Anda di halaman 1dari 3

Histology (jaringan)

Ligamen yang sehat seperti pita putih sederhana dari jaringan fibrous homogen ,
namun sebenarnya sangat kompleks dan dinamis. In tersusun dari beberapa sel
dalam sebagian besar matriks collagenous.
Sel
Fibroblast
Ligamen sel yang disebut fibroblas atau fibrosit. Fibroblas bukan homogenous
pada jaringan ligamen dan berubah-ubah ukuran , bentuk , orientasi , dan
jumlah. Fibroblas biasanya ovoid (betuknya seperti telur) or spindle
(gelendong)dan umumunya diorientasikan longitudinal sepanjang panjang
ligamen. Keduanya percobaan metabolic dan histologikal menunjukkan jika
disana mungkin fibroblas subtypes dalam ligament, namun ttap dittukan (Frank
& HR , 1990). Fibroblas bertanggung jawab untuk sintesis dan degradasi matriks
ligamen dalam bertanggung jawab untuk berbagai stimulus. Rupanya , fibroblas
menjaga atau memperbaiki terus menerus kerusakan mikroskopis. Semetara
,meskipun mereka relativ langka , fibroblas sangat penting untuk memelihara
status quo dari ligamen.
Matriks
Matriks hampir seluruh tubuh terdiri dari ligamen. Itu terdiri dari air , kolagen ,
proteoglycans , fibronectin , elastin , actin , dan beberapa glikoprotein lainnya.
Air
Air yang menyebabkan sekitar 2-3 dari berat ligamen basah. Air dapat
berhubungan dengan komponen ligamen lainnya dalam berbagai cara. Ini dapat
secara struktural terikat untuk matriks lainnya. Ini dapat ikatan polar sisi rantai,
dapat disebut transitional water (kehilangan ikatan) , atau menjadi bebas
berhubungan dengan interfibrillar gel. Kebanyakan air dalam ligamen adalah
berikatan bebas atau transitional. Meskipun fungsi exact dari air dalam ligamen
tidak diketahui , itu menunjukkan sangat penting untuk setidaknya 3 alasan
utama. Pertama , interaksinya dengan ground substance , terutama
proteoglycans ,pengaruh jaringan viskoelastisitas ( Amiel e al ., 1990;Bray et
al .,1991). Kedua , tampaknya untuk memberikan lubrikasi dan fasiltas interfascicular ( Amiel e al ., 1990;Bray et al .,1991). Ketiga , membwa nutrisi ke
fibroblast dan mengambil bahan limbah,
Kolagen
Kolagen terdiri dari kira-kira 70-80% dari berat ligamn kering (Amiel et al.,1983;
Frank e al .,1983a; Frank t al.,1983b). Untuk banyak informasi mengenai tipe
kolagen , pembaca seharusnya berkonsultasi dengan Miller aand Gay (1992).
Type I : Mayoritas dari kolagen ligamen adalah fibrillar , type I kolagen
Type III : Kedua tipe yang paling umum adalah tpe III , yang juga fibrillar

Type IV : Ketiga yang paling umum adalah tiep 4 , yang bermanik-manik filamen
Tipe V, XI,XII, dan XIV : kebanyakan ligamen juga memppunyaikuantitas kecil
dari tipe V,XI,XII,dan XIV kolagen ( yang selanjutnya dekat insertions ).
Kolagn fiber dalam ligamen berbaga ukuran (diameter) dari 10-1500 nm , range
yang tampaknya menjadi usia , jaringan , dan jenis khusus ( Parry et al ., 1978a;
Parry et al., 1978b;Frank t al .,1989;Yahia & Drouin,1989). Ukuran fiber dapat
mempengaruhi kekuatan bahan. Ligamen dengan bimodal distribusi kolagen
yang besar cenderung untk menjadi lebih kuat dan dapat untuk menopang
tekanan tinggi. Lalu dengan unimodal diameter kecil lebih cocok untuk melawan
tekanan endah. Kolagen sangat kuat karena kombinasi dari ikatan biochemical
ang dikenal sbagai molekular cross-links.
Proteoglycans
Ligamen proteoglycan (terutama yang disebut dermatan sulfat poteoglycan
kecil) terdiri dari kurang dari 1% dari berat kering dari ligamen. , lebih nya
ditemukan dalam tendon namun jauh lebih sedikt daripada pada kartilago (310%). Struktur molekular dari proeoglycan dideskripsikan pada chapter 2.4. pran
dari proteoglycan dalam ligamen masih harus ditentukan. Bagaimanapun ,
ligament ( dan tendons) , karena mereka memiliki terutama kekuatan tensile ,
tidak membutuhkan bantalan sebab proteoglycan memberikan kartilago.
Proteoglycns ,dengan sifat hidrofiliknya , mungkin tidak terlibat dalam mengatur
jumlah dan perpindahan dari air dalam jaringan. Sementara proteglycan tertama
berpengaruh pada proses viskoelastis dari ligamen
Fibronectin
Fibronectin adalah protein terdiri dari dua 220 kD subunit dihubungkan oleh
sebuah jembatan single disulfide. Protei ini mengandung kira-kira 5% krohidrt.
Dalam ligamen , sperti dalam tendon ( lihat sction 2.6.1) , fibronectin ditemukan
dalam jumlah kecil dalam matriks , biasanya hubungan dengan beberapa
komponen matriks lainnya dan pembuluh darah. Fibronectin juga berinteraksi
dengan bagian dari permukaan sel yang dikenal untuk melekatkan ke elemen
intraseluler, mungkin yang membentuk bagian dari sebuah mekanisme timbal
balik matrik sel.
Elastin
Elastin merupakan substansi elastis yang ditemukan dalam jumlah yang sangat
kecil pada kebanyakan ligamen skeletal (kira-kira 1.5 %) dalam bentuk fibular.
Bagaimanapun dalam elastis ligamen , sebagai contoh ligamentum flavum
elastin fiber kira kira dua kali umumnya sebagai fiber kolagen. Ketika tanpa
tekanan,protein globular elastin tidak larut molekul menjadi kompleks ,
pengaturan melingkar , mungkin sebagian dikelola oleh cross-links lisin. Elastin
streches menjadi konfigurasi yang lebih memrintahkan ketika ada tekanan ,
kembali menjadi bentuk globular lagi ketika tak ada tekanan. Ini kemungkinan
pengaruh dari bagian tensile resistance pada jaringan ligamen dan beberapa dari
penyembuhan elastisnya. Peran elastin mungkin berkaitan untuk penyembuhan

panjang ligamen setelah tekanan dihilangkan. Elastin mungkin melindungi


kolagen , setidaknya pada strain rendah.