Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas obat antidepresan pada
hewan uji yang mengalami trigger/pemicu dan menyebabkan terjadinya gejala
depresi.
1.2 Depresi
1.2.1 Definisi Depresi
Depresi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya keadaan
tubuh manusia. Hal tersebut dapat berkaitan dengan perasaan yang sedih, rasa putus
asa, tidak adanya motivasi, dan termasuk perubahan pada pola tidur, nafsu makan,
psikomotor, konsentrasi, anhedonia, kelelahan, dan bunuh diri.
1.2.2 Etiologi Depresi
Etiologi depresi sangat kompleks karena melibatkan beberapa faktor. Beberapa
faktor tersebut dapat terjadi bersamaaan dan dipaparkan sebagai berikut.
(1) Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan faktor pertama penyebab depresi. Hal ini disebabkan
karena adanya penurunan kadar monoamine neurotransmitter pada otak, seperti
norepinefrin, serotonin dan dopamin. Norepinefrin atau noradrenergik terdapat
dalam batang otak yang berperan dalam mengatur kesiagaan, siklus istirahat dan
memori pada sistem saraf pusat. Sehingga penurunan zat tersebut dapat
mengakibatkan depresi, ketumpulan, bahkan kekurangan energi.
Serotonin disekresikan oleh rafe dorsalis pada batang otak. Serotonin berfungsi
dalam mengatur suasana hati (mood), pengaturan tidur, penerimaan nyeri, suhu
tubuh, aggresi dan libido. Serotonin memiliki prekursor yaitu triptofan. Penurunan
kadar salah satu atau keduanya juga mampu memicu terjadinya depresi.
Dopamin tersusun dari asam amino tirosin dan disekresikan oleh inti sel dekat
sistem aktivasi retikuler. Dopamin berfungsi dalam proses mengingat, peningkatan

kewaspadaan dan pengendalian depresi. Penurunan dopamine dapat mengakibatkan


terjadinya gangguan kognitif, motorik dan anhedonia yang menjadi gejala timbulnya
depresi.
(2) Faktor Genetik
Pengaruh dari faktor genetik juga dapat mempengaruhi timbulnya depresi. Hal
ini dikarenakan faktor genetik dapat menyebabkan penurunan dalam ketahanan dan
kemampuan untuk mengatasi stress. Apabila depresi sudah mencapai tingkat berat,
keturunan pertama akan beresiko 2 sampai 3 kali mengalami hal yang serupa.
(3) Faktor Psikososial
Menurut Kaplan ( 2010 ) disebutkan bahwa faktor psikososial dapat memicu
terjadinya depresi. Faktor psikososial yang dimaksudkan adalah kehidupan, stressor
lingkungan, kepribadian, psikodinamika, dan dukungan sosial.
1.2.3 Tanda Klinis Depresi
Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder pada edisi ke-4,
Text Revision (DSM-IV-TR) telah dilakukan pendataan tentang tanda klinis yang
muncul pada orang yang mengalami depresi. Beberapa gejala yang muncul adalah
sebagai berikut.
(1) Adanya perubahan mood.
(2) Adanya perasaan tertekan.
(3) Penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas normal.
(4) Terjadinya gangguan agitasi psikomotorik.
(5) Merasa sedih, cemas, dan khawatir dalam jangka waktu yang panjang.
(6) Mudah putus asa dan selalu berpikir pesimis.
(7) Kehilangan minat atas hal hal yang disenangi.
(8) Memiliki rasa bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
(9) Mengalami insomnia.
(10)

Kehilangan nafsu makan.

(11)

Sulit berkonsentrasi dan mengalami keputusasan.


