, dengan akun kontol
yang bersangkutan dalam buku besar.
9) Pertanngung jawaban secara periodik

semua

formulir

bernomor urut tercetak.


10)Panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun.
11) Review kinerja secara periodik.

3. Perlakuan Akuntansi terhadap Transaksi Pengeluaran Kas


a) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dan tanggung jawab setiap fungsi dalam
transaksi pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas


Fungsi pencatat utang
Fungsi keuangan
Fungsi akuntansi biaya
Fungsi akuntansi umum
Fungsi audit intern
Fungsi penerima kas

b) Dokumen dan Catatan yang Umum dalam Transaksi Pengeluaran


Kas
Sejumlah dokumen dan catatan umum yang tercakup dalam
siklus pengeluaran-transaksi pengeluaran kas adalah sebagai
berikut:
1) Permintaan cek
Berfungsi sebagai sebagai permintaan dari fungsi yang
memerlukan pengeluaran kas kepada fungsi pencatat utang
untuk membuatbukti kas keluar.
2) Bukti kas keluar
Berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada
fungsi keuangan sebesar yang tercantum dalam dokumen
tersebut.

Selain

itu,

juga

berfungsi

sebagai

surat
8

pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dan berfungsi pula


sebagai dokumen sumber bagi pencatatan berkurangnya
utang.
3) Cek
Merupakan

dokumen

yang

digunakan

untuk

memerintahkan bank melakukan pembayaran sejumlah uang


kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada
cek. Pilihan dalam penggunaan cek untuk pembayaran adalah
chek issuer membuat cek atas nama dan chek issuer membuat
cek atas unjuk.
4) Kuitansi
Dokumen ini merupakan bukti tanda terima cek dari
penerimaan cek pembayaran.
5) Register cek
Digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dengan
cek, digunakan untuk menvatat cek-cek perusahaan yang
dikeluarkan untuk pembayaran para kreditur perusahaan atau
pihak lain.
6) Buku besar
Akun

buku

besar

yang

terkait

dalam

transaksi

pengeluaran kas adalah utang usaha dan kas.


c) Aktivitas

Pengendalian

dalam

Sistem

Informasi

Akuntansi

Pengeluaran Kas
Aktivitas

pengendalian

yang

dapat

mencegah

dan

mendeteki salah saji mencakup:


1) Penandatanganan cek harus mereview bukti kas keluar dan
dokumen pendukungnya.
2) Pembubuhan cap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah
dibayar beserta dokumen pendukungnya.
3) Pengecekan secara independen antara cek dan bukti kas
keluar.
4) Pertanggungjawaban semua nomor urut cek.
5) Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan
akuntansi.
6) Rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak ketiga yang
independen.
9

7) Pengecekan

secara

independenterhadap

tanggal

yang

tercantum dalam bonggol cek dan tanggal pencatatannya.

10

Penilaian Sistem Pengendalian Intern Siklus Pengeluaran


Contoh Kuisoner
Y = Ya

T = Tidak

TR = Tidak Relevan
Y
T
TR
Penyimpanan dan Pengawasan Fisik
1.
Apakah persediaan:
a. Dipisahkan atas kelompok:
1. Bahan baku?
2. Barang dalam proses?
3. Barang jadi/dagang?
4. Bahan pembantudan suku cadang?
b. Diatur secara rapi dan tertib?
c. Tercegah dari:
1. Pencurian?
2. Kerusakan?
3. Kebakaran, banjir, dan risiko lain?
d. Secara berkala dicocokkan dengan kartu gudang?
2.
Apakah persediaan di bawah pengawasan seorang penjaga gudang
3.
4.

atau orang tertentu lainnya?


Apakah kecuali petugas gudang dilarang masuk gudang?
Apakah setiap pengeluaran barang jadi berdasarkan bukti penjualan

5.

tertulis?
Apakah setiap pengeluaran barang jadi/barang dagang harus
berdasarkan surat jalan atau sejenisnya yang diotorisasi penjabat
perusahaan yang berwenang?
Apakah terdapat pos-pos penjagaan yang mengawasi arus masuk

6.

keluar barang secara efektif?


