Anda di halaman 1dari 24

BAB1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mesin bubut digunakan untuk menghasilkan produk yang berbentuk silindris, dan
mesin bubut digunakan dalam industri baik skala kecil, sedang maupun besar. Produk yang
dihasilkan banyak kegunaannya bagi berbagai jenis industri baik di pabrik, perbengkelan
maupun rumah tangga.
Untuk itu diharapkan bagi mahasiswa dapat menghasilkan suatu produk untuk digunakan
dalam berbagai industry nasional maupun internasional.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum mesin bubut yaitu :
1). Agar mahasiswa dapat mempraktekkan teori yang telah dipelajari sebelumnya.
2). Agar mahasiswa dapat mengoperasikan mesin bubut dengan baik.
3). Agar mahasiswa dapat mengetahui alat dan bahan yang digunakan selama proses
pembubutan.
4). Mengetahui prinsip kerja mesin bubut dan dasar dasar mesin bubut
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum mesin bubut ini adalah sebagai berikut:
1) Mahasiswa mampu mengoperasikan mesin bubut.
2) Mahasiswa mampu menghasilkan suatu produk yang berguna dari proses pembubutan.
3) Mahasiswa mampu membuka lapangan pekerjaan.
1.4 Sistematika Penulisan Laporan
Adapun sistematika penulisan Laporan Praktikum Pengelasan ini adalah sebagai
berikut :
BAB I

: PENDAHULUAN
Berisi mengenai Latar Belakang, Tujuan, Manfaat dan Sistematika Penulisan.

BAB II

: TEORI DASAR

Pengertian, prinsip kerja mesin, jenis- jenis mesin, bagian-bagian utama mesin,
alat kelengkapan mesin, elemen dasar, coolent dan toleransi.
BAB III : ALAT DAN BAHAN
Berisi Alat dan Bahan yang digunakan saat Praktikum.
BAB IV : PROSEDUR KERJA
Berisi Prosedur Umum dan Prosedur Benda Kerja.
BAB V

: PEMBAHASAN
Berisi Perhitungan dan Analisa

BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN


Berisi Kesimpulan dan Saran dari praktikum mesin Bubut.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

BAB II
TEORI DASAR
2.1 Pengertian

Mesin bubut adalah salah satu jenis mesin produksi yang digunakan untuk membuat
produk yang berbentuk silindris, prosesnya berupa benda kerja berputar dan tool atau pahat
disentuhkan pada benda kerja yang akan menyayat benda kerja

Gambar 2. 1 mesin bubut

2.2 Prinsip Dan Cara Kerja Mesin Bubut


Prinsip kerja dari mesin bubut adalah benda kerja yang berputar, sedangkan pisau
bubut bergerak memanjang dan melintang. Dari kerja ini dihasilkan sayatan dan benda kerja
yang umumnya simetris dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan
kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar
yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang
menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. Mesin bubut digunakan untuk
mengerjakan bidang-bidang silindris luar dan dalam (membubut lurus dan mengebor),
bidang rata (membubut rata), bidang tirus (kerucut), bentuk lengkung (bola), dan membubut
ulir, Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir.
Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15
sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127
mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Gambar 2. 2 macam macam opersai mesin bubut

2.3 Jenis Jenis Mesin Bubut


Pada dasarnya di lihat dari dimensinya dapat di klasifikasikan dalam empat kelompok
yaitu :
a) Mesin bubut ringan
Di maksud untuk latihan dan perkerjaan ringan karena bentuk peralatannya yang
kecil dan sederhana.
b) Mesin bubut sedang
Mesin bubut sedang adalah mesin bubut yang mempunyai daya dan kapasitas
serta ukuran sedang. Mesin ini digunakan untuk memperbaiki peralatan-peralatan teknik
yang mempunyai ukuran yang sedang. Mesin bubut sedang terdiri atas mesin bubut
Bantu dan mesin bubut lantai. Pada mesin bubut sedang dimungkinkan untuk membubut
produk yang mempunyai benda kerja dengan bentuk yang lebih bervariasi.
c) Mesin bubut standar
Mesin ini di buat lebih berat, daya kudanya lebih besar dan di gunakan untuk
pekerjaan yang lebih besar dari pada perkerjaan mesin bubut ringan dan sedang. Mesin
ini merupakan standar dalam pembuatan mesin mesin bubut pada umumnya.
Konstruksi mesin bubut standar mempunyai ukuran lebih besar dan peralatan yang lebih
lengkap. Mesin ini digunakan untuk membuat produk atau memperbaiki peralatan-

