Anda di halaman 1dari 12

Kelompok 10

Nama Kelompok

: Vega Silvia N.R / Arwilla Faurillie A.O / Anwariza Laily

NIM

: 135020300111001 / 1350020300111008 / 135020300111033

LATIHAN
1. Prosedur Analitis
a. Perbandingan Rasio Keuangan PT Maju Makmur
Rasio
LIKUIDITAS

2008

- Current Ratio

1,36

2009
1,36

Arti Perubahan
Tidak

to

Sell

Inventory

183,19 188,99

fluktuasi

yang

signifikan,

mengindikasikan posisi rasio lancar stabil.


Terdapat peningkatan rasio dalam rentang yang
lebar

- Days

ada

sehingga

menggambarkan

adanya

peningkatan fluktuasi yang signifikan. Hal ini


mengindikasikan
memerlukan

perputaran

waktu

yang

persediaan

semakin

lama

dibandingkan pada tahun 2008.


Terdapat peningkatan rasio dalam rentang yang
lebar
- Average Collection

Period (days)

43,61

49,05

sehingga

menggambarkan

adanya

peningkatan fluktuasi yang signifikan. Hal ini


mengindikasikan perusahaan semakin lama
dalam

mengumpulkan

pelunasan

piutang

pelanggan dibandingkan pada tahun 2008.


PROFITABILITAS
Terdapat

peningkatan

rasio

sehingga

menggambarkan adanya peningkatan fluktuasi


- Profit Margin (%)

6,89%

7,86%

yang

cukup

mengindikasikan
- Return on Asset (%)

5,51%

6,46%

signifikan.

Hal

perusahaan

ini
mampu

meningkatkan laba bersih penjualannya.


Terdapat
peningkatan
rasio
sehingga
menggambarkan adanya peningkatan fluktuasi
yang

cukup

mengindikasikan

signifikan.
perusahaan

Hal

ini
mampu

meningkatkan laba bersih atas aktiva yang

digunakan untuk kegiatan operasionalnya.


Terdapat peningkatan rasio dalam rentang yang
lebar
- Return on Equity
(%)

sehingga

menggambarkan

adanya

peningkatan fluktuasi yang signifikan. Hal ini


41,5%

49,1%

mengindikasikan
meningkatkan

perusahaan

pengembalian

berhasil

melalui

laba

bersih atas ekuitas saham yang diinvestasikan


dalam kegiatan operasional perusahaan.
SOLVABILITAS
Tidak

ada

fluktuasi

yang

signifikan,

mengindikasikan posisi rasio lancar stabil.


- Debt-to-Total Assets
(%)

Namun demikian, berdasarkan rasio tersebut


38,7%

38,4%

terdapat indikasi bahwa perusahaan mampu


untuk

lebih

mengoptimalkan

penggunaan

ekuitas modalnya tanpa mengeluarkan banyak


biaya untuk meminjam dana tambahan.
Tidak ada fluktuasi yang signifikan,
mengindikasikan posisi rasio lancar stabil.
- Times

Interest

Earned

9,028

9,613

Namun, terdapat indikasi bahwa kesulitan


perusahaan untuk membayar biaya bunga
tahunan dengan menggunakan laba operasi
semakin meningkat pada tahun 2009.

Perbandingan rasio keuangan PT Maju Makmur antara tahun 2008 dan


tahun 2009 secara keseluruhan menunjukkan posisi yang aman. Namun, bila
diperhatikan lebih lanjut, PT Maju Makmur memiliki rasio likuiditas yang
menunjukkan hasil negatif. Disisi lain, rasio profitabilitas mencerminkan hal
yang positif karena perusahaan mampu meningkatkan laba bersih atas setiap
aktiva maupun ekuitas yang diinvestasikan untuk kegiatan operasionalnya.
Berdasarkan rasio-rasio tersebut, dapat diketahui bahwa prospek masa
depan PT. Maju Makmur sangat potensial. Hanya saja PT Maju Makmur perlu
menganalisis cara alternatif untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan fokus
pada margin laba, PT Maju Makmur dapat menurunkan harga jual untuk
meningkatkan volume penjualan. Selain itu, perlu memikirkan kemungkinan

perluasan produk atau pangsa pasar baru. Bagian keuangan, hendaknya fokus
mencari alternatif untuk menekan biaya serta menganalisis dampak dari
strategi pendanaan alternative.
b. Perbandingan rasio keuangan tahun 2009 dengan rasio rata-rata
industri.
Rasio

