Anda di halaman 1dari 7

PENGUJIAN KEDEWASAAN SERAT KAPAS

1. Teori Dasar
Kedewasaan serat adalah derajat pertumbuhan dinding serat. Serat
dewasa adalah serat yang dalam larutan NaOH menggelembung
kehilangan puntiran dan kelihatan seperti bentuk batang, tebal
dindingnya sama atau lebih besar dari lebar lumennya. Serat setengah
dewasa adalah serat kapas yang dalam larutan NaOH tampak
mengelembung tapi masih bentuk spiral, tetap pipih berdinding tipis dan
hamper tembus pandang.
2. Alat dan Bahan :
a. Mikroskop
b. Cover glass
c. Larutan NaOH 18%
d. Kertas hisap
3. Data Percobaan
Standar Presentase Kedewasaan Serat
Kedewasaan (%)
>76
68 - 76
<68
4.

Nilai
Baik
Cukup
Kurang

Jumlah contoh uji


: 121
Jumlah serat dewasa
: 107
Jumlah serat setengah dewasa
: 10
Jumlah serat muda
:4
Perhitungan

Kedewasaan =

serat dewasa+ serat setengahdewasa


100 =
serat yang diuji
107+ 10
100 =96,7
121

5. Diskusi dan Kesimpulan


5.1. Diskusi
Untuk praktikum kedewasaan serat, praktikan harus teliti saat memilih
jenis serat pada mikroskop agar data yang didapat valid.
5.2. Kesimpulan
Presentasi kedewasaan serat jenis CLF sebesar 96,7% yang berarti serat
bernilai baik.

PENGUJIAN KEHALUSAN SERAT KAPAS


1. Teori Dasar
Kehalusan serat kapas didefinisikan sebagai ukuran relative dari
diameter atau berat persatuan panjang yang dapat dinyatakan dalam
satuan microgram ( gram atau 10-6) setiap 1 inch.
Harga mikronaire adalah ukuran relative kehalusan serat yang
didapat dari hasil pembacaan skala mikronaire. Hara mikronaire
merupakan fungsi dari kehalusan serat dan berpengaruh pada proses
pembuatan dan mutu benang yang dihasilkan.
2. Alat dan Bahan :
a. Micronaire
b. Shadograph
c. Kompresor
d. Kapas standar
3. Data Percobaan
Standar Kehalusan Serat Kapas
Microgram/inch
>3,0
3,0 3,9
4,0 4,9
5,0 5,9
>6,0

Kehalusan
Sangat halus
Halus
Sedang/cukup
Kasar
Sangat kasar

Hasil uji kapas standar: 4,6


Nilai kapas standar

: 4,49

Faktor koreksi

Nilai kapas standar


=0,97
hasil uikapas standar

4. Perhitungan
Data Hasil Percobaan Kehalusan Kapas
No.
HU

1
2
3

4,8
5,0
4,8

HU x FK= Y

Kehalusan D =

Y
2,8

4,656
4,85
4,656

1,662
1,732
1,662

Kehalusan militex
X = Y x 39,37

(X1 - )2

183,3
196,8
183,3

0,031
0,003
0,031

4
5

4,9
5,4
= 4,98

4,753
5,238
= 4,381

1,697
1,871
= 8,624

187,1
206,2
= 191,3

0,006
0,166
= 0,237

Kehalusan Kapas
S=

n ( X )

n1

0,237
=
4
0,243

s
0,243
CU = 100 =
100 =5,03
x
4,831

E=

t 2 CU 2
1,96 2 5,032 1,96 5,03
=
=
=4,4
n
5
5

Data Hasil Percobaan Kehalusan Wool


No.
HU
1
2
3
4
5

S=

Kehalusan D =

Y
2,8

28
28
285
295
30
= 28,8

n ( X )

n1

10
10
10,19
10,54
10,71
= 10,3

3,3
=
4
0,908

Kehalusan militex
X = Y x 39,37

(X1 - )2

1102,36
1102,36
1122,045
1161,415
1181,1
= 1133,856

0,64
0,64
0,09
0,49
1,44
= 3,3

s
0,908
CU = 100 =
100 =3,159
x
28,8

E=

t 2 CU 2
1,96 2 3,152
=
=2,75
n
5

5. Diskusi dan Kesimpulan


5.1. Diskusi
Dalam praktikum ini, praktikan diharapkan terampil dalam
menggunakan micronaire dan teliti melihat data pada shadograph agar
data yang didapatkan valid. Praktikan juga harus teliti dalam
membersihkan serat dari kotoran yang menempel.

