Anda di halaman 1dari 11

RESUME

CHAPTER 13 INTERNAL AUDIT KEY COMPETENCIES


(untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Internal Audit)

Di susun oleh :
Kelompok 10

Damar Sasi Elsza Puspita

041411331190

Danik Astutik

041411331200

DEPARTEMEN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016

Pendahuluan
Auditor harus memiliki keterampilan, sehingga akan mempermudah pekerjaan auditor
dalam memahami proses bisnis, pengetahuan bisnis serta kemampuan untuk mengamati
ruang lingkup audit. Beberapa bagian kompetensi kunci mencakup bagaimana auditor
internal harus belajar lebih baik sebelum memulai karir mereka dan bahkan ketika
memperoleh pendidikan dasar. Tujuannya agar internal auditor ingat mengenai pelajaran dan
bagian penting untuk seorang professional dalam praktek audit internal yang modern serta
memberikan beberapa bimbingan praktek terbaik untuk membantu auditor internal
membangun sebagai kompetensi kunci audit internal . Lebih penting dan lebih mendasar,
internal auditor harus memiliki etika pribadi yang kuat dan komitmen yang berhubungan
dengan pekerjaan. Artinya, ketika dikirim ke beberapa lokasi untuk melakukan review,
auditor internal harus mempertahankan sikap profesional dan melakukan pekerjaan nya
dengan cara yang jujur dan etis . Hal-hal ini benar-benar mendasar dan perlu untuk
membangun kompetensi utama auditor internal.
Pembahasan
13.1 Pentingnya Kunci Kompetensi Internal Audit
Seorang auditor internal harus memiliki banyak keahlian untuk menjadi auditor
internal yang sukses. Salah satu syaratnya yaitu harus mengenyam pendidikan selama empat
tahun, sehingga dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana mengobservasi area
operasional dan menggambarkan hal tersebut dalam bentuk kata-kata maupun tulisan.
Namun, yang lebih penting lagi dan mendasar, seorang auditor internal harus memiliki etika
personal yang kuat dan memiliki komitmen kerja yang tinggi. Moeller merekomendasikan
kompetensi utama yang harus dimiliki oleh seorang auditor internal, yaitu :

Interview skills : auditor internal mampu mewawancarai manajer unit atau karyawan
pada tingkat produksi, memberikan pertanyaan yang layak, sehingga bisa
mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Analytical skills : auditor internal harus harus memiliki kemampuan untuk melihat
kejadian-kejadian yang tidak berhubungan dengan data-data yang ada, sehingga
dapat memberikan gambaran kepada auditor mengenai suatu hal yang dianggap tidak
biasa dan material.

Testing and analysis skills : berhubungan dengan analytical skills, seorang auditor

harus mampu mereview data-data kejadian atau populasi untuk menguji kinerja,
sehingga dapat menentukan apakah sudah efektif atau belum.

Documentation skills : mampu mengambil hasil dari observasi audit, pengujian data
dan dokumen, baik secara verbal maupun grafis, dalam menggambarkan lingkungan
yang sudah diobservasi.

Recommending results and corrective actions : berdasarkan pendokumentasian,


auditor harus mampu memberikan dan mengembangkan rekomendasi yang efektif
sebagai tindakan korektif.

Communication skills : auditor internal harus mampu mengkomunikasikan hasil kerja


audit sesuai dengan rekomendasinya kepada karyawan dan senior manajemen.

Negotiating skills : karena sering terjadi perbedaan pendapat antara penemuan dan
rekomendasi, auditor harus mampu menegosiasikan hasil observasinya secara sukses.

Commitments to learning : auditor harus memiliki keinginan untuk belajar dan


menjalani pendidikan berkelanjutan.