Pembukuan Persediaan
7.
Bila klien menggunakan sistem persediaan perpetual (perpetual
a.
1.
2.
3.
4.
b.

inventory sistem)
Apakah dibuat kartu persediaan untuk:
Bahan baku?
Barang dalam proses?
Barang jadi/dagang?
Bahan pembantu dan suku cadang?
Apakah kartu persediaan tersebut dipegang oleh staf yang tidak

menguasai persediaan secara fisik?


c. Apakah total jumlah menurut kartu persediaan tersebut secara berkala
dicocokkan dengan akun kontrol (buku besar) persediaan?
d. Apakah saldo kartu persediaan dicocokkan dengan hasil stock opname
paling sedikit setahun sekali?
e. Bila terdapat selisih, apakah diinvestigasi oleh orang yang tidak
11

menguasai persediaan secara fisik atau pemegang kartu persediaan?


f. Apakah penyesuaian (adjusment) atas selisih diotorisasi oleh petugas
berwenang?
Bila digunakan sistem periodik, sebutkan prosedur dan pengawasan

8.

yang dilakukan.
Stock Opname
9.
Apakah yang mengawasi/melakukan perhitungan atau menyusun
a.

ikhtisar hasil perhitungan terpisah dari:


Penguasaan secara fisik atas barang (penjaga gudang dan

sebagainya)?
b. Pencatatan kartu persediaan?
10. Apakah dibuat instruksi tertulis untuk pelaksanaan stock opname?
11. Apakah dilakukan pisah batas (cut-off) atas penerimaan dan
12.

pengeluaran barang selama stock opname?


Apakah barang yang penjualannya lambat (slow moving), usang

13.
14.

(obselete), rusak dipisahkan?


Apakah hasil stock opname dicocokkan dengan buku besar?
Apakah persediaan akhir dinilai secara konsisten dengan tahun
sebelumnya?

Sistem Pembiayaan
15. Bila terdapat sistem perhitungan biaya (costing system), apakah:
a. Sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia?
b. Cocok dengan produk?
c. Terancang untuk menecegah pemborosan?
d. Dicocokkan dengan laporan keuangan?
e. Menggunakan biaya standar/kalkulasi di muka untuk disesuaikan
dengan biaya sebenarnya?
f. Varians yang timbul dibuat analisisnya?
16. Apakah hal-hal sebagai berikut dilaporakan segera kepada manajemen
a.
b.
c.
d.
e.
f.
17.

(untuk perbaikan/diambil keputusan):


Rencana kebutuhan?
Barang-barang yang penjualannya lambat?
Barang yang usang?
Barang yang rusak?
Kelebihan persediaan?
Persediaan sisa (scrap)?
Apakah untuk persediaan berikut dikendalikan dengan baik dan

dibukukan sebagaimana seharusnya?


a. Barang konsinyasi keluar (milik kklien)?
b. Barang konsinyasi yang diterima (milik perusahaan lain untuk
dijualkan)?
c. Barang dalam costumer bounded warehouse atau brokers warehouse?
12

d. Barang pada kontraktor/subkontraktor?


e. Bahan baku yang disediakan oleh pelanggan/pemesan (customersupplied materials)?
f. Barang kemasan perusahaan yang dapat dikembalikan (retunable
containers)?
g. Barang kemasan?
h. Per produk (by-product)?
18. Apakah barang-barang tersebut pada butir 16 secara fisik dipisahkan
19.

( bila mungkin dilakukan)?


Apakah jumlah rata-rata persediaan cukup dapat diterima untuk jenis

usaha dan besarnya perusahaan?


20. Apakah produksi dilakukan berdasarkan:
a. Pesanan (job rder costing)?
b. Produksi massa (process costing)?
21. Jika berdasarkan pesanan, apakah dibuat lembar pesanan (job order
22.
a.
b.
c.

cost sheet) untuk setiap pesanan?


