Anda di halaman 1dari 47

MAKALAH KAPITALISME

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kapitalisme merupakan system ekonomi politik yang di dasarkan pada hak milik
pribadi dimana dalam kapitalisme terdapat tujuan untuk kepentingan pribadi
tanpa menghargai kebutuhan masyarakat dan menghormati kepentingan
umum. Dan lebih mengarahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk
meningkatkan kekayaannya. Namun dengan adanya system capital ini
menjadikan masyarakat lebih bersemangat untuk bekerja, melatih untuk lebih
kreatif dalam menjalankan usahanya.

B. Rumusan Masalah
Apa itu kapitalisme dan dampak bagi kehidupan manusia?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Kapitalisme
Kapitalisme atau capital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik
modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya

dimana pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar (Wikipedia,


bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Menurut Dudley Dillard kapitalisme adalah hubungan-hubungan di antara
pemilik pribadi atas alat-alat produksi yang bersifat nonpribadi (tanah,
tambang, instalasi industry dan sebagainya, yang secara keseluruhan disebut
modal atau capital) dengan para pekerja yang biar pun bebbas namun tak
punya modal yang menjual jasa tenaga kerjanya kepada para majikan.
System kapitalisme sepenuhnya memihak dan menguntungkan pihak-pihak
pribadi kaum bisnis swasta. Seluruh keputusan yang menyangkut bidang
produkasibaik itu alam dan tenaga kerja dikendalikan oleh pemilik dan
diarahkan

untuk

mendapatkan

keuntungan

sebesar-besarnya.

Secara

sosiologis paham kapitalisme berawal dari perjuangan terhadap kaum feodal


salah satu tokoh yang terkenal Max Weber dalam karyanya The Protestan
Etic of Spirrit Capitalism mengungkapkan bahwa kemunculan kapitalisme
erat sekali dengan semangat religious terutama kaum protestan. Pendapat
Weber ini didukung Marthin Luther King yang mengatakan bahwa lewat
perbuaatan dan karya yang lebih bain manusia dapat menyelamatkan diri dari
kutukan abadi. Tokoh yang mendukung adalah Benjamin Franklin dengan
motonya yang sangat terkenal: Time is Money, bahwa manusia hidup untuk
bekerja keras dan memupuk kekayaan.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya system
perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Akan tetapi bukan hanya kritik
saja yang mengancam kapitalisme melainkan juga idiologi lain yang ingin
melenyapkannya seperti komunisme.
Kapitalisme mulai mendominasi kehidupan perekonomian ekonomi dunia Barat
sejak runtuhnya feodalisme. Akar kapitalisme dalam beberapa hal bersumber
daari filsafat Romawi kuno. Hal itu muncul pada ambisinya untuk memiliki
kekuatan dan meluaskan pengaruh serta kekuasaan. Kapitalisme berkembang
secara bertahap dari feodalisme bourgeoisme sampai pada kapitalisme.

Selama prose situ berlangsung telah bekembang berbagai pemikirran dan


ideology yang melanda dalam arus yang mengarah pada pengukuhan hak
milik pribadi dan seruan kebebasan. Kapitalisme menyeru dan membela
liberalisme. Tetapi kebebasan politik telah berubah menjadi kebebasan moral
dan sosial, kemudian berubah menjadi permisifisme. Setelah Eropa
memasuki zaman Renaiscance yaitu zaman dimana pencerahan mulai muncul
setelah zaman feudal kapitalisme muncul bersamaan dengan munculnya
ideology baru yaitu munculnya liberalisme.
Bapak kapitalisme yaitu Adam Smith mengemukakan lima teroti dasar dari
kapitalisme yaitu:
Pengakuan hak milik pribadi tanpa batas-batas tertantu.
Pengakuan hak pribadi untuk melakukan kegiatan ekonomi demi meningkatkan
status sosial ekonomi.
Pengakuan adanya motivasi ekonomi dalam bentuk semangat meraih keuntungan
semaksimal mungkin.
Kebebasan melakukan kompetisi
Mengakui hukum ekonomi pasar bebas atau mekanisme pasar.
Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan
peningkatan perekonomiaan, kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan
ekonomi yang tercermin kepada kebebasan individu yang memberikan
seseorang kebebasan memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya
yng dapat mewujudkan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan
dirinya. Kebebasan berdagang dimana produktivitas peredaran produksi dan
distribbusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas. Kaum kapitalisme
memandang kebebasan adalah suatu kebutuhan bagi individu untuk
menciptakan keserasian antara dirrinya dan masyarakat. Sebsb kebebasan itu
adalah suatu kekuatan pendorong bagi produksi karena ia benar-benar
menjadi hak manusia yang menggambarkan kehormatan kemanusiaan.

FASE-FASE KAPITALISME

1. Kapitalisme Awal (1500 1750)


Pada akhir abad pertengahan (abad 16 18), industry di Inggris sedang
terkonsentrasi pada industry sandang. Industry sandang di Inggris menjadi
industry sandang terbesar di Eropa. Meskipun banyak masalah yang dihadapi
akan tetapi industry sandang di Ingris menjadi industry yang sangat pesat.
Industry sandang inilah yang menjadi pelopor lahirnya kapitalisme di Eropa
sebagai suatu system sosial dan ekonomi. Kemudian industry ini berlanjut
pada usaha perkapalan, pergudangan, bahan-bahan mentah, barang-barang
jadi dan variasi bentuk kekayaan yang lain.
Dari beberapa kejadian dan juga factor lingkungan historis mempengaruhi
pembentukan modal di Eropa Barat pada awal terbentuknya kapitalisme
antara lain:
Dukungan agama bagi kerja keras dan sikap hemat
Pengaruh logam-logam mulia dari dunia baru terhadap perkembangan relative
pendapatan atas upah, laba dan sewa.
Peranan Negara dalam membantu dan secara langsung melakukan pembentukan
modal dalam bentuk benda modal aneka guna.
Etika ekonomi yang diajarkan katolisme abad pertengahan menciptakan banyak
hambatan bagi perkembangan kapitalis dan ideology kapitalis (Dudley Dillar,
1997;17).
Russel mengemukakan adanya tiga factor yang menghambat kapitalisme di
pedesaan dan di berbagai wilayah lain, kendala itu adalah:

Tanah yang ada hanya digunakan untuk becocok tanam sehingga hasil
produksinya sangat terbatas. Russel mengusulkan untuk mengubah tanah
menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan (profitable). Dalam pengertian
lalin tanah bisa diperjual belikan seperti barang lainnya.
Para petani atau buruh tani yang masih terikat pada system ekonomi subsistensi.
Komentar Russel untuk hal ini adalah mereka siap untuk dipekerjaan dengan
upah tertentu.
Hasil produksi yang diperoleh petani saat tiu hanya sekedar digunakan untuk
mencukupi kebutuhan pribadi. Menurut Russel produksi hasil petani harus
ditawarka ke pasar dan siap dikonsumsi oleh public.

2. Kapitalisme Klasik
Pada fase ini ditandai dengan adanya revolusi industry di Inggris. Di inggris
mulai banyak diciptakan mesin-mesin besar yang sangat berguna untuk
menunjang industry. Revolusi industry dapat didefinisikan sebagai periode
peralihan dari dominasi modal perdagang atas modal industry ke dominasi
modal industry atas modal perdagangan (Dudley Diller 1987:22).
Kapitalisme mulai menjadi penggerak kuat bagi perubahan tekhnologi karena
akumulasi modal memungkinkan penggunaan penemuan baru yang tak
mungkin dilakukan oleh masyarakat miskin. Difase inilah mulai dikenal
tokoh yang disebut bapak kapitalisme yaitu Adam Smith. Adam Smith
bersama dengan bukunya yang sangat trkenal yaitu wealth of nation (1776).
Buku ini mencerminkan ideology kapitalisme klasik. Salah satu poin
ajarannya laissez faire dengan invisible hand-nya (mekanisme pasar).
Kebijaksanaan laissez faire mencakup pula perdagangan bebas, keuangan
yang kuat, anggaran belanja seimbang, dan bantuan kemiskinan minimum.
Tak ada satu konsepsi barupun tentang masyarakat yang dapat menandingi
peradaban kapitalisme.

Beberapa tokoh seangkatan seperti David Ricardo dan John Stuart Mills yang
sring dikenal sebagai tokoh ekonomi neo klasik. Pada fase inilah kapitalisme
sering mendapat hujatan pedas dari kelompok Marx.

3. Kapitalisme Lanjut
Peristiwa besar yang menandai fase ini adalah terjadinya Perang Dunia.
Kapitalisme lanjut sebagai peristiwa penting ini ditandai paling tidak oleh
tiga momentum, yaitu :
Pergeseran dominasi modal dari Eropa ke Amerika.
Bangkitnya kesadaran bangsa-bangsa di Asia dan Afrika sebagai akses dari
kapitalisme klasik, yang kemudian memanifestasikan kesadaran itu dengan
perlawanan.
Ravolusi Bolshevik Rusia yang berhasrat meluluh lantahkan institusi
fundamentak kapitalisme yang berupa kepemilikan secara individu atas
penguasaan sarana produksi, struktur kelas sosial, bentuk pemerintahan dan
kemampuan agama. Dari sama muncul ideology tandingan yaitU
komunisme.

