Anda di halaman 1dari 17

ANGGARAN DASAR

KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS KEHUTANAN


UNIVERSITAS GADJAH MADA

Bahwa bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang kaya akan sumberdaya alam.
Pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam bagi kesejahteraan seluruh rakyat yang
dilakukan dengan bijak merupakan bentuk rasa syukur bangsa Indonesia atas karunia yang
diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mahasiswa sebagai bagian dari bangsa Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk
pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam tersebut sesuai dengan hati nurani rakyat
yang mencita-citakan terwujudnya masyarakat madani yang berlandaskan pada nilai-nilai
kebenaran dan keadilan.
Dalam kerangka cita-cita mulia tersebut, maka mahasiswa Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada mengintegrasikan diri dalam Keluarga Mahasiswa Fakultas
Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Perjuangan dengan menyadari hak, kewajiban, posisi, dan peran sebagai mahasiswa
merupakan segmen yang harus diambil mahasiswa dalam bingkai dharma bakti terhadap
tanah air, bangsa dan almamater tercinta.
Untuk mewujudkan idealita di atas, dengan didorong oleh semangat kedaulatan,
progresivitas, kebersamaan dan kebebasan akademik, maka dibentuk Badan-badan
Kelengkapan Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN KEDUDUKAN
Pasal 1
Organisasi ini bernama Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada,
selanjutnya disingkat KM FKT UGM.
Pasal 2
KM FKT UGM didirikan di Yogyakarta, pada tanggal 27 Juni 2001.
Pasal 3
KM FKT UGM berkedudukan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

BAB II
KEDAULATAN, ASAS, DAN SIFAT
Pasal 4
Kedaulatan tertinggi KM FKT UGM ada di tangan mahasiswa yang diwujudkan dengan
Sidang Umum Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada,
selanjutnya disingkat SU KM FKT UGM.
Pasal 5
KM FKT UGM berasaskan Pancasila dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pasal 6
KM FKT UGM bersifat independen, otonom, dan demokratis.

BAB III
VISI DAN MISI
Pasal 7
Visi KM FKT UGM adalah terwujudnya kehidupan kampus yang religius dan dinamis
dengan berwawasan kerakyatan, keilmuan, dan lingkungan.
Pasal 8
Misi KM FKT UGM adalah meningkatkan peran dan kualitas sumberdaya mahasiswa untuk
mewujudkan kehidupan kampus yang religius dan dinamis dengan berwawasan kerakyatan,
keilmuan, dan lingkungan.

BAB IV
TUJUAN DAN FUNGSI
Pasal 9
Tujuan KM FKT UGM adalah :
a. membentuk mahasiswa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. membentuk mahasiswa yang berwawasan luas, cendekia, dan memiliki integritas yang
tinggi;
c. membentuk mahasiswa yang memiliki akhlak mulia serta kepedulian sosial terhadap
lingkungan sekitarnya;
d. membentuk mahasiswa yang memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu,
teknologi, dan seni yang berguna bagi masyarakat; dan
e. membentuk mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.
Pasal 10
Fungsi KM FKT UGM adalah :
a. wahana pembinaan kepribadian mahasiswa kehutanan;
b. wahana pengembangan keilmuan dan kreativitas mahasiswa kehutanan;
c. wahana pengembangan visi dan misi kelembagaan mahasiswa;
d. wahana penyaluran aspirasi pemberdayaan dan pemersatu mahasiswa kehutanan; dan
e. wahana pengabdian terhadap masyarakat dan lingkungan.

BAB V
KEANGGOTAAN
Pasal 11
Anggota KM FKT UGM adalah seluruh mahasiswa Strata 1 (S1) Fakultas Kehutanan UGM.

BAB VI
KEUANGAN
Pasal 12
Keuangan KM FKT UGM dapat diperoleh dari :
a. dana Kegiatan Kemahasiswaan dari Fakultas Kehutanan UGM;
b. usaha-usaha lain yang sah dan halal serta tidak bertentangan dengan asas, sifat, visi, misi,
tujuan, dan fungsi KM FKT UGM; dan
c. sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat serta tidak bertentangan dengan asas, sifat,
visi, misi, tujuan, dan fungsi KM FKT UGM.

BAB VII
KELENGKAPAN ORGANISASI
Pasal 13
Kelengkapan organisasi KM FKT UGM terdiri atas :
1. Sidang Umum KM FKT UGM;
2. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM);
3. Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM);
4. Himpunan Mahasiswa Minat (HMM); dan
5. Badan Semi Otonom (BSO).

BAB VIII
FORUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 14
Forum pengambilan keputusan terdiri atas :
1. Sidang Umum KM FKT UGM;
2. Rapat Koordinasi KM FKT UGM;
3. Rapat Koordinasi DPM FKT UGM dan Ketua LEM FKT UGM;
4. Rapat DPM FKT UGM; dan
5. Rapat LEM FKT UGM.

