Anda di halaman 1dari 20

ENERGI PANAS BUMI : Adalah salah satu Sumber Daya Alam yang berupa airpanas

atau uap yang terbentuk melalui pemanasan secara alami. Hal-hal yang perlumendapat perhatian
dalam pemilihan Teknologi penggunaan Energi Panasbumiuntuk dikonversikan menjadi energi
Listrik antara lain
a. TemperaturFluida panasbumi bertemperatur tinggi > 225 C telah lama digunakan
untukpembangkit listrik. Temperatur sedang 150 225 C
b. Cadangan sumberdaya hingga 25 30 tahun
c. Kwalitas Uap :Diharapkan yang mempunyai pH hampir netral, karena bila pH sangat
rendah lajukorosi kematerial akan lebih cepat.
d. Kedalaman Sumur dan Kandungan Kimia : biasanya tidak lebih dari 3 km,
tidakterlalu dalam. Lokasi relatif mudah dicapai
.e. Di lokasi yang kemungkinan terjadinya erupsi hydrothermal relatif
rendah.Diproduksinya fluida panasbumi dapat meningkatkan kemungkinan
terjadinyaerupsi hydrothermal.
BEBERAPA KEUNTUNGAN ENERGI PANASBUMI SEBAGAI ALTERNATIF
a. Tidak dapat di exportb. Renewable > Cadangan cukup tersediaOverflow air diinjeksikan ke
Reservoirc. Bersahabat dengan lingkungan :Emisi Sox dan CO2 relatif kecilOverflow air
diinjeksikan ke Reservoird. Mudah dikontrole. Terdapat di daerah terpencil

3.1. Proses dari uap panasbumi menjadi tenaga listrik


a. Supply uap dari sumur produksi melalui sistem transmisi uap masuk kedalam SteamReceiving Header
yang dilengkapi dengan Rupture Disc (sebagai pengaman terakhirunit) sebagai media pengumpul uap, bila
over pressure terjadi di Steam Receivingakan dilepas ke Vent Structure sebagai stabiliser tekanan
uap.
b. Fungsi Vent Structure :Untuk warming-up di pipe line saat akan start unit. Sebagai
media/katup pengamanyang akan membuang tekanan bila Sudden Trip terjadi.
c. Dari Steam Receiving Header uap kemudian dialirkan ke Separator (Cyclone
Type)untuk memisahkan uap (pure steam) dari foreign material seperti partikel
berat(Sodium, Potasium, Calsium, Silika, Boron, Amonia, Fluor dll).
d. Kemudian uap masuk ke Demister untuk memisahkan moisture yang terkandungdalam
uap, sehingga diharapkan uap bersih yang akan masuk ke dalam Turbin.
e. Uap masuk ke dalam Turbin, konversi energi terjadi dari Energi Kalor yangterkandung
dalam uap menjadi Energi Kinetik yang diterima oleh sudu-sudu Turbin,kemudian
dikonversikan lagi menjadi Energi Mekanik menggerakan Generator.
f. Generator menghasilkan Energi Listrik (Electricity)
g. Exhaust Steam dari Turbin dikondensasikan di dalam Condensor dengan sistem JetSpray
(Direct Contact Condensor).
h. NCG (Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh 1stEjector kemudian
masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan penangkapNCG, dari Intercondensor NCG

dihisap lagi oleh 2nd Ejector masuk ke dalam Aftercondensor sebagai media
pendingin dan kemudian dibuang ke atmosfir melaluiCooling Tower
i. Dari Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water Pump masukke Cooling
Tower, selanjutnya air hasil pendinginan dari Cooling Tower disirkulasikankembali ke dalam Condensor
sebagai media pendingin.
j. Primary Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling System,meng
isi air pendingin ke Inter dan Aftercondensor.
k. Overflow dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk kepentinganReinjection Pump.
l. River Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling Tower.

1.1 Sistem Geothermal


Energi geothermal adalah salah satu bentuk energi primer yang terkandung di dalam bumi. Kalor
alami di dalam bumi telah tersimpan selama ribuan tahun dalam bentuk gunung berapi, aliran lava,
sumber air panas, dan geyser.
Bumi dikatakan terbentuk dari sejumlah massa cairan dan gas, yang 5 10%-nya adalah steam
( uap ). Sejalan dengan mencairnya fluida, dengan kehilangan panas pada permukaannya,sebuah
lapisan luar padat terbentuk dan steam terkondensasi membentuk lautan dan danau di atas
lapisan tersebut. Lapisan ini tebalnya sekitar 32 km. Di bawah lapisan itu, magma cair masih dalam
proses pendinginan.
Gerakkan getaran bumi pada awal periode Cenizioc menyebabkan magma semakin
mendekat ke permukaan bumi di sejumlah tempat dan lapisannya patah serta membuka. Magma
panas didekat permukaan kemudian memunculkan gunung gunung berapi yang aktif, sumber air
panas, dan geyser yang mengandung air. Halini juga mengakibatkan steam menerobos lewat
retakan yang disebut fumarol.
Gambar 1. menunjukkan system geothermal yang umum. Magma panas di dekat
permukaan memadat menjadi batuan igneous ( batuan vulkanik ). Kalor magma dikonduksikan
melalui batuan ini. Air tanah yang menemukan jalannya melalui retakkan akan dipanasi oleh
panasnya batuan dengan percampuran antara gas panas dan steam yang keluar dari magma.
Air yang telah dipanasi kemudian akan naik dengan konveksi ke batuan berpori dan
permeable di atas lapisan atas batuan igneous. Reservoir ini ditutup oleh lapisan batuan padat
yang memerangkap air panas panas di dalam reservoir. Batuan padat ini bagaimanapun memiliki
retakkan yang berfungsi sebagai katup pada boiler raksasa. Katup ini tampak di permukaan
sebagai geyser, fumarol, atau sumber air panas. Sebuah sumur mengalirkan steam dari retakkan
untuk kemudian digunakan di pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Dapat dilihat bahwa uap geothermal terdiri ats dua macam yaitu yang dibentuk dari
magma (magmatic steam ) dan yang dibentuk dari air tanah yang dipanasi oleh magma ( meteoritic
steam ).

