Anda di halaman 1dari 7

ACIFAR CREAM

ACYCLOVIR
KOMPOSISI:
Tiap tablet mengandung Acyclovir 200 mg.
Tiap tablet mengandung Acyclovir 400 mg.
CARA KERJA OBAT
Acyclovir adalah analog nukleosida purin asiklik yang aktif terhadap virus Herpes
simplex, Varicella zoster, Epstein-Barr dan Cytomegalovirus. Di dalam sel, acyclovir
mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif acyclovir trifosfat yang bekerja menghambat
virus herpes simplex DNA polymerase dan replikasi DNA virus, sehingga mencegah
sintesa DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel yang normal.
INDIKASI
-

Pengobatan virus herpes simplex pada kulit dan selaput lender, termasuk herpes
genitalis inisial dan rekuren.

Pengobatan infeksi herpes zoster dan varicella.

POSOLOGI
Infeksi herpes genitalis:
Infeksi herpes genitalis inisial:
200 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 5 10 hari.
Anak dibawah 2 tahun : dosis dewasa.
Untuk penderita immunocompromisef atau kelainan absorbsi pada usus dosis dapat
ditingkatkan menjadi 400 mg, atau sebagai alternative diberikan pengobatan secara
intravena.
Pengobatan harus dimulai sedini mungkin, untuk rekuren sebaiknya pada periode mulai
terjadinya lesi pertama.
Pengobatan supresi infeksi herpes genitalis rekuren :
400 mg 2 kali sehari atau 200 mg 2 5 kali sehari, selama 12 bulan.
Pengobatan intermitten infeksi herpes genitalis rekuren :
200 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 5 hari.
INFEKSI HERPES ZOSTER DAN VARICELLA :
Dewasa : 800 mg 5 kali sehari setiap 4 jam, selama 7 10 hari.
Anak 2 12 tahun : 400 800 mg 4 kali sehari, selama 5 kali.
Anak dibawah 2 tahun : 200 mg atau 20 mg/kg BB 4 kali sehari, selama 5 hari.
Pengobatan harus dimulai sedini mungkin dan pada saat awal timbulnya gejala infeksi.
Dosis untuk penderita yang mempunyai gangguan fungsi ginjal
Creatinine clearance
Ml/menit/1,73 m2 Dosis
(mg) Interval
(jam)
Herpes genitalis
Inisial/ intermitten
0 10
Super kronik
0 10
Herpes zoster
0 10
10 25
Beberapa penderita mungkin mengalami infeksi break through pada pemberian dosis
total 800 mg sehari. Pengobatan harap dihentikan secara periodic dengan interval
waktu 6 12 bulan dengan maksud untuk mengobservasi kemungkinan perubahanperubahan riwayat penyakit.
PERINGATAN DAN PERHATIAN
Acyclovir tidak boleh digunakan selama masa kehamilan kecuali bila manfaat yang
didapat jauh lebih besar daripada resikonya baik terhadap ibu maupun janin.
Hati-hati pemberian pada wanita yang sedang menyusui.
EFEK SAMPING
Ruam kulit dan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan sakit perut.
KONTRAINDIKASI

KANDUNGAN
Aciclovir/asiklovir
INDIKASI
Infeksi herpes simplex pada kulit & membran
mukosa, termasuk herpes l
abial & genital awal & kambuh.
KONTRA INDIKASI
Hipersensitif.
PERHATIAN
Jangan dioleskan pada membran mukosa. Tidak
untuk pencegahan pada infeksi
herpes simplex yang kambuh. Kehamilan &
menyusui, anak.
EFEK SAMPING
Rasa terbakar & tersengat. Eritema, kulit kering
ringan, kulit terkelupas.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak
menunjukkan risiko pada janin
maupun penelitian terkendali pada wanita hamil
atau hewan coba tidak
memperlihatkan efek merugikan (kecuali
penurunan kesuburan) dimana tidak ada
penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko
pada wanita hamil semester
pertama (dan tidak ada bukti risiko pada
trisemester selanjutnya).
KEMASAN
Cream 5% x 5 g.
DOSIS
Oleskan 5 x sehari tiap 4 jam tanpa dosis malam.
Lama pengobatan: 5 hari, dapat dilanjutkan sampai
10 hari.

Penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.


CARA PENYIMPANAN
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
KEMASAN
Acyclovir 200 mg, kotak 10 blister @ 10 tablet
Acyclovir 400 mg, kotak 10 blister @ 10 tablet

PABRIK
Ifars.

