Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PSIKOLOGI KEPRIBADIAN II

Primitive Personality Development Winnicot dan Contoh Aplikasi Struktur Kepribadian


George A. Kelly

Andi Sri Wahyuni


15 71040072
Kelas C

Dosen Pengampuh:
Faradillah Firdaus, S.Psi, M.A

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016

A. Primitive Personality Development Winnicot


1. Personality : From muddled to cuddled (Dari kebersihan menjadi menyapih/berhenti)
Winnicot memiliki hipotesis bahwa ketika manusia dilahirkan, individu mengalami
ketidaksesuaian kepribadian. Dimana winnicot mengartikan bahwa tidak ada seorangpun
yang memiliki kepribadian yang terintegrasi ketika masih berada pada awal kehidupan
yaitu pada masa bayi dan yang ada hanyalah kebutuhan dan potensi.
Personality integration dimulai dengan cepat dan spontan setelah kelahiran, dan
membutuhkan dua pengalaman untuk keluar dengan perlahan.
a. Pertama, dunia internal bayi tentang dorongan dan kebutuhan
Dimana pengulangan yang mereka lakukan secara terus menerus menjadi rutinitas
yang stabil dalam kehidupan, dimana kepribadian dapat terbentuk. Kebutuhan dan
dorongan memberikan pengalaman yang menyenangkan yang menjadi satu sinyal bagi
kehidupan. Selama ibu dan caretaker lain dapat dipercaya untuk memberikan kepuasan
bagi kebutuhan bayi, kelangsungan hidup tidak terancam, dan proses natural dari hasil
integrasi tidak terhalangi.
b. Kedua, area dari sekumpulan pengalaman adalah kepedulian yang diterima bayi.
Bayi dirawat, dimandikan, diberi makan, diayun-ayunkan, diberi nama, dipanggil
dengan namanya, dan diasuh. Setiap peristiwa pengulangan ini mambantu membawa
pesan pada kebingungan internal. Dari penyebaran pecahan kebutuhan ini, respon
keibuan, pengasuhan dan kepedulian yang diperdiksikan, kemudian muncul secara
bertahap perpaduan dari indetitas. Saya dan bukan saya dimulai dari memberikan
arti penting pada bayi. Ibu dapat memberikan pengasuhan fisik dan emosional, atau
holding. Holding menjadikan cuddling meningkat kemudian memberikan arti penting
dari komunikasi antara bayi dan ibu. Holding fisik dan psikologis dapat menjamin bayi
untuk mengendalikan dorongan, harapan dan ketakutan pada pengalaman-pengalaman
yang diprediksi.
2. Personalization : From cleaning to weaning (Dari berantakan menjadi berdekatan)
Personalization adalah hasil dari proses perpaduan kepribadian dengan cara mengambil
kepemilikan tubuh dimana dia menemukan diri sendiri dan menjadi semakin nyaman
dengan apa yang dia miliki. Kepuasan personalisasi mengarah pada tubuh bayi. Sama hal
dengan integrasi, kebutuhan biologis dan kepedulian ibu memandu proses personalisasi jadi
perkembangan kepribadian memiliki tempat tersendiri. Perhatian ibu terhadap kepedulian
fisik dan kebersihan sangat membantu bayi untuk mengerti akan hal dalam mengontrol
tubuhnya. Singkatnya, bayi berhasil menemukan arti dari personalisasi yaitu mengambil

kendali terhadap perkembangan tubuh mereka sendiri sehingga orang lain bisa
mengundurkan diri.
3. Realization : from dreaming to scheming (Dari mimpi menjadi rencana)
Winnicot menjelaskan bagaimana dia berpikir tentang realisasi yang dapat ditemukan
dalam situasi nursing. Ibu dan bayi masing-masing membawa situasi nursing ke
kemampuan dan kebutuhan mereka. Ibu membawa pengetahuaun, toleransi dan keputusan
orang dewasa. Bayi membawa ketergantungan mutlak, kebutuhan dan kegembiraan
berhalusinasi. Pengalaman melihat, mendengar, mencium dan menyentuh dengan
pemberian yang nyata mengajarkan bayi apa yang dia dapat dan tidak dapat timbulkan
ketika objek nyata itu tidak dapat dihadirkan tapi kebutuhan nyata itu mendesak dirinya.
Dengan segera, ibu membantu bayinya menerima dan bertoleransi dengan terbatasnya
realita, dan menikmati kekecewaan nyata.
Pada fase awal kehidupan, objek tampaknya bertindak seperti sebuah keajaiban. Objek
ada ketika dinginkan, mendekat ketika didekatkan, dan lenyap ketika tidak dibutuhkan.
Kehilangan adalah pengalaman mengerikan bagi bayi sebab gambaraan keinginannya
terhapuskan. Dari dunia seperti mimpi tentang keajaiban ini, bayi berkembang ke dunia
nyata tentang perencanaan. Perubahan dari bermimpi ke merencanakan disertai oleh sifat
dasar tentang merubah hubungan bayi dengan objek.
B. Contoh Aplikasi Struktur Kepribadian George A. Kelly
1. Construction corollary
Manusia mengantisipasi peristiwa dengan membentuk replikasi (pada peristiwa yang
temanya sama)
Contoh : Ayu memindahkan semua barang yang ada dilantai 1 rumahnya ke lantai 2 saat
hujan deras, dia menduga pada saat hujan deras maka akan banjir seperti sebelumsebelumnya.
2. Individuality corollary
Manusia berbeda-beda dalam membuat konstruk atas peristiwa yang sama (tergantung
interpretasi masing-masing). Adanya perbedaan individu, bagaimana individu menerima
atau menginterpretasi suatu peristiwa
Contoh : Pernyataan Gubernur Basuki T purnama (Ahok) terkait Q.S AL-Maidah ayat 51
dikepulauan seribu, MUI menganggap bahwa Pernyataan ahok adalah bentuk pelecehan
agama dan perlu dihukum secara tegas Sedangkan sekretaris komisi A DPRD DKI
Jakarta menganggapnya bahwa ahok tidak melakukan penistaan agama tetapi hanya
memberi edukasi politik agar warga DKI Jakarta cerdas dalam memilih.