13.2 Kemampuan Interview Auditor Internal


Wawancara merupakan langkah awal dalam proses audit internal. Fungsi dari
perencanaan internal audit harus menampilkan review beberapa area, penilaian dari
pengendalian internal, reviwe dari proses operasional termasuk mengidentifikasi tujuan
audit, waktu, dan sumber daya yang digunakan untuk melakukan audit. Auditor harus
fokus pada persiapan wawancara. Berikut adalah tahapan interview :
a) Setelah mengenal lingkungan, auditor membuat kerangka waktu dan tujuan dari
perencanaan internal audit.
b) Mengenalkan internal auditor yang akan melakukan reviewaktual sebaik yang
diperkirakan oleh partisipan auditee.
c) Jika ini adalah perencanaan audit pertama dari area ini atau jika terdapat perbedaan
signifikan sejak review terakhir, mendaftar area operasi mana yang bisa direview.
d) Jika ada internal audit terakhir sebelumnya di area ini, cek status yang ditemukan
terakhir dan rekomendasinya sebaik perubahan sistem yang terjadi sebelumnya.
e) Kerangka perencanaan waktu tentang langkah audit review.
f) Permintaan untuk audit material, termasuk akses yang benar untuk files dan sumber
daya sistem TI, kata kunci temporer, akses ke file kunci, dan perpustakaan fisik,
koneksi telekomunikasi, dan fasilitas lainnya.

g) Untuk tambahan periode waktu review, jadwal status pertemuan secara periodik.
h) Jadwal tentative atas audit kepatuhan sebaik pertemuan wrap-up awal.
i) Membuat pengaturan untuk ketersediaan sumber daya untuk menjawab pertanyaan
atau masalah yang terjadi selama review berlangsung.
j) Menjelaskan perkiraan proses internal audit, termasuk laporan perencanaan
sementara, memperkirakan respons time untuk rekomendasi audit, dan mengantarkan
laporan akhir.
k) Melalui interview dan kepastian yang ada, memberikan waktu yang cukup untuk
pertanyaan.
l) Follow-up wawancara dengan detail ringkasan memo kerangka waktu potensial audit
dan banyak permasalahan lain yang belum terjawab.
13. 3 Analytical Skills
Mengadopsi definisi dari sumber web Wikipedia, analytical skills menunjuk pada
kemampuan untuk visualize, kepandaian berbicara, dan mengatasi masalah kompleks dan
konsepnya dan untuk membuat keputusan yang dibuat dengan memahami dasar dari
informasi yanhg tersedia. Keahliannya mencakup kemampuan internal auditor ditunjukkan
dalam memakai cara berpikir logika untuk pertemuan dan menganalisis informasi, mendesain
dan menguji solusi untuk masalah, dan perumusan rencana. Tes untuk keahlian analytical,
internal auditor secara kuat dapat mempertanyakan laporan produksi yang tidak konsisten ,
untuk menaruh rangkaian even dalam urutan yang tepat, atau untuk membaca laporan status
proyek dan mengidentifikasi kesalahan potensial. Review analytical biasanya memerlukan
internal auditor untuk mereview beberapa bukti audit material lalu menggunakan logika
untuk mengambil bagian dari masalah dan datang dengan sebuah keputusan.
Untuk menjadi analytical, internal auditor perlu untuk berpikir tentang segala factor
yang meliputi dalam situasi lalu mengevaluasi plus dan minusnya dalam mengembangkan
solusi yang dianjurkan.
Keputusan internal audit harus dibuat secara konsisten, dan cara organisasi
Internal auditor harus menggunakan pendekatan analytical untuk menggambarkan
kegunaan dari well-documented, proses well-reasoned untuk sampai pada keputusan dalam
aktivitas audit internal.
13. 4 Testing and Analysis Skills

Saat internal auditor harus mengembangkan keputusan awal menggunakan pendekatan


analytical, tantangan berikutnya adalah mempunyai kemampuan untuk menguji, review, dan
assess the materials. Contohnya, exhibit 13.2 menggambarkan alternative pendekatan
pengujian audit. Tes pertama, physical observation, sering tidak berfikir dalam konteks
pengujian. Tetapi jika pendekatan analytical, dengan menetapkan review dan menerima
criteria, yang digunakan untuk pengorganisasian proses pengujian dasar-observasi, physical
observation dapat dilihat sebagai proses pengujian valid yang baik.
Syarat untuk kompetensi internal audit adalah analisis dari hasil test. Internal auditor
memilih sampel dan menyelenggarakan pengujian internal audit, lalu hasilnya dianalisis.
Dalam penyelenggaraan tiap sampel ditetapkan audit objektif, internal auditor harus
mereview hasil dari kesalahan-kesalahan yang mungkin dideteksi dalam sampel untuk
menentukan apakah itu sebenarnya kesalahan, jika tepat, sifat dan penyebab kesalahan.
13. 5 Internal Auditor Documentation Skills
Auditor internal memiliki beberapa tantangan dalam mempersiapkan sebuah
dokumentasi memadai

yang mencakup seluruh pekerjaannya.

