Anda di halaman 1dari 8

D.

DAKTILITAS BAHAN-BAHAN BITUMEN


1.

Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui sifat kohesi dan kuat tarik
aspal atau bitumen keras dengan cara mengukur jarak terpanjang yang
dapat ditarik antara dua cetakan yang berisi bitumen keras pada suhu dan
kecepatan tarik tertentu. Nilai daktilitas aspal adalah panjang contoh aspal
ketika putus pada saat dilakukan penarikan dengan kecepatan 5 cm/menit.

2.

Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :
a.

Cetakan daktilitas kuningan

Gambar 3.D.1 Cetakan daktilitas kuningan


b.

Mesin uji dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Dapat menarik benda uji dengan kecepatan tetap.


2. Dapat menjaga benda uji tetap terendam dan tidak menimbulkan
getaran selama pemeriksaan.

Gambar 3.D.2 Mesin uji


c.

Sodium kholorida teknik

Gambar 3.D.3 Sodium kholorida teknik


d.

Talk

Gambar 3.D.4 Talk

e.

Pisau atau spatula

Gambar 3.D.5 Pisau atau spatula


3.

Benda Uji
Benda uji yang digunakan dalam percobaan ini didapat dengan prosedur
sebagai berikut :
a. Melapisi semua bagian dalam cetakan daktalitas dan bagian atas pelat
dasar dengan campuran glyserin dan talk, kemudian memasang
cetakan di dalam pelat

Gambar 3.D.6 Melapisi Cetakan Daktilitas

b. Memanaskan sampel aspal kira-kira 100 gram sehingga mencair dan


dapat dituang. Untuk menghindari pemanasan setempat, maka
melakukannya dengan hati-hati. Pemanasan dilakukan dari suhu 80oC
sampai 100oC di atas titik lembek, lalu mengaduk dan menuangkannya
ke dalam cetakan.

Gambar 3.D.7 Memanaskan benda uji aspal


c. Pada waktu pengisian cetakan, menuang sampel dengan hati-hati dari
ujung ke ujung cetakan dengan atau hingga penuhnya berlebihan.

Gambar 3.D.8 Menuangkan sampel ke dalam cetakan

d. Mendinginkan sampel dalam cetakan pada suhu ruang selama 30 40


menit, lalu memindahkan seluruhnya ke dalam bak perendam yang
telah disiapkan pada suhu pemeriksaan (sesuai dengan spesifikasi)
selama 30 menit. Kemudian meratakan sampel yang berlebihan dengan
pisau atau spatula yang panas sehingga cetakan terisi penuh dan rata.

Gambar 3.D.9 Mendinginkan Sampel


4.

Prosedur Percobaan
Prosedur yang dilakukan dalam percobaan ini adalah :
a. Memasangkan benda uji pada alat benda uji, dan menarik benda uji
secara teratur dengan kecepatan 5 cm/menit. Perbedaan kecepatan
5 % masih diizinkan.

Gambar 3.D.10 Memasang benda uji

b. Membaca antara pemegang cetakan pada saat benda uji putus (dalam
cm). Selama percobaan berlangsung, benda uji harus selalu terendam
air dan mempertahankan suhu tetap (25 0,5) 0C.

Gambar 3.D.11 Membaca benda uji

5.

Data Hasil Percobaan


Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 3.D.1.Data Hasil Percobaan
Daktilitas pada 25oC, 5 cm per
Pembacaan Pengukuran Pada Alat
menit

6.

Pengamatan 1

+ 115 cm belum putus

Pengamatan 2

+ 115 cm belum putus

Rata-rata

115 cm

Kesimpulan

Dari pengamatan yang dilakukan didapat nilai daktilitas lebih besar dari
100 cm. Hal ini membuktikan bahwa aspal yang digunakan dalam
percobaan ini mempunyai sifat daktilitas yang sangat baik yang berarti
mampu mengikat agregat dengan baik dalam perkerasan. Aspal juga
memenuhi standar SNI 06-2432-1991, karena hingga percobaan terakhir
penarikan oleh mesin, sampel aspal belum terputus. Bila daktilias aspal
melebihi 100 cm, maka aspal tersebut masih bersifat elastis.

LABORATORIUM INTI JALAN RAYA


FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS LAMPUNG
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
PEMERIKSAAN DAKTILITAS BAHAN-BAHAN BITUMEN
(DUCTILITY OF BITUMINOUS MATERIALS)
Kelompok : 10 (Sepuluh)
Jurusan
: Teknik Sipil
Universitas : Universitas Lampung
No

Kegiatan

Pembukaan Contoh

Mendinginkan Contoh

Tanggal : 28 Oktober 2015


Asisten : M. Ade Harkitnas

Uraian
Contoh dipanaskan
Mulai jam =
Selesai jam =
Didiamkan di suhu ruangan
Mulai jam =

Pembacaan suhu
oven = 70o C

Mencapai suhu pemeriksaan

Selesai jam =
Direndam pada suhu 25oC
Mulai jam =
Selesai jam =

Pembacaan suhu
waterbath = 25o
C

Daktilitas pada 25oC, 5 cm per menit

Pembacaan pengukuran pada alat

Pengamatan I

115 cm

Pengamatan II

115 cm

Rata-rata

115 cm

Catatan : Dari hasil praktikum nilai daktilitas lebih dari 100 cm, dengan demikian
aspal tersebut mempunyai daktilitas yang baik, berarti mampu mengikat
aspal dengan baik dalam perkerasan.
Anggota Kelompok 10 (Sepuluh) :
1. Doni Pramanda
5. M. Daeka Ferdy A
2. Aryodi Widiaswara
6. Muhammad Yusrizal F
3. Debbie Maharani
7. Putri Restu Barokah
4. Devi Ramona Sagala

Persetujuan Asisten
tanda tangan,

M. Ade Harkitnas
NPM. 1115011057