Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN HIDROGEOLOGI

STEP TEST
HALAMAN JUDUL
Disusun Oleh:
KEVIN ARJUNA
111.140.086
Plug 1

LABORATORIUM HIDROGEOLOGI
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Hidrogeologi


Acara Step Test
Sleman, 4 November 2016

Disusun Oleh :
Nama
NIM
Prodi
Fakultas

:
:
:
:

KEVIN ARJUNA PRATAMA


111.140.086
Teknik Geologi
Teknologi Mineral

Mengetahui,
Penulis

KEVIN ARJUNA PRATAMA


NIM 111.140.086

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberi
nikmatnya sehingga laporan resmi ini dapat diselesaikan.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan dan masih
banyak kekurangan. Maka dari itu, penyusun sangat mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari semua pihak, agar penyusunan laporan
berikutnya dapat lebih sempurna.
Penyusun mengharapkan semoga laporan ini dapat berguna khususnya
bagi diri sendiri dan para pembaca umumnya. Sebelumnya praktikan
mengucapkan terima kasih

Sleman,5 November 2016


Penyusun

KEVIN ARJUNA PRATAMA

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
KATA PENGANTAR.............................................................................................iii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1.

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2.

Maksud dan Tujuan...................................................................................1

1.3.

Batasan Masalah........................................................................................1

1.4.

Alat dan Bahan..........................................................................................1

BAB II DASAR TEORI..........................................................................................1


2.1.

Desain Konstruksi Sumur..........................................................................1

2.2.

Akuifer.......................................................................................................1

2.3.

Interpretasi Log Geofisika dalam Desain Konstruksi Sumur....................3

BAB III PEMBAHASAN........................................................................................4


3.2.

Persyaratan Teknis Desain Konstruksi Sumur..........................................4

3.2.1.

Jenis Akuifer......................................................................................4

3.2.2.

Penentuan Lubang Sumur..................................................................4

3.2.3.

Penentuan Panjang Screen.................................................................4

3.2.4.

Penentuan Penempatan Pompa Submersible.....................................5

3.2.5.

Penentuan Pemasangan Gravel Pack.................................................5

3.2.6.

Penentuan Pemasangan Grouting.......................................................5

3.3.

Daftar Harga Peralatan..............................................................................5

3.4.

Perhitungan Anggaran Biaya.....................................................................6

BAB IV PENUTUP...............................................................................................10
4.1.

Kesimpulan..............................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................1

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Akuifer Tertekan dan Setengah Tertekan.............................................2
Gambar 2.2 Gambar Akuifer Bebas.........................................................................3

Laboratorium Hidrogeologi 2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Penelitian


Uji pemompaan atau pumping test merupakan suatu kegiatan yang dilakukan

untuk mengetahui kondisi suatu akuifer serta kapasitas jenis sumur, sehingga
dapat digunakan untuk memilih jenis serta kapasitas pompa yang sesuai yang
akan dipasang pada sumur tersebut.
1.2.

Maksud dan Tujuan Penelitian

Agar praktikan dapat mengetahui kondisi akuifer dan kapasitas jenis

sumur.
Agar praktikan dapat memilih jenis serta kapasitas pompa yang sesuai

untuk dipasang pada sumur.


Praktikan dapat mengetahui dan menerapkan metode metode yang
digunakan di dalam uji pemompaan beserta hasil yang dicapai

1.3.

Batasan Masalah

1.4.

Alat dan Bahan


1) Lembar kerja
2)
3)
4)
5)
6)

Data Uji Pemompaan bertahap step test


Milimeter blok
Kalkulator
Alat Tulis
Penggaris

Nama : KEVIN ARJUNA PRATAMA


NIM : 111.140.086
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2016

1.5.

