Anda di halaman 1dari 16

TUGAS PAPER

TERMODINAMIKA
INTERCOOLER PADA TURBIN GAS

KELOMPOK IV
Budi Susanto
2014.21201.03995

FAKULTAS TEKNIK UNIJAYA


Bontang
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya. Gas diperoleh dari
pembakaran bahan bakar cair yang mudah terbakar. Sistem turbin gas yang paling
sederhana terdiri dari tiga komponen utama,yaitu : kompresor, ruang bakar, dan turbin
yang disusun menjadi sistem yang kompak.
Turbin gas sudah ditemukan sejak zaman Heo of Alexanda oleh D.J.T Retallita. Desain
pertama direncakan oleh Yohn bathe (Inggris) pada tahun 1791. Sistem ini bekerja
dengan gas hasil pembakaran batu bara, kayu, dan minyak bakar. Kompresornya
digerakkan dengan rantai dan roda gigi oleh turbinnya.
Pada tahun 1872 D. F Stolze merencakan sistem turbin gas mempergunakan kompresor
aksial bertingkat ganda yang digerakkan langsung oleh turbin reaksi bertingkat ganda
pula. Udara yang keluar dari kompresor dibakar di dalam ruang bakar, yaitu : sebuah alat
yang dipergunakan untuk menaikkan temperatur udara sebelum masuk ke turbin. Jadi
turbin ini bekerja dengan gas panas sebagai fluida kerjanya.
Pada tahun 1939 di Swiss sudah direncanakan 2000 power plant gas turbin yang
menggerakkan generator dan kereta api pada federal air ways. Kemudian tahun 1941 di
Amerika turbin gas juga dipergunakan untuk menggerakkan generator menghasilkan daya
dari yang rendah sampai sekitar 100.000 KW. Sedangkan bahan bakarnya dapat
dipergunakan bahan bakar gas.
Untuk dewasa ini turbin gas dipakai pada pesawat antariksa guna penelitian di ruang
angkaa untuk kesejahteraan umat manusia di dunia.
Sistem turbin gas yang dipakai dalam berbagai tenaga antara lain :
a. Dengan daya turbin yang besar
1. Sebagai instalasi pembangkit tenaga listrik (PLTG)
2. Untuk menggerakkan pesawat udara
3. Sebagai main power plant. Untuk menggerakkan kapal kapal yang berukuran besar
4. Sebagai penggerak lokomotif dengan sistem turbin gas
b. Sedangkan dengan daya yang kecil, sistem turbin gas banyak dipergunakan sebagai alat
transportasi yang kecil seperti bus, truk, auto mobil, pesawat kecil, motor boat, dll

BAB II
TURBIN GAS DAN MODIFIKASI TURBIN GAS

Didalam Gas-turbine engine(turbin gas) energi kinetik dikonversikan menjadi energi


mekanik melalui udara bertekanan yang memutar roda turbin sehingga menghasilkan
daya. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu
kompresor, ruang bakar dan turbin gas.

2.1 Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas (Gas-Turbine Engine)


Komponen utama turbin gas ada tiga. Kompresor berfungsi untuk menghasilkan udara
bertekanan tinggi. Bilik pembakaran berfungsi sebagai area tempat pembakaran bahan
bakar dan menghasilkan udara bertekanan dan berkecepatan tinggi. Turbin berfungsi
merubah udara yang bertekanan tinggi dari bilik pembakaran menjadi gerakan mekanis.
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor
berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur
udara juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di
dalam ruang bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara
bertekanan dan bahan bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan
tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan
temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel
yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang
dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan
memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas
tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).

Gambar 1. Air Flow

Ruang Pembakaran. Pembakaran merupakan kombinasi kimia dari tiga elemen yaitu
udara bahan bakar dan api. Bahan bakar yang digunakan untuk turbin gas adalah
hidrokarbon. Udara yang bertekanan tinggi dari kompresor memasuki ruang pembakaran,
saat itu juga bahan bakar di semprotkan oleh fuel injector sehingga terjadi pembakaran
yang menghasilkan udara yang bertekanan dan berkecepatan tinggi. Inilah yang
dimanfaatkan oleh turbin untuk menghasilkan daya. Modifikasi dari turbin gas ada yang
disebut dengan turbofan. Bentuknya hampir sama dengan turbin gas. Turbo fan memiliki
kipas (fan) sebelum kompresor.
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar
dengan udara kemudian di bakar.
3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui
nozel (nozzle).