Gambar 1 Struktur geologi daerah


panas bumi
1.2 Sumur Uap
Sumur uap merupakan sumber pemasok utama energi uap yang akan disalurkan ke
system PLTP. Adapun sumur uap yang dibuat didasarkan atas adanya lapisan yang mendapatkan
energi panas dari magma yang ada pada perut bumi. Magma yang mempunyai temperatur lebih
dari 1200 0C ini mengalirkan energi panas bumi secara konduksi pada lapisan batuan yang berupa
bed rock, diatas lapisan inilah terdapat lapisan yang mngandung air. Selanjutnya, air dalam lapisan
tersebut mngambil energi panas dari bed rock secara konveksi dan induksi. Kondisi ini
mengakibatkan suhu padalapisan aquifer yang memberikan kecendrungan untuk bergerak naik,
akibat adanya perbedaan berat jenis.

Gambar 2 Struktur geologi daerah panas bumi


Ada beberapa data penting sumur uap / steam reservoir pada system PLTP Kamojang,
yaitu sebagai berikut:

DATA DATA RESERVOIR


URAIAN
KETERANGAN
Area reservoir:
300 MW
Potensi
14 21 Km
Luas area yang telah terbukti
200 MW
Kapasitas total yang telah terbukti
140 MW
Kapasitas terpasang
Data Fisik Reservoir:
23
2

Suhu
Kualitas uap
Data Drilling:
Jumlah sumur
Kedalaman sumur
Produksi uap (Standar Completion)

5 245 C
96 % uap
68 buah
500 2200 Meter
54.000 Kg/J
0

1.3 Kandungan Kimia dan Kualitas Uap


Uap yang dihasilkan PLTP memiliki kandungan kimia dan kualitas uap yang apa adanya,
tergantung dengan yang dihasilkan sumur uap. Uap panas bumi Kamojang termasuk salah satu
yang memiliki kualitas uap yang terbaik di dunia. Walaupun demikian, uap tersebut harus dianalisis
kembali oleh pihak PLTP Kamojang. Analisis ini dilakukan seriap seminggu sekali dengan tujuan
memonitor kualitas uap yang akan dijadikan fluida kerja sebelum masuk ke system PLTP
Kamojang. Hal ini dilakukanjuga oleh PT Pertamina ketika uap keluar dari sumur pengeboran.
Adakalanya beberapa kandungan kimia, Lumpur, dan material lain yang terterdapat pada
uap panas bumi dapat mengurangi kinerja mesin pembangkitan ataupun merusak peralatan
pembangkitan. Ada beberapa cara yang bias dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah
satu cara yang digunakan untuk mengurangi lumpur dan material padat lainnya, yakni dilakukan
oleh Pertamina Kamojang sebagai instansi pengelola sumur, uap yang keluar dari sumur harus di
blow off tegak lurus selama selang waktu tertentu, sehingga lumpur dan material lainnya tidak
terbawa karena perbedaan berat jenis.
1.4 Sistem Distribusi Transmisi Uap
Dari Pertamina sebagai pemasok, uap yang akan digunakan oleh PLTP Kamojang
disalurkan melalui empat pipa yang langsung dipasang pada steam receving header. Pipa tersebut
mempunyai diameter antara 600 1000 mm. Pipa pipa tersebut ditemkatkan di atas permukaan
tanah, tidak di dalam tanah. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pengecekan apabila terjadi
kebocoran pada pipa pipa tersebut
.

