Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENYEHATAN UDARA-A

Pengukuran Partikel Matter Dengan High Volume Sampler

Nama

: I Kadek Ananta Kusuma Edi

NIM

: P07133214010

Kelompok

: I (Satu)

Prodi

: DIV Kesehatan Lingkungan

Semester

: V (Lima)

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI DIV
2016

PRAKTIKUM V
Pengukuran Partikel Matter Dengan High Volume Sampler

Mata Kuliah : Penyehatan Udara-A


Materi

: Pengukuran Partikel Matter Dengan High Volume Sampler

Tanggal

: 19 oktober 2016

Waktu

: 07.11 wita 15.11 wita

Lokasi

: Halaman Gedung Jurusan Kesehatan Lingkungan

Kelompok

: I (Satu)

Pembimbing : D.A.A.Posmaningsih, S.KM., M.Kes.


A. Latar belakang
Debu adalah nama umum dari jumlah partikel padat kecil dengan diameter kurang
dari 500 mikrometer. Debu di udara dianggap aerosol dan biasanya memiliki tenaga
radiasi lokal yang kuat diatas atmosfir dan berpengaruh pada iklim. Disamping itu
jika sejumlah partikel kecil disebarkan ke udara pada daerah tertentu dapat
menimbulkan penyakit paru seperti pneumoconiosis. untuk mencegah debu masuk
melalui pernapasan dapat menggunakan saput tangan ketika berada di tempat
berdebu. (Anonim, 2013).
Partikulat atau debu yang melayang-layang di udara atau biasa disebut partikulat
meter (PM) dapat diukur menggunakan alat alat yang disebut HVS (High Volume
Sampler). HVS merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan filter berbentuk
segi empat yang seukuran dengan kertas A4 dan mempunyai porositas 0,3 0,45
dengan kecepatan pompa sekitar 1000 1500 /pm. Alat ini dapat digunakan selama 8
jam setiap pengambilan contoh udara ambient (BPLH, jawa barat, 2013).

B. Tujuan praktikum
1. Tujuan Umum
Mahasiswa dapat melaksanakan pengukuran kadar debu di udara ambien
dengan menggunakan alat HVS (High Volume Sampler)
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa dapat mempersiapkan peralatan dan bahan pengukuran
debu dengan menggunakan HVS
b. Mahasiswa mampu melakukan

pengukuran

debu

dengan

menggunakan HVS
c. Mahasiswa dapat menganalisis hasil pengukuran debu dengan
menggunakan HVS
d. Mahasiswa dapat menyusun laporan pengukuran debu dengan
menggunakan HVS
C. Alat dan bahan
1. Alat
a. 1 set HVS (High Volume Sampler)
b. Rol Kabel
c. Desikator
d. Stop watch
e. Timbangan analitik
f. Pinset
2. Bahan
a. Filter sellvloso
b. Amplop
c. Alat-alat tulis
D. Cara kerja
1. Menyiapkan kertas filter
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan dibutuhkan
b. Mengambil kertas filter kemudian dimasukkan ke dalam desikator dan
mendiamkan selama 24 jam dengan tujuan untuk mendapat berat filter
yang sebenarnya

c. Setelah 24 jam, menimbang kertas filter pada timbangan analitik dan


mencatat berat awal kertas filter
d. Melipat kertas filter menjadi dua bagian dan masukan ke dalam
amplop
e. Kertas filter siap untuk digunakan
2. Pengukuran debu di udara menggunakan HVS
a. Menyiapkan alat dan bahan
b. Menempatkan alat HVS dengan ketentuan sebagai berikut
1) Tidak diperbolehkan dibawah pohon yang rindang
2) Jarak penempatan alat HVS harus 2x tinggi bangunan
c. Memasang steker pada stop kontak (apabila stop kontak jauh dapat
dibantu dengan pemasangan kabel roll) dan alat akan menyala dengan
sendirinya
d. Memanaskan alat selama 10 menit
e. Mematikan alat dengan memutus aliran listrik dengan cara mencabut
steker pada stop kontak
f. Buka tutup HVS
g. Membuka scrup pengunci filter pada alat HVS
h. Memasang kertas filter pada alat HVS dan mengunci kembali scrup
pada alat dengan cara memutar scrup hingga kencang
i. Memasang steker pada stop kontak (apabila stop kontak jauh dapat
dibantu dengan pemasangan kabel roll) dan alat akan menyala dengan
sendirinya
j. Mengatur flow dengan range 1,1 1,7
k. Cara mengatur flow
1) Memutar skrup pengatur flow dengan menggunakan obeng kecil
kearah jarum jam atau sebaiknya pada kotak pengaturan yang
terdapat pada badan alat HVS
2) Pengaturan sesuai dengan 1,1 1,7
l. Melihat pergerakan air raksa pada alat HVS , apabila air raksa
melebihi skala 1,7 scrup di putar berlawanan arah jarum jam. Apabila
air raksa kurang dari skala 1,1 scrup diputar searah jarum jam
m. Melakukan pengukuran selama 8 sampai 24 jam
n. Setelah 8 sampai 24 jam, membuka scrup pengunci kertas filter dan
melipat kertas filter menjadi dua bagian serta masukkan ke dalam
amplop

o. Memasukkan kertas amplop ke dalam desikator dan mendiamkan


selama 24 jam
p. Setelah 24 jam menimbang kertas filter pada timbangan analitik dan
catat berat kertas filter
q. Menghitung kadar debu dengan rumus
WF WI
=mg/m3
SPM =
VXt
Keterangan
SPM

