Anda di halaman 1dari 5

1.

Analisis Masalah Karakter Siswa


Daya kreativitas siswa-siswi di SMA PAHLAWAN dirasa masih kurang dan
bahkan tidak terlihat konstribusinya. Siswa-siswi disana banyak yang malas jika
disuruh untuk menyumbangkan kreativitasnya dalam bentuk tulisan, seperti
cerpen, puisi ataupun membuat poster. Hal ini terlihat saat pembelajaran dikelas.
Siswa siswi lebih senang mengahabiskan waktu dengan berbelanja makanan
dikantin maupun keluar kelas saat pembelajaran berlangsung untuk berbincangbincang dikantin. Karena menurut mereka hal tersebut lebih menyenangkan
daripada mengikuti pembelajaran dikelas.
2. Rencana Program Pendidikan Karakter Siswa
Dari analisis masalah karakter siswa, kami mahasiswa KK-MT Posdaya
berencana membuat program kerja lomba pameran mading (Majalah Dinding)
adalah sarana ekspresi siswa yang dituangkan dalam bentuk visual berupa kalimat
atau kata-kata dan gambar atau foto. Tujuan dari pemeran mading disini adalah
untuk meningkatkan daya kreativitas siswa di bidang karya seni. Karna melihat
daya kreativitas siswa dibidang ini masih sedikit rendah. Tercermin dari papan
madding yang ada di SMA Pahlawan hanya berisi tentang pengumumanpengumuman dari instansi lain, bukannya berisi tentang karya tulis siswa ataupun
ide kreativ siswa dalam bentuk tulisan yang lainnya. Dari hal tersebut, mahasiswa
KKMT berencana untuk mengadakan lomba pameran mading antar kelas.
Pelaksanaan Lomba mading ini adalah pada hari Rabu, 4 November 2015.
3. Lomba Pameran Mading
Program kerja mahasiswa KK-MT Posdaya Universitas Jember di SMA
PAHLAWAN salah satunya adalah Pameran Mading. Pameran mading ini diikuti
oleh siswa-siswi kelas X-MIA, X-IIS, XI-MIA dan XI-IIS yang nantinya akan
dilombakan dan dipilih kelas yang menjadi pemenangnya. Pameran madding ini
dimasukkan kedalam acara Road To School yang dilaksanakan mulai tanggal 2
November sampai 4 November 2015. Pameran madding sendiri dilaksanakan
pada hari puncak acara Road to School tanggal 4 November. Tema yang diangkat
untuk pameran madding ini adalah bebas. Karna kelas Posdaya Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Fisika yang melaksanakan KK-MT di SMA

PAHLAWAN adalah kelas X-MIA, kami selaku penanggung jawab kelas


mengambil tema tentang Global Warming.
Kami bersama siswa-siswi kelas X-MIA besama-sama membuat mading dan
menghiasnya semenarik dan seindah mungin. Kami bersama siswa-siswi mulamula menggambar tentang gambar-gambar yang berkaitan dengan global warming
pada kertas manila putih. Setelah gambar selesai, kami mulai mewarnainya
menggunakan spidol warna. Kemudian kami tempelkan gambar tersebut pada
papan berukuran 60x60 cm, dan melengkapinya dengan kata-kata tentang
pencegahan global warming yang ditulis pada kertas lipat. Setelah madding siap
untuk dipamerkan, kami membawa ke stand yang telah disiapkan untuk pameran
madding tersebut. Di pameran tersebut terdapat 4 mading yang siap untuk
dipamerkan kepada semua keluarga besar SMA PAHLAWAN yang hadir pada
acara Road To School tersebut.

Gambar 9. mading hasil karya siswa kelas X MIA


4. Kendala dan Solusi
Kendala dari lomba pameran mading ini adalah banyak siswa kelas X-MIA yang
pulang terlebih dahulu dan tidak membantu teman yang lainnya dalam membuat
madding dikelas karna alas an males dan capek. Sehingga solusinya adalah
mahasiswa KK-MT dari Prodi Pendidikan Fisika ikut membantu siswa dalam
membuat madding tersebut.

1. Analisis Masalah Kesehatan Sekolah


Melihat tanaman-tanaman yang tumbuh didaerah sekitar sekolah yang hanya ada
pohon-pohon besar dan tanaman liar yang tidak terawat, membuat pemandangan
disekolah tidak asri dan tidak indah dipandang. Sampah dari daun-daun yang
berserakan membuat kondisi disekolah kotor karna udara yang dihirup tidak
sehat.