ALBENDAZOLE 400 MG

KANDUNGAN :
Tiap tablet kunyah mengandung albendazol 400 mg.
CARA KERJA :
Hasil percobaan preklinis dan klinis menunjukkan bahwa albendazol
mempunyai khasiat membunuh cacing, menghancurkan telur dan larva cacing.
Efek antelmintik albendazol dengan jalan menghambat pengambilan glukosa
oleh cacing sehingga produksi ATP sebagai sumber energi untuk
mempertahankan hidup cacing berkurang, hal ini mengakibatkan kematian
cacing karena kurangnya energi untuk mempertahankan hidup.
INDIKASI :
Albendazol berkhasiat membasmi cacing di usus yang hidup sebagai parasit
tunggal atau majemuk.
Albendazol efektif untuk pengobatan cacing gelang (Ascaris lumbricoides),
cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacing kremi (Enterobius vermicularis),
cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus), cacing pita
(Taenia sp.) dan Strongyloides stercoralis.
DOSIS :
Dosis umum untuk dewasa dan anak di atas 2 tahun :
400 mg sehari, diberikan sekaligus sebagai dosis tunggal. Tablet dapat
dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur dengan makanan.
Pada kasus dimana diduga atau terbukti adanya penyakit cacing pita atau
Strongyloides stercoralis, dosis 400 mg albendazol setiap hari diberikan selama
tiga hari berturut-turut.
EFEK SAMPING :
Perasaan kurang nyaman pada saluran pencernaan dan sakit kepala pernah
terjadi pada sejumlah kecil penderita, tetapi tidak dapat dibuktikan bahwa efek
samping ini ada hubungannya dengan pengobatan.
Juga dapat terjadi gatal-gatal dan mulut kering.
KONTRA INDIKASI :
Albendazol menunjukkan sifat teratogenik embriotoksis pada percobaan
dengan hewan. Karena itu obat ini tidak boleh diberikan pada wanita yang
sedang mengandung. Pada wanita dengan usia kehamilan masih dapat terjadi
(15 40 tahun), albendazol dapat diberikan hanya dalam waktu 7 hari dihitung
mulai dari hari pertama haid.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk dan kering.
PERHATIAN :
Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
Jangan diberikan pada ibu menyusui.
Sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak di bawah umur 2 tahun.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN & NO REG. :

Kemasan : Albendazole 400 mg, kotak 5 blister @ 6 tablet kunyah


No. Registrasi : GKL9520918817B1

Cara Penyimpanan :
Simpan di tempat sejuk dan kering.
Kotak berisi 10 blister @ 10 tablet

ALLOPURINOL 100 mg

Ambroxol 30 MG

Komposisi :
Tiap tablet mengandung Alopurinol 100 mg.
Cara Kerja Obat :
Alopurinol adalah obat penyakit pirai (gout) yang dapat menurunkan
kadar asam urat dalam darah. Alopurinol bekerja dengan menghambat
xantin oksidase yaitu enzim yang dapat mengubah hipoxantin menjadi
xantin, selanjutnya mengubah xantin menjadi asam urat. Dalam tubuh
Alopurinol mengalami metabolisme menjadi oksipurinol (alozantin) yang
juga bekerja sebagai penghambat enzim xantin oksidase. Mekanisme
kerja senyawa ini berdasarkan katabolisme purin dan mengurangi
produksi asam urat, tanpa mengganggu biosintesa purin.

Komposisi :

Indikasi :
Gout dan hiperurisemia.

Ambril mengandung ambroxol, yang berefek mukokinetik dan


sekretolitik, dapat mengeluarkan lendir yang kental dan
lengket dari saluran pernafasan dan mengurangi staknasi
cairan sekresi. Pengeluaran lendir dipermudah sehingga
melegakan pernafasan. Sekresi lendir menjadi normal kembali
selama pengobatan dengan Ambril. Baik batuk maupun
volume dahak dapat berkurang secara bermakna. Dengan
demikian cairan sekresi yang berupa selaput pada permukaan
mukosa saluran pernafasan dapat melaksanakan fungsi
proteksi secara normal kembali.
Penggunaan jangka panjang dimungkinkan karena preparat ini
mempunyai toleransi yang baik.