Apakah metode penilaian persediaan berdasarkan:
Biaya:
masuk pertama keluar pertama (first in-first out-FIFO)
masuk terkhir keluar pertama (last in-first out-LIFO)
rata-rata bergerak (moving average)
rata-rata tertimbang (weighted average)
biaya atau harga pasar lebih rendah (lower of cost or market)
harga jual

Pesanan Pembelian
1.
Apakah pembelian dilakukan:
1.1 Oleh pejabat/bagian khusus?
1.2 Yang terpisah dari bagian:
a. Akuntansi?
b. Pembayaran?
c. Penerimaan barang?
d. Penyimpanan?
e. Pencatatan persediaan?
1.3 Dengan syarat yang menguntungkan (misalnya tender, pemasok
2.

terselseksi)?
Apakah pesanan pembelian (purchase order):
2.1 Dibuat untuk semua pembelian?
2.2 Diotorisasi pejabat tertentu?
2.3 Diberi nomor urut tercetak?
2.4 Tersimpan lengkap, termasuk yang dibatalkan?
2.5 Blanko tersimpan dengan baik?
2.6 Tembusan dikirimkan kepada:
a. Bagian akuntansi untuk dicocokkan dengan laporan penerimaan
barang dan faktur?
b. Bagian penerimaan barang sebagai otorisasi untuk menerima barang?
13

3.

Apakah pembelian dikoordinasi dengan:


3.1 Program produksi?
3.2 Anggaran penjualan?
3.3 Batas persediaan minimum dan maksimum?
4.
Apakah kebijaksanaan pembelian tidak dilakukan denagn memberikan
keuntungan luar biasa kepada:
4.1 Penjual tertentu?
4.2 Relasi staf pembeli atau lainnya?
4.3 Suatu perusahaan dimana staf mempunyai kepentingan?
4.4 Perusahaan afiliasi?
5.
Apakah harga penawaran penjual yang terdaftar (approved) ditinjau
secara berkala, untuk memastikan bahwa selalu merupakan harga
bersaing?
Penerimaan Barang
6.
Apakah terdapat bagian penerimaan barang yang terpisah dari:
a. Bagian pembelian?
b. Bagian akuntansi?
c. Bagian pembayaran?
d. Bagian penyimpanan?
e. Bagian pencatatan persediaan?
7.
Apakah barang yang diterima disertai:
a. Surat jalan atau faktur dari pemasok?
b. Surat Keterangan Pengangkut?
8.
Apakah barang yang diterima diperiksa mengenai:
a. Kuantitas?
b. Keadaan?
c. Spesifikasi pembelian lainnya?
d. Kecocokan degan pesanan pembelian?
9.
Apakah laporan penerimaan barang:
9.1 Dibuat untuk seluruh penerimaan barang?
9.2 Mencatat jumlah yang diterima berdasarkan perhitungan yang
sebenarnya?
9.3 Diberi nomor urut tercetak?
9.4 Disimpan selengkapnya, termasuk yang dibatalkan?
9.5 Blankonya disimpan dengan baik?
9.6 Tembusannya dikirim kepada:
a. Bagian akuntansi, untuk dicocokkan dengan pesanan pembelian dan
b.
10.
10.1
10.2
10.3

faktur?
Bagian pembelian, sebagai informasi bahwa pesanan telah diterima?
Jika barang ditolak oleh bagian penerimaan:
Apakah dibuat surat jalan?
Apakah disimpan oleh bagian penyimpanan?
Apakah retur pembelian cukup terkontrol untuk mengurangi jumlah
utang yang dibukukan?

Faktur Pembelian
14

11.

Apakah faktur-faktur dari pemasok diperiksa/dicocokkan oleh staf

11.1
11.2
12.
12.1
12.2
13.

bagian utang usaha (accounts payable clerk) dengan:


Pesan pembelian?
Laporan penerimaan barang?
Apakah staf bagian utang usaha ini terpisah dari:
Bagian pesanan pembelian?
Bagian penerimaan barang?
Faktur ini secara berturut-turut harus menunjukkan hasil persetujuan

seperti:
13.1 Harga benar?
13.2 Perkalian dan pertambahan?
13.3 Beban-beban lain?
13.4 Pengurangan-pengurangan potongan atau penyisihan (allowance)
lainnya?
13.5 Kode atau alokasi akun yang harus dibebankan?
Pengeluaran Cek
1. Apakah semua pembayaran kecuali untuk pengisian dana kas kecil
2.

dilakukan dengan cek?