B. Prinsip dan Bentuk Kapitalisme


Prinsip-prinsip kapitalisme yaitu :
Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana kecuali yang terangterangan dilarang Negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan
semacamnya.
Mendewakan hak milik pribadi dengan membuka jalan selebar-lebarnya agar tiap
orang mengarahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk meningkatkan
kekayaan dan meliharanya serta tidak ada yang menjahatinya. Karena itu

dibuatlah peraturan-peraturan yang cocok untuk meningkatkan dan


melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan Negara dlam kehidupan
ekonomi kecuali dalam batas-batas yang sangat diperlukan oleh peraturan
umum dalam rangka mengokohkan keamanan.
Perfect competition.
Price system sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan bersandar pada
peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengendalikan komoditas
dan penjualannya.
Bentuk-bentuk kapitalisme yaitu:
Kapitalisme perdagangan. Muncul pada abad ke-16 setelah dihapusnya system
feodal. Dalam Bentuk-bentuk system ini seorang pengusaha mengangkat
hasil produksinya dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan
pasar. Dengan kemudian ia berfungsi sebagai perantara antara produsen dan
konsumen.
Kapitalisme industry. Lahir karena ditopang oleh kemajuan industry dengan
penemuan mesin tenun tahun 1733 dan mesin uap oleh James Watt tahun
1765. Semua itu telah membangkitkan revolusi industry di Ingris dan Eropa
menjelang abad ke-19. Kapitalisme industry ini tegak di atas dasar pemisahan
antara modal dan buruh, yakni antara manusia dan mesin.
System Kartel yaitu kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi
pasaran internasional. System ini member kesempatan untuk memonopoli
pasar dan pemasaran seluas-luasnya. Aliran ini tersebar di Jerman dan
Jepang.
System Trust yaitu sebuah system yang membentuk satu perusahaan dari
berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu
berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.

Pemikiran dan keyakinan-keyakinan lainnya Aliran naturalism yang merupakan


dasar kapitalisme ini sebenarnya menyerukan hal-hal sebagai berikut:
Kehidupan ekonomi yang tunduk kepada system natur yang bukan buatan
manusia. Dengan sifat seperti itu akan mampu mewujudkan pengembangan
hidup dan kemajuan secara simultan.
Tidak ada campur tangan Negara dalam kehidupan ekonomi dan membatasi
tugasnya hanya untuk melindungi pribadi-pribadi dan kekayaan serta
menjaga keamanan dan membela Negara.
Kebebasan ekonomi bagi tiap individu dimana ia mempunyai hak untuk
menekuni dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Tentang
kebebasan seperti ini diungkapkan dalam sebuah prinsip yang sangat masyur
dengan semboyan biarkan ia bekerja dan biarkan ia berlalu.
Kepercayaan kapitalisme terhadap kebebasan yang tiada batas telah membawa
kekacauan keyakinan dan perilaku. Ini melahirkan berbagai konflik di Barat
yang kemudian melanda dunia sebagai akibat dari kehampaan pemikiran dan
kekosongan rohani.
Rendahnya upah dan tunmtutan yang tinggi mendorong tiap anggota keluarga
bekerja. Akibatnya tali kekeluargaan putus dan sendi-sendi sosial di kalangan
mereka runtuh.
Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan
peningkatan perekonomian kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan
ekonomi yang tercermin pada kebebasan individu yang memberikan
seseorang bebas memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya yang
dapat mewujukan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya.
Kebebasan pedagang dimana produktivitas peredaran produksi dan
distribusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas.
Kaum kapitalis memandang kebebasan adalah suatu kebutuhan bagi individu
untuk menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat. Sebab

kebebasan itu adalah suatu kekuatan pendorong bagi produksi karena ini
benar-benar menjadi hak manusia yang menggambarkan kehormatan
kemanusiaan.

C. Kapitalisme di Berbagai Bidang


1. Kapitalisme Pendidikan
Kapitalisme kini telah menyentuh wilayah pendidikan nasional. Munculnya
dikotomi Sekolah Berstandar Internasiaonal (SBI) dan sekolah biasa
merupakan pengejawantahan semangat kapitalis dalam dunia pendidikan.
Tidak dipungkiri, akan muncul kelas-kelas sosial sebagai bias penerapan ide
kapitalis dalam dunia pendidikan. Kelas sosial karena system pendidikan
yang berbasis modal dan menyampingkan kecerdasan.

Contoh sederhana, jika dikota anda ada sekolah ber-SBI atau minimal masih
Rintisan Standar Internasiona (RSBI) yang bersebelahan dengan sekolah
biasa,

anda

pasti

menyaksikan

fenomena

memprihatinkan.

Betapa

kesenjangan sosial kelihatan sangat nyata dan menjadi pemandangan lumrah.


Halaman parkir sekolah ber-SBI dipastikan penuh dengan mobil dan seluruh
siswa masuk sekolah menenteng laptop. Sebaliknya di sekolah biasa, para
siswa diantar dengan sepeda motor, naik angkutan kota, bahkan jalan kaki.
Jarang sekali yang menenteng laptop atau membawa ponsel pun seharga
ratusan ribu. Kesenjangan kenyataan ini merupakan pengejawantahan
gagasan kapitalisme dalam dunia pendidikan.

Perbedaan menyolok performance siswa dan pengajar antara sekolah berstandar


internasional dan sekolah biasa mengindikasikan munculnya kelas sosial
dalam masyarakat pendidikan. Sebuah kelas sosial sebagai akibat system

pendidikan yang berbasis modal dan meletakkan kemampuan atau


kecerdasan adalah efek dari kekuatan modal.

Dalam system pendidikan nasional, kecerdasan bisa dicapai apabila ditunjang


oleh fasilitas lengkap (berteknologi tinggi). Dengan teknologi yang memadai,
maka proses belajar akan berlangsung dengan baik. Logika seperti inilah
yang menjadi landasan kegiatan belajat mengajar dalam system pendidikan
kita. Lantas bagaimana dengan siswa yang tidak mamapu membeli segala
fasilitas mahal tersebut.

Semestinya konsep SBI dan Non SBI ditinjau ulang. Sesuai amanat UUD 1945
bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pengajaran. Pemerataan
pendidikan harus dirasakan oleh seluru masyarakat Indonesia. Kenyataanya
dalam sisitem pendidikan kita mereka yang memiliki modal akan menikmati
fasilitas pendidikan yang mewah. Sedangkan yang kurang beruntung hanya
bisa menikmati sekolah biasa dengan fasilitas seperti seadanya.

2. Kapitalisme Dalam Lembaga Keuangan Perbankan


System kapitalis memposisikan uang sebagai sesuatu yang mempunyai nilai
berdasarkan waktu. Keadaan ini akan memaksan lembaga keuangan
khususnya

perbankan

memberikan

pertolongan

financial

dengan

mengharapkan imbalan bunga,sehingga bunga dapat didefinisikan sebagai


tiada pertolongan tanpa imbalan. Hal ini bertolak belakang sekali dengan
prinsip seseorang muslim, karena islam merupakan agama terbesar di
Indonesia, dimana pertolongan diberikan dengan ikhlas dan biarlah Allah
SWT yang membalas dengan cara-Nya. Disadari atau tidak, bunga
merupakan salah satu factor utama penyebab krisis moneter tahun 1997 dan
krisis keuangan global saat ini. Semua instansi keuangan baik bank maupun

non bank menarik dana dari masyarakat dengan iming-iming bunga dan
menyalurkannya kembali kepada masyarakat dengan memperoleh imbalan
berupa bunga. Keserakahan akan mendorong lembaga keuangan untuk
menyalurkan dana kepada pihak manapun secara besar-besaran, akibatnya
terjadi kredit macet yang berdampak besar terhadap lembaga itu sendiri.

Di Indonesia ini terjadi sebelum krisis dan memacu terjadinya krisis moneter,
sedangkan di Amerika Serikat ini memacu terjadinya krisis kredit perumahan
yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan global. Disatu sisi jika
pemerintah atau bank sentral melakukan regulasi ketat akan berdampak
buruk juga bagi perekonomian karena akan terjadi fenomena yang disebut
credit crunch. Dimana lembaga keuangan tidak menyalurkan kredit karena
regulasi ketat sehingga roda perekonomian tidak berjalan, khususnya sector
riil yang menyerap tenega kerja.

IMF melalui rezim investai terbuka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi


global. Namun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang didorong
liberalisasi perdagangan, privatisasi, dan rezim investasi bebas hanya
menguntungkan negara-negara maju. Liberalisasi perdagangan tidak hanya
transfer hasil produksi, tetapi juga mempermudah negara maju untuk
mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki oleh negara dunia ketiga.
Rezim investasi bebas merupakan pintu untuk mempermudah arus investasi
yang menjadi fakor penting bagi perkembangan perusahaan multinasional
dan transnasional agar mampu bergerak melintasi batas negara.

Segi Negatif Kapitalisme


System buatan manusia

Sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan


sendiri

tanpa

menghargai

kebutuhan

masyarakat

dan

menghormati

kepentingan umum.

Egoistic
Dalam system kapitalisme individu dan sekelompok kecil pribadi mendominasi
pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan
masyarakat dan menghormati kepentingan umum.

Monopolistic
Dalam system kapitalisme seorang kapitalis memonopoli komonditas dan
menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar ia mengeluarkannya
untuk di jual dengan harga mahal yang berlipat ganda mencekik konsumen
dan orang-orang lemah.
Terlalu berpihak pada hak milik pribadi
Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi. Sedangkan komunisme
malah menghilangkan hak milik pribadi.

Persaingan
System dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga.
Semua orang berlomba mencari kemenangan. Sehingga kehidupan dan
system kapitalisme berubah menjadi riba dimana yang kuat menerkam yang
lemah. Hal ini sering menimbulkan kebangkrutan pabrik atau perudahaan
tertentu.

Perampasan tenaga produktif


Kapitalisme membuat para tenaga kerja sebagai barang komoditas yang harus
tumbuh kepada hokum, permintaan dan kebutuhan yang menjadikan dia
sebai barang yang dapat ditawarkan setiap saat. Pekerja ini bisa jadi sewaktuwaktu diganti dengan orang lain yang upahnya lebih rendah dan mampu
bekerja lebih banyak dan pengabdiannya lebih baik.