Rata-

PT Maju

Rata

Makmur

Industri

2009

Arti Perubahan

LIKUDITAS
Rasio berada di bawah rata-rata industri. Hal ini
- Current Ratio

2,23

1,3579

mungkin

mengindikasikan

permasalahan

solvabilitas jangka pendek.


Rasio berada di atas rata-rata industri. Hal ini
mungkin

rata-rata

pelanggannya tidak membayar tagihan tepat

- Average
Collection

mengindikasikan

13

49,05

Period (Days)

waktu. Keadaan ini menunjukkan PT Maju


Makmur mengalami kesulitan untuk menagih
piutang tersebut. Dampak buruknya adalah
perusahaan

akan

kekurangan

dana

untuk

investasi di aktiva-aktiva produktif lainnya.


Rasio PT Maju Makmur berada di atas rata-rata
industri. Hal ini mengindikasikan PT Maju
Makmur menyimpan terlalu banyak persediaan
- Days to Sell
Inventory

dengan tingkat pengembalian yang rendah.


98

188,99

Dengan perputaran yang rendah kita dapat


curiga

apakah

perusahaan

sebenarnya

menyimpan barang-barang yang sudah tidak


terpakai atau persediaan tidak sesuai dengan
nilai yang disajikan.
PROFITABILITAS
- Net
Profit 2,62%
Margin (%)

7,86%

Rasio PT Maju Makmur berada di atas rata-rata


industry. Hal ini mengindikasikan PT Maju
Makmur berhasil mengurangi biaya operasional
dan

menunjukkan

bahwa

operasional

perusahaan telah berjalan dengan efisien. Rasio


ini juga menunjukkan bahwa PT Maju Makmur
tidak melakukan pendanaan melalui utang yang
berlebihan.
Rasio PT Maju Makmur berada di atas rata-rata
industri. Hal ini mengindikasikan PT Maju
- Return

on

Assets (%)

5,16%

6,46%

Makmur mampu menghasilkan laba yang tinggi


dan biaya bunga yang rendah karena perusahaan
tidak melakukan pendanaan melalui urang
dengan berlebihan.
Rasio PT Maju Makmur berada di atas rata-rata

- Return

on

Equity (%)

industri. Hal ini mengindikasikan bahwa pada


11,63%

49,1%

pemegang saham akan mendapatkan tingkat


pengembalian yang tinggi atas uang yang
diinvestasikan.

LEVERAGE
Rasio PT Maju Makmur berada di bawah ratarata industri. Hal ini mengindikasikan PT Maju
- Times Interest
Earned

11,6

9,613

Makmur mampu menutupi beban bunganya


dengan batas keamanan yang relatif rendah
sehingga tidak menghadapi kesulitan di masa
depan.
Rasio PT Maju Makmur berada di bawah ratarata industri. Hal ini mengindikasikan PT Maju
Makmur tidak perlu mengeluarkan banyak
biaya untuk meminjam dana tambahan karena

- Debt-to-Total
Assets (%)

PT Maju Makmur masih memiliki kemampuan


48,1%

38,4%

untuk meningkatkan ekuitas modalnya terlebih


dahulu. Kreditor pun akan lebih menyukai rasio
utang yang rendah karena semakin rendah
angka rasionya, maka semakin rendah resiko
dari kerugian yang dialami kreditor jika terjadi
likuidasi.