BAB IX
TATA URUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KM FKT UGM
Pasal 15
Tata urut peraturan perundang-undangan KM FKT UGM yaitu:
1. Ketetapan Sidang Umum KM FKT UGM;
2. Undang-Undang KM FKT UGM;
3. Peraturan DPM FKT UGM; dan
4. Peraturan LEM FKT UGM.

BAB X
PERUBAHAN KELENGKAPAN ORGANISASI KM FKT UGM
Pasal 16
Perubahan Kelengkapan Organisasi KM FKT UGM hanya dapat ditetapkan dalam Sidang
Umum KM FKT UGM.

BAB XI
PENUTUP
Pasal 17
Segala hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah
Tangga.

ANGGARAN RUMAH TANGGA


KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

BAB I
KEANGGOTAAN
Pasal 1
Anggota KM FKT UGM adalah seluruh mahasiswa Strata 1 yang terdaftar dalam tahun
akademik dan sah menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
Pasal 2
Keanggotaaan KM FKT UGM dapat hilang karena :
a. meninggal dunia; dan
b. tidak lagi menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
Pasal 3
Hak anggota KM FKT UGM :
a. setiap anggota KM FKT UGM berhak mengeluarkan pendapat dan diperlakukan sama;
b. setiap anggota KM FKT UGM memiliki hak memilih dan dipilih yang selanjutnya diatur
dalam peraturan perundang-undangan tersendiri;
c. setiap anggota KM FKT UGM berhak menerima sosialisasi AD/ART dan GBHK KM
FKT UGM; dan
d. setiap anggota KM FKT UGM berhak menerima perwujudan tujuan dan fungsi KM FKT
UGM sesuai AD/ART dan GBHK KM FKT UGM.
Pasal 4
Kewajiban anggota KM FKT UGM :
a. setiap anggota KM FKT UGM harus menjunjung tinggi dan menaati segala ketentuan
AD/ART KM FKT UGM dan segala peraturan yang berlaku di KM FKT UGM;
b. setiap anggota KM FKT UGM harus menjaga dan memelihara nama baik Fakultas
Kehutanan UGM; dan
c. setiap anggota KM FKT UGM harus selesai mengikuti alur kaderisasi KM FKT UGM.
Pasal 5
1. Alur kaderisasi KM FKT UGM terdiri dari:
a. Orientasi mahasiswa baru; dan
b. Latihan kepemimpinan mahasiswa kehutanan.
2. Alur kaderisasi KM FKT UGM selanjutnya diatur dalam peraturan perundang-undangan
tersendiri.

Pasal 6
Sanksi anggota KM FKT UGM :
1. setiap anggota dapat dikenakan sanksi apabila melanggar AD/ART KM FKT UGM;
2. sanksi terhadap pelanggaran AD/ART seberat-beratnya dicabut haknya sebagai anggota
KM FKT UGM; dan
3. mekanisme sanksi dapat dilakukan melalui Rapat Koordinasi KM FKT UGM.
BAB II
SIDANG UMUM KM FKT UGM
Pasal 7
SU KM FKT UGM mempunyai tugas sekurang- kurangnya :
a. membahas dan memutuskan Tata Tertib SU KM FKT UGM;
b. membahas dan menetapkan AD/ART KM FKT UGM;
c. membahas dan menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Kerja (GBHK) KM FKT UGM;
dan
d. membahas dan menetapkan Pokok-Pokok Pikiran Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
Pasal 8
SU KM FKT UGM mempunyai wewenang :
a. melantik dan menetapkan pimpinan DPM FKT UGM hasil pemilihan umum mahasiswa
FKT UGM;
b. melantik dan menetapkan Ketua LEM FKT UGM hasil pemilihan umum mahasiswa FKT
UGM;
c. meminta dan menilai laporan pertanggungjawaban LEM FKT UGM;
d. meminta dan menilai laporan pertanggungjawaban DPM FKT UGM; dan
e. meminta laporan pelaksanaan tugas Badan Semi Otonom dan Himpunan Mahasiswa
Minat.

1.

2.

Pasal 9
Laporan Pertanggungjawaban adalah laporan kerja selama satu periode kepengurusan
meliputi penggunaan dana, program kerja, dan hal-hal yang dianggap perlu dengan hasil
akhir ditolak atau diterima atas pertimbangan peserta SU KM FKT UGM.
Laporan Pelaksanaan tugas adalah laporan kerja selama satu periode kepengurusan
meliputi penggunaan dana, program kerja, dan hal-hal yang dianggap perlu tanpa adanya
keputusan ditolak atau diterima dari peserta SU KM FKT UGM .