Pengangguran
Suatu

fenomena

umum

dalam

masyarakat

kapitalis

ialah

munculnya

pengangguran yang mendorong milik perusahaan untuk menambah tenanga


yang akan memberatkannya
Kehidupan yang penuh gejolak
Ini adalah akibat logis dari persaingan yang berlangsung antara dua kelas. Yang
satu mementingkan pengumpulan uang dengan segala cara. Sedangkan yang
satu lagi tidak diberi kesempatan mencari sendiri kebutuhannya tanpa kenal
belas kasihan.

Penjajahan
Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru untuk memasarkan
hasil produksinya kapitalisme memasuki petualangan pejajahan terhadap
semua bangsa. Pada mulanya dalam bentuk penjajahan ekonomi pola piker
politik dan kebudayaan. Kemudian memperbudak semua bangsa dan
mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.

Peperangan dan mala petaka

Umat

manusia

telah

menyaksikan

berbagai

bentuk

pembunuhan

dan

pembantaian luar biasa biadabnya. Itu terjadi sebagai akibat logis dari sebuah
penjajahan yang menimpa umat manusia dibumi yang melahirkan bencana
paling keji dan kejam.

Didominasi hawa nafsu


Orang kapitalisme berpegang pada prinsip demokrasi politik dan pemerintahan.
Pada umumnya demokrasi yang mereka gebar-gemborkan diikuti dengan
hawa nafsu yang mendominasi dan jauh dari kebenaran dan keadilan

Riba
System kapitalisme tegak diatas landasan riba. Sedangkan riba merupakan akar
penyakit yang membuat seluruh dunia menderita.
Tidak bermoral

Kapitalisme memandang manusia sebagai benda materi. Karna itu manusia


dijauhkan dari kecenderungan ruhani dan akhlaknya. Bahkan dalam system
kapitalisme antara ekonomi dan moral dipisahkan jauh-jauh.

Kejam
Kapitalisme serimg memusnahkan begitu saja komoditas yang lebih dengan cara
dibakar atau dibuang kelaut karena khawatir harga akan jatuh disebabkan
banyaknya penawaran. Mereka berani melakukan itu padahal masih banyak
bangsa-bangsa yang menderita kelaparan.

Boros
Orang-orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan
besar-besaran tanpa perduli kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yang
mereka cari keuntungan belaka.
Tidak berperi kemanusiaan
Orang kapitalis sering mengusir begitu saja seorang buruh karena alasan
tenaganya kurang produktif. Tetapi kekejaman ini mulai diringankan akhirakhir ini dengan adanya perbaikan dalam tubuh kapitalisme.

Sebagai system dalam perusahaan modern


Di dalam system yang berlaku sekarang peningkatan keuntungan perusahaan
hanya dapat dinikmati oleh para pemegang saham dan tidak mempunyai
dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan atau buruh.

Dalam system nilai tukar


System kapitalis sebagai suatu system yang mayoritas diterapkan dibebagai
Negara termasuk Indonesia, menempatkan uang sebagai sesuatu nilai yang
berbeda karena perbedaan waktu, tempat, kekuatan daya beli masyarakat, dan
sebagainya. Perbedaan ini akan mendorong spekulan untuk mengambil
keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli terhadap nasib orang banyak.

Segi Positif Kapitalisme


Kebaikan system kapitalis bagi Indonesia adalah memungkinkan Indonesia untuk
mendapatkan suntikan dana investasi dari Negara kapitalis. Investasi ini
sangat menguntungkan karena kita secara financial tidak dirugikan oleh

investasi para kapitalis ini, jadi mereka memberikan uang (investasi) untuk
dikelola oleh kita. Kalo ternyata kita bisa menggunakan uang tersebut dengan
baik dan memperoleh laba, kita bagi-bagi uang labanya dengan si kapitalis
tersebut (bagi hasil).

Kalau ternyata kita merugi, artinya uang investasi habis tapi tidak mendapatkan
laba, maka si kapitalis akan menarik uangnya yang tersisa. Jadi sebenernya
dengan adanya kapitalis itu menanamkan investasi di Indonesia, kita punya
kesempatan gratis untuk membangun bisnis tanpa resiko. Hanya saja
biasanya kalau perusahaan bangkrut dan investasi ditarik lagi, maka para
pegawai perusahaan itu akan di PHK dan inilah yang biasanya di ekspos,
seolah-olah ada orang Indonesia yang menderita karena system ekonomi
yang kapitalis.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Kapitalisme merupakan sebuah system yang muncul dari sebuah pemikiran
dunia Barat. Kapitalisme mulai mendominasi kehidupan perekonomian dunia
barat sejak runtuhnya feodalisme. Dalam bidang ekonomi, di Eropa akhirnya
dikenal system kapitalisme, yaitu sebuah system yang mencakup hubunganhubungan pemilik modal besar.
Di Indonesia, kapitalisme terasa pada persaingan antara pasar modern dengan
pasar tradisional. Seperti halnya yang kita jumpai banyaknya toko swalayan
seperti carefour, indomaret, alfamart yang menjamur di Indonesia dan

mengalahkan pasar tradisional, baik dalam pelayanan mutu maupun


penarikan konsumen : Makalah Kapitalisme .

DAFTAR PUSTAKA
http://www.wikipedia.org

sumber : http://www.isomwebs.neta

KAPITALISME
MAKALAH

disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Intelektual

Oleh :
Luluk Syarifah 120210302049

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH


JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembahasan tentang ekonomi dan permasalahannya, seperti tidak akan lekang


dimakan zaman. Entah itu, dalam tingkat yang paling sederhana ekonomi
rumah-tangga, ataupun dalam tataran yang lebih luas, dalam konteks
ekonomi negara misalnya. Sifat dasar manusia yang ingin selalu memenuhi
kebutuhannya, semakin menambah ruang lingkup pembahasan itu semakin
luas. Pembahasan masalah ekonomi berkembang menjadi pem-bahasan
permasalahan manusia itu sendiri. Dengan kebutuhan yang tidak pernah
habis manusia dibuat menjadi sibuk. Kenyataan inilah yang membuat
manusia diliputi masalah-masalah ekonomi. Perekonomian dunia yang sangat
mempengaruhi kehidupan manusia, memiliki cerita sejarah yang panjang.
Deretan tulisan yang menerangkannya pun tak akan habis dibaca, selalu ada
bagian tertentu yang masih tersisa untuk dibuka dan dipahami.
Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara dalam
memecahkan berbagai permasalahan ekonomi yang dialami oleh negara
tersebut, misalnya pengalokasian sumber daya yang dimilikinya, pelaksanaan
produksi, distribusi dan konsumsi baik kepada individu maupun organisasi
di negara tersebut. Perbedaan yang mendasar antara sebuah sistem ekonomi
dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur
faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki
semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah.
Salah satu sistem perekonomian yang ada didunia adalah sistem ekonomi
kapitalis, yaitu sistem ekonomi dimana kekayaan produktif terutama dimiliki
secara pribadi dan pruduksi terutama untuk penjualan. Tujuan dari pemilikan
pribadi tersebut adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan yang lumayan
dari penggunaan kekayaan pruduktif.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, terdapat beberapa rumusan masalah
diantaranya;

1. Bagaimana sejarah Kapitalisme ?


2. Bagaimana perkembangan sistem Ekonomi Kapitalisme ?
3. Bagaimana prinsip dan bentuk Kapitalisme ?
4. Bagaimanakah Kapitalisme di berbagai bidang ?
5. Negara mana sajakah yang menganut sistem Ekonomi Kapitalis?
6. Bagaimana dampak Kapitalisme?
7. Bagaimana pengaruh Kapitalisme di Indonesia?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan yang hendak dicapai diantaranya;
1. Untuk mengetahui latar belakang Kapitalisme
2. Untuk mengetahui perkembangan Kapitalisme
3. Untuk mengetahui prinsip dan bentuk Kapitalisme
4. Untuk mengetahui pengaruh dan dampak kapitalismedi berbagai bidang
5. Untuk mengetahui Negara yang menganut sistem Ekonomi Kapitalis
6. Untuk mengetahui dampak Kapitalisme
7. Untuk mengetahui pengaruh Kapitalisme di Indonesia

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Kapitalisme


Dari etimologi kapitalisme terdiri dari dua kata, yaitu capital dan isme.
Capital secara umum berarti modal, jadi kapitalisme adalah paham yang
berdasarkan modal. Kapitalis dapat kita artikan sebagai suatu paham yang
meyakini bahwa pemilik modal melakukan usaha untuk mendapatkan
keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam paham ini, pemerintah tidak dapat
melakukan intervensi pasar guna mendapatkan keuntungan bersama, namun
intervensi pemerintah adalah untuk kepentingan-kepentingan pribadi.
Kapitalisme atau capital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik
modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya
dimana pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar (Wikipedia,
bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
Menurut Dudley Dillard kapitalisme adalah hubungan-hubungan di
antara pemilik pribadi atas alat-alat produksi yang bersifat nonpribadi (tanah,
tambang, instalasi industry dan sebagainya, yang secara keseluruhan disebut
modal atau capital) dengan para pekerja yang biar pun bebbas namun tak
punya modal yang menjual jasa tenaga kerjanya kepada para majikan.
System kapitalisme sepenuhnya memihak dan menguntungkan pihak-pihak
pribadi kaum bisnis swasta. Seluruh keputusan yang menyangkut bidang
produksi baik itu alam dan tenaga kerja dikendalikan oleh pemilik dan
diarahkan

untuk

mendapatkan

keuntungan

sebesar-besarnya.