Gambar 3 Pipa pipa saluran uap


2 Sistem Pembangkitan PLTP Kamojang

Gambar 4 Flow Diagram PLTP Kamojang


System pembangkitan PLTP kamojang merupakan system pembangkitan yang memanfaatkan
tenaga panas bumi yang berupa uap. Uap tersebut diperoleh dari sumur sumur produksi yang
dibuat oleh Pertamina. Uap dari sumur produksi mula mula dialirkan ke steam receiving header,
yang berfungsi menjamin pasokan uap tidak mengalami gangguan meskipun terjadi perubahan
pasokan dari sumur produksi. Selanjutnya melalui flow meter, uap tersebut dialirkan ke Unit 1, Unit
2, dan Unit 3 melalui pipa pipa. Uap tersebutdialirkan ke separator untuk memisahkan zat zat
padat, silica, dan bintik bintik air yang terbawa di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari
terjadinya vibrasi, erosi dan pembentukkan kerak pada turbine. Uap yang telah melewati separator
tersebut kemudian dialirkan ke demister yang berfungsi sebagai pemisah akhir. Uap yang telah
bersih itu kemudian dialirkan melalui main steam valve ( MSV ) governor valve menuju ke turbin.
Di dalam turbin, uap tersebut berfungsi untuk memutar double flow condensing yang dikopel
dengan generator, pada kecepatan 3000 rpm. Proses ini menghasilkan energi listrik dengan arus 3
fasa, frekuensi 50 Hz, dengan tegangan 11,8 KV. Melalui transformer step up, arus listrik
dinaikkan tegangannya hingga 150 KV, selanjutnya dihubungkan secara parallel dengan system
penyaluran Jawa Bali (interkoneksi).
Agar turbin bekerja secara efisien, maka exhaust steam / uap bekas yang keluar dari turbin
harus dalam kondisi vakum, dengan mengkondensasikan uap dalam kondensor kontak langsung
yang dipasang di bawah turbin.
Untuk menjaga kepakuman kondenseor, gas yang tak terkondensi harus dikeluarkan secara
kontinyu olehsystem ekstraksi gas. Gas gas inimengandung : CO 2 85 90% H2S 3,5% dan
sisanya adalah N2 dan gas gas lainnya. Disini system ekstaksi gas terdiri atas first-stage dan
second-stage ejector.
Gas gas yang tidak dapat dikondensasikan, dihisap oleh steam ejector tingkat 2 untuk diteruskan
ke aftercondensor,dimana gas gas tersebut kemudian kembali disiram leh air yang dipompakan
oleh primary pump. Gas gas yang dapat dikondensasikan dikembalikan ke kondensor, sedanskan
sisa gas yang tidak dapat dikondensasikan di buang ke udara.
Exhaust steam dari turbin masuk dari sisi atas kondensor, kemudian terkondensasi
sebagai akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan lewat spray nozzle. Level
kondensat selalu dijaga dalam kondisi normal oleh dua buah main cooling water pump (MCWP)
lalu didinginkan dalam cooling water sebelum disirkulasikan kembali. Air yang dipompakan oleh

MCWP dijatuhkan dari bagian atas menara pendingin yang disebut kolam air panas menara
pendingin. Menara pendingin berfungsi sebagai heat exchanger ( penukar kalor ) yang besar,
sehingga mengalami pertukaran kalor dengan udara bebas.
Air dari menara pendingin yang dijatuhkan tersebut mengalami penurunan temperature dan
tekanan ketika sampai di bawah, yang disebut kolam air dingin ( cold basin ). Air dalam kolam air
dingin ini dialirkan ke dalam kondensor untukmendinginkan uap bekas memutar turbin dan
kelebihannya ( over flow ) diinjeksikan kembali kedalam sumur yang tidak produktif, diharapkan
sebagai air pengisi atau penambah dalam reservoir, sedangkan sebagian lagi dipompakan oleh
primary pump, yang kemudian dialirkan kedalan intercondensor dan aftercondensor untuk
mendinginkan uap yang tidak terkondensasi (noncondensable gas ).
System pendingin di PLTP Kamojang merupakan system pendingin dengan sirkulasi tertutup dari
air hasil kondensasi uap, dimana kelebihan kondensat yang terjadi direinjeksi ke dalam sumur
reinjeksi. Prinsip penyerapan energi panas dari air yang disirkulasikan adalah dengan mengalirkan
udara pendingin secara paksa dengan arah aliran tegak lurus, menggunakan 5 fan cooling tower.
Sekitar 70% uap yang terkondensasi akan hilang karena penguapan dalam cooling tower,
sedangkan sisanya diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Reinjeksi dilakukan untuk mengurangi
pengaruh pencemaran lingkungan, mengurangi ground subcidence, menjaga tekanan, serta
recharge water bagi reservoir. Aliran air dari cold basin ke kondensor disirkulasikan lagi oleh
primary pump sebagai media pendingin untuk inter cooler dan melallui after dan intercondensor
untuk mengkondensasikan uap yang tidak terkondensasi di kondensor, air kondensat kemudian
dimasukkan kembali ke dalam kondensor.

3 Perangkat Utama PLTP Kamojang


Bagian bagian utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit Bisnis
Pembangkitan Kamojang adalah :
1. Steam Receiving Header
Merupakan suatu tabung yamg berdiameter 1800 mm dan panjang 19.500 mm
yang berfungsi sebagai pengumpul uap sementara dari beberapa sumur produksi sebelum
didistribusikan ke turbin. Steam Receiving Header dilengkapi dengan system pengendalian
kestabilan tekanan (katup) dan rufture disc yang berfungsi sebagai pengaman dari tekanan
lebih dalam system aliran uap. Dengan adanya steam receiving header ini maja pasokan
uap tidak akan mengalami gangguan meskipun terdapat perubahan pasokan uap dari
sumur produksi.

Gambar 5 Steam receiving header

2. Vent Structure
Merupakan bangunan pelepas uap dengan peredam suara. Vent structure terbuat
dari beton bertulang berbentuk bak persegi panjang, bagian bawahnya disekat dan bagian
atasnya diberi tumpukan batu agar pada saat pelepasan uap ke udaratidak mencemari
lingkungan. Dengan menggunakan nozzle diffuser maka getaran dan kebisingan
dapatdiredam. Vent structure dilengkapi dengan katup katup pengatur yang system
kerjanya pneumatic. Udara bertekanan yang digunakan untuk membuka untuk membuka
dan menutup katup diperoleh dari dua buah kompresor yang terdapat di dalam rumah vent
structure.
Pengoperasian vent structure dapat dioperasikan dengan cara manual ataupun
otomatis (system remote) yang dapat dilakukan dari panel ruangan kontrol (control room).
Adapun fungsi dari vent structure adalah sebagai berikut:
Sebagai pengatur tekanan ( agar tekanan uap masuk turbin selalu konstan),
Sebagai pengaman yang akan membuang uap bilaterjadi tekanan lebih di steam
receiving header,
Membuang kelebihan uap jika terjadi penurunan beban atau unit stop.

