Anda di halaman 1dari 50

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM

DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
JAKARTA
2002

KATA PENGANTAR

Pendidikan Menengah Kejuruan sebagai penyedia tenaga kerja terampil


tingkat menengah dituntut mampu membekali tamatan dengan kualifikasi keahlian standar
serta memiliki sikap dan prilaku yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Sejalan dengan
itu maka dilakukan berbagai perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan
kejuruan. Salah satu perubahan tersebut adalah penerapan Sistem Pendidikan dan Pelatihan
Berbasis Kompetensi.
Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan tersebut, maka dirancang
kurikulum yang didasarkan pada jenis pekerjaan dan uraian pekerjaan yang dilakukan oleh
seorang analis dan teknisi kimia di dunia kerja. Berdasarkan hal itu disusun kompetensi
yang harus dikuasai dan selanjutnya dijabarkan ke dalam deskripsi program pembelajaran
dan materi ajar yang dibutuhkan dan disusun ke dalam paket-paket pembelajaran berupa
modul.
Modul-modul yang disusun untuk tingkat I di SMK Program Keahlian Kimia
Analisis dan Kimia Industri berjumlah dua belas modul yang semuanya merupakan paket
materi ajar yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh sertifikat sebagai laboran.
Judul-judul modul dapat dilihat pada peta bahan ajar yang dilampirkan pada setiap modul.

BANDUNG, DESEMBER 2002

TIM KONSULTAN KIMIA


FPTK UPI

i
2

DESKRIPSI

Modul ikatan kimia ini adalah modul ke tujuh yang harus dikuasai di tingkat I, baik
untuk Analisis Kimia maupun Kimia Industri. Modul ini membahas mengenai ikatan kimia
dan struktur molekul yang meliputi ikatan kovalen, ikatan ion, ikatan hidrogen, ikatan
VanderWalls dan ikatan logam. Pembahasan materi tersebut dibagi ke dalam empat
kegiatan yaitu kegiatan belajar ke-1 membahas mengenai ikatan kimia dan struktur
molekul, kegiatan belajar ke-2 mengenai ikatan kovalen dan ikatan oin, kegiatan belajar
ke-3 mengenai ikatan kovalen dan VanderWalls, dan kegiatan belajar ke-4 membahas
mengenai ikatan logam.
Disamping pembahasan mengenai konsep-konsep yang berkaitan dengan ikatan
kimia, juga disajikan lembar kegiatan untuk membantu peserta didik dalam

memahami

konsep-konsep tersebut. Waktu untuk mempelajari modul ini, dialokasikan sebanyak 80


jam.

ii

PETA KEDUDUKAN MODUL

iii
4

PRASYARAT

Sebelum mempelajari modul ini, Anda harus sudah menguasai materi yang dibahas
dalam modul struktur atom (modul 5) dan modul sistem periodik (modul 6).

PERISTILAHAN/GLOSARY

Ikatan kimia

Ikatan yang terjadi antara dua atom yang terdapat


dalam dua molekul baik sebagai molekul gas maupun
sebagai molekul senyawa atau antar atom dalam
molekul berbeda

Ikatan Ion

Dibentuk dengan adanya transfer satu atau lebih


elektron di kulit terluar dari satu atom menuju
elektron di kulit terluar atom lain untuk membentuk
konfigurasi elektron gas mulia.

Ikatan kovalen

Dibentuk oleh pemakaian elektron bersama antara


atom unsur yang sama atau atom unsur yang berbeda
Ikatan kovalen yang pemakaian elektron bersama

Ikatan kovalen koordinasi

hanya berasal dari satu atom atau tidak terjadi


kontribusi elektron diantara atom yang berikatan

Ikatan hidrogen

Gaya tarik antara atom hidrogen dari satu molekul


dengan atom sangat elektro negatif

iv
5

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .

Deskripsi .

ii

Peta Kedudukan Modul .

iii

Prasyarat .

iv

Daftar Isi .

Peristilahan ..

vi

Petunjuk Penggunaan Modul ..

Tujuan

a. Tujuan Akhir

b. Tujuan Antara
..
Kegiatan Belajar 1: Ikatan Kimia dan Struktur Molekul..

Kegiatan Belajar 2: Ikatan Kovalen

Kegiatan Belajar 3 : Ikatan Hidrogen dan Van der Walls ..

20

Kegiatan Belajar 4 : Ikatan Logam ..

27

Lembar Evaluasi .

34

Kunci Jawaban Lembar Evaluasi

42

Daftar Pustaka .

43

v
6

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

1. Pelajarilah materi dalam modul ini hingga benar-benar paham dan mengerti
2. Jawablah latihan-latihan yang ada, kemudian cocokkan hasil latihan Anda dengan
kunci jawaban
3. Ukurlah kemampuan Anda dengan mengerjakan evaluasi, bila jawaban Anda banyak
yang salah (kurang 75%), bacalah lagi modul ini dan kerjakan lagi soal-soalnya
4. Bila mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan mintalah bimbingan guru Anda.

TUJUAN
Tujuan Akhir
Menerapkan konsep ikatan kimia untuk mengenail sifat bahan dan menggunakannya.
Tujuan Antara
Setelah mempelajari modul ini siswa dapat :
1. Menjelaskan teori oktet dan duplet dalam menntukan kestabilan konfigurasi elektron
2. Menjelaskan ikatan kimia berdasarkan pada kestabilan konfigurasi elektron unsur
3. Menjelaskan pembentukan ikatan ion berdasarkan pada serah terima elektron dari
unsur yang berikatan
4. Menjelaskan pembentukan ikatan kovalen berdasarkan pada penggunaan bersama
elektron
5. Menentukan sifat kepolaran senyawa- senyawa berdasarkan keelektronegatifan unsur
yang berikatan
6. Menjelaskan terbentuknya ikatan hidrogen berdasarkan pada kepolaran molekul
7. Menjelaskan terbentuknya ikatan vander Walls berdasarkan pada bentuk molekul
8. Menjelaskan ikatan logam berdasarkan elektron bebas pada logam

KEGIATAN BELAJAR 1
IKATAN KIMIA DAN STRUKTUR MOLEKUL
Tujuan:
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan Anda dapat:
1. Menjelaskan teori oktet dan duplet dalam menntukan kestabilan konfigurasi elektron
2. Menjelaskan ikatan kimia berdasarkan pada kestabilan konfigurasi elektron unsur
3. Menjelaskan pembentukan ikatan ion berdasarkan pada serah terima elektron dari
unsur yang berikatan.
Lembar informasi
Ikatan kimia merupakan ikatan yang terjadi antara dua atom yang
molekul

baik sebagai molekul gas maupun molekul

terdapat dalam

senyawa atau antar atom dalam

molekul berbeda. Ikatan kimia ini dapat berupa ikatan ion (heteropolar), ikatan kovalen
(polar dan nonpolar), ikatan hidrogen, ikatan logam. Berdasarkan ikatan yang terbentuk
dapat diganbarkan bentuk struktur molekulnya.
akan diuraikan

Berdasarkan hal tersebut, maka bab ini

peranan elektron dalam ikatan kimia, ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan

logam, ikatan hidrogen dan bentuk molekul atau struktur molekulnya.


1. Peranan Elektron dalam Ikatan Kimia
Unsur unsur yang terdapat di alam , umumnya, sebagai
menunjukkan bahwa

atom-atom unsur cenderung berikatan

senyawa. Hal ini

dengan dirinya sendiri atau

dengan atom unsur lain untuk membentuk molekul

atau senyawa yang stabil. Unsur yang

stabil atau diperoleh di alam sebagai unsur bebas

adalah unsur unsur gas mulia. Hal ini

menunjukkan bahwa unsur gas mulia lebih sukar bereaksi daripada unsur lain. Untuk itu,
perhatikan konfigurasi elektron atom unsur gas mulia seperti tabel 4.1
Unsur
He
Ne
Ar
Kr
Xe

Tabel 1 Konfigurasi Unsur Gas Mulia


Konfigurasi elektron
1s2
1s2 2s2 2p6
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6

Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa konfigurasi elektron unsur gas mulia sudah
penuh yaitu orbital s dengan 2 elektron dan orbital p dengan 6 elektron atau pada kulit
terluar terisi 2 elektron (duplet) dan 8 elektron (oktet).

