Anda di halaman 1dari 7

PRE-ANNOUNCEMENT AND EVENT-PERIOD PRIVATE INFORMATION

Oliver Kim and Robert E.Verrecchia


1. RINGKASAN
Informasi

sebelum

pengumuman

(pre-announcement

information)

merupakan

informasi privat yang dikumpulkan sebagai antisipasi terhadap pengungkapan kepada publik,
sedangkan informasi mengenai periode-kejadian (event-period information) merupakan
informasi privat yang dapat digunakan bersama-sama dengan pengumuman itu sendiri (hanya
berguna/ dapat digunakan saat terjadinya pengumuman). Secara umum model rasional dari
perdagangan didasarkan pada keistimewaan satu jenis informasi. Model-model seperti itu
kurang mendeskripsikan keadaan pasar yang sebenarnya dan secara empiris misspecified.
Namun, pada artikel ini peneliti memperkenalkan suatu model perdagangan rasional yang
memiliki kedua sifat di atas dan membahas penerapannya.
Salah satu permasalahan yang timbul adalah mengapa efek informasi sebelum
pengumuman dan informasi pada periode pengumuman memiliki konsekuensi ekonomi.
Salah satu bagian dari biaya perusahaan dianggap sebagai komponen asimetri informasi
yaitu: biaya yang timbul dari adverse selection dalam pembelian dan penjualan saham
perusahaan di hadapan traders yang memiliki informasi yang lebih baik. Kebijakan yang
biasa dilakukan adalah melakukan pengungkapan yang mengurangi biaya modal dengan
menggantikan pengumuman publik menjadi privat (pre-announcement information)
(Diamond dan Verrecchia, 1991).
Penelitian-penelitian sebelumnya yang mendasari penelitian ini adalah:
1. Karpoff (1986): Atiase dan Bamber (1994) menyatakan volume perdagangan
berhubungan positif dengan nilai absolut perubahan harga .
2. Kandel dan Pearson (1995) menyatakan bahwa volume perdagangan terjadi bahkan
tanpa adanya perubahan harga.
3. Krinsky dan Lee (1996) menyatakan terdapat bukti dimana komponen asimetri
informasi dari spread harga pembelian-penjualan meningkat pada saat pengumuman
pendapatan, yang juga sesuai dengan keberadaan informasi periode kejadian.
Skema yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Volume Perdagangan
Saham

Pre Announcement

Event-Period
1
Harga Saham

Berikut ini dijelaskan asumsi-asumsi yang mendasari model perdagangan rasional yang
dibahas peneliti, perubahan harga dan volume perdagangan yang diharapkan dalam elemenelemen model, dan kemungkinan aplikasi model untuk mengestimasi perbedaan
informedness investor pada pre announcement dan event period.
(1) Keseimbangan model dan pasar
Peneliti memulai dengan menggunakan the rational expectations trading model yang
disarankan dalam Kim dan Verrecchia (1991a), yang didasarkan pada munculnya informasi
privat pre announcement, dan memasukkan informasi privat event period yang disarankan
Kim dan Verrecchia (1994). Karena model tersebut telah dijelaskan dengan baik dalam
literatur, maka peneliti akan menjelaskan dengan singkat asumsi-asumsi yang mendasari
analisis ini.
Terdapat tiga poin dalam waktu, waktu 1, 2, dan 3, dan dua aset dalam ekonomi, aset
berisiko (perusahaan) dan kewajiban tidak berisiko. Satu unit kewajiban tidak berisiko
membayarkan satu unit barang konsumsi pada waktu 3 ketika konsumsi tersebut terjadi. Satu
unit aset berisiko membayarkan u unit konsumsi barang pada waktu 3. Variabel acak u
diasumsikan terdistribusi normal dengan mean dan precision h (the reciprocal of variance).
Banyak investor yang memiliki informasi dalam perekonomian yang memiliki risiko konstan
namun berbeda-beda dan juga terdapat sejumlah besar liqiuidity traders.
Dalam model yang dibuat oleh peneliti, waktu 1 mengkarakteristikan periode sebelum
pengumuman, 4 peristiwa terjadi selama periode sebelum pengumuman. Pertama, investor
diberikan kewajiban tidak berisiko dan asset berisiko nol. Kedua, investor mengamati
penaksiran nilai privat perusahaan, ketiga investor memperoleh dan mengamati informasi
privat mengenai eror dalam pengumuman publik yang akan datang, dimana akan kita
asumsikan sebagai pengumuman laba. Keempat, pasar terbuka dan para investor serta
liquidity traders membeli dan menjual sekuritas pada harga pasar yang kompetitif.
Waktu 2 mengkarakteristikan periode-kejadian. Selama periode-kejadian ini terdapat
pengumuman laba ke publik. Pada saat ini terjadi, maka pasar akan dibuka kembali dan para
investor serta liquidity traders saling bertukar sekuritas dalam hitungan detik. Kemudian pada
waktu 3 risiko hasil u terjadi dan investor akan menikmati kekayaannya.

