Anda di halaman 1dari 1

Abstrak

Obesitas memerlukan perhatian khusus bagi seorang dokter anestesi

karena

meningkatkan resiko pada pasien yang menjalani pembedahan. Indek Massa Tubuh
(BMI) merupakan parameter yang digunakan untuk mengklasifikasikan status berat
badan seseorang BMI normal antara perempuan 19,1-25.8, pria 20.7-26,4. Overweight
perempuan 27.3-32.3, pria 27.9-31,1, obesitas perempuan 32,4-34,9

pria 31,2-34,9.

morbid obesitas lebih dari 40 dan super obesitas dengan BMI lebih dari 50.
Tugas dokter anestesi menjadi lebih sulit saat menangani pasien dengan obesitas terutama
dalam menjaga dan mempertahankan A-B-C pasien, yaitu airway, breathing dan sirkulasi.
Anestesi regional terutama anestesi epidural dan anestesi spinal merupakan teknik
anestesi yang jauh lebih aman dibandingkan dengan anestesi umum pada pasien dengan
obesitas, Namun teknik anestesi regional dapat jauh lebih sulit dilakukan karena
perubahan anatomi tulang belakang akibat penumpukan jaringan lemak di sekitarnya.
Seorang wanita 34 tahun dengan morbid obesitas didiagnosa dengan apendicitis akut dan
rencana dilakukan apendiktomi. Pada pemriksaan didapatkan BMI pasien 46,4 kg/m2.
Saat pembedahan akan dilakukan dalam regional anestesi spinal.

Kata kunci: morbid obesitas, kesulitan A-B-C.

Abstract
Obesity requires special attention for an anesthesiologist because of increased risk in
patients undergoing surgery. Body Mass Index (BMI) is a parameter that is used to
classify a person's weight status among women of normal BMI 19,1-25.8, men 20.7-26,4.
Overweight 27.3-32.3 women, men 27.9-31,1, obese women men 31.2 to 34.9 32.4 to
34.9. morbid obesity over 40 and super obese with a BMI over 50.
Duty