Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

KLASIFIKASI PERALATAN PEMUATAN MUCK KEDALAM


ALAT ANGKUT BAWAH TANAH MENURUT CARA OPERASI
DAN TIPE ALAT
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Transportasi Bawah Tanah
Semester VII Pada Program Studi Pertambangan Fakultas Teknik
Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2015/2016

Disusun oleh :
Nama : Gita Ayu Puspita
NPM : 10070113071
Kelas : A

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2016 M

KLASIFIKASI PERALATAN PEMUATAN MUCK KEDALAM


ALAT ANGKUT BAWAH TANAH MENURUT CARA OPERASI
DAN TIPE ALAT

Berdasarkan cara kerjanya, peralatan mucking pada tambang bawah


tanah diklasifikasikan menjadi :

1. Auto loaders
LHD
LHD adalah suatu alat angkut pada tambang bawah tanah yang bisa
sekaligus melakukan pemuatan,pengangkutan dan dumping. Mesinnya bergerak
dengan kecepatan sederhana dan terdiri dari komponen internal dan eksternal.
Bagian internal dari LHD terdiri dari bucket, mesin kecil, emisi knalpot, profiler
panjang dan sempit, diesel knalpot perangkat perawatan, ban dan aksesoris ban,
dan sistem ventilasi. LHD dimodelkan sesuai dengan ketinggian tertentu dan

disesuaikan dengan daerah sempit di dalam tambang. Ini terdiri dari profiler
panjang, rendah dan sempit, yang membuatnya mudah beradaptasi dengan
tambang dari semua ukuran. Karena ukurannya, manuver LHD agak lambat
tetapi bermanfaat karena dapat mengangkut material dalam jumlah banyak
karena memiliki bucket yang besar.

Gambar 1
LHD Cat R3000H

FEL (Front End Loader)


Loader Alat penggerak loader dapat diklasifikasikan sebagai roda crawler

atau ban. Loader beroda crawler atau crawler-tractor-mounted mempunyai roda


yang mirip dengan dozer hanya dipasang lebih maju ke depan untuk
menstabilkan alat pada saat mengangkut material. Loader beroda ban atau
wheel-tractor-mounted terdiri atas 4-wheel-drive dan rear-wheel drive. Rearwheel-drive bisa dipakai untuk menggali dan 4-wheel-drive cocok untuk
membawa bucket bermuatan penuh.
Loader diberi tambahan attachment seperti bucket, forklift and backhoe
sehingga penambahan alat pada proyek konstruksi dapat dikurangi. Bucket yang
dipasangkan

pada

loader

dapat

berupa

general

purpose

bucket

dan

multipurpose bucket. Pada multipurpose bucket, bucket terdiri dari dua bagian
yang dapat dibuka di bagian tengahnya seperti clamshell. Ukuran bucket berkisar
antara 0,15 m3 sampai 15 m3 .Ukuran yang paling sering digunakan adalah 6 m3.

Gambar 2
FEL Cat 914G

CAVO
CAVO adalah loaders yang didesain khusus untuk pemuatan pada

tambanga bawah tanah, dapat digunakan pada suatu kemiringan tertentu dan
membutuhkan area kerja yang cukup lebar untuk bekerja.

Gambar 3
CAVO Loader

2. Rocker shovels
Front shovel digunakan untuk menggali material yang letaknya di atas
permukaan di mana alat tersebut berada. Alat ini mempunyai kemampuan untuk
menggali material yang keras. Jika material yang akan digali bersifat lunak, maka
front shovel akan mengalami kesulitan. Dengan demikian, waktu penggalian
dapat menjadi lebih lama. Sama halnya dengan kondisi di mana permukaan
material yang akan digali lebih tinggi dari ketinggian minimum yang
diperbolehkan untuk mengisi bucket. Maka dari itu ada faktor pengali untuk
ketinggian penggalian dan pengaruh sudut putaran yang harus diperhitungkan
dalam menentukan produktivitas front shovel.

Track mounted, adalah shovel yang pergerakan alatnya berada pada


rangkaian rel di tambang bawah tanah

Gambar 4
Track mounted shovel

Crawler shovel

Gambar 6
Crawler shovel

3. Arm loaders
Fungsi loader adalah yang paling umum adalah untuk memuat material
kedalam alat pengangkut. Pada

area yang datar alat pengangkut dapat

diletakkan didekat loader sehingga gerakan loader akan lebih mudah. Terdapat 3
metode pemuatan material dari kedalam truck yaitu I shape loading, V shape
loading, dan pass loading.Awalnya pemuatan material kedalam alat pengangkut
dilakukan oleh power shovel atau front shovel, namun karena kapasitas loader
makin besar maka penggunaan loader menjadi lebih seriing. Fungsi lain dari
loader adalah untuk menggali basement dan fondasi dengan lebar yang sama
dengan lebar bucket.

Gathering arm loader, adalah alat yang memuat material lepasan batuan
atau batubara, alat ini memiliki mesin penggerak yang menyatu dengan
body, memiliki conveyor pada bagian depan yang berbentuk menyerupai
bilah. Bilah ini akan mengumpulkan material dari muck pile dan
mengumpankan kedalam konveyor.

Gambar 7
Gathering arm loader

Grab arm loader

Gambar 8
Grab loader

Cactus loader

Gambar 9
Cactus loader

4. Scraper
Scraper adalah alat gali tanah, umumnya digunakan di tambang terbuka.
Alat ini mampu melakukan tiga tugas sekaligus:
1) Memuat
2) Mengangkut
3) Membongkar muatan
Bentuk scraper mirip dengan truk biasa yang membedakannya yaitu bak
bawah scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah. Saat
scraper bergerak maju, bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop.

Tanah garukan ini langsung ditampung dalam bak. Setelah bak penuh bilah
kemudian diangkat, dan melajulah scraper ke tempat pembongkaran muatan.
Scraper digunakan untuk memuat, memindahkan, menyebarkan dan membuang
material dalam rangka pemeliharaan jalan.dan bisa juga digunakan untuk
menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan,
kemudian muatan itu disebarkan dan diratakan. Scraper mampu menggali atau
mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu
tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula.
Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis scraper ada dua macam, yakni:
1) Scraper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor)
2) Scraper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled
Scrappers)
Scraper umumnya digolongkan berdasarkan typenya, scraper yang ditarik
(towedscraper), scraper bermotor (motorized scraper), dan scraper yang mengisi
sendiri (self loading scraper). Towed scraper umumnya ditarik crawler traktor
dengan kekuatan mesin 300 hp atau lebih. Scraper jenis ini dapat menampung
material sebanyak 6-30 m3. Daya tampung motorized scraper adalah sebanyak
15-30 m3. Motorized scraper mempunyai kekuatan 500 hp atau lebih dengan
kecepatan mencapai 60 km/jam karena menggunakan alat penggerak ban. Akan
tetapi daya cengkeram ban terhadap tanah kurang sehingga scraper tipe ini
dalam operasinya memerlukan bantuan crawler traktor yang dilengkapi blade
atau scraper lain.

Gambar 10
Scraper