Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

Nama/NIM : Michael Novianto


Reza Permana Putra

(652009005)
(652009012)

JUDUL

: PEMBUATAN GARAM KOMPLEKS dan GARAM RANGKAP

TUJUAN

: 1. Membuat dan mempelajari sifat-sifat garam rangkap kupri amonium sulfat


dan garam kompleks tetramin kupri sulfat terhidrat.
2. Menghitung % rendemen dari garam rangkap dan garam kompleks.

DASAR TEORI
Garam kompleks terdiri atas kation atau anion dan anion atau kation kompleks. Ion
kompleks dapat dibentuk dari logam transisi dengan molekul/ion yang terikat lebih kuat dari
pada molekul air. Ion kompleks tidak dapat terurai menjadi ion atau molekul penyusunnya
Garam rangkap terbentuk dari dua garam yang mengkristal bersama-sama dalam perbandingan
molekul tertentu dan akan terurai dalam air menjadi ion-ion penyusunnya. Struktur garam
rangkap tidak harus sama dengan struktur garam kompleks. Contoh garam rangkap ialah tawas,
KAl(SO4)2.12H2O, dan Fe(NH4)2(SO4)2.6H2O. Contoh garam kompleks ialah Fe(NH3)6SO4.
Ikatan yang terjadi antarpenyusun garam rangkap ialah ikatan ionik karena semua
komponen pembentuknya berasal dari garam ionik. Sedang ikatan di dalam struktur garam
kompleks ialah ikatan ionik antara kation atau anion dengan anion atau kation kompleks dan
ikatan koordinasi antara penyusun ion kompleksnya, yaitu antara atom pusat dengan ligan.
Ikatan koordinasi ini menyebabkan garam kompleks tidak dapat terurai di dalam air menjadi
penyusunnya. Penguraian terjadi pada ikatan ionik karena ikatan ionik bersifat lemah.
Garam rangkap dibuat dari campuran dua garam yang merupakan penyusun garam
rangkap tersebut. Misalnya, garam rangkap Fe(NH4)2(SO4)2.6H2O dapat dibuat dengan cara
mencampurkan garam FeSO4 hidrat dan garam (NH4)2SO4 dalam pelarut akuades dan dibiarkan
membentuk kristal. Sedangkan garam kompleks dibuat dari campuran satu jenis garam dengan
senyawa yang akan menjadi ligannya. Misalnya, garam kompleks Fe(NH 3)6SO4 dibuat dengan
mereaksikan garam FeSO4 hidrat dengan NH3 dalam pelarut akuades.
FeSO4.nH2O + (NH4)2SO4 Fe(NH4)2(SO4)2.nH2O (garam rangkap)
FeSO4.nH2O + 6 NH3 Fe(NH3)6(SO4).nH2O (garam kompleks)
Dari proses pembuatan ini maka jelaslah bahwa garam rangkap berbeda dari garam
kompleks. Perbedaan garam rangkap dan garam kompleks ini sangat terlihat pada sifat

kelarutannya dalam air sebab garam rangkap dapat terdisosiasi menjadi penyusunnya
sedangkan garam kompleks tidak dapat terdisosiasi begitu saja di dalam air karena adanya
ikatan koordinasi yang lebih kuat antara ligan dengan ion pusatnya sehingga lebih sukar
terputuskan. Selain itu, garam rangkap dan garam kompleks dapat pula dibedakan dengan
melakukan pemanasan pada garam-garam tersebut.
REAKSI

CuSO4.5H2O + (NH4)2SO4 Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O (garam rangkap)

CuSO4.5H2O + 4 NH3 Cu(NH3)4(SO4).5H2O (garam kompleks)

CuSO4 + 4 NH3 [Cu(NH3)4]2+ + SO42-

CuSO4.5H2O CuSO4 putih + 5 H2O

Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O Cu2+ + 2 NH4+ + 2SO42- + 5 H2O


Cu2+ + 4 H2O Cu(H2O)42+

Cu(NH3)4SO4.5H2O Cu(NH3)42+ + SO42- + 5 H2O

Cu(NH3)42+ + 4 H2O Cu(H2O)42+ + 4 NH3

CuSO4 H O Cu2+ + SO422

Cu2+ + 4 H2O Cu(H2O)42+


CARA KERJA
Pembuatan Garam Rangkap
1.