Gambar 6 Vent Structure


3. Separator
Separator adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pemisah zat zat padat, silica, bintik
bintik air, dan zat lain yang bercampur dengan uap yang masuk ke dalam separator.
Kemudian kotoran dan zat lain yang terkandung dalam uap yang masuk kedalam
separator akan terpisah. Separator yang dipakai adalah jenis cyclone berupa silinder tegak
dimana pipa tempat masuknya steam dirancang sedemikian rupa sehingga membentuk
arah aliran sentrifugal. Uap yang masuk separator akan berputar akibat adanya perbedaan
berat jenis, maka kondensat dan partikel partikel padat yang ada dalam aliran uap akan
terpisah dan jatuh ke bawah dan ditampung dalam dust collector sampai mencapai
maksimum atau sampai waktu yang telah ditentukan. Sedangkan uap yang lebih bersih
akan keluar melalui pipa bagian atas dari separator. Kotoran yang ada dalam dust collector
di drain secara berkala baik otomatis ataupun manual. Hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya korosi, erosi dan pembentukan kerak pada turbin.
Data data separator:
Code : ASME Sect. VII dev. 1
Desain tekanan : 1.0 Mpa
Desain temperatur : 205C
Pabrik : Burges Miure Co. Ltd

Gambar 7 Separator
4. Demister
Demister adalah sebuah alat yang berbentuk tabung silinder yang berukuran 14.5
m3 didalamnya terdapat kisi kisi baja yang berfungsi untuk mengeliminasi butir butir air
yang terbawa oleh uap dari sumur sumur panas bumi. Di bagian bawahnya terdapat
kerucut yang berfungsi untuk menangkap air dan partikel partikel padat lainnya yang
lolos dari separator, sehingga uap yang akan dikirim ke turbin merupakan uap yang benar
benar uap yang kering dan bersih. Karena jika uap yang masuk ke turbin tidak kering dan
kotor, akan menyebabkan terjadinya vibrasi, erosi dan pembentukkan kerak pada turbin.
Uap masuk dari atas demister langsung menabrak kerucut, karena perbedaan tekanan
dan berat jenis maka butiran air kondensat dan partikel partikel padat yang terkandung
dalam di dalam uap akan jatuh. Uap bersih akan masuk ke saluran keluar yang
sebelumnya melewati saringan terlebih dahulu dan untuk selanjutnya diteruskan ke turbin.
Demister ini dipasang pada jalur uap utama setelah alat pemisah akhir (final
separator) yang ditempatkan pada bangunan rangka besi yang sangat kokoh dan terletak
di luar gedung pembangkit.

Gambar 8 Demister
5. Turbin

Hampir di semua pusat pembangkit tenaga listrik memilii turbin sebagai penghasil
gerakkan mekanik yang akan diubah menjadi energi listrik melalui generator. Turbin yang
digunakan disesuaikan dengan keadaan dimana turbin tersebut digunakan. Pada system
PLTP Kamojang mempergunakan turbin jenis silinder tunggal dua aliran ( single cylinder
double flow ) yang merupakan kombinasi dari turbin aksi ( impuls ) dan reaksi. Yang
membedakan antara turbin aksi dan reaksi adalah pada proses ekspansi dari uapnya.
Pada turbin aksi, proses ekspansi (penurunan tekanan) dari fluida kerja hanya terjadi di
dalam baris sudu tetapnya saja, sedangkan pada reaksi proses dari fluida kerja terjadi baik
di dalam baris sudu tetap maupun sudu beratnya.
Turbin tersebut dapat menghasilkan daya listrik sebesar 55 MW per unit aliran
ganda dengan putaran 3000 rpm. Turbin ini dirancang dengan memperhatikan efisiensi,
dan performanya disesuaikan dengan kondisi dan kualitas uap panas bumi.
Turbin di PLTP Kamojang dilengkapi dengan peralatan Bantu lainnya, yaitu:
Turbin Valve yang terdiri dari Main Steam Valve ( MSV ) dan Governor Valve, yang
berfungsi untuk mengatur jumlah aliran uap yang masuk ke turbin.
Turning Gear ( Barring Gear ) yang berfungsi untuk memutar poros turbin pada saat
unit dalam kondisi stop atau pada saat pemanasan sebelum turbin start agar tidak
terjadi distorsi pada poros akibat pemanasan / pendinginan yang tidak merata.
Peralatan pengaman, yang berfungsi untuk mengamankan badian bagian
peralatan yang terdapat dalam turbin jika terjadi gangguan ataupun kerusakan
operasi pada turbin. Peralatan pengamn tersebut adalah : Eccentricity, Differential
Expansion, tekanan minyak bantalan aksial, vibrasi bantalan, temperature metal
bantalan, temperature minyak keluar bantalan, over speed, emergency hand trip.
Adapun data teknis atau spesifikasi turbin yang digunakan di PLTP Kamojang adalah
sebagai berikut:
URAIAN
UNIT
KAMOJANG
UNIT 1
UNIT 2 & 3
Pabrik pembuat
Mitsubishi Heavy
Mitsubishi
Industry. Ltd
Heavy Industry. Ltd
Tipe
Double Flow, 5
Double Flow, 5
stage Condensing
stage
Turbin
Con
densing Turbin
Kapasitas
MW
30
55
Tekanan Uap
Bar
6.5
6.5
Masuk
Tekanan Uap Keluar
Bar
0.1
0.1
o
Temperatur Uap
C
161,9
1
61,9
Rotasi
rpm
3000
3000
Flow Uap
Kg/J
240000
388300