Langkah Kerja

A. Pada Metode I (Metode Jacob)


Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode Jacob yaitu :
1. Langkah pertama yang dilakukan adalah menghitung penurunan muka
air pada table yang telah di sediakan lalu ubahlah debit pompa menjadi
m3/detik.
2. Membuat grafik hubungan t (waktu pemompaan) terhadap s
(drawdown)
3. Dari grafik tersebut kita dapat mencari harga Sw (Total penurunan
muka airtanah) dan S (tambahan penurunan muka airtanah). (Grafik
terlampir)
4. Membuat table berdasar nilai Q, S, Sw, dan Sw/Q , (data tabel
terlampir)
5. Mencari nilai C (koefisien well loss) dan nilai B (koefisien aquifer loss)
dengan membuat kurva Sw/Q vs Q. (Kurva terlampir)
6. Menghitung harga BQ (hambatan di dalam akuifer) dan CQ 2
(drawdown yang disebabkan konstruksi sumur)
7. Menentukan harga Sw (Sw = BQ + CQ2)
8. Menentukan nilai Efisiensi Pemompaan dengan rumus Ep = (BQ/Sw) x
100 %
9. Menentukan nilai factor development dengan rumus Fd = C/B, ( data
tabel terlampir )

B. Pada Metode II

Nama : KEVIN ARJUNA PRATAMA


NIM : 111.140.086
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2016

Dalam Metode ini dilakukan dengan membandingkan tiap kapasitas jenis


(Q/Sw) pada setiap step pemboran. Apabila harga mendekati kesamaan
dengan perbedaan < 1, maka konstruksi sumur sempurna.
C. Pada Metode 3 (Metode Logans)
1. Membuat kurva Ep vs Q untuk mencari Q optimum. (kurva terlampir)
2. Menentukan Q optimum dengan cara menarik garis dari titik 50 searah
dengan absis hingga memotong garis berat lalu menarik garis tegak
lurus absis untuk membaca nilai Q optimum.
3. Menentukan harga Sw dengan rumus Sw = Q(optimum) x 50
4. Mencari nilai T (keterusan) dengan rumus

m2/hari

5. Mencari nilai D (tebal) dengan membuat kurva Q vs BQ dan Q vs CQ 2.


(kurva terlampir)
6. Menghitung nilai k (konduktifitas) dengan rumus k = T/D

Nama : KEVIN ARJUNA PRATAMA


NIM : 111.140.086
Plug : 1

BAB II
DASAR TEORI

2.1.

Konsep Dasar Step Test


Step test pada dasarnya dilaksanakan setelah pelakasanaan konstruksi

sumur dan setelah pembersihan/penyempurnaan sumur atau dengan kata lain


tahap akhir dari rangkaian pekerjaan pemboran airtanah. Step test dilakukan
dengan cara mengukur penurunan muka airtanah di dalam sumur uji dengan debit
pemompaan yang ditambah secara bertahap.
Jacob menyatakan bahwa drawdown pada sumur akibat pemompaan
terdiri atas dua komponen, yang pertama adalah aquifer loss yaitu drawdown
pemompaan disebabkan oleh macam akuifernya (hambatan yang terjadi di dalam
aliran pada akuifernya sendiri = BQ) dan yang kedua adalah well loss, yaitu
drawdown pemompaan yang disebabkan oleh konstruksi sumur (CQ2). Sumur
yang efisien adalah sumur yang memiliki well loss kecil.
Bierschenk (dalam Suharyadi) menyatakan bahwa efisiensi sumur itu
tergantung besarnya pemompaan yang terdiri atas efisiensi pemompaan (Ep) dan
Factor Development (Fd). Besarnya pemompaan yang efisien apabila harga Epnya 50%.
Faktor development dinyatakan dengan :
Fd = C/B

Dimana :
Fd

= Faktor Development

= Harga Koefisien Well Loss

= Harga Koefisien Aquifer Loss

Tabel 1-1 Klasifikasi kondisi sumur berdasarkan harga koefisien well loss (Walton, 1970)

Coeficient Well Loss (C)

Kondisi Sumur

< 0,5
0,5 1
14
>4

Baik
Mengalami penyumbatan sedikit
Penyumbatan di beberapa tempat
Sulit dikembalikan seperti semula

Table 1-2 Klasifikasi sumur berdasarkan factor development (Bierschenk, 1964)

Factor Development
< 0,1
0,1 0,5
0,5 1
>1

test

Klas
Sangat Baik
Baik
Sedang
Jelek

Step

dilakukan dengan cara mengukur penurunan muka air tanah (S) dan S, pada
dalam sumur uji dengan debit pemompaan yang ditambah secara bertahap.
2.2.

