Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS PENGUKURAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE STOPWATCH

TIME STUDY DAN METHODS TIME MEASUREMENT UNTUK PEMBUATAN PRODUK


BROS BUNGA
ANALYZE OF WORK MEASUREMENT BY USING STOPWATCH TIME STUDY AND
METHODS TIME MEASUREMENT FOR MAKING PRODUCT FLOWER BROACH

Roby Kurniawan1), Cindy Megarani2), Hany Arifah3)


Jurusan Teknik Industri, Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail : robykurniawan27@yahoo.co.id1), naibahocindy@gmail.com2),
hanyarifah@gmail.com3)
ABSTRAK
Setiap pekerja memiliki performansi yang berbeda dengan pekerja lainnya. Performansi yang dimiliki
pekerja dapat mempengaruhi waktu pekerja dalam mengerjakan tugasnya. Untuk mengetahui waktu yang
diperlukan pekerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan perlu dilakukan pengukuran kerja. Ada dua
metode yang dapat digunakan dalam pengukuran kerja, yaitu pengukuran kerja langsung dan tidak
langsung. Analisis yang dilakukan menggunakan stopwatch time study untuk metode pengukuran kerja
langsung dan methods time measurement untuk metode yang tidak langsung. Hasil perhitungan yang
diperoleh pada stopwatch time study adalah sebesar........ sedangkan pada methods time measurement
diperoleh hasil sebesar......... Selain itu, melalui praktikum ini dapat diketahui cara membuat dan
menganalisis bill of material dari bros bunga yang dihasilkan, dapat menetapkan dan menganalisis metode
kerja yang digunakan, serta dapat menganalisis distribusi pemakaian waktu standar dan hasil perhitungan
output standar suatu pekerjaan melalui pengukuran kerja yang dilakukan.
Kata Kunci: work measurement, stopwatch time study, methods time measurement, produk bros bunga

1. PENDAHULUAN
2.
Pada saat ini, masih
banyak pekerjaan yang menggunakan
tenaga manusia di mana setiap pekerja
memiliki performansi yang berbedabeda. Untuk mengetahui waktu yang
dibutuhkan seorang pekerja dalam
menyelesaikan pekerjaan yang spesifik
pada tingkat kecepatan kerja yang
normal dalam lingkungan kerja, dapat
dilakukan pengukuran kerja.
3.
Ada dua metode yang
dapat digunakan dalam pengukuran
kerja, yaitu pengukuran kerja langsung
dan tidak langsung. Analisis yang
dilakukan menggunakan stopwatch
time study untuk pengukuran kerja
langsung
dan
methods
time
measurement untuk pengukuran kerja
tidak langsung.
4.
Pada praktikum ini,
akan dibahas tentang bill of material
dari
produk
yang
dihasilkan,
menetapkan dan menganalisis metode
kerja
menggunakan
peta
kerja

keseluruhan dan setempat, melakukan


pengukuran kerja secara langsung dan
tidak
langsung,
serta
mampu
menganalisis distribusi pemakaian
waktu standar dan hasil perhitungan
output standar suatu pekerjaan. Dalam
kesempatan ini, akan dilakukan
pengukuran kerja pada operator dalam
proses pembuatan bros bunga untuk
mengetahui waktu standar dalam proses
produksi bros bunga.
5.
6. LANDASAN TEORI
7.
Berikut ini adalah landasan
teori yang digunakan.
8.
8.1 Bill of Material (BOM)
9.
Bill of Material atau daftar
kebutuhan
material
merupakan
daftar
komponen atau material yang diperlukan untuk
menyusun sebuah produk rakitan lengkap. Bill
of Material dibedakan menjadi dua macam
yaitu: Bill of Material Table dan Bill of
Material Tree.
10.

10.1

Peta Kerja
11.
Peta kerja atau peta proses
(process chart) adalah alat komunikasi yang
sistematis dan logis guna menganalisa proses
kerja dari tahap awal sampai akhir. Berikut
merupakan pembagian peta kerja.
12.

