Anda di halaman 1dari 8

A.

DASAR TEORI
Polarisasi terimbas merupakan salah satu metode geofisika yang mendeteksi
terjadinya polarisasi listrik pada pemukaan mineral-mineral logam di bawah permukaan
bumi. Arus listrik searah diinjeksikan ke dalam bumi melalui 2 elektroda arus, kemudian
beda potensial yang terjadidiukur melalui 2 elektroda potensial setelah arus dimatikan.
Dalam metode ini ada 4 macam cara pengukuran yaitu pengukuran dalam domain
waktu, domain frekuensi, pengukuran sudut fase, dan Magnetic Induced Polarization
(MIP). Kecuali MIP yang mengukur dalam domain medan magnet, 3 metode lain
mengukur gejala fisis yang sama tetapi dengan parameter pengukuran yang berbeda.
Pengukuran dalam domain waktu adalah pengamatan peluruhan potensial sekunder
terhadap waktu. Pada saat arus listrik dihentikan, potensial antara 2 elektroda pengukur
tidak segera turun ke nilai nol, tetapi meluruh secara perlahan (decay) dengan waktu.
Untuk mengukur derajat terpolarisasi suatu bahan sebagai fungsi waktu, didefinisikan
sebagai besaran chargeability (M) yang merupakan besaran makro yang bergantung pada
jenis bahan dan selang waktu pengaliran arus. Sedangkan pengukuran dalam domain
frekuensi dilakukan dengan mengukur tegangan (V) pada elektroda potensial dalam 2
macam frekuensi yang berbeda. Parameter pengukuran didefinisikan besaran Frequency
Effect (FE) dan Perent Frequency Effect (PFE).
FE
= (V2 V1) / V1, atau FE = (2 1) / 1
dimana V1 = respon tegangan pada frekuensi tinggi
V2 = respon tegangan pada frekuensi rendah
Karena arus listrik konstan pada setiap frekuensi, maka FFE menjadi fungsi resistivity.
Jika dinyatakan dalam bentuk persentase (karena nilai FE sangat kecil), maka menjadi
PFE.
PFE = (2 1) 100 / 1
Jika aliran arus dihentikan, segera setelah dialiri, tahanan jenis semu yang lebih
rendah, sama dengan (Vo Vp) / I dikalikan dengan faktor geometri bentangan, dapat
dihitung. Efek frekuensi IP didefinisikan sebagai perbedaan antara frekuensi tinggi dan
tahanan jenis DC, dibagi dengan nilai frekuensi tinggi. Nilai ini dikalikan dengan 100
agar mudah dipahami menjadi nilai PFE. Secara teoritis hubungan antara pFE dengan
chargeability dinyatakan dengan:
M = PFE / (PFE + 100)
NIlai PFE dapat dibagi dengan resistivity DC (apparent resistivity) dan memberikan
nilai besaran, yang dikalikan dengan 1000, 2000, atau 2000, menghasilkan suatu angka
ukuran yang ssesuai yang disebut sebagai Metal Factor (MF). MF menjelaskan volume

batuan yang polarizable dan konduktif. Karenanya dapat dianggap memiliki kandungan
sulfide (atau granit) yang signifikan.
MF = 21000(PFE / a)
Metode polarisasi terimbas terutama dipakai dalam ekplorasi logam dasar (Base
Metal) dan kadang juga penyeidikan air tanah (Ground Water). Berdasarkan letak
(konfigurasi) elektroda potensial dan arus, rangkaian elektroda yang umum dipakai yaitu
pole-dipole, dipole-dipole, dan gradien.
Penyajian hasil pengukuran dapat disajikan dalam berbagai bentuk untuk kepentingan
interpretasi, seperti dalam bentuk:
Diagram IPS : Sumbu vertikal merupakan nilai tahanan jenis semu dan polarisasi.

Sedangkan sumbu horizontal merupakan jarak bentangan.


Profil IP
: Sering dipakai untuk susunan pole-dipole dan gradient. Sumbu tegak
berupa nilai polarisai dan tahanan jenis semu. Sedangkan sumbu horizontal

merupakan jarak rentangan. Kedua nilai tersebut dibuat dalam 1 grafik.


Sayatan semu IP (pseudo section) : Bentuk sayatan semu dipakai untuk penyajian

data hasil susunan dipole-dipole dan pole-dipole. Cara ini paling banyak digunakan.
Peta kontur IP: Dapat digunakan untuk semua susunan, tetpi lintassannya harus
selalu berdekatan satu sama lain.

B. DATA

C.

CONTOH PERHITUNGAN
Titik 1
R =V/I
= 0.107121 / 10
= 0.0107121
L.F (a) = n(n+1)(n+2) a R
= 3.14 1(1+1)(1+2) 50 0.0107121
= 10.090817
P.F.E
= (L.F (a) H.F) 100 / H.F
= (10.090817 - 10.04975124) 100 / 10.04975124
= 0.408625002
M = P.F.E / (P.F.E + 100)
= 0.408625002 / (0.408625002 + 100)
= 0.004069621
MF
= 2 1000 (P.F.E / L.F (a))
= 2 3.14 1000 (0.408625002 / 10.090817)

= 254.3069607
Titik 10
R = 0.022803 / 10
= 0.0022803
L.F (a) = 3.14 2(2+1)(2+2) 50 0.0022803
= 8.59218182
P.F.E
= (8.59218182 - 8.082706767) 100 / 8.082706767
= 6.303272727
M = 6.303272727 / (6.303272727 + 100)
= 0.05929519
MF
= 2 3.14 1000 (6.303272727 / 8.59218182)
= 4607.043189
Titik 30
R = 0.005515 / 10
= 0.0005515
L.F (a) = 3.14 4(4+1)(4+2) 50 0.0005515
= 10.3905455
P.F.E

= (10.3905455 - 10.73271414) 100 / 10.73271414


= -3.188090909
M = -3.188090909 / (-3.188090909 + 100)
= -0.032930772
MF
= 2 3.14 1000 ( -0.032930772 / 10.3905455)
= -1926.868132

F. INTERPRETASI
Berdasarkan hasil perhitungan dan plotting data, diperoleh setidaknya 4 jenis batuan.
Berdasarkan harga PFE, pertama ada batuan yang mengandung material sulfida yang
memiliki nilai PFE lebih dari 10%. Kemudian di sekitarnya terkandung bijih tembaga
(Cu) porfiri dengan sulfida 2-10%, yang memiliki nilai PFE 5-10%. Lalu, terdapat juga
batuan yang mengandung mineral sulfida 2%, dengan nilai PFE sebesar 2-5%. Terakhir
berupa batuan dengan harga PFE 0,1-0,4% yang berdasarkan tabel harga PFE oleh
Telford (1976) berupa granit. Berdasarkan nilai MF, didapatkan Sulfida masif dengan
nilai MF lebih dari 10.000. Lalu ada Sulfida pengisi retakan dengan nilai MF berkisar
antara 3300-9500. Yang ketiga ada Sulfida disseminated yang memiliki harga MF
sebesar 254. Terakhir ada batuan volkanik (umum) dengan nilai MF sebesar 67.

DAFTAR PUSTAKA
Wintolo, D., Pri U.. dan Saptono B.S. 2010. Buku Panduan Praktikum Geofisika Eksplorasi
1. Tidak dipublikasikan.