Anda di halaman 1dari 4

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

PADA Tn.I DENGAN KASUS GANGGUAN POLA TIDUR


DI WISMA TULIP PANTI SOSIAL LANJUT USIA (PSLU) BLITAR
DI TULUNGAGUNG

I.

BIODATA
Menurut pengkajian yang saya lakukan, klien bernama Tn.I usia 72 tahun, alamat
asal Ds. Jabalsari Tulungagung. Tn.I masuk ke Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU)
Blitar di Tulungagung sejak tanggal 1 Maret 2016. Tn.I datang di panti di antar oleh
keluarga (ADIK). Istri dan anaknya tinggal di Kalimantan

II.

POLA PERSEPSI KESEHATAN / PENGELOLAAN PEMELIHARAAN


KESEHATAN
Menurut pengkajian yang saya lakukan, klien tidak mengeluh apa apa karena
klien tidak sedang dalam keadaan sakit. Klien juga mengatakan bahwa dirinya tidak
pernah mengalami penyakit yang berat di masa lalu. Tetapi, ketika saya ajak
berkomunikasi lebih lanjut, klien mengatakan bahwa pendengarannya terganggu di
telinga sebelah kanan.
Klien mengatakan bahwa klien tidak pernah merokok dan tidak pernah minum
beralkohol dan klien minum kopi 1 gelas per hari. Klien juga mengatakan bahwa
dirinya tidak mengkonsumsi makanan asin, manis dan makanan yang tinggi purin
juga berlemak. Klien tidak mengkonsumsi obat obatan yang dijual bebas / tanpa
resep. Klien juga mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai riwayat alergi terhadap
obat, makanan, plester ataupun cairan.
Harapan klien tinggal dipanti yaitu ingin merasakan suasana baru dan ingin
merasakan hidup susah
Pengetahuan klien terhadap masalah kesehatannya saat ini cukup baik. Klien
mengerti bagaimana cara untuk menjaga keselamatan dan keamanan dirinya sendiri.
Kesimpulan : klien sudah cukup mengerti tentang masalah kesehatannya.

III.

AKTIVITAS LATIHAN
Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari hari di ukur berdasarkan Indeks
Barthel ada 10 poin yaitu didapatkan interpretasi sebagai berikut :
Klien dapat melakukan kegiatan makan sendiri tanpa bantuan atau di suapi oleh
orang lain. Klien tidak menggunakan kursi roda atau bantuan alat lainnya. Klien
masih mampu berdiri dan berjalan tanpa bantuan alat. Untuk personal toilet (cuci
muka, menyisir rambut, gosok gigi), keluar masuk toilet (mencuci pakaian, menyeka
tubuh, menyiram), mandi, berjalan di permukaan datar, naik turun tangga,
mengenakan pakaian sendiri, kontrol BAB dan BAK.

Skoring yang didapat yaitu 90.


Kesimpulan : Klien dapat melakukan aktivitas sehari hari secara mandiri.
IV.

NUTRISI DAN METABOLIK


Menurut pengkajian yang saya lakukan, klien tidak mengalami gangguan
pemenuhan nutrisi.
Klien tidak melakukan diit apapun. Klien makan 3 kali sehari dengan nasi, lauk
dan sayur. Asupan cairan yang masuk air putih, kopi. Menurut klien nafsu makannya
selama berada di panti cukup baik.
Kesimpulan : Klien tidak mengalami gangguan pemenuhan nutrisi.

V.

ELIMINASI
Untuk pola eliminasi, kebiasaan klien BAB yaitu 1 kali per hari, klien tidak
mengalami konstipasi atau mengalami gangguan lainnya. Klien biasa BAK 4 kali
sehari yaitu pada pagi hari, sore hari, dan malam hari.
Kesimpulan : Klien tidak mengalami gangguan eliminasi

VI.

TIDUR ISTIRAHAT
Kebiasaan tidur klien pada malam hari kurang lebih 5 jam dan siang hari 2 jam.
Klien tidur dengan tidak nyenyak dan sering terbangun pada malam hari.
Kesimpulan : Klien tidak mengalami gangguan istirahat tidur.

VII.

