Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

TUMOR INTRA ABDOMEN


I. KONSEP TEORI
A. PENGERTIAN
Tumor menurut Unchiel (2013, dalam Kusuma 2001) adalah kumpulan sel
abnormal yang tumbuh terus mennerus, tidak terbatas, tidak terkoordinasi
dengan jaringan disekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh.
Tumor intra abdomen menurut (Poetris, 2011) adalah pembengkakan atau
tonjolan yang disebabkan oleh neoplasma, infeksi yang disebabkan oleh
pertumbuhan baru massa abnormal di sel-sel yang berpoloferasi yang
bersifat : autonom (tidak terkontrol), progresif (tumbuh tidak beraturan),
dan tidak berguna.
B. ETIOLOGI
Penyebab terjadinya tumor karena terjadinya pembelahan sel yang
abnormal. Pembedaan sel tumor tergantung dari besarnya penyimpangan
dalam bentuk dan fungsi aotonomnya dalam pertumbuhan, kemampuanya
mengadakan infiltrasi dan menyebabkan metastasis. Ada beberapa
faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tumor menurut Unchiel (2013)
antara lain:
1. Karsinogen
2. Hormon
3. Gaya hidup, kelebihan nutrisi khususnya lemak dan kebiasaan makan
makanan yang kurang berserat.
4. Parasit : parasit schistososma hematobin yang mengakibatkan
karsinoma planoseluler.
5. Genetik
6. Infeksi, trauma, hipersensitivitas terhadap obat-obatan
C. TANDA DAN GEJALA
1. Hiperplasia
2. Konsistensi tumor umumnya padat atau keras
3. Tumor epital biasanya mengandung sedikit jaringan ikat dan apabila
berasal dari masenkim yang banyak mengandung jaringan ikat maka
akan elastik kenyal atau lunak
4. Kadang tampak hipervaskulari disekitar tumor

5.
6.
7.
8.
9.

Biasa terjadi pengerutan dan mengalami retraksi


Edema disekitar tumor disebabkan infiltrasi kepembuluh limfe
Nyeri
Anoreksia, mual, muntah
Penurunan berat badan

D. PATOFISIOLOGI
Tumor adalah proses penyakit yang bermula ketika sel abnormal diubah
oleh mutasi genetik dari DNA selular. Sel abormal ini membentuk kolon
dan berpopliferasi secara abnormal, mengatakan sinyal mengatur
pertumbuhan dalam lingkungan sekitar sel tersebut. Sel-sel eoplasma
mendapat energi terutama dari anaerob karena kemanpuan sel untuk
oksidasi berkurang, meskipun mempunyai enzim yang lengkap atau
oksidasi. Susunan enzim sel uniform sehingga lebih mengutamakan
berkembang biak yang membutuhkan energi untuk anabolisme daripada
untuk berfungsi yang menghasilkan energi dengan jalan katabolisme.
Jaringan yang tumbuh memerlukan bahan-bahan untuk membentuk
protioplasma dan energi, antara lain asam amino.
Ketika dicapai suatu tahap dimana sel mendapatkan ciri-ciri invasi, dan
terjadi perubahan pada jaringan sekitarnya. Sel-sel tersebut menginfiltrasi
jaringan sekitar dan memperoleh akses ke limfe dan pembuluh-pembuluh
darah, melalui pembuluh darah tersebut sel-sel dapat terbawa ke arah lain
alam tubuh untuk membentuk metastase (penyebaran tumor) pada bagian
tubuh yang lain. Meskipun penyakit ini dapat diuraikan secara umum
seperti yang telah digunakan, namun tumor bukan suatu penyakit tunggal
dengan penyebab tunggal: tetapi lebih kepada suatu kelompok penyakit
yang jelas dengan penyebab, metastase, pengobatan dan prognosa yang
berbeda. (Smelstzer, 2005).