Apakah semua cek yang belum digunakan, disimpan oleh orang

3.
4.

tertentu secara aman?


Apakah cek diguanakan menurut nomor urut?
Apakah semua cek yang dibatalkan tetap melekat pada buku cek dan

5.
6.

7.

dirusak agar tidak dapat disalahgunakan?


Apakah cek dilindungi terhadap pemalsuan tulisan?
Apakah kebijakan perusahaan:
6.1 Tidak memungkinkan penandatanganan balanko cek?
6.2 Menghindari mengeluarkan cek "tunai" (tidak atas nama)?
6.3 Tidak mengeluarkan cek mundur?
Haruskah semua cek:
7.1 Di-counter signrd?
7.2 Dilengkapi dengan bukti pendukung yang cukup bila diajukan

9.

untuk ditandatangani?
Sebutkan batas jumlah yang dapat ditandatangani hanya seorang:
Jumlah: Rp
Oleh:
Apakah penandatangan cek terpisah dari orang yang menyimpan uang

10.

kas dan pemegang buku?


Bila digunakan stempel, apakah disimpan oleh yang berhak

11.

menandatangani cek?
Apakah setiap pembayaran didukung dengan bukti otentik yang telah

8.

diperiksa dan disetujui oleh orang laindari yang menandatangani cek


12.

dan diparaf?
Apakah semua bukti segera distempel "LUNAS" untuk menghindari
15

pembayaran dua kali?


13. Apakah orang yang menyiapkan cek berbeda dengan:
13.1 Orang yang menandatangani cek?
13.2 Pembayar uang kas?
14. Bila perusahaan menerima cek mundur dari pelanggan, apakah cek
tersebut tidak pernah dibayarkan lagi kepada pihak ketiga?
Pembelian-Pembelian Khusus
14. Apakah pembelian antarperusahaan afiliasi harganya layak?
15. Apakah pembelian antardepartemen dalam suatu perusahaan:
15.1 Tidak diperhitungkan laba?
15.2 Bila terdapat laba antarperusahaan laba tersebut telah dieliminasi
kembali?
Informasi Umum
16. Apakah sistem informasi termasuk:
16.1 Anggaran pembelian?
16.2 Anggaran biaya?
16.3 Perbandingan antara anggaran dengan yang sebenarnya?
16.4 Penjelasan tertulis atas penyimpangan yang material (penting)?
17. Apakah perhitungan rasio yang berikut secara teratur diperiksa dan
17.1
17.2
17.3
18.

dijelaskan dengan cukup:


Persentase laba kotor dengan penjualan?
Persentase biaya penjualan dengan penjualan?
Tingkat perputaran persediaan (inventory turn-over)?
Apakah ada prosedur yang cukup untuk menjamin pertimbangan yang

tepat dari:
18.1 Pisah batas pembelian?
18.2 Penyesuaian pendapatan dan biaya?
18.3 Laba yang tidak direalisasi pada barang?
Utang
19. Apakah terdapat buku utang?
20. Apakah daftar kreditor/utang:
20.1 Disusun secara up-to-date (bulanan/triwulan)?
20.2 Dicocokkan dengan saldo akun kontrol?
20.3 Secara periodik diperiksa atas saldo debet yang ada?
21. Apakah detail dari kreditor yang lama belum dibayar diteliti sebab22.

sebabnya?
Apakah pemegang buku akun kontrol utang terpisah dari pemegang

23.

Buku Pembatu Utang?


Apakah pemasok yang banyak mutasinya mengirimkan perincian
perhitungan atau saldo secara periodik, dan dicocokkan oleh pegawai
yang tidak memegang Buku Pembantu Utang?

16

A.

Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan di atas:

B.

Catatan lain:

C.
D.

Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk)?


Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya).