Pasal 10
Landasan penilaian laporan pertanggungjawaban meliputi:
1. AD/ART dan GBHK KM FKT UGM bagi LEM FKT UGM;
2. AD/ART KM FKT UGM bagi DPM FKT UGM; dan
3. Kinerja LEM FKT UGM dan DPM FKT UGM selama satu tahun kepengurusan.

Pasal 11
SU KM FKT UGM berhak :
1. membuat ketetapan dan peraturan yang diperlukan untuk dapat melaksanakan asas, sifat,
visi, misi, tujuan, dan fungsi KM FKT UGM; dan
2. mengubah dan menetapkan AD/ART KM FKT UGM.

Pasal 12
SU KM FKT UGM berkewajiban menjunjung tinggi AD/ART, asas, sifat, visi, misi, tujuan,
dan fungsi KM FKT UGM.
Pasal 13
1. Peserta SU KM FKT UGM terdiri dari Ketua LEM, Pimpinan DPM, Ketua HMM dan
Ketua BSO sebagai peserta penuh, undangan khusus, dan seluruh mahasiswa Fakultas
Kehutanan UGM sebagai peserta peninjau.
2. Pemberhentian peserta SU KM FKT UGM dilakukan karena:
a. atas permintaan sendiri;
b. sudah tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa FKT UGM; dan
c. dicabut haknya sebagai peserta apabila melakukan pelanggaran dalam SU KM FKT
UGM sesuai tata tertib yang berlaku.

Pasal 14
Hak peserta SU KM FKT UGM :
a. Peserta yang berasal dari Pimpinan DPM mempunyai hak suara dan hak bicara.
b. Peserta yang berasal dari Ketua LEM, Ketua HMM dan Ketua BSO mempunyai hak
suara (kecuali hak dipilih) dan hak bicara.
c. Peserta peninjau mempunyai hak bicara;
d. Hak peserta SU KM FKT UGM terdiri atas:
(1) hak suara adalah hak untuk memilih dan dipilih, memberikan dan menolak dukungan
pada pemungutan suara;
(2) hak bicara adalah hak untuk mengajukan dan atau menolak usul, pendapat serta
mengajukan dan atau menjawab pertanyaan.
Pasal 15
Setiap peserta SU KM FKT UGM berkewajiban menjalankan fungsinya secara bertanggung
jawab.
Pasal 16
Penggunaan hak-hak setiap peserta SU KM FKT UGM diatur dalam ketentuan tersendiri.
Pasal 17
Peserta SU KM FKT UGM gugur apabila :
a. meninggal dunia;
b. sudah tidak terdaftar lagi sebagai mahasiswa FKT UGM.

(1)
(2)

Pasal 18
SU KM FKT UGM berbentuk Sidang Tahunan dan Sidang Istimewa;
Sidang Tahunan dan Sidang Istimewa mempunyai kedudukan dan kekuatan hukum
yang sama.

Pasal 19
Sidang Tahunan adalah persidangan untuk menjalankan tugas dan wewenang SU KM FKT
UGM yaitu sekurang-kurangnya :

a. Meminta dan menilai laporan pertanggungjawaban Ketua LEM atas pelaksanaan GBHK
dan ketetapan SU KM FKT UGM lainnya;
b. Meminta dan menilai laporan pertanggungjawaban Pimpinan DPM KM FKT atas
pelaksanaan ketetapan-ketetapan SU KM FKT UGM;
c. meminta laporan pelaksanaan tugas HMM dan BSO;
d. melantik, menetapkan, dan mengambil sumpah Pimpinan DPM FKT UGM terpilih hasil
pemilihan umum mahasiswa KM FKT UGM;
e. melantik, menetapkan, dan mengambil sumpah Ketua LEM FKT UGM terpilih hasil
pemilihan umum mahasiswa KM FKT UGM;
f. membahas dan menetapkan AD/ART KM FKT UGM;
g. membahas dan menetapkan GBHK KM FKT UGM; dan
h. membahas dan menetapkan Pokok-Pokok Pikiran Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.

(1)
(2)
(3)

Pasal 20
Sidang Tahunan dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 peserta penuh
SU KM FKT UGM;
Apabila sampai waktunya tidak memenuhi 2/3 peserta penuh, maka sidang ditunda
sampai dengan 2x5 menit, dan setelah itu Sidang Tahunan dianggap sah;
Keputusan dan ketetapan Sidang Tahunan dianggap sah apabila disetujui oleh sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah peserta penuh SU KM FKT UGM yang hadir.