Faktor resiko:
Umur, jumlah kehamilan&partus, jumlah
perkawinan, sosial ekonomi, kebiasaan merokok,
infeksi virus HPV
Metaplasia sel
E. PATHWAY

Neoplasia sel
Displasia sel
Diferensiasi sel-sel epitel

Perubahan struktur sel dan fungsi sel-sel normal


Aktivitas regenerasi sel meningkat
Sel-sel ganas karsinoma
TUMOR INTRA ABDOMEN

Penekanan/
mendesak
jaringan sekitar
serviks

Iskemia
Penekanan
saraf

Ulkus nekrosis
jaringan
Jaringan sekitar
serviks rapuh

Gangguan rasa
nyaman: nyeri

Kurang informasi
Kurang
pengetahuan

Ansietas

Pemberian kemoterapi
Menekan
sirkulasi
Darah ke otak
dan hipofise
menurun
Asam lambung
meningkat
Mual, muntah,
anoreksia

Gangguan
perfusi jaringan

Gangguan
pemenuhan
nutrisi

Efek samping :
rambut rontok
Gangguan
konsep diri

F. PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan menurut Smeltzer (2005) yaitu:
1. Pembedahan
Pembedahan adalah modalitas penanganan

utama,

biasanya

gastereksoni subtotal atau total, dan digunakan untuk baik pengobatan


maupun paliasi. Pasien dengan tumor lambung tanpa biopsi dan tidak
ada bukti metastatis jauh harus menjalani laparotomi eksplorasi atau
seliatomi untuk menentukan apakah pasien harus menjalani prosedur
kuratif atau paliatif. Masalah yang berkaitan dengan tindakan adalah
injeksi, pendarahan, ileus, dan kebocoran anastomoisis.
2. Radioterapi
Penggunaan partikel energi tinggi untuk menghancurkan sel-sel dalam
pengobatan tumor dapat menyebabkan perubahan pada DNA dan
RNA sel tumor. Bentuk energi yang digunakan pada radioterapi adalah
ionisasi radiasi yaitu energi tertinggi dalam spektrum elektromagnetik
3. Kemoterapi
Kemoterapi sekarang telah digunakan sebagai terapi tambahan untuk
reseksi tumor, untuk tumor lambung tingkat tinggi lanjutan dan pada
kombinasi dengan terapi radiasi dengan melawan sel dalam proses
pembelahan, tumor dengan fraksi pembelahan yang tinggi ditangani
lebih efektif dengan kemoterapi.
4. Bioterapi
Terapi biologis atau bioterapi sebagai modalitas pengobatan keempat
untuk kanker dengan menstimulasi system imun (biologic response
modifiers/BRM) berupa antibody monoclonal, vaksin, faktor stimulasi
koloni, interferon, interleukin.

G. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan penunjang pada tumor intra abdomen menurut Smeltzer
(2005) yaitu:
1. Marer tumor

Substansi yang ditemukan dalam darah atau cairan tubuh lain yang
dibentuk oleh tubuh dalam berespon terhadap tumor.
2. Pencitraan resonansi magnetic (MRI)
Penggunaan medan magnet dan sinyal frekuensi radio untuk
menghasilkan gambaran berbagai struktur tubuh.
3. CT Scan
Menggunakan pancaran sinar sempit sinar-X untuk meminai susunan
lapisan jaringan untuk memberikan pandangan potongan melintang.
4. Flouroskopi
Menggunakan sinar-X yang memperlihatkan ketebalan antar jaringan,
dapat mencakup penggunaan bahan kontras.
5. Ultrasound
Echo dari gelombang bunyi berfrekuensi tinggi direkam pada layer
penerima, digunakan untuk mengkaji jaringan yang dalam didalam
tubuh.
6. Endoskopi
Memvisualkan

langsung

rongga

tubuh

atau

saluran

dengan

memasukkan suatu kedalam rongga tubuh atau ostium tubuh,


memungkinkan dilakukannya biopsi jaringan, aspirasi dan eksisi
tumor yang kecil.
7. Pencitraan kedokteran nuklir
Menggunakan suntikn intravena atau menelan bahan radiosisotope
yang diikuti dengan pencitraan yang menkaji tempat berkumpulnya
radioisotope.