24. Sumber: Wignjosoebroto (2008)

12.1.1 Peta kerja Keseluruhan


13.
Peta
kerja
keseluruhan
digunakan apabila proses produksi melibatkan
sebagian besar fasilitas yang diperlukan untuk
membuat produk. Peta kerja keseluruhan dibagi
menjadi peta proses operasi (operation process
chart), peta aliran proses (flow process chart),
dan diagram aliran (flow diagram).
14.
14.1.1 Peta Kerja Setempat
15.
Peta kerja setempat digunakan
jika kegiatan terjadi dalam suatu stasiun kerja
yang biasanya hanya melibatkan orang dan
fasilitas dalam jumlah terbatas. Peta kerja
setempat meliputi peta pekerja dan mesin (manmachine chart) dan peta tangan kiri dan tangan
kanan (left & right hand chart).
16.
16.1 Pengukuran Kerja
17.
Pengukuran kerja merupakan
usaha untuk menentukan lamanya waktu kerja
yang dibutuhkan oleh seorang pekerja dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik
pada tingkat kecepatan kerja yang normal,
dalam lingkungan kerja yang terbaik pada saat
itu. Pengukuran kerja dapat dilakukan secara
langsung maupun tidak langsung. Pengukuran
kerja secara langsung (direct time study)
dilakukan dengan metode pengukuran jam henti
(stopwatch time study) dan sampling kerja
(work sampling).
18.
18.1 Performance Rating
19.
Performance
rating,
dapat dilakukan dengan empat metode
berikut.
1. Skill and Effort Rating
2. Speed Rating
3. Westing House Systems Rating
4. Shynthetic Rating
20.
21.
Performance
rating
yang digunakan pada praktikum ini
adalah westing house systems rating
yang dijelaskan pada tabel berikut ini
22.

23.

Tabel 1. Westing House Systems Rating

25.
Allowance
26.
Menurut Sutalaksana (2005),
kelonggaran adalah waktu yang diberikan
kepada
pekerja
untuk
menyelesaikan
pekerjaannya disamping waktu normal.
Kelonggaran dibagi menjadi 3 kategori yaitu,
personal needs allowance misalnya ke kemar
kecil dan minum. Lalu, fatigue allowance
seperti ketika operator kelelahan dalam bekerja.
Dan delay allowance yang tidak bisa dihindari
karena di luar kendali pekerja.
25.1

26.1

Pengujian Data
27.
Pengujian
data
dilakukan dengan 2 cara, yaitu uji
keseragaman data terhadap masingmasing elemen kerja dan uji kecukupan
data untuk seluruh replkasi yang telah
dilakukan.
28.
2.6.1 Uji Keseragaman Data
29.
Pengujian keseragaman
data adalah suatu pengujian yang
berguna untuk memastikan bahwa data
yang dikumpulkan berasal dari satu
sistem yang sama
30.

X =
n

Xi

(Pers. 1)
31.

BKA = X +k

32.

BKB= Xk

(Pers. 2)
(Pers. 3)

33. Sumber: Wignjosoebroto (2008)


34. Dimana

37.

35.

= Rata-rata

36.

= Standar deviasi

= Nilai indeks pada tabel distribusi

normal yang besarnya tergantung tingkat


kepercayaan yang diambil
38.

BKA

= Batas Kendali Atas

39.

BKB = Batas kendali Bawah

62.

40.
40.1 Perhitungan Waktu Standar dan
Output Standar
41.
Waktu standar adalah jumlah
waktu yang dibutuhkan guna menyelesaikan
suatu pekerjaan dalam prestasi standar, yakni
dengan memperhitungkan penyesuaian dan
kelonggaran
pada
saat
menyelesaikan
pekerjaan. Cara untuk menentukan waktu
standar adalah sebagai berikut:
42.
2.7.1 Waktu Siklus (Wsiklus)
43.
Waktu siklus adalah
waktu penyelesaian satu satuan
produksi ketika bahan baku mulai
diproses di tempat kerja.
44.

W siklus=

Xi
N

(pers. 5)
45.

Sumber: Wignjosoebroto (2008)

46. Dimana
47. Xi
= waktu untuk mengamati
(detik)
48.
N
= Jumlah pengamatan
49.
50.
2.7.2 Waktu Normal (WNormal)f
51.
Waktu normal adalah
waktu penyelesaian pekerjaan yang
diselesaikan oleh pekerja dalam kondisi
wajar dan kemampuan rata-rata.
52.

