Anda di halaman 1dari 7

Banda Aceh, 3 Agustus 2015

NOTA PEMBELAAN
(Pledoi)
No. Reg. Perkara : PDM-43/SGL/06/2015
Untuk dan atas nama Terdakwa:
Nama Lengkap
: Nuraini Binti Hasan
Tempat Lahir
: Gampong Tgk Dilaweung
Umur/Tanggal Lahir : 42 Tahun / 02 Juni 1973
Jenis Kelamin
: Perempuan
Kebangsaan
: Indonesia
Tempat Tinggal
: Gampong Geunteng Barat, Kec. Batee, Kab. Pidie
Agama
: Islam
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Pendidikan
: Tidak Sekolah
Dengan ini, kami tim Penasehat Hukum Terdakwa menyampaikan Nota Pembelaan sebagai
berikut:

I.

PENDAHULUAN
Majelis Hakim Yang Mulia,
Saudara Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati, dan
Pengunjung Sidang Sekalian
Puji Syukur kita pantjatkan kehadirat Allah SWT, Atas limpahan Rahmat dan Karunianya
kepada kita semua, sehingga Persidangan hari ini berjalan dengan baik, lancar dan tepat
waktu sesuai dengan rencana dan agenda Persidangan yang telah kita sepakati bersama.
Selanjutnya selawat beriring salam kita sampaikan kepada Junjungan Alam Nabi Besar
Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabat beliau yang telah memberikan Pedoman dan
Suri Teladan bagi kita semua, sehingga menjadi Tuntunan dan contoh bagi kita semua dalam
menjalani kehidupan dan menjalankan aktivitas di muka bumi ini.
Kami sebagai Tim Penasihat Hukum Terdakwa mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sigli yang telah memeriksa dan
mengadili perkara terdakwa dengan penuh kesabaran, ketekunan serta menjunjung tinggi Hak
Azasi Manusia (HAM) sesuai dengan peraturan yang ada, berbagai hambatan dan rintangan
dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana, pilar-pilar keadilan masih berdiri kokoh dan
tegak lurus di Pengadilan Sigli.
Terlepas dari adanya perbedaan posisi dan pandangan antara Jaksa Penuntut Umum dan Kami
Penasihat Hukum Terdakwa, namun kita semua selalu bersama-sama mencari dan berusaha
menemukan kebenaran dalam hukum berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di Persidangan
demi tercapainya kebenaran materil sejati sebagai suatu keadilan untuk Terdakwa. Namun
sebelum putusan hukum terhadap diri terdakwa diberikan, Nota Pembelaan yang kami ajukan

sebagai Penasehat Hukum terdakwa ini, kami mohonkan untuk dapat dipertimbangkan
sebaik-baiknya secara yuridis, filosofis dan berdasarkan hati nurani yang terbaik demi
tegaknya kebenaran dan keadilam di bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai ini, yang kami
inginkan keyakinan Hakim mohon untuk memutuskan dengan yang Seadil-adilnya demi
keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
II. TENTANG DAKWAAN DAN TUNTUTAN HUKUM
a.

Dakwaan
Bahwa dalam perkara ini, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana yang
diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHP.
b. Tuntutan
Bahwa jaksa penuntut umum dalam surat tuntutannya telah menuntut terdakwa sebagai
berikut:

1. Menyatakan Terdakwa Nuraini Binti Hasan terbukti secara sah dan mennyakinkan bersalah
telah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam
Pasal 351 Ayat (1) KUHP sesuai Dakwaan Penuntut Umum.
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nuraini Binti Hasan dengan pidana penjara selama 1
(satu) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dan dengan
perintah terdakwa tetap ditahan.
3. Menyatakan barang bukti berupa:
- Sebilah pisau lipat ukuran 1 X 11 Cm dirampas untuk dimusnahkan
4. Menetapkan agar Terdakwa Nuraini Binti Hasan membayar biaya perkara sebesar Rp. 2000,(dua ribu rupiah).
III. FAKTA-FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN
Majelis Hakim yang Mulia,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Selama persidangan berlangsung telah diperoleh fakta-fakta sebagaimana terungkap dalam
persidangan, baik dalam keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa maupun bukti
lainnya yang telah diajukan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Kuasa
Hukum Terdakwa yang telah memperjelas posisi dan kedudukan Terdakwa.
Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

a.

Keterangan saksi Ruhamah Binti Karimuddin, di bawah sumpah menerangkan di depan


persidangan bahwa:

1. Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 sekitar pukul 10.20 WIB yang
bertempat di pinggir jalan Desa dekat lorong menuju pantai tepatnya di Gampong Geunteng
Barat, Kec. Batee Kab. Pidie telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh
Terdakwa Nuraini Binti Hasan.
2. Bahwa benar sebelum terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh Terdakwa Nuraini Binti
Hasan kepada saksi, Terdakwa memaki-maki saksi dengan mengatakan jak pap ma keudeh.