Secara

sosiologis paham kapitalisme berawal dari perjuangan terhadap kaum feodal


salah satu tokoh yang terkenal Max Weber dalam karyanya The Protestan
Etic of Spirrit Capitalism mengungkapkan bahwa kemunculan kapitalisme
erat sekali dengan semangat religious terutama kaum protestan. Pendapat
Weber ini didukung Marthin Luther King yang mengatakan bahwa lewat
perbuaatan dan karya yang lebih baik manusia dapat menyelamatkan diri
dari kutukan abadi. Tokoh yang mendukung adalah Benjamin Franklin

dengan motonya yang sangat terkenal: Time is Money, bahwa manusia


hidup untuk bekerja keras dan memupuk kekayaan.
Kapitalisme memiliki sejarah yang panjang, yaitu sejak ditemukannya sistem
perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Akan tetapi bukan hanya kritik
saja yang mengancam kapitalisme melainkan juga ideologi lain yang ingin
melenyapkannya seperti komunisme.
Kapitalisme mulai mendominasi kehidupan perekonomian ekonomi dunia Barat
sejak runtuhnya feodalisme. Akar kapitalisme dalam beberapa hal bersumber
daari filsafat Romawi kuno. Hal itu muncul pada ambisinya untuk memiliki
kekuatan dan meluaskan pengaruh serta kekuasaan. Kapitalisme berkembang
secara bertahap dari feodalisme,

bourgeoisme sampai pada kapitalisme.

Selama proses situ berlangsung telah bekembang berbagai pemikirran dan


ideologi yang melanda dalam arus yang mengarah pada pengukuhan hak
milik pribadi dan seruan kebebasan. Kapitalisme menyeru dan membela
liberalisme. Tetapi kebebasan politik telah berubah menjadi kebebasan moral
dan sosial, kemudian berubah menjadi permisifisme. Setelah Eropa
memasuki zaman Renaiscance yaitu zaman dimana pencerahan mulai muncul
setelah zaman feudal kapitalisme muncul bersamaan dengan munculnya
ideologi baru yaitu munculnya liberalisme.
Bapak kapitalisme yaitu Adam Smith mengemukakan lima teroti dasar dari
kapitalisme yaitu:
1.
2.

Pengakuan hak milik pribadi tanpa batas-batas tertantu.


Pengakuan hak pribadi untuk melakukan kegiatan ekonomi demi
meningkatkan status sosial ekonomi.

3.

Pengakuan adanya motivasi ekonomi dalam bentuk semangat meraih


keuntungan semaksimal mungkin.

4.

Kebebasan melakukan kompetisi

5.

Mengakui hukum ekonomi pasar bebas atau mekanisme pasar.

Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan


peningkatan perekonomiaan, kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan
ekonomi yang tercermin kepada kebebasan individu yang memberikan
seseorang kebebasan memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya
yang dapat mewujudkan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan
dirinya. Kebebasan berdagang dimana produktivitas peredaran produksi dan
distribusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas. Kaum kapitalisme
memandang kebebasan adalah suatu kebutuhan bagi individu untuk
menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat. Sebsb kebebasan itu
adalah suatu kekuatan pendorong bagi produksi karena ia benar-benar
menjadi hak manusia yang menggambarkan kehormatan kemanusiaan.

2.2 Perkembangan Sistem Ekonomi Kapitalisme


Kapitalisme tentunya tidak dapat dipisahkan dari Eropa, tempat
berkembangnya paham tersebut. Lahirnya sistem negara modern ditandai
dengan tercapainya perjanjian Westphalia pada tahun 1648. Perjanjian ini
menetapkan sistem negara yang merdeka dan berdaulat dan melepaskan diri
dari otoritas politik paus dan gereja khatolik Roma. Ini merupakan
munculnya embrio sekularisme yang memisahkan antara negara (politik)
dengan agama. Prinsip dasar sekularisme itu adalah manusia sebagai
pembuat aturan atau hukum. Namun di Eropa sampai pada abad ke-19, peran
rakyat dalam politik masih sangat minim. Eropa pada masa itu masih
diperintah oleh raja, kaisar, dan kaum aristokrat.
Terdapat tiga peristiwa penting yang berpengaruh pada perubahan situasi
di Eropa. Yaitu revolusi industri, revolusi Prancis, dan tingkat melek huruf
(literasi). Revolusi industri telah memunculkan masyarakat kelas menengah

yang mempunyai kekuatan ekonomi dan meminta keseimbangan politik yang


sama. Sedangkan revolusi Perancis, memunculkan berbagai paham seperti
nasionalisme, liberalisme, dan equalitas. Yang mana paham-paham tersebut
menuntut

adanya

peranan

masyarakat

dalam

negara.

Sedangkan

meningkatnya tingkat melek huruf di kalangan rakyat menyebabkan mereka


dapat membaca berbagai peristiwa dan pemikiran yang berkembang di
Eropa.
Ide pemisahan agama di negara dianggap sebagai jalan kompromi antara
pemuka agama dengan para cendikiawan dan filsuf yang mengingkari
dominasi para agamawan. Dengan demikian ide sekularisme ini tidaklah
mengingkari adanya agama, namun tidak juga menjadikannya peran dalam
kehidupan. Atas paradigma ini mereka berpendapat bahwa manusia berhak
mengatur hidupnya sendiri, dan juga mempertahankan kebebasan individu
yakni, kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, dan kebebasan atas
kepemilikan. Dari kebebasan kepemilikan inilah munculnya paham sistem
ekonomi kapitalis yang sesuai dengan nilai-nilai kebebasan individu diatas.
Kapitalisme pada saat ini bukan hanya berarti sebuah teori ekonomi saja,
namun kapitalisme sudah menjadi ideologi dunia yang mencengkram dan
mengatur semua sendi-sendi kehidupan manusia secara menyeluruh dan
sistemik.
Kelahiran sistem ekonomi kapitalis ini tidak dapat dipisahkan dari
seorang ahli ekonomi yaitu Adam Smith. Dengan sistem pasarnya
memunculkan pengetahuan tingkah laku ekonomi yang belum pernah
ditemukan sebelumnya dan kemudian menjadi bahan analisa bagi
terbentuknya sebuah ilmu. Pandangan, pemikiran, beserta teori-teorinya
tertuang dalam bukunya dan menjadi dasar terbentuknya sistem ekonomi
yang masih berlaku hingga sekarang, yakni sistem ekonomi kapitalis. Inti
dari pemikiran Smith adalah bahwa proses distribusi dan produksi haruslah
lepas dari campur tangan pemerintah dan adanya perdagangan bebas.

Pandangan teori dunia yang menganggap dunia sebagai sebuah kesatuan


ekonomi kapitalis membuat negara pinggiran harus tergantung pada negara
pusat. Negara terbelakang merupakan penghasil bahan mentah terutama
dalam hal sektor pertanian. Kapitalisme masuk melalui sistem perdagangan
yang tidak adil dimana negara terbelakang menjual barang mentah dengan
harga relative rendah yang meyebabkan eksploitasi petani. Perkembangan
selanjutnya melahirkan industri baru yang membutuhkan spesialisasi tenaga
kerja yang ahli. Munculnya teknologi baru menyebabkan kapitalisme ini
memerlukan tenaga kerja yang mengerti akan teknologi. Namun hal ini tidak
ditemukan pada tenaga kerja dari negara terbelakang. Jadi proses ini pada
negara terbelakang menghasilkan tenaga kerja kasar dan sedangkan tenaga
kerja terampil dikuasai dari negara pusat. Tenaga kerja kasar yang berasal
dari negara pinggiran ini menjadi sumber tenaga kerja yang murah sehingga
tetap terjadinya eksploitasi pada para buruh kasar ini.
Kapitalisme yang menjalar hingga negara terbelakang membuat adanya
perubahan struktur sosial pada masyarakatnya, muncul kelas sosial baru yaitu
kelas pemilik modal atau kaum borjuis. Kelas borjuis di negara terbelakang
ini juga dengan mudah mendapat dukungan politik dari pemerintah. Kelas
borjuis ini juga menggunakan sistem kapitalis untuk meningkatkan
perekonomian mereka.
Meskipun telah banyak mengalami perubahan, ternyata ilmu Smith lah
yang sampai saat ini mendasari perkembangan ekonomi liberal yang
melahirkan sistem ekonomi kapitalis. Kapitalisme yang sudah mulai
berjangkit sejak revolusi industri semakin diperkuat dengan penemuan Smith.
Selain dari teori-teori ini kemudian muncullah pemikiran yang melawan
kapitalis ini karena sistem ini telah menimbulkan kesengsaraan bagi buruh.
Adalah Karl Marx yang dalam bukunya Das capital yang meramalkan
keruntuhan dari kapitalisme tersebut walaupun sebenarnya kapitalisme ini
memang tidak segera mati seperti yang dibayangkan Marx. Misalnya pada
harapannya terhadap tahapan revolusi negara berkembang, Marx meramalkan

bahwa negara terbelakang memerlukan dua tahap revolusi, yaitu revolusi


borjuis dan revolusi sosialis. Revolusi borjuis dilakukan oleh kelas borjuis
nasional guna melawan penindasan negara maju dan kemudian baru
dilanjutkan oleh perjuangan revolusi sosialis oleh kelas proletar. Namun hal
ini tidak sesuai yang diharapkan karena kaum borjuis nasional pun seperti
yang telah di terangkan diatas juga memakai sistem ekonomi kapitalis dan
hanya mementingkan keuntungan besar yang mereka peroleh sehingga
tidaklah perlu oleh mereka untuk melakukan perjuangan kelas. Namun
pemahaman ideologi komunisme ala Marx ini juga mempunyai arti penting
dalam pengaruhnya terhadap pemikiran-pemikiran selanjutnya dan masih
dipakai oleh beberapa negara hingga saat ini.
Dari keterangan diatas, dapatlah kita bagi sejarah perkembangan
kapitalisme ini menjadi tiga tahapan. Yang pertama, kapitalisme awal (15001750). Kapitalisme pada fase ini masih mengacu pada kebutuhan pokok yang
ditandai dengan hadirnya industri sandang di Inggris. Dan kemudian
berlanjut pada usaha perkapalan, bahan-bahan mentah, barang-barang jadi,
dan bentuk variasi kekayaan lainnya. Perdagangan zaman ini berkembang
menjadi perdagangan publik. Tahap selanjutnya yaitu kapitalisme klasik
(1750-1914). Kapitalisme pada masa ini merupakan perkembangan dari
perdagangan publik ke perdagangan industri. Hal ini ditandai dengan
munculnya revolusi industri di Inggris dimana diciptakannya mesin-mesin
besar yang menunjang industri. Tahap ketiga yaitu kapitalisme lanjut (1914sekarang). Momentum utama fase ini ialah perang dunia I. kapitalisme lanjut
sebagai peristiwa penting terbagi dalam tiga peristiwa. Pertama pergeseran
dominasi modal dari Eropa ke Amerika. Kedua bangkitnya kesadaran
bangsa-bangsa Asia-Afrika sebagai ekses dari kapitalisme klasik, yang
kemudian mewujudkan kesadaran itu melalui perlawanan. Ketiga, revolusi
Rusia yang berhasrat meluluhlantakkan fundamental kapitalisme, yang mana
dari sini menghasilkan ideologi tandingan kapitalisme yaitu komunisme.

