Anda di halaman 1dari 2

BAB 10

PENGENDALIAN INTEGRITAS PEMROSESAN DAN KETERSEDIAAN


Tujuan pembelajaran:
A. Menjelaskan mengenai mengidentifikasi dan menjelaskan pengendalian yang
didesain untuk memastikan integritas pemrosesan.
Prinsip Proses Integritas dari Kerangka kerja Pelayanan keyakinan
(trust service) menyatakan bahwa sistem yang andal adalah salah
satunya menghasilkan informasi yang akurat, komplit, tepat waktu,
dan valid. Hal ini membutuhkan pengendalian atas input, proses, dan
output data. pada pengendalian integritas pemrosesan mempunyai aplikasi dan
dalam aplikasi tersebut terdapat tiga proses yaitu :
1. Pengendalian input
Frasa sampah masuk,sampah keluar menunjukkan pentingnya pengendalian
input.jika data yang dimasukkan kedalam sebuah sistem tidak akurat,tidak
lengkap,atau tidak valid,maka outputnya juga akan demikian.dalam pengendalian
input diperlukan memverifikasi validitas data input agar data berjalan dengan baik
yaitu :
Bentuk desain yaitu dokumen sumber dan bentuk lainnya harus didesain untuk
meminimalkan kemungkinan kesalahan dan kelalaian.dua bentuk utama desain
pengendalian yang penting melibatkan dokumen sumber sebelum penomoran
secara berurutan dan menggunakan dokumen turnaround.
Pembatalan dan penyimpanan dokumen sumber yaitu dokumen-dokumen sumber
yang telah dimasukkan kedalam sistem harus dibatalkan sehingga mereka tidak
dapat dengan sengaja atau secara tidak jujur dimasukkan ulang kedalam sistem.
Pengendalian entri data yaitu dokumen-dokumen sumber harus dipindai untuk
kewajaran dan kebenaran sebelum dimasukkan kedalam sistem.
2. Pengendalian pemrosesan
Dalam Pegendalian pemrosesan juga diperlukan untuk memastikan bahwa data
diproses dengan benar. Adapun hal-hal yang penting untuk pengendalian pemrosesan
yaitu :
Pencocokan data,dua atau lebih item dari data harus dicocokkan sebelum sebuah
tindakan dilakukan.
Label file,label file perlu dicek untuk memastikan bahwa file yang benar dan
terkini sedang diperbarui.
Perhitungan ulang total batch,total batch harus dihitung ulang setiap masingmasing catatan transaksi diproses,dan total dari batch tersebut herus dibandingkan
dengan nilai-nilai dalam trailer.
Pengujian saldo cross-footing dan saldo nol,biasanya total dapat dihitung dengan
berbagai cara.pengujian saldo nol menerapkan logika yang sama untuk
memverifikasi ketepatan pemrosesan yang melibatkan rekening kontrol.
Mekanisme write protection,mekanisme ini melindungi terhadap menimpa atau
menghapus file data yang disimpan dalam media magnetik.
Pengendalian pembaruan secara bersamaan,kesalahan dapat terjadi ketika dua
pengguna atau lebih berupaya untuk memperbarui catatan yang sama secara
bersamaan.

3. Pengendalian output
Pengecekan yang hati-hati terhadap output sistem memberikan pengendalian
tambahan atas integritas pemrosesan. adapun hal-hal yang penting untuk pengendalian
output yaitu:
Pemeriksaan pengguna terhadap output,para pengguna harus dengan cermat
memeriksa output sistem untuk memverifikasi bahwa outputnya masuk akal,
lengkap, dan pengguna adalah penerima yang dituju.
Rekonsiliasi data eksternal, total database harus direkonsiliasi secara periodik
dengan data yang dikelola diluar sistem.
Pengendalian transmisi data, organisasi juga perlu mengimplementasikan
pengendalianyang didesain untuk meminimalkan risiko kesalahan transmisi data.
B. Menjelaskan mengenai mengidentifikasi dan menjelaskan pengendalian yang
didesain untuk memastikan ketersediaan sistem
Ketersediaan sistem dan informasi mustahil untuk sepenuhnya mengeliminasi risiko
penghentian. Oleh karena itu organisasi juga perlu memiliki pengendalian yang didesain
untuk memungkinkan pelanjutan cepat dari operasi normal setelah ada kejadian yang
mengganggu ketersediaan sistem.pada ketersediaan sistem mempunyai dua tujuan yaitu :
Meminimalkan risiko penghentian sistem
Organisasi dapat melakukan berbagai tindakan untuk meminimalkan risiko
penghentian sistem.penggunaan komponen-komponen yang berulang menyediakan
toleransi kesalahan yang merupakan kemampuan sebuah sistem untuk terus berfungsi
dalam kejadianketika sebuah komponen tertentu gagal.sebagai contoh,banyak
perusahaan menggunakan redundant arrays of independent drives (RAID) bukan
hanya satu disk drive.dalam menggunakan RAID,data dituliskan keberbagai disk
drive secara bersamaan.dengan demikian,jika satu disk drive gagal,maka data dapat
segera diakses dari yang lainnya.pelatihan juga dapat mengurangi risiko penghentian
sistem.operator yang dilatih dengan baik akan lebih sedikit dalam membuat kesalahan
dan akan mengetahui kapan untuk memulihkan sistem dari kerusakan,minimal atas
kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan.
Pemulihan dan penerusan operasi normal
Kegagalan perangkat keras, masalah perangkat lunak, atau kesalahan manusia
dapat menyebabkan data tidak dapat diakses. Sebuah backup dalah sebuah salinan
yang sama persis atas versi terbaru dari database, file, atau program perangkat lunak
yang dapat digunakan jika data aslinya tidak lagi tersedia. Meskipun demikian,
backup hanya memusatkan ketersediaan data dan perengkat lunak.