peralatan teknik dengan tingkat kekasaran yang standar. Ditinjau dari transmisi dan daya
penggerak sumbu utamanya, terdiri atas :
1) Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Sabuk
Mesin bubut yang hubungan antara putaran dari motor penggerak ke sumbu
utamanya menggunakan sabuk(belt).
2) Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Rantai
Mesin bubut standar yang hubungan puatran motor penggerak ke poros
utamanya menggunakan transmisi rantai dan roda rantai.
3) Mesin Bubut Standar dengan Transmisi Roda Gigi
Mesin bubut standar yang hubungan putaran dari motor penggerak kesumbu
utamanya diatur dengan roda gigi yang terpasang pada roda gigi transmisi.
d) Mesin Bubut Khusus
Mesin bubut khusus adalah mesin bubut yang digunakan untuk membuat atau
memperbaiki alat-alat teknik yang tidak dapat dikerjakan pada mesin bubut standar. Mesin
bubut khusus terdiri atas:
1) Mesin bubut beralas panjang
Mesin bubut ini termasuk mesin bubut industry yang di pergunakan untuk
mengerjakan pekerjaan yang panjang dan besar, misalnya membuat poros kapal dan
bahan roda gigi, dan sebagainya.
2) Mesin Bubut Carrousel
Mesin bubut carrousel adalah mesin bubut yang sumbu utamanya vertikal dan
cekam berbentuk meja putar. Benda kerja diletakkan diatas meja putar dan pahat dapat
digerakan ke arah vertikal maupun kearah melintang. Mesin bubut carrousel dgunakan
untuk membubut benda-benda kerja yang mempunyai diameter besar dengan ukuran
antara 1 m sampai dengan 2 m. Sedangkan untuk mesin bubut carrousel yang berukuran
kecil dpat membubut benda kerja yang mempunyai ukuran antara 300 mm sampai dengan
400mm. Mesin bubut carrousel mempunyai keungulan dibandingkan dengan mesin bubut
horizontal biasa.
Secara prinsip lain mesin bubut dapat di bedakan menjadi beberapa jenis antara lain
adalah :
1). Mesin bubut horizontal

Gambar 2.3. 1 mesin bubut horizontal

2). Mesin bubut turret vertical

Gambar 2.3. 2 mesin bubut turret vertical

3). Mesin bubut kepala

Gambar 2.3. 3 mesin bubut kepala

4). Mesin bubut otomatis

Gambar 2.3. 4 mesin bubut otomatis

2.4 Bagian Bagian Utama Mesin Bubut


Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat rodaroda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan
memutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil
membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua
gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

Gambar 2.4 1 bagian bagiam mesin bubut

Pada umumnya mesin bubut memiliki beberapa bagian-bagian umum. Berikut ini
bagian umum yang terdapat pada mesin bubut:
1) Kepala tetap (head stoke)

2) Spindel (spindle)
3) Eretan (carriage)
4) Kepala lepas (tail stoke)
5) Alas (bed)
6) Ulir Pembawa (lad screw)
7) Poros penjalan (feed rod)
8) Tempat pahat (tool post)
9) Alas putar (swivel base)
10) Lemari roda gigi (gear box)
Berdasarkan 10 bagian umum pada mesin bubut terdapat 4 macam bagian utama pada
mesin bubut, Berikut ini bagian utama pada mesin bubut:
1. Kepala Tetap
Kepala tetap adalah bagian utama dari mesin bubut yang digunakan untuk
menyangga poros utama, yaitu poros yang digunakan untuk menggerakan spindel.
Dimana di dalam spindel tersebut dipasang alat untuk menjepit benda kerja. Spindel ini
merupakan bagian terpenting dari sebuah kepala tetap. Selain itu, poros yang terdapat
pada kepala tetap ini digunakan sebagai dudukan roda gigi untuk mengatur kecepatan
putaran yang diinginkan. Dengan demikian, dalam kepala tetap terdapat sejumlah
rangkaian roda gigi transmisi yang meneruskan putaran motor menjadi putaran spindel.