Konfigurasi elektron seperti atom

unsur gas mulia ini disebut konfigurasi elektron yang stabil (sudah penuh). Oleh karena itu,
3

atom unsur yang lain cenderung berikatan dengan atom

lain supaya mempunyai

konfiguarasi seperti atom unsur gas mulia. Atom atom tersebut saling berikatan dengan
cara melepaskan atau menerima elektron

dan konfigurasi elektron pada kulit terluar terjadi

perubahan, yaitu menjadi 2 atau 8 elektron. Dengan demikian, elektron pada kulit terluar
disebut elektron valensi yang berperanan dalam pembentukan ikatan kimia.
Berdasarkan peranan elektron di kulit terluar ini, maka Lewis menjelaskan
pembentukan ikatan kimia antar atom dengan menggambarkan

jumlah elektron terluar di

sekitar simbol atom unsur yang berikatan. Sebagai Contoh struktur Lewis beberapa atom
ditunjukkan sebagai berikut:
1) Konfigurasi elektron kulit terluar atom Na adalah satu (1) elektron, digambarkan
dengan

Na .

2) Konfigurasi elektron kulit terluar atom C adalah empat (4) elektron, digambarkan
dengan

:C:

3) Konfigurasi elektron kulit terluar atom Mg adalah dua (2) elektron, digambarkan
dengan

Mg :

4) Konfigurasi elektron kulit terluar atom P adalah tujuh (7) elektron, digambarkan
dengan

: P:

Berdasarkan cara pembentukan ikatan kimia antar atom terdapat beberapa ikatan
kimia , yaitu
ikatan ion (elektrovalen = heteropolar)
ikatan kovalen (atom = homopolar)
ikatan hidrogen
ikatan logam

Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi akibat adanya transfer elektron antar
atom, sedangkan ikatan kovalen terjadi akibat adanya pemakaian elektron bersama. Ikatan
kovalen koordinat merupakan ikatan kovalen yang pemakaian elektron bersama berasal
dari satu atom. Ikatan hidrogen terjadi antara atom hidrogen dengan atom yang mempunyai
keelektronegatifan besar dalam suatu molekul atau pada molekul lain. Ikatan logam terjadi
pada struktur logam.

2 Ikatan Ion
Ikatan ion dibentuk dengan adanya transfer satu atau lebih elektron di kulit terluar
dari satu atom menuju elektron di kulit terluar atom lain untuk membentuk konfigurasi
elekton gas mulia, yaitu dengan 8 elektron. Atom yang melepaskan elektron membentuk
ion bermuatan positif (kation). Sebaliknya, atom yang menerima elektron membentuk ion
bermuatan negatif (anion). Kedua ion yang mempunyai muatan berlawanan akan terjadi
tarik menarik dengan gaya elektrostatik membentuk senyawa ionik atau elektrovalen. Jadi
ikatan ion terjadi antara kation dan anion dengan gaya elektrostatik.
Umumnya, ion positip (kation) dibentuk oleh atom unsur logam, sedangkan ion
negatif (anion) dibentuk oleh atom unsur bukan logam. Dengan kata lain, senyawa ionik
dibentuk antara atom unsur logam dengan atom unsur bukan logam.
Sebagai contoh pembentukan senyawa ionik
Senyawa natrium klorida (NaCl) dibentuk antara atom Na dengan satu (1) elektron
di kulit terluar dengan atom klor (Cl) dengan tujuh (7) elektron di kulit terluar.

Atom Na

melepaskan satu elektron (membentuk ion Na+ ) diterima oleh atom klor (menjadi Cl

secara bersamaan. Kedua ion yang mempunyai muatan berlawanan bergabung dengan
gaya elektrostatik menjadi senyawa natrium klorida (Na

- Cl-). Transfer elektron terjadi

dari atom natrium menuju atom klor.


Pembentukan ikatan ion dapat digambarkan dengan titik (.) menurut rumus Lewis
sebagai berikut.
[ Na + ][ : Cl : -]

+ . Cl :

Na .
Atom Na (2.8.1)

atom Cl (2.8.7)

ion Na (2.8) ion Cl(2.8.8)


atau Na + - Cl (molekul NaCl)

Jumlah elektron yang dilepaskan atau diterima oleh suatu atom untuk membentuk
konfigurasi gas mulia yang stabil disebut elektrovalensi atom. Berdasrkan contoh di atas,
elektrovalensi natrium adalah + 1, dan elektrovalensi klor adalah 1.
elektropositif

memiliki

elektrovalensi

positif

(+)

dan

unsur

elektronegatif

Jadi unsur
memiliki

elektrovalensi negatif (-). Beberapa contoh pembentukan ikatan ion ditunjukkan sebagai
berikut.
1). Atom litium (Li: 2 . 1) berikatan dengan atom fluor (F : 2.. 7) membentuk
molekul litium fluorida (LiF)
5

Li .
+
.F:
Atom Li atom F

[Li + ] [ : F : - ]

Li + - F molekul LiF

2). Atom magnesium (Mg: 2.8.2) berikatan dengan atom oksigen (O : 2. 6)


membentuk molekul magnesium oksida (MgO)
Mg :

O:

[ Mg 2+ ] [ : O :

2-

Mg 2+ - O 2-

3). Atom kalium (K : 2.8.8.1) berikatan dengan atom belerang (S: 2.8.6) membentuk
kalium sulfida
K.
K.
.

O:

[ K + ] [ : O : 2-]
[K + ]

K+

O 2-

K+

4). Atom kalsium (Ca : 2.8.8.2) berikatan dengan atom klor (Cl : 2.8.7) membentuk
molekul kalsium klorida
Ca :

. Cl : [Ca 2+ ] [ : Cl : - ]
. Cl :
[ : Cl : - ]

Ca 2+ Cl Cl -

Berdasarkan beberapa contoh tersebut terlihat bahwa senywa ionik dibentuk antara

unsur

logam (golongan alkali dan alkali tanah) dengan unsur bukan logam (golongan VIIA dan
VIA).

LEMBAR KERJA 1
IKATAN KIMIA
Garam dan gula merupakan dua contoh senyawa kimia yang setiap hari kita
makan. Garam membantu keseimbangan tubuh dan menambah rasa pada makanan, gula
merupakan sumber energi dan pemanis. Kedua senyawa ini berwarna putih tetapi
mempunyai sifat yang sangat berbeda seperti pada tabel.
Tabel 2
Sifat

Garam

Gula

Rumus kimia

NaCl

C12H22O11

Titik leleh

810 oC

180 oC

Lelehannya menghantar listrik

ya

tidak

Larut dalam air

ya

ya

Larutannya menghantar listrik

ya

tidak

Bagaimana menjelaskan perbedaan ini?


Garam dan gula merupakan suatu senyawa. Atom-atom pada kedua senyawa ini bergabung
dengan cara yang berbeda. Atom-atom bergabung sehingga mempunyai susunan elektron
seperti gas mulia, yaitu susunan elektron yang stabil. Perhatikan tabel 3!
Tabel 3
Nama

Helium

Neon

Argon

2,8

2,8,8

Gambar susunan
elektron

Konfigurasi elektron

Atom-atom akan bergabung dengan dua cara, yaitu membentuk ikatan ion atau
ikatan kovalen.
Pada kegiatan ini akan dipelajari bagaimana terbentuknya ikatan ion atau ikatan
kovalen dalam suatu senyawa.
7

A. Ikatan Ion
Salah satu contoh senyawa yang mempunyai ikatan ion adalah natrium klorida.
Natrium

Klor

Logam yang reaktif

Natrium Klorida

Gas yang berwarna kuning

Senyawa ion berwarna putih

Pertanyaan 1
Lengkapi diagram yang ada di bawah ini!
Atom natrium (NA = 11)

Konfigurasi elektron
Jumlah proton
(masing-masing muatan +1)
Jumlah elektron
(masing-masing muatan -1)
Muatan total

----- ------ ----------------------------------------------

Atom klor ( NA = 17)

------ ------ ----------------------------------------------

Ketika natrium bereaksi dengan klor, satu elektron terluar dari natrium diberikan pada
atom klor sehingga keduanya membentuk ion yang susunan elektronnya stabil seperti gas
mulia.
Lengkapi diagram di bawah ini!
Ion Na+ dan ion Cl- akan berikatan dengan gaya
elektrostatik membentuk ikatan ion. Di dalam
kristal ion setiap ion terikat pada sejumlah ion
lain dengan ikatan yang kuat, maka diperoleh
struktur yang kokoh dan titik leleh yang tinggi.
Ion Na

dan ion Cl

akan berikatan dengan gaya elektrostatik membentuk

ikatan ion. Di dalam kristal ion setiap ion terikat pada sejumlah ion lain dengan ikatan
yang kuat, maka diperoleh struktur yang kokoh dan titik leleh yang tinggi.
8

Magnesium mudah melepaskan dua elektron terluarnya dan ditangkap oleh dua atom klor
sehingga keduanya membentuk ion yang susunan elektronnya stabil seperti gas mulia. Ionion tersebut berikatan membentuk ikatan ion.
Pertanyaan 2
Lengkapi diagram di bawah ini dengan tanda elektron!