4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran


pembuangan.
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugiankerugian
yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat
pada menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat
terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara
lain:

Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure


losses) di ruang bakar.

Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya
gesekan antara bantalan turbin dengan angin.

Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan
perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.

Adanya mechanical loss, dsb.

2.2 Klasifikasi Turbin Gas


Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan lainnya. Menurut
siklusnya turbin gas terdiri dari:

Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)

Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)

Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada turbin gas
siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke udara atmosfir,
sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali
ke dalam proses awal.
Perbandingan antara turbin gas siklus tertutup dengan siklus terbuka adalah sebagai
berikut:
No.

Turbin Gas Siklus Tertutup

Turbin Gas Siklus Terbuka

1
2
3
4

6
7
8

Udara tekan dipanaskan di ruang bakar.


Karena gas dipanaskan oleh sumber
eksternal, jumlah gas tetap sama.
Gas dari turbin diteruskan ke ruang
pendinginan
Fluida kerja bersirkulasi secara
kontinyu.
Fluida jenis apa saja dengan sifat
termodinamika yang baik bisa
digunakan.
Sudu turbin tidak cepat aus karena gas
tidak terkontaminasi ketika melewati
ruang bakar
Karena udara didinginkan dengan
sirkulasi air, cocok digunakan untuk
jenis instalasi stasioner atau di kapal
Biaya perawatan tinggi.
Berat instalasi per daya (hp) lebih besar.

Udara tekan dipanaskan di ruang bakar.


Produk pembakaran bercampur dengan
udara panas.
Gas dari turbin dibuang ke atmosfir.
Fluida kerja diganti secara kontinyu.
Hanya udara yang bisa digunakan
sebagai fluida kerja
Sudu turbin cepat aus, karena udara dari
atmosfir terkontaminasi ketika melewati
ruang bakar
Karena udara dari turbin dibuang ke
atmosfir, cocok digunakan untuk
kendaraan yang bergerak.
Biaya perawatan rendah.
Berat instalasi per daya (hp) lebih kecil

2.3 Siklus-Siklus Turbin Gas


Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
1. Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua
proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat
balik (reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik
berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator), dimana effisiensi
termalnya adalah : hth = 1 T1/Th, dimana T1 = temperatur buang dan Th =
temperatur panas.
2. Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis
dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi
termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson.
3. Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga
saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau

manufacturer dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini


terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan
panas pada tekanan konstan. Pada siklus Bryton tiap-tiap keadaan proses dapat
dianalisa secara berikut:

1. Proses 1 ke 2 (kompresi isentropik). Kerja yang dibutuhkan oleh kompresor:


Wc = ma (h2 h1). Proses 2 ke 3, pemasukan bahan bakar pada tekanan konstan.
Jumlah kalor yang dihasilkan: Qa = (ma + mf) (h3 h2). Proses 3 ke 4, ekspansi
isentropik didalam turbin. Daya yang dibutuhkan turbin: WT = (ma + mf) (h3
h4). Proses 4 ke 1, pembuangan panas pada tekanan konstan ke udara. Jumlah
kalor yang dilepas: QR = (ma + mf) (h4 h1)
2.4 Modifikasi Turbin Gas
Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dari turbin gas, modifikasi terkonsentrasi di
tiga bidang:
1. Meningkatkan temperatur inlet turbin (pembakaran).
2. Meningkatkan efisiensi komponen-mesin turbo.
3. Menambahkan modifikasi pada siklus dasar (brayton)
Efisiensi

siklus

turbin

gas

pada

awalnya

masih

sederhana,

namun

pada

perkembangannya, kini dapat hampir dua kali lipat efisiensi semula dengan memasang/
melakukan intercooling, regenerasi, dan pemanasan (reheating). Back work ratio siklus
turbin gas meningkat sebagai hasil dari intercooling dan reheating. Tetapi efisiensi
termalnya akan menurun. Intercooling dan reheating selalu akan menurunkan efisiensi

termal kecuali mereka disertai oleh regenerasi. Hal ini karena intercooling menurunkan
suhu rata-rata di mana panas yang ditambahkan, dan meningkatkan pemanasan suhu ratarata di mana panas ditolak. Oleh karena itu, dalam pembangkit listrik gas turbin,
intercooling dan pemanasan selalu digunakan bersama dengan regenerasi.
2.5 Siklus Brayton dengan Intercooler, reheater, dan regenerator
* Kombinasi dari reheat, dan intercooling dengan regenerasi menghasilkan peningkatan
efisiensi thermal yang besar.
* Dengan jumlah reheater dan intercooler yang tak hingga, siklus ini akan memiliki
efisiensi seperti Carnot karena proses perpindahan panasnya menjadi isothermal.

