Anda di halaman 1dari 3

Kesehatan Nasional (JKN) merupakan suatu keniscayaan bagi Indonesia.

Sebagai suatu
negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. Indonesia sangat layak memperhatikan
kesejahteraan rakyatnya karena aspek kesehatan merupakan hal yang sangat urgen dalam
kehidupan ini. Demikian pula Amerika Serikat, sebagai negara superpower dan merupakan
negara terbesar ketiga di dunia jumlah penduduknya.
Hal yang menarik dari kedua negara besar ini, baru awal tahun 2014 mengeluarkan
suatu kebijakan nasional secara bersamaan, di mana Indonesia dengan program JKN,
sedangkan Amerika Serikat dengan ObamaCare. Membandingkan kedua negara besar ini,
menjadi sangat menarik, dan juga bisa memberi manfaat untuk saling memahami kedua
sistem baik persamaan maupun perbedaannya.
Di Indonesia awal tahun 2014, merupakan tahun yang memberi harapan bagi sebagian
masyarakat Indonesia dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Harapan masyarakat Indonesia
untuk memiliki Jaminan Kesehatan Nasional semakin besar dengan dikeluarkannya UndangUndang Nomor 24 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Udang-Undang Nomor 40
Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang akan mulai bekerja tahun
2014.
Harapan ini tentu merupakan hadiah tahun baru dari pemerintahan SBY-Boediono, kepada
masyarakat Indonesia. Sebagaimana diketahui, bahwa BPJS merupakan badan hukum dengan
tujuan mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan untuk terpenuhinya kebutuhan
dasar hidup yang layak bagi setiap Peserta dan/atau anggota keluarganya. Berdasarakan
protap peyelenggaraannya BPJS ini terbagi menjadi dua, yaitu: BPJS Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan.
BPJS Kesehatan akan menyelenggarakan program jaminan kesehatan di mana program
ini akan segera dimulai pada tahun 2014. Pelaksanaan BPJS tahun 2014 didukung pendanaan
dari pemerintah sebesar Rp 26 triliun yang dianggarkan di RAPBN 2014. Jadi dengan
demikian, anggaran tersebut dipergunakan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp
16,07 triliun bagi 86,4 juta masyarakat miskin sedangkan sisanya bagi PNS, TNI dan Polri.
Di lain sisi, hal yang sama terjadi pada masyarakat Amerika Serikat, dengan mulai
berlakunya ObamaCare. Obamacare adalah Undang Undang Layanan Kesehatan yang lolos
di Kongres Amerika dan ditandatangani oleh Presiden Obama tahun 2010 dan dikukuhkan
oleh Mahkamah Agung AS tahun 2012. Resminya bernama The Patient Protection and
Affordable Care Act of 2010 atau ACA. Kalau diterjemahkan, artinya Undang Undang
Perlindungan Pasien dan Layanan Kesehatan yang terjangkau.

Perbandingan Pola JKN dengan Jaminan Kesehatan di AS dan Phillipina


indikator

Obama Care AS

NHIP Filipina

JKN saat ini

Manajemen

Dana dikumpulkan di

Dana

Dikelola

Pengelolaan

Pusat, dikelola tidak

dikumpulkan

langsung oleh

langsung oleh pusat

oleh

pusat BPJS

bursa asuransi

Philhealth

Kesehatan

Paket

Fleksibel namun tdp

Fleksibel namun

Paket

Manfaat

10

Manfaat

terdapat

paket

manfaat

wajib

manfaat

wajib

Paket

utama

yg

dipenuhi

pusat

sesuai dengan

yang

harus

yang

dipenuhi

sesuai

UU

diatur

UU
Cakupan

Mengacu

PBI

kemiskinan

garis
federal,

Penduduk miskin

Mengacu

dan

pada

mendekati

namun

garis

memperhitungkan

Subsidi

karakteristik

bagi masyarakat

daerah,

jumlahnya

dapat

melebihi

standar

nasional

tergantung

pada

kondisi

kebutuhan

miskin.

PBI

Nasional

silang

tidak mampu.

dan

masing-

masing.

Perbandingan pola sistem kesehatan Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia


menunjukkan; (1) Pola sistem kesehatan di Amerika Serikat melalui Obama
Care maupun jaminan kesehatan Filipina mengalami proses sentralisasi seperti
Indonesia. Pusat memiliki kewenangan dalam pengendalian sistem secara optimal.

(2) Meskipun terjadi sentralisasi dalam jaminan pembiayaan kesehatan, Amerika Serikat
dan Filipina tetap memberikan keleluasaan bagi daerah agar secara dinamis dapat
memasukan kepentingannya dalam sistem jaminan nasional.
Kedua hal tersebut selayaknya menjadi catatan penting bagi Indonesia. Pola JKN
dirasakan belum memberi ruang memadai bagi daerah untuk berperan serta. Karenanya
proses integrasi Jamkesda dalam JKN perlu untuk memberikan decision space bagi
daerah secara lebih nyata! (diolah dari desertasi DR. Supriyantoro)