Atom klor ( 2 8 7 )

Atom magnesium
(2 8 2)

atom klor

atom klor ( 2 8 7 )

atom klor ( 2 8 7 )

(2 87)

Berdasarkan data di atas, jelaskan apa yang ________________________________


________________________________
kamu simpulkan mengenai ikatan ion!
________________________________
Latihan 1
Soal
Penyelesaian
1. Di dalam sistem periodik ikatan ion ___________________________________
pada umumnya mudah terjadi dari ___________________________________
unsur-unsur pada golongan berapa?
2. Buatlah diagram pembentukan ikatan
ion pada senyawa KBr?

3. Buatlah diagram pembentukan ikatan


pada senyawa CaF2
4. Sebutkan sifat-sifat dari senyawa ion
___________________________________
___________________________________
___________________________________

KEGIATAN BELAJAR 2
IKATAN KOVALEN
Tujuan:
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini, diharapkan Anda dapat:
1. Menjelaskan pembentukan ikatan kovalen berdasarkan pada penggunaan bersama
elektron
2. Menentukan sifat kepolaran senyawa- senyawa berdasarkan keelektronegatifan unsur
yang berikatan
Lembar Informasi
Ikatan kovalen dibentuk oleh pemakaian elektron bersama antara atom unsur yang
sama atau atom unsur berbeda.

Pada ikatan kovalen tidak terjadi transfer elektron, tetapi

kedua atom yang berikatan saling memberikan elekron untuk digunakan bersama. Senyawa
yang terbentuk akibat terjadinya ikatan kovalen disebut senyawa kovalen.
Sebagai contoh pembentukan molekul dari dua atom hidrogen. Setiap atom hidrogen
mempunyai satu (1) elektron di kulit terluar. Penggabungan dua atom hidrogen saling
memberikan

sebuah

elektron

yang

digunakan

bersama

untuk

membentuk

molekul

hidrogen. Pembentukan moelekul hidrogen ini dapat dijelaskan menurut Lewis seperti
berikut.
H.
+
Atom H atom H

.H

H :.H

HH

molekul hidrogen

Dengan cara yang sama, molekul klor, oksigen, dan nitrogen dapat dijelaskan menurut
rumus Lewis.
1). Dua atom klor yang masing masing mempunyai 7 elektron di kulit terluar (Cl ;
2.8.7) bergabung membentuk molekul klor.
: Cl .
+ . Cl :
dua atom klor

: Cl : Cl :

pasangan elektron

Cl Cl
molekul klor

2). Dua atom oksigen (O: 2.6) bergabung membentuk molekul oksigen dengan
pemakaian bersama dua pasang elektron
10

: O: + : O :
dua atom O

:O : : O
pasangan elektron

O=O
molekul oksigen

3). Dua atom nitrogen (N: 2.5) bergabung membentuk molekul nitrogen dengan
tiga elektron berpasangan digunakan bersama.
: N :.
+ .:N: :N:::N:
N=N
dua atom N
tiga pasang elektron
molekul nitrogen

Sepasang elektron digunakan bersama menggambarkan sebuah ikatan kovalen. Dengan


cara yang sama, ikatan kovalen dikenal ikatan rangkap dua atau rangkap tiga, apabila dua
atau tiga pasang elektron berpasangan antara dua atom yang berikatan. Ikatan satu, dua,
dan tiga digambarkan dengan garis satu, rangkap dua, dan rangkap tiga antara dua atom
yang berikatan.
Beberapa contoh pembentukan ikatan kovalen antara dua atom yang berbeda anatara lain
adalah molekul air (H2O), molekul hidrogen sulfida (H2S), molekul amonia (NH3),
molekul metana (CH 4), molekul etena (C2H4), molekul asetelin (C2H2), dan lain-lain.
Nama molekul

Ikatan

Nama molekul

Ikatan

Air
Amonia

H O -H
H N H
H

Hidrogen sulfida
Metana

Etena

H C =C H

Asetelin

H S H
H
H- C - H
H
H- C C - H

1. Perbedaan Senyawa Ionik dengan Senyawa Kovalen


Senyawa ionik merupakan senyawa yang terjadi antara ion positif (kation) dengan ion
negatif (anion) oleh gaya elektrostatik. Hal ini berarti senyawa ionik terdapat ikatan ion
antar atom yang berikatan. Senyawa kovalen terjadi antara dua atom yang berikatan
dengan pemakaian elektron bersama atau dengan ikatan kovalen. Senyawa ionik dan
kovalen mempunyai perbedaan seperti ditunjukkan pada tabel 4.2

No

Tabel 2.1 Perbedaan Senyawa Ionik dan Kovalen


Senyawa ionik
Senyawa kovalen
11

2
3

5
6

Senyawa ionik terjadi transfer Senyawa kovalen terjadi pemakaian


elektron antara atom yang berikatan
elektron
bersama
antara
yang
berikatan
Senyawa ionik adalah polar dan Senyawa kovalen adalah tidak polar
terionisasi dalam air, misalnya:
dan tidak terion dalam air
+

NaCl = Na + Cl
Senyawa
kovalen
adalah
non
Dalam bentuk laruran atau leburan,
konduktor
senyawa ionik adalah penghantar
Umumnya, senyawa kovalen tidak
listrik.
larut dalam air, tetapi larut dalam
Senyawa ionik adalah larut dalam pelarut organik
air dan tidak larut dalam pelarut Senyawa kovalen dapat berupa padat,
organik seperti alkohol, aseton
cair, atau gas
Senyawa ionik merupakan zat padat
Umumnya, senyawa kovalen adalah
lunak , mudah melebur dan menguap
Umumnya, senyawa ionik adalah Pada kasus tertentu, senyawa kovalen
keras dan mempunyai titik lebur dapat menunjukkan ruang isomer,
dan didih tinggi
karena senyawa kovalen melibatkan
Senyawa
ionik
tidak
dapat sudut ikatan yang pasti.
menunjukkan ruang isomer sebagai
rantai elektrovalen tidak keras dan
tidak langsung.

2. Ikatan kovalen koordinasi (Datif)


Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang

pemakaian elektron bersama hanya

berasal dari satu atom atau tidak terjadi kontribusi elektron di antara atom yang berikatan.
Sehingga pada senyawa koordinasi terdapat atom sebagai donor sepasang elektron dan
atom sebagai aseptor sepasang elektron. Sebagai contoh ion amonium ( NH4 +)
H3 N : +
Molekul amonia

H+
ion H

+
[H3 N : H] +
[H3N H]
ion amonium

Dengan demikian, pembentukan ikatan kovalen koordinasi adalah hanya mungkin terjadi
antara atom yang tidak memiliki sepasang elektron di kulit terluar dengan atom atau ion
yang memiliki sepasang elektron di kulit terluar yang stabil.

Pada contoh di atas, molekul

amonia (NH3) adalah molekul netral berikatan dengan ion hidrogen (H+) menghasilkan ion
amonium yang berbuatan positif (NH4+)
Berikut merupakan beberapa contoh molekul dengan ikatan kovalen koordinasi.
1). Pembentukan ion hidronium dari molekul air dan ion H +
12

+ H+

H- O:
H

H- O : H +
H

H O H +
H

2). Pembentukan molekul ozon dari molekul oksigen dan atom oksigen
O :: O: +
O:
Molekul oksigen atom O

O: : O : O O = O O
molekul ozon

Contoh lain adalah pada molekul senyawa asam fosfat,

asam sulfat,belerang dioksida, dan

senyawa koordinasi atau senyawa kompleks [misalnya kalium ferri sianida ; K3Fe(CN)6].
Umumnya, senyawa kompleks dibentuk antara kation atom unsur transisi,dengan molekul
netral atau anion sederhana. Pada senyawa kalium ferri sianida dalam larutan terion
menjadi ion K
:

dan ion kompleks dari ferri sianida (Fe (CN)6 3-). Pada ion ferri sianida ini

Fe sebagai ion pusat dan ion sianida (CN -) sebagai ligand yang berfungsi mengelilingi

ion pusat.