Gambar 2.4 2 kepala tetap

2. Kepala Lepas
Kepala lepas adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya di sebelah kanan dan
dipasang di atas alas atau meja mesin. Bagian ini berguna untuk tempat untuk
pemasangan senter yang digunakan sebagai penumpu ujung benda kerja dan sebagai

tempat atau dudukan penjepit mata bor pada saat melakukan pengeboran. Kepala lepas
ini dapat digerakkan atau digeser sepanjang alas atau meja mesin, dan dikencangkan
dengan perantara mur dan baut atau dengan tuas pengencang. Selain digeser sepanjang
alas atau meja mesin, kepala lepas juga dapat digerakan maju mundur (arah melintang),
yakni untuk keperluan pembubutan benda yang konis.

Gambar 2.4. 3 kepala lepas

3. Alas mesin
Alas mesin adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi sebagai pendukung
eretan (support) dan kepala lepas, serta sebagai lintasan eretan dan kepala lepas. Alas
mesin ini memiliki permukaan yang rata dan halus. Hal ini dimaksudkan untuk
mendukung kesempurnaan pekerjaan membubut (kelurusan).

Gambar 2.4.4 bed mesin

4. Eretan
Eretan adalah bagian mesin bubut yang berfungsi sebagai penghantar pahat bubut
sepanjang alas mesin. Eretan terdiri dari tiga jenis, yaitu:

a)
b)
c)

Eretan bawah yang berjalan sepanajng alas mesin.


Eretan lintang yang bergerak tegak lurus terhadap alas mesin.
Eretan atas yang digunakan untuk menjepit pahat bubut, dan dapat diputar ke
kanan atau kekiri sesuai dengan sudut yang dikehendaki, khususnya pada saat
mengerjakan benda-benda yang konis. Dalam operasinya, eretan ini dapat
digerakkan secara manual maupun otomatis

Gambar 2.4 5 eretan

2.5 Alat Kelengkapan Mesin Bubut


Ada beberapa peralatan yang digunakan pada sebuah mesin bubut. Peralatan-peralatan
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tool post
Toolpost berfungsi untuk memegang tool atau pahat pada proses pembubutan, dimana
toolpost dipasang pada eretan.

Gambar 2.5. 1 tool post

2. Chuck
Chuck berfungsi untuk menjepit benda kerja, dimana chuck dipasang pada spindle, ada
dua tipe chuck yang sering digunakan yaitu:
a. Chuck Rahang Tiga

Chuck jenis ini digunakan untuk mejepit benda kerja yang bulat atau bersegi
beraturan.

Gambar 2.5. 2 chuck rahang tiga

b. Chuck Rahang Empat


Chuck jenis ini digunakan untuk menjepit benda kerja yang permukaannya rata.

Gambar 2.5. 3chuck rahang empat

3. Pembawa
Pembawa berfungsi untuk menjepit benda kerja yang tidak dapat dijepit oleh chuck,
dimana pembawa dipasangkan pada pelat pembawa.

Gambar 2.5. 4 Pembawa

Senter

Senter merupakan peralatan mesin bubut yang digunakan untuk menopang benda kerja
ang sedang dibubut, baik pada saat dibubut rata maupun dibubut tirus. Untuk menempatkan
senter ini, ujung benda harus dibuat lubang dengan menggunakan bor senter. Lubang ini
dimaksudkan sebagai tempat atau dudukan kepala senter. Penggunaan senter ini dimaksudkan
untuk menjada atau menahan benda kerja agar kelurusannya terhadap sumbu tetap terjaga.
Pada bagian kepalanya, senter ini berbentuk runcing dengan sudut ketirusannya 60 derajat.
Sementara pada sisi yang lainnya, berbentuk tirus. Ada dua jenis senter, aitu senter ang ikut
berputar mengikuti putaran benda kerja (senter jalan/live center) dan senter yang tidak ikut
berputar dengan putaran benda kerja (senter mati/tail stock center).

