Anda di halaman 1dari 3

INCLUDEPICT

URE
"D:\\YANKESDA
S 2013\\DAU
2013\\PERTEM
UAN\\Dinas
Kesehatan\\DES
KSCAN\\logo2.b
mp" \*
MERGEFORMA
TINET
INCLUDEPICTU
RE
"D:\\YANKESDA
S 2013\\DAU
2013\\PERTEM
UAN\\Dinas
Kesehatan\\DES
KSCAN\\logo2.b
mp" \*
MERGEFORMA
TINET
INCLUDEPICTU
RE
"D:\\YANKESDA
S 2013\\DAU
2013\\PERTEM
UAN\\Dinas
Kesehatan\\DES
KSCAN\\logo2.b
mp" \*
MERGEFORMA
TINET
INCLUDEPICTU
RE
"D:\\YANKESDA
S 2013\\DAU
2013\\PERTEM
UAN\\Dinas
Kesehatan\\DES
KSCAN\\logo2.b
mp" \*
MERGEFORMA
TINET

DIAGNOSIS PENGENDALIAN
PENYAKIT KUSTA
No. Dokumen : -.../SOP/./2016
No. Revisi : 0
Tanggal Terbit : 01 April 2015

SOP
Halaman

: 1/2

PUSKESMAS

drg. R. KUSDARINI, M.Kes

KAUMAN

19610510 198901 2 001

1. Pengertian

Penanganan reaksi kusta adalah suatu kegiatan yang diberikan oleh petugas
kusta dan Puskesmas untuk menangani reaksi penderita kusta agar segera
ditangani dan tidak terjadi kecacatan.

2. Tujuan

Penderita kusta ditentukan tipe dengan benar dan di obati sesuai tipe
1/2

3. Kebijakan

1. 1. Undang-undang no.36 Tahun 2009 tentang kesehatan;


2. Kepmenkes No.128/SK/II/2004 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;
3. Penilaian Standar Puskesmas Tahun 2012;
4. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program di Bidang P2PL;

4. Referensi
5. Prosedur/
Langkah-

1. Pemeriksaan Klinis
- Tempat

pemeriksaan

yang

cukup

terang

dengan

penerangansinar matahari tidak langsung ( pada siang hari )

langkah
-

dan menjaga privasi pasien ( pasien merasa aman ).


Sedapat mungkin seluruh permukaan tubuh diperiksa, dengan

memperhatikan batas batas kesopanan.


Periksa secara sistematik,penderita berhadapan dengan
petugas. Periksa mulai bagian kepala sampai kaki,kemudian

bagian belakang kepala mulai dari leher sampai telapak kaki.


Periksa rasa raba pada kelainan kulit untuk mengetahui
hilangnya

rasa

dengan

menggunakan

kapas

yang

diruncingkan ujungnya ).
Periksa saraf tepi dengan perabaan,apakah ada penebalan
atau rasa nyeri raba. Saraf

Ulnaris pada siku,Penoreus

Lateralis ( dibelakang lutut ) dan Tibialis Posterior di bawah


mata kaki bagian dalam.
- Pemeriksaan fungsi rasa raba dan kekuatan otot.
2. Penetuan tipe kusta PB dan MB
Pedoman utama untuk menentukan klasifikasi / tipe penyakit
kusta menurut WHO adalah sbb :
NO

TANDA / GEJALA

PB

1.

JUMLAH BERCAK KUSTA

1-5

2.

JUMLAH SARAF YG TERLIBAT

3.

BTA

1
NEGATIF

3. Pengobatan sesuai tipe kusta


- Pauci Baciler ( PB )
Dewasa :
Pengobatan bulanan : hari pertama ( dosis yang di minum di
depan petugas )
2 kapsul Rifampisin @ 300 mg ( 600mg )
tablet Dapsone ( DDS 100 1 mg )
Pengobatan: hari ke 2-28 ( dibawa pulang )
1 tablet Dapsone ( DDS 100 1 mg )
1 blister untuk 1 bulan
Lama pengobatan : 6 blister di minum selama 6-9 bulan
- Multi Basiler ( MB )
Dewasa:
Pengobatan bulanan : hari pertama ( dosis yangdiminum di
depan petugas )

2 kapsul Rifampisin @ 300 mg ( 600mg )


3 kapsul Lampren @ 100 mg (300 mg )
1 tablet Dapsone ( DDS 100 mg
Pengobatan harian : hari ke 2-28
1 tablet Lamapren 50 mg
1 tablet Dapsone (DDS100 mg )
1 blister untuk 1 bulan
Lama pengobatan : 12 blister di minum selama 12-18
6. Unit Terkait
7. Diagram Alir/
Flowchart

bulan

1. Unit terkait proses kerja tersebut


Pasie
n
data
ng

Pemeriksaa
n klinis

Pengobat
an tipe
kusta

Pengobata
n sesuai
type

Pasie
n
pulan
g
u

8. Rekaman Historis
NO

HALAMAN

YANG DIRUBAH

PERUBAHAN

DIBERLAKUKAN TGL.