Klien

Dibuat oleh:

Diperiksa oleh:

Indeks

Skedul:

Tanggal:

Tanggal:

Periode:

B. TUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS PENGELUARAN


Tujuan audit adalah untuk meyakinkan bahwa:
1. Persediaan
a) Semua persediaan yang dicatat memang benar-benar ada pada
tanggal neraca (existenxe).
b) Semua persediaan pada

tanggal

yang

ada

dihitung

dan

dicantumkan dalam ikhtisar persediaan (completeness).


c) Semua persediaan milik perusahaan (ownership).
d) Penilaian dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum danditerapkan secara konsisten (valution).
e) Pos-pos persediaan telah diklasifikasikan

dengan

tepat

(classification).
f) Semua persediaan telah dicatat dengan pisah batas pembelian dan
penjualan pada akhir tahun dengan tepat (cut-off).
g) Jumlah rincian persediaan persediaan sesuai dengan buku besar
(mechanical accuracy).
h) Semua persediaan yang dijadikan jaminan telah diungkapkan
dengan lengkap dalam laporan keuangan (disclosure).
2. Beban Pokok Penjualan
a) Ketepatan penetapan laba kotor tergantung pada tepat dan
konsistennya penetapan beban pokok penjualan serta penilaian
persediaan dan adanya harga jual yang tepat (valution).
b) Perhitungan laba rugi khususnya yang berkaitan

dengan

perhitungan harga pokok yang telah dilakukan dengan layak


17

dasarnya sesuai dengan prinsip penandingan antara pendapatan


dengan biaya-biaya terkait (matching cost against revenue).
c) Penyajian harga poko dalam laporan keunagan harus sesuai
dengan

sifat

harga

pokok

itu

sendiri,

misalkan

perdagangan/manufaktur, dan didukung dengan klasifikasi yang


tepat (classification, presentation, and disclosure).
d) Pengeluaran barang yang terjual didasarkan atas persetujuan
penjabat yang berwenang dan didukung dengan bukti-bukti yang
cukup

serta

benar-benar

merupakan

beban

perusahaan

(accuracy).
e) Semua beban pokok penjualan telah dibukukan dengan lengkap
serta tepat dalam pisah batas pada periode yang bersangkutan
(completeness and cut-off).
3. Kewajiban
a) Semua kewajiban yang ada pada tanggal neraca telah dinyatakan
dalam laporan keugan dengan benar dan lengkap (accuracy and
completeness).
b) Utang yang tercantum dalam laporan keuangan merupakan milik
perusahaan (right and obligation).
c) Pisah batas telah dilakukan dengan tepat (cut-off).
d) Diklasifikasikan dengan benar (classification).
e) Dijelaskan secukupnya mengenai:
Jaminannya
Kewajiban gantung dan bersyarat termauk kemungkinan
membayar pajak atau misalnya adanya komitmen penggantian

atas kerusakan lingkungan hidup.


Perjanjian yang penting sehubungan dengan pembelian aktiva

tetap, masa berlaku letter of credit (L/C), dan lain-lain.


Kewajiban yang besar dan tidak lazim yang timbul setelah

tanggal neraca.
Hal-hal penting lainnya

Kelompok Asersi

Tujuan Audit terhadap

Tujuan Audit terhadap

Keberadaan dan

Golongan Transaksi
Transaksi pembelian

Saldo Akun
Utang usaha yang tercatat
18

Keterjadian

mencerminkan barang dan jasa

mencerminkan jumlah

yang baik yang diterima dari

kewajiban entitas yang ada

pemasok selama periode yang

pada tanggal neraca.


Aktiva tetap mencerminkan

diaudit.
Transaksi pengeluaran kas

aktiva produktif yang

mencerminkan pembayaranyang

masih dimanfaatkan paa

dilakukan kepada pemasok

tanggal neraca
Aktiva tidak berwujud

selama periode yang diaudit.

mencerminkanaktiva
produktif yang masih
dimanfaatkan pada tanggal
Kelengkapan

Semua transaksi pembelian dan

neraca.
Utag usaha mencakup

pengeluaran kas yang terjadi

semua jumlah yang

selama periode yang diaudit telah

teutang kepada pemasok

dicatat.

barang dan jasa pada


tanggal neraca.
Saldo aset tetap
mencakup semua
transaksi peruabahan yang
terjadi selama periode

Hak dan kewajiban

Entitas memiliki kewajiban

yang diaudit.
Utang usaha pada tanggal

sebagai akibat transaksi

neraca mencerminkan

pembelian yang tercatat dalam

kewajban entitas kepada

periode yang diaudit.