Dalam hal ini, ion pusat sebagai aseptor sepasang elektron dan ligan sebagai

donor sepasang elektron.


3. Sifat kepolaran ikatan kovalen
Suatu ikatan kovalen antara atom A dan atom B melibatkan pasangan elektron dan
digambarkan sebagai A : B.

Suatu ikatan kovalen antara atom-atom, pasangan elektron

yang digunakan bersama berada tepat di tengah dari penggabungan dua atom atau dapat
diasumsikan sebagai ikatan kovalen murni (ikatan non polar). Sebagai contoh, molekul H2,
molekul Cl2, molekul N2, dan molekul O2.

H :H

Cl : Cl

O : :O

N: : : N

Pada sisi lain, ikatan antara dua atom yang berbeda , pasangan elektron yang digunakan
bersama tidak akan digunakan sama besar antara ke dua atom yang berikatan. Misalnya
ikatan A B, jika atom B mempunyai daya tarik elektron lebih kuat daripada A, maka
pasangan elektron bersama akan ditarik ke B lebih kuat daripada A. Senyawa yang
berikatan seperti ini akan memberikan ke arah ionik atau sifat polar dan secara nyata dapat
digambarkan seperti berikut
13

A+

- B -

Sebagai contoh , asam klorida dapat digambarkan sebagai;


H+

- Cl -

Setiap ikatan kovalen yang mempunyai sifat ionik sebagian disebut ikatan kovalen
polar.

Keberadaan sifat ionik dalam ikatan kovalen tergantung pada daya tarik relatif

elektron antara atom yang bersenyawa. Kemampuan suatu atom untuk menarik pasangan
elektron menuju dirinya sendiri dikenal elektronegativitas atom itu sendiri. Sehingga
perbedaan elektronegativitas
besar,

cenderung

antara dua atom yang terlibat dalam ikatan kovalen lebih

mempunyai

sifat

ionik

semakin

besar.

Apabila

perbedaan

elektronegativitas antara dua atom yang berikatan adalah lebih besar atau sama dengan 1,5,
maka molekul cenderung bersifat ionik, dan bila lebih kecil dari 1,5 molekul cenderung
bersifat kovalen polar .
Hasil perkalian muatan positif atau negatif dengan jarak antara pusat ke dua atom dalam
molekul disebut momen dipol, yang secara matematis dirumuskan sebagai
Momen dipol

= muatan

Apabila besarnya muatan elektron (e) = 1.10


8

Cm, maka harga momen dipol = 1.10 10

-10

jarak

ses (satuan elektrostatik). Jarak (d) = 1. 10


.1. 10

ses Cm = 10

18

ses C,m atau

Debey (D).
Besarnya momen dipol beberapa molekul dapat dilihat pada Tabel 2.2

Tabel 2.2 Momen Dipol Beberapa Molekul *)


Rumus
Molekul
(AB)
CsF (gas)
CsCl (gas)
HF
HCl
HBr
HI
CO

Momen
dipol D

Bentuk Molekul

10,44
7,89
1,78
1,07
0,79
0,38
0,12

Linear
Linear
Linear
Linear
Linear
Linear
Linear

Rumus
Molekul
AB2/ A2B
H2O
SO2
H2S
CO2
CS 2

Momen
dipol (D)

Bentuk molekul

1,85
1,62
0,95
0
0

Angular
Angular
angular
Linear
Linear

14

AB3
NH3
PF3
PH3
NF3
BF3
SO3

1,47
1,03
0,56
0,23
0
0

AB4
CH3Cl
CH2Cl2
CHCl3
CCl4
CH4

Piramidal
Piramidal
Piramidal
Piramidal
Datar trigonal
Datar trigonal

1,92
1,59
1,03
0
0

Tetrahedral
Tetrahedral
Tetrahedral
Tetrahedral
Tetrahedral

*). Sumber dari :Kimia untuk Universitas oleh Keenan hal 174

Berdasarkan harga momen dipol dari suatu zat dapat digunakan untuk mengistimasi sifat
ionik dari suatu ikatan kimia.

Suatu molekul dengan sifat ionik penuh momen dipolnya

dapat dihitung berdasarkan : muatan negatif 4,80 .10


ses , jarak antar muatan 1,27.10
momen dipol

10

ses dan muatan positif 4,80.10

Cm, maka

= muatan x jarak
= 4,80 . 10 8

6,07 . 10 18 ses Cm

1,27 . 10 10
= 6,07 D

Sebagai contoh, molekul HCl mempunyai momen dipol 1,07 D dan karbon teraklorida
(CCl4)
Sifat ionik molekul HCl

= 1,07/6,07 x 100% = 17,63%

Sifat ionik molekul CCl4

= 0/6,07 x 100%

= 0%

Jadi molekul HCl mempunyai sifat ionik 17,63% atu bersifat polar, sedangkan molekul
CCl4 tidak mempunyai sifat ionik atau bersifat non polar.

15

LEMBAR KERJA
IKATAN KOVALEN
Senyawa lain yang mempunyai cara berikatan yang berbeda dengan senyawa ion adalah
senyawa kovalen, misalnya gula alkohol, gas oksigen, gas hidrogen, dan air. Pada senyawa
ini semua unsur yang berikatan akan membentuk susunan elektron yang stabil seperti gas
mulia

dengan

ikatan

kovalen.

Ikatan

kovalen

jenisnya

berbeda-beda.

Untuk

mempelajarinya, lakukan kegiatan berikut ini!

Ion natrium

Konfigurasi elektron
Jumlah proton
Jumlah elektron
Muatan total
Lambang ion

ion klor

----- ------ -----------------------------------------------------------------

------ ------ -------------------------------------------------------------------

Perhatikan diagram di bawah ini!

Ikatan kovalen

1.

H-H

+
H

H2

Ikatan kovalen
2.

Cl-Cl
Cl

Cl

Cl2
Ikatan kovalen

Cl

HCl
16

Pertanyaan 3
Dari diagram di atas, jelaskan apa yang ___________________________________
dimaksud dengan ikatan kovalen!

___________________________________
___________________________________

Latihan 2
1. Gambarkan ikatan kovalen pada senyawa berikut:
F2

Br2

HF

HBr

2. Perhatikan ikatan kovalen yang terjadi pada H2O

2 atom H

atom O

H2O

Buatlah ikatan kovalen pada senyawa berikut!


CH4

CCl4

NH3

C2H5OH

17

3. Perhatikan ikatan kovalen yang terjadi pada senyawa O2 berikut

Buat seperti di atas, untuk ikatan kovalen yang terjadi pada N2!

.
Berdasarkan latihan (1) dan (2), ikatan Ikatan
kovalen

dapat

membentuk

ikatan

berbeda, sebutkan!

kovalen

ada

yang

membentuk

yang ikatan , ikatan , dan ikatan

2. Buatlah ikatan kovalen yang terjadi pada CO2 berikut:

C
1 atom C

2 atom O

CO2

Buat ikatan kovalen pada SiO2

Berikan contoh lain untuk senyawa dari ___________________________________


unsur berbeda dan mempunyai ikatan ___________________________________
rangkap!

___________________________________
___________________________________

4.Ikatan Kovalen Koordinat


18

Jika molekul NH3 mengikat ion H+ akan terjadi ion NH4+. Pada ion tersebut terjadi
ikatan kovelen koordinat. Ikatan semacam itu terjadi pula pada ion H3O+ dan ion-ion
kompleks dari unsur transisi.
Pertanyaan 4
1. Pada kedua ion di atas, ikatan kovalen koordinat itu berasal dari mana?
___________________________________________________________________
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ikatan kovalen koordinat!
___________________________________________________________________
Latihan 3
Gambarkan elektron-elektron yang membentuk ikatan, apakah termasuk ikatan
kovalen koordinat atau ikatan ion pada senyawa-senyawa di bawah ini!
No.

Rumus

1.

