Anda di halaman 1dari 4

JAWABAN PERTANYAAN EVOLUSI VERTEBRATA 2

Reptilia dan Aves


1. Mengapa evolusi reptil disebut evolusi defensif?
Jawab:
Evolusi reptil disebut evolusi defensif karena beradaptasi terhadap kekeringan
yang terjadi secara gradual pada genangan air Periode Devon. Kekeringan menyebabkan
Reptil mencari peluang kehidupan pada lingkungan darat yang ternyata potensial.
Adaptasi terhadap kekeringan dalam kurun evolusinya menyebabkan terjadinya
perubahan mendasar pada Reptilia.
2. Tahap evolusi apakah yang membedakan Reptil dengan Amphibia?
Jawab:
Tahap evolusi yang membedakan Reptil dengan Amphibia yaitu:
a. Telur Amniotik, yang dalam perkembangannya mengeliminasi tahap larva yang
bernapas dengan insang. Reptil akan menetas dari telur ini sebagai hewan dewasa
tanpa proses metamorfosis.
b. Sisik, karena sebagai hewan darat, Reptil perlu mempertahankan diri dari kekeringan,
sehingga sisik dan scute berkembang dengan baik agar tubuh tidak kehilangan
cairan. Tetapi sisik yang menjadi ciri khas Reptil justru tidak ada pada bentuk Reptil
awal.
3. Bagaimanakah perkembangan evolusi Reptil berdasarkan bukti fosil yang
memperkuat dugaan bahwa nenek moyang Reptil adalah Amphibia?
Jawab:
Identifikasi Reptil pada awalnya didasarkan pada kriteria osteologik. Berdasarkan
hal ini, maka fosil Seymouria telah lama dianggap sebagai fosil antara Amphibia dan
Reptil. Seymouria merupakan tetrapoda kecil (60cm), fosilnya ditemukan pada lapisan
Permian bawah di Texas. Ada berbagai pendapat yang kontroversial tentang posisi
sistematika Seymouria karena menunjukkan ciri campuran antara Amphibia dan Reptil.
Ciri Amphibia meliputi rangkaian tulang tengkoraknya, adanya optic notch (tidak
ada pada Reptil), gigi labyrinthodont, leher pendek, dan adanya saluran garis lateral. Ciri
Reptilnya adalah perbedaan antara tulang atlas dan vertebra, fusi tulang vertebra kedua
menjadi tulang sacrum, dan tulang jari dengan pola Reptil. Seymouria mempunyai
keunikan karena memiliki ciri Amphibia pada bagian tengkoraknya dan ciri Reptil pada
tubuhnya.
Reptil pertama muncul di zaman yang sama dengan Seymouria, yaitu Limnoscelis,
Captorhinus, dan Diadectes. Catylosaurus seringkali disebut stem-Reptiles karena
memiliki vertebra berbentuk mangkok, dan diduga cara berjalannya juga agak canggung
karena tungkainya mengarah ke luar, panjangnya diperkirakan 3 meter.
4. Apa yang menjadi dasar klasifikasi Reptilia menjadi 4 kelas?

Jawab:
Dasar klasifikasi Reptilia menjadi 4 kelas adalah struktur tengkorak Reptilia itu
sendiri, yakni struktur tengkorak Anapsid, Synapsid, Parapsid/ Euryapsid dan Diapsid.

(Sumber: Tree of Life Web Project)

