Anda di halaman 1dari 6

Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)

Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix) telah menjadi alat yang populer untuk
merumuskan strategi alternatif. Semua organisasi dapat diposisikan di salah satu dari empat
kuadran strategis. Matriks Strategi Besar didasarkan pada dua dimensi evaluatif yaitu posisi
kompetitif dan pertumbuhan pasar (industri). Setiap industri yang pertumbuhan penjualan
tahunannya melebihi 5% dapat dianggap memiliki pertumbuhan yang cepat. Strategi yang
tepat untuk dipertimbangkan organisasi ditampilkan dalam urutan daya tarik di setiap kuadran
matrik tersebut.

PERTUMBUHAN PASAR YANG CEPAT

POSISI
KOMPETITIF

POSISI
KOMPETITIF

PERTUMBUHAN PASAR YANG LAMBAT


Perusahaan-perusahaan yang berada dalam kuadran I Matriks Strategi Besar
memiliki posisi strategis yang sempurna. Untuk perusahaan-perusahaan tersebut, konsentrasi
pada pasar (penetrasi pasar dan pengembangan pasar) dan produk (pengembangan produk)
yang ada saat ini merupakan strategi yang sesuai. Bila perusahaan Kuadran I mempunyai
kelebihan sumber daya, maka integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi
horizontal bisa menjadi strategi yang efektif. Ketika suatu perusahaan Kuadran I terlalu
berpatokan dengan satu produk tertentu, diversifikasi terkait kiranya dapat membantu
mengurangi resiko yang berkaitan dengan lini produk yang sempit. Perusahaan perusahaan
Kuadran I memiliki sember daya yang memadai untuk mengambil keuntungan dari berbagai
peluang eksternal yang muncul di banyak bidang.

Perusahaan-perusahaan yang berada di kuadran II perlu secara serius mengevaluasi


pendekatan mereka terhadap pasar. Walaupun industri mereka tengah tumbuh, mereka tidak
mampu bersaing secara efektif, dan mereka perlu mencari tahu mengapa pendekatan
perusahaan saat ini tidak efektif dan bagaimana perusahaan mencari tahu mengapa
pendekatan perusahaan saat ini tidak efektif serta bagaimana perusahaan memperbaiki daya
saingnya. Untuk ini dapat digunakan strategi intensif (sebagai kebalikan strategi integratif
atau diversifikasi) sebagai pilihan utama untuk dipertimbangkan. Namun jika perusahaan
kurang memiliki keunggulan kompetitif, integrasi horizontal menjadi alternatif lain yang
bagus. Sebagai pilihan terakhir, divestasi atau likuidasi dapat dipertimbangkan.
Organisasi-organisasi kuadran III bersaing di industri yang pertumbuhannya lambat
serta memiliki posisi kompetitif lemah. Berbagai perusahaan ini harus segera membuat
perubahan drastis untuk menghindari penurunan yang lebih jauh atau kemungkinan likuidasi.
Pengurangan biaya dan aset yang ekstensif harus dilakukan pertama kali. Strategi alternatif
lainnya adalah dengan mengalihkan sumber daya dari bisnis saat ini ke bidang yang lain
(diversifikasi).
Terakhir, bisnis-bisnis kuadran IV memiliki posisi kompetitif yang kuat namun berada
dalam industry yang pertumbuhannya lambat. Perusahaan-perusahaan ini mempunyai
kekuatan untuk mengadakan program diversifikasi ke bidang-bidang pertumbuhan baru yang
lebih menjanjikan: karakteristik perusahaan-perusahaan kuadran IV adalah memiliki tingkat
arus kas yang tinggi serta kebutuhan pertumbuhan internal yang terbatas dan seringkali dapat
menjalankan strategi diversifikasi terkait atau tak terkait dengan berhasil.
Kelebihan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)

Menjadi salah satu alat analisis yang populer untuk merumuskan strategi alternatif. Semua
perusahaan dapat diposisikan di salah satu dari empat kuadran strategi ini.

Strategi didasarkan pada posisi kompetitif dan kemampuan perusahaan tersebut.


Kelemahan Matriks Strategi Besar (Grand Strategy Matrix)

Perusahaan harus mengamati hal-hal dan peluang apa saja yang dianggap sebagai
kemampuan yang dimiliki perusahaan agar dapat digunakan dalam matrik ini.