Struktur elektron

Jenis
________________

SO3

________________
2.

________________

H2SO4

________________
3.

________________

O3

________________
4.

________________

HNO3

________________

4. Ikatan Kovalen Nonpolar dan Polar


Cara

menetukan

ikatan

kovalen

nonpolar

dan

ikatan

kovalen

polar

dapat

menggunakan data keelektronegatifan, (lihat tabel pada buku teks) yaitu:


Ikatan kovalen nonpolar
Contoh

H2

Struktur Lewis

Harga

H = .

H = .

keelektronegatifan

Cl = .

Cl = .

Pada H2 = .

Pada HCl = .

Selisih

dan

Ikatan kovalen polar

Cl

HCl

Pada Cl2 =

keelekronegatifan
19

Berdasarkan contoh di atas, jelaskan pengertian ikatan kovalen nonpolar dan ikatan
kovalen polar!
Ikatan kovalen nonpolar =
________________________________________________
________________________________________________
Ikatan

kovalen

polar

________________________________________________

___________________________________________________

Berikan contoh ikatan kovalen nonpolar dan ikatan kovalen, masukkan pada tabel berikut.
Ikatan kovalen polar
Rumus

Struktur Lewis

Ikatan kovalen polar


Rumus

Struktur Lewis

20

KEGIATAN BELAJAR 3
IKATAN HIDROGEN DAN VANDER WALLS

Tujuan
1. Menjelaskan terbentuknya ikatan hidrogen berdasarkan pada kepolaran
molekul
2. Menjelaskan terbentuknya ikatan vander Walls berdasarkan pada bentuk
molekul
Lembar Informasi
Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik antara atom hidrogen dari satu molekul
dengsn atom sangat elektronegatif (seperti F,N,dan O dari molekul lain pada zat yang
sama. Ikatan hidrogen ini disebut juga jembatam hidrogen, sebab atom hidrogen bertindak
sebagai jembatan antara dua atom elektronegatif. Sebagai contoh.
H+ - F- + H+ - F- H+ - F- - - - H+ - FIkatan hidrogen

Gaya tarik antara atom H dari satu molekul dan atom F dari molekul lain merupakan ikatan
hidrogen. Pada kenyataan dua molekul H_F dapat berasosiasi membentuk molekul yang
besar dan dirumuskan senbagai (HF)n.
- - - H+ - F- - - - H+ - F- - - - H+ - F- - - - H+ - F- - - -

Umumnya, ikatan hidrogen digambarkan dengan garis potong-potong. Ikatan hidrogen ini
dapat terjadi pada intermolekul dan intramolekul.

Intermolekul melibatkan gaya tarik

elektrostatik antara atom hidrogen dengan atom unsur elektronegatif dalam molekul yang
berbeda. Intramolekul melibatkan gaya tarik elektrostatik antara atom hidrogen dengan
atom elektronegatif yang keduanya berada dalam molekul yang sama.
Contoh ikatan hidrogen pada inter molekul adalah sebagai berikut.
1). Air
H

O H - - - O H - - - O H - - - O H - - - O H
H
H
H

21

2). Alkohol
O H - - - O H - - - O H - - - O H - - - O H
R
R
R
R

3). Asam karboksilat


O- --H - O
RC

C - R
OH - -- O

4). Asam benzoat


O-- - HO
C6H5 C

C C6H5
OH -- - O

5). Amida
OR - C

C- R
HO

6) . p-nitrofenol

- - - H-O -

- N O - - - H O O

- N O
O

Contoh ikatan hidrogen pada intra molekul


1). Orto-nitrofenol
O -H
O
NO

2). Orto klorofenol


O
Cl

Akibat terjadinya ikatan hidrogen dalam molekul adalah


22

1) molekul dapat berasosiasi artinya dua atau lebih molekul dapat membentuk melekul
yang besar dengan berikatan hidrogen
2) adanya ikatan hidrogen dalam senyawa mengakibatkan senyawa tersebut mempunyai
titik didih dan titik lebur yang lebih tinggi. Contoh air mempunyai titik didih lebih
tinggi dibandingkan molekul lain yang mempunyai massa molekul sama.
Gaya Van der Waals
Elektron dalam sebuah prtikel pada suatu saat tidak tersebar merata di seluruh
bagian partikel, sehingga ada bagian yang bersifat negatif yang lainnya bersifat positif.
Peristiwa ini disebut dipol sesaat. Makin banyak elektron, makin banyak terjadi dipol
semacam ini. Suatu dipol sesaat dapat menginduksi dipol lain, dalam partikel yang
berdekatan. Kedua partikel ini saling tarik.
-

+
.+

dipol sesaat

+
.+

.+

dipol kedua menginduksi


dipol lainnya
Tarikan oleh Gaya van der Waals
Gaya yang lemah antara partikel-partikel ini disebut gaya van der Waals. Kekuatan gaya
ini bergantung pada jumlah elektron dalam partikel. Hal ini ditunjukkan adanya hubungan
antara jumlah elektron dan titik didih. (lihat tabel)
Tabel.3.1. Kaitan antara Jumlah Elektron dan Titik Didih
Molekul

Jumlah elektron

Titik didih oC

H2

-253

N2

14

-196

Cl2

34

-35

I2

126

+185

23

Konsep Hibridisasi
Konsep

hibridisasi digunakan untuk menjelaskan ikatan kovalen yang terjadi

dalam molekul yang tidak dapat dijelaskan dengan teori orbital molekul dan teori ikatan
valensi. Konsep hibridisasi dikemukakan oleh Linus Pauling pada tahun 1931.
Hibridisasi adalah

campuran pembagian kembali satu atau lebih orbital terluar (elektron

kulit terluar) dari suatu atom untuk memberikan orbital baru yang mempunyai energi sama.
Orbital baru ini disebut orbital hibrida.
1. Hibridisasi dalam berelium
Berelium mempunyai konfigurasi elektron

1s 2 2s2 dalam keadaan dasar.

Dalam keadaan dasar, semua elektron atom Be sudah berpasangan, sehingga tidak mampu
untuk bergabung dengan elektron atom lain untuk membentuk ikatan. Berdasarkan fakta
atom Be mampu bersenyawa dengan atom lain membentuk ikatan kovalen, misalnya
senyawa BeCl2, BeF2. Pembentukan ikatan kovalen

dari senyawa berilium dapat

dijelaskan sebagai berikut.


Selama Be mengadakan ikatan dengan klor atau fluor membebaskan energi. Energi

ini

digunakan untuk mempromosikan satu elektron pada orbital 2s ke orbital 2p yang masih
kososng.

Selanjutnya, suatu keadaan tereksitasi atom Be memiliki dua orbital 2s dan 2p

yang masin- masing terisi sebuah elektron mengalami


bentuk sama untuk membentuk orbital hibrida sp

hibridisasi sp dengan kekuatan dan

yang linier. Pembentukan orbital

hibrida

sp dapat ditunjukkan sebagai berikut.

2p

2s

1s

Keadaan dasar

Keadaan tereksitasi

keadaan hibridisasi

Orbital s

hibrida sp

orbital p

orbital hibrida sp

24

Apabila atom Be berikatan dengan atom klor


2

(17 e) yang mempunyai konfigurasi

elektron: 1s 2 s 2p 3s 3p , berarti pada atom klor mempunyai satu orbital p yang masih
terisi sebuah elektron , maka terjadi ikatan antara orbital p pada atom klor dengan orbital
hibrida sp pada atom Be.

atom klor (px 1)

orbital hibrida sp

Molekul Be Cl2

2. Hibridisasi dalam boron


Konfigurasi elektron atom B (5 e ) adalah 1s2 2s2 2p1, seperti atom Be, atom
B mengalami hibridisasi sp2 dengan membentuk orbital hibrida sp2

yang membentuk

segitiga palnar sudut 120 setiap sudutnya. Contoh senyawa boron adalah BCl3, BF3.

2p

2s

hibridisasi sp 2

Energi

1s
keadaan dasar

keadaan tereksitasi

orbital hibrida

3. Hibridisasi dalam karbon


Konfigurasi elektron atom karbon (C ) adalah 1s2 2s2 2px1 2py1. Seperti atom
Be , bila atom C berikatan dengan atom H (misalnya) untuk membentuk ikatan kovalen
dalam senyawa metana (CH 4)

maka energi yang dibebaskan mempromosikan satu

elektron pada orbital 2s menuju orbital 2pz yang masih kosong, sehingga ke empat
elektron ini

(2s1 2px1 2py1 2pz1) berhibridisasi membentuk orbital hibrida sp3 yang

secaralangsung membentuk bidang tetrahedral, dengan sudut ikatan 109 0 - 28 .