5. Pada zaman Jura banyak muncul Reptil raksasa yang sekarang telah punah.
Cobalah Anda mengelompokkannya ke dalam Ordo!
Jawab:
Ordo Reptil raksasa pada zaman Jura yang telah punah:
a. Ordo Ichthyoptergia
b. Ordo Sauropterygians
c. Ordo Ornitischia
d. Ordo Saurischia
e. Ordo Pterosauria
6. Berikan penjelasan kelompok Reptil manakah yang diduga merupakan nenek
moyang Aves!
Jawab:
Kelompok Reptil yang diduga merupakan nenek moyang Aves yakni Pterosaurus
karena memiliki kemampuan untuk terbang. Diapsid yang dapat terbang ini berkembang
pesat pada periode Jura dan Kreta, tapi punah pada akhir periode berikutnya, diduga
akibat tidak mampu berkompetisi dengan kelompok burung. Pterosaurus merupakan
Reptil terbang yang mengembangkan kulit terbang berupa membran yang dapat
terentang atau terlipat pada tungkai muka dan tungkai belakangnya, kulit ini bermanfaat
untuk meluncur ke tempat yang lebih rendah, cara meluncur yang juga dimiliki oleh
tupai masa kini.
7. Mengapa dalam perkembangan evolusinya, Aves lebih berhasil daripada
Pterosaurus?
Jawab:
Karena struktur tulang kompak pada Reptil relatif lebih berat untuk terbang jika
dibandingkan dengan Aves, sehingga bermasalah dengan gravitasi saat terbang. Selain itu
organisme harus mempunyai perbandingan yang seimbang antara berat tubuh dan
kekuatan agar dapat terbang, sederhananya permukaan tubuh saat terbang harus

seimbang dan dapat mengatasi gaya gravitasi ketika berada di udara. Pada Pterosaurus,
otot terbang relatif kecil dan berdarah dingin (poikilothermis) sehingga sulit terbang jika
terjadi perubahan suhu di udara.
Keberhasilan burung dibandingkan Pterosaurus dipengaruhi oleh adanya modifikasi
tungkai depan untuk terbang dan tungkai belakang untuk berlari, mencakar, mendayung
dan berbagai kegiatan lainnya tidak seperti Pterosaurus yang hanya dapat meluncur; lalu
modifikasi sisik menjadi bulu (membantu terbang dan menjaga kestabilan suhu tubuh);
perkembangan menjadi hewan homoiothermis; modifikasi struktur tulang kompak
menjadi berongga (ringan); dan modifikasi mulut menjadi paruh.
8. Bagaimanakah perkembangan evolusi burung, dan mengapa kelompok Ratitae dan
Tinamae dianggap masih primitif, sedangkan Carinatae dianggap lebih modern?
Jawab:
Perkembangan evolusi burung adalah sebagai berikut:
a. Tahun 1996 di Cina ditemukan fosil Sinosauropteryx yang merupakan pelari cepat
dengan lengan yang relatif pendek dan memiliki 3 jari. Sayap ditutupi oleh filamen
yang dapat direntangkan atau dilipat untuk isolasi. Hewan ini memiliki
protofeather dan diduga sudah homoiothermis.
b. Velociraptor, burung ini telah memiliki tulang pergelangan yang fleksibel dan biasa
digunakan untuk menangkap mangsadan diduga dapat pula digunakan untuk terbang
jarak pendek.
c. Unenlagia, fosilnya ditemukan di daerah Patagonia, tingginya 8 kaki dan tidak dapat
terbang. Sayap dapat dikepak-kepakkan ke atas dan ke bawah untuk keseimbangan
tubuh ketika berjalan atau berlari
d. Archeopteryx, bulu pada burung ini menunjukkan susunan yang asimetris dengan
bagian ujung yang menyempit dan langsing dibandingkan dengan burung yang
berjalan. Kondisi bulu seperti ini memungkinkannya untuk mengepak di udara agar
bisa terbang.
e. Eoalulavis, artinya alula pertama. Dengan mengepakkan sayapnya burung ini dapat
terbang dengan cepat, alula diperlukan untuk mengatur gerakan terbang pada saat
lepas landas atau mendarat.
f. Corvus (gagak), merupakan burung pertama dengan sayap modern yang memiliki
ciri khas tulang ekor pendek dan permukaan sayap yang luas yang menunjukkan
kemampuan terbang yang andal seperti pada burung modern lainnya.
Kelompok Ratitae dan Tinamae dianggap masih primitif dibandingkan dengan
Carinatae karena kedua kelompok tersebut anggota kelompoknya masih belum dapat
terbang.