II.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
Pengkajian pada pasien tumor intra abdomen yaitu:
1. Aktivitas istirahat
Gejala : kelemahan dan keletihan
2. Sirkulasi
Gejala : palpitasi, nyeri, dada pada pengarahan kerja.
Kebiasaan : perubahan pada TD
3. Integritas ego
Gejala : alopesia, lesi cacat pembedahan
Tanda : menyangkal, menarik diri dan marah
4. Eliminasi

Gejala : perubahan pada pola defekasi misalnya : darah pada feces,


nyeri pada defekasi. Perubahan eliminasi urunarius misalnya nyeri
atau ras terbakar pada saat berkemih, hematuria, sering berkemih.
Tanda : perubahan pada bising usus, distensi abdomen.
5. Makanan/cairan
Gejala : kebiasaan diet buruk ( rendah serat, tinggi lemak, aditif bahan
pengawet). Anoreksisa, mual/muntah. Intoleransi makanan. Perubahan
pada berat badan; penurunan berat badan hebat, berkuranganya massa
otot.
Tanda : perubahan pada kelembapan/tugor kulit, edema.
6. Neurosensori
Gejala : pusing, sinkope.
7. Nyeri/kenyamanan
Gejala : tidak ada nyeri atau derajat bervariasi

misalnya

ketidaknyamanan ringan sampai berat (dihubungkan dengan proses


penyakit)
8. Pernafasan
Gejala : merokok (tembakau, mariyuana, hidup dengan seseorang
yang merokok), pemajanan asbes.
9. Keamanan

Gejala : pemajanan bahan kimia toksik, karsinogen, pemajanan


matahari lama/berlebihan
Tanda : demam, ruam kulit, ulserasi.
10. Seksualitas
Gejala : masalah seksualitas misalnya dampak pada hubungan
perubahan pada tingkat kepuasan, nuligravida lebih besar dari usia 30
tahun, multigravida, pasangan seks miltifel, aktivitas seksual dini.
11. Interaksi sosial
Gejala : ketidakadekuatan/kelemahan sotem pendikung, riwayat
perkawinan (berkenaan dengan kepuasan di rumah dukungan, atau
bantuan).
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
2. Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit
3. Risiko tinggi terhadap diare berhubungan dengan koping yang tidak
adekuat
4. Risiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan
perubahan penampilan

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Dx: Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam,
ansietas pasien berkurang, dengan kriteria hasil menurut NOC sebagai
berikut:
a) Menunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya
rasa takut
b) Tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang pada tingkat
dapat diatasi
c) Mendemonstrasikan penggunaan mekanisme koping efektif dan
partisipasi aktif dalam pengaturan obat.
Tindakan menurut NIC:
Intervensi
1) Dorong

Rasional

klien

untuk 1) Memberikan

mengungkapkan pikiran dan

untuk

perasaan

realistis

2) Berikan lingkungan terbuka


dimana klien merasa aman
untuk

mendiskusikan

perasaannya

kesempatan

memeriksa
serta

takut

kesalahan

konsep tentang diagnosis.


2) Membantu
klien
untuk
merasa diterima pada adanya
kondisi

tanpa

perasaan

dihakimi dan meningkatkan

3) Pertahankan kontak sesering


mungkin dengan klien

rasa terhormat
3) Memberikan

keyakinan

bahwa klien tidak sendiri


4) Bantu

klien/keluarga

mengenali

dalam

atau ditolak
dan 4) Dukungan dan

mengklasifikasikan rasa takut

sesering

untuk

memungkinkan

mengembangkan

memulai
strategi

koping
5) Berikan informasi yang akurat

konseling

diperlukan

untuk
individu

mengenal dan menghadapi


rasa takut.
5) Dapat menurunkan ansietas

2. Dx: Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit, adanya

benjolan pada abdomen.

Tujuan: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam,


nyeri pasien berkurang menjadi skala ringan (1-3) dengan kriteria
hasil menurut NOC sebagai berikut:
a) Melaporkan nyeri yang dirasakan menurun atau menghilang
b) Mengikuti aturan farmakologis yang ditentukan

Tindakan menurut NIC:


Intervensi
1) Tentukan

Rasional

riwayat

nyeri 1) Informasi memberikan data

misalnya lokasi, durasi dan

dasar untuk mengevaluasi

skala.

kebutuhan

2) Berikan tindakan kenyaman


dasar

misal:

punggung

massage

dan

intervensi.
2) Dapat

keefektifan
meningkatkan

relaksasi

aktivitas

hiburan misalnya music.


3) Dorong
penggunaan
keterampilan

penggunaan

keterampilan

manajement

nyeri misalnya relaksasi napas

3) Memungkinkan klien untuk


berpartisipasi
dalam

secara

aktif

meningkatkan

rasa

control.

dalam.
4) Kolaborasi

pemberian

analgetik sesuai indikasi.