: Suspended Particulate Matter (mg/m3)

Wf

: Berat sesudah (mg)

Wi

: Berat sebelum (mg)

: Kecepatan flow (m3/menit)

: Waktu (menit)

E. Hasil dan pembahasan


1. Hasil
Berdasarkan pengukuran SPM (Suspended Particulate Matter) di depan
Jurusan Kesehatan Lingkungan dengan menggunakan HVS selama 8 jam
di peroleh hasil sebagai berikut.
Diketahui :
Berat Awal (Wi)
Berat Akhir (Wf)
Flow rate (V)
Waktu (t)
Ditanya
Perhitungan :
WF WI
SPM =
VXt

161 mg158 mg
1,7 m 3/menit X 480 menit
3 mg

816 m3
0,003 mg/m3
2.

: 0,158 g = 158 mg
: 0,161 g = 161 mg
: 1,7 m3/menit
: 8 jam = 480 menit
: SPM...?

Pembahasan

Menurut keputusan mentri kesehatan RI No. 1405/MENKES/SK/XI/2002


tentang persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan industri yaitu
kandungan debu maksimal di udara adalah 0,15 mg/m 3. Jika dibandingkan dengan
hasil pengukuran SPM (Suspended Particulate Matter) yang dilakukan di depan
gedung jurusan kesehatan lingkungan pada jam 07.11 wita sampai dengan 15.11 wita
di dapatkan hasil yaitu 0,003 mg/m3, maka SPM di daerah tersebut sudah memenuhi
standar yang telah di tentukan. Apabila partikel debu di udara melebihi standar yang
telah di tentukan maka akan dapat mengganggu kesehatan, dapat mengganggu daya
tembus pandang mata dan dapat menyebabkan berbagai reaksi kimia sehingga
komposisi debu di udara menjadi partikel yang sangat rumit karena merupakan
campuran dari berbagai bahan dengan ukuruan bentuk yang relatif berbeda
(Pujiastuti, 2002).
Upaya pencegahan terhadap paparan debu dari lingkungan kerja menjadi dua
macam yaitu, Riyadina (1996) :
a. Pengukuran secara Teknis
Kondisi lingkungan kerja perlu dikontrol dengan melakukan
pengukuran kadar debu udara untuk jangka waktu tertentu dan
dilakukan secara kontinu, khususnya di tempat yang potensial
menghasilkan debu.
b. Pemeriksaan secara Medis
Upaya ini merupakan suatu langkah untuk mengetahui dan memonitor
kondisi kesehatan pekerja serta sebagai suatu deteksi awal terhadap
masalah kesehatan yang mungkin ditemui. Pemeriksaan kesehatan
yang lengkap akan memberikan bukti yang akurat dari pekerja yang
terpapar debu
F. Kesimpulan dan saran
1. Simpulan
a. Alat yang digunakan untuk mengukur partikulat debu di udara adalah
HVS (High Volume Sampler)

b. Hasil pengukuran partikulat debu yang dilaksanakan di depan gedung


jurusan kesehatan lingkungan adalah 0,0003 mg/m3
c. Menurut kemenkes RI No.1405 Tahun 2002 tentang persyaratan
kesehatan kerja perkantoran dan industri adalah maksimal debu total di
udara sebanyak 0,15 mg/m3
2. Saran
a. Sebelum praktikum para mahasiswa harus sudah memahami betul
bagaimana cara menggunakan alat
b. Bergantian mengatur flow pada HVS
G. Daftar pustaka
BPLH. Jawa Barat. 2013
Pudjiastuti W. 2002. Debu Sebagai Bahan Pencemar Yang Membahayakan
Kesehatan Kerja, Jakarta: EGC
Riyadina W. 1996. Efek Biologis Dari Paparan Debu. Media penelitian dan
pengembangan Kesehatan
Wikipedia.Debu.from: www.//id.wikipedia.org/wiki/Debu. 6 Oktober 2014

Denpasar, Oktober 2016


Menyetujui
Pembimbing Praktikum

Praktikan

Dewa Ayu Agustini Posmaningsih, S.KM.,M.Kes.


NIP.197608211998032001

I Kadek Ananta Kusuma Edi


NIM : P07133214010