Pasal 21
Sidang Istimewa dapat dilaksanakan untuk :
a. meminta laporan pertanggungjawaban ketua LEM dan membebastugaskannya jika
mengundurkan diri dan atau terbukti melanggar AD/ART dan atau GBHK dan atau
ketetapan SU KM FKT UGM;
b. memilih dan menetapkan Pejabat Ketua LEM FKT UGM , jika Ketua LEM FKT UGM
dibebastugaskan dan atau berhalangan tetap;
c. memilih dan menetapkan pengganti Ketua DPM FKT UGM jika keanggotaannya gugur
atau mengundurkan diri;
d. mengubah dan menetapkan AD/ART dan atau GBHK dan atau Pokok-Pokok Pikiran
Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM; dan
e. menetapkan peraturan-peraturan KM FKT UGM yang dianggap perlu.

(1)
(2)
(3)
(4)

Pasal 22
Sidang Istimewa dapat diadakan apabila diusulkan oleh sekurang-kurangnya 1/3 peserta
penuh SU KM FKT UGM;
Sidang Istimewa dianggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 peserta penuh
SU KM FKT UGM;
Apabila sampai waktunya tidak memenuhi 2/3 peserta penuh, maka sidang ditunda
sampai dengan 2x5 menit, dan setelah itu Sidang Istimewa dianggap sah;
Keputusan dan ketetapan Sidang Istimewa dianggap sah apabila disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah peserta SU KM FKT UGM yang hadir.

BAB III
DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA
Pasal 23
DPM bertugas :
a. mengawasi dan mengontrol LEM FKT UGM dalam melaksanakan GBHK dan ketetapan
SU KM FKT UGM lainnya;
b. menyerap dan merumuskan aspirasi anggota KM FKT UGM serta menyalurkan kepada
pihak-pihak yang terkait;
c. membuat dan menyebarluaskan produk-produk legislasi kepada pihak-pihak terkait; dan
d. melakukan fungsi budgeting KM FKT UGM.
Pasal 24
DPM berwenang :
a. bila dalam pandangan DPM FKT UGM, LEM FKT UGM tidak melaksanakan tugasnya
dan atau menyimpang dari arah kebijakan KM FKT UGM, maka DPM FKT UGM
berkewajiban mengeluarkan memorandum dengan batas waktu 2 minggu setelah
keputusan dikeluarkan. Kemudian jika LEM FKT UGM masih melakukan kesalahan
maka DPM FKT UGM berkewajiban mengeluarkan memorandum II dengan batas waktu
1 minggu. Setelah batas waktu tersebut LEM FKT UGM tidak memperbaikinya maka
DPM FKT UGM dapat mengajukan usulan Sidang Istimewa;
b. membuat kebijakan-kebijakan dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu
selama tidak bertentangan dengan AD/ART dan ketentuan lain yang sudah ditetapkan
dalam SU KM FKT UGM;
c. menjalin dan melakukan koordinasi dalam rekonsiliasi dengan elemen-elemen yang ada
di Fakultas Kehutanan UGM; dan
d. mewakili KM FKT UGM secara eksternal bila terkait dengan urusan legislatif dan atau
permasalahan-permasalahan lain yang dipandang perlu.
Pasal 25
DPM berkewajiban :
a. melaksanakan dan menjunjung tinggi asas dan tujuan KM FKT UGM;
b. melaksanakan hasil-hasil SU KM FKT UGM; dan
c. menjunjung tinggi AD/ART KM FKT UGM.
Pasal 26
(1) Pimpinan DPM FKT UGM merangkap anggota meliputi Ketua Umum, dan Ketua-Ketua
Komisi DPM FKT UGM dari DPM FKT UGM terpilih dalam pemilihan umum
mahasiswa;
(2) Anggota DPM FKT UGM yaitu perwakilan dua angkatan terakhir dari masing-masing
HMM, perwakilan dari angkatan terakhir KM FKT UGM, dan DPM FKT UGM terpilih;
(3) keanggotaan DPM FKT UGM terbagi dalam komisi-komisi dengan masa jabatan satu
periode kepengurusan, terhitung sejak dilantik hingga Desember dan sesudahnya dapat
dipilih kembali.

Pasal 27

(1)
(2)

Setiap anggota DPM FKT UGM memiliki hak inisiatif, hak amandemen, hak angket,
hak bertanya, hak interpelasi, hak petisi, dan hak budget.
Setiap anggota DPM FKT UGM wajib menjalankan fungsinya sebagai wakil
mahasiswa dengan itikad baik dan bertanggungjawab.