25

2p

2s

1s

Keadaan dasar

keadaan tereksitasi

orbital hibrida
H

Atom H

atom C

molekul metana

Contoh lain ikatan atom C dengan H dalam senyawa etana (C2H6), propana (C3H8), butana,
(C4H10) , dan seterusnya.
H

H ------ C ---- + ----- C ------- H


H
Sp

H -------

H
sp

Dalam molekul etena ( C2H4),

C ------- C ------- H ------- H


H

molekul etana

setiap atom karbon membentuk ikatan kovalen melalui

orbital hibrida sp2. Dua orbital sp2 dari setiap atom karbon membentuk ikatan
dengan orbital 1s dari atom H. Orbital sp
ikatan . Dua atom karbon

antara dua atom karbon

(sigma)

jugam membentuk

dan empat hidrogen terletak bidang datar dengan membentuk

sudut 120 0. Dua orbital 2p pada setiap atom karbon terjadi overlapping dengan cara sisi
dengan ikatan

. Dengan demikian, antara atom karbon terjadi ikatan rangkap yang

mengandung ikatan dan .


H

H
C

Molekul etena (etilena)

26

LEMBAR KERJA 3
IKATAN HIDROGEN
Ikatan

higrogen

dapat

pula

terjadi

di

antara

molekul-molekul

dan

menyebabkan titik didihnya tinggi. Ikatan semacam ini disebut ikatan hydrogen. H2O, HF,
dan NH3 mempunyai titik didih yang lebih tinggi daripada hidrida lain, golongan yang
sama. Pada H2O, HF, dan NH3 terdapat unsur O, F, dan N yang mempunyai
keelektronegatifan tinggi dan H dengan keelekronegatifan rendah sehingga senyawa
tersebut mempunyai polaritas yang tinggi. Akibatnya terjadilah tarik menarik molekulmolekul dan membentuk ikatan hidrogen yang digambarkan sebagai berikut.

Soal

Penyelesaian

Apa yang dimaksud dengan ikatan


hidrogen?
Sebutkan sifat senyawa yang
mengandung ikatan hidrogen

27

KEGIATAN BELAJAR 4
IKATAN LOGAM
Tujuan
Menjelaskan ikatan logam berdasarkan elektron bebas pada logam
Lembar Informasi
Logam mempunyai sifat yang beraneka ragam, tetapi ada bebrapa sifat khas yang
dapat membedakan antara logam dengan bukan logam.

Sifat fisika logam antara lain

adalah
daya hantar jenis listrik dan panas yang tinggi, berarti di dalam logam terdapat

beberapa elektron yang terikat secara lemah dan dapat bergerak bebas akibat
pengaruh listrik atau panas
permukaannya

mengkilap, umumnya permukaan logam yang baru dipotong

berwarna abu- abu atau keperakan yang mengkilap, kecuali emas dan tembaga
struktur khas logam berupa kristal yang sangat rapat tersusun oleh atom-atom
bila diberi tegangan mampu mengubah bentuk tanpa retak. Logam dapat

ditempa, ditarik, walaupun susunan atom-atom dalam logam sangat rapat.

Menurut pandangan modern, suatu logam terdiri atas suatu kisi yang rapat dari ion-ion
positif dan di sekitarnya dikelilingi atau terdapat lautan elektron elektron valensi.
Elektron valensi ini terbatas pada permukaan energi tertentu, tetapi elektron valensi ini
mempunyai kebebasan bergerak. Apabila diberi energi, elektron elektron ini mudah
dipndahkan dari satu atom ke atom lain. Sistem ikatan yang terdapat pada logam disebut
ikatan logam. Ikatan logam ini

memberikan kekuatan dan keuletan kepada logam dan

sekaligus memungkinkan terjadinya deformasi. Ion positif pada logam menempati posisi
yang relatif tetap

dalam lautan elektron, tetapi ion-ion ini dapat menggelincir satu

melewati yang lain dengan mudah seprti ditunjukkan pada gambar

berikut. Oleh karena

itu, logam tidak retak bila dipukul dengan palu atau digilas menjadi lembaran atau ditarik
menjadi kawat.

28

+ + + + + + + +
e e e e e e e e
+ + + + + + +
e e e e e e e
+ + + + + + +
e e e e e e e

+
e

+
e

+
e

+
e

+
e
+

+
e

+
e

+
e

+
e

Gambar 4.1 Bila atom- atom logam didistrorsikan , sepotong logam, masih dapat kuat
kembali karena terbentuknya ikatan logam yang baru
Ikatan logam mudah dipahami dengan menggunakan teori orbital molekul. Sebagai
contoh, ikatan logam yang terjadi dalam logam natrium. Atom Na mempunyai konfigurasi
elektron : 1s 2 2s2 2p6 3s1.Bila dua atom na didekatkan, maka orbital 3 s1

akan bergabung

dengan orbital atom 3 s1 dari atom yang lain, membentuk dua orbital molekul. Orbital ini
mempunyai energi lebih rendah dan yang lain lebih tinggi. Apabila 3 atom Na bergabung
membentuk 3 orbital moelkul, dan n atom Na bergabung membentuk N orbital molekul.
Jumlah orbital molekul adalah sama dengan jumlah atomnya. Tingkat energi dari orbital
molekul ini sangat berdekatan sehingga berbentuk pita energi, dengan distribusi energi
yang kontinu seprti ditunjukkan pada Gambar 4. 2 Karena kerapatan pita energi paling
besar di tengah, maka makin ke atas dan ke bawah makin berkurang. Gabungan orbital
atom 3p yang kosong membentuk pita energi yang kosong pula.
Karena setiap orbital atom memberikan satu tingkat energi kepada pita energi dan setiap
tingkat energi dapat diisi dua elektron, maka pita energi dari N atom dapat diisi oleh 2N
elektron.

----------------------------------------------------------------------energi

Gambar 4.2 Pembentukan pita energi


Dalam natrium, pita energi hanya terisi setengah, yaitu pada orbital ikatan
terisi penuh dan pada orbital anti ikatan masinh kosong. Orbital 1s, 2s, 2p terarah dalam
29

kristal dan orbital 3s yang setengah terisi tidak terarah dalam kristal. Pada gambar 4.3
diberikan contoh tingkat energi dalam atom Na dan pita energi dalam kristal Na dan Mg
(atom Mg dengan konfigurasi elektron : 1s2 2s2 2p6 3s2)

3p
3s
Energi

2p
2s
1s
Atom Na

Kristal Na

Kristal Mg
Gambar 4.3 Tingkat energi atom Na dan pita energi kristal Na.

Struktur Molekul
Struktur suatu senyawa dapat dibedakan berdasarkan bentuk kristalnya, yaitu kristal
senyawa ion (kristal ionik), kristal molekul yang berikatan kovalen, dan kristal berikatam
hidrogen, dan kristal logam.
Kristal ionik
Kristal ion dibentuk oleh senyawa yang berikatan ion, seprti kristal NaCl, kristal CsCl,
CaCO3, MgCl2, dan seterusnya. Gambar 4.4 menunjukkan contoh kristal NaCl dan CsCl
berbentuk kubus.

30

Gambar 4.4 Bentuk Kristal NaCl dan CsCl


Kristal Kovalen
Kristal kovalen dibentuk oleh senyawa

atau molekul yang berikatan kovalen antara

atom-atom di dalam kristal. Sebagi contoh kristal intan, atom-atom karbon terikat
secara kovalen dengan atom C tetangganya dalam bentuk tetrahedral. Kristal kovalen
ini mempunyai sifat keras, dengan titik lebur tinggi dan bukan penghantar.

Gambar

4.5 menunjukkan contoh kristal grafit.

Gambar 4.5 Kristal intan

Senyawa

kovalen

umumnya

mempunyai

bentuk

molekul

yang

khas.

Tabel

4.4

menunjukkan bentuk molekul beberapa molekul kovalen.