Model yang dibuat oleh peneliti menggabungkan antara informasi privat sebelum
pengumuman dan informasi privat selama periode pengumuman. A polar case dari informasi
sebelum pengumuman adalah informasi mengenai pengumuman laba itu sendiri. Dalam
keadaan tersebut pengumuman laba diganti sebagai informasi privat sebelum pengumuman.
Ketika tidak adanya masalah dalam menggunakan ini sebagai pengkarakteristikan informasi
sebelum pengumuan, terdapat kelemahan konseptual yakni informasi sebelum pengumuman
menjadi tidak relevan setelah pengumuman tersebut terjadi. Alternatifnya, dalam model kami,
karena pengumuman publik tidak tepat menggantikan hal tersebut, maka dapat menggunakan
peran luar selama periode pengumuman.
Hal yang menonjol dari pengkarakteristikan yang dibuat oleh peneliti dari informasi
privat selama periode peristiwa adalah bahwa interpretasi dari pengumuman laba akan
berbeda-beda diantara para investor. Sebagai sesuatu hal yang biasa, tidak ada jalan untuk
membedakan apakah perbedaan interpretasi dari hasil pengumuman secara eksplisit berasal
dari informasi selama periode peristiwa atau perbedaan kemungkinan fungsi-fungsi yang
muncul dari sumber lainnya. Peneliti mengasumsikan bahwa perbedaan interpretasi muncul
dari infomasi selama periode-kejadian (dan kemungkinan sebuah fungsi umum) dalam usaha
untuk menggambarkan perbedaan antara pengaruh perubahan harga dan volume yang muncul
dari fenomena sebelum suatu pengumuman vs fenomena selama periode pengumuman.
Ringkasnya, informasi periode kejadian memastikan volume bahkan dalam ketidak
hadiran perubahan harga. Investor memiliki ekspektasi yang berbeda dari perusahaan dalam
periode sebelum pengumuman, mereka menggunakan waktu 1 sebagai suatu peluang untuk
menyelesaikan ketidaksetujuan mereka dan memastikan diri mereka terhadap dampak dari
pengumuman publik pada waktu 2. Ketika tidak terdapat informasi privat sebelum
pengumuman pada waktu 1, tidak terdapat pertentangan diantara investor. Oleh karena itu,
investor tidak melakukan pertukaran pada saat itu. Akibatnya, s1i = 0 untuk semua i yang
terlihat dipermukaan sebagai suatu kasus yang tidak menarik.
Dalam kasus ini permintaan tidak secara langsung berkaitan dengan perubahan harga,
dan volume perdagangan tidak secara langsung berkaitan dengan perubahan harga nilai
absolut. Namun, hasil ini bertentangan dengan induk dari studi empiris yang mencatat
hubungan positif antara volume dan perubahan harga nilai absolut (lihat contoh Karpoff,
1986; Atiase dan Bamber, 1994). Oleh karena itu, mengabaikan informasi privat sebelum
pengumuman menghasilkan suatu kesalahan spesifikasi empiris yang potensial.
(2) Perubahan harga dan volume
Peneliti menguji perubahan harga dan volume saat pengumuman laba (yaitu dalam
periode kejadian/event period).
3

Dalil 1.
Volume

perdagangan

perkapita

saat

pengumuman

laba

dapat

ditulis

sebagai

dimana,

Dalil 1 menunjukkan bahwa magnitude dari volume perdagangan tergantung dari nilai
absolut agregat dari penjumlahan di dalam kurung. Untuk menjelaskan ekspresi umum dari
dalil 1, peneliti mengenalkan beberapa polar cases melalui corollaries berikut. Dasar asumsi
ini adalah bahwa studi empiris mengenai perubahan harga dan volume kemungkinan akan
mengontrol efek yang timbul dari perdagangan yang termotivasi oleh non-informasi, yang
dijelaskan oleh x1 dan x2. Konsekuensinya, untuk mengontrol efek ini dalam diskusi peneliti
mengasumsikan x1 dan x2 sama (equal).
Corollary 1. Ketika tidak ada informasi privat event-period, perubahan permintaan individual
menjadi, D2i D1i = ri(s1i s1)(P1 P2).
Perubahan permintaan investor individual secara positif (negatif) berkorelasi dengan
perubahan harga, ketika investor dinformasikan dengan buruk (lebih baik) (berkorelasi
positif ketika

, dan negatif ketika

).