W normal=W siklus x P

Allowance
= kelonggaran
63.
Setelah mendapatkan
waktu standar, maka dapat dihitung
output standar (unit) dengan rumus:
64.
65.

Output standar=

1
Waktu Standar

(pers.8)
66. Sumber: Wignjosoebroto (2008)
67.

68. Pembahasan
69.
Berikut ini merupakan
pembahasan
dalam
mengenai
praktikum work measurement pada lini
prduksi bros bunga dengan metode
stopwatch time study dan methods time
measurement.
70.
3.1 Bill of Material Tree
71.
Dalam
praktikum
work
measurement ini dihasilkan produk berupa bros
bunga.
Untuk
mengetahui
komponenkomponen dari bros bung maka di lakukan
break down terhadap produk dengan
menggunakan BOM Tree. Berikut ini
merupakan BOM Tree dari produk.
72.

(pers.6)

53. Sumber: Wignjoesoebroto (2008)

54. Dimana
55. Wsiklus = waktu siklus (detik)
56. P
= Performance Rating
57.
2.7.3 Waktu Standar (WStandar)
58.
Waktu standar adalah
waktu yang dibutuhkan secara wajar
oleh
pekerja
normal
untuk
menyelesaikan pekerjaannya yang
dikerjakan dalam sistem kerja terbaik
saat itu.
59.

73. Gambar 1. BOM Tree Bros Bunga

74.
Dari gambar diatas dapat
diketahui bahwa bros bunga terdiri dari
4 level, dimana level 0 merupakan
produk akhir dan level 4 merupakan
bahan baku.

75.
3.2 Layout
76.
Pada lini produksi bros bunga,
100
W standar=W normal x
terdapat 2 stasiun kerja. Stasiun kerja pertama
100 %Allowance
merupakan pembuatan mahkota dan kelopak
(pers.7) bunga, sedangkan stasiun kerja kedua
merupakan bagian pengemasan. Berikut ini
60. Dimana
61.
WNormal
=
waktu merupakan layout dari lini produksi bros bunga.
normal (detik)

77.
78.

Gambar 2. Layout Produksi Bros Bunga

79.
Dari gambar diatas dapat dilihat
bahwa terdapat 3 orang di masing-masing
stasiun kerja. Satu orang sebagai operator dan
dua orang bertugas melakukan work
measurement. Sedangkan yang diluar stasiun
kerja merupakan pengamat performance rating.
80.
3.3 Operational Process Chart
81.
Guna menganalisa proses
kerja dari produksi bros bunga maka
dibuat peta keseluruhan kerja yaitu
OPC (Operational Process Chart).
Berikut ini merupakan OPC dari
produksi bros bunga.
82.

85.

X =
n

86.

87.

BKA = X + k

Xi

= 57,34 s

( X i X )
n1

= 15,37
=

57,34

2(15,37) = 88,08
88.

BKB= Xk
= 57,34 - 2(15,37) =

26,61
89.
Gambar 4. Grafik Pengujian Keseragaman
Data

90.

91.
Dari hasil perhitungan maka
diketahui bahwa tidak ada data outlier
dari data praktikum, karena semua data
hasil praktikum masih berada diantara
BKA dan BKB selanjutnya data
tersebut akan diolah lebih lanjut.
Berikut ini merupakan hasil pengujian
dari keseragaman data.
92. Tabel 2. Data Hasil Pengujian Keseragaman
93.

94.

3.5 Penentuan Performance Rating


83. Gambar 3. Operational Process Chart
95. Dalam penentuan performance rating
Produksi Bros Bunga
kedua
operator pada lini produksi digunakan
3.4 Pengujian Data
metode
westing house. Berikut ini merupakan
84.
Data yang didapatkan dari hasil
tabel
hasil
pengamatan performance rating
pengukuran kerja langsung menggunakan
operator.
stopwatch time study kemudian dengan uji
Tabel 3. Performance Rating Operator 1
keseragaman data. Data yang diluar batas 96.
kendali (out of control) kemudian dibuang.
Berikut ini contoh perhitungan dalam uji
keseragaman data.