2.2.1 FASE-FASE KAPITALISME


1.

Kapitalisme Awal (1500 1750)

Pada akhir abad pertengahan (abad 16 18), industri di Inggris sedang


terkonsentrasi pada industri sandang. Industri sandang di Inggris menjadi
industri sandang terbesar di Eropa. Meskipun banyak masalah yang dihadapi
akan tetapi industri sandang di Ingris menjadi industri yang sangat pesat.
Industri sandang inilah yang menjadi pelopor lahirnya kapitalisme di Eropa
sebagai suatu system sosial dan ekonomi. Kemudian industri ini berlanjut
pada usaha perkapalan, pergudangan, bahan-bahan mentah, barang-barang
jadi dan variasi bentuk kekayaan yang lain.
Dari beberapa kejadian dan juga factor lingkungan historis mempengaruhi
pembentukan modal di Eropa Barat pada awal terbentuknya kapitalisme
antara lain:
a.
b.

Dukungan agama bagi kerja keras dan sikap hemat


Pengaruh logam-logam mulia dari dunia baru terhadap perkembangan
relative pendapatan atas upah, laba dan sewa.

c.

Peranan Negara dalam membantu dan secara langsung melakukan


pembentukan modal dalam bentuk benda modal aneka guna.

Etika ekonomi yang diajarkan katolisme abad pertengahan menciptakan banyak


hambatan bagi perkembangan kapitalis dan ideology kapitalis (Dudley Dillar,
1997;17).
Russel mengemukakan adanya tiga faktor yang menghambat kapitalisme di
pedesaan dan di berbagai wilayah lain, kendala itu adalah:
a.

Tanah yang ada hanya digunakan untuk becocok tanam sehingga hasil
produksinya sangat terbatas. Russel mengusulkan untuk mengubah tanah
menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan (profitable). Dalam pengertian
lalin tanah bisa diperjual belikan seperti barang lainnya.

b.

Para petani atau buruh tani yang masih terikat pada sistem ekonomi
subsistensi. Komentar Russel untuk hal ini adalah mereka siap untuk
dipekerjaan dengan upah tertentu.

c.

Hasil produksi yang diperoleh petani saat tiu hanya sekedar digunakan untuk
mencukupi kebutuhan pribadi. Menurut Russel produksi hasil petani harus
ditawarka ke pasar dan siap dikonsumsi oleh publik.

2.

Kapitalisme Klasik

Pada fase ini ditandai dengan adanya revolusi industri di Inggris. Di inggris
mulai banyak diciptakan mesin-mesin besar yang sangat berguna untuk
menunjang industri. Revolusi industri dapat didefinisikan sebagai periode
peralihan dari dominasi modal perdagang atas modal industri ke dominasi
modal industri atas modal perdagangan (Dudley Diller 1987:22).
Kapitalisme mulai menjadi penggerak kuat bagi perubahan tekhnologi karena
akumulasi modal memungkinkan penggunaan penemuan baru yang tak
mungkin dilakukan oleh masyarakat miskin. Difase inilah mulai dikenal
tokoh yang disebut bapak kapitalisme yaitu Adam Smith. Adam Smith
bersama dengan bukunya yang sangat trkenal yaitu wealth of nation (1776).
Buku ini mencerminkan ideologi kapitalisme klasik. Salah satu poin
ajarannya laissez faire dengan invisible hand-nya (mekanisme pasar).
Kebijaksanaan laissez faire mencakup pula perdagangan bebas, keuangan
yang kuat, anggaran belanja seimbang, dan bantuan kemiskinan minimum.
Tak ada satu konsepsi barupun tentang masyarakat yang dapat menandingi
peradaban kapitalisme.
Beberapa tokoh seangkatan seperti David Ricardo dan John Stuart Mills yang
sring dikenal sebagai tokoh ekonomi neo klasik. Pada fase inilah kapitalisme
sering mendapat hujatan pedas dari kelompok Marx.
3.

Kapitalisme Lanjut

Peristiwa besar yang menandai fase ini adalah terjadinya Perang Dunia.
Kapitalisme lanjut sebagai peristiwa penting ini ditandai paling tidak oleh
tiga momentum, yaitu :
a.

Pergeseran dominasi modal dari Eropa ke Amerika.

b.

Bangkitnya kesadaran bangsa-bangsa di Asia dan Afrika sebagai akses dari


kapitalisme klasik, yang kemudian memanifestasikan kesadaran itu dengan
perlawanan.

c.

Ravolusi Bolshevik Rusia yang berhasrat meluluh lantahkan institusi


fundamentak kapitalisme yang berupa kepemilikan secara individu atas
penguasaan sarana produksi, struktur kelas sosial, bentuk pemerintahan dan
kemampuan agama. Dari sama muncul ideology tandingan yaitU
komunisme.

2.2.3 Tokoh-Tokoh dalam Kapitalisme

Francois Quesnay . Lahir di Versailes Perancis dan bekerja sebagai dokter


di istana Louis XV. Tetapi ia lebih mengutamakan bidang ekonomi dan
mendirikan aliran lesphisiocrates. Tahun 1756 ia menerbitkan dua buah
makalah tentang para petani dari selatan. Pada tahun 1758 ia menerbitkan
tabel ekonomi yg disebut La Tableau Economique yang di dalamnya
digambarkan peredaran uang di dalam masyarakat sebagai peredaran darah.
Tentang tabel tersebut Mirabeau berkata Di dunia ini terdapat tiga
penemuan besar yaitu tulisan mata uang dan tabel ekonomi.

John Locke meramu teori naturalisme liberal. Tentang hak milik ia berkata
Hak milik pribadi adalahl salah satu hak alam dan instink yang tumbuh
bersama pertumbuhan manusia. Karena itu tak ada seorangpun yang
mengingkari instink ini.

Adam Smith adalah penganut aliran klasik terkenal. Ia lahir di kota Kirkcaldy
Scotlandia. Belajar filsafat dan pernah menjadi guru besar logika di
Universitas Glasgow. Tahun 1766 ia pergi ke Perancis dan bertemu dgn para

penganut liberalisme. Tahun 1776 ia menerbitkan Penelitian Alam dan


Sebab-sebab Kekayaan Manusia. Buku inilah yang dikatakan kritikus
Edmund Burke sebagai karya tulis teragung yang pernah ditulis manusia.
David Ricardo yang membahas hukum pembagian hasil percapita dalam
ekonomi kapitalisme. Teorinya yang terkenal ialah Hukum Pengurangan
Penghasilan. Kata orang ia berorientasi falsafi yang bercampur dengan
dorongan moral. Hal ini didasarkan kepada ucapannya Segala perbuatan
dipandang menghilangkan moral jika bukan keluar dari perasaan cinta
kepada orang lain.
Robert Malhus seorang ekonomi Inggris klasik yang dikenal pesimistis. Ia
penemu teori kependudukan yang populer bahwa jumlah penduduk
berkembang menurut deret ukur sedangkan produksi pertanian berkembang
menurut deret hitung.
John Stuart Mill yang dipandang sebagai penghubung aliran individualisme
dengan aliran sosialisme. Tahun 1836 ia menerbitkan buku yang berjudul
Prinsip-prinsip Ekonomi Politik.
Lord Keynes teorinya berkisar tentang pengangguran dan lapangan kerja. Teori
ini telah melampaui teori-teori yang lain. Karena itu dialah yang berjasa
dalam menciptakan lapangan kerja secara utuh bagi suatu kekutan aktif di
masyarakat kapitalis. Teori-teorinya itu disebut dalam bukunya yg berjudul
Teori Umum Tentang Lapangan Kerja Bursa dan Mata Uang. Buku ini
beredar pada tahun 1930.
David Hume penemu teori pragmatisme yg integratif. Ia mengatakan Hak milik
khusus adalah tradisi yang dianut masyarakat yang harus diikuti. Sebab
disanalah manfaat mereka.
2.3 Prinsip dan Bentuk Kapitalisme
Prinsip-prinsip kapitalisme yaitu :

1.

Mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana kecuali yang terangterangan dilarang Negara karena merusak masyarakat seperti heroin dan
semacamnya.

2.

Mendewakan hak milik pribadi dengan membuka jalan selebar-lebarnya


agar tiap orang mengarahkan kemampuan dan potensi yang ada untuk
meningkatkan kekayaan dan meliharanya serta tidak ada yang menjahatinya.
Karena itu dibuatlah peraturan-peraturan yang cocok untuk meningkatkan
dan melancarkan usaha dan tidak ada campur tangan Negara dlam kehidupan
ekonomi kecuali dalam batas-batas yang sangat diperlukan oleh peraturan
umum dalam rangka mengokohkan keamanan.