3. Bahwa benar yang melakukan penganiayaan terhadap saksi adalah terdakwa Nuraini Binti
Hasan dengan cara terdakwa mengibas-ngibaskan pisau ke arah saksi, kemudian saksi
mengelak dan menunduk sehingga mengenai dan melukai muka sebelah kiri saksi serta
dibagian belakang punggung saksi.
4. Bahwa benar antara saksi dan terdakwa tidak ada masalah pribadi, di saat saksi sedang
mengayam tikar di rumah saksi dating terdakwa dan menuduh saksi telah mengatakan orang
lain bahwa untuk apa terdakwa bolak balik di depan jendela ruangan perawatan adik saksi di
rumah sakit, berawal dari situlah terjadi cek cok mulut antara terdakwa dengan saksi sehingga
terjadi penganiayaan dilakukan oleh terdakwa kepada saksi.
5. Bahwa benar yang melihat dan melerai penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa kepada
saksi adalah saksi Muhammad Zubir.
6.

Bahwa benar antara saksi dan terdakwa Nuraini tidak pernah tercapai perdamaian.

7. Bahwa benar akibat dari penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa terhadap saksi adalah
saksi mengalami luka robek tiga jahitan di bahagian kepala atau pusing serta menghalangi
kegiatan sehari-hari dan tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasa selama 2 (dua) minggu.
b. Saksi Suriati Binti Karimuddin, di bawah sumpah menerangkan di depan persidangan bahwa:
1. Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 sekitar pukul 10.20 WIB yang
bertempat di pinggir jalan Desa dekat lorong menuju pantai tepatnya di Gampong Geunteng
Barat, Kec. Batee Kab. Pidie telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh
Terdakwa Nuraini Binti Hasan.
2. Bahwa benar yang melakukan penganiayaan terhadap saksi adalah terdakwa Nuraini Binti
Hasan dengan cara Terdakwa mengeluarkan sebilah pisau lalu menusukkan kea rah kakak
saksi yaitu saksi Ruhamah sehingga melukai pipi kiri kaka saksi yaitu saksi Ruhamah,
kemudian saksi berusaha melerai tetapi terdakwa Nuraini Binti Hasan tidak terima dengan
sikap saksi berusaha melerai tetapi terdakwa Nuraini Binti Hasan tidak terima dengan sikap
saksi dan langsung menusuk saksi dengan sebilah pisau dan langsung mengenai lengan
tangan kiri saksi, kemudian terdakwa Nuraini binti Hasan menusuk saksi lagi dan saksi
menangkisnya dengan tangan kanan saksi dan mengakibatkan tangan saksi mengalami luka
robek 20 (dua puluh) jahitan.
3. Bahwa benar yang melihat dan melerai penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa kepada
saksi adalah saksi Muhammad Zubir.
4. Bahwa benar selain diri saksi ada lagi yang menjadi korban penganiayaan yang dilakukan
oleh terdakwa Nuraini binti Hasan yaitu kakak saksi yang bernama saksi Ruhamah.
5. Bahwa benar akibat penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa Nuraini Binti Hasan kepada
saksi adalah saksi mengalami luka robek 20 (dua puluh) jahitan di bagian lengan tangan
sebelah kiri dekat siku dan luka gores di bagian punggung sebelah kiri.

6. Bahwa benar akibat penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa Nuraini Binti Hasan kepada
saksi mengalami sakit dan nyeri dan juga dibahagian kepala terasa sangat pusing sehingga
menghalangi kegiatan saksi sehari-hari dan tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasa.
7. Bahwa benar saksi tidak mengetahui apa sebab terdakwa Nuraini Binti Hasan melakukan
penganiayaan terhadap saksi dan saksi Ruhamah.
8. Bahwa benar saksi ada melihat terdakwa Nuraini binti Hasan menggunakan pisau pada saat
melakukan penganiyaan terhadap saksi dan saksi Ruhamah.
9. Bahwa benar antara saksi dan terdakwa Nuraini tidak pernah tercapai perdamaian.
c.