Tahap Keputusan
Analisis dan intuisi menjadi landasan bagi pengambilan keputusan perumusan
strategi. Teknik- teknik pencocokan yang baru saja dibahas memaparkan berbagai alternatif

strategi yang bisa ditempuh. Banyak dari strategi ini kemungkinan akan diusulkan oleh para
manajer dan karyawan yang berpartisipasi dalam analisis dan aktivitas pemilihan strategi.
Setiap strategi tambahan yang dihasilkan dari analisis-analisis pencocokan dapat didiskusikan
dan ditambahkan pada daftar pilihan alternatif yang masuk akal.
Matriks Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)
Di luar strategi-strategi pemeringkatan untuk mendapatkan daftar prioritas, hanya ada
satu teknik analitis dalam literatur yang dirancang untuk menentukan daya tarik relatif dari
berbagai tindakan alternatif. Teknik tersebut adalah Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif
(Quantitative Planning MatrixQSPM).
Teknik ini secara objektif menunjukkan strategi mana yang terbaik. QSPM
menggunakan analisis input dari Tahap 1 dan hasil pencocokkan dari analisis Tahap 2 untuk
secara objektif menentukan strategi yang hendak dijalankan di antara strategi-strategi
alternatif. Itu artinya, bahwa Matriks EFE, Matriks IFE, dan Matriks Profil Kompetitif yang
menyusun Tahap 1, ditambah dengan Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks BCG, dan
Matriks IE yang menyusun Tahap 2, menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk
menyusun QSPM (Tahap 3).
QSPM merupakan alat analisis yang memungkinkan para penyusun strategi
mengevaluasi berbagai strategi alternatif secara objektif, berdasarkan pada faktor-faktor
keberhasilan penting eksternal dan internal yang diidentifikasi sebelumnya. Seperti halnya
berbagai alat perumusan strategi lainnya, QSPM juga membutuhkan penilaian intuitif yang
baik. Bentuk dasar QSPM diilustrasikan pada Tabel berikut ini.

Pada kolom kiri QSPM mencakup faktor-faktor eksternal dan internal utama (yang muncul
di Tahap 1),

Baris teratas yang mencakup strategi-strategi alternatif yang masuk akal (berdasarkan
analisis pada Tahap 2).

Tabel 1. Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM)


Alternatif Strategi
Faktor-Faktor Utama

Faktor-Faktor Eksternal Utama

Bobot

Strategi 1

Strategi 2

Strategi 3

____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________

Faktor-Faktor Internal Utama


____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________

Secara khusus, kolom kiri QSPM berisi informasi yang diperoleh secara langsung dari
Matriks EFE dan IFE. Pada kolom yang berdampingan dengan faktor-faktor keberhasilan
penting tersebut, bobot masing-masing faktor sama dengan bobot seperti yang tertera dalam
Matriks EFE dan Matriks IFE.
Baris teratas QSPM berisi strategi-strategi alternatif yang diperoleh dari Matriks
SWOT, Matriks SPACE, Matriks BCG, Matriks IE, dan Matriks Strategi Besar. Alat-alat
pencocokan ini biasanya menghasilkan strategi yang serupa. Namun demikian, tidak semua
strategi yang diusulkan oleh alat-alat pencocokan harus dievaluasi dalam QSPM. Berikut ini
langkah-langkah untuk mengembangkan QSPM:
1. Susunlah daftar berbagai peluang/ancaman eksternal dan kekuatan/kelemahan
internal utama di kolom kiri QSPM. Informasi ini harus diambil langsung dari Matriks
EFE dan Matriks IFE. Minimal 10 faktor keberhasilan utama eksternal dan 10 faktor
keberhasilan utama internal.
2. Berilah bobot pada setiap faktor eksternal dan internal utama tersebut. Bobot ini
harus sama dengan bobot yang ada dalam Matriks EFE dan Matriks IFE. Bobot disajikan
dalam kolom persis di samping kanan faktor keberhasilan kunci eksternal dan internal.
3. Periksa dan cermati dengan saksama semua hasil analisis pada Tahap 2
(pencocokan), kemudian identifikasi berbagai strategi alternatif yang perlu

dipertimbangkan untuk diterapkan oleh perusahaan. Catat strategi-strategi ini di baris


teratas QSPM. Kelompokkan berbagai strategi tersebut dalam satu rangkaian eksklusif,
sebisa mungkin.
4. Tentukan skor daya tarik. Skor Daya Tarik (Attractiveness ScoreAS) didefinisikan
sebagai nilai numerik yang mengindikasikan daya tarik relatif dari setiap strategi di
rangkaian alternatif tertentu. Skor Daya Tarik ditentukan dengan cara mengamati setiap
faktor eksternal atau internal utama, pada suatu waktu tertentu, sembari mengajukan
pertanyaan, Apakah faktor ini memengaruhi pilihan strategi yang dibuat?
Jika jawaban atas pertanyaan ini adalah ya, strategi kemudian perlu diperbandingkan
relatif terhadap faktor utama tersebut. Secara khusus, Skor Daya Tarik harus diberikan
pada setiap strategi untuk menunjukkan daya tarik relatif suatu strategi atas strategi
yang lain, dengan mempertimbangkan faktor utama tertentu. Kisaran Skor Daya Tarik
adalah 1 = tidak memiliki daya tarik, 2 = daya tarik rendah, 3 = daya tarik sedang, dan