Di dalam memenuhi

kebutuhan tersebut seorang auditor internal butuh untuk mengembangkan suatu audit work
documentation skills. Sebuah fungsi audit internal seharusnya terdiri dari beberapa standar
praktek terbaik guna memenuhi kebutuhan pendokumentasian secara elektronik.
Beberapa praktik audit internal terbaik yang seharusnya dilakukan ketika
mengimplementasikan sebuah effective internal audit e-office ialah sebagai berikut:

Membuat standar hardware dan software


Meskipun audit internal dilakukan di berbagai macam wilayah akan tetapi harus tetap
menggunakan standar hardware dan software yang sama.

Menggunakan password berdasar peraturan keamanan dengan pembaharuan reguler


Karena informasi yang diaudit bersifat sensitif maka perlu digunakan suatu password
didalam melindungi seluruh sistem.

Membangun sebuah security awareness


Seluruh anggota dalam tim audit seharusnya telah diinstruksikan pada suatu sumber
dokumen audit yang sensitif.

Backup, backup and backup


Suatu prosedur yang kuat harus memiliki 100% backup file harian dalam folder file
audit internal.

Membuat prosedur pengendalian revisi file


Berdasar penggunaan nama file konvensional atau sistem pengendalian software,
konvensional seharusnya dibuat untuk mengidentifikasi seluruh dokumen dengan
sebuah tanggal yang dibuat dan angka yang direvisi.

Membangun templates dan membuat style protocols


Sekuruh memo, audit program, rencana audit, dan dokumen kunci lain dari audit
internal seharusnya digunakan dengan format yang sama.

Membuat e-mail style rules


Ada begitu banyaknya persyaratan dan kebutuhan untuk email messages, maka
sebuah peraturan mengenai e-mail style perlu dibentuk.

Membuat e-mail attachment rules

Implementasi secara aktif dan memonitor antivirus dan firewall tools


Software yang efektif harus sudah diinstall, diupdate secara berkala dan dimonitor.

Membatasi pengguna
Seorang pengguna sumber e-office haruslah dibatasi (terutama apabila laptop sering
dibawa pulang ke rumah)

Membuat kunci dan peraturan keamanan untuk mesin portabel


Seluruh mesin laptop auditor harus telah dikonfigurasi dengan kunci yang memadai.

Monitor compliance
Seorang anggota dari tim audit internal harus secara periodik mereview dan
memonitor kepatuhan terhadap prosedur e-office auditor.

Selain itu terdapat suatu praktik terbaik dalam dokumentasi audit internal diantaranya:

Menulis naratif dan deskripsi

Mendeskripsikan seluruh pekerjaan dalam suatu narasi agar pihak luar dapat
memahami ketika mereview dokumen audit

Dokumen konsep audit diobservasi tetapi tidak mendeskripsikan asumsi atau


ide spekulatif.

Mengeneralisasi sistem dokumen yang berhubungan dengan menggunakan


hyperlinks

Simplifikasi

Jaga agar dokumentasinya cukup simple tetapi tidak terlalu simple

Tulis dokumentasi terkecil dengan least overlap

Letakkan informasi pada tempat yang paling diapropriasi

Memperlihatkan informasi kunci pada publik dengan menyertakan summary


dan brief description

Menggunakan whiteboard, corkboard, atau internal web site

Menjelaskan apa kepada dokumen

Dokumen dengan sebuah tujuan

Fokus pada kebutuhan pengguna aktual

Menjelaskan kapan pada dokumen

Iterate, iterate, iterate. Melakukan suatu pendekatan evolusionary untuk


memperoleh feedback pada material

Mencari jalan terbaik untuk mengkomunikasikan, menyetujui suatu transfer


dukungan dokumentasi

Melindungi dokumen saat ini

Mengupdate dokumentasi secara reguler tetapi hanya ketika terjadi suatu


kesalahan

General

Selalu dipastikan bahwa dokumentasi itu memenuhi persyaratan

Memberi kesempatan kepada para pengguna untuk menjustifikasi dokumentasi

Membangun suatu pengesahan agar suatu dokumentasi menjadi lebih kuat

Menyediakan persiapan latihan pendokumentasian pada seluruh anggota tim audit


internal.