4) Analgetik dapat menghambat


stimulus nyeri.

3. Dx : Risiko tinggi terhadap diare berhubungan dengan koping yang


tidak adekuat
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24, diare
tidak terjadi, dengan kriteria hasil menurut NOC sebagai berikut:
a. BAB dengan frekuensi normal (1x sehari)
b. Tidak ada keluhan saat BAB
Tindakan menurut NIC:
Intervensi
1) Kaji

tingkat

pantau/catat

usus
gerakan

Rasional
dan 1) Mengidentifikasi
usus

masalah

misalnya diare, konsipasi

termasuk

frekuensi

konsistensinya
2) Dorong
adekuat

masukan
2000

cairan 2) Dapat menurunkan potensial

ml/jam

dan

peningkatan

terhadap konstipasi dengan


memperbaiki konsistensi feces
dan merangsang peristaltic :
dapat mencegah dehidrasi
3) Menurunkan

iritasi

gaster.

Penggunaan makanan rendah


3) Memberikan makanan sedikit

serat

dapat

menurunkan

tapi sering dengan makanan

iritabilittas dan membeerikan

rendah

istirahat pada usus bila ada

serat

(bila

dikonraindikasikan)
mempertahankan

tidak
dan

kebutuhn 4) Stimulasi

protein kabohidrat
4) Pastikan

diet

diare.
GI

yang

meningkatkan
yang

tepat

dapat

motilitas/

frekuensi defekasi

hindari makanan tinggi lemak 5) Ketidakseimbangan elektrolit


mungkin akibat dari/pemberat
5) Pantau

pemeriksaan

unuk mengubah fungsi GI

laboraturium sesuai indikasi

4. Dx: Risiko gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan


perubahan penampilan
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam,
pasien tidak mengalami gangguan citra tubuh, dengan kriteria hasil
sebagai berikut:
a. pasien melaporkan kepuasan terhadap penampilan dan fungsi tubuh
b. memiliki keinginan untuk menyentuh bagian tubuh yang
mengalami gangguan.
c. menggambarkan perubahan actual pada fungsi tubuh.
Tindakan menurut NIC:

1. Kaji

Intervensi
Rasional
dan dokumentasikan 1. Faktor yang mengidentifikasi-

respons verbal dan non verbal

kan adanya gangguan persepsi

pasien tentang tubuhnya.


pada citra tubuh.
2. Kaji harapan pasien tentang 2. Mungkin realita
gambaran tubuh.

berbeda

saat

dengan

ini
yang

diharapkan pasien sehingga


pasien
3. Dengarkan

pasien

tidak

keadaan fisiknya.
keluarga secara aktif, dan akui 3. Meningkatkan
realitas

adanya

perhatian

berarti,

terhadap perawatan, kemajuan

koping,

dan prognosis.
4. Berikan perawatan

perasaan

memudahkan

saran

mengurangi

kecemasan.
dengan

cara yang tidak menghakimi,


jaga privasi dan martabat
pasien.

menyukai

dan

4. Menciptakan suasana saling


percaya, meningkatkan harga
diri dan perasaan berarti dalam
diri pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Bulechek, G., Butcher, H., Dochterman, J., dan Wagner, C. (2015). Nursing
Interventions Classification (NIC) Edisi Keenam. Singapore: Elsevier
Herdman, T., dan Kamitsuru, S. (2015). Diagnosis Keperawatan Definisi dan
Klasifikasi 2015-2017. Jakarta: EGC
Moorhead, S., Johnson, M., Maas, M., dan Swanson, E. (2015). Nursing
Outcomes Classification (NOC) Edisi Kelima. Singapore: Elsevier

Poetris.

(2011).

https://www.scribd.com/doc/69563924/Tumor-Intra-Abdomen

diperoleh pada tanggal 29 Agustus 2016


Smelster, S.C. (2005). Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8, Vol. 2..Jakarta :
EGC.
Unchiel. (2013). https://www.scribd.com/doc/129871401/Laporan-PendahuluanTia. diperoleh pada tanggal 29 Agustus 2016

LAPORAN PENDAHULUAN TUMOR INTRA ABDOMEN

Oleh
Riris Risca Megawati
N116049

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES TELOGOREJO SEMARANG
2016