Anda di halaman 1dari 5

Banda Aceh, 18 Maret 2014

NOTA PEMBELAAN
(Pledoi)
NO. REG: 120/Pid.B/2014/KN.BNA.
Untuk dan atas nama Terdakwa:
Nama
Tempat & Tanggal Lahir
Umur
Jenis Kelamin
Kebangsaan
Alamat
Agama
Pekerjaan

:
:
:
:

Amar Bin Murad


Banda Aceh, 15 April 1986
30 Tahun
Laki-laki
: Indonesia
: Jalan Syiah Kuala no 40, Banda Aceh
: Islam
: Wirausaha

Dengan ini, kami tim Penasehat Hukum Terdakwa menyampaikan Nota


Pembelaan sebagai berikut:
I.

PENDAHULUAN
Majelis Hakim Yang Mulia,
Saudara Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati, dan
Pengunjung Sidang Sekalian
Puji Syukur kita pantjatkan kehadirat Allah SWT, Atas limpahan Rahmat
dan Karunianya kepada kita semua, sehingga Persidangan hari ini berjalan
dengan baik, lancar dan tepat waktu sesuai dengan rencana dan agenda
Persidangan yang telah kita sepakati bersama.
Selanjutnya selawat beriring salam kita sampaikan kepada Junjungan
Alam Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat beliau
yang telah memberikan Pedoman dan Suri Teladan bagi kita semua,
sehingga menjadi Tuntunan dan contoh bagi kita semua dalam menjalani
kehidupan dan menjalankan aktivitas di muka bumi ini.
Kami sebagai Tim Penasihat Hukum Terdakwa mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda
Aceh yang telah memeriksa dan mengadili perkara terdakwa dengan
penuh kesabaran, ketekunan serta menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia
(HAM) sesuai dengan peraturan yang ada, berbagai hambatan dan
rintangan dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana, pilar-pilar

keadilan masih berdiri kokoh dan tegak lurus di Pengadilan Negeri Banda
Aceh.
Terlepas dari adanya perbedaan posisi dan pandangan antara Jaksa
Penuntut Umum dan Kami Penasihat Hukum Terdakwa, namun kita semua
selalu bersama-sama mencari dan berusaha menemukan kebenaran
dalam hukum berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di Persidangan
demi tercapainya kebenaran materil sejati sebagai suatu keadilan untuk
Terdakwa. Namun sebelum putusan hukum terhadap diri terdakwa
diberikan, Nota Pembelaan yang kami ajukan sebagai Penasehat Hukum
terdakwa ini, kami mohonkan untuk dapat dipertimbangkan sebaikbaiknya secara yuridis, filosofis dan berdasarkan hati nurani yang terbaik
demi tegaknya kebenaran dan keadilam di bumi pertiwi Indonesia yang
kita cintai ini, yang kami inginkan keyakinan Hakim mohon untuk
memutuskan dengan yang Seadil-adilnya demi keadilan berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
II.

TENTANG DAKWAAN DAN TUNTUTAN HUKUM

a.

Dakwaan
Bahwa dalam perkara ini, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana
sebagaimana diancam pidana dalam pasal 27 ayat 3 Undang-Undang no
11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE)
b.
Tuntutan
Bahwa jaksa penuntut umum dalam surat tuntutannya telah menuntut
terdakwa sebagai berikut:

1.

Menyatakan Terdakwa Amar Bin Murad terbukti secara sah dan


meyakinkan bersalah telah melakukan dengan sengaja dan tanpa hak
mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat
diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan
dan/atau pencemaran nama baik penganiayaan sebagaimana diatur dan
diancam pidana dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang No 11 Tahun
2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sesuai Dakwaan
Penuntut Umum.
2.
Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Amar Bin Murad dengan
pidana penjara selama 6 (enam) tahun dikurangi selama Terdakwa berada
dalam tahanan sementara dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.
3.
Menyatakan barang bukti berupa:
Sebuah laptop, kaset instalasi windows dan data yang telah di posting
di media sosial Instagram dan Facebook.
4.
Menetapkan agar Terdakwa Amar Bin Murad membayar biaya perkara.

III. FAKTA-FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN


Majelis Hakim yang Mulia,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Selama persidangan berlangsung telah diperoleh fakta-fakta sebagaimana
terungkap dalam persidangan, baik dalam keterangan saksi-saksi,
keterangan Terdakwa maupun bukti lainnya yang telah diajukan ke
persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Kuasa Hukum Terdakwa
yang telah memperjelas posisi dan kedudukan Terdakwa.
Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :
a.