Gambar 9 Turbin

Gambar 10 Rotor Turbin


6. Generator
Generator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk merubah energi mekanik
putaran poros turbin menjadi energi listrik. PLTP kamojang mempergunakan generator
jenis hubung langsung dan didinginkan dengan air, memiliki 2 kutub, 3 fasa, 50 Hz dengan
putaran 3000 rpm.
System penguatan yang digunakan adalah rotating brushless type AC dengan rectifier,
sedangkan tegangannya diatur dengan automatic voltage regulator ( AVR ). Kemampuan
generator maksimum untuk unit 1 adalah 30 MW, sedangkan untuk unit 2 dan 3 adalah 55
MW.
Generator akan menghasilkan energi listrik bolak balik sebesar 11,8 kV ketika turbin
yang berputar dengan putaran 3000 rpm mengkopel terhadap generator. Perputaran pada
generator tersebut akan menghasilkan perpotongan gaya gerak magnet yang
menghasilkan energi listrik.
Adapun data teknis atau spesifikasi dari generator yang digunakan di PLTP Kamojang
adalah sebagai berikut:
URAIAN
UNIT
KAMOJANG
UNIT 1
UNIT 2 & 3
Pabrik Pembuatan
Mitsubishi Electric
Mitsubishi Electric
Corp
Corp
Phase
3
3
Frekuensi
Hz
50
50

Tegangan Pada
Terminal
Rotasi
Arus Pada Beban
Nominal
Kapasitas

Volt

11.800

11.800

Rpm
Amp

3.000
1.835

3.000
3.364

KVA

37.500

68.750

Gambar 11 Generator
7. Trafo Utama ( Main Transformer)
Trafo utama yang digunakan adalah type ONAN dengan tegangan 11,8 KV pada sisi
primer dan 150 KV pada sisi sekunder. Tegangan output generator 11,8 KV ini kemudian
dinaikkan ( step up trafo ) menjadi 150 KV dan dihubungkan secara parallel dengan
system Jawa Bali. Kapasitas dari trafo utama adalah 70.000 KVA.

Gambar 12 Trafo Utama


8. Switch Yard
Switch yard adalah perangkat yang dberfungsi sebagai pemutus dan penghubung
aliran listrik yang berada di wilayah PLTP maupun aliran yang akan didistribusikan melalui
system inter koneksi Jawa Bali .

Gambar 13 Switch Yard


9. Kondensor
Kondensor adalah suatu alat untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin
dengan kondisi tekanan yang hampa.. Uap bekas dari turbin masuk dari sisi atas
kondensor, kemudian mengalami kondensasi sebagai akibat penyerapan panas oleh air
pendingin yang diinjeksikan melalui spray nozzle. Uap bekas yang tidak terkondensasi
dikeluarkan dari kondensor oleh ejector. Ejector ini juga berfungsi untuk mempertahankan
hampa kondensor pada saat operasi normal dan membuat hampa kondensor sewaktu
start awal. Air kondensat dipompakan oleh dua buah pompa pendingin utama ( Main
Cooling Water Pump ) ke menara pendingin ( CoolingTower ) untuk didinginkan ulang
sebelum disirkulasikan kembali ke kondensor.
Pada saat sedang operasi normal, tekanan dalam kondensor adalah 0,133 bar, dan
kebutuhan air pendingin adalah 11.800 m3/jam. PLTP Kamojang menggunakan kondensor
kontak langsung yang dipasang dibawah turbin, karena kondensor kontak langsung
memiliki efisiensi perpindahan panas yang jauh lebih besar daripada kondensor
permukaan, sehingga ukuran dan biaya investasinya juga lebih kecil. Pemakaian
kondensor ini sangat cocok karena pembangkit listrik tenaga panas bumi memiliki siklus
terbuka sehingga tidak diperlukan system pengambilan kembali kondensat seperti yang
dilakukan oleh PLTU konvesional.

Gambar 14 Kondensor
10. Main Cooling Water Pump ( MCWP )
Main cooling water pump ( MCWP ) adalah pompa pendingin utama yang
berfungsi untuk memompakan airkondensat dari kondensor ke cooling tower untuk
kemudian didinginkan. Jenis pompa yang digunakan di PLTP Kamojang adalah Vertical
Barriel type 1 Stage Double Suction Centrifugal Pamp, dengan jumlah dua buah pompa
untuk setiap unit.

Gambar 15 Main Cooling Water Pump ( MCWP )


11. Cooling Tower
Cooling tower ( menara pendingin ) yang terpasang di PLTP Kamojang merupakan
bangunan yang terbuat dari kayu yang telah diawetkan sehingga tahan air. Terdiri dari 3
ruang dan 3 kipas untuk unit 1, sedangkan untuk unit 2 dan 3 terdiri dari 5 ruang dengan 5
kipas hisap paksa. Jenis yang digunakan adalah Mechanical DraughtCrossflow Tower.
Air yang dipompakan dari kondensor didistribusikan kedalam bak (Hot Water Basin) yang
terdapat di bagian atas cooling tower. Bak tesebut juga dilengkapi dengan noozle yang
berfungsi utuk memancakan air sehingga menjadi butiran butiran halus dan didinginkan
dengan cara kontak langsung dengan udara pendingin. Setelah terjadi proses
pendinginan, air akan turun karena gaya gravitasi untuk seterusnya menuju bak
penampung air ( Cool Water Basin ) yang terdapat di bagian bawah dari cooling tower dan
seterusnya dialirkan ke kndensor yang sebelumnya melewati 4 buah screen untk
menyaring kotoran kotoran yang terdapat dalam air.

