Anda di halaman 1dari 1

Bunga..........?

Ya, bunga adalah bentuk keindahan dari-Nya.


Nah, dibalik keindahan itu ada sebuah harapan yang dititpkan Tuhan ke dunia.
Namun, apakah hanya sekedar keindahan saja yang diberikannya.?
Dan harapan apa pula yang dititipkan Tuhan terhadapnya?
Ku mulai bertanya-tanya akan hal ini, namun masih saja bingung..!! Lalu, aku
bertanya pada mereka yang katanya mencintai bunga. Namun, mereka tak paham akan arti
mencintai. Bagaimana mungkin aku mendapatkan jawaban dari mereka sementara mereka
sendiri tak paham akan mencintai. Ku tanyakan lagi pada mereka yang menyimpan bunga di
atas meja itu bertahun-tahun. Mungkin saja dia mampu memberikan jawaban atas
kebingunganku. Karena mungkin saja dia begitu mencintainya sehingga menyimpannya
selama bertahun-tahun. Namun apakah dengan hanya menyimpannya di atas meja merupakan
bentuk kecintaan? Kini muncul pertanyaan baru. Lalu bagaimanakah bentuk kecintaan yang
sesungguhnya? Dan dimana pula aku menemukan setiap pertanyaan yang secara tiba-tiba
muncul.?
Ku berjalan menikamati setiap keindahan disekelilingku dan menemukan bunga yang
hampir saja layu. Ada apa denganmu bunga? Mengapa engkau tak menampakkan
keindahanmu lagi?
Ku beralih ke bunga yang lain, dan disana ada bunga yang indah, namun aromanya
tak seindah dirinya. Di sebelah sana ada pula beribu bunga yang indah dengan aroma yang
semerbak. Begitu banyak bunga dsini. Mereka saling menampakkan kelebihan dan
kekurangannya masing-masing.
Semakin jauh kaki ini melangkah, semakin banyak pula pertanyaan yang timbul
olehnya. Kini ku berhenti sejenak, merenungi setiap perjalanan yang telah ku lalui. Ku
merenungi bunga yang layu itu, ku mengingat bunga yang nampak indah dari sisi luarnya
saja namun tak menampakkan aroma yang semerbak seperti kebanyakan bunga yang lainnya.
Dan setelah merenungi kesemuanya itu, kini aku mengerti...! kau adalah aku.
Ya, kau memang aku, akulah bunga yang layu itu. Akulah yang mungkin tak
mendapatkan cinta, akulah yang tak seindah bunga yang lainnya, tak seharum kebanyakan
bunga yang lain. Aku merasa berbeda, aku merasa terasingkan, merasa tak seharusnya ada
dan mungkin saja sebentar lagi akan mati.
Namun, aku kembali merenungkan kehadiranku. Aku ini adalah bunga, bunga yang
indah, dan dibalik keindahan itu ada harapan. Ya, HARAPAN.... harapan yang mungkin saja
mempertemukanku dengan cinta, menyuburkanku kembali dan bahkan menghadirkan aroma
semerbak yang mengharumkan seisi jagad raya. Harapan yang akan menjadikanku bunga
yang sebenarnya, sehingga pada akhirnya aku akan hidup bersama dengan keindahan.