Entitas memiliki hak atas aktiva

pemasok.
Entitas memiliki hak atas

teatap sebagai akibat transaksi

aset tetap yang tercatat

pembelian yang tercatat dalam

pada tanggal neraca.


Entitas memiliki hak atas

periode yang diaudit.


Entitas memiliki hak atas aktiva

aktiva tidak berwujud yang

tidak berwujud sebagai akibat

tercatat pada tanggal

transaksi pembelian yang tercatat

neraca.

Penilaian atau

dalam periode yang diaudit.


Semua transaksi pembelian atau

Utang usaha dinyatakan

lokasi

pengeluaran kas yang telah

dalam jumlah yang benar


19

dicatat dalam jurnal diringkas dan

kewajiban entitas pada

diposting kedalam akun yang

tanggla neraca.
Aset tetap dinyatakan

benar.

dalam kos dikurangi


degnga akumulasi
depresiasi.
Aset tidak berwujud
dinyatakan pada cost
ataucost dikurangi
akumulasi amortisasi.
Biaya yang berkaitan
dengan aset tetp dan aset
tidak berwujud dicatat
sesua dengan prinsipprisip akuntansi berterima
Penyajian dan

Rincian transaksi pembelian dan

umum.
Utang usaha, aset tetap,

pengungkapan

pengeluaran kas mendukunng

aset tetap tak berwujud

penyajian akun yang berkaita

dan dklasifikasikan

dalam laporan keuangan, baik

dengansemestinya dengan

klasifikasinya maupun

neraca.
Pengungkapan memadai

pengungkapannya.

telah dibuat berkaitan


dengan utang usaha, aset
tetap, dan aset tetap tak
berwujud.
4. Metodologi Desain Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif
atas Transaksi
Pengujian pengendalian dan pengujian sunstantif atas transaksi
untuk siklus akuisisi dan pembayarandibagi menjadi dua wilayah besar,
yaitu:
a) Pengujian akuisisi, yang meliputi tiga dari empat fungsi bisnis, yaitu
pemrosesan pesanan pembelian, penerimaan barang dan jasa,
dan pengakuan utang.

20

b) Pengujian pembayaran, yang meliputi fungsi keempat, yaitu


pemrosesan dan pencatatan pengeluaran kas.
5. Memahami Pengendalian Internal
Auditor mendapatkan pemahaman tentang pengendalian intenal
untuk siklus akuisisi dan pembayaran sebagai bagian dari proses
prosedur penilaian resiko. Hal ini dilakukan dengan mempelajari
diagram alur klien, menelaah kuisioner pengendalian internal, dan
melakukan pengujian garis besar terhadap transaksi akuisisi dan
pengeluaran kas. Prosedur pemahaman pengendalian internal dalm
siklus akuisisi dan pembayaran sam dengan prosedur yang dilakukan
pada siklus transaksi lainnya.
6. Menilai Resiko Pengendalian Terencana
Terdapat otorisasi dari pembelian, pemisahan penanganan
peneriman barang dengan fungsi lainnya, pencatatan tepat waktu dan
penelaahan transaksi secara independen, dan otorisasi pembayaran
kepada vendor.
a) Mengotorisasi Pembelian
Otorisasi pembelian yang benar dapt memastikan bahwa
barang dan jasa yang diakuisisi telah diotorisasi leh perusahaan
dan tidak tejadi pembelian barang yang berlebih atau tidak perlu.
Setelah permintaan pembelian disetujui, permintaan
pembelian untuk akuisisi barang atau jasa akan dimulai. Pesanan
pembelian diberikan kepada vendor unuk barang-barang tertentu
pada harga tertentu dan dikirimkan pada atau dalam jangka waktu
ayang telah ditentukan. Pesanan pembelian, biasanya dibuat
menggunakan

dokumen

yang

sifatnya

legal,

merupakan

penawaran untuk membeli barang atau jasa.