Analisis rasio perbandingan rasio PT Maju Makmur tahun 2009


dengan rasio dari perusahaan lain dalam industri yang sama. Teknik ini dapat
dijadikan sebagai penentuan tolak ukur atas kinerja PT Maju Makmur
dibandingkan dengan industri lain yang sejenis.
Berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, dan leverage, menurut
kami PT Maju Makmur memiliki hasil yang positif dari rasio profitabilitas dan
leverage. Namun, PT Maju Makmur memiliki hasil yang negatif atas rasio
likuiditas.
Untuk mengatasi masalah dari rasio likuiditas tersebut, PT Maju
Makmur perlu mencari cara alternatif dalam hal kebijakan perusahaan atas
persyaratan

yang

menjadi

dasar perusahaan untuk menjual

barang

dagangannya. Selain itu, sistem persediaan just in time mungkin dapat


membantu PT Maju Makmur untuk mengatasi kesulitan dalam hal kelebihan
persediaan yang dapat menurunkan solvabilitasnya. Bila kedua hal ini diatasi
dengan baik, maka kemungkinan besar rasio profitabilitas dan leverage juga
akan mengalami peningkatan dan menunjukkan hasil yang positif atas
kegiatan operasional PT Maju Makmur.
c. Pemeriksaan Laporan Keuangan dan Neraca Saldo
Prosedur
Periksa Neraca

Temuan
Saldo debit muncul pada

Arti
Akun-akun kerugian ada kemungkinan

Saldo

akun penyisihan piutang

bertambah atau terjadi salah posting pada sisi

Periksa Neraca

ragu-ragu.
Saldo beban akrual dan

debit.
Peningkatan ini mungkin terjadi karena PT

Saldo

utang pajak mengalami

Maju Makmur menerapkan kebijakan bonus,

peningkatan fluktuasi

sehingga ketika laba bersih perusahaan

dari tahun 2008 ke tahun

meningkat, maka penghasilan (bonus) yang

2009

dibayarkan juga semakin besar. Pada


akhirnya dapat meningkatkan jumlah pajak

Periksa Neraca

Saldo debit muncul pada

penghasilannya.
Terdapat kemungkinan terjadi salah posting

Saldo

Beban Sewa

pada sisi debit atau sedang dilakukan

Intraperusahaan - Toko

penyesuaian atau pembalikan pada akun

6.
Dilihat dari sisi

tersebut.
Hal ini mengindikasikan rata-rata

Periksa Laporan

Keuangan

likuiditas, rasio Average

pelanggannya tidak membayar tagihan tepat

Collection Periode

waktu atau pelanggan terlambat melakukan

(days) PT Maju Makmur

pembayaran. Keadaan ini menunjukkan

jauh berada di atas rata-

pelanggan mengalami kesulitan keuangan

rata industri (berdampak

sehingga PT Maju Makmur mengalami

negatif).

kesulitan untuk menagih piutang tersebut.


Dampak buruknya terhadap PT Maju
Makmur adalah perusahaan akan kehabisan
dana untuk investasi di aktiva-aktiva

Periksa Laporan

Dilihat dari sisi

produktif lainnya.
Hal ini mengindikasikan PT Maju Makmur

Keuangan

likuiditas, rasio Days to

menyimpan terlalu banyak persediaan dan

Sell inventory PT Maju

mencerminkan suatu investasi dengan tingkat

Makmur jauh berada di

pengembalian yang rendah atau nihil. Dengan

atas rata-rata industri

perputaran yang rendah kita dapat curiga

(berdampak negatif).

apakah perusahaan sebenarnya menyimpan


barang-barang yang sudah tidak terpakai atau
persediaan tidak sesuai dengan nilai yang
disajikan.

RISET KELOMPOK
1. Risiko Audit
Pernyataan ISA 200: Auditor yang harus merencanakan dan melaksanakan
audit untuk mengurangi resiko audit yang dapat dierima pada tingkat rendah
yang memang sesuai dengan tujuan dari audit.
Risiko audit terdiri dari dua elemen berikut ini:
a.