Aliran udara yang melewati tiap ruang pendingin dihisap ke atas dengan kipas
hisap paksa tipe aksial. Setiap kipas digerakkan oleh motor listrik induksi dengan
perantaraan gigi reduksi ( Reduction Gear ). Cooling tower dilengkapi dengan sisem
pembasah (Wetting Pump System) yang gunanya untuk memompakan air dari cool water
basin dan disemprotkan ke semua bagian dari cooling tower agar kondisi kayu tetap
basah.

Gambar. 16 Cooling Tower

4 Sistem Kelistrikan di PLTP Kamojang


Listrik yang dihasilkan dari generator adalah sebesar 11,8 kV. Sebelum didistribusikan
melalui system interkoneksi Jawa Bali, listrik tersebut diolah diolah dengan memperhatikan
karakteristik dan listrik itu sendiri.
4.1 System 150 kV
Listrik yang dihasilkan dari PLTP Kamojang Unit 1, 2, dan 3 dengan total daya yang
dihasilkan yakni mencapai 140 MW akan dialirkan ke berbagai wilayah di pulau Jawa dan Bali
melalui jaringan transmisi listrik 150 kV. Tegangan sebesar 150 kV tersebut dapat dihasilkan
dengan cara menaikan tegangan 11,8 kV yang keluar darigenerator dengan menggunakan trafo
utama ( step up transformator ) pada masing masing unit ( T21 dan T31 ). Hal ini dilakukan
untuk mengantisipasi kehilangan daya pada saluran transmisi.
4.2 System 11,8 kV
System tegangan 11,8 kV merupakan hasil dari pembangkitan dari generator unit 1, unit 2,
dan unit 3. Tegangan 11,8 kV ini kemudian akan dialirkan ke trafo utama step up untuk dinaikkan
menjadi sebesar 150 kV.
4.3 System 6,3 kV
Untuk mendapatkan tegangan sebesar 6,3 kV, dipasang beberapa transformator yaitu
transformator T8 ( step down transformator ) yang menghasilkan listrik dengan tegangan 6,3 kV
dari tegangan primer 150 kV. Kapasitas trafo ini adalah 7 MWA yang berfungsi untuk menyediakan
listrik pada saat start up, baik unit 1, unit 2, maupun unit3.
Trafo T22 dan T32 ( step down transformator )yang menghasilkan tegangan listrik 6,3 kV
dari tegangan generator 11,8 kV. Tegangan dari kedua trafo ini akan digunakan setelah unit
beroperasi normal.
5 Sistem Pemeliharaan Mesin PLTP Kamojang
Mesin adalah suatu rangkaian yang dirangkai menjadi satu kesatuan dalam suatu system untuk
mengerjakan suatu program atau kerja. Penggunaan mesin ini sangat luas cakupannya terutama
dalam bidang perindustrtian. Karena cakupannya yang luas tersebut maka mesin dikategorikan

menjadi beberapa bagian, seperti mesin perkakas, tools, mesin alat berat, otomotif, mesin
produksi, dan sebagainya. Untuk itu konstruksi mesin dibuat pula berdasarkan aplikasi, factor
factor intern dan ekstern seperti pengaruh gaya, beban, bahan, kondisi lingkungan, pemakaian,
fluida kerja, dan lain sebagainya.
Dalam hal ini, dengan karakteristik dari panas bumi yang tersedia secara kontinyu ( tidak
terpengaruh oleh pergantian musim ) maka memacu perangkat konversi ( khususnya mesin ) untuk
bekerja non stop dengan performa maksimal. Maka untuk menjaga agar pasokan uap yang
dihasilkan dari energi panas bumi ini tidak terbuang maka disiapkan perangkat perangkat
pendukung serta cadangan. Selain itu, perangkat perangkat bantu disediakan untuk kelancaran
proses pembangkitan listrik.
Fenomena yang timbul pada system yang telah beroperasi lama dan terus menerus adalah
terjadinya penurunan efesiensi pada seluruh perangkat system pembangkit.
Untuk menjaga agar perangkat pada system tetap memiliki efesiensi yangtinggi serta perangkat
memilki umr operasi yang lama maka dilakukan penanganan khusus baik melalui tekhnik
pemeliharaan, pelumasan, serta tekhnik pengoperasian yang procedural.
Tekhnik pemeliharaan yang dilakukan di PT. INDONESIA POWER UBP Kamojang ada 4
macam,diantaranya Preventif, Periodik, Prediktif, dan Korektif.
5.1. Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin yang sifatnya kontinyu
No.

Jenis pemeliharaan

Pemeriksaan

1.

RECEIVING HEADER

Kebersihan lokasi, kelainan suara, bocoran


uap

2.

SEPARATOR

Line uap, penunjukan vibrasi, penunjukan


suhu bantalan, kekencangan baut, kondisi
support pipa, keutuhan pndasi, kebersihan
dan tanda tanda korosi.

3.

DEMISTER

Line uap, suara, kekencangan baut, kondisi


support pipa, keutuhan pndasi, kebersihan
dan tanda tanda krosi.

4.

MAIN STOP VALVE ( MSV )

Line air, line uap, line pelumas, unjukan


suara, vibrasi, suhu bantalan, kekencangan
baut, kondisi fleks join, kondisi support pipa,
kebershan dan tanda tanda korosi.

5.

GOVERNORE VALVE

Line uap, line pelumas, unjukan suara,


vibrasi, suhu bantalan, kekencangan baut,
kondisi fleks join, kondisi support pipa,
kebershan dan tanda tanda korosi.