Perusahaan pada umumnya mendirikan

departemen

pembelian untuk memastikan kualitas barang dan jasa pada harga


minimal yang ditentukan. Untuk pengendalian internalyang baik,
departemen pembelian seharusnya terpisah dari pihak yang
memberikan otorisasi atas akuisisi atau penerimaan barang.
Seluruh pesanan pembelian harus bernomor urut agar lebih mudah
21

memperhitungkan semua pesanan yang masih dalam perjalanan


dan

dicatat

dalam

kolom

dan

spasi

yang

memadai

gunameminimalkan kemungkinan penolakan formulir saat barang


dipesan.
b) Memisahkan Tanggung Jawab Asetdari Fungsi Lainnya
Untuk menghindari pencurian atau penyalagunaan, barang
perlu dikontrol secara fisik sejak barang diterima hinga barang
tersebut digunakan atau dibuang. Personel di departemen
peneimaan harus independen (berbeda) dari personel dibagian
penyimpanan dan departemen akuntansi. Pencatatan akuntansi
perlu memindahkan tanggungjawab terhadap barang setiap kali
dipindahkan,

dari

penerimaan

ke

penyimapanan,

dari

penyimapanan ke pabrik, dll.


c) Melakukan Pencatatan Tepat Waktu dan Penelaahan Independen
atas Transaksi
Penendalian penting dalam dalam bagian utang dagang da
bagian teknologi informasi merupakan syarat bahwa penanggung
jawab akuisisi tidak memiliki akses terhadap uang tunai, surat
berharga, dan aset lainnya. Dokumen dan pencatatan yang
memadai, prosedur yang benar dalm pencatatan, dan pengecekan
independen atas kinerja juga merupakan pengendalian yang
diperlukan dalm fungsi utang dagang.
Pengendalian atas pengeluaran kas yyang paling penting
meliputi:

Penandatanganan cek oleh personel dengan otoritas yang

memadai
Pemisahan tanggung jawab atas penandatanganan cek dan

perjalanan fungsi utang dagang.


Pemeriksaan dokumen pendukung secara seksama dalam
waktu cek ditandatangani oleh personel yang menandatangani
cek tesebut.
Cek harus bernomor urut untuk memudahkan dalm

menghitung seluruh cek dan dicetak di dtas kertas khusus


sehinnga

nama

penerima

dan

jumlahnya

susah

diganti.
22

Perusahaan harus hati-hati dalam mengontrol cek kosong, cek


ditolak, dan cek yang ditandatangani. Perusahaan juga harus
memiliki kode untuk membatalkan dokumen pendukund agr tidak
digunakan kembali untuk cek lain. Metode yang biasa dipakai
adalah menuliskan nomor cek pada dokumen pendukung cek
tersebut.
d) Menentukan Lingkup Pengujian Pengendalian
Setelah mengidentifikasi pengendalian internal utama dan
defisiensinya,mereka harus mengidentifikasi risiko pengendalian.
Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk mendapatkan
bukti bahwa pengendalian

beroperasi secara efektif. Setelah

efektivitas pengendalian meningkat dan didukung oleh pengujian


pengendalian tambahan, auditor dapt mengurangi pengujian
substantif. Tentu saja, jika klien adalah perusahaan publik, maka
auditor harus mendokumentasikan dan menguji pengendalian
secara memadai agar dapat menerbitkan opini pengendalian
internal atas pelaporan keuangan.
e) Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas
Transaksi untuk Pembelian

C. PROSEDUR AUDIT ATAS SIKLUS PENGELUARAN


1. Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi
Pembelian
a) Melakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan atas
permintaan pembelian, order pembelian, penerimaan barang,
pembuatan bukti kas keluar. Pengamatan ini untuk memnbuktikan:
Adanya pemisahan tiga fungsi pokok: fungsi operasi, fungsi
penyimpana dan fungsi akuntansi dalm penangana sistem

pembelian.
Setiap transaksi pembelian dilaksanakan oleh lebih dari satu
unit organisasi sehingga tercipta adanya pengecekan intern
dalm setiap transaksi tersebut.
23

Dalam

pengamatan

terhadap

pelaksanaan

transaksi

pembelian auditor melakukan pengamatan terhadap:

Persetujuan

dilaksanakan oleh fungsi gudang atau fungsi pemakai.