Risiko bahwa laporan keuangan mengandung salah saji materi (bawaan


dan pengendalian risiko). Resiko Bawaan (Inherent Risk), adalah
kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah
saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian yang
terkait (maksudnya bahwa resiko bawaan timbul dengan asumsi
pengedalian intern dalam perusahaan tidak ada. Jika sekiranya

pengendalian intern dalam perusahaan memadai serta efektif dalam


pelaksanaannya

dengan

sendirinya

resiko

bawaan

akan

dapat

diminimalisasi). Risiko salah saji demikian adalah lebih besar pada saldo
akun atau golongan transaksi tertentu dibandingkan dengan yang lain.
Sebagai contoh, perhitungan yang rumit lebih mungkin disajikan salah jika
dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana. Uang tunai dalam
perusahaan lebih mudah dicuri daripada persediaan. Suatu akun dalam
laporan keuangan yang berasal dari estimasi akuntansi cenderung
mengandung risiko yang lebih besar dibandingkan dengan akun yang
sifatnya relatif rutin dan berisi data faktual. Perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri yang memproduksi barang-barang hi-tech seperti
misalnya handphone akan lebih berisiko terjadinya penumpukan
persediaan yang usang karena tidak sesuai lagi dengan tuntutan pasar.
Risiko Pengendalian (Control Risk), adalah risiko bahwa suatu salah saji
material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah atau
dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas. Risiko ini
merupakan fungsi efektivitas desain dan operasi pengendalian intern untuk
mencapai tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan
keuangan entitas. Beberapa risiko pengendalian akan selalu ada karena
keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian
b.

Risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi adanya salah saji materi
(deteksi atau perikatan risiko). intern. Risiko Deteksi (Detection Risk),
adalah risiko bahwa auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material
yang terdapat dalam suatu asersi. Risiko deteksi merupakan fungsi
efektivitas prosedur audit dan penerapannya oleh auditor. Risiko ini timbul
sebagian karena ketidakpastian yang ada pada waktu auditor tidak
memeriksa 100% saldo akun atau golongan transaksi, dan sebagian lagi
karena ketidakpastian lain yang ada, walaupun saldo akun atau golongan
transaksi tersebut telah diperiksa 100%. Ketidakpastian lain semacam itu
bisa timbul karena auditor mungkin memilih suatu prosedur audit yang
tidak sesuai, menerapkan secara keliru prosedur yang semestinya, atau
menafsirkan secara keliru hasil audit. Ketidakpastian seperti ini dapat

dikurangi sampai pada tingkat yang dapat diabaikan melalui perencanaan


dan supervisi memadai serta pelaksanaan praktek audit yang sesuai dengan
standar pengendalian mutu.
Untuk mengurangi risiko audit agar dapat diterima oleh tingkat yang terendah,
seorang auditor harus :
a. Menilai risiko salah saji material.
b. Membatasi deteksi risiko. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan
prosedur yang menjawab dinilai risiko pada laporan keuangan, kelas
transaksi, dan saldo akuntansi
Dalam ISA Tahap penilaian risiko dalam audit terdiri dari :
a. Melangsungkan penerimaan klien atau prosedur pelanjutan
b. Merencanakan peningkatan secara keseluruhan
c. Menunjukkan prosedur penilaian risiko untuk pemahaman bisnis dan
mengidentifikasi risiko pengendalian dan inheren.
d. Mengidentifikasi prosedur pengendalian internal yang relevan dan menilai
desain dan implementasi mereka.
e. Menilai risiko dari material misstatement dalam laporan keuangan
f. Mengidentifikasi risiko yang signifikan yang memerlukan pertimbangan
khusus audit dan risikonya untuk prosedur itu sendiri yang tidak
memenuhi.
g. Komunikasi