KOGNITIF PERSEPTUAL
Berdasarkan observasi yang saya lakukan, keadaan mental klien stabil dan klien
tidak mengalami masalah emosional. Klien berbicara dengan normal dan berbahasa
dengan bahasa daerah (bahasa jawa), tapi ketika saya ajak berkomunikasi dengan
menggunakan bahasa indonesia klien juga mengerti dan bisa menjawab pertanyaan
pertanyaan yang saya ajukan.
Di ukur dari hasil jawaban klien ketika diberi pertanyaan dari poin poin
pertanyaan menurut SPMSQ (Short Portable Mental Status Quesioner), fungsi
intelektual klien masih utuh atau baik. Klien masih bisa menyebutkan hari, tanggal,
bulan dan tahun, dimana dia tinggal sekarang dan nama presiden sekarang, tanggal
lahir dan nama ibunya.
Kemampuan kognitif klien dilihat dari lampiran form 4 yaitu Identifikasi Aspek
Kognitif dengan menggunakan MMSE (Mini Mental Status Exam) didapatkan hasil
sebagai berikut :
Klien bisa menyebutkan hari, tanggal, bulan, tahun, apa nama Negara kita, klien
bisa berhitung namun klien tidak bisa menirukan gambar yang telah di contohkan.
Kesimpulannya klien tidak mengalami gangguan kognitif.
Dari aspek kecemasan menurut Pengkajian Kecemasan (Geriatric Anxiety Scale),
klien tidak mengalami kecemasan dan ketakutan.
Pada pengukuran skala depresi menurut Geriatric Depression Scale didapatkan
hasil bahwa klien tidak mengalami depresi.

Kesimpulan : Klien tidak mengalami gangguan pola kognitif.


Pada pengkajian aspek pendengaran, klien mengatakan bahwa pendengarannya
terganggu di telinga sebelah kanan.
Pada pengkajian aspek penglihatan didapatkan hasil bahwa mata klien sebelah
kanan sedikit kabur, tetapi klien juga tidak menggunakan alat bantu melihat apapun
seperti kacamata. Klien juga mengatakan bahwa dirinya tidak merasakan adanya rasa
nyeri.
VIII. PERSEPSI DIRI / KONSEP DIRI
Dalam pengkajian aspek ini, klien tidak mengalami gangguan persepsi atau
konsep diri. Klien senang tinggal di panti sehingga dirinya merasa mempunyai
banyak teman ketika berada di panti saat ini. Klien juga tidak memiliki penyakit yang
berarti yang dapat mengganggu penampilan ataupun mengalami ancaman terhadap
kesembuhan penyakit.
Kesimpulan : Klien tidak memiliki gangguan persepsi diri / konsep diri.
IX.

POLA KOPING / TOLERANSI STRESS


Pola koping atau toleransi stress klien adalah konstruktif atau efektif.
Kesimpulan : Pola koping / toleransi stress klien konstruktif/efektif.

X.

SEKSUALITAS / REPRODUKSI
Tidak terkaji

XI.

PERAN HUBUNGAN
Peran Tn.I saat ini yaitu sebagai salah satu kakek penghuni panti. Penampilan
peran sehubungan dengan sakit klien tidak ada masalah. Interaksi klien dengan orang
lain juuga baik, klien tidak menutup diri dan juga tidak mengisolasi dirinya dari orang
lain.
Untuk pengkajian fungsi sosial dengan Apgar Keluarga Dengan Lansia
didapatkan kesimpulan fungsi baik.

XII.

NILAI KEYAKINAN
Keyakinan / agama yang dianut klien yaitu agama Islam. Klien tidak mengalami
distress spiritual dan klien pun dapat menerima keadaannya saat ini.

XIII. PENGKAJIAN FISIK, DIAGNOSTIK DAN PENGOBATAN


A. KEADAAN UMUM DAN VITAL SIGN
Keadaan umum klien baik, dengan hasil ttv yang didapat sebagai berikut :
Tanda tanda vital :
- TD
: 150/80mmHg
- S
: 360C
- N
: 88x/menit
- R
: 20x/menit
B. PERNAFASAN / SIRKULASI

Keadaan pernafasan klien masih dalam batas normal. Klien tidak batuk,
bunyi nafas bersih (vesikuler), bunyi jantung dalam batas normal. Nadi teraba,
tidak ada pembesaran vena jugularis dan tidak terdapat edema pada tungkai.
C. METABOLIK INTEGUMEN
Untuk integument klien bersih, tidak ada luka atau lesi, suhu kulit dalam
batas normal, tidak sianosis. Pada gusi tidak mengalami gangguan, pada gigi tidak
terdapat caries, tidak berlubang. Pada abdomen terdengar bising usus, tidak ada
nyeri tekan dan tidak teraba tumor / massa.
D. NEURO / SENSORI
Reflek pupil dan reaksi terhadap cahaya pada mata kanan dan kiri klien
tidak sama karena terdapat masalah penglihatan (kabur) pada mata kanan klien.
Keseimbangan menurut Skala Pengkajian Keseimbangan (Tinetti Balance)
didapatkan skore 13 yang artinya klien tidak memiliki masalah resiko jatuh.
Kesimpulan : Klien mengalami resiko jatuh rendah.