Anda di halaman 1dari 4

- Sistem aktivitas

System of activity (sistem kegiatan), sebagai suatu rangkaian perilaku yang


secara sengaja dilakukan oleh satu atau beberapa orang. Aktivitas manusia sebagai
wujud dari perilaku yang ditunjukkan mempengaruhi dan dipengaruhi olah tatanan
(setting) fisik yang terdapat dalam ruang yang menjadi wadahnya, sehingga untuk
memenuhi hal tersebut dibutuhkan adanya:
1. Kenyamanan, menyangkut keadaan lingkungan yang memberikan rasa sesuai
dengan panca indera.
2. Aksesibilitas, menyangkut kemudahan bergerak melalui dan menggunakan
lingkungan sehingga sirkulasi menjadi lancar dan tidak menyulitkan pemakai.
3. Legibilitas, menyangkut kemudahan bagi pemakai untuk dapat mengenal dan
memahami elemen-elemen dan hubungannya dalam suatu lingkungan yang
menyebabkan orang tersebut arah atau jalan.
4. Kontrol, menyangkut kondisi suatu lingkungan

untuk

mewujudkan

personalitas, menciptakan teori dan membatasi suatu ruang.


5. Teritorialitas, menyangkut suatu pola tingkah laku yang ada hubungannya
dengan kepemilikan atau hak seseorang atau sekelompok orang atas suatu
tempat.
6. Keamanan, menyangkut rasa aman terhadap berbagai gangguan baik dari
dalam maupun dari luar.
Menurut Chapin dan Brail (1969;Porteous,1977) dalam Laurens (2005:184)
sistem aktivitas dalam sebuah lingkungan terbentuk dari rangkaian sejumlah behavior
setting.

Sistem

aktivitas

seseorang

menggambarkan

motivasi,

sikap,

dan

pengetahuannya tentang dunia dengan batasan penghasilan, kompetisi, dan nilai-nilai


budaya yang bersangkutan.
Laurens (2005:184) menyebutkan dalam pengamatan behavior setting, dapat
dilakukan analisis melalui beberapa cara, antara lain:
a. Mengugunakan Time Budget
Time Budget memungkinkan orang mengurai/mendekomposisikan suatu
aktivitas sehari-hari, aktivitas mingguan atau musiman, kedalam seperangkat
behavior setting yang meliputi hari kerja mereka, atau gaya hidup mereka (Michelson
dan Reed, 1975). Fungsi dan time budget adalah memperlihatkan bagaimana
seseorang individu mengonsumsi atau menggunakan waktunya.

Jumlah waktu yang dialokasikan untuk kegiatan tertentu, dengan variasi waktu

dalam sehari, seminggu, atau semusim.


Frekuensi dari aktivitas dan jenis aktivitas yang dilakukan.
Pola tipikal dari aktivitas yang dilakukan.

b. Melakukan Sensus
Sensus adalah istilah yang dikemukakan oleh para ahli psikologi lingkungan
untuk menggambaan proses pembelajaran semua aktivitas seorang individu dalam
waktu tertentu dengan metode pengamatan. Seperti yang dilakukan Barker dan Wright
dengan mengamati perilaku seseorang anak sepanjang hari. Cara ini dipakai dengan
tujuan mendapatkan pengertian mengenai, misalnya bagaimana para pekerja
menggunakan bangunan.
Untuk mendapatkan data mengenai pola interaksi dalam lingkungan tersebut,
dilakukan sejumlah pengamatan yang membandingkan bagian demi bagian dalam
sebuah lingkungan, atau membandingkan lingkungan yang sama pada waktu yang
berbeda, dan memandingkan lingkungan yang berbeda sama sekali. Biasanya tahun
dilakukannya survey atau pengamatan merupakan suatu interval tertentu untuk
mendapatkan data rata rata dari fluktuasi perubahan yang mungkin terjadi karena
adanya pergantian penghuni, musim, atau faktor lain.
Hal yang dapat mewakili data pengamatan behavior Setting meliputi :

Manusia (siapa yang datang, ke mana dan mengapa, siapa yang

mengendalikan setting?)
Karakteristik ukuran (berapa

banyak

orang

per

jam

ada

di

dalam setting bagaimana ukuran setting secara fisik, berapa sering dan

berapa lama setting itu ada?)


Objek (ada berapa banyak objek dan apa jenis objek yang dipakai
dalam Setting, kemungkinan apa saja yang ada bagi stimulasi, respon, dan

adaptasi?)
Pola aksi (aktivitas apa saja yang terjadi di sana, seberapa sering terjadi
pengulangan yang dilakukan orang?).

Setiap setting diamati secara individual. Orang orang yang memiliki informasi
dan pengetahuan dapat dimintai keterangannya mengenai setting yang bersangkutan.
Adanya sampel dari semua setting meruakan kekuatan metode ini karena dapat
menghindari terjadinya masalah samping. Namun, sekaligus juga merupakan

kelemahan metode ini karena menjadi sangat sulit untuk mendekati semua
lingkungan.
Dari observasi bisa diketahui kondisi lingkungan secara fisik, seperti jumlah, jenis
tatanan perabot yang ada. Melalui pengukuran yang lebih rinci bisa diketahui keadaan
ambiennya seperti suhu ruangan, kelembaban, pencahayaan ruangan, atau tingkat
kebisingan.
Analisis sistem fungsional, termasuk aktivitas dan komponen fisik. Melalui
pengamatan dapat diperoleh data bagaimana ruang digunakan dan fungsi fungsi apa
saja yang ada. Seperti terlihat disini, ruang digunakan sebagai kantor dan gudang.
Melalui pengamatan yang lebih tajam, dapat dikenali yang manakah aktivitas yang
lebih dominan.
Dengan tatanan kantor yang terbuka, ketika seseorang staff masuk membawa
sesuatu atau mendiskusikan suatu dengan seseorang. Staff lain telihat terganggu.
Melalui pengamatan juga dapat diketahui bagaimana interaksi antara kedua staff
tersebut.

c. Studi Asal dan Tujuan


Studi asal dan tujuan adalah suatu studi yang mengamati, mengidentifikasi
awal dan akhir dari pola pola pergerakan. Studi semacam ini menggambarkan pola
perilaku yang sesungguhnya terjadi, bukan hanya seperti yang dibayangkan oleh
arsitek, melainkan yang membentuk kehidupan seseorang atau sekelompok orang.
Studi asal dan tujuan merupakan pendekatan makro yang dapat diterapkan pada skala
tahun atau skala bangunan.
Rancangan tang dibuat semata mata berdasarkan imajinasi arsitek sering kali
menjadi

rancangan

yang

ideal

bagi

arsitek,

tetapi

mungkin

miskin

akan affordances dan peluang peluang bagi seseorang pengguna untuk memenuhi
kebutuhannya.
Citra suatu tempat dapat dipelajari dari komponen visual yang membentuk
citra atau aura tempat ataulingkungan tersebut. Bagaimana persepsi pengguna
terhadap lingkungan dan memberi respons terhadap affordances yang ada. Melalui
studi asal dan tujuan ini, yang dapat dilakukan dengan bantuan fotografi atau film,
dapat dibuat rekaman untuk mengungkapkan pengalamanvisual dan spasial dan

mempelajari sekuen ruang serta perilaku pengguna dalam ruang secara runtut dan
logis.