4,99 g CuSO4.5H2O dan 2,64 g (NH4)2SO4 dilarutkan dengan 10 ml akuades


dalam beaker glass 100 ml.

2.

Larutan dipanaskan sampai padatan larut sempurna kemudian didinginkan


sampai terbentuk kristal.

3.

Dilanjutkan pendinginan dengan merendam beaker glass dalam air kemudian


didekantasi dengan akuades lalu etanol.

4.

Kristal yang terbentuk disaring dan dikeringkan dengan dioven selama 1 malam.

5.

Kristal didesikator 15 menit lalu ditimbang.

6.

% rendemen dapat dihitung.

Pembuatan Garam Kompleks


1.

8 ml NH3 15 M ditambah dengan 5 ml akuades dalam cawan penguap.

2.

4,99 gram CuSO4.5H2O ditambahkan ke dalam larutan amonia kemudian


diaduk sampai kristal larut.

3.

8 ml etanol ditambahkan pelan-pelan melalui dinding cawan sehingga


larutan tertutupi oleh etanol (tidak boleh diaduk dan digoyang).

4.

Cawan ditutup dan dibiarkan selama 1 malam.

5.

Kristal yang terbentuk disaring dan didekantasi dengan campuran 5 ml


amonia 15 M dan 5 ml etanol.

6.

Kristal dicuci lagi dengan 5 ml etanol.

7.

Kristal yang terbentuk dioven sampai kering kemudian didesikator dan


kristal ditimbang. % rendemen dapat dihitung.

Sifat-sifat garam tunggal, rangkap, dan kompleks


1.

Diambil sedikit kristal CuSO4 anhidrat kemudian dimasukkan


dalam tabung reaksi dan ditambahkan dengan 2-3 ml akuades. Perubahan yang terjadi
diamati dan dicatat. (tidak dilakukan)

2.

Diambil sedikit garam rangkap kemudian ditambahkan dengan 5


ml akuades (kualitatif) dan langkah ini juga dilakukan terhadap garam kompleks. Hasilnya
dibandingkan jika kedua garam tersebut ditambahkan dengan akuades yang lebih banyak
(kualitatif) dan dicatat perubahan warna yang terjadi.

3.

Diambil sedikit garam rangkap dalam tabung reaksi lalu


dipanaskan. Dicatat perubahan warna yang terjadi dan gas yang keluar. Hal yang sama
dilakukan pada garam kompleks.

HASIL PENGAMATAN
Pembuatan Garam Rangkap
Massa kertas saring + cawan petri

= 44,7033 gram

Massa kertas saring + cawan petri + kristal = 51,0887 gram


Massa kristal

= 6,3854 gram.

Perhitungan :
mol CuSO4.5H2O =

massa CuSO4. 5 H 2 O
4,99 gram

0,02 mol
Mr
249,56 g / mol
2 ,64 gram

mol (NH4)2SO4 = 132,1 g / mol 0,02 mol


CuSO4.5H2O + (NH4)2SO4 Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O
1 mol CuSO4.5H2O 1 mol (NH4)2SO4 1 mol Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O
mol Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O = mol CuSO4.5H2O = mol (NH4)2SO4 = 0,02 mol

Mr Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O = 381,54 g/mol


Massa Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O

= mol Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O x Mr
= 0,0200 x 381,54
= 7,6308 gram

massa hasil

6,3854 g

Rendemen = massa teoritis 100% 7,6308 g 100% 83,68%


Pembuatan Garam Kompleks
Massa kertas saring + cawan petri

= 44,7726 gram

Massa kertas saring + cawan petri + kristal = 47,6627 gram


Massa kristal

= 2,8901 gram.