Persetujuan pada surat permintaan otorisasi investasi dan

permintaan surat permintaan reparasi oleh manajemen puncak.


Penerimaan barang yang dilaksanakan oleh fungsi penerimann

barang.
Pencatatan kewajiban perusahaan kepada pemasok yang

pada

surat

permintaan

pembelian

yang

diklaksanakan oleh fungsi utang.


b) Mengambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas
keluar dan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
Auditor mengambil sampel bukti kas keluar yang belum
dibayar dari arsip dokumen tersebut yang diselenggarakn oleh
fungsi utang dan bukti keluar yang telah dibayar dari arsip
dokumen tersebut yang diselenggarakan oleh fungsi akuntansi
biaya.
c) Memeriksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan
pertanngungjawaban pemakaian formulir tersebut.
d) Mengambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan melakukan
pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang
bersangkutan.
e) Memerikasa adanya pengecekan independen terhadap posting ke
buku pembantu dan jurnal.
2. Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi
Pengeluaran Kas
a) Melakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan cek dan
pencatatan cek ke dalam register cek.
b) Mengambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan
melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
c) Memeriksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan
pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut.
d) Mengambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan
melakukan pengusutan ke dokumen dan catatan akuntansi yang
bersangkutan.

24

e) Memeriksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke


buku pembantuu dan jurnal.

25

II.

Latihan
1. Manakah asersi yang penting bagi auditor dalam auidt hutang usaha?
2.

Mengapa?
Tunjukkan hubungan antara penilaian risiko kontrol untuk siklus

pengeluaran dengan asersi kelengkapan untuk hutang usaha?


3. Bagaimana auditor melakukan pengujian pisah-batas untuk (a) pengujian
pembelian, (b) pengujian pembayaran

III.

Rangkuman
Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pengeluaran barang dan jasa.
Barang yang diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat
berharga yang akan digunakan untuk enghasilkan pendapatan dalam jangka
waktu lebih dari 1 tahun atau sediaan dan surat berharga yang akan
dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka
waktu satu tahun atau kurang.
Umumnya transaksi besar yang membentuk siklus pengeluaran dalam
perusahaan terdiri dari: (1) Transaksi pembelian, (2) Transaksi pengeluaran
kas
Sistem Pembelian, yang terdiri dari berbagai prosedur berikut ini:
Prosedur permintaan pembelian, Prosedur order pembelian, Prosedur
penerimaan barang, Prosedur penyimpanan barang, Prosedur pembuatan
bukti kas keluar, dan Prosedur pencatatan utang
Sistem Pengeluaran Kas, yang terdiri dari prosedur berikut ini: Prosedur
pembayaran bukti kas keluar, dan Prosedur pencatatan pengeluaran kas

IV.

Tes Formatif
1. Tuan

Aman

percaya

bahwa

konfirmasi

hutang

sama

pentingnya

sebagaimana dengan konfirmasi piutang usaha. Setujukan Anda dengan


Aman? Jelaskan.
2. Bedakan pengujian berikut dan tunjukkan setiap asersi yang terkait:
a. Telusur catatan hutang ke dokumen penndukung.
b. Periksa pembayaran kemudian (setelah tanggal neraca).
c. Tentutkan apakah hutang telah diidentifikasi dan diklasifikasi secara
layak.

V.

Daftar Pustaka
Agoes, sukrisno.2004. Auditing. Fakultas Ekononomi Unniversitas Indonesia
Agoes, sukrisno. 2006. Praktikum Audit buku 1. Jakarta: Salemba Empat
26

Mulyadi. 2004. Auditing. Jakarta: Salemba Empat


William C. Boyton,dkk. 2003. Modern Auditing. Jakarta:Erlangga
Tias
Iftitah.
2013.
Audit
Atas
Siklus
Pengeluaran,

(Online).

http://tiasaccountingworld.blogspot.co.id/2013/09/audit-atas-sikluspengeluaran.html. diakses pada 19 Februari 2016.

27