Diagram T-S Siklus Brayton dengan reheat regeneration dan intercooling

Modifikasi Siklus Brayton

BAB III
INTERCOOLER
Daya yang dihasilkan turbin sebagian besar digunakan oleh kompresor. Daya ini bisa
diturunkan dengan mengkompresi udara secara dua tingkat dan menggunakan intercooler
diantara kedua tingkat tersebut. Pengaturan secara skematik untuk intercooler

diperlihatkan oleh gambar 1.

Gambar 1. Skema susunan intercooling pada turbin gas siklus tertutup.

Pertama-tama udara dikompresi di kompresor pertama, yang disebut kompresor


tekanan rendah (LP kompresor-#1). Karena kompresi ini, tekanan dan temperatur udara
meningkat. Sekarang udara diteruskan ke intercooler (pendingin antara) yang akan
menurunkan temperatur udara kompresi ke temperatur awal, tetapi tekanan tetap konstan.
Setelah itu, udara kompresi sekali lagi dikompresi di kompresor kedua yang disebut
sebagai kompresor tekanan tinggi (HP kompresor-#2).
Sekarang udara kompresi diteruskan ke ruang pemanas dan kemudian ke turbin. Akhirnya
udara didinginkan di ruang pendingin dan kembali di kompresi ke kompresor tekanan
rendah.
Proses intercooling udara pada dua tingkat kompresi diperlihatkan dengan diagram Ts
pada gambar 2.

Gambar 2. Diagram T-s untuk intercooling.

Proses 1-2 menunjukkan pemanasan udara di ruang pemanas pada tekanan konstan.
Proses 2-3 memperlihatkan ekspansi isentropik udara pada turbin. Proses 3-4 adalah
pendinginan udara di ruang pendingin pada tekanan konstan. Proses 4-5 adalah kompresi
udara di LP kompresor. Proses 5-6 adalah pendinginan udara pada intercooler pada
tekanan konstan. Terakhir, proses 6-1 adalah kompresi udara pada HP kompresor.

Kerja yang dilakukan turbin per kg udara:


Wt = Cp (T2 T3)

(i)

Dan kerja yang dilakukan kompresor per kg udara:


Wc = Cp [(T1 T6) + (T5 T4)]

(ii)

Kerja netto yang tersedia:


W = W t Wc
Untuk pendinginan yang sempurna, tekanan antara bisa dicari dengan persamaan:
p6 = p5 = (p1 x p4)= (p2 x p3)
Pada akhir proses kompresi pada kompresor, terjadi kenaikan temperatur dari fluida gas.
Dari perumusan termodinamika didapat bahwa kenaikan temperatur sebanding dengan
rasio tekanannya. Adapun persamaannya sebagai berikut :
Tb/Ti = (Pd/Pi)(n-1)/n
Tb = Ti (Pd/Pi)(n-1)/n
dimana
Tb = temperatur akhir kompresi
Ti = temperatur awal kompresi
pd = tekanan akhir kompresi
pi = tekanan hisap kompresi
n = faktor politropie ( n=1 ~n = 1,4)
dan persamaan kerja dari kompresor adalah
Wkompresor = Ri Ts n/(n-1)[(Tb/Ti)-1]
dan untuk kerja pada kondisi isotermal, persamaannya adalah
Wkompresor = Ri Ts ln(Pb/Pi)
Dari perumusan temperatur dan kerja menunjukkan bahwa dengan kenaikan rasio
tekanan akan menaikkan temperatur akhir dari kompresi, hal ini juga berarti kerja yang
dibutuhkan kompresor naik.