31

Orbital
hibrida
sp
sp2
sp3
dsp2
dsp3
d2sp3/
sp3d2

Tabel 4.4 Bentuk Molekul Beberapa Senyawa Kovalen


Bentuk molekul
Jumlah pasangan
Contoh senywa
elektron
Linier
1
BCl2, CO2, HCN
Segitiga datar
2
BF3, SO3, CO3 2-, NO3
Tertrahedral
3
CH4, BF4 -, NH4 +, SO4 2Segiempat planar
4
Cu(NH3)4 2+
Trigonal bipiramidal
5
PCl5, SbCl5
Oktahedral
6
SF6, SiF6 2- , PF6 -

Kristal molekul
Kristal molekul tersusun oleh kisi-kisi molekul oleh atom atom itu sendiri. Kekuatan
ikatan antar molekul lebih lemah daripada ikatan kovalen dalam molekul itu sendiri.
Contoh struktur molekul yang berikatan hdrogen adalah struktur molekul dalam es.
(molekul air dalam bentuk padat).

Gambar 4.6 Struktur molekul air dalam zat padat (es)


Kristal logam
Kristal logam tersusun oleh atom atom logam yang berikatan logam. Susunan atom di
dalam logam sangat rapat, sehingga massa jenis logam sangat tinggi. Struktur kristal logam
dapat berbentuk kubus, heksagonal, dan sebagainya. Gambar berikut merupakan contoh
kristal logam berbentuk kubus berpusat muka dan heksagonal.
32

Gambar 4.7 Kristal logam berbentuk heksagonal

33

LEMBAR LATIHAN
Kerjakan semua soal berikut dengan singkat dan jelas!
1. Apa yang dimaksud dengan: konfigurasi elektron yang stabil, ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan logam, orbital hibrida, dan ikatan hidrogen!
2. Berilah contoh senyawa yang berikatan ion, kovalen, dan hidrogen masing-masing
5 buah!
3. Jelaskan perbedaan senyawa ion dan senyawa kovalen!
4. Jelaskan pembentukan ikatan ion dan kovalen!
5. Sebutkan ikatan yang terjadi pada senyawa: H2SO4, Fe2O3, FeCl3, KNO3, dan
CaCO3.
6. Berilah contoh bentuk struktur senyawa yang berikatan ion, kovalen, dan logam
masing-masing 2 buah!
7. Jelaskan pembentukan molekul H2, CH4, BeCl2, dan C2H4 menurut teori Lewis dan
hibridisasi

34

LEMBAR EVALUASI

1. Partikel atom unsur X, mempunyai nomor massa 56, jumlah neutron 36, maka jumlah
proton atom unsur tersebut .
A. 16

B. 26

C. 30

D. 36

E. 56

2. Suatu atom fosfor nomor atomnya 15 dan nomor massa 31. Jumlah proton, neutron,
dan elektron untuk P3- adalah .
A. 15-16-18

D. 18-15-18

B. 15-16-12

E. 16-18-15

C. 18-16-15
3. Unsur X dengan massa atom 39, jumlah neutron 20, konfigurasi elektron untuk X+1
adalah .
K L M N

K L M N

A. 2 8 8

D. 2 8 9

B. 2 8 8 2

E. 2 8 9 3

C. 2 8 8 8 1
4. Diketahui unsur-unsur
I. 25Cl17

II. 32P 15

III.32S16

IV. 37C17

V. 31P15

Yang merpakan isotop ialah pasangan unsur .


A. I dan II

D. III dan IV

B. I dan IV

E. IV dan V

C. II dan III
5. Atom unsur manakah yang mempunyai elektron valensi yang sama?
A.

24

Mg12 dan 40Ca20

D.

40

B.

24

E.

27

C.

24

Na11 dan 24Mg12

Al13 dan 46V23

Al13 dan 24Mg12

Mg12 dan 39K19

6. Unsur-unsur manakah yang mempunyai periode yang sama dalam sistem peiodik?
A.

12Mg dan 4Be

D. 9F dan 11Na

B.

12Mg dan 17Cl

E.

C.

11Na dan 19K

12Cl dan 19K

A. 3
35

7. Kelompok senyawa di bawah ini yang terbentuk dengan ikatan kovalen adalah .
A. KCl, NaBr, KI

D. HCl, H2O, KCl

B. HBr, KBr, KI

E. KI, KCl, NaCl

C. CO2, C2H4, H2O


8. Unsur X nomor atom 13 dan Y nomor atom 8 membentuk senyawa dengan rumus .
A. XY

D. XY 2

B. X2Y

E. X2Y2

C. X2Y3
9. Ikatan kovalen rangkap dua terdapat pada molekul .
A. O2

D. F2

B. N2

E. H2

C. Cl2
12. Keelektronegatifan

H = 2,1

F = 4,0

Cl = 3,0

N = 3,1

Senyawa kovalen manakah yang paling polar?


A. NH3

D. HCl

B. HF

E. NCl3

C. H 2O
13. Ikatan kovalen rangkap tiga terdapat pada molekul .
A. H2

D. N2

B. O2

E. P4

C. Cl2
14. Kelompok senyawa yang semuanya berikatan ion adalah .
A. NaCl-CO2-H2O

D. KCl-MgO-NaCl

B. Cl2-CO2-H2O

E. KCl-CO2-N2

C. HCl-H2O-NaOH
15. Unsur Na akan membentuk ikatan ion paling kuat dengan unsur .
A. 9F

D.

B.

17Cl

E.

C.

35Br

53I
87At

16. Salah satu teori yang menjadi dasar timbulnya model atom modern adalah
A. Rutherford, Niels Bohr, dan de Broglie.
B. Pauli, Niels Bohr, dan de Broglie.
C. Rutherford, Niels Bohr, dan Hund.
36

D. De Broglie, Niels Bohr, dan Schrodinger.


E. Dalton, de Broglie, dan Husenberg.
17. Di bawah ini adalah lambang unsur dan nomor atomnya, atom yang memiliki 6
elektron valensi adalah
A. 6C

B. 8O

C. 12Mg

D. 14Si

E. 19K

18. Suatu ion bermuatan +2 dan bernomor 20, konfigurasi elektronnya adalah
A. 1s22s22p63s23p64p2

D. 1s 22s22p63s23p64s24p2

B. 1s22s22p63s23p6

E. 1s22s22p63s23p63d2

C. 1s22s22p63s22p64s24d2
19. Pada pasangan mana molekul-molekul mempunyai bentuk yang sama ?
A. AlCl3 dan BCl3
B. AlCl3 dan PCl3
C. BF3 dan NH3
D. BCl12 dan H2O
E. CO2 dan SO2
(No. Atom : 1H, 6C, 8O, 13Al, 9F, 7N, 5B, 15P, 16S)
20. Unsur X nomor atom 5 dan Y nomor atom 7 membentuk senyawa XY3, bentuk
molekul senyawa ini adalah
A. linier.

D. segi empat datar.

B. segitiga sama sisi.

E. oktahedral.

C. tetrahedral.

SOAL-SOAL PILIHAN BERGANDA


Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan cara melingkari salah satu huruf
di depan pernyataan jawaban yang benar!
1.

Atom X mempunyai konfigurasi elektron


1s2 2s2 2p6 3s2
Senyawa yang mungkin dibentuk oleh atom X adalah:
a. HX2

2.

b. XCl2

c. CaX

d. X2SO4

e. X2(PO 4)3

Kelompok zat di bawah ini yang semuanya memiliki ikatan kovalen adalah:
KI, HBr, Cl2
CO2, CH4, NaCl

d. I2, HF, KBr


e. NaBr, KCl, NaI

NH3, HCl, H2O


37

3.

X mempunyai nomor atom 12 dan Y mempunyai nomor atom 9. Senyawa antara X


dan Y adalah:
a.

4.

b. XY

c. X2Y

d. X2Y3

e. X3Y2

Kaidah oktet tidak berlaku bagi senyawa:


a.

5.

XY2

CH4

b. NH3

c. CH3Cl

d. BF3

e. H2O

Rumus elektron asam nitrit, HNO2, adalah sebagai berikut:


B

..

H : N : : O
..
..
:O:
..
C

Pasangan elektron yang membentuk ikatan kovalen koordinat adalah:


a. A

b. B

c. C

d. A dan C

e. B dan C

6. Unsur A dengan nomor atom 5 membentuk senyawa XY. Bentuk molekul senyawa
ini adalah:
a. Linier

d. bujur sangkar

b. Segitiga

e. oktahedral

c. tetrahedral
7. Pada molekul N2 (nomor atom N = 7), jumlah pasangan elektron yang dipakai
bersama adalah
1

b. 2

c. 3

d. 4

e.