Perhitungan :
mol CuSO4.5H2O = 0,02 mol
= 15 M x 8.10-3 L = 0,12 mol

mol NH3

CuSO4.5H2O + 4 NH3 Cu(NH3)4SO4.5H2O


m

0,02

0,12

0,02

0,08

0,02

0,04

0,02 mol

mol Cu(NH3)4(SO4).5H2O = 0,02 mol


massa Cu(NH3)4(SO4).5H2O = 0,02 mol x 317,54 g/mol = 6,3508 gram
massa hasil

2,8901g

Rendemen = massa teoritis 100% 6,3508 g 100% 45,51 %


Sifat-sifat garam tunggal, rangkap dan komplek
(untuk garam tunggal tidak dilakukan)
Garam rangkap + akuades larutan biru muda bening + +, kristal larut sempurna.
Garam rangkap + akuades berlebih larutan biru muda bening +, kristal larut sempurna.
Garam kompleks + akuades larutan biru muda keruh, garam larut sedikit
Garam kompleks + akuades berlebih larutan biru lebih muda (dibandingkan dengan
penambahan sedikit akuades), kristal larut sedikit.
Garam rangkap dipanaskan kristal biru mencair menjadi larutan biru-hijau, ada gas tidak
berwarna.
Garam kompleks dipanaskan kristal biru menjadi hijau tua, ada gas tidak berwarna.

PEMBAHASAN
Pembuatan Garam Rangkap
Garam rangkap dibuat dengan cara 0,02 mol CuSO4.5H2O, 0,02 mol (NH4)2SO4 dalam 10
ml akuades dalam beaker. Pada rumus molekul dari garam rangkap ini terderiri dari 2
campuran garam yaitu CuSO4.5H2O dan (NH4)2SO4. Pada intinya kedua garam ini tidak
berubah dan hasil dari keduanya merupakan gabungan dari kedua garam tersebut. Hal ini
disebkan karena tidak adanya reaksi kimia ketika kedua garam ini dicampurkan sebab sifatsifat kimia dari kedua garam tersebut tidak berubah dan tetap melekat pada garam rangkap
yang dihasilkannya. Campuran ini dipanaskan sampai semua garam larut dengan sempurna.
Pelarutan kedua garam harus dilakukan secara sempurna supaya kristal yang diperoleh dapat
maksimal sebab perbandingan mol kedua garam ialah sama sehingga diharapkan semua
molekul kedua garam dapat berinteraksi satu sama lain untuk mengkristal bersama membentuk
garam rangkap Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O. Jika kedua garam telah larut sempurna maka dapat
dilakukan pendinginan untuk diperoleh kristal garam rangkap. Pendinginan dilakukan dengan
cara merendam gelas beaker dalam air, pendinginan perlu dilakukan secara perlahan-lahan
supaya kristal yang diperoleh benar-benar maksimal. Setelah kristal terbentuk cukup maksimal,
dilakukan penyaringan dan dekantasi dengan etanol. Dekantasi dengan etanol bertujuan untuk
menambah kepolaran garam rangkap sehingga garam yang masih larut dapat mengendap dan
dengan demikian menambah massa kristal yang diperoleh. Setelah terbentuk kristal, kristal
dioven, setelah kering didesikator, setelah suhu stabil lalu ditimbang.
Dari hasil peercobaan diperoleh massa kristal sebanyak 6,3854 gram sedangkan massa
secara teoritisnya adalah 7,6308 gram sehingga rendemen yang didapat sebesar 83,68%. Hasil
yang diperoleh sudah cukup baik dan pada proses dekantasi sudah bisa dikatakan berhasil
dalam proses tersebut.
Pembuat Garam Kompleks Cu(NH2)4.H2O
Garam ini dibuat dari campuran garam CuSO4.5H2O dengan NH3. Ketika garam
CuSO4.5H2O dimasukkan ke dalam amonia yang telah diberi akuades maka mula-mula yang
terjadi ialah garam CuSO4.5H2O larut (pelarutan dapat dibantu dengan pengadukan) sehingga
akan terjadi pengionan antara Cu2+ dan SO42-. Pada intinya adalah Cu2+ yang terbentuk
merupakan ion terhidrat, Cu(H2O)42+ karena ion Cu2+ mampu membentuk ikatan koordinasi