Posologi :
*
Dewasa : Dosis awal 100 mg sehari dan ditingkatkan setiap
minggu sebesar 100 mg sampai dicapai dosis optimal. Dosis
maksimal yang dianjurkan 800 mg sehari.Pasien dengan
gangguan ginjal 100 - 200 mg sehari.
*
Anak 6- 10 tahun : Bila disertai penyakit kanker, dosis
maksimal 300 mg sehari.
*
Anak dibawah 6 tahun :Dosis maksimal 150 mg sehari.
Dosis tergantung individu, sebaiknya diminum sesudah makan.
Pemeriksaan kadar asam urat serum dan fungsi ginjal membantu
penetapan dosis efektif minimum, untuk memelihara kadar asam urat
serum < 7 mg/dl pada pria dan < 6 mg/dl pada wanita.
Peringatan dan Perhatian :
Hati-hati pemberian pada penderita yang hipersensitif dan wanita hamil.
Hindari penggunaan pada penderita dengan gagal ginjal atau penderita
dengan hiperurisemia asimptomatik.
Hentikan pengobatan dengan Alopurinol bila timbul kemerahan kulit atau
demam.
Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan katarak.
Selama pengobatan dianjurkan melakukan pemeriksaan mata secara
berkala, hentikan penggunaan bila terjadi gejala kerusakan lensa
mata.
Penggunaan pada wanita hamil, hanya bila ada pertimbangan manfaat
dibandingkan resikonya.
Alopurinol dapat meningkatkan frekuensi serangan artritis gout akut
sehingga sebaiknya obat anti inflamasi atau kolkisin diberikan
bersama pada awal terapi. Hati-hati bila diberikan bersama dengan
vidarabin.
Efek Samping :
Reaksi hipersensitivitas :ruam makulopapular didahului pruritus, urtikaria,
eksfoliatif dan lesi purpura, dermatitis, nefritis, faskulitis dan sindrome
poliartritis. Demam, eosinofilia, kegagalan hati dan ginjal, mual, muntah,
diare, rasa mengantuk, sakit kepala dan rasa logam.
Kontra indikasi :
Alergi terhadap Alopurinol
Penderita dengan penyakit hati dan "bone marrow suppression.
Interaksi Obat :
Pemberian Alopurinol bersama dengan azatioprin, merkaptopurin atau
siklotosfamid, dapat meningkatkan efek toksik dari obat tersebut.
Jangan diberikan bersama-sama dengan garam besi dan obat diuretik
golongan tiazida.
Dengan warfarin dapat menghambat metabolisme obat di hati.

Ambril* tablet

Tiap tablet mengandung Ambroxol HCI 30 mg

Ambril* sirup

Satu sendok takaran (5 ml) mengandung


Ambroxol HCI 15 m

Karakteristik :

Indikasi :
Gangguan saluran pernafasan sehubungan dengan sekresi
bronkial yang abnormal baik akut maupun kronis, khususnya
pada keadaan-keadaan eksaserbasi dari penyakit-penyakit
bronkitis kronis, bronkitis asmatis, asma bronkial.
Takaran pemakaian :
Bila tidak dianjurkan lain oleh dokter, anjuran pemakaian
untuk anak berdasarkan jumlah dosis perhari yaitu 1,2 - 1,6
mg Ambroxol HCI per kg berat badan
Tablet :
Dewasa dan anak-anak diatas
12 tahun
Anak-anak antara 5-12 tahun

tablet 3 kali sehari.


1/2 tablet 3 kali sehari.

pada pemakaian jangka panjang dosis pemberian sebaiknya


dikurangi menjadi 2 kali sehari.Tablet sebaiknya ditelan
sesudah makan bersama sedikit air.
Sirup :
Anak-anaks/d 2 tahun
Anak-anak2-5 tahun
Anak-anakdi atas 5 tahun
Dewasa

2,5 ml (V; sendok takaran), 2 kali


sehari
2,5 ml (V2 sendok takaran), 3
kali sehari.
5ml{ 1 sendok takaran), 2- 3 kali
sehari.
10 ml (2 sendok takaran), 3 kali

sehari.
Takaran pemakaian di atas cocok untuk pengobatan gangguan
saluran pernafasan akut dan untuk pengobatan awal pada
keadaan kronis sampai
14 hari. Pada pemakaian lebih lama takaran pemakaian bisa
diturunkan menjadi separuhnya. Sirup sebaiknya diminum
sesudah makan.
Peringatan dan perhatian :
Pada studi preklinis tidak menunjukkan adanya efek yang
mengkhawatirkan, akan tetapi keamanan pemakaian pada
wanita hamil/menyusui belum diketahui dengan pasti.
Meskipun demikian, seperti halnya dengan penggunaan obatobat lain, pemakaian pada kehamilan trimester I harus hatihati.

Efek samping :
Ambril umumnya mempunyai toleransi yang baik. Efek
samping ringan pada saluran pencernaan pernah dilaporkan
walaupun jarang. Reaksi alergi jarang terjadi, beberapa pasien
yang alergi tersebut juga menunjukkan reaksi alergi terhadap
preparat lain
Kontraindikasi :
Tidak diketahui adanya kontraindikasi.
Kemasan :
Tablet : Kotak berisi lOx lOtabletdalamblister Sirup : Botol
100ml.