5.2. Kesimpulan
Untuk serat kapas jenis CLF mempunyai kehalusan sebesar 8,624

, yang berarti sangat kasar. Serat kapas CLF juga mempunyai

kehalusan militex sebesar 191,3.


Untuk serat wool mempunyai kehalusan sebesar 10,3

. Serat

wool juga mempunyai kehalusan militex sebesar 1133,856.

PENGUJIAN KEKUATAN TARIK SERAT KAPAS


1. Teori Dasar
Kekuatan serat adalah daya tahan dari serat perbundel atau
perhelai untuk menahan gaya yang diberikan atau usaha yang diperlukan
untuk memutuskan serat.
2.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
3.

Alat dan Bahan :


Stelometer
Jarak jepit 1/8 inch
Clamp vice
Pengatur jarak (spacer) tebal 0,1250,001 inch (3,20,02 mm)
Kunci penguat jepitan (clamp wrench)
Penjepit serat (fibre clamp)
Neraca (microbalance) dengan ketelitian 0,01 mg
Sisir kasar dengan 8 buah gigi/inch (3 buah gigi/inch)
Sisir halus dengan 52 buah gigi/inch (20 buah gigi/inch)
Papan beludru hitam
Pisau pemotong
Kapas kalibrasi
Data Percobaan

Berat kapas standar

= 0,002690 gram

Hasil uji kekuatan kapas standar

= 5,5 kP

Hasil uji mulur kapas standar

= 12,5%

Skala pembacaan alat :


-

Kekuatan

= 3 6,5 kP

- Mulur
4. Perhitungan

= 5 12 %

g
(
tex )
g
Faktor koreksi kekuatan=
=1,01
tex
g
hasil uji kapas st andar (
tex )
nilai kapas standar

Faktor koreksimulur =

Tenacity=

nilai kapas standar ( )


=0,512
hasil uji kapas standar ( )

kekuatan serat putus(kP)


14,9 FK =g /tex
berat berkas serat (mg)

Mulur=mulur ratarata FK =

No
.
1
2
3

K (kP)

B (mg)

5,1
4,9
3,5

3,589
2,756
2,231

Tenacity
g/tex
21,38
26,75
23,61
= 23,92

Percobaan I
Tenacity=

5,1
g
14,9 1,01=21,38
3,589
tex

( X 1 ) = (21,3823,92 ) =6,45
Mulur=8,5 0,512=4,3
2

( y 2 ) =(4,33,84) =0,21
Percobaan II
Tenacity=

4,9
g
14,9 1,01=2 6,75
2,756
tex

(X1 - )2

M%

6,45
8,01
0,09
=
14,55

8,5
6
8

M% x
FK
4,3
3,1
4,1
=
3,84

(y2 )2
0,21
0,55
0,07
=
0,83

( X 1 ) = (2 6,7523,92 ) =8,01
Mulur=6 0,512=3,1
2

( y 2 ) =(3,13,84) =0,55
Percobaan III
Tenacity=

3,5
g
14,9 1,01=2 3,61
2,231
tex

( X 1 ) = (2 3,6123,92 ) =0,09
Mulur=8 0,512=4,1
( y 2 )2=(4,13,84)2=0,07
Kekuatan

Sx=

( X 1 )
n1

Mulur
2

14,55
=2,7
2

Sy =

s
CU = 100
x

2,70
100 =11,2
23,92

( y 1 )
n1

0,83
=0,64
2

s
CU = 100
x

0,64
100 =1 7
3,84

5. Diskusi dan Kesimpulan


5.1. Diskusi
Pada praktikum ini, praktikan harus terampil menggunakan alat-alat
praktikum dan teliti melihat angka besaran pada neraca. Praktikan harus
teliti saat membersihkan serat kapas dari kotoran dan meluruskan serat.
5.2. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum, didapatkan kesimpulan bahwa jenis serat
CLF mempunyai :
-

Rata-rata kekuatan (tenacity) = 23,92 g/tex

Rata-rata mulur

= 3,84%

Daftar Pustaka
Tina Martina., A.T., M.Si. dkk. Bahan Ajar Praktikum Evaluasi Tekstil I (Serat),
Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, 2006, Bandung.