Gambar 2.5. 5Center

Penyangga
Penyangga atau disebut juga dengan kaca mata jalan, adalah peralatan mesin bubut
yang digunakan untuk menyangga benda panjang pada saat di bubut. Hal ini
dimaksudkan untuk menjaga benda kerja agar tidak melentur pada saat dibubut, sehingga
kelurusan benda kerja bisa tetap terjada. Ada dua jenis penyangga ang dapat digunakan,
yaitu :
a. Penyangga Tetap
Penyangga tetap digunakan untuk menyangga benda kerja, dimana penyangga tetap
ditempatkan pada jalur bed mesin.

Gambar 2.5. 6 Penyangga tetap

b. Penyangga Berjalan
Penyangga berjalan digunakan untuk menyangga benda kerja, dimana
ditempatkan pada eretan.

Gambar 2.5. 7penyangga bejalan

6. Pahat Bubut
Pahat bubut adalah perkakas potong yang digunakan dalam membubut. Pahat ini
terbuat dari bahan logam keras, seperti HSS ataupun Carbida. Logam-logam tersebut
memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya, sehingga pahat bisa
menyayat dengan baik. Selama membubut, ujung pahat harus selalu mendapat
pendinginan yang kontinyu, karena jika ujung pahat tersebut panas, pahat akan cepat aus
dan tumpul. Sesuai dengan bentuk dan penggunaannya, pahat-pahat bubut dapat
dinamakan: pahat kasar, pahat penyelesaian, pahat pemotong, pahat alur, pahat ulir, dan
pahat bentuk.
Berdasarkan arah pemakanan, pahat dapat dikelompokkan menjadi pahat kanan
dan pahat kiri. Pahat kanan adalah pahat yang arah pemakanannya dari kanan ke kiri, dan
pahat kiri adalah pahat yang arah pemakannnya dari kiri ke kanan.

Gambar 2.5. 8 pahat rata kiri

Gambar 2.5. 9 pahat rata kanan

2.6 Jenis pekerjaan dengan menggunakan mesin bubut


Pada laporan praktikum ini dijelaskan beberapa jenis pekerjaan yang dapat dilakukan
dengan menggunakan mesin bubut, konvensional. Tingkat kehalusan dan presisi ukuran hasil
benda kerja sangat tergantung dengan kemampuan operator mesin dalam mengoperasikan mesin
bubut, khususnya penggunaan skala nonius uuran pada mesin bubut. Selain itu juga dipengaruhi
oleh kualitas pahat bubut yang digunakan, dimana sudut-sudut hasil pengasahan pahat yang tepat
akan memperlancar proses pekerjaan. Jenis-jenis pekerjaan tersebut diantaranya yaitu :
a. Membubut lurus
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk membubut lurus. Pertama, pembubutan
memanjang (sejajar benda kerja) untuk mendapatkan ukuran diameter benda kerja yang
dikehendaki. Kedua, pembubutan permukaan rata (facing), yaitu meratakan permukaan pada
bidang diameter benda kerja untuk menghasilkan pembubutan permukaan datar pada benda
kerja.
b. Membubut eksentris

Eksentrik merupakan sebuah poros yang mempunyai kedudukan center/garis tengah diameter
yang berbeda posisi/tergeser, pada pembubutan ini dapat dilakukan dengan cara menggeser
posisi pencekaman benda kerja sejauh ukuran yang diminta dengan alat cekam four jaw chuck
independent, atau bisa juga dengan metode penjepitan between center dengan catatan lubang
center sudah dibuat eksentrik.
c. Membubut alur
Untuk membubut alur atau membuat celah dengan lebar dan kedalaman tertentu, digunakan
pahat bubut pengalur. Pembubutan alur bertujuan untuk membuat pembebas pada proses
penguliran atau bisa juga untuk tempat pemasangan snap ring, pembubutan alur dapat dilakukan
pada diameter luar dan dalam. Pahat ini berbentuk lurus, bengkok, berjenjang ke kanan atau ke
kiri
d. Memotong benda kerja
Untuk memotong benda kerja, digunakan pahat pengalur dengan penyayat sangat ramping,
tetapi hal ini jarang dilakukan, karena pahat yang digunakan untuk memotong akan mudah patah.
e. Mengebor
Pembubutan ini digunakan untuk pembuatan lubang pada benda kerja. Mata bor dipasang
pada dudukan yang tersedia pada center kepala lepas dan digerakan maju (langkah
pemakanan=kedalaman lubang) menggunakan roda pemutar eretan yang ada pada center kepala
lepas.