PABRIK :
INDOFARMA

PT.KIMIA FARMA
WATUDAKON-INDONESIA

AMITRIPTYLINE 25 MG
KOMPOSISI :
Tiap tablet selaputmengandung Amitriptilin hidroklorida 25 mg
CARA KERJA OBAT :
Amitriptilin merupakan antidepresi trisiklik
Amitriptilin bekerja dengan menghambat pengambilan kembali
neurotransmiter di otak. Amitriptilin mempunyai 2 gugus metil, termasuk
amin tersier sehingga lebih resposif terhadap depresi akibat kekurangan
serotonin. Senyawa ini juga mempunyaiaktivitas sedatif dan
antikolinergik yang cukup kuat.
Pada pemberian oral, Amitriptilin diaborpsi dengan baik, kurang lebih
90% berkaitan dengan protein plasma dan tersebar luas dalam jaringan
dan susunan syraf pusat. Metabolisme di hati berlngsung lambat dan
waktu paruh 10,3-25,3 jam, kemudian diekskresi bersama urin.
INDIKASI :
Amitriptilin digunakan pada keadaan ansietas dan depresi.
DOSIS :
Dosis awal 3-4 tablet,kemudian ditingkatkan sampai 6 tablet dalam dosis
terbagi. Dosis dapat ditingkatkan bertahap setiap minggu tergantung
dari respon klinik penderita dan tidak meebihi 12 tablet perhari.
Untuk pasien depresi di rumah sakit, sehari 4 tablet dalam dosis terbagi,
kemudian ditingktkan sampai 12 tablet dalam dosis terbagi.
Untuk pasien tua dan remaja di atas 16 tahun, sehari 1-2 tablet,
kemudian ditingkatkan sampai sampai 4 tablet sehati dalam dosis
terbagi.
PERINGATAN & PERHATIAN :
- Penghentian pengobatan sebaiknya secara bertahap
- Sebaiknya tidak menjalankan kendaraan atau mesin
- Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, anak remaja di
bawah 16 tahun
- Hati-hati bila dihunakan pada penderita gangguan fungsi hati,
hipertiroid, penderita glaukaoma sudut sempit
EFEK SAMPING :
Efek samping berupa rasa kering dimulut, sembelit, retensi urin, sedasi,
leukopenia, nausea, postural hipotensi, dizziness, tremor, skin rash.
KONTRA INDIKASI :
- Jangan diberikan pada penderita skizofrenia
- Penderita dengan riwayat aritmia, infark jantung, kelainan jantung
bawaan
- Penderita yang peka terhadap antidepresan trisiklik
INTERAKSI OBAT :
- Senyawa ini berinteraksi dengan guanetidin dan klonidin
- Amitriptilin dapat meningkatkan efek simpatik dari obat adrenergik
CARA PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk (15-25 derajat C) dan kering
KEMASAN & NO REG. :
Kotak 10 strip @ 10 tablet salut selaput, GKL 8920905817A1

ANTIHEMOROID SUPPO
BETASON CREAM

KOMPOSISI:
Tiap suppositoria mengandung:
Bismuth Subgallate..................150 mg.
Hexachlorophene.....................2,5 mg.
Lignocaine...............................10 mg.
Zinc Oxide...............................120 mg.
INDIKASI:
Hemoroid.
KONTRA INDIKASI:
Tidak boleh digunakan untuk anak-anak.
DOSIS:
1-2 kali sehari sebelum tidur.
janggan dipakai terus menerus.
PERINGATAN:
Hati-hati efek samping
sistemik;mengandung
Hexachlorophene dan dipakai pada jaringan
mukosa tidak utuh.
EFEK SAMPING:
Hexachlorophene dapat menyebabkan
iritasi lokal;gejala keracunan
sistemik;perangsangan susunan saraf
pusat.