13.6 Rekomendasi Hasil dan Tindakan Koreksi

Melaporkan hasil dari kerja audit nya dan mengembangkan rekomendasi yang kuat
untuk tindakan koreksi. Auditor internal harus mempunyai kemampuan kunci untuk
merangkum hasil dari kerja audit, untuk mendiskusikan apa yang salah, serta untuk
mengembangkan rekomendasi dalam tindakan koreksi yang efektif. Setiap auditor internal
seharusnya memfikirkan kerja audit mereka dalam hal: Tujuan audit, Apa yang ditemukan,
Mengapa ditemukan kesalahan atau ketidakpatuhan, lalu Apa dapat mengkoreksi kesalahan
tersebut, serta apa rekomendasi dari auditor internal untuk tindakan koreksi. Auditor internal
pada semua level sebaiknya mengembangkan kompetensi berfikir tentang hal-hal tersebut.
Mengkaji ulang bukti dan membuat ketepatan rekomendasi audit dapat menjadi sulit jika
audit menemukan pembatas yang kompleks atau area yang sangat tidak jelas.
13.7 Kemampuan Komunikasi Auditor Internal
Auditor internal pada semua level sebaiknya mengembangkan kemampuan untuk
berdiskusi dan mempresentasikan temuan audit dan rekomendasi audit internal yang terkait.
Mereka juga harus mampu berkomunikasi dengan yang lainnya dalam perusahaan tentang
kerja mereka secara tepat dan untuk membantu yang lainnya dalam memahami nilai dari
auditor internal.
13.8 Kemampuan Bernegosiasi Auditor Internal
Ketika berfokus pada rekomendasi yang dikembangkan di dalam laporan atau selama
me-review bukti audit di lapangan, auditor internal akan mendiskusikan banyak area dimana
manajemen dan yang lainnya tidak setuju dengan asumsi auditor internal dan penemuanpenemuan potensialnya.
Internal auditor harus berkomunikasi dalam rangka negosiasi mengenai isu atau
pendapat, baik itu berhadapan secara langsung, melalui telepon, ataupun tulisan. Berikut
adalah beberapa elemen kunci dari proses negosiasi.
Tahap I : Memulai Negosiasi Penawaran Awal
1. Information
Belajar sebanyak mungkin mengenai isu audit atau masalah yang didiskusikan
2. Leverage Evaluation
Sebagai permulaan, evaluasi pemicu atau kekuatan relatif negosiasi kita dan pemicu
dari pihak lain.

3. Analysis
Apa saja isu yang berkembang, hal ini penting ketika memulai review mengenai
laporan audit yang bermasalah.
4. Rapport
Bangun hubungan dengan auditee dan dengan pihak lawan. Audit internal harus
menentukan terlebih dahulu apakah pihak lawan akan kooperatif ; apabila tidak, maka
pertimbangkan untuk memperkerjakan manajemen senior sebagai mediator praktikal.
5. Goals and Expectations
Tujuan berbeda dengan ekspektasi, apa yang menjadi ekspektasi dari internal audit
ketika sesi ini selesai.
6. Type of Negotiation
Bagaimana jenis negosiasinya, apakah kompetitif, kooperatif, atau tidak biasa, apakah
berhadapan langsung, melalui fax, menggunakan mediator, atau dengan cara lain.
7. Budget
Setiap negosiasi mengeluarkan biaya. Audit internal akan menghabiskan waktu staff
dan manajemen untuk bertemu dan bernegosiasi, yang mungkin dapat digunakan
untuk mengerjakan pekerjaan audit lainnya .
8. Plan
Kembangkan rencana negosiasi sementara.
Tahap II : Tahap Penawaran
1. Logistics
Tentukan tempat, waktu, dan cara negosiasi. Hal ini penting apabila melibatkan
beberapa unit atau lokasi di dalam prosesnya.
2. Opening Offers
Penawaran terbaik apa yang kita punya, apakah akan memodifikasi rekomendasi atau
tidak.
3. Subsequent Offers
Bagaimana kita menyesuaikan rencana negosiasi untuk merespon pergerakan lawan
yang tidak bisa diantisipasi.