Pasal 28
Penggunaan hak-hak tiap anggota DPM FKT UGM dalam pasal 27 ayat (1) diatur dalam
ketentuan tersendiri.
Pasal 29
Anggota DPM FKT UGM terpilih hasil pemilihan umum mahasiswa dan sidang umum
tahunan tidak diperkenankan memegang jabatan ketua pada lembaga kemahasiswaan lainnya
di lingkungan UGM dan partai politik di luar maupun di dalam UGM.
Pasal 30
a. Keanggotaan DPM FKT UGM hasil pemilihan umum mahasiswa dan sidang umum
tahunan KM FKT UGM gugur bila :
i. meninggal dunia;
ii. menyatakan mengundurkan diri.
b. Keanggotaan DPM FKT UGM hasil pemilihan umum mahasiswa dan sidang umum
tahunan KM FKT UGM dicabut bila :
a. melanggar Bab III ART KM FKT UGM;
b. melanggar pasal 29 ART ini dalam kurun waktu 20 hari.
c. Pencabutan keanggotaan DPM FKT UGM dilakukan pada Sidang Pleno DPM FKT
UGM, yang dihadiri Ketua DPM FKT UGM yang bersangkutan.

Pasal 31
(1)

DPM FKT UGM terdiri dari :


a. Ketua Umum DPM FKT UGM dan Ketua-Ketua Komisi merangkap anggota;
b. Pimpinan DPM FKT UGM hasil pemilihan umum mahasiswa sekaligus merangkap
sebagai penanggungjawab SU KM FKT UGM;
c. Ketua Komisi DPM FKT UGM dipilih oleh pimpinan DPM FKT UGM terpilih dan
ditunjuk dalam sidang pleno DPM FKT UGM; dan
d. anggota DPM FKT UGM terdiri dari perwakilan dua angkatan terakhir masingmasing HMM dengan masing-masing satu orang untuk tiap angkatan ditambah
empat orang perwakilan dari angkatan terakhir KM FKT UGM dan DPM FKT
UGM terpilih.
(2) Keanggotaan DPM FKT UGM terbagi dalam komisi-komisi :
a. Komisi Hukum dan Perundang-undangan;
b. Komisi Riset, Pengembangan Organisasi dan Kajian Kebijakan;
c. Komisi Jaringan dan Pengawasan; dan
d. Komisi Administrasi, Anggaran dan Audit Keuangan.
(3) Komposisi komisi-komisi dalam DPM FKT UGM dapat berubah sesuai dengan hasil
Sidang Pleno DPM FKT UGM.
Pasal 32
Dalam menjalankan tugasnya, DPM FKT UGM mempunyai alat kelengkapan :

a. Sidang Pleno DPM FKT UGM adalah sidang yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3
dari seluruh anggota DPM FKT UGM untuk mengambil keputusan yang mengikat
seluruh anggota DPM FKT UGM atau untuk mengambil keputusan dan atau kebijakan
bersama;
b. Rapat Pimpinan DPM FKT UGM adalah rapat yang dihadiri oleh Ketua Umum dan
Ketua-Ketua Komisi untuk mengagendakan dan merumuskan agenda persidangan;
c. Rapat komisi adalah rapat untuk membahas lebih dalam masalah komisinya yang
disalurkan kepada LEM FKT UGM;
d. Rapat Koordinasi dengan Ketua LEM FKT UGM adalah rapat yang dilaksanakan secara
kelembagaan untuk mengkoordinasikan suatu kebijakan; dan
e. Rapat Koordinasi dengan elemen lainnya adalah rapat yang dilaksanakan secara
kelembagaan untuk menjalin koordinasi, konsolidasi, dan rekonsiliasi antar elemen yang
ada.
Pasal 33
Hasil dari sidang maupun rapat DPM FKT UGM, yang berkaitan dengan fungsi dan tugas
LEM FKT UGM, dilaksanakan melalui koordinasi dengan LEM FKT UGM.

BAB IV
LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA
Pasal 34
Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (LEM FKT
UGM) merupakan lembaga yang bertanggungjawab atas peran-peran fungsional
kelembagaan yang menyangkut representasi lembaga mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM
baik dalam lingkup regional, nasional, maupun internasional.
Pasal 35
LEM FKT UGM berhak :
a. membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam melaksanakan GBHK;
b. menjalin koordinasi dengan HMM dan BSO;
c. melakukan konsultasi dan koordinasi dengan DPM FKT UGM terutama permasalahan
internal dan eksternal fakultas; dan
d. LEM FKT UGM mempunyai hak interpelasi atas penilaian Laporan
Pertanggungjawabannya dalam SU KM FKT UGM.
Pasal 36
LEM FKT UGM berkewajiban :
a. melaksanakan dan menjunjung tinggi asas dan tujuan KM FKT UGM;
b. melaksanakan GBHK dan menjalankan hasil-hasil SU KM FKT UGM;
c. menjunjung tinggi AD/ART KM FKT UGM;
d. melaksanakan fungsi-fungsi koordinasi dan komunikasi internal serta eksternal fakultas;
e. melaksanakan alur kaderisasi KM FKT UGM; dan
f. menjadi penanggung jawab alur kaderisasi KM FKT UGM.