6.

TURBIN

Kebersihan turbin dan lokasi,kelainan suara,


vibrasi, bocoran oli dan uap,serta tanda
tanda korosi.

7.

EJECTOR

Line uap, line udara, kelainan suara,


kekencangan baut, line pelumas, vibrasi,
penunjukan level pelumas, kopling, support
pipa, keutuhan pondasi, kebersihan.

8.

AFTER CONDENSOR

Line air, line uap, kelainan suara,


kekencangan baut, support pipa, keutuhan
pondasi, kebersihan dan tanda korosi.

9.

INTER CONDENSOR

Line air, line uap, kelainan suara,

kekencangan baut, support pipa, keutuhan


pondasi, kebersihan dan tanda korosi.
10.

PRIMARY PUMP

Kebersihan pompa, kelainan suara, vibrasi,


bocoran air dan oli, kekencangan baut.

11.

SECONDARY PUMP

Kebersihan pompa, kelainan suara, vibrasi,


bocoran air dan oli, kekencangan baut.

12.

MAIN COOLING WATER PUMP


( MCWP )

Kebersihan lokasi dan pompa, kelainan


suara, vibrasi, bocoran line air.

13.

CONDENSOR

Line uap, line udara, kelainan suara,


kekencangan baut, line pelumas, vibrasi,
penunjukan level pelumas, kopling, support
pipa, keutuhan pondasi, kebersihan dan
tanda korosi.

14.

COOLING TOWER

Kebersihan hot basin, kebersihan nozzle,


kelainan suara, bocoran air, bocoran oli,
pemeriksaan level oli.

15.

FAN COOLING TOWER

Line uap, line pelumas, line air, kelainan


suara, kekencangan baut,penunjukan suhu
bantalan, pelumas katup, penunjukan level
pelumas, kopling, support pipa, keutuhan
pondasi, kebersihan dan tanda korosi.

16.

INTER COOLER

Line udara, line pelumas, line air, kelainan


suara, kekencangan baut ,penunjukan suhu
bantalan,, penunjukan level pelumas,
kopling, support pipa, keutuhan pondasi,
kebersihan dan tanda korosi.

17.

LUBE OIL COOLER

Line air, line pelumas, line udara,


penunjukan suara, vibrasi, kekencangan
baut, penunjkna level pelumas, kopling,
kondisi support pipa, keutuhan pondasi,
kebersihan tanda korosi.

5.2. Pemeliharaan Periodik


Pemeliharaan yang disesuaikan dengan jam operasi perangkat kerja guna penggantian pelumas
dan penggantian spare part. Dan tekhnik pemeliharaan terumit dan beresiko adalah overhaul. Yaitu
pemeliharaan perangkat utama yang dilakukan kurang lebih 12 bulanan atau 8000 jam kerja turbin.
Pada saat dilakukan overhaul, semua perangkat baik itu perangkat Bantu maupunperangkat utama
dalam satu unit pembangkitan dilakukan pemeliharaan. Inti dari overhaul adalah pemeriksaan dan
pemeliharaan perangkat utama maupun perangkat bantu. Dan dilakukan penggantian bila perlu.
5.3. Pemeliharaan Prediktif
Pemeliharaan yang dilakukan berupa pengujian perangkat untuk menganalisis kinerja alat
sehingga umur alat bias diprediksi serta dapat dilakukan pemeliharaan dan penggantian alat
sebelum alat itu rusak total dan tidak berfungsi.
5.4. Pemeliharaan Korektif
Proses penggantian suatu perangkat saat perangkat itu rusak. Proses pemeliharaan ini
diminimalisir dengan mengintefsikan proses pemeliharaan prediktif agar tidak terjadi kerusakan
yang beruntun.
6 Data Data Teknik
6.1. Turbin

Pabrik : Mitsubishi Heavy Industries LTD.


Type : Double Flow, 5 ( lima ) tingkat condensing turbin
Kapasitas : Unit I = 30 MW ( terminal G )
Unit II / III = 55 MW ( terminal G )
Tekanan uap masuk : 6,5 bar abs ( masuk MSV )
Tekanan uap keluar : 0,1 bar abs
Suhu uap masuk : 161,9o celcius
Putaran poros : 3.000 rpm
Konsumsi uap : Unit I = 250 ton/jam
Unit II/III = 388,9 ton/jam
6.2. Generator
Pabrik : Mitsubishi Electric Corp.
Phasa : 3 ( tiga )
Frekuensi : 50 Hz
Tegangan terminal : 11.800 Volt
Putaran : 3.000 rpm
Kapasitas : Unit I = 37.000 kVA
Unit II/III = 68.750 kVA
Arus nominal di MCR : Unit I = 1.835 A
Unit II/III = 3.364 A
Faktor daya : 0,8
6.3 Exciter
Pabrik : Mitsubishi Eletric Corp.
Type : Brushless
Tegangan : Unit I = 200 Volt
Unit II/III = 190 Volt
Arus : Unit I = 370 A
Unit II/III = 845 A
Kapasitas : Unit I = 128 kVA
Unit II/III = 278 kVA
Faktor daya : 0,9
Frekuensi : 200 Hz
Putaran : 3.000 rpm
6.4. Trafo Generator
Pabrik : Unit I = Asea
Unit II/III = Fuji Electric Corp.LTD
Type : ONAN
Tegangan primer : 11,8 kV
Tegangan sekunder : 150 kV
Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 ( tiga )
Putaran : 3.000 rpm
6.5 Kondensor
Pabrik : Mitsubishi Heavy Industries LTD.
Type : Direct Contact, Spray/Tray jet.
Design Vacuum : Unit I = 0,13 bar abs
Unit II/III = 0,10 bar abs
Temperature air pendingin : Unit I = 29o celcius