dengan air. Sedangkan air itu sendiri mampu memberikan sepasang elektron bebasnya kepada
Cu (berperan sebagai ligan). Namun, ikatan koordinasi di antara Cu2+ dan H2O ini sangat lemah
dan ion kompleks ini merupakan kompleks labil sehingga sangat mudah digantikan oleh ligan
lainnya yang lebih kuat. Karena di dalam larutan tersebut terdapat amonia yang mampu
berkoordinasi dengan Cu2+ lebih kuat daripada H2O maka ligan H2O akan segera tergantikan
dengan NH3 Warna larutan berupa dari biru muda menjadi biru tua, hal ini disebabkan karena
ligan dari H2O tergantikan dengan NH3. Pda proses ini ditandai dengan adanya perubahan
warna larutan menjadi biru tua. Sesudah itu maka larutan perlu ditambahkan dengan etanol
untuk menambah polaritas larutan sehingga pembentukan endapan Cu(NH3)4(SO4).5H2O dapat
maksimal dan kristal yang diperoleh berstruktur lebih kuat dan tidak mudah rusak. Setelah
penambahan etanol larutan didiamkan selama 1 malam hal ini bertujuan untuk memperoleh
kristal garam kompleks. Kristal kemudian disaring dan dicuci dengan amoniak dan etanol.
Setelah kristal terbentuk kemudian dioven lalu didesikator dan ditimbang.
Dari hasil peercobaan diperoleh massa kristal sebanyak 2,8901 gram sedangkan massa
secara teoritisnya adalah 6,3508 gram sehingga rendemen yang didapat sebesar 45,51%. Hasil
yang diperoleh masih kurang dikarenakan oleh kekurang telitian dalam melakukan
penyaringan dan masih ada kristal yang menempel pada cawan penguap, ini yang
menyebabkan hasil dari rendemen kurang sempurna.
Sifat-sifat Garam Tunggal, Rangkap dan Komplek
Dari hasil percobaan diperoleh bahwa dengan penambahan akuades pada kristal CuSO4
anhidrat diperoleh perubahan warna putih menjadi biru. Dengan penambahan akuades, garam
rangkap menghasilkan larutan biru bening sedangkan garam kompleks memberikan warna biru
muda. Hal ini dapat terjadi karena garam rangkap terionisasi sempurna menjadi penyusunpenyusunnya, sedangkan garam kompleks hanya terionisasi sebatas kation kompleks dan anion
sulfatnya, tanpa menguraikan penyusun kation kompleksnya. Jika dilakukan penambahan
akuades, baik garam rangkap maupun garam kompleks menghasilkan warna yang lebih muda
dari penambahan sedikit akuades. Garam rangkap yang dipanaskan menunjukkan perubahan
warna dari biru muda menjadi hijau dan keluar gas. Sedangkan garam kompleks yang
dipanaskan, menunjukkan perubahan warna dari biru menjadi hijau tua.

JAWAB PERTANYAAN
1. Dalam percobaan 7.4.3, ion-ion yang terbentuk dan strukturnya adalah :
CuSO4 H O Cu2+ + SO422

Cu2+ + 4 H2O Cu(H2O)42+


CuSO4 + 4 H2O Cu(H2O)42+ + SO42Ion yang terbentuk: Cu(H2O)42+ dan SO42Struktur Cu(H2O)42+:
H

Struktur SO42-:
H

2+

O-

O
Cu2+

O=S = O

O
H

O-

O
H

Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O Cu2+ + 2 NH4+ + 2 SO42- + 5 H2O


Cu2+ + 4 H2O Cu(H2O)42+
Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O Cu(H2O)42+ + 2 NH4+ + 2 SO42- + H2O
Ion yang terbentuk: Cu(H2O)42+, SO42-, dan NH4+
Struktur ion Cu(H2O)42+ dan SO42- seperti gambar di atas.
+

H
N+
H

Struktur NH4+

[Cu(NH3)4]SO4.5H2O Cu(NH3)42+ + SO42- + 5 H2O


Ion yang terbentuk: Cu(NH3)42+ dan SO42Cu(NH3)42+ + 4 H2O Cu(H2O)42+ + 4 NH3
Ion yang terbentuk: Cu(H2O)42+
Struktur Cu(H2O)42+ dan SO42- seperti gambar di atas.
H
H

H
N

2+

H
N

Cu2+

H
Struktur Cu(NH3)42+

2-

N
H

N
H

2.