(1)
(2)

Pasal 37
LEM FKT UGM terdiri atas Ketua LEM FKT UGM dan kabinetnya;
Kabinet bertanggungjawab kepada Ketua LEM FKT UGM;

(3)
(4)

(1)
(2)

(1)
(2)

Ketua LEM FKT UGM dapat mengangkat staf pengurus yang berasal dari anggota KM
FKT UGM;
Masa jabatan Ketua LEM FKT UGM adalah satu periode kepengurusan, dimulai sejak
dilantik hingga Sidang Umum tahunan berikutnya dilaksanakan.

Pasal 38
Ketua LEM FKT UGM mempunyai hak prerogatif untuk membentuk dan/atau
mengubah kabinet.
Ketua LEM FKT UGM mempunyai wewenang penuh ke dalam dan ke luar mengenai
kinerja kepengurusan LEM FKT UGM.
Pasal 39
Ketua LEM FKT UGM tidak diperkenankan merangkap jabatan Ketua pada organisasi
apapun dan dimanapun.
Ketua LEM FKT UGM tidak diperkenankan meninggalkan Fakultas Kehutanan UGM
lebih dari 45 hari secara berturut-turut.

Pasal 40
Ketua LEM FKT UGM bertanggungjawab kepada SU KM FKT UGM.

(1)

(2)
(3)

(4)

(5)

(6)

Pasal 41
Peran fungsional kelembagaan diwujudkan dalam struktur lembaga yang baku dengan
aturan-aturan yang jelas dan disebutkan dalam deskripsi kerja atau aturan lain sebagai
koridor arah geraknya.
Posisi secara struktural dari fungsi dan peran tersebut ditempatkan sejajar atau
berbentuk departemen langsung dalam koordinasi Ketua LEM FKT UGM.
Kepala Departemen atau posisi yang sejajar dengannya bertanggung jawab kepada
Ketua LEM FKT UGM yang akan disampaikan sebagai pertanggungjawaban LEM
FKT UGM pada SU KM FKT UGM.
Bersama dengan seluruh pengurus LEM FKT UGM, Kepala Departemen atau posisi
yang sejajar dengannya merumuskan dan merencanakan program kerja dalam Rapat
Kerja yang akan menjadi ketetapan LEM FKT UGM.
Kepala Departemen atau posisi yang sejajar dengannya dipilih dan diangkat oleh Ketua
LEM FKT UGM berdasarkan berbagai pertimbangan rasional dan demokrasi yang
memungkinkan peran tersebut berjalan secara optimal.
Pengangkatan seperti pada ayat (5) harus dilegalkan dengan surat keputusan Ketua
LEM FKT UGM.

Pasal 42
Mekanisme kerja LEM FKT UGM diatur dalam mekanisme keorganisasian LEM FKT UGM
sendiri.
BAB V
HIMPUNAN MAHASISWA MINAT
Pasal 43
Himpunan Mahasiswa Minat adalah badan kelengkapan KM FKT UGM.

Pasal 44
Susunan kepengurusan HMM merupakan hak otonom HMM yang bersangkutan menurut
Anggaran Dasar masing-masing.
Pasal 45
HMM berfungsi sebagai wadah kekeluargaan untuk menambah dan memperdalam keilmuan
pada minat yang ada, yang terdiri dari minat konservasi sumberdaya hutan, minat silvikultur,
minat teknologi hasil hutan dan minat manajemen hutan dengan menjalin koordinasi serta
kerjasama dengan DPM FKT UGM, LEM FKT UGM, dan atau BSO FKT UGM.
Pasal 46
(1) Aturan dasar HMM tidak boleh bertentangan dengan AD/ART KM FKT UGM.
(2) Mekanisme hubungan dengan pihak luar tidak boleh bertentangan dengan AD/ART KM
FKT UGM.
Pasal 47
Dalam sidang tahunan, setiap HMM wajib memberikan Laporan Pelaksanaan Tugas.

(1)

(2)
(3)

Pasal 48
Dalam Sidang Umum setiap HMM yang tidak mengirimkan delegasinya dan atau tidak
mengikuti 2/3 dari acara persidangan akan mendapatkan sanksi berupa pengurangan
dana kegiatan kemahasiswaan dari Fakultas Kehutanan UGM sebesar-besarnya 35%
untuk satu periode kepengurusan.
Setiap HMM mengirimkan delegasinya sekurang-kurangnya dua orang dalam SU KM
FKT UGM.
Mekanisme penjatuhan sanksi lebih lanjut diatur dalam Rapat Koordinasi KM FKT
UGM.