3.
4.

Perfect competition.
Price system sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan bersandar
pada peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengendalikan
komoditas dan penjualannya.

2.3.1 Ciri-Ciri Kapitalisme


a. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi. Pemikiran alat produksi ditangan
individu. Individu bebas memilih pekerjaan/usaha yang dipandang baik
baginya.
b. Perekonomian diatur oleh pasar. Pasar berfungsi memberikan signal kepada
produsen dan konsumen dalam membentuk harga-harga. Campur tangan
pemerintah diusahakan sekecil mungkin. Motif yang menggerakkan
perekonomian adalah mencari laba.
c. Manusia dipandang sebagai makhluk homo-economicus yang dipandang
bahwa selalu mengejar kepentingan / keuntungan sendiri.
2.3.2 Bentuk-bentuk kapitalisme

1. Kapitalisme perdagangan. Muncul pada abad ke-16 setelah dihapusnya system


feodal. Dalam Bentuk-bentuk system ini seorang pengusaha mengangkat
hasil produksinya dari satu tempat ke tempat lain sesuai dengan kebutuhan
pasar. Dengan kemudian ia berfungsi sebagai perantara antara produsen dan
konsumen.
2. Kapitalisme industry. Lahir karena ditopang oleh kemajuan industry dengan
penemuan mesin tenun tahun 1733 dan mesin uap oleh James Watt tahun
1765. Semua itu telah membangkitkan revolusi industry di Ingris dan Eropa
menjelang abad ke-19. Kapitalisme industry ini tegak di atas dasar pemisahan
antara modal dan buruh, yakni antara manusia dan mesin.
3. Sistem Kartel yaitu kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi
pasaran internasional. System ini member kesempatan untuk memonopoli
pasar dan pemasaran seluas-luasnya. Aliran ini tersebar di Jerman dan
Jepang.
4. Sistem Trust yaitu sebuah system yang membentuk satu perusahaan dari
berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu
berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.
Pemikiran dan keyakinan-keyakinan lainnya Aliran naturalisme yang merupakan
dasar kapitalisme ini sebenarnya menyerukan hal-hal sebagai berikut:
1.

Kehidupan ekonomi yang tunduk kepada system natur yang bukan buatan
manusia. Dengan sifat seperti itu akan mampu mewujudkan pengembangan
hidup dan kemajuan secara simultan.

2.

Tidak ada campur tangan Negara dalam kehidupan ekonomi dan membatasi
tugasnya hanya untuk melindungi pribadi-pribadi dan kekayaan serta
menjaga keamanan dan membela Negara.

3.

Kebebasan ekonomi bagi tiap individu dimana ia mempunyai hak untuk


menekuni dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan. Tentang

kebebasan seperti ini diungkapkan dalam sebuah prinsip yang sangat masyur
dengan semboyan biarkan ia bekerja dan biarkan ia berlalu.
4.

Kepercayaan kapitalisme terhadap kebebasan yang tiada batas telah


membawa kekacauan keyakinan dan perilaku. Ini melahirkan berbagai
konflik di Barat yang kemudian melanda dunia sebagai akibat dari
kehampaan pemikiran dan kekosongan rohani.

5.

Rendahnya upah dan tunmtutan yang tinggi mendorong tiap anggota


keluarga bekerja. Akibatnya tali kekeluargaan putus dan sendi-sendi sosial di
kalangan mereka runtuh.

Pendapat Adam Smith yang paling penting ialah tentang ketergantungan


peningkatan perekonomian kemajuan dan kemakmuran kepada kebebasan
ekonomi yang tercermin pada kebebasan individu yang memberikan
seseorang bebas memilih pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya yang
dapat mewujukan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan dirinya.
Kebebasan pedagang dimana produktivitas peredaran produksi dan
distribusinya berlangsung dalam iklim persaingan bebas.
Kaum kapitalis memandang kebebasan adalah suatu kebutuhan bagi individu
untuk menciptakan keserasian antara dirinya dan masyarakat. Sebab
kebebasan itu adalah suatu kekuatan pendorong bagi produksi karena ini
benar-benar menjadi hak manusia yang menggambarkan kehormatan
kemanusiaan.

2.4 Kapitalisme di Berbagai Bidang


2.4.1.

Kapitalisme Pendidikan

Kapitalisme kini telah menyentuh wilayah pendidikan nasional. Munculnya


dikotomi Sekolah Berstandar Internasiaonal (SBI) dan sekolah biasa

merupakan pengejawantahan semangat kapitalis dalam dunia pendidikan.


Tidak dipungkiri, akan muncul kelas-kelas sosial sebagai bias penerapan ide
kapitalis dalam dunia pendidikan. Kelas sosial karena system pendidikan
yang berbasis modal dan menyampingkan kecerdasan.
Contoh sederhana, jika dikota anda ada sekolah ber-SBI atau minimal masih
Rintisan Standar Internasiona (RSBI) yang bersebelahan dengan sekolah
biasa,

anda

pasti

menyaksikan

fenomena

memprihatinkan.

Betapa

kesenjangan sosial kelihatan sangat nyata dan menjadi pemandangan lumrah.


Halaman parkir sekolah ber-SBI dipastikan penuh dengan mobil dan seluruh
siswa masuk sekolah menenteng laptop. Sebaliknya di sekolah biasa, para
siswa diantar dengan sepeda motor, naik angkutan kota, bahkan jalan kaki.
Jarang sekali yang menenteng laptop atau membawa ponsel pun seharga
ratusan ribu. Kesenjangan kenyataan ini merupakan pengejawantahan
gagasan kapitalisme dalam dunia pendidikan.
Perbedaan menyolok performance siswa dan pengajar antara sekolah berstandar
internasional dan sekolah biasa mengindikasikan munculnya kelas sosial
dalam masyarakat pendidikan. Sebuah kelas sosial sebagai akibat sistem
pendidikan yang berbasis modal dan meletakkan kemampuan atau
kecerdasan adalah efek dari kekuatan modal.
Dalam sistem pendidikan nasional, kecerdasan bisa dicapai apabila ditunjang
oleh fasilitas lengkap (berteknologi tinggi). Dengan teknologi yang memadai,
maka proses belajar akan berlangsung dengan baik. Logika seperti inilah
yang menjadi landasan kegiatan belajat mengajar dalam sistem pendidikan
Indonesia.
Semestinya konsep SBI dan Non SBI ditinjau ulang. Sesuai amanat UUD 1945
bahwa setiap warga Negara berhak mendapat pengajaran. Pemerataan
pendidikan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kenyataanya
dalam sistem pendidikan kita mereka yang memiliki modal akan menikmati

fasilitas pendidikan yang mewah. Sedangkan yang kurang beruntung hanya


bisa menikmati sekolah biasa dengan fasilitas seperti seadanya.

2.4.2.

Kapitalisme Dalam Lembaga Keuangan Perbankan

Sistem kapitalis memposisikan uang sebagai sesuatu yang mempunyai nilai


berdasarkan waktu. Keadaan ini akan memaksan lembaga keuangan
khususnya

perbankan

memberikan

pertolongan

financial

dengan

mengharapkan imbalan bunga,sehingga bunga dapat didefinisikan sebagai


tiada pertolongan tanpa imbalan. Hal ini bertolak belakang sekali dengan
prinsip seseorang muslim, karena islam merupakan agama terbesar di
Indonesia, dimana pertolongan diberikan dengan ikhlas dan biarlah Allah
SWT yang membalas dengan cara-Nya.
Disadari atau tidak, bunga merupakan salah satu faktor utama penyebab krisis
moneter tahun 1997 dan krisis keuangan global saat ini. Semua instansi
keuangan baik bank maupun non bank menarik dana dari masyarakat dengan
iming-iming bunga dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dengan
memperoleh imbalan berupa bunga. Keserakahan akan mendorong lembaga
keuangan untuk menyalurkan dana kepada pihak manapun secara besarbesaran, akibatnya terjadi kredit macet yang berdampak besar terhadap
lembaga itu sendiri.
Di Indonesia ini terjadi sebelum krisis dan memacu terjadinya krisis moneter,
sedangkan di Amerika Serikat ini memacu terjadinya krisis kredit perumahan
yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan global. Disatu sisi jika
pemerintah atau bank sentral melakukan regulasi ketat akan berdampak
buruk juga bagi perekonomian karena akan terjadi fenomena yang disebut
credit crunch. Dimana lembaga keuangan tidak menyalurkan kredit karena
regulasi ketat sehingga roda perekonomian tidak berjalan, khususnya sector
riil yang menyerap tenega kerja.

IMF melalui rezim investai terbuka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi


global. Namun pada kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang didorong
liberalisasi perdagangan, privatisasi, dan rezim investasi bebas hanya
menguntungkan negara-negara maju. Liberalisasi perdagangan tidak hanya
transfer hasil produksi, tetapi juga mempermudah negara maju untuk
mengeksploitasi sumber daya alam yang dimiliki oleh negara dunia ketiga.
Rezim investasi bebas merupakan pintu untuk mempermudah arus investasi
yang menjadi fakor penting bagi perkembangan perusahaan multinasional
dan transnasional agar mampu bergerak melintasi batas negara.