KOMPOSISI :
Tiap gram krim mengandung : Betametason - 17 - valerat 1
mg
KHASIAT :
Betametason valerat adalah suatu senyawa kortikoste-roid
sintetik yang mempunyai sifat anti inflamasi untuk digunakan
secara topikal.
INDIKASI :
Untuk peradangan kulit yang disebabkan oleh mikroorganisme, zat kimia, iritasi termik, trauma atau alergi, eksema
diskoid dan atopik, psoriasis.
DOSIS DAN CARA PEMAKAIAN :
Dioleskan pada daerah radang sebanyak 2 - 3 kali sehari
hingga terjadi perbaikan, kemudian dapat diberikan sehari
sekali atau lebih jarang.
Jika daiam waktu 2 - 4 minggu tidak ada perbaikan, maka
pengobatan perlu ditinjau kembali.
PERINGATAN DAN PERHATIAN :
Pengobatan harap dihentikan bila terjadi iritasi atau sensitisasi
bila ada infeksi berikan terapi yang sesuai. Bila respons yang
diinginkan tidak segera terjadi, hentikan kortikosteroid sampai
infeksi teratasi. Tidak untuk pemakaian pada mata. Jangan
digunakan untuk wanita hamil dalam jumlah be-sar atau
jangka waktu yang lama. Absorbsi sistemik dari kortikosteroid
topikal dapat terjadi, sehingga mungkin
mengakibaTKaTipenekanan HPA (Hypotnaiamic ntui-tary
Adrenal) yang reversibel, manifestasi "cushing's syndrome",
hiperglikemia dan glikosuria. Kondisi absorbsi sistemik
bertambah biia pemakaian kortikosteroid yang lebih poten,
overdosis pada permukaan yang luas daiam jangka waktu
yang lama.
EFEK SAMPING :
Seperti kortikosteroid topikal yang lain, pemakaian dalam
jumlah besar terus menerus pada daerah yang luas dapat
menimbulkan absorbsi sistemik.
- Pemakaian kortikosteroid topikal menyebabkan efek
samping lokal, iritasi, kulit kering, folikulitis, hipertrikosis,
hipopigmentasi, dermatitis kontak alergik, infeksi
sekunder, atrofi kulit.
- Rasa terbakar, gatal-gatal, acneiform eruptions.
- Penipisan kulit, striae, teleangiektasi dan senile tipe.
- Purpura biasa terlihat di daerah yang absorbsinya tinggi

seperti pada wajah, leher, axilla, perineum dan genital.


KONTRA INDIKASI :
Pasien yang hipersensitif terhadap preparat ini. Infeksi primer
pada kulit oleh virus. Jangan digunakan untuk pengobatan lesi
kulit karena infeksi primer oleh jamur atau bakteri, pruritus
genital dan perianal, dermatosis pada anak-anak di bawah 1
tahun.
KEMASAN :
Tube @5 gram (No. Reg. DKL9112413329A1) Simpan di
tempat yang sejuk, terlindung dari cahaya.

Lipira
Gemfibrozil
KOMPOSISI:
Lipira 300 mg Kapsul
Setiap kapsul mengandung Gemfibrozil 300 mg
Lipira 600 mg Kaplet Salut Selaput
Setiap kaplet salut selaput mengandung Gemfibrozil 600 mg
CARA KERJA OBAT:
Gemfibrozil adalah regulator lipid plasma yang dapat
menurunkan kadar kolesterol total,kolesterol LDL,kolesterol
VLDL dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol
HDL.Mekanisme kerjanya belum diketahui dengan pasti.Pada
manusia, gemfibrozil menghambat Iipolisis perifer dan
menurunkan ekstraksi asam lemak bebas oleh hati.Juga
menghambat pembentukan serta meningkatkan pembersihan
apoliprotein B,yaitu pembawa VLDL sehingga produksi VLDL
berkurang. Meningkatkan subfraksi HDL2 dan HDL3 serta
apoliprotein A1 dan A2.
INDIKASI:

Pencegahan primer penyakit jantung koroner pada usia


40-55 pada penderita hiperlipidemia yang tidak
responsif terhadap diet.

Pengobatan penderita hiperkolesterolemia,dislipidemia


campuran dan hipertrigliseridemia,atau menurut
klasifikasi Frederickson tipe IIA,MB dan IV sehingga
dapat mencegah penyakit jantung koroner.

Pengobatan untuk hiperlipidemia lain:


a.Frederickson tipe III dan V.
b.Dislipidemia yang berhubungan dengan diabetes.
c.Xanthoma yang berhubungan dengan dislipidemia.
KONTRA INDIKASI:
Penderita dengan gangguan fungsi hati atau Ginjal yang berat.

Penyakit kandung empedu.

Hipersensitif terhadap gemfibrozil atau komponen obat.


EFEK SAMPING:
Nyeri abdomen,diare,nyeri
epigastrik,muntah,flatulence,rash,dermatitis,pruritus,urtikaria,i

mpoten,pusing,sakit kepala, penglihatan kabur,kolestatik


jaundice,angioderma,laryngeal oedema,fibrilasi
atrium,pankreatitis,myastenia, miopati, rabdomiolisis,nyeri
pada ekstremitas dan mialgia yang disertai dengan kenaikan
kreatininkinase.

COMBIPHAR
BANDUNG-INDONESIA

OVERDOSIS
Diberikan pengobatan simtomatik setetah terjadi gejala
overdosis,mual dan muntah.
PERINGATAN DAN PERHATIAN:

Gemfibrozil mungkin seperti meningkatkan pengeluaran


kolesterol melalui empedu dan kemungkinan
terbentuknya batu empedu.Bila dicurigai adanya
kolestatis,maka dianjurkan pemeriksaan batu
empedu.Pengobatan dihentikan bila ditemui adanya
batu empedu.