Saksi Muhammad Zubir Bin H. Mahmud, di bawah sumpah menerangkan di depan


persidangan bahwa:

1. Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 sekitar pukul 10.20 WIB yang
bertempat di pinggir jalan Desa dekat lorong menuju pantai tepatnya di Gampong Geunteng
Barat, Kec. Batee Kab. Pidie telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh
Terdakwa Nuraini Binti Hasan.
2. Bahwa benar saksi mengnal terdakwa Nuraini Binti Hasan yang merupakan tetangga saksi
dan tidak ada hubungan keluarga dengan terdakwa Nuraini Binti Hasan.
3. Bahwa benar saksi ada mendengar di samping rumah saksi ada orang yang bertengkar mulut.
4. Bahwa benar saksi melihat di depan rumah saksi yang berjarak 80 meter dengan tempat
kejadian penganiayaan sudah banyak masyarakat yang berkumpul lalu saksi mendekat dan
melihat saksi Ruhamah, saksi Suriati dan terdakwa Nuraini Binti Hasan sedang berkelahi
dengan cara merangkul-rangkul dan tarik menarik pakaian mereka, kemudian saksi melerai
perkelahian dengan cara masuk di antara kedua belah pihak dan mendorong keduanya agar
tidak berkelahi lagi.
5. Bahwa benar saksi ada melihat saksi Ruhamah dan saksi Suriati sudah mengalami luka
seperti tersayat sebuah benda tajam, saksi tidak mengetahui benda apa yang dipergunakan
oleh terdakwa Nuraini Binti Hasan dalam melakukan penganiayaan.
6. Bahwa benar masyarakat dan ayah saksi korban Ruhamah dan Suriati ada membawa korban
ke Puskesmas Batee untuk dilakukan perawatan medis.
7. Bahwa benar pada saat terdakwa Nuraini binti Hasan melakukan penganiayaan saksi hanya
melihat terdakwa Nuraini Binti Hasan sendiri dan tidak ada orang lain yang ikut membantu
terdakwa Nuraini Binti Hasan untuk menganiaya korban.
8. Bahwa benar saksi ada melihat baju korban Suriati ada sobekan di dada.
9. Bahwa benar korban Suriati dan korban Ruhamah tidak bisa beraktifitas seperti biasa.
10. Saksi benar tidak mengetahui apa sebab terdakwa Nuraini binti Hasan melakukan
perkelahian/pertengkaran dengan saksi Ruhamah dan saksi Suriati.
IV. ANALISA YURIDIS

Majelis Hakim yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan berdasarkan keterangan-keterangan
para saksi, alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, maka kami dari tim
Penasehat Hukum Terdakwa akan menganalisa lagi unsur Pasal 351 Ayat (1) KUHP
sebagaimana yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum. Karena menurut tim Kuasa
Hukum Terdakwa, ada kekeliruan dalam penerapan sanksi pidana bagi Terdakwa dan
pertanggungjawaban pidana yang terlalu berat selama 1 (satu) tahun penjara sebagaimana
dibacakan pada sidang minggu lalu yaitu pada tanggal 27 Juli 2015.

Majelis Hakim yang Mulia,


Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Bahwa berdasarkan pemeriksaan di persidangan di antara Terdakwa Nuraini Binti
Hasan dengan saksi Korban Ruhamah dan Saksi Korban Suriati terjadi perkelahian tanding
satu lawan dua. Di mana Saksi Korban Ruhamah dan Suriati menunggu Terdakwa di
persimpangan jalan untuk mencegatnya. Terjadinya laga tanding ini dibenarkan
berdasarkan keterangan Para Saksi yang diajukan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut
Umum
Bahwa oleh karena di antara Terdakwa dan Saksi korban terlibat laga tanding, maka
Pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum kepada Terdakwa salah alamat alias
tidak tepat sasaran. Karena ketentuan mengenai perkelahian tanding diatur dalam
ketentuan tersendiri dalam BAB VI KUHP yang hukumannya lebih ringan daripada Pasal
yang didakwakan kepada diri Terdakwa yaitu Pasal 351 Ayat (1) KUHP.
Bahwa jikalau Jaksa Penuntut Umum mendakwakan Terdakwa dengan Pasal 351
Ayat (1) KUHP maka unsur penganiayaan tidak memenuhi. Karena yang melakukan
penganiayaan bukan saja dilakukan oleh Terdakwa, akan tetapi penganiayaan dilakukan
juga oleh Para Saksi Korban Ruhaman dan Suriati terhadap diri Terdakwa. Hal ini
sebagaimana diterangkan oleh saksi Muhammad Zubir Bin Mahmud yang menyaksikan dan
meleraikan perkelahian antara Terdakwa dengan para korban. Oleh karenanya, sungguh
tidak adil bila Jaksa Penuntut Umum menyatakan hanya Terdakwa yang melakukan
penganiayaan. Padahal sama-sama melakukan penganiayaan.
Bahwa Jaksa Penuntut Umum mengabaikan fakta-fakta persidangan yang
disampaikan oleh Terdakwa. Dalam persidangan Terdakwa menyampaikan bahwa ia
mengibaskan pisau yang ada dalam celananya dikarenakan mukanya telah tertutup dengan
jilbab karena ditarik oleh Saksi Korban. Sehingga untuk menghindari dari penganiayaan
yang dilakukan oleh Saksi Korban Ruhamah, ia mengeluarkan pisau yang ada dalam
celananya.
Bahwa saksi korban Ruhamah memiliki dendam pribadi kepada Terdakwa, sehingga
keterangan yang diberikannya terlalu berlebihan dan mengada-ngada dengan tujuan untuk