Hasil ini mengimplikasikan bahwa volume perdagangan berhubungan positif dengan


perubahan

nilai

harga

absolut

dan

tingkat

differential

informedness

dalam

preannouncement information period.


Corollary 2. Ketika ada kualitas yang sama dari event period private information (yaitu s2i =
s2>0), perubahan dalam permintaan individu menjadi,
D2i - D1i = ri[s22i+(s1i- s1)(P1-P2)].
Persamaan di atas mengindikasikan bahwa event period information memengaruhi
volume walaupun tidak ada perubahan harga.
Corollary 3. Ketika tidak ada pre-announcement informasi privat (yaitu s1i = s1 = 0) atau
kualitas yang sama dari informasi privat, perubahan permintaan individual. Dalam kasus
ini, permintaan tidak dihubungkan langsung dengan perubahan harga, dan volume
perdagangan tidak dihubungkan langsung dengan perubahan nilai harga absolute. Hasil
ini bertentangan dengan studi-studi empiris yang mendokumentasikan hubungan positif
antara volume dan perubahan nilai harga mutlak. Dengan demikian, mengabaikan
informasi privat pre-announcement menghasilkan kesalahan empiris potensial.

Perlu diketahui bahwa, menggabungkan corollary 1 dan 2 mengimplikasikan bahwa


ketika informasi privat pre-announcement dan event period kualitasnya sama, perubahan
permintaan menjadi D2i - D1i = ri s22i.
Pengaruhnya, informasi privat event period memengaruhi volume perdagangan saat
terdapat kualitas yang sama dari informasi privat (atau tidak ada informasi privat preannouncement).
(3) Pertimbangan empiris
Peneliti mencoba untuk menentukan proksi untuk perbedaan informedness investor
pada pre announcement dan event period. peneliti tertarik untuk menentukan proksi ini
karena dimotivasi oleh observasi bahwa perusahaan berbeda menyediakan informasi
akuntansi yang berbeda kualitasnya, mengungkapkan informasi yang berbeda dalam hal
pengumuman laba, diikuti oleh analis dan investor dengan kemampuan yang berbeda. Hal ini
menunjukkan bahwa informasi privat pre announcement dan event period berbeda secara
cross sectional. Jika terdapat perbedaan cross-sectional dalam informasi pre announcement
dan event period investor, perbedaan ini harus menampakkan diri sebagai perbedaan dalam
hubungan antara perubahan harga dan volume perdagangan.
Simpulan yang dipaparkan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam penelitian ini
digunakan model yang menggabungkan informasi sebelum pengumuman dan periode
kejadian yang menyatakan volume perdagangan memiliki hubungan positif dengan
perubahan harga dengan nilai absolut.
2. MOTIVASI PENELITIAN
Motivasi penelitian ini adalah model-model rasional perdagangan terdahulu hanya
berdasarkan pada keistimewaan dari satu jenis informasi (hanya pre-announcement
information atau hanya event-period information). Model-model seperti itu kurang
merepresentasikan keadaan pasar yang sebenarnya dan secara empiris misspecified. Untuk itu
peneliti memperkenalkan dan membahas suatu model perdagangan rasional, dengan
menggabungkan pre-announcement information dan event-period information ke dalam 1
model, agar lebih mendeskripsikan keadaan pasar sebenarnya.
Selain kurang menjelaskan deskripsi keadaan pasar yang sebenarnya, model yang
didasarkan hanya pada satu jenis informasi, menghasilkan implikasi empiris yang tidak
lengkap yang melibatkan perubahan harga dan hubungan-hubungan volume. Untuk
menunjukkan point ini, peneliti memperkenalkan model pre-announcement information dan
event-period information, dan kemudian menurunkan sebagai polar cases characterizations
5