Metode Step Test


Step test dilakukan melalui empat metode yaitu :

D. Metode I (Metode Jacob)


Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode Jacob yaitu :
10. Membuat grafik hubungan t (waktu pemompaan) terhadap s
(drawdown)
11. Dari grafik tersebut mencari harga Sw (Total penurunan muka airtanah)
dan S (tambahan penurunan muka airtanah). (Grafik terlampir)

12. Membuat table berdasar nilai Q, S, Sw, dan Sw/Q , (data tabel
terlampir)
13. Mencari nilai C (koefisien well loss) dan nilai B (koefisien aquifer loss)
dengan membuat kurva Sw/Q vs Q. (Kurva terlampir)
14. Menghitung harga BQ (hambatan di dalam akuifer) dan CQ 2
(drawdown yang disebabkan konstruksi sumur)
15. Menentukan harga Sw (Sw = BQ + CQ2)
16. Menentukan nilai Efisiensi Pemompaan dengan rumus Ep = (BQ/Sw) x
100 %
17. Menentukan nilai factor development dengan rumus Fd = C/B, ( data
tabel terlampir )
E. Metode II
Metode ini dilakukan dengan membandingkan tiap kapasitas jenis (Q/Sw)
pada setiap step pemboran. Apabila harga mendekati kesamaan dengan
perbedaan < 1, maka konstruksi sumur sempurna.
F. Metode 3 (Metode Logans)
7. Membuat kurva Ep vs Q untuk mencari Q optimum. (kurva terlampir)
8. Menentukan Q optimum dengan cara menarik garis dari titik 50 searah
dengan absis hingga memotong garis berat lalu menarik garis tegak
lurus absis untuk membaca nilai Q optimum.
9. Menentukan harga Sw dengan rumus Sw = Q(optimum) x 50
10. Mencari nilai T (keterusan) dengan rumus

m2/hari

11. Mencari nilai D (tebal) dengan membuat kurva Q vs BQ dan Q vs CQ 2.


(kurva terlampir)
12. Menghitung nilai k (permeabilitas) dengan rumus k = T/D

BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Uraian Pengerjaan
A. Metode Jacob (Metode 1)

Tabel 1
Sw/Q

Ste

(m3/detik)

1
2
3

0,0175
0,0275
0,0375

Sw (m)

(detik/m2)

1,05
2,27
3,42

60
82,54
91,2

Sw/Q
Sw/Q = 1,05 /0,0175 = 60 detik/m2
Sw/Q = 2,27/0,0275 = 82,54 detik/m2
Sw/Q = 3,42/0,0375 = 91,2 detik/m2

a) C = a/b
= 1,625 m3/detik
= 0,4513 menit2/m5
b) B = 40 dtk/m2 (didapatkan dari kurva Q vs. Sw/Q)
= 0,66 menit/m2

Tabel 2
Step
1

Q
(l/det)
0,0175

C
2

(dtk/m )
40

(dtk /m )
1,625

BQ

CQ2

Sw (m)

0,7

0,49

1,05

0,0275

1,1

1,22

2,27

0,0375

1,5

2,28

3,42

Mencari Nilai EP (Efisiensi Pemompaan)


1. EP1 = BQ/Sw1 x 100% = 0,7/1,19 x 100% = 58 %
2. EP2 = BQ/Sw2 x 100% = 1,1/2,32 x 100% = 49 %
3. EP3 = BQ/Sw3 x 100% = 1,5/3,78 x 100% = 39 %