f. Membubut profil
Pembubutan ini menghasilkan berbagai macam bentuk profil produk. Proses pembubutan
dapat dilakukan secara manual menggerakan eretan secara bersamaan /simultan atau dapat juga
menggunakan pahat profil yang dibentuk sesuai dengan bentuk profil yang diinginkan.
g. Membubut dalam/boring
Pembubutan jenis ini banyak digunakan untuk keperluan memperbesar lubang pada benda
kerja. Proses kerja pembubutan dalam pada dasarnya sama dengan membubut rata, namun
dilakukan pada bagian dalam diameter benda kerja yang sebelumnya sudah dilubang
menggunakan mata bor.
h. Mengkartel (knurling)
Kartel atau knurling adalah membuat rigi-rigi pada benda kerja yang berfungsi sebagai
pegangan agar tidak licin. Pengkartelan dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa roda
kartel yang berukuran standar. Roda kartel tersebut dipasang pada toolpost dan kedudukannya

diatur setinggi senter benda kerja. Benda kerja dicekam pada senter kepala tetap dan sebaiknya
juga didukung menggunakan senter kepala lepas. Prinsip kerja kartel adalah bukan menyayat
benda kerja, tetapi menekan/menusuk benda kerja sehingga membentuk alur-alur kartel. Selama
proses kartel sebaiknya benda kerja diberikan minyak pelumas untuk mengurangi panas dan juga
membersihkan beram dihasilkan. Bentuk profil hasil kartel pada umumnya lurus, miring atau
silang (diamond).

2.7 Elemen Dasar


Elemen dasar dari proses bubut dapat di ketahui atau di hitung dengan menggunakan
rumus yang dapat di turunkan dengan memperhatikan gambar 2.6 berikut :

Gambar 2.6. elemen mesin

Kondisi pemotongan di tentukan sebagai berikut


Benda kerja

d0 = diameter mula mula; mm


Dm = diameter akhir; mm
Lt = panjang pemesinan

Pahat

Kr = sudut potong utama; 0

0 = sudut geram;

Mesin bubut

a = kedalaman potong; mm

a = do-m; mm
2
F= gerak makan; m ( r )
N= putaran poros utama ( benda kerja ); r/min
Elemen dasar dapat di hitung dengan rumus :
1). Kecepatan potong
V = .d.n/1000;m/min...................................................................(2.6.1 )
d = ( do + dm )/2 d; mm
d
= diameter rata-rata benda kerja; mm
do = diameter awal benda kerja; mm
dm = diameter akhir benda kerja; mm
n = putaran poros utama (spindel); rpm
2). Kecepatan makan
Vf = f.n;mm/mim.....................................................................( 2.6.2 )
3). Waktu pemotongan
Tc= Lt/vf; min...........................................................................(2.6.3)
4). Kecepatan penghasilan beram
Z= A.V
Dimana penampang geram sebelumnya terpotong
A=f.a; mm2
Maka
Z= f.a.v; cm3/min....................................................................( 2.6.4 )

BAB III
ALAT DAN BAHAN
3.1 Alat
Alat-alat yang di gunakan dalam proses mesin bubut sebagai berikut :
1). Busur
Busur lingkaran adalah garis lengkung yang terletak pada lengkungan lingkaran dan
menghubungkan dua titik sebarang di lengkungan tersebut. Pada gambar di atas, garis lengkung
AC (ditulis ) merupakan busur lingkaran. Busur lingkaran dibagi menjadi 2, yaitu busur kecil dan
busur besar. Pada umumnya, istilah dalam buku hanya busur lingkaran. Ini berarti yang
dimaksud adalah busur kecil. Sedangkan Tali Busur lingkaran adalah garis lurus dalam lingkaran
yang menghubungkan dua titik pada lengkungan lingkaran. Pada gambar diatas garis lurus AC
merupakan tali busur. Untuk penjelasan lebih detail tentang busur, bisa dilihat pada Panjang
Busur.
2). Center tetap
Berfungsi untuk menentukan titik tengah dari benda kerja dan menyamakan titik tengah
dengan mata pahat.