3. Organization corollary
Manusia cenderung untuk mengatur konstruk individualnya berdasarkan pandangannya
terhadap hubungan antar konstruk itu (hirarki)
Contoh : Ayu menganggap dirinya merupakan kalangan bawah yang miskin dan tidak
mempunyai apa apa. Dengan anggapan tersebut ayu merasa tidak pantas apabila
berteman dengan anak-anak yang berstatus menengah keatas.
4. Dichotomy corollary
Sistem konstruk manusia terdiri atas sejumlah konstruk dikotomis/bipolar
Contoh : Dimana nisa adalah orang kaya dan berbanding terbalik dengan putih yang
miskin, dimana ketut adalah orang pintar dan berbanding terbalik dengan merah yang
bodoh, dimana maryam adalah orang cantik dan biru adalah orang jelek.
5. Choice corollary
Manusia memilih sendiri alternatif dari konstruk dikotomis tersebut berdasarkan
keinginannya untuk memperjelas atau memperluas sistem konstruknya.(Security atau
adventure)
Contoh : Ayu memilih untuk berjalan kaki kekampus daripada naik motor, meskipun
menempuh waktu yang lama ayu merasa lebih hemat ketika jalan kaki karena dia dapat
mengurangi uang jajannya yang semakin menipis.
6. Range corollary
Suatu konstruk hanya dapat digunakan untuk mengantisipasi peristiwa tertentu saja (ada
yang dapat digunakan untuk beragam situasi/orang, ada juga yang hanya dapat digunakan
situasi yang sangat terbatas)
Contoh : Dalam pelaksanaan proses perkuliahan, Dosen difakultas psikologi mewajibkan
seluruh mahasiswinya untuk memakai Jilbab tetapi peraturan tersebut tidak berlaku pada
mahasiswi non muslim
7. Experience corollary
Sistem konstruksi manusia berubah sebagai hasil dari pengalaman manusia yang
berubah
Contoh : Pada saat SMA ayu sering memakai pakaian yang tidak rapi. Ayu tidak pernah
menyetrika pakaiannya walaupun terlihat sangat kusut. Hal tersebut tidak lagi
dilakukannya pada saat kuliah karena salah satu peraturan yang ada dikampusnya adalah
memakai pakaian sopan dan rapi
8. Modulation corollary
Variasi dalam sistem konstruk dibatasi oleh permeabilitas konstruk tersebut
Permeabilitas = lolos atau tembus melalui sesuatu.
Impermeable/concrete construct = tidak dapat direvisi/diganti, meskipun tersedia
pengalaman baru.

Contoh : Ayu menganggap bahwa semua orang kaya memiliki keinginan tolong
menolong yang rendah, dia tidak akan mengubah keyakinannya meskipun dia berjumpa
dengan beberapa orang kaya yang menolong banyak orang disekitarnya
9. Fragmention corollary
Manusia dapat mentoleransi berbagai subsistem konstruksi yang bertentangan satu
sama lain tanpa memodifikasi konstruk keseluruhan
Contoh : Firdaus sangat rajin dalam menyelesaikan segala tugas organisasinya akan
tetapi dia tidak rajin dalam menyelesaikan tugas akademik perkuliahannya
10. Commonality corollory
Sampai dengan taraf tertentu, manusia dapat menerapkan konstruksi yang sama dengan
orang lain jika proses psikologisnya sama (norma kultural, moralitas, idealitas)
Contoh : Budaya siri yang merupakan harga diri dan martabat yang harus dipertahankan
orang bugis-makassar sehingga semua orang Bugis-Makassar bersedia mengorbankan
apa saja, termasuk jiwanya yang paling berharga demi tegaknya siri dalam kehidupan
mereka.
11. Social corollary
Sampai taraf tertentu,manusia membentuk proses konstruksi dari orang lain, ia dapat
berperan dalam suatu proses sosial yang melibatkan orang lain
Contoh : Ayu adalah seorang anak malas tetapi seluruh keluarganya menganggap ayu
adalah anak yang rajin. Ayu pun berhenti menjadi anak yang pemalas dan berubah
menjadi rajin karena pendapat anggota keluarganya yang menganggap dia anak yang
rajin telah mempengaruhi pikiran ayu.

Referensi :
Monte, C., Sollod, R. 2003. Beneath the Mask An Introduction to Theories of Personality. United
States of America: John Wiley & Sons, Inc.