Anda di halaman 1dari 5

BAB 4

METODE PENELITIAN
4.1

Jenis Penelitian
Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross

sectional.
4.2

Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Cut Meutia Aceh Utara pada

bulan Februari-Maret 2015.


4.3

Populasi, Sampel, Kriteria, dan Besar Sampel

4.3.1

Populasi
Populasi dalam penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang datang ke

Poliklinik Penyakit Dalam RS Cut Meutia Aceh Utara.


4.3.2

Sampel dan kriteria


Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang datang ke

Poliklinik Penyakit Dalam RS Cut Meutia Aceh Utara yang memenuhi kriteria
inklusi dan kriteria eksklusi.
Kriteria inklusi:
1
2
3
1
2

Pasien DM tipe 2 berusia 18-60 tahun


Terdiagnosis menderita DM tipe 2
Mengalami/mempunyai sindrom depresi
Kriteria eksklusi:
Memiliki masalah keluarga (perceraian, biaya pengobatan)
Menggunakan obat antidepressan

4.3.3

Besar sampel
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Rumus

minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dan diperoleh sampel sebanyak :


45

46

Keterangan:
n : Besar sampel minimal
N : Jumlah populasi
Z : Standar deviasi normal untuk 1,96 dengan CI 95%
d : Derajat ketepatan yang digunakan oleh 85% atau 0,15
p : Proporsi target populasi adalah 0,5
q : Proporsi tanpa atribut 1-p = 0,5
maka, sampel jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah 38
orang.
4.4

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

4.4.1

Variabel penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri atas independen dan variabel

dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah DM tipe 2 dengan


hipertensi dan DM tipe 2 tanpa hipertensi. Variabel dependen pada penelitian ini
adalah tingkat depresi.

47

4.4.2

Definisi operasional

Tabel 4.1 Definisi operasional

variabel
1.

DM tipe 2
dengan
hipertensi
dan tanpa
hipertensi

2.

Sindrom
Depresi

3.

Tingkat
Depresi

4.5

Defenisi
Operasional

Alat
Ukur

DM tipe 2 dengan1. Rekam


hipertensi adalah
medik
keadaan
pasien
yang terdiagnosis
DM tipe 2 dan
mengalami
peningkatan
tekanan
darah
yaitu
tekanan
sistoliknya > 140
mmHg
atau
diastoliknya > 90
mmHg.
DM tipe 2 tanpa
hipertensi adalah
keadaan
pasien
yang terdiagnosis
DM tipe 2 tanpa
mengalami
peningkatan
tekanan darah
Sindrom depresi 1. Pemeriksaan
merupakan
psikiatri
sekumpulan
khusus
gejala-gejala
depresi yang tidak
memenuhi kriteria
diagnostik depresi
Tingkat Depresi Beck
adalah
suatu Depression
tingkatan dalam Inventory-II
depresi
yang (BDI-II)
ditentukan setelah
seseorang
mengalami
sindrom depresi
menggunakan
skor BDI

Cara Ukur

Hasil Ukur

Anamnesis dan
1. DM tipe
analisis rekam dengan
medik (diagnosis hipertensi
2. DM tipe
DM tipe 2 dan
tanpa
hipertensi)
hipertensi

Skala
Ukur
Nominal

Anamnesis dan
1. Ada sindrom
wawancara
depresi
2. Tidak
ada
sindrom
depresi

Ordinal

Pengisian
kuesioner oleh
responden dan
hasil
yang
diperoleh akan
dinilai dengan
skor tertentu

Numerik

Skor
0-63

Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian antara lain:

depresi

48

1
2

Instrumen lembar persetujuan dan identitas diri


Beck Depression Inventory-11 (BDI-II)

4.6

Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data


Prosedur pengambilan dan pengumpulan data penelitian dilakukan dengan

cara sebagai berikut:


1

Melakukan seleksi sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan

purposive sampling
Peneliti menjelaskan secara garis besar tujuan, manfaat, dan prosedur
penelitian pada sampel yang terseleksi. Selain itu peneliti juga menjelaskan

akan menjaga kerahasian identitas dan hasil setiap sampel


Peneliti meminta sampel untuk mengisi lembar persetujuan menjadi

4
5
6

responden.
Peneliti melakukan anamnesis sindrom depresi kepada sampel.
Peneliti meminta sampel untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis
yang dipilih

4.7

Metode Analisis Data

4.7.1

Pengolahan data
Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan tahap-tahap sebagai

berikut:
1 Editing adalah kegiatan melakukan pengecekan kelengkapan pengisian
kuesioer, kejelasan jawaban, relevansi jawaban terhadap pertanyaan dan
2

konsistensi jawaban pada isian kuesioner.


Coding adalah mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data

angka atau bilangan.


Entery adalah kegiatan memasukkan data kedalam computer dalam bentuk
kode.

49

Cleaning adalah melakukan pengecekan kembali data yang sudah dimasukkan


untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan kode, ketidaklengkapan data,

5
6

dll.
Tabulating adalah memasukkan data yang telah dikoreksi dalam bentuk tabel.
Computing adalah memasukkan data ke komputer dan mengolahnya dengan
menggunakan software statistik.

4.7.2

Analisis data
Data yang disajikan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis

bivariat.
a.

Analisis univariat
Analisis univariat yaitu mendistribusikan frekuensi variabel independen

dan dependen secara tunggal yang disajikan dalam bentuk tabulasi, dimaksudkan
untuk menggambarkan masing-masing variabel bebas dan variabel terikat dengan
mengunakan distribusi frekuensi.
b.

Analisis bivariat
Analisis

bivariat

dilakukan

terhadap

dua

variabel

yang

diduga

berhubungan, perbandingan tingkat depresi antara pasien diabetes melitus tipe 2


dengan hipertensi dan tanpa hipertensi. Pengujian statistik dilakukan dengan uji
hipotesis yaitu menggunakan uji t-independent untuk membandingkan 2
kelompok yang bebas. Apabila syarat untuk menggunakan uji t-independet tidak
memenuhi syarat maka akan dilakukan uji alternative yaitu uji statistik
nonparametrik Mann-WhitneyU.