materi

kelemahan

dalam

desain

dan

pelaksanaan

pengendalian internal untuk manajemen dan orang-orang yang dituntut


dengan pemerintahan.
h. Membuat sebuah informasi penilaian terhadap risiko dari salah saji materi
pada semua tingkatan laporan keuangan dan tingkatan asersi.
Hubungan Timbal Balik Antar Risiko
Konsep konsep materialitas dan risiko dalam auditing saling terkait erat
dan tak terpisahkan. Risiko merupakan suatu pengukuran atas ketidakpastian,
sementara materialitas merupakan suatu pengukuran atas ukuran atau besaran.
Secara bersama-sama, kedua hal tersebut mengukur tingkat ketidakpastian
suatu nilai pada suatu besaran tertentu. Sebagai contoh, suatu pernyataan
bahwa auditor berencana untuk mengumpulkan bukti audit sedemikian rupa
hingga hanya terdapat suatu tingkat risiko (risiko akseptibilitas audit) sebesar
5 persen saja atas kegagalan dalam mengungkapkan suatu salah saji yang

melebihi nilai salah saji yang masih dapat ditoleransi sebesar $400,000
(materialitas) merupakan suatu pernyataan yang sangat akurat dan penuh arti.
Jika, baik bagian yang menyatakan risiko atau materialitas dari pernyataan
tersebut dihapuskan, maka pernyataan tersebut tidak akan memiliki arti
apapun. Suatu tingkat resiko sebesar 5 persen tanpa diikuti dengan suatu
ukuran materialitas yang spesifik dapat menyatakan secara tidak langsung
bahwa suatu salah saji yang bernilai $100 atau $1,000,000 pun dapat diterima.
Suatu overstatement sebesar $442,000 tanpa diikuti dengan suatu tingkat
risiko yang spesifik dapat menyatakan secara tidak langsung bahwa suatu
tingkat risiko sebesar 1 persen atau 80 persen pun dapat diterima.
Matriks hubungan antar risiko dan bukti audit
Situasi
1
2
3
4
5

Audit Risk
Tinggi
Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi

Inheren

Control

Detection

Jumlah

Risk
Rendah
Rendah
Tinggi
Sedang
Rendah

Risk
Rendah
Rendah
Tinggi
Sedang
Sedang

Risk
Tinggi
Sedang
Rendah
Sedang
Sedang

yang Diperlukan
Rendah
Sedang
Tinggi
Sedang
Sedang

2. Menurut PSA no 22 (SA Seksi 329), Prosedur analitis merupakan bagian


penting dalam proses audit dan terdiri dari evaluasi terhadap informasi
keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk akal
antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara
data keuangan dengan data nonkeuangan. Prosedur analitis mencakup
perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang
mengaitkan berbagai hubungan dan unsur data.
Manfaat prosedur analitis yang digunakan oleh auditor :
a. Membantu auditor dalam merencanakan sifat, saat, dan lingkup prosedur
audit lainnya.
b. Sebagai pengujian substantif untuk memperoleh bukti tentang asersi tertentu
yang berhubungan dengan saldo akun atau jenis transaksi.
c. Sebagai review menyeluruh informasi keuangan pada tahap review akhir
audit.
Prosedur analitis utama yang dilakukan oleh auditor adalah melakukan
analisis terhadap rasio-rasio keuangan utama. Analisis yang sama dilakukan