Gambar 3.1. 6 center

3). Center putar

Senter terbuat dari baja yang dikeraskan dan digunakan untuk mendukung benda kerja
yang akan dibubut. Ada dua jenis senter yaitu senter mati (tetap) dan senter putar.Pada umumnya
senter putar pemasangannya pada ujung kepala lepas dan senter tetap pemasangannya pada
sumbu utama mesin (main spindle).
Bagian senter yang mendukung benda kerja mempunyai sudut 60, dan dinamakan senter putar
karena pada saat benda kerjanya berputar senternyapun ikut berputar.Berlainan dengan senter
mati (tetap) untuk penggunaan pembubutan dantara dua senter, benda tersebut hanya ikut
berputar bersama mesin namun ujungnya tidak terjadi gesekan dengan ujung benda kerja yang
sudah diberi lubang senter. Walaupun tidak terjadi gesekan sebaiknya sebelum digunakan, ujung
senter dan lubang senter pada benda kerja diberi greace/gemuk atau pelumas sejenis lainnya.
4). Pahat
Berfungsi untuk memotong dan memakan benda kerja.

Gambar 3.1. 7 pahat

5). Jangka sorong


Digunakan untuk mengukur benda kerja.panjang,lebar dan tinggi.

Gambar 3.1. 2 jangka sorong

6). Mistar baja


Mistar gulung merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda kerja yang
panjangnya melebihi ukuran dari 100 cm, atau untuk mengukur benda-benda yang besar dan
panjang. Mistar gulung dibuat dari plat baja yang lebih tipis dari pada mistar baja

Gambar. Mistar baja


7). Kunci mata pahat
Kunci kombinasi 8 mm digunakan untuk menguatkan pahat pada postnya.

Gambar 3.1. 1 kunci kombinasi

8).Kunci pas
Kunci pas digunakan untuk melepas mur dan baut, dan merupakan kunci yang paling
mudah digunakan dimana tidak ada yang menghalangi pergerakan kepalanya. Rahang kunci pas
dibuat membentuk sudut kira-kira 15 terhadap tangkainya. Hal ini memungkinkan pengguna
menggunakan kunci pada posisi dimana akan mencegah dari perputaran penuh 60 yang
diperlukan untuk memutar mur kepala segi enam, dan siap mencengkeramnya kembali untuk
perputaran berikutnya.

Gambar. Kunci pas


9). Mata bor
Mata bor merupakan alat bantu sebagai proses pengeboran. Ukuran mata bor yang
digunakan saat proses membuat bushing yaitu 5, 10, 15, 20, 25, 30. Pada proses
pengeboran dilakukan dari mata bor terkecil dan berurutan hingga yang terbesar.
Tabel . Cutting, feed dan coolant untuk pahat bor HSS (Gerling, 1974 : 89)

Steel
Up to 40 kg/mm

s
v

5
0.1
15

10
0.18
18

Diameter of Drill
15
20
25
0.25
0.28
0.31
22
26
29

Steel
Up to 60 kg/mm

s
v

0.1
13

0.18
16

0.25
20

Material

0.28
23

0.31
26

Cool-ant
30
0.34
32
0.35
28

E
Or
S

Steel
Up to 80 kg/mm

s
v

0.07
12

0.13
14

0.16
16

0.19
18

0.21
21

0.23
23

Cast Iron
Up to 18 kg/mm

s
v

0.15
24

0.24
28

0.3
32

0.32
34

0.35
37

0.38
39

Cast Iron
Up to 22 kg/mm

s
v

0.15
16

0.24
18

0.3
21

0.33
24

0.35
26

0.38
27

dr
or
E

E = diluted soluble oil, S = cutting and cooling oil, dr = dry

Gambar. Mata bor


10). Kunci chuck
Digunakan untuk membuka dan mengencangkan rahang chuck.

Gambar 3.1. 11 kunci chuck

11). Water pass

Waterpass (penyipat datar) adalah suatu alat ukur tanah yang dipergunakan untuk
mengukur beda tinggi antara titik-titik saling berdekatan. Beda tinggi tersebut ditentukan dengan

garis-garis visir (sumbu teropong) horizontal yang ditunjukan ke rambu-rambu ukur yang
vertical.

Gambar water pass

DAFTAR PUSTAKA

T. Harismandri 2012, alamat web http://documents.tips/documents/laporan-mesin-bubut562651e1cdc0b.html, tanggal 6 april 2016