BAB VI
BADAN SEMI OTONOM
PasaI 49
BSO adalah suatu badan kelengkapan KM FKT UGM yang diakui keberadaannya oleh KM
FKT UGM yang mempunyai spesifikasi bidang kegiatan yang jelas dan mengakomodir
anggota KM FKT UGM sesuai dengan minat dan bakat yang ada.
Pasal 50
Susunan kepengurusan BSO dan mekanisme kelembagaan BSO merupakan hak otonom BSO
yang bersangkutan menurut AD/ART masing-masing.
Pasal 51
BSO berfungsi sebagai pengakomodir ide dan mediator untuk merealisasikan kegiatan yang
sesuai dengan spesifikasi bidangnya dengan menjalin koordinasi serta kerjasama dengan
DPM FKT UGM, LEM FKT UGM, dan atau HMM FKT UGM.
Pasal 52
(1) Aturan dasar BSO tidak boleh bertentangan dengan AD/ART KM FKT UGM.
(2) Mekanisme hubungan dengan pihak luar tidak boleh bertentangan dengan AD/ART
KM FKT UGM.

Pasal 53
Dalam Sidang Tahunan KM FKT UGM setiap BSO wajib memberikan Laporan Pelaksanaan
Tugas.
Pasal 54
(1) Dalam Sidang Umum setiap BSO yang tidak mengirimkan delegasinya dan atau tidak
mengikuti 2/3 dari acara persidangan akan mendapatkan sanksi berupa pengurangan
dana kegiatan kemahasiswaan dari Fakultas Kehutanan UGM sebesar-besarnya 35 %
untuk satu periode kepengurusan.
(2) Setiap BSO mengirimkan delegasinya sekurang-kurangnya dua orang dalam SU KM
FKT UGM.
(3) Mekanisme penjatuhan sanksi lebih lanjut diatur dalam Rapat Koordinasi KM FKT
UGM.
Pasal 55
Syarat-syarat pengajuan BSO:
a) mengajukan usulan secara tertulis kepada DPM FKT UGM setelah SU KM FKT UGM
dengan kelengkapan syarat administratif;
b) telah terdaftar sebagai calon BSO pada DPM FKT UGM ditandai dengan terbitnya surat
keputusan lolos administrasi dan Surat Uji Kelayakan dari DPM FKT UGM.
c) surat Uji Kelayakan dari DPM FKT UGM akan ditujukan kepada LEM FKT UGM
sampai dengan mekanisme uji kelayakan paling lama 30 hari setelah pengajuan usulan
tertulis.
d) Poin a, b dan c selanjutnya disebut dengan syarat pengajuan awal;
e) Jika syarat pengajuan awal telah terpenuhi, maka calon BSO tersebut harus melakukan
proses penyiapan diri sebagai organisasi intra Fakultas Kehutanan UGM;
f) Dalam proses penyiapan diri menjadi Badan Semi Otonom, maka diharuskan
melaksanakan Uji Kelayakan secara struktural di dalam LEM FKT UGM selama sebelas
bulan;
g) mekanisme Uji Kelayakan Calon BSO diatur lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi KM
FKT UGM dan Surat keputusan lulus atau tidak lulus mengenai Uji Kelayakan BSO
diberikan LEM FKT UGM dengan meminta pertimbangan DPM FKT UGM; dan
h) Surat pengajuan diri menjadi BSO kepada DPM FKT UGM seperti pada poin a, hanya
berlaku selama satu kepengurusan DPM FKT UGM.
Pasal 56
Syarat-syarat kelayakan BSO :
a) Memiliki spesifikasi bidang tertentu yang tidak overlaping dengan BSO lain;
b) memiliki AD/ART dan menyerahkannya kepada DPM FKT UGM dan LEM FKT UGM
yang tidak bertentangan dengan AD/ART KM FKT UGM yang sudah ditetapkan dan
sudah memiliki kepengurusan;
c) Mendapatkan persetujuan sekurang-kurangnya dari 1/4 jumlah anggota KM FKT UGM
tiga angkatan terakhir.
d) bisa menjamin kontinuitas perkaderan, kegiatan dan kontinuitas organisasi; dan
e) calon BSO dinyatakan telah dapat menjalankan kinerja sesuai dengan layaknya sebuah
organisasi apabila disertai pernyataan tertulis dari LEM FKT UGM selaku institusi yang
bersangkutan.

Pasal 57
Ketetapan mengenai diterima tidaknya BSO baru, ditetapkan dalam SU KM FKT UGM.
Pasal 58
Keberlanjutan keorganisasian BSO ditentukan dalam SU KM FKT UGM dengan
memperhatikan kelayakan BSO.
BAB VII
KELEMBAGAAN MAHASISWA

(1)

(2)
(3)
(4)

Pasal 59
Setiap elemen KM FKT UGM berhak mengeluarkan surat pernyataan sikap untuk
mewakili institusinya masing-masing dalam menanggapi setiap permasalahan baik
secara lisan maupun tulisan.
Pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh elemen kelembagaan KM FKT UGM harus
dapat dipertanggungjawabkan oleh masing-masing institusi yang bersangkutan.
Pengajuan usulan pernyataan sikap KM FKT UGM dikoordinasikan terlebih dahulu
dengan pimpinan DPM FKT UGM dan ketua LEM FKT UGM.
Pernyataan sikap elemen KM FKT UGM dapat diajukan menjadi sikap KM FKT UGM
dalam Rapat Koordinasi KM FKT UGM.