dari volume perdagangan yang berbasis secara eksklusif pada satu fitur. Kemudian peneliti
menunjukkan bahwa ketika terdapat exclusively pre-announcement private information, maka
volume perdagangan yang diharapkan memiliki hubungan linier dengan perubahan nilai
harga absolut, dengan intersep nol.
3. MASALAH PENELITIAN
Fokus perhatian peneliti adalah untuk memahami bagaimana model yang mereka buat
mengeleminasi potensi empirical misspecifications yang ditunjukkan dalam model-model
yang didasarkan hanya pada pengumuman informasi untuk mengantisipasi (preannouncement information) atau hanya pada pengumuman informasi yang dapat digunakan
bersama-sama pada saat informasi itu diumumkan (event-period information), serta
membahas membahas penerapan model.
4. LANDASAN TEORI
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efisiensi pasar yang
dapat memberikan prediksi bahwa harga-harga sekuritas yang merupakan hasil interaksi
tersebut memiliki beberapa karakteristik menarik. Pada dasarnya, harga-harga tersebut
mencerminkan secara tepat (properly reflect) pengetahuan kolektif dan kemampuan
memproses informasi yang dimiliki investor.
5.

HIPOTESIS PENELITIAN
Berdasarkan masalah penelitian dan teori yang dipaparkan, maka hipotesis yang

diajukan dalam penelitian ini adalah:


H1: Jika ada exclusively pre-announcement private information, ekspektasi volume
perdagangan diperkirakan memiliki hubungan linear dengan nilai absolut dari
perubahan harga, dengan intercept nol.
H2: Jika ada exclusively event-period private information, ekspektasi volume perdagangan
diperkirakan tidak terpengaruh dari nilai absolut perubahan harga.
6. KARAKTERISTIK DESAIN PENELITIAN
Menurut kami, artikel ini menunjukkan rantai kausalitas dan validitas logika yang baik.
Peneliti menjelaskan dengan baik motivasi pengembangan model, penelitian-penelitian
sebelumnya, dan argumen-argumen yang mendasari pengembangan model perdagangan
rasional.
6

Pengendalian variabel extraneus dapat dijelaskan dengan penggunaan asumsi-asumsi


yang mendasari model perdagangan rasional yang dikembangkan peneliti. Asumsi-asumsi
yang digunakan telah dibahas dalam ringkasan.
Model perdagangan rasional yang diperkenalkan peneliti, dikembangkan dari model
yang disarankan dalam Kim dan Verrecchia (1991a), yang didasarkan pada munculnya
informasi privat pre announcement, dan memasukkan informasi privat event period yang
disarankan Kim dan Verrecchia (1994).
Model yang dikembangkan peneliti dapat diaplikasikan untuk menguji hipotesis yang
menghubungkan lingkungan informasi secara cross sectional dengan perbedaan kualitas dari
informedness investor pada pre announcement dan event period (dapat digeneralisasi).
Terdapat konsistensi antara masalah yang diungkapkan peneliti, serta pembahasan
mengenai pengembangan model, yaitu asumsi-asumsi yang mendasari, perubahan harga dan
volume perdagangan yang menjadi elemen dari model, serta aplikasi dari model yang
dikembangkan. Peneliti juga telah menyimpulkannya dengan baik pada section 5
(Conclution).
Penelitian ini memberikan implikasi bahwa,
1. Penerapan informasi pre announcement dalam model ini adalah perubahan
permintaan, dan oleh karenanya perubahan volume, hal itu berhubugan dengan
perubahan harga saat suatu pengumuman pendapatan. Penerapan ini sesuai dengan
bukti yang lebih luas dimana volume perdagangan berhubungan positif dengan
perubahan harga nilai absolut (lihat contoh, Karpoff, 1986; Atiase dan Bamber, 1994).
2. Penerapan informasi event period dalam model yang dibuat oleh peneliti adalah
perubahan permintaan, dan juga volume perdagangan terjadi bahkan tanpa adanya
perubahan harga. Implikasi ini sesuai dengan klaim bahwa volume perdagangan
terjadi ketika tidak adanya perubahan harga (Kandel dan Pearson, 1995).
3. Terdapat bukti dimana komponen asimetri informasi dari bid-ask spread meningkat
pada saat terjadi pengumuman laba (Krinsky dan Lee, 1996), yang juga sesuai dengan
keberadaan informasi selama periode-kejadian. Bahkan ketika tidak adanya validitas
empiris, secara umum tampaknya dapat dinyatakan bahwa dalam sebagian besar
kondisi pengumuman publik terdapat aspek dari kedua hal tersebut (preannouncement dan event-period). Akibatnya, motivasi untuk menggunakan keduanya
dalam satu model perdagangan harus dibuktikan sendiri.