Unit II/III = 27o celcius


Temperature air panas : Unit I = 49,6o celcius
Unit II/III = 45,8o celcius
Kapasitas air pendingin : 19,5 M3
6.6 Demister
Pabrik : Unit I = Mitsubisi Heavy Industries LTD.
Unit II/III = Mitsubishi Electric Corp.
Type : Vertical Drum
Aliran uap : Unit I = 250 ton/jam
Unit II/III = 400 ton/jam
Tekanan operasi : 6,5 bar abs
Temperature operasi : 161,9 derajat celcius
Tekanan design : 11 bar abs
Kapasitas : 19,5 M3
6.7 Cooling tower
Pabrik : Unit I = Ishikawajima Harima Industries
Unit II/III = Mitsubishi Heavy Industries LTD.
Temperature air masuk : Unit I = 51o C
Unit II/III = 43o C
Tempeatur air keluar : Unit I = 29o C
Unit II/III = 27o C
Putaran fan : Unit I = 113 rpm
Unit II/III = 129 rpm
Putaran motor : Unit I = 935/400 rpm
Unit II/III = 1000/750 rpm
Daya : Unit I = 100 KW/sel
Unit II/III = 120 KW/sel
Jumlah sel : Unit I = 3
Unit II/III = 5
6.8 Final Separator
Pabrik : Unit I = Mitsubishi Heavy Industries LTD
Unit II/III = Burgess-Miura Co. LTD.
Type : Statis Cyclone
Tekanan design : 10 bar abs
Temperature design : Unit I = 169o C
Unit II/III = 205o C
6.9 Unit Trafo 11,8/6,3 V
Pabrik : Unit I = Meiden
Unit II/III = Fuji Electric Corp.LTD
Type : ONAN
Tegangan Primer : 11,8 kV
Tegangan sekunder : 6,3 kV
Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 ( tiga )
Kapasitas : 4.000 kVA
6.10 Unit Trafo 6.300/400 V
Pabrik : Unit I = Meiden
Unit II/III = Fuji Electric Corp. LTD

Type : ANAN
Tegangan primer : Unit I = 6.300 V
Unit II/III = 6.000 V
Tegangan sekunder : Unit I = 380 V
Unit II/III = 400 V
Off load tap range : 5%
Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 ( tiga )
Kapasitas : Unit I = 1.250 kVA
Unit II/III = 1.750 kVA
6.11 Unit trafo T5-T6 ( Station Service ) 6.300/380 V
Pabrik : Fujy Electric Corp.
Type : ONAN
Tegangan pengenal : 6000/400 V
Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 (tiga )
Kapasitas : 2,5 MVA
Arus pengenal : 241/3608 A
Impedansi : 9%
Kenaikan suhu : Belitan = 65o C
Minyak = 60o C
Symbol hubungan : Dyn 11
Berat total : 6.600 kg
Berat tanpa tanki : 4.800 kg
Total isi tanki isolasi : 1.950 liter
Tahun pembuatan : November 1986
6.12 Unit trafo 150/6,3 kV ( T8 )
Pabrik : Fuji Electric Corp.
Type : ONAN
Tegangan primer : 150 kV
Tegangan sekunder : 6,3 kV
Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 (tiga )
Kapasitas : 7 MVA
Arus pengenal : 26,9/642 A
Impedansi : 10,78%
Kenaikan suhu : Belitan = 65o C
Minyak = 60o C
Symbol hubungan : YYN6
Berat total : 21.900 kg
Berat tanpa tanki : 10.500 kg
Pengubah sedapan : 550 liter
Tahun pembuatan : November 1986
Standard : IEC-76 ( 1986 )
Total isi minyak isolasi : 5.050 liter
6.13 Unit Trafo 150/20 kV ( T7 )
Pabrik : Fuji Electric Corp.LTD
Type : ONAN

Tegangan pengenal : 150/20 kV


Frekuensi : 50 Hz
Phasa : 3 ( tiga )
Kapasitas : 15 MVA
Arus pengenal : 57,7/433 A
Impedansi : 10,21 %
Kenaikan suhu : Belitan = 65o C
Minyak = 60o C
Simbol hubungan : Ynd5
Berat total : 35.000 kg
Berat tanpa tanki : 17.900 kg
Tahun pembuatan : November 1986
Total minyak isolasi : 7.050 liter
6.14 Pompa Air Pendingin Utama
Pabrik : Yoshiruka Kogya Corp. LTD.
Type : Sentrifugal, hisap ganda
Jumlah per unit : 2 ( dua ) buah
Kapasitas : Unit I = 3.700 m3/jam
Unit II/III = 6.400 m3/jam
Total head : Unit I = 28,5 m
Unit II/III = 33 m
Putaran : Unit I = 735 rpm
Unit II/III = 600 rpm
Daya : Unit I = 400 KW
Unit II/III = 773 KW
6.15 Pompa Intercooler Primer
Pabrik : Yoshikura Kogyo Corp. LTD
Type : sentrifugal, hisap ganda
Jumlah per unit : 2 ( dua ) buah
Kapasitas : Unit I = 560 m3/jam
Unit II/III = 760 m3/jam
Total head : Unit I = 20 m
Unit II/III = 30 m
Putaran : Unit I = 1.460 rpm
Unit II/III = 740 rpm
Daya : Unit I = 48 KW
Unit II/III = 85 KW