4 = daya tarik tinggi. Kerjakanlah baris demi baris dalam mengembangkan QSPM.
Jika jawaban atas pertanyaan di atas adalah tidak, yang mengindikasikan bahwa
faktor utama yang bersangkutan tidak memiliki pengaruh terhadap pilihan strategi yang
dibuat, maka jangan memberikan Skor Daya Tarik pada strategi dalam rangkaian
tersebut. Gunakan tanda hubung yang menandakan bahwa suatu faktor tidak
memengaruhi pilihan yang dibuat.
Jika memberikan tanda AS pada satu alternatif strategi, maka berikanlah pula tanda AS

pada strategi yang lain.


5. Hitungkah Skor Daya Tarik Total. Skor Daya Tarik Total (Total Attractiveness
ScoreTAS) didefinisikan sebagai hasil kali antara bobot dengan Skor Daya Tarik di
setiap baris. Skor Daya Tarik Total mengindikasikan daya tarik relatif dari setiap strategi
alternatif, dengan hanya mempertimbangkan dampak faktor-faktor eksternal/internal
utama yang berdekatan. Semakin tinggi Skor Daya Tarik Total, semakin menarik pula
strategi alternatif tersebut (hanya dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama yang
berdekatan).
6. Hitunglah jumlah keseluruhan skor daya tarik total. Jumlahkan Skor Daya Tarik Total
(TAS) di setiap kolom strategi. Jumlah keseluruhan daya tarik total menunjukkan strategi
yang paling menarik di setiap rangkaian alternatif. Skor yang lebih tinggi mengindikasikan
strategi yang lebih menarik, mengingat semua faktor eksternal dan internal relevan yang
dapat memengaruhi keputusan strategis. Besarnya selisih antara Jumlah Keseluruhan Daya
Tarik Total di rangkaian alternatif strategi tertentu menunjukkan ketertarikan relatif suatu
strategi terhadap strategi yang lain.

Kelebihan Matriks QSPM

Serangkaian strategi dapat dievaluasi secara bertahap atau bersamasama. Misalnya,


strategi tingkat perusahaan dapat dievaluasi dulu, diikuti dengan strategi tingkat divisi,
kemudian strategi tingkat fungsi. Tidak ada batasan jumlah strategi yang dapat dievaluasi
atau jumlah rangkaian strategi yang dapat dicermati sekaligus dalam menggunakan
QSPM.

QSPM selalu membutuhkan penyusun strategi untuk mengintegrasikan faktor internal dan
eksternal yang relevan dalam proses keputusan.

Mengembangkan QSPM memperkecil kemungkinan bahwa faktor-faktor utama akan


terlewat atau diberi bobot secara berlebihan. QSPM menggarisbawahi berbagai hubungan
penting yang memengaruhi keputusan strategi.

QSPM dapat diadaptasi untuk digunakan oleh organisasi berorientasi laba dan nirlaba
yang besar maupun kecil sehingga bisa diaplikasikan di hampir setiap jenis organisasi.

Walaupun dalam mengembangkan QSPM dibutuhkan sejumlah keputusan subjektif,


membuat keputusan-keputusan kecil di sepanjang proses meningkatkan probabilitas
bahwa keputusan strategis akhir yang dicapai adalah yang terbaik bagi organisasi.

Kelemahan Matriks QSPM

QSPM selalu membutuhkan penilaian intuitif dan asumsi yang berdasar. Pemeringkatan
dan skor daya tarik membutuhkan keputusan penilaian, meskipun hal itu harus didasarkan
pada informasi yang objektif.

Diskusi di antara para penyusun strategi, manager, dan karyawan di sepanjang proses
perumusan strategi adalah hal yang konstruktif untuk memperbaiki kualitas keputusan
strategi.

QSPM hanya dapat bermanfaat sebagai informasi pendahuluan dan analisis pencocokan
yang mendasari penyusunannya.

Anda mungkin juga menyukai