Tanaman yang ditanam disekolah dirasa kurang membawa manfaat

dibidang kesehatan untuk warga sekolah. Tidak ada tanaman obat keluarga
maupun sayur-sayuran yang ditanam dikebun sekolah. Kebun sekolah yang ada di
SMA Pahlawan kurang dirawat dengan baik dan hanya ditumbuhi oleh tanaman
liar saja.
2. Rencana Program Kesehatan di Sekolah
Menanam Toga dan Kebun Bergizi
Dari analisis masalah kesehatan di sekolah, kami mahasiswa KK-MT Posdaya
berencana membuat program kerja menanam toga dan kebun bergizi dikebun sekolah.
Karna dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga) maupun kebun bergizi
memberikan banyak manfaat yang besar untuk kesehatan warga sekolah. Dengan
menanam toga, buah dari tanaman tersebut dapat digunakan sebagai obat saat ada
siswa atau guru yang sakit disekolah. Sedangkan dengan kebun bergizi, tanaman yang
ditaman dapat digunakan untuk memasak makanan disekolah.
3. Menanam Toga dan Kebun Bergizi
Program kerja mahasiswa KK-MT Posdaya Universitas Jember di SMA
PAHLAWAN salah satunya adalah kegiatan menanam Toga. Tanaman-tanaman obat
keluarga yang ditanam di taman SMA PAHLAWAN adalah jahe, laos, kencur dan
kunir. Sedangakn tanaman kebun bergizi adalah cabe, tomat dan seledri. Awalnya
perwakilan dari mahasiswa KK-MT Posdaya pergi untuk mencari bibit tanaman cabe,
tomat dan seledri di dearah Karang Tengah Kabupaten Jember. Disana kami
memanen sendiri bibit cabe, tomat dan seledri ditanah sang pemiliknya langsung.
Sepulangnya dari sana, kami langsung menanam bibit-bibit tersebut pada polibek
yang telat diisi tanah kemudian tanaman tersebut disiram dengan pupuk. Setelah itu,
bibit tanaman tersebut ditanam didepan base came mahasiswa KK-MT Posdaya

selama 1 bulan. Setiap harinya kami bergantian untuk piket menyiram tanaman
tersebut. Kami merawatnya bersama, menyiraminya dengan pupuk setiap 2 hari sekali
dan menyiram dengan air setiap hari.
Dalam acara Road To School yang diselenggarakan mulai tanggal 2,3 sampai
4 November 2015, acara menanam toga bersama semua siswa-siswi SMA
PAHLAWAN dilaksanakan pada tanggal 3 November 2015. Siswa-siswi sebelumnya
sudah diberitahu untuk membawa Toga (Tanaman Obat Keluarga) yang mereka punya
dan juga tempat untuk menanamnya. Tempat atau pot yang digunakan untuk
menanam toga bisa menggunakan botol bekas atau aqua bekas. Mahasiswa KK-MT
Posdaya dari Prodi Fisika memiliki tanggung jawab untuk membimbing siswa dari
kelas X-MIA. Kelas X-MIA adalah kelas yang ditunjuk sebagai kelas Posdaya bagi
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Siswa-siswi dikelas X-MIA membawa
Toga yang meliputi jahe, kencur, dan kunyit. Disini Guru PPL (Mahasiswa Program
Studi Pendidikan Fisika) ikut membantu siswanya dalam menanam Toga bersama.
Dimulai dari mengambil tanah di pekarangan milik sekolah, membuat pot dari botol
aqua bekas, menanam bibit tanaman, pemberian pupuk kompas serta terakhir
menyiramnya dengan air, kami bersama siswa-siswi kelas X-MIA saling bekerja sama
menanam Toga tersebut.

Gambar 21. Siswa kelas X MIA sedang menanam toga


4. Kendala dan Solusi
Kendala pada kegiatan menanam toga dan kebun bergizi yaitu kesulitan dalam
memperoleh tanah untuk menanam tumbuhan, karena minim ketersediaan tanah
di SMA Pahlawan Jember. Solusinya adalah meminta tanah dari Sekolah Tinggi

Ilmu Pertanian. Selain itu jumlah tanaman yang kami sediakan kurang. Sehingga
solusi untuk itu, siswa dihimbau untuk membawa tanaman toga dari rumah.