BAB VIII
LEMBAGA MAHASISWA DAN DEKANAT

(1)
(2)
(3)

(4)

Pasal 60
Secara institusional, Dekanat merupakan sebuah institusi tersendiri diluar organisasi KM
FKT UGM.
Kelembagaan mahasiswa (KM FKT UGM) dan Dekanat, merupakan institusi yang
independen tanpa dapat dipengaruhi oleh unsur manapun.
Kelembagaan mahasiswa (KM FKT UGM) dan dekanat merupakan dua organisasi yang
secara struktural tidak memiliki keterkaitan serta masing-masing memiliki kebebasan
untuk berdiri sendiri.
Dekanat dapat memberikan aspirasi dan atau nasihat kepada komponen KM FKT UGM
jika memang itu diperlukan oleh masing-masing kelembagaan yang menjadi komponen
tersebut.
BAB IX
KM FKT DAN MAHASISWA SEKOLAH VOKASI KEHUTANAN
Pasal 61
Secara historis, mahasiswa Sekolah Vokasi Kehutanan merupakan bagian dari KM
FKT UGM.
2. Posisi Mahasiswa Sekolah Vokasi Kehutanan dalam KM FKT UGM merupakan
rekan kerja yang bersifat saling melengkapi untuk membangun Fakultas Kehutanan.

1.

3. Keterlibatan mahasiswa Sekolah Vokasi Kehutanan dalam kegiatan KM FKT UGM


dianggap sah dan lebih lanjut diatur dalam Rapat Koordinasi KM FKT UGM.
4. Keanggotaan mahasiswa Sekolah Vokasi Kehutanan dalam kelengkapan lembaga
mahasiswa dianggap sah dan lebih lanjut diatur dalam AD/ART masing-masing
lembaga.

BAB X
KEUANGAN
DANA KEGIATAN KEMAHASlSWAAN

(1)
(2)

(3)

Pasal 62
Dana kegiatan kemahasiswaan adalah dana yang bersumber dari dana Dekanat yang
dialokasikan untuk lembaga KM FKT UGM.
Dana kegiatan kemahasiswaan dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa secara otonom,
dengan mekanisme pendistribusian yang ditetapkan didalam Rapat Koordinasi KM
FKT UGM;
Penggunaan dana kegiatan kemahasiswaan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada
mahasiswa dan publik.

Pasal 63
(1) Besarnya pembagian dana kegiatan kemahasiswaan bagi setiap elemen anggota KM FKT
UGM yang dipergunakan untuk kegiatan mahasiswa diatur sepenuhnya dalam Rapat
Koordinasi KM FKT UGM.
(2) Pengambilan dana kegiatan kemahasiswaan oleh KM FKT UGM diatur melalui
mekanisme Sidang Pleno dengan legitimasi Ketua Umum DPM FKT UGM dengan
disertai proposal.
Pasal 64
(1) Dana non Kegiatan Kemahasiswaan merupakan dana berupa sumbangan dan atau hibah
bersifat tidak mengikat yang diberikan oleh pihak luar diperuntukkan bagi kegiatan
mahasiswa.
(2) Besarnya pembagian dana non Kegiatan Kemahasiswaan bagi KM FKT UGM yang
dipergunakan untuk kegiatan mahasiswa diatur sepenuhnya dalam Rapat Koordinasi
KM FKT UGM.
(3) Dana non Kegiatan Kemahasiswaan yang diperuntukan bagi salah satu elemen KM FKT
UGM, mekanismenya diatur secara mandiri oleh elemen tersebut.

BAB XI
PERUBAHAN AD/ART
Pasal 65
Perubahan AD/ART KM FKT UGM hanya dapat dilakukan pada Sidang Tahunan dan atau
Sidang Istimewa KM FKT UGM dalam satu periode kepengurusan dengan persetujuan
sekurang-kurangnya 2/3 peserta penuh.

BAB XII
PENUTUP

(1)
(2)
(3)

Pasal 66
Anggaran Rumah Tangga ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran
Dasar.
Hal-hal yang belum diatur dalam ART ini akan diatur kemudian dalam ketetapan dan
keputusan Rapat Koordinasi KM FKT UGM.
AD/ART ini berlaku sejak ditetapkan.