H
H
Jika garam kompleks Cu(NH3)4SO4 dilarutkan dengan

sedikit akuades akan membentuk ion [Cu(NH3)4]2+ dan SO42-. Kation [Cu(NH3)4]2+
merupakan jenis ion kompleks dan anion SO42- merupakan jenis ion okso diskret. Jika
diberi air berlebihan akan membentuk [Cu(H2O)4]2+, SO42-, dan NH3 sehingga warna biru
tua berubah menjadi biru muda. Kation kompleks [Cu(NH3)4]2+ diganti dengan kation
kompleks [Cu(H2O)4]2+ karena terjadi penggantian ligan sebagai akibat kelabilan ion
kompleks tersebut.
[Cu(NH3)4]SO4.5H2O Cu(NH3)42+ + SO42- + 5 H2O
Cu(NH3)42+ + 4 H2O Cu(H2O)42+ + 4 NH3
[Cu(NH3)4]SO4.5H2O + 4 H2O Cu(H2O)42++ SO42- + H2O + 4 NH3
3.

Jika garam rangkap kupri amonium sulfat dilarutkan


dengan air maka akan membentuk ion [Cu(H 2O)4]2+, NH4+, dan SO42-. [Cu(H2O)4]2+
merupakan jenis kation kompleks, NH4+ merupakan jenis kation sederhana, dan SO42merupakan jenis anion okso diskret.

4.

Jika garam rangkap dipanaskan maka kristal biru berubah


warna menjadi hijau kebiruan karena adanya penyerapan radiasi merah dan emisi radiasi
hijau-biru. Sedangkan jika garam kompleks dipanaskan maka kristal biru tua akan berubah
warna menjadi coklat, di mana keduanya menghasilkan gas tidak berwarna, yaitu uap air.
Perbedaan warna yang dihasilkan terjadi karena adanya perbedaan penyerapan radiasi, di
mana hal ini berhubungan dengan tingkat energi orbital dalam Cu. Cu dalam struktur
kompleks mengalami hibridisasi sehingga terjadi perubahan dalam tingkat energi
orbitalnya.

5.

Komponen penyusun kristal garam :


a. Kupri sulfat anhidrat : Cu2+ dan SO42-.
b. Kupri sulfat penta hidrat adalah Cu2+, SO42-, dan H2O.
c. Kupri amonium sulfat heksa hidrat adalah Cu2+, NH4+, SO42-, dan H2O.
d. Tetramin kupri sulfat monohidrat adalah [Cu(NH 3)4]2+, SO42-, dan H2O (di mana ion
kompleks tetramin kupri terdiri dari Cu2+ dan NH3).

KESIMPULAN
1. Garam rangkap Cu(NH4)2(SO4)2.5H2O dibuat dengan mereaksikan garam CuSO4.5H2O
dengan garam (NH4)2SO4
2. Garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O dibuat dengan mereaksikan garam CuSO 4.5H2O
dengan NH3.
3. Rendemen garam rangkap yang diperoleh sebesar 83,68 %.
4. Rendemen garam kompleks yang diperoleh sebesar 45,51 %.
5. Garam tunggal CuSO4.5H2O larut dalam air membentuk larutan biru muda karena
terbentuk [Cu(H2O)4]2+.
6. Dengan penambahan akuades, garam rangkap menghasilkan larutan biru bening
sedangkan garam kompleks memberikan warna biru muda.
7. Dengan pemanasan garam rangkap akan berubah warna dari biru muda menjadi hijau
sedangkan garam kompleks berubah warna dari biru menjadi hijau tua dan akan
menghasilkan gas tidak berwarna yang merupakan uap air.
DAFTAR PUSTAKA
Hindarto,Jimmy,1999.Petunjuk Praktikum Kimia Anorganik II . FSM Kimia.: Salatiga.
Petrucci, R.H. 1989. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta:
Erlangga.
Petrucci, R.H. 1989. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat Jilid 3. Jakarta:
Erlangga.
LAMPIRAN
Laporan sementara

Anda mungkin juga menyukai