Sebelum terapi dimulai agar dilakukan pemeriksaan


laboratorium untuk memastikan adanya abnormalitas
kadar lemakdarah.

Selama pengobatan sebaiknya dilakukan pemeriksaan


secara periodik terhadap kadar lemak darah,dan
pemeriksaan fungsi hati.

Bila setelah 3 bulan tidak didapatkan penurunan kadar


lipid plasma yang memadai,maka pemberian obat ini
agar dihentikan.

Keamanan pengobatan pada wanita hamil dan ibu


menyusui belum diketahui dengan pasti.

Keamanan dan efektivitas penggunaan pada anak-anak


belum dapat dipastikan.
INTERAKSI OBAT:

Kombinasi dengan lovastatin dan penghambat HMG-CoA


reduktase dapat menimbulkan mioglobinuria
(reabdomiolisis) dan miosistis berat.

Penggunaan dengan antikoagulan,dosis koagulan harus


dikurangi untuk mempertahankan waktu protrombin
pada tingkat yang diinginkan sehingga mencegah
terjadinya komplikasi pendarahan.
DOSIS:

600 mg 2 kali sehari, 30 menit sebelum makan pagi dan


malam.

Dosis 900 mg/hari diberikan pada kasus pasien yang


intoleran pada dosis normal.

Dosis maksimum 1500 mg sehari dapat diberikan bila


diperlukan penurunan trigliserida maksimal seperti pada
penderita tipe V.
KEMASAN
Lipira 300 mg Kapsul Box, 10 Strip @ 6 Kapsul
No.Reg.DKL9004111101A1
Lipira 600 mg Kaplet Salut Selaput Box, 5 Strip @ 6 Kaplet
No. Reg. DKL9204115109A1
SIMPAN DALAM WADAH TERTUTUP RAPAT HARUS DENGAN
RESEP DOKTER
Diproduksi oleh:

DEXAMETHASON INJEKSI INF


GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Tiap tablet mengandung Deksametason 0,5 mg.
CARA KERJA :
Deksametason adalah glukokortikoid sintetik dengan aktivitas
imunosupresan dan anti-inflamasi. Sebagai imunosupresan
Deksametason bekerja dengan menurunkan respon imun tubuh terhadap
stimulasi rangsang. Aktivitas anti-inflamasi Deksametason dengan jalan
menekan atau mencegah respon jaringan terhadap proses inflamasi dan
menghambat akumulasi sel yang mengalami inflamasi, termasuk
makrofag dan leukosit pada tempat inflamasi.
INDIKASI :
Deksametason digunakan sebagai imunosupresan/antialergi, antiinflamasi pada keadaan-keadaan yang memerlukan terapi dengan
glukokortikoid : Reaksi alergi, seperti asma bronkial, dermatitis atopik,
alergi obat, rinitis alergi.
Gangguan kolagen, seperti reumatik, karditis akut, lupus eritematosus
sistemik.
Reumatik, seperti rematoid arthritis, ankilosing spondilitis, arthritis gout
akut. Gangguan dermatologik, seperti eksim, neurodermatitis, pemfigus.
Alergi dan inflamasi akut dan kronik pada mata, seperti konjungtivitis,
keratitis, neuritis optik.
Gangguan pernafasan, seperti gejala-gejala sarkoidosis, pneumonitis.
Gangguan hematologik, seperti trombositopenia, eritoblastopenia.
Gangguan neoplastik, seperti leukemia, limfoma.
Gangguan gastrointestinal, seperti kolitis, enteritis.
Edema serebral.
DOSIS:
* Dosis dewasa :
- Dosis awal bervariasi : 0,75 9 mg sehari tergantung pada berat
ringannya penyakit.
- Pada penyakit yang ringan : dosis dibawah 0,75 mg sehari.
- Pada penyakit yang berat : dosis diatas 9 mg sehari.
* Dosis anak-anak :
- = 1 tahun : 0,1 0,25 mg
- 1 5 tahun : 0,25 1 mg

- 6 12 tahun : 0,25 2 mg

cephalosporin seperti cepha- Dapat meningkatkan efek ototoksisitas antibiotik


aminoglikosida dan dapat meningkatkan efek hipotensi dari
obat-obat antihipertensi.

EFEK SAMPING :
- Efek samping terapi jangka pendek hampir tidak ada.
- Penggunaan Deksametason jangka panjang dapat mengakibatkan
kelemahan otot, mudah terkena infeksi, gangguan keseimbangan cairan
tubuh dan elektrolit, kelainan mata, gangguan sistem endokrin,
gangguan saluran pencernaan, sakit kepala atau atropi kulit.

DOSIS
Dewasa

KONTRA INDIKASI :
Penderita yang hipersensitif terhadap Deksametason dan penderita
infeksi jamur sistemik.