Keterangan saksi Ainun Binti Muhammad,


menerangkan di depan persidangan bahwa :

di

bawah

sumpah

1.

Bahwa benar pada hari senin tanggal 1 Januari 2014 sekitar pukul
20.00 wib atau setidaknya pada waktu lain di tanggal 1 Januari 2014 telah
dipostingnya sejumlah data pribadi milik Mario di media sosial Instagram
dan Facebook pribadi milik Terdakwa.

2. Bahwa benar sebelum dipostingnya sejumlah data pribadi milik Mario di


media sosial Instagram dan Facebook milik Terdakwa, Mario menitipkan
laptop pribadi miliknya kepada Terdakwa untuk kepentingan membuat
laporan akhir tahun usaha dan instalasi windows.
3. Bahwa benar tanggal 25 Desember 2013 Amar bin Murad mengembalikan
Laptop pribadi milik Mario yang digunakan untuk membuat laporan akhir
tahun usaha dan untuk instalasi windows di laptop milik Mario.
b. Keterangan saksi Yusuf Bin Malik, di bawah sumpah menerangkan di
depan persidangan bahwa :
1. Bahwa benar media sosial pribadi milik Terdakwa telah diretas oleh orang
yang tidak diketahui.
2. Bahwa benar flashdisk pribadi milik Terdakwa yang digunakan untuk
menyalin data-data penting milik Mario untuk kepentingan instalasi
windows telah hilang.
IV. ANALISA YURIDIS
Majelis Hakim yang Mulia,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,

Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan


keterangan-keterangan para saksi, alat bukti yang diajukan oleh Jaksa
Penuntut Umum, maka kami dari tim Penasehat Hukum Terdakwa telah
menganalisa lagi unsur Pasal 27 Ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 Tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang didakwakan oleh
Jaksa Penuntut Umum. Karena menurut tim Kuasa Hukum Terdakwa, ada
kekeliruan dalam penerapan dakwaan dan tuntutan sanksi pidana bagi
Terdakwa, karena sesuai yang telah di uraikan di atas bahwa akun media
sosial pribadi milik Terdakwa telah diretas dan flashdisk yang digunakan
untuk menyalin data penting milik Korban guna kepentingan instalsi
windows telah hilang.

Majelis Hakim yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Bahwa oleh karena telah diretasnya akun media sosial Instagram
dan Facebook pribadi milik Terdakwa, maka Pasal yang didakwakan oleh
Jaksa Penuntut Umum kepada Terdakwa salah alamat alias tidak tepat
sasaran. Karena tidak ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh
Terdakwa untuk meyebarluaskan data-data pribadi milik Korban di media
sosial Instagram dan Facebook.
Bahwa jikalau Jaksa Penuntut Umum mendakwakan Terdakwa
dengan Pasal 27 Ayat (3) UU N0 11 Tahun 2008, maka unsur kesengajaan
tidak terpenuhi. Karena yang memposting data-data pribadi milik Korban
di media sosial Instagram dan Facebook bukanlah perbuatan Terdakwa.
Hal ini sebagaimana diterangkan oleh saksi Yusuf Bin Malik bahwa akun
media sosial milik Terdakwa telah diretas oleh orang tidak dikenal.

V.

PENUTUP
Majelis Hakim yang Mulia,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Berdasarkan uraian yang telah diuraikan di atas, kami Penasehat
Hukum Terdakwa memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan
mengadili perkara ini agar menjadi bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan dan memohon kepada kepada Majelis Hakim agar
memutuskan sebagai berikut:

1.

Membebaskan Terdakwa Amar Bin Murad dari


sebagaimana yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum

2.

Memulihkan hak-hak Terdakwa, dalam kemampuan, kedudukan,


harkat sertamartabatnya;

3.

tuntutan

pidana

Membebankan biaya perkara ini kepada Negara;

Atau
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan seadil-adilnya
sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Demikianlah Nota Pembelaan (Pleidoi) ini kami sampaikan, atas perkenan
Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda aceh yang memeriksa dan
mengadili perkara ini, kami Tim Penasehat Hukum Terdakwa
mengucapkan Terima Kasih.

Hormat Kami,
Kuasa Hukum Terdakwa,

Jamal Malik, S.H., M.H.


Ali, S.H.

Imran