Kenaikan kerja kerja kompresor sangat tidak menguntungkan, karena kerja kompresor
adalah negatif. Apabila kondisi ini diaplikasikan pada kompresor turbin gas pada rasio
tekanan tinggi, maka akan banyak mengurangi daya dari turbin gas, hal ini akan
menurunkan efisiensi secara keseluruhan.
Untuk mengatasi hal tersebut di atas, proses kompresi dibuat bertingkat dan dengan
pendinginan sela ( intercooler) pada setiap tingkat kompresi. Dengan metode ini akan
menggunakan kompresor yang jumlahnya sama dengan jumlah tingkat kompresi, dan
jumlah intercooler yang dipasang adalah jumlah kompresor dikurangi satu.
Pada gambar 17.13 menunjukkan proses kerja dari turbin gas dengan penambahan
regenerator dan pendingin sela (intercooler).
Dengan pemasangan intercooler suhu dari proses kompresi tingkat sebelumnya
didinginkan kembali ke temperatur awal. Dengan keadaan tersebut kerja kompresor yang
kedua adalah sama dengan kerja kompreso sebelumnya, dengan rasio tekanan yang sama.
Pada gambar 17.14 terlihat dengan membuat dua tingkat kompresi, dua kompresor, dan
satu intercooler, ada penghematan kerja kompresor dibandingkan dengan kerja
kompresor tunggal.

Figure 6: Intercoolers

Figure 7: Intercooler flow

.
Kompressor Bertingkat dengan Intercooler beserta diagram P-V

Diagram T-S Siklus Brayton dengan Intercooling

BAB IV
PEMBAHASAN
Sebuah pembangkit turbin gas terdiri dari kompresor dua tingkat dengan pendinginan
antara sempurna dan sebuah turbin satu tingkat. Jika pembangkit bekerja antara batas
temperatur 3000 K dan 10000K dan tekanan 1 kg/cm2 dan 16 kg/cm2, carilah daya netto
pembangkit per kg udara. Ambil harga kalor spesifik pada tekanan konstan sebesar 0,24.
Jawab
Diketahui: T4 = 3000 K
T2 = 10000 K
p3 = p4 = 1 kg/cm2
p1 = p2 = 16 kg/cm2
Cp = 0,24
Pada pendinginan sempurna, tekanan antara:
p6 = p5 = (p1 x p4)= (16 x 1) = 4 kg/cm2
T3/T2 = (P3/P2)(Y-1)/Y
T3/1000 = (1/16)(1,4-1)/1,4=0,453
T3 = 1000 X 0,453 = 4530 K

T4/T5 = (P4/P5)(Y-1)/Y
300/ T5 = (1/4)(1,4-1)/1,4=0,673
T5 = 4460 K
Pada pendinginan sempurna :
T1 = T5 = 4460 K
sehingga:
T6/T1 = (P6/P1)(Y-1)/Y
T6/446 = (4/16)(1,4-1)/1,4=0,673
T5 = 446 X 0,673 = 3000 K
Kerja yang dilakukan turbin per kg udara:
Wt = Cp (T2 T3) = 0,24 (1000 453)
= 131,3 kcal/sec
Dan kerja yang diserap oleh kompresor per kg udara:
Wc = Cp [(T1 T6) + (T5 T4)]
= 0,24 [(446 300) + (446 - 300)]
= 70,1 kcal/sec
Kerja netto yang dilakukan pembangkit per kg udara:
W = 131,3 70,1 = 61,2 kcal/s
= 61,2 X 427 = 26.130 kg.m/s
=26.130/75 =348,4 hp

BAB V
KESIMPULAN
* Kompresi bertingkat dengan intercooling akan meningkatkan efisiensi dari proses
kompresi
* Siklus Brayton dengan intercooling menggunakan dua tingkat kompresor atau lebih
dengan satu intercooler atau lebih, maka daya yang dibutuhkan untuk mengkompresi
akan berkurang tetapi QH juga akan meningkat.
* Memasang intercooler saja di antara kompresor tidak dibenarkan, karena efisiensi
termalnya tidak akan meningkat

Daftar pustaka
Cengel, Yunus A. Thermodynamic An Engineering Approach. McGraw Hill Book
Company 1985.
http://www.learnthermo.com
http://www.bently.com
http://www.gepower.com
http://www.pal.co.id
http://www.turbomachinerymag.com
http://www.braytonenergy.net/gas-turbines/
http://www.aeroplanemonthly.com/glossary
http://www.history-science-technology.com/Notes/Notes1.htm.