Pengobatan selanjutnya dengan interval antara


6 - 8 jam tergantunq pada diuresis yang terjadi.

INTERAKSI OBAT :
- Obat penginduksi enzim mikrosomal hati, seperti rifampisin, fenitoin,
fenobarbital, meningkatkan metabolisme Deksametason.
- Obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti indometasin dapat
meningkatkan resiko tukak gastrointestinal, dan dengan salisilat dapat
menurunkan konsentrasi salisilat dalam serum. Anti-diabetik, seperti
tiasida, furosemida dan amfoterisina B akan meningkatkan pengurangan
kalium. Efek vaksin dan toksoid diminimalkan karena efek Deksametason
menghambat respon antibodi.
CARA PENYIMPANAN :
Simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
PERHATIAN :
Hati-hati penggunaan pada penderita diabetes melitus, tuberculosis,
osteoporosis, kelainan mental, kardiomiopati, hipertensi, insufisiensi
ginjal, wanita hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
Penghentian terapi harus secara bertahap.
Sebelum dan selama terapi jangka panjang harus dilakukan kontrol
terhadap ECG, tekanan darah, radiogram dada dan tulang punggung,
kadar gula darah, hematopoieitic, keseimbangan cairan tubuh dan
elektrolit.
KEMASAN & NO REG. :
Kemasan
: Ktk 100
No. Registrasi
: GKL95

Dosis awal 1/2 sampai 1 tablet sehari,


sebaliknya diminum pada paqi hari.

Anakanak

1-2 mg/kg berat badan sekali sehari


KEMASAN Dus, isi 10 strip @ 10 tablet.

No. Reg. . GKL 9715702110 A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER SIMPAN PADA SUHU
KAMAR (Dl BAWAH 30C)

FUROSEMIDE 40 mg
Tablet
K0MP0SISI
Tiap tablet mengandung :
Furosemide.............................................40 mg.
CARA KERJA OBAT
Furosemide merupakan senyawa diuretik dengan senyawa
saluretik yang kuat Efeknya terutama menghambat reabsorbsi
ion Na oleh sel pars asenden ansa Henle Selain efeknya
sebagai penghambat transpor ion Na, Furosemide
menurunkan resistensi vaskuler intra renal dan menaikkan
aliran darah girtjal.
INDIKASI
Edema yang disebabkan penyakit jantung, gagal ginjal akut.
PERINGATAN DAN PERHATIAN
- Hindari pemakaian yang berlebihan karena dapat
menyebabkan diuresis yang berlanjut dengan dehidrasi,
hipokalemia, alkalosis, hipokloremik dan hipotensi
- PendentayangsensitifterhadapSulfonamida, dapat
menunjukkan reaksi aleroi terhadap Furosemide.
- Perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap elektrolit
serum untuk menqetahui kemungkinan terjadinya ketidak
seimbangan.
- Tidak dianjurkan digunakan pada wanita hamil dan
menyusui. EFEK SAMPING
Dapat terjadi setelahpemakaian jangka lama dan dosis tinggi
berupa muntah anoreksia, diare, azotemia,
hiperglikemia.Tiiperurikemia.
Qangguan hematologi berupa trombositopenia, anemia,
arganulositosis Reaksi pada kulit berupa urtikaria, eritema
multiformis. KONTRA INDIKASI
- Hipersensitivitas terhadap Furosemide.
- Anuria, nefritis akut.
- Dapat meningkatkan efek nephrotoksisitas antibiotik

Produksi: PT. EMBA MEGAFARMA


SEMARANG - INDONESIA
R. 008.2

GENTAMYCIN CREAM
GOLONGAN : K
KANDUNGAN :
Gentamicin / Gentamisin sulfat.
INDIKASI :
Impetigo kontagiosa, folikulitis superfisialis,
dermatitis ekzematoid menular, akne pustular,
psoriasis pustular, lecet hingga berdarah yang
terinfeksi.
PERHATIAN :
Hentikan penggunaan jika terjadi iritasi atau
sensitisasi.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL :
C: Penelitian pada hewan menunjukkan efek
samping pada janin ( teratogenik atau embriosidal
atau lainnya) dan belum ada penelitian yang
terkendali pada wanita atau penelitian pada wanita
dan hewan belum tersedia. Obat seharusnya
diberikan bila hanya keuntungan potensial
memberikan alasan terhadap bahaya potensial
pada janin.
KEMASAN :
Salep 0,1% x 5 gram

DOSIS :
Gunakan 3-4 kali sehari, dioleskan.
PENYAJIAN :
Tak ada pilihan

ATURAN PAKAI
oleskan pada bagian yang sakit 2-3 x sehari

mulut kering, palpitasi, retensi, urine. Penggunaan


dosis besar dan jangka panjang menyebabkan
kerusakan fungsi hati.
INTERAKSI OBAT:

simpan tertutup rapat


No.Reg.GBL 9718208441A1

penggunaan bersama antidepresan tipe mengbambat


MAO dapat
mengakibatkan krisis hipertensi.