EP
4.
= (EP1 + EP2+ EP3)/3
= (75,48%+49,53%+44,52%)/3
=56,51%

Fd

= C/B x 100
= 0,4513/0,66 x 100
= 68,3 menit/m2
= 0,047 hari/m2

B. Metode II
Q1/Sw1

Q2/Sw1

Q3/Sw1

0,0158

0,0121

0,0109

a = a/c
= 1,449
a b =

b = b/c
= 1,110

c = c/c
=1

b c = 0,11

a c = 0,449

0,33

a b = 0,33
b c = 0,11
a c = 0,44

C. Metode III
a. Tabel 1
Ste

(m3/det) (dtk/m2) (dtk2/m5)

0,0175

0,0275

0,0375

40

1.625

Sw/Q
BQ

CQ2

(m/l/dtk

58 %

0,7

0,49

1,105

1,1

1,22

2,27

82,54

49 %

1,5

2.28

2,28

95,2

39 %

= 0,03 m3/s x 50 = 1,5 m


Mencari Nilai T ( Kemenerusan Akuifer)
T = (1,22 x Q optimum)/Sw
= 0,0244 m2/s
1.22 x Q x 86.4
= 2.108,16 m2/hari
Sw

Konduktifitas hidrolik (K)


K = T/D
= 105,4 m/hari
Studi Kasus
Diketahui :
D = 20 m
IR = 1,75 lt/dtk/Ha
LA =100 m
n = 10 jam
Ditanya : A, JP, ro
Jawab :
IR

( 24n )

Qmax
A=

= 2,592 / 151,2
=17,142 Ha

JP =

LA
A

(%)

)
63,14

Nilai Q optimum, didapatkan dari nilai Q tertinggi dengan nilai 0,03 m3/s
Mencari nilai Sw Grafis = Q optimum x 50

EP

Sw (m)

rw
= 4 inchi = 0,1016
Qopt
=0,03 m3/s = 2,592
m3/s
T
= 2,108,16 m2/s
Swgrafis = 1,5 m

= 100 Ha/ 17,142 Ha


= 14,2
= 15 sumur

Sw

Qopt
ro
ln
2 T
rw

( )

1,5m
= 2,592 l/s / (6,28 . 2 . 108.16m2/s) x (ln ro ln 0,12504)
1,5m
= 0,1957 m3/s . ln ro ln 0,1254 )
1,5/0,1957 = ln ( ro/0,1254)
7,664
= ln ro in 0,1254
7,664
= in ro + 2, 076
In ro
= 5,586
Ro
= 266,66 m
3.2. Hasil
A. Metode I

B = 0,66 menit/m2
C = 0,4513 menit2/m5
Fd = 0,047 hari/m3

Menurut tabel klasifikasi kondisi sumur berdasarkan harga koefisien well loss
(Walton, 1970), kondisi sumur ini baik.
Menurut tabel Klasifikasi sumur berdasarkan factor development
(Bierschenk, 1964), sumur ini memiliki klas baik.
B. Metode II
a b = 0,33
b c = 0,11
a c = 0,44
Nilai a b, b c, a c <1, maka konstruksi sumur sempurna
C. Metode III
Nilai EP:

EP1 = 58 %
EP2 = 49 %
EP3 = 39 %

Besar pemompaan efisien bila memiliki Nilai Ep minimal 50%,

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan

Hasil dari kontruksi sumur yang kita dapat BAIK , Qoptimum yang
didapan 0,03 m/s . tebal dari aquifer 20m . Konduktifitas hidrolik
memiliki nilai 105,4 m . Sumur yang didpat ada 16 sumur , Ro dari
daerah ini 266,66 m .

DAFTAR PUSTAKA
Bahagiarti, Sari, Puji Pratiknyo, Purwanto, and Herry Riswandi. 2016. Buku
Panduan

Praktikum

Hidrogeologi.

Yogyakarta:

Laboratorium

Hidrogeologi Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral


Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.