Pada hewan uji, terjadinya depresi dapat diamati melalui gejala imobilitas. Pada
praktikum antidepresan, hewan uji yang digunakan adalah mencit. Hal tersebut

dikarenakan mencit merupakan salah satu hewan yang aktif, sehingga apabila terjadi
depresi maka akan mempengaruhi mood dan mencit lebih cenderung diam, jarang
bergerak, dan juga timbulnya kepanikan (agitasi psikomotor). Dengan pemberian
obat antidepresan diharapkan gejala imobilitas atau gangguan psikomotor akan
berkurang.
1.3 Antidepresan
Antidepresan merupakan salah satu obat yang digunakan sebagai terapi
farmakologi untuk yang mengalami depresi. Tujuan dari terapi tersebut adalah
mengatasi munculnya gejala depresi (remission) dan mencegah terjadinya serangan
susulan (relapse atau recurrence).
1.3.1 Uji Antidepresan dengan Metode Force Swim Test
Uji ini dilakukan dengan mengondisikan hewan uji pada lingkungan yang tidak
nyaman. Dalam percobaan ini adalah dalam lingkungan air. Mencit yang mengalami
depresi akan mempengaruhi mood dan agitasi psikomotor sehingga ia malas untuk
berenang atau berusaha mencari jalan keluar (imobilitas). Berbeda dengan mencit
yang tidak mengalami depresi, ia akan bergerak secara terus menerus untuk mencari
jalan keluar.

Perlakuan forced swim test pada mencit


1.3.2 Golongan Obat Antidepresan
Terapi antidepresan bekerja dengan menghambat pengeluaran atau pengambilan
kembali transmitter pada reseptor saluran ion, kemudian menghambat penghancuran
oleh enzim monoamine oxidase dan mengakibatkan peningkatan aktivitas reseptor
serotonin.

BAB II
METODOLOGI
2.1 Alat, Bahan, dan Hewan Uji
2.1.1 Alat
1) Spuit Injeksi 1 mL
2) Jarum Oral (ujung tumpul)
3) Neraca
4) Stopwatch
5) Beaker Glass
6) Gelas Ukur
7) Tabung dengan tinggi 30 cm (diameter 20 cm)
8) Stamper dan Mortir
9) Kertas Saring
10) Batang Pengaduk
11) Corong kaca
2.1.2 Bahan

1) Larutan Fenobarbital Na dalam aqua pro injection (dosis untuk hewan 30


mg/kg BB)
2) Larutan Nudep dalam aqua pro injection (dosis untuk hewan 40 mg/kg BB)
3) Aquadest
2.1.3 Hewan Uji
15 mencit berumur 2-3 bulan, berat 10-30 gram

2.2 Skema Kerja


Hewan uji yang telah diadaptasikan dengan lingkungan selama 10-14 hari, dipuasakan
selama semalam sebelum uji dilakukan dan hanya diberi air minum saja.

Timbang
5 ekor
mencit
mencit
dan
kontrol
beri label
Diberi larutan
dekstrosa
5
%
0.5 mL
Tunggu
30
menit

Timbang
mencit
5
ekor mencit
uji
dan
beri
label
dengan fenobarbital
Diberi fenobarbital
Na dengan dosis
dan volume oral
yang
sudah
dihitung
Tunggu 30 menit

5 ekor
Timbang
mencit uji
mencit
dengan Nudep
dan beri label
Diberi
fenobarbital
Na
dengan
dosis
dan
volume
oral
yang
sudah
dihitung
Tunggu
30
menit

Stopwatch pertama digunakan untuk mengukur waktu mencit berada di dalam


tabung yaitu
waktu perhitungan
dimulaiyang
setelah
kedua.
Setelah6 30menit,
menit,dengan
mencit dimasukkan
ke dalam tabung
telah menit
berisi air
yang
Stopwatch
kedua
digunakan
untuk
mengukur
lama
waktu
imobilitas
dari
mencit.
Total
bersuhu 23-25C. Ketinggian air 15 cm, agar kaki mencit tidak sampai ke dasar
waktu
yang
diukur adalah
240 meloncat
detik (4 menit).
Perilaku
mobilitas yang tidak
tabungimobilitas
serta
tidak
memungkinkan
dapat
dari
tabung.
Membuat
perhitungan %Ef-AD
dengan keluar
menggunakan
persamaan
diukur yaitu segala macam bentuk pergerakan dalam usaha menyeimbangkan tubuh agar
tetap seimbang dalam air dan menjaga
posisi
kepala tetap
%Ef-AD=
[(K-U)/K]
x 100berada di atas permukaan air.