97. Klasi
fikas
i

98. R
a
t
i
n

99. N
i
l
a
i

g
100.Skill

101.E
1

103.Effor
t

104.B
2

106.Con
ditio
n

107.D

109.Cons
isten
cy

110.E

112.Total

115.

102.0
,
0
5
105.+
0
,
0
8
108.0
111. 0
,
0
2
113.+
0
,
0
1

114.
Tabel 3. Performance Rating Operator 2
116.Klasi
fikas
i

119.Skill

122.Effor
t

117.R
a
t
i
n
g
120.B
2

123.C
1

125.Con
ditio
n

126.B

128.Cons
isten
cy

129.E

131.Total

118.N
i
l
a
i
121.+
0
,
0
8
124.+
0
,
0
5
127.+
0
,
0
4
130.0
,
0
2
132.+
0
,
1
5

133.
Dari tabel tersebut kemudian dapat
dicari performance rating dari tiap operator

134.
PROperator 1 = 1+0,01 = 1,01
135.
PROperator 2 = 1+0,15 = 1,15
136.
3.6 Penentuan Allowance
137.
Dalam bekerja, manusia
mempunyai batasan dan kebutuhan
yang tidak dapat dihindari, oleh karena
itu operator diberikan allowance berupa
personal need, delay dan fatigue. Total
dari allowance adalah 13% yang terdiri
dari 3% personal need, 5% delay dan 5
% fatigue.
138.
3.7 Perhitungan Waktu Standar dan Output
Standar Stopwatch Time Study
139.
Data yang didapat dari
pengukuran kerja langsung dengan
metode stopwatch time study kemudian
dilakukan perhitungan waktu standar
dan output standar. Berikut ini
merupakan contoh langkah perhitungan
waktu standar pada elemen kerja 1.
140. WSiklus =

Xi
N

= 57,34 s

141.WNormal = WSiklus x PR = 57,34 x 1,01 =


57,92 s
142.WBaku
=
WNormal
x

100
100 %Allowance
143.

= 57,92 x

100
100 13

66,57 s

144. Berikut ini merupakan tabel


hasil perhitungan yang didapatkan
145.Tabel 5. Hasil Perhitungan pada Work
Station 1

146.

147.
148.Tabel 5. Hasil Perhitungan pada Work
Station 2

149.

150.

3.8 Perhitungan Waktu Standar dan Output


Standar Methods Time Measurement
162.
Perhitungan waktu standar dan
output standar menggunakan MTM (Methods
Time
Measurement)
dilakukan
dengan
mengamati video pembuatan bros yang dan
membuat peta tangan kanan-tangan kiri.
Dengan metode tersebut diperoleh waktu
normal sebesar...
163.
1 TMU= 0,036 s
164.WNormal = = ... s

W Standar Total = 330,41

151.

165.WBaku

+ 108,34 = 438,76
152.
Output Standar WS1=

1
Waktu Standar WS 1
1
330,41

166.

153.

= 0,003 x 3600
154.

=10,90

per jam
155.
Output Standar WS2=

1
Waktu Standar WS 2
1
108,34

156.

= 0,009 x 3600
157.

33,23 perjam
158.
Output Standar =

1
Waktu Standar Total

159.

1
438,76

0,002 x 3600
160.
161.

100
100 %Allowance

= 8,21 perjam

WNormal

= ...

Output Standar=

1
Waktu Baku

=....

167.
3.9 Analisis Hasil Perhitungan
168.
Berdasarkan
hasil
perhitungan waktu standar dan output
standard stopwatch time study dari
pembuatan bros bunga, pada work
station 1 didapatkan waktu standar
...detik dan output standard 10 unit
perjam. Sedangkan pada work station 2
didapatkan waktu standar ... detik dan
output standard 33 unit perjam. Waktu
standar total dari kedua work station
sebesar ... detik dengan output standar 8
unit perjam.
169.
Sedangkan
pada
perhitungan waktu standar dan output
standard method time study dari
pengamatan video pembuatan bros
bunga memiliki waktu standar total ....
detik dan output standar.....
170.
........perbandingan dan
analisa perbedaan
171.

Beri Nilai