memperberat hukuman bagi Terdakwa. Luka sayat yang dialaminya sebanyak dua kali di
tangan dan mukanya, tapi dalam keteranganyan di persidangan mengemukakan sebanyak
tiga kali. Niat tidak baik dari saksi korban ini kiranya menjadi pertimbangan bagi Majelis
Hakim dalam memutuskan perkara ini demi terwujudnya nilai-nilai keadilan bagi
masyarakat.
Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa Nuraini Binti Hasan yang dimintakan
keterangannya di persidangan mengungkapkan bahwa Terdakwa mengeluarkan pisau dalam
saku celananya bukan bermaksud melukai saksi korban Ruhamah dan Saksi Korban Suriati.
Akan tetapi, tujuan ia mengeluarkan pisau agar saksi korban Ruhamah dan Suriati menjauhi
dari sisinya dan tidak menganiaya lagi. Dan Terdakwa melakukannya dikarenakan dalam
kondisi darurat. Karena Saksi korban sendiri beserta adik kandungnya Suriati yang terlebih
dahulu menunggu dan menghadang Terdakwa di pinggir jalan umum Gampong Geunteng
Barat Kec. Batee, Kab. Pidie untuk melakukan penganiayaan terhadap diri Terdakwa. Akibat
Penganiayaan yang dilakukan oleh saksi Korban Ruhamah mengakibatkan jilbab yang
dipakai Terdakwa tertutupi matanya. Sehingga Terdakwa untuk melepaskan dirinya dari
keroyokan saksi korban Ruhamah dan Suriati mengeluarkan pisau karena untuk melindungi
dirinya dari keroyokan dan menghindari dari tindakan keji para saksi korban.
Bahwa pisau yang terdapat dalam saku celana Terdakwa tidak bermaksud untuk
menganiaya saksi korban Ruhamah, akan tetapi pisau yang dibawanya digunakan untuk
memotong daun pandan sebagai mata pencaharian hidup dalam menopang biaya kehidupan
rumah tangganya. Karena Terdakwa menyadari betul pendapatan suaminya kurang
mencukupi untuk membiayai nafkah keluarga yang terdiri anak yang masih kecil-kecil untuk
membelikan susu agar perkembangan anaknya yang masih kecil menjadi lebih optimal.
Bahwa tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Terdakwa selama 1 (Satu)
tahun sangat memberatkan bagi Terdakwa. Di mana saat ini Terdakwa masih memiliki anak
yang masih kecil-kecil yang membutuhkan kasih sayang seorang ibunya, butuh
perlindungan dari seorang ibu dan dipelihara sebagaimana mestinya agar menjadi anak
yang dapat mengabdikan diri bagi bangsa dan Negara Indonesia ke depan. Bagaimana nasib
anak-anak Terdakwa yang masih kecil, siapa yang akan memelihara, menjaga dan
merawatnya bila Terdakwa berada dalam masa tahanan dalam durasi waktu yang lama.
Terdakwa tidak menginginkan anak-anak yang masih kecil-kecil terabaikan hak-haknya
begitu saja, tidak ada orang memeliharanya, sehingga nasib dan masa depan mereka
menjadi suram.

V. PENUTUP
Majelis Hakim yang Mulia,
Jaksa Penuntut Umum yang Kami Hormati,
Berdasarkan uraian yang telah diuraikan di atas, kami Penasehat Hukum Terdakwa
memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjadi

bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dan memohon kepada kepada Majelis
Hakim agar memutuskan sebagai berikut:

1. Membebaskan Terdakwa Nuraini Binti Hasan dari tuntutan pidana sebagaimana yang
dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum
2. Memulihkan hak-hak Terdakwa, dalam kemampuan, kedudukan, harkat sertamartabatnya;
3. Membebankan biaya perkara ini kepada Negara;
Atau
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan seadil-adilnya sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku.
Demikianlah Nota Pembelaan (Pleidoi) ini kami sampaikan, atas perkenan Ketua Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Sigli yang memeriksa dan mengadili perkara ini, kami Tim
Penasehat Hukum Terdakwa mengucapkan Terima Kasih.

Hormat Kami,
Kuasa Hukum Terdakwa,

Syahminan Zakaria, SHI, MH


Mansari, SHI

Anda mungkin juga menyukai