8. Pasangan senyawa yang mengandung ikatan kovalen koordinat adalah:


a.

9.

NH4+ dan CH4

d. H2O dan NH3

b.

H3O dan Ag(NH3)2Cl

c.

AgCl dan FeSO4

Molekul

e. K 4Fe(CN)6 dan NaBr

NH3 memiliki struktur tetrahedral. Jenis hibridisasi dalam molekul

senyawa ini adalah:


a.

sp

b. sp2

c. sp3

d. sp3d e.

sp3d2

10. Molekul XY3 bersifat polar, dan memenuhi kaidah oktet. Maka dapat disimpulkan
bahwa:
a.

Atom X mempunyai sepasang elektron bebas

b.

Atom X mempunyai dua pasang elektron bebas

c.

Atom X mempunyai tiga pasang elektron bebas


38

d.

Atom X mempunyai empat pasang elektron bebas

e.

Atom X tidak mempunyai pasangan elektron bebas

11. Keelektronegatifan unsur-unsur H, F, Cl, Br, dan I masing-masing adalah 2,1; 4,0;
3,0; 2,8; dan 2,5
Senyawa manakah yang paling polar?
a. F2

b. IBr

c. HI

d. BrCl

e. HCl

12. Unsur M dengan struktur elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1 akan membentuk senyawa
klorida dengan rumus:
a. MCl

b. MCl2

c. MCl3

d. M 2Cl

e. M 3Cl

d. CS2

e. H 2O

13. Senyawa di bawah ini yang paling polar adalah:


a. N2

b. NH3

c. Cl2

14. Unsur dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 akan membentuk ikatan yang
paling bersifat ion, jika bersenyawa dengan unsur yang konfigurasi elektronnya:
a.

1s2 2s2 2p4

b.

1s2 2s1

c.

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1

d.

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2

e.

1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1

15. Pasangan berikut yang merupakan senyawa ionik adalah:


a.

CO2 dan Na2O

d. H2O dan H2S

b.

HCl dan NaCl

e. NaI dan ICl

c.

KH dan KBr

16. Sulfida di bawah ini yang mengandung ikatan kovalen adalah:


a.

Na2S

b. BaS

c. Al2S3

d. CS2

d. PbS

17. Dengan mengingat struktur kristalnya, manakah zat padat berikut yang titik
leburnya paling tinggi:
a. belerang

b. natrium

c. intan

d. NaCl

d. besi

18. Suatu padatan dengan struktur kristal ionik akan memiliki sifat-sifat:
a.

lunak, titik lebur rendah dan tidak menghantar listrik

b.

keras, titik lebur rendah dan cairannya menghantar listrik

c.

keras, titik lebur rendah dan tidak menghantar listrik


39

d.

lunak, titik lebur tinggi dan cairannya menghantar listrik

e.

keras, titik lebur tinggi dan cairannya menghantar listrik

19. Di bawah ini tercantum beberapa data untuk H2O dan H2S
Rumus

Mr

Titik lebur

Titik didih

H2O

18

0 oC

100 oC

H2S

34

-84 oC

-62 oC

Perbedaan titik lebur dan tittik didih kedua senyawa ini disebabkan:
a.

H2S mempunyai ikatan van der Walls di antara molekul-molekulnya

b.

H2O mempunyai ikatan hidrogen di antara molekul-molekulnya

c.

H2S mempunyai ikatan hidrogen di antara molekul-molekulnya

d.

Jari-jari atom S lebih besar dari jari-jari atom O

e.

Mr H2S lebih besar dari Mr H2O

20. Unsur A yang bernomor atom 52 bersenyawa dengan unsur B yang bernomor atom
55. Senyawa yang terbentuk adalah:
a.

AB yang berikatan kovalen

b.

A2B yang berikatan kovalen

c.

AB2 yang berikatan kovalen

d.

AB2 yang berikatan ion

e.

A2B yang berikatan ion

21. Senyawa manakah yang hanya mempunyai sepasang elektron bebas?


a.

Amonia

d. garam dapur

b.

Air

e. asam klorida

c.

metana

22. Ikatan kimia yang terbentuk antara unsur-unsur dengan konfigurasi elektron
1s2 2s2 2p6 3s2 3p3 dan 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 adalah:
a.

ikatan ion

d. ikatan logam

b.

ikatan kovalen

e. ikatan van der Walls

c.

ikatan koordinasi

23. Peristiwa perpindahan elektron berlangsung pada pembentukan senyawa:


a. HBr

b. NH4Cl

c. AlH 3

d. H2SO4

d. NH3

24. Jika arus listrik dialirkan melalui NaCl cair dan HCl cair, maka:
40

a.

hanya NaCl yang meneruskan arus listrik

b.

hanya HCl yang meneruskan arus listrik

c.

NaCl dan HCl meneruskan arus listrik

d.

NaCl dan HCl tidak meneruskan arus listrik

e.

NaCl dan HCl meneruskan aliran listrik hanya jika dilarutkan ke dalam air.

25. Keelektronegatifan F, Br, dan H masing-masing adalah 4,0; 2,8; dan 2,1. Manakah
deret senyawa di bawah ini yang tersusun dengan urutan kepolaran yang makin
menurun?
a.

BrF, HF, HBr

d. HBr, HF, BrF

b.

HF, BrF, HBr

e. HF, HBr, BrF

c.

BrF, HBr, HF

26. Konfigurasi elektron terluar dari Ca (Z=20) dan Cl (Z=17) dalam senyawa CaCl2,
masing-masing adalah:
a.

4s1 dan 3s2 2p6

d. 3s2 3p6 dan 3s2 3p6

b.

4s2 dan 3s2 3p5

e. 3s 2 3p6 dan 3s2 3p5

c.

4s2 dan 3s2 3p6

27. Molekul belerang heksafluorida, SF6, berbentuk:


a.

linier

d. segi enam

b.

tetrahedral

e. bujur sangkar

c.

oktahedral

28. Unsur X memiliki massa atom 32 dan inti atomnya mengandung 16 netron.
Unsur Y dalam inti atomnya mengandung 13 proton dan 14 netron.
Jika unsur X dan Y berikatan, senyawa yang terbentuk mempunyai harga Mr
sebesar:
a. 150

b. 145

c. 91

d. 86

e. 59

29. Jika unsur itu mengikat enam atom klor, maka bentuk mole kul dan hibridisasinya
adalah:
a.

linier, sp

d. tetrahedral, sp3

b.

segitiga, sp2

e. oktahedral, sp3 d2

c.

bujur sangkar, dsp2

30. Air mengandung ikatan hidrogen, yang menyebabkan titik didihnya tinggi. Bentuk
ikatan hidrogen adalah:
a.

ikatan antara atom H dan atom O dalam satu molekul air

b.

ikatan antara sesama atom H dalam satu molekul air


41

c.

ikatan antara atom H dan atom O dalam molekul air yang berlainan

d.

ikatan antara sesama atom H dalam molekul air yang berlainan

e.

ikatan antara sesama atom O dalam molekul air yang berlainan

42

LEMBAR KUNCI JAWABAN SOAL PILIHAN BERGANDA

1.

17. C

2.

18. E

3.

19. B

4.

20. D

5.

21. A

6.

22. B

7.

23. C

8 .C
9. A

24. E
25. B

8.

26. B

9.

27. C

10. E

28. A

11. E

29. E

12. C
13. E
14. C
15. D

30. C

43

DAFTAR PUSTAKA
Brady, James E. 1990. General Chemistry: Principles & Structure. 5th Edition New York:
John Wiley & Son
Ebbing, Morrison. 1992. Organic Chemistry. New York: Prentice Hall International, Inc,
Hunter, et. All. 1993. Chenical Science. Scienc Press
Lee Ett fong. 1996. Science Chemistry. Singapore: EPB Publishers Pte. Ltd.
Morris, Jane. 1986. CGSE Chemistry, Bell & Hyman
Petrucci, Ralph H. 1982. General Chemistry: Principles and Modern Application. 3rd
Edition. London: Macmillan Publishing Co.
Tim Penulis Kimia. 2002. Kimia SMU Kelas I: Semester I dan II . Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.

44