Anda di halaman 1dari 5

25

BAB IV
PEMBAHASAN
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah dokter gigi dan perawat gigi,
tetapi setiap dari mereka memiliki tugas masing-masing sesuai dengan kompetensi
dan tugas yang memang harus mereka lakukan.
Standar pendidikan profesi kedokteran dan kedokteran gigi disahkan oleh
Konsil Kedokteran Indonesia. Standar pendidikan profesi kedokteran dan standar
pendidikan profesi kedokteran gigi sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) :
a

Untuk pendidikan profesi dokter atau dokter gigi disususn oleh asosiasi

institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi.


Untuk pendidikan profesi dokter spesialis atau dokter gigi spesialis disusun
oleh kolegium kedokteran atau kedokteran gigi.
Asosiasi institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi dalam

menyusun standar pendidikan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf a


berkoordinasi dengan organisasi profesi,

kolegium, asosiasi pendidikan,

departemen pendidikan nasional dan departemen kesehatan. Kolegium kedokteran


atau kedokteran gigi sebagaimana dalam menyusun standar pendidikan profese
sebagaimana dimaksud pada ayat 2 huruf b berkoordinasi dengan organisasi
profesi asosiasi institusi pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi, asosiasi
rumah sakit pendidikan atau kedokteran gigi,departemen pendidikan nasional dan
departemen kesehatan.
Konsil Kedokteran Indonesia dalam UU No. 29 Tahun 2004 tentang
praktik kedokteran :
Pasal 17
1

Anggota Konsil Kedokteran Indonesia sebelum memangku jabatan wajib

mengucapkan sumpah/janji, menurut agamanya dihadapan Presiden.


Sumpah/janji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbunyi sebagai berikut :
a Saya bersumpah/berjanji bahwa dengan sungguh-sungguh bahwa saya
untuk melaksanakan tugas ini, langsung atau tidak langsung, dengan

26

menggunakan nama atau cara apapun juga, tidak memberikan atau


b

menjanjikan sesuatu apapun kepada siapapun juga.


Saya bersumpah/berjanji bahwa saya, untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu dalam tugas ini, tidak sekali-kali akan menerima
langsung atau tidak langsung dari siapapun juga suatu janji atau

pemberian.
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya dalam menjalankan tugas ini,
senantiasa menjunjung tinggi ilmu kedokteran atau kedokteran gigi dan
mempertahankan serta meningkatkan mutu pelayanan dokter atau dokter

gigi.
Saya bersuumpah/berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada dan
akan mempertahankan serta mengamalkan Pancasila sebagai dsar
negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
serta peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Negara Republik

Indonesia.
Saya berumpah/berjanji bahwa saya senantiasa akan menjalankan tugas
dan wewenang saya ini dengan sungguh-sungguh seksama, obyektif,
berani, tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, jender, dan
golongan tertentu dan akan melaksanakan kewajiban saya dengan
sebaik-baiknya, serta bertanggungjawab sepenuhnya kepada Tuhan Yang

Maha Esa, masyarakat, bengsa dan negara.


Saya bersumpah/berjanji bahwa saya senantiasa akan menolak atau tidak
mau dipengaruhi oleh campur tangan siapapun juga dan saya akan tetap
teguh melaksanakan tugas dan wewenang saya yang diamanatkan
Undang-Undang kepada saya.
Dalam penyelenggaraan praktik kedokokteran ada beberapa hal yang harus

diperhatikan diantaranya yaitu:


1 Sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kemapuan
seorang dokter atau dokter gigi untuk menjalankan praktik kedokteran setelah
2

lulus uji kompetensi


Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap dokter dan dokter gigi yang telah
memiliki sertifikat kompetensi dan telah memiliki kualifikasi tertentu lainnya
serta diakui secara hukum untuk melakukan tindakan profesinya. Surat tanda
registrasi wajib dimiliki oleh setiap dokter dan dokter gigi. Untuk

27

memperoleh surat tanda registrasi dokter dan surat tanda registrasi dokter gigi
harus memenuhi persyaratan :
a Memiliki ijazah dokter, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi

spesialis
Mempunyai surat pernyataan telah mengucapkan sumpah atau janji

c
d
e

dokter/dokter gigi
Memiliki surat keterangan sehat fisik dan mental
Memiliki surat kompetensi
Membuat pernyataan akan mematuhi dan melaksanakan ketentuan

etika profesi
Surat izin praktek adalah bukti tertulis yang diberikan dinas kesehatan
kabupaten atau kota kepada dokter dan dokter gigi yang telah memenuhi
persyaratan untuk menjalankan praktek. Setiap dokter dan dokter gigi yang
akan melakukan praktek kedokteran wajib memiliki SIP. Untuk memperoleh
SIP, dokter dan dokter gigi yang bersangkutan harus mengajukan permohonan
kepada kepala dinas kesehatan kabupaten atau kota tempat praktek
kedokteran dilaksanakan dengan melampirkan :
a Foto kopi surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter
gigi yang diterbitkan dan di legelisir asli oleh konsil kedokteran
b

indonesia yang masih berlaku.