Bukti

oleh auditor untuk memberikan mereka suatu pemahaman yang lebih baik
tentang bisnis klien. lebih lanjut, apabila rasio-rasio yang dihitung berdasarkan
tahun berjalan dibandingkan dengan ekspektasi yang dikembangkan dari data
tahun-tahun sebelumnya, jumlah anggaran, atau norma industri, maka dapat
diperoleh masukan dalam bidang-bidang dengan resiko salah saji yang tinggi.
Contohnya, ketika perbandingan mengungkapkan fluktuasi yang tidak
diharapakan, atau ketika fluktuasi yang diharapkan tidak muncul, auditor
biasanya ingin menyelidiki apakah perubahan sementara tersebut diakibatkan
oleh salah saji dari satu atau lebih variabel yang digunakan dalam menghitung
rasio.
Prosedur analitis penting bagi auditor karena prosedur analitis dapat
membantu dalam perencanaan sifat, saat, dan lingkup prosedur audit yang akan
digunakan untuk memperoleh bukti saldo akun atau golongan transaksi
tertentu. Selain itu, prosedur analitis juga digunakan untuk meningkatkan
pemahaman auditor atas bisnis klien dan transaksi atau peristiwa yang terjadi
sejak tanggal audit terakhir, serta mengidentifikasi bidang yang kemungkinan
mencerminkan risiko tertentu yang bersangkutan dengan audit.
Prosedur analitis dapat membantu keefisienan dan keefektivan audit yang
dilakukan auditor berdasarkan:
a. Sifat asersi.
Prosedur analitis mungkin merupakan pengujian efektif dan efisien
atas asersi yang kemungkinan salah sajinya tidak akan tampak dari
pemeriksaan bukti rinci atau bila bukti yang rinci tidak langsung
tersedia. Sebagai contoh, perbandingan dari kumpulan gaji yang
dibayar dengan jumlah karyawan mungkin menunjukkan pembayaran
yang tidak sah yang mungkin tidak tampak dari pengujian transaksi
individual.
b. Kelayakan dan kemampuan untuk memprediksikan suatu hubungan.
Karena tingkat keyakinan yang lebih tinggi diharapkan dari
prosedur

analitis

dibutuhkan

lebih

banyak

hubungan

untuk

mengembangkan harapan. Hubungan dalam satu lingkungan yang


stabil biasanya lebih dapat diduga daripada hubungan dalam satu

lingkungan yang dinamis atau tidak stabil. Hubungan yang melibatkan


akun laba-rugi cenderung lebih dapat diduga dari pada hubungan yang
melibatkan hanya akun neraca, karena akun laba-rugi mencerminkan
transaksi selama satu periode waktu, sementara akun neraca
mencerminkan saldo pada satu titik waktu. Hubungan yang
menyangkut transaksi yang tergantung pada keputusan manajemen
kadang-kadang kurang dapat diduga. Sebagai contoh, manajemen
mungkin memilih untuk mengeluarkan biaya pemeliharaan dari pada
mengganti aktiva tetap atau mereka mungkin menunda suatu
pengeluaran klien.
c. Ketersediaan

dan

keandalan

data

yang

digunakan

untuk

mengembangkan harapan.
Auditor memperoleh keyakinan dari prosedur analitis berdasarkan
atas konsistensi jumlah yang tercatat dengan harapan yang
dikembangkan dari data yang diperoleh dari sumber lainnya.
Keandalan data yang digunakan untuk mengembangkan harapan harus
sesuai dengan tingkat keyakinan yang diinginkan dari prosedur
analitis.

Auditor

harus

menilai

keandalan

data

dengan

mempertimbangkan sumber data dan kondisi yang melingkupi


pengumpulan data serta pengetahuan lain yang mungkin dimiliki
auditor mengenai data itu.
d. Ketepatan harapan.
Harapan auditor harus cukup tepat untuk memberikan tingkat
keyakinan yang diinginkan sehingga perbedaan yang mungkin
merupakan salah saji yang material, baik secara individu atau secara
kelompok, dengan salah saji lainnya, akan teridentifikasi untuk diaudit
oleh auditor (paragraf 20). Ketika harapan menjadi lebih tepat,
toleransi perbedaan yang diharapkan menjadi lebih sempit, sehingga
jika terjadi perbedaan yang signifikan antara hasil prosedur analitis
dengan angka sesungguhnya, perbedaan tersebut kemungkinan besar
karena salah saji. Ketepatan harapan tergantung pada, antara lain,
identifikasi dan pertimbangan auditor terhadap faktor-faktor yang

secara signifikan mempengaruhi jumlah yang diaudit dan tingkat


kerincian data yang digunakan untuk mengembangkan harapan.
Prosedur analitis dilaksanakan dalam sebuah audit pada tahap perencanaan
audit. Tepatnya prosedur tersebut dilakukan setelah langkah memperoleh
pemahaman atas bisnis dan industri klien dan sebelum membuat pertimbangan
awal tentang tingkat materialitas.