2.5 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis


2.5.1 Inggris
Dilihat dari sudut pandang sejarah, Inggris dikenal luas oleh publik dunia
dengan statusnya yang merupakan Negara penjajah terbesar di dunia dengan
menggunakan sistem pembangunan ekonomi pasar di Negara jajahannya dan
berbagi keuntungan dengan Sang Penjajah. Ini sangat menggambarkan sifat
kapitalisnya yang mengandalkan pasar, ini lebih dikenal dengan istilah
Nekolim, Neokolonialisme-Kolonialisme-Imperialisme.
Karena revolusi industri, Inggris menjadi negara kapitalis dan berkembang
menjadi negara imperialis. Dalam bentuk imperialis modern, yaitu
penguasaan politik atau pemerintahan negara yang dikuasai, melakukan
eksploitasi di bidang ekonomi dan penetrasi di bidang kebudayaan. Bangsabangsa yang di bawah jajahan Inggris pada umumnya menggunakan bahasa
Inggris sebagai bahasa resmi setelah bangsa yang bersangkutan merdeka.
Dengan demikian penetrasi kebudayaan Inggris atas daerah jajahan berhasil. .
Daerah-daerah yang dikuasai Inggris antara lain: India, Kanada, Ameriak
Utara. Pada masa Ratu Victoria, imperialis Inggris mencapai puncaknya.
2.5.2 Amerika Serikat

Salah satu budaya politik Amerika adalah sistem perekonomian kapital.


Kapitalisme adalah metode alternative untuk mendistribusikan keuntungan
dan kerugian ekonomi. Kapitalisme mengharuskan pemerintah untuk terlibat
dalam kegiatan ekonomi seminimal mungkin. Bebas berusaha dan
kepercayaan diri adalah prinsip-prinsip dasar dari kapitalisme. Firma atau
perusahaan diperbolehkan untuk beroperasi di pasar bebas dan terbuka, dan
individu-individu diharapkan mampu berusaha dengan inisiatif mereka
sendiri untuk membangun keamanan stabilitas ekonomi mereka. Perusahaan
menentukan apa yang akan mereka produksi dan harga untuk barang dan jasa
mereka sementara pembeli menentukan apa yang akan mereka beli dengan
harga berapa.
Amerika serikat tidak secara murni menganut sistem kapitalisme, karena
pemerintah

mengambil

peran

dalam

mengatur

dan

mendorong

perekonomian. Istilah ekonomi campuran ini digunakan dalam menentukan


bentuk anasir berbeda dari sistem ekonomi kombinasi antara elemen sosialis
dan kapitalis. Amerika Serikat mengadopsi lebih banyak elemen kapitalis
daripada elemen sosialis. Karena tradisi individualisme yang kuat, orang
Amerika cenderung membatasi tujuan dari tindakan pemerintah dalam
bidang ekonomi.
2.6 PENGARUH KAPITALISME
v Segi Negatif Kapitalisme
Sistem buatan manusia.
Sekelompok kecil pribadi mendominasi pasar untuk mencapai kepentingan
sendiri

tanpa

menghargai

kepentingan umum.
Egoistik.

kebutuhan

masyarakat

dan

menghormati

Dalam system kapitalisme individu dan sekelompok kecil pribadi mendominasi


pasar untuk mencapai kepentingan sendiri tanpa menghargai kebutuhan
masyarakat dan menghormati kepentingan umum.
Monopolistic.
Dalam system kapitalisme seorang kapitalis memonopoli komonditas dan
menimbunnya. Apabila barang tersebut habis di pasar ia mengeluarkannya
untuk di jual dengan harga mahal yang berlipat ganda mencekik konsumen
dan orang-orang lemah.
Terlalu berpihak pada hak milik pribadi.
Kapitalisme terlalu mengagungkan hak milik pribadi. Sedangkan komunisme
malah menghilangkan hak milik pribadi.
Persaingan.
System dasar kapitalisme membuat kehidupan menjadi arena perlombaan harga.
Semua orang berlomba mencari kemenangan. Sehingga kehidupan dan
system kapitalisme berubah menjadi riba dimana yang kuat menerkam yang
lemah. Hal ini sering menimbulkan kebangkrutan pabrik atau perudahaan
tertentu.
Perampasan tenaga produktif.
Kapitalisme membuat para tenaga kerja sebagai barang komoditas yang harus
tumbuh kepada hokum, permintaan dan kebutuhan yang menjadikan dia
sebai barang yang dapat ditawarkan setiap saat. Pekerja ini bisa jadi sewaktuwaktu diganti dengan orang lain yang upahnya lebih rendah dan mampu
bekerja lebih banyak dan pengabdiannya lebih baik.
Pengangguran.

Suatu

fenomena

umum

dalam

masyarakat

kapitalis

ialah

munculnya

pengangguran yang mendorong milik perusahaan untuk menambah tenanga


yang akan memberatkannya.
Kehidupan yang penuh gejolak.
Ini adalah akibat logis dari persaingan yang berlangsung antara dua kelas. Yang
satu mementingkan pengumpulan uang dengan segala cara. Sedangkan yang
satu lagi tidak diberi kesempatan mencari sendiri kebutuhannya tanpa kenal
belas kasihan.
Penjajahan.
Karena didorong mencari bahan baku dan mencari pasar baru untuk memasarkan
hasil produksinya kapitalisme memasuki petualangan pejajahan terhadap
semua bangsa. Pada mulanya dalam bentuk penjajahan ekonomi pola piker
politik dan kebudayaan. Kemudian memperbudak semua bangsa dan
mengeksploitasi tenaga-tenaga produktif demi kepentingan penjajahan.
Peperangan dan mala petaka.
Umat

manusia

telah

menyaksikan

berbagai

bentuk

pembunuhan

dan

pembantaian luar biasa biadabnya. Itu terjadi sebagai akibat logis dari sebuah
penjajahan yang menimpa umat manusia dibumi yang melahirkan bencana
paling keji dan kejam.
Didominasi hawa nafsu.
Orang kapitalisme berpegang pada prinsip demokrasi politik dan pemerintahan.
Pada umumnya demokrasi yang mereka gebar-gemborkan diikuti dengan
hawa nafsu yang mendominasi dan jauh dari kebenaran dan keadilan.
Riba.
System kapitalisme tegak diatas landasan riba. Sedangkan riba merupakan akar
penyakit yang membuat seluruh dunia menderita.

Tidak bermoral.
Kapitalisme memandang manusia sebagai benda materi. Karna itu manusia
dijauhkan dari kecenderungan ruhani dan akhlaknya. Bahkan dalam system
kapitalisme antara ekonomi dan moral dipisahkan jauh-jauh.
Kejam.
Kapitalisme serimg memusnahkan begitu saja komoditas yang lebih dengan cara
dibakar atau dibuang kelaut karena khawatir harga akan jatuh disebabkan
banyaknya penawaran. Mereka berani melakukan itu padahal masih banyak
bangsa-bangsa yang menderita kelaparan.
Boros.
Orang-orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan
besar-besaran tanpa perduli kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yang
mereka cari keuntungan belaka.
Tidak berperi kemanusiaan.
Orang kapitalis sering mengusir begitu saja seorang buruh karena alasan
tenaganya kurang produktif. Tetapi kekejaman ini mulai diringankan akhirakhir ini dengan adanya perbaikan dalam tubuh kapitalisme.
Sebagai system dalam perusahaan modern.
Di dalam system yang berlaku sekarang peningkatan keuntungan perusahaan
hanya dapat dinikmati oleh para pemegang saham dan tidak mempunyai
dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan atau buruh.
Dalam system nilai tukar.
System kapitalis sebagai suatu system yang mayoritas diterapkan dibebagai
Negara termasuk Indonesia, menempatkan uang sebagai sesuatu nilai yang
berbeda karena perbedaan waktu, tempat, kekuatan daya beli masyarakat, dan

sebagainya. Perbedaan ini akan mendorong spekulan untuk mengambil


keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli terhadap nasib orang banyak.

v Segi Positif Kapitalisme


Kebaikan sistem kapitalis bagi Indonesia adalah memungkinkan
Indonesia untuk mendapatkan suntikan dana investasi dari Negara kapitalis.
Investasi ini sangat menguntungkan karena kita secara financial tidak
dirugikan oleh investasi para kapitalis ini, jadi mereka memberikan uang
(investasi) untuk dikelola oleh kita. Kalo ternyata kita bisa menggunakan
uang tersebut dengan baik dan memperoleh laba, kita bagi-bagi uang labanya
dengan si kapitalis tersebut (bagi hasil).
Kalau ternyata kita merugi, artinya uang investasi habis tapi tidak
mendapatkan laba, maka si kapitalis akan menarik uangnya yang tersisa. Jadi
sebenernya dengan adanya kapitalis itu menanamkan investasi di Indonesia,
kita punya kesempatan gratis untuk membangun bisnis tanpa resiko. Hanya
saja biasanya kalau perusahaan bangkrut dan investasi ditarik lagi, maka para
pegawai perusahaan itu akan di PHK dan inilah yang biasanya di ekspos,
seolah-olah ada orang Indonesia yang menderita karena system ekonomi
yang kapitalis.