Surat pernyataan mempunyai tempat praktik, atau surat keterangan dari

c
d

sarana pelayanan kesehatan sebagai tempat praktiknya.


Surat rekomendasi dari organisasi profesi sebagai tempat praktik.
Pas foto berwarna ukuran 4X6 sebanyak 3 lembar dan 3X4 sebanyak 2
lembar.
Dalam pengajuan permohonan SIP harus dinyatakan secara tegas

permintaan SIP untuk tempat praktik pertama, kedua, dan ketiga. Untuk
memperoleh SIP kedua dan ketiga pada jam kerja, dokter dan dokter gigi yang
bekerja di sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan sarana pelayanan kesehatan
yang ditunjuk harus melampirkan surat izin dari pimpinan instansi atau sarana
pelayanan kesehatan dimana dokter atau dokter gigi dimaksud pekerja.
Malpraktik adalah kelalaian atau kegagalan seorang dokter untuk
mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim
dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang cedera menurut ukuran di

28

lingkungan yang sama. Malpraktik dapat di bedakan menjadi tiga kelompok,


yaitu: malpraktik medik, malpraktik administrasi, dan malpraktik etik.
Selama ini pasien atau keluarga mengadukan dokter yang di duga
melakukan malpraktek ke berbagai instansi dan badan seperti, polisi, jasa
pengacara, IDI/MKEK, Dinas Kesehatan, LSM, Komnas HAM, dan media cetak
atau elektronik.
Tujuan upaya penanganan tersebut adalah agar tenaga medis lebih
berhati-hati dalam menjalankan tugas dan wewenangnya serta untuk melindungi
pasien.
Untuk

menegakkan

disiplin

dokter

dan

dokter

gigi

dalam

penyelenggaraan praktik kedokteran, dibentuk Majelis Kehormatan Disiplin


Kedokteran Indonesia. MKDKI merupakan lembaga otonom dari Konsil
Kedokteran Indonesia, MKDKI dalam menjalankan tugasnya bersifat independen,
MKDKI Indonesia bertanggung jawab kepada KKI, MKDKI berkedudukan di
Ibukota negara RI, MKDKI ditingkat provinsi dapat dibentuk oleh KKI atas usul
MKDKI.

Pimpinan MKDKI terdiri atas seorang ketua, seorang wakil, dan

seorang serketaris. MKDKI mempunyai hak dan bertanggung jawab dalam


melakukan pemeriksaan serta memberikan keputusan terhadap pengaduan yang
berkaitan dengan disiplin Dokter dan Dokter gigi seindonesia. Keputusan MKDKI
yaitu agar mengingatkan dokter, dokter gigi,dan KKI.
Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 71
diarahkan untuk :
a

Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan dokter dan dokter

gigi.
Melindungi masyarakat atas tindakan yang dilakukan dokter dan dokter gigi,

dan
Memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, dokter, dan dokter gigi.
Dengan terbitnya UU RI No.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran

di harapkan bahwa setiap orang yang merasa kepentingannya di rugikan atas


tindakan dokter dapat mengadukan kasusnya ke Majelis Kehormatan Disiplin
Kedokteran Indonesia (MKDKI) secara tertulis, atau lisan jika tidak mampu
secara tertulis. MKDKI memeriksa dan memberikan keputusan terhadap

29

pengaduan tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran etik, MKDKI meneruskan


pengaduan dimaksud kepada MKEK/IDI. MKDKI dapat memberikan sanksi
displin berupa peringatan tertulis, rekomendasi pencabutan Surat Tanda Registrasi
(STR), atau Surat Ijin Prakti (SIP) atau wajib mengikuti pendidikan/pelatihan
kembali di Institusi Pendidikan Kedokteran. Jika ter dapat bukti-bukti awal
adanya dugaan tindak pidana, MKDKI meneruskan pengaduan tersebut kepada
pihak yang berwenang dan atau pengadu mengugat kerugian perdata ke
pengadilan.