Anda di halaman 1dari 6

ACARA 5.

KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

A. KELENGKAPAN LAPORAN SEMENTARA


ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016
(HAS, RSY, BW)

Gambar 1. Diagram segitiga QFL untuk menentukan sedimen asal batuan beku plutonik dan
batuan metamorf yang terbetuk di bawah pengaruh iklim yang berbeda (Tucker, 1991)

Gambar 2. Diagram segitiga QFL untuk menentukan komposisi pasir (laut dalam) yang berasal
dari kerangka tektonik tertentu. (Tucker, 1991)

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

Gambar 3 dan 4. Diagram segitiga QFLyang memperlihatkan komposisi pasir dari


beberapa daerah provenance. (Tucker, 1991)

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

CONTOH PERHITUNGAN SIMPANGAN BAKU


MENGGUNAKAN DIAGRAM VAN DER PLAS

A. CONTOH PERHITUNGAN
Mineral Berat
Misal mineral magnetit pada LP 1:
Frekunsi Magnetit
% Frekuensi magnetit Jumlah Mineral Berat x 100

71
x 100
250

28,4

Simpangan baku
Dalam pengukuran simpangan baku digunakan Van der Plas chart, dimana p = presentasi tiap
mineral, n = total mineral yang terhitung.

250

n = 250

71

p = 71
maka, simpangan baku = 6 %

% + Simpangan baku

= 28,4 % + 6 %
= 34,4 %

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

Mineral Ringan
Misal mineral feldspar pada LP 1:
Frekunsi Feldspar
% Frekuensi feldspar Jumlah Mineral Ringan x 100

57
x 100
250
22,8

Simpangan baku
Dalam pengukuran simpangan baku digunakan Van der Plas chart, dimana p = presentasi tiap
mineral, n = total mineral yang terhitung.

250

n = 250

57

p = 57
maka, simpangan baku = 6 %

% + Simpangan baku

= 22,8 % + 6 %
= 28,8 %

CONTOH TABEL DAN HISTOGRAM


STA XXX LP 3
Tabel Hasil Pengamatan Komposisi Mineral Berat

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

No.
Medan
Panda
ng
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Jumla
h

Mineral berat

Andalu
sit

Hornblen
de

Apat
it

Ilmen
it

10
8
6
6
8
7
4
4
5
6
64

6
1

13

13

Magne
tit

Rut
il

10
8
7
6
15
9
10
8
9
82

Garn
et

Jumla
h
Piroks
en

Hemat
it

Zirco
n

6
5
2
3

13

4
6
3
6
7
7
7
40

4
5
3
14

25
25
25
25
25
25
25
25
25
25
250

STA XXX LP 3
Tabel Frekuensi Mineral Berat

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Mineral Berat
Andalusit
Hornblende
Apatit
Ilmenit
Magnetit
Rutil
Garnet
Piroksen
Zircon
Hematit
Jumlah

Frekuensi

Simpangan baku

% + Simpangan
baku

3
13
64
13
82
2
6
13
14
40
250

1,2
5,2
25,6
5,2
32,8
0,8
2,4
5,2
5,6
16
100

1
2,5
5,5
2,5
6
1
2
2,5
2,5
4,5
30

2,2
7,7
31,1
7,7
38,8
1,8
4,4
7,7
8,1
20,5
130

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

ACARA 5. KOMPOSISI PARTIKEL SEDIMEN 2016

Histogram % + Simpangan Baku Mineral Berat LP 3


45
38.8

40
35

31.1

30
25
% + Simpangan Baku

20.5

20
15
10
5

7.7
2.2

7.7

7.7
1.8

4.4

Mineral Berat

CONTOH PENGEPLOTAN PADA DIAGRAM QFL

a. Kondisi Provenance Mineral Ringan


LP 1, Q = 40,8 %; F = 22,8 %; L = 36,4 %
LP 2, Q = 36,3 %; F = 20,4 %; L = 43,2 %
LP 3, Q = 40,8 %; F = 12 % ; L = 47,2 %

SEDIMENTOLOGI 2016 (HAS, RSY, BW)

8.1