2.7 Kapitalisme dan Pengaruhnya di Indonesia


Dalam buku Kapitalisme Indonesia yang ditulis oleh Tan Malaka (2008)
disebutkan

bahwa

dampak

kapitalisme

di

Indonesia

membuahkan

imperialisasi modern yang berasal dari perkembangan perusahaanperusahaan di Eropa dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber
daya manusia di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan
bentuk imperialisme dahulu yang hanya berfokus pada sistem membekali
hidup dan kesejahteraan rakyat, kini menjelma menjadi momok menakutkan

melalui instrument imperialism modern. Mereka berargumen bahwa


Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk berinvestasi dengan
menghasilkan empat macam kesaktian. Pertama, Indonesia tetap menjadi
pengambilan bekal hidup. Kedua, Indonesia menjadi negeri pengambilan
bekal-bekal pabrik di Eropa. Ketiga, Indonesia menjadi negeri pasar
penjualan barang-barang hasil dari macam-macam industri asing. Keempat,
Indonesia menjadi lapangan usaha bagi modal uang jutaan rupiah bahkan
milyaran jumlanhnya (Tan Malaka, 2008: 63). Dengan keadaan tersebut,
kaum imperialis modern berada pada titik kesejahteraan tertinggi dengan
meninggalkan kaum yang terbelakang jauh dari kenikmatan hidup mereka.
Kapitalisme merupakan suatu paham yang memiliki asumsi bahwa pemilik
modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya
yang berkembang pesat di Eropa dan Amerika. Kapitalisme mulai muncul ke
permukaan disebabkan oleh semakin berkembangnya teknik industri dalam
pemenuhan kebutuhan pasar. Pada awalnya kapitalisme hanya berpusat di
Pulau Jawa dan beberapa wilayah di Pulau Sumatera saja karena di sanalah
terlihat bibit-bitit industialisasi seperti emas, timah, dan hasil tanam lainnya
seperti pertanian dan perkebunan. Hal tersebut mengakibatkan adanya
ketidak merataan atas hasil produksi di kota dan di desa. Penduduk kota
seakan-akan menikmati hasil industrinya, sedangkan penduduk desa hanya
memproduksi hasil pertanian. Gambaran ini menyimpulkan bahwa
kontrasnya jarak yang memisahkan kota dan desa yang disebabkan oleh
persebaran industri yang tidak merata tersebut. Adanya campur tangan asing
yang mendesak sistem produksi Indonesia merupakan salah satu penyebab
kemajuan ekonomi yang tidak teratur sebagaimana mestinya. Kota-kota tidak
dianggap sebagai konsentrasi dari teknik, industri, dan penduduk. Ia tak
menghasilkan barang-barang baik untuk desa maupun perdagangan luar
negeri, dari kapitalis-kapitalis bumiputra (Malaka 2008:49).
Tulisan ini akan membagi pembagian waktu perkembangan kapitalisme menurut
zona pembagian zaman, (1) sebelum Indonesia merdeka, dan (2) setelah

Indonesia merdeka. Pada awalnya kapitalisme yang masuk ke Indonesia


tergolong masih muda. Karena pada masa ini, penggunaan alat-alat modern
dalam perusahaan baru dipergunakan. Perkembangan industrialisasi di
Indonesia terpusat di pulau jawa, terutama industri pertanian. Notabene hasil
sumber daya alam lainnya yang lebih bermakna seperti timah, besi, emas,
dan lain sebagainya banyak terdapat di pulau lain selain pulau jawa. Adanya
kapitalisme ini terdapat jembatan antara kota dan desa, dimana kota
menghasilkan produksi industri dan produksi pertanian (Malaka 2008, 16).
Indonesia dahulu di jajah oleh Belanda, Inggris, dan Jepang. Akibat dari
penjajahan inilah juga merupakan faktor masuknya ideologi kapitalisme.
Telah disinggung sebelumnya, kapitalisme yang berkembang di Indonesia
sedikit berbeda dengan kapitalisme yang berkembang di tempat lahirnya.
Karena, kapitalisme di Indonesia tidak didasari atas kekayaan alam di negeri
sendiri, malainkan hasil buah kebijakan negara asing yang dipergunakan
demi memenuhi kepentingan-kepentingan mereka. Pemenuhan kepentingan
negara asing tersebut ditempuh dengan memeras rakyat Indonesia dan
mengintervensi sistem produksi rakyat Indonesia. terlebih lagi ketika Belanda
mengeluarkan kebijakan Culturstelsel atau yang diartikan sebagai Tanam
Paksa. Kebijakan ini sangat kejam dan sangat membebani punggung rakyat
Indonesia. Culturstelsel diakui sangat tidak manusiawi oleh hampir setiap
kaum yang mengalaminya maupun penilaian dari kaum terpelajar.
Tidak hanya seputar kebijakan belanda yang mengeluarkan sistem Tanam Paksa,
adanya saudagar-saudagar Tionghoa pada zaman Kompeni Timur Jauh
(VOC) (Malaka 2008, 50), juga turut memeras rakyat Indonesia. Pada era
kompeni ini, Indonesia dijajah pertama kali oleh kaum borjuis Belanda untuk
yang pertama kalinya. Kapitalisme yang dialami Indonesia semata-mata
dilakukan Belanda adalah untuk mengeruk keuntungan yang sebanyakbanyaknya. Konglomerat Tionghoa, sementara itu, tetap menangguk
keuntungan

terbesar.

Merekalah

yang

mendapatkan

lisensi

untuk

menjalankan berbagai proyek negara. Mereka pula yang mendanai

perusahaan-perusahaan negara atau militer. Sehingga jika kita melihat


fenomena yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan ini, negara jajahan
mengambil semua kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia melalui
imperialismenya. Kapitalisme Belanda khususnya, tidak meninggalkan apa
pun untuk Indonesia.
Ada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno memproklamirkan kemerdekaan
Indonesia dan mulailah babak baru dalam perjuangan kemerdekaan
Indonesia, yang diperjuangkan di lapangan militer melawan kekuatan Sekutu
dan di lapangan politik antara kaum reformis dan kaum revolusioner. Setelah
kemerdekaan Indonesia, benih-benih keberhasilan industri di Indonesia mulai
muncul. Ketika pada masa Orde Baru secara perlahan-lahan keberhasilan
tersebut mulai terasa pada perbaikan sektor eknomi. Namun, erbagai
keberhasilan yang dirasakan oleh banyak masyarakat Indonesia ini terdapat
maksud lain dibelakang keberhasilan itu. Dimana para penguasa pada masa
rezim Soeharto bertujuan untuk memperkaya diri sendiri. Fenomena tersebut
mencerminkan kapitalisme yang terjadi pada masa setelah kemerdekaan
Indonesia. Sekelompok perusahaan Cina merebut saham sebesar 61 juta
hektar hutan yang dialokasikan dengan ketidaktrasnparansi Direktorat
Kehutanan setalah tahun 1965 (Hadiz dan Robinson 2004, 56). Melihat
banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia, tidak lain akibat dari
kebijakan rezim Soeharto yang memberikan kesempatan besar bagi investor
asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.
Fokus rezim Soeharto pada era Orde Baru adalah perbaikan dan pengembangan
ekonomi melalui struktur administratif yang didominasi militer. Kebijakan
perbaikan ekonomi memang berjalan mulus, namun hal ini juga
menyebabkan Soeharto memiliki pemikiran authoritarianisme yang terlihat
sebagai penghinaan negara dari keinginan yang tertanam kuat dan sebuah
inkubator untuk kapitalisme rasional modern.

Era orde baru adalah era

ketika kapitalisme benar-benar berkembang di Indonesia (Robinson, 2004:


48). Adanya penanaman modal asing, munculnya perusahaan-perusahaan

asing serta aliansi dan lobi dengan berbagai lembaga internasional seperti
IMF, World Bank, dan lain-lain untuk mendapatkan hutang dari luar negeri.
Pada akhirnya setelah reformasi 1998, Indonesia terlilit hutang yang besar
karena kebijakan rezim Soeharto tersebut.
Permainan kotor yang dilakukan oleh penguasa orde baru, berakhir ditandai
dengan dorongan masyarakat Indonesia sendiri yang menginginkan adanya
reformasi. Tetapi dengan berakhirnya orde baru, bukan berarti kapitalisme di
Indonesia sudah berakhir. Justru mejadi acuan baru bagi penerus bangsa
Indonesia saat ini. Kapitalisme merupakan hal yang sangat berpengaruh
terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia. Melihat kenyataan
banyakya

kemiskinan

di

Indonesia,

dimana

terdapat

kaum

yang

begelimangan harta. Kesenjangan tersebut merupakan dampak dari


kapitalisme yang lebih bersifat mengeksploitasi keuntungan yang tak terkira,
dengan

mematikan

perekonomian

kecil

yang

merupakan

kekuatan

perekonomian lokal.
Simpulan dari pembahasan kali ini, kapitalisme yang terjadi di Indonesia tidak
lebih dari pengurasan serta pengeksploitasian secara berlebihan terhadap
kekayaan Indonesia. Ditinjau pada masa sebelum kemerdekaan, jelas sekali
terlihat bahwa imperialisme negara jajahan di Indoensia mengkeruk
keuntungan sebesar-besarnya tanpa meninggalkan apa pun untuk Indonesia.
Tidak jauh berbeda pula ketika Indonesia telah memerdekakan dirinya
terhadap jajahan. Kapitalisme tetap saja mengapakkan sayap dalam
perekonomian dan industrialisasi di Indonesia. Soeharto dimana memimpin
Indonesia pada masa orde baru, justru menipu rakyatnya Indonesia dengan
perbaikan ekonomi yang signifikan dengan tujuan memperkaya dirinya
sendiri. Tetapi kapitalisme tidak berhenti di era orde baru saja, di era
reformasi pun kapitalisme tetap berkibar. Hanya saja dengan inovasi dalam
perkembangannya.

BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh
kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan
sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi kapitalis atau sistem
ekonomi pasar ini mempunyai ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan.
Tahap dalam sistem ekonomi kapitalis yang pertama adalah kapitalisme
awal yang berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX
dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya
maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah
berbeda pada tahap kapitalisme modern yang diterimanya peran pemerintah
dalam pengelolaan perekonomian.
Negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis adalah Amerika Serikat
dan Inggris. Amerika Serikat tidak secara murni menganut sistem
kapitalisme, karena pemerintah mengambil peran dalam mengatur dan
mendorong

perekonomian.

Inggris

menjadi

negara

kapitalis

yang

berkembang menjadi negara imperialis.

DAFTAR PUSTAKA
Samekto,

Aji.

2005.

Kapitalisme

Modernisasai

dan

Kerusakan

Lingkungan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Lekachman, Robert dan Van Lonn, Boriin. 2010. Kapitalisme, Teori dan
Perkembanganya. Bandung: Resist Book

Hisyam, amdya. Amerika Serikat: Liberalisme dalam Ekonomi Politik


Internasional.

(diakses

melalui

http://deedde.wordpress.com/2011/03/07/amerika-serikat-liberalisme-dalamekonomi-politik-internasional/)