4. Tactics
Tentukan taktik yang akan kita gunakan, dan perkirakan taktik apa yang digunakan
oleh lawan.
5. Concessions
Tentukan konsesi apa yang akan dibuat, dan bagaimana membuatnya.
6. Resolution
Temukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah. Temukan solusi yang dapat
dirundingkan dan kreatif.
Tahap III : Tahap Penutup
1. Logistics
Tentukan cara dan waktu yang tepat untuk menutup pertemuan negosiasi. Apakah
pada saat pertemuan tersebut atau nanti setelah auditor internal menyajikan revisi
mereka.
2. Documentation
Siapkan dokumen terperinci yang menggambarkan jalannya pertemuan, dengan
penekanan pada perubahan rencana dan persetujuan kedua belah pihak.
3. Emotional Closure
Dalam menutup pertemuan, penting untuk mengidentifikasi kepentingan dan
perubahan dari tiap pihak. Apabila kita mengabaikan surat tersebut, maka persetujuan
tersebut kemungkinan bukan yang terakhir.
4. Implementation
Meskipun audit internal setuju untuk membuat perubahan pada laporan audit mereka
dan auditee setuju untuk merubah beberapa prakteknya, perjanjian negosiasi akan
menjadi kurang berguna kecuali diimplementasikan dengan tepat.
13. 9 Komitmen untuk Belajar Auditor Internal
Semua auditor internal harus menanamkan komitmen untuk belajar secara konstan
dan berkelanjutan sebagai bentuk kompetensi yang paling utama. Contohnya, di tahun 2008,
SEC mengkonversikan aturan-aturan akuntansi dari GAAP menjadi IFRS (international
financial reporting standards). Walaupun auditor internal tidak perlu memahami secara

mendalam atas perubahan aturan akuntansi ini, namun mereka harus mengetahui dampakdampak yang mungkin terjadi atas perubahan tersebut.
13.10 Pentingnya Core Competencies Auditor Internal
Kompetensi-kompetensi yang tersaji pada bab ini sangat penting bagi semua auditor
internal. Ketika topiknya adalah kemampuan berkomunikasi yang bagus atau kemampuan
untuk belajar pada daerah yang kurang dikuasai, hal tersbut bagus untuk dipraktekkan,
keakraban yang kuat dan penggunaan kunci kompetensi audit internal yang didiskusikan
disini merupakan elemen yang dibutuhkan bagi setiap CBOK auditor internal.

Kesimpulan
Kunci kompetensi adalah tingkat kemampuan dasar yang harus di miliki oleh auditor
internal untuk menunjang tugas-tugasnya. Tingkat kemampuan minimal yang harus di miliki
oleh internal auditor meliputi 10 hal, yakni interview skill, analytical skill, testing and
analysis skill, documentation skill, recommending results and corrective actions,
communications skill, negotiating skills and commitments to learning. Bab ini telah
memperkenalkan beberapa kompetensi auditor internal yang penting di luar standar audit
internal untuk perencanaan dan melakukan audit internal yang efektif . Ini adalah daerah
CBOK bahwa semua auditor internal perlu untuk beroperasi dengan sukses . Kompetensi
tersebut sangat penting untuk semua auditor internal. Topik-topik seperti keterampilan
komunikasi yang baik atau komitmen untuk belajar adalah bidang pengetahuan kurang dari
praktek hanya baik , keakraban yang kuat dan penggunaan kompetensi audit internal kunci
yang dibahas di sini harus diminta unsur setiap auditor internal CBOK.

Daftar Pustaka
Moeller, Robert. 2009. Brinks Modern Internal Auditing - A Common Body of Knowledge.
United States of America. Wiley.