NUFARINDO
semarang-indonesia

KONTRA INDIKASI:
Lihat di box warning
Penderita dengan gangguan jantung dan diabetes
melitus.
- Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat.
- Penderita hipersensitif tertiadap komponen obat ini
PERINGATAN dan PERHATIAN:
Lihat di box warning
- Hati-hati penggunaan pada penderita dengan
gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma,
bipertrofi prostat, hipertiroid dan retensi urine.

GENTIAN VIOLET
KOMPOSISI
tiap ml mengandun :
gentian
10 mg
violet
INDIKASI
bibir pecah,sariawan pada anak
EFEK SAMPING
iritasi kulit
PERINGATAN
- jauhkan dari jangkauan anak-anak
bila digunakan di mulut jangan sampai
tertelan
- untuk obat luar

- Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia


dibawah usia 6 tahun, wanita hamil dan menyusui.
Kecuali atas petunjuk dokter.

ALPARA
KOMPOSISI :
Tiap kaplet mengandung :
Paracetamol.......................................
500 mg
......
Phenylpropanolamine
HCI........................

12.
mg
5

Dextromethorphan
HBr............................

15 mg

Chlorpheniramine
Maleate........................

2 mg

INDIKASI:
Untuk meringankan gejala-gejala flu seperti
demam,sakit kepala, hidung
tersumbat dan bersin-bersin yang disertai batuk
CARA PEMAKAIAN:
Dewasa : 3 kali sehari 1 kaplet
Anak-anak 6-12 tahun : 3 kali sehari 1/2 kaplet
EFEK SAMPING:
Obat ini dapat menyebabkan kantuk, gangguan
pencernaan, gangguan psikomotor, takikardia, aritmia,

- Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai


kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
- Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat
yang menekan susunan syaraf pusat.
- Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi
alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan
fungsi hati.
- Hati-hati untuk penderita debil dan hipoksia
(kekurangan oksigen) Dapat menyebabkan depresi
pemafasan dan susunan syaraf pusat pada
penggunaan dengan dosis besar atau pasien
dengan fungsi pemafasan (misal :astbma,
emfisema)
- Simpan ditempat sejuk (15-25 C) dan kering.
- Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka
terhadap obat simpatomimetik lain (misai efedrin,
pseudoefedrin, fenilefrin), penderita tekanan darah
tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat anti
depresan tipe penghambat monoamin Oksidase
(MAO).
- Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

- Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan


darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan
darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita
dengan berat badan berlebih ( over weight) atau
penderita usia lanjut.

Hamil & menyusui.


Interaksi obat : Disulfiram, Simetidin, alkohol, depresan susunan saraf pusat.

- Bila dalam 3 hari gejala tidak berkurang segera


hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan.

INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL


D: Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin manusia, tetapi keuntungan
dari penggunaan oleh wanita hamil mungkin dapat diterima walaupun berisiko.
(Misalnya jika obat digunakan untuk situasi menyelamatkan nyawa atau
penyakit yang serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau
tidak efektif).

EFEK SAMPING
Ngantuk, kelemahan otot, ataksia (gangguan koordinasi gerakan), reaksi
paradoksikal.

STESOLID RECTAL

- Hentikan penggunaan obat ini jika terjadi susah


tidur, jantung berdebar dan pusing.
DAPAT MENYEBABKAN KANTUK

KOMPOSISI
Diazepam.

Diproduksi oleh : PT. MOLEX AYUS


PHARMACEUTICAL
Tangerang - Indonesia

INDIKASI
Kondisi psikoneurotik (kecemasan, keresahan/kegelisahan, ketegangan).
Kondisi psikosomatik (gangguan otot yang disebabkan oleh ketegangan,
gangguan tidur, gangguan saluran pencernaan, masalah jantung).
Efek relaksasi otot pada kejang (demam & kejang epileptik).
Premedikasi.
KONTRA INDIKASI
Miastenia gravis.
PERHATIAN
Dapat mengganggu kemampuan mengendarai atau mengoperasikan mesin.

KEMASAN
Rectal tube 5 mg/2,5 mL x 5 biji.
DOSIS
Anak-anak dengan berat badan lebih dari 10 kg : 10 mg.
Anak-anak dengan berat badan kurang dari 10 kg : 5 mg.
PENYAJIAN
Tak ada pilihan
PABRIK
Actavis Indonesia