Anda di halaman 1dari 18

Lampiran 5: Materi

A. Definisi Terapi Pijat


Terapi masase dari masa ke masa terus mangalami perkembangan, sehingga turut
pula mempengaruhi dari pengertian terapi masase itu sendiri.
Dalam klasifikasi terapi komplementer menurut Permenkes RI, Nomor :
1109/Menkes/Per/2007, terapi pijat masuk dalam klasifikasi terapi dengan cara
penyembuhan manual, sedangkan menurut NCCAM (2008), terapi masase masuk
dalam klasifikasi Terapi manifulatif dan berbasiskan tubuh (Manipulaitve and Bodybased Methods), dimana terapi masase dikelompokkan bersama terapi kedokteran
chiropractic, terapi kranioskral dan Latihan tubuh rolfing. Terapi manifulatif dan
berbasiskan tubuh adalah Terapi berdasarkan manipulasi atau menggerakkan satu atau
lebih bagian tubuh
Banyak praktisi yang mendefinisikan tentang terapi masase, Berder (2007)Pijat
adalah terapi yang bersifat holistic, merupakan bentuk perawatan kesehatan yang paling
kuno. Pijat adalah sebuah treatment preventive yang penting untuk mempertahankan
kesehatan dan kebugaran, merupakan seni penyembuhan kuno yang mampu
memberikan banyak manfaat bagi semua sistem tubuh (Hadibroto,dkk).
Sedangkan menurut Fundamental of Nursing (2002).Terapi pijat adalah pijat yang
ditawarkan dengan tujuan mendapatkan manfaat terapeutik, baik secara fisik maupun
psikologis.
Terapi pijat bukan hanya sebagai terapi yang tanpa berlandaskan aspek keilmuan
tetapi dalam kedokteran konvensional terapi masase telah diakui dan dimanfaatkan
dalam terapi pengobatan, baik di pusat pusat rehabilitasi maupun unit pelayanan
intensif (ICU) untuk menangani keluhan pada anak anak (termasuk penyandang
autisme), manula, bayi dalam incubator, pasien kanker, AIDS, sakit jantung, dan stroke.
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terapi masase
merupakan suatu bentuk terapi penyembuhan berbagai penyakit yang bersifat holistic,
utama dalam hal treatment preventive yang bermanfaat bagi semua sistem tubuh, baik
secara fisik maupun psikologis dengan berlandas pada konsep keilmuan.
B. Jenis Jenis Terapi Pijat
Dalam aplikasinya terdapat beberapa jenis terapi pijat, jenis terapi pijat yang
digunakan oleh para terapis tergantung dari tujuan yang ingin dicapai, meskipun secara
umum berbagai jenis terapi pijat tersebut memiliki satu tujuan yang sama, yaitu untuk
meningkatkan dan mempertahankan kesehatan.
Adapun jenis jenis terapi pijat yaitu (Becker) :
1.
Pijat Relaksasi

Cara pemijatan yang lembut dan mengalir untuk menimbulkan efek


relaksasi, meningkatkan dan memperbaiki sirkulasi, serta rentang gerak
2.

tubuh.Selain itu dapat pula untuk mengatasi ketegangan otot otot.


Pijat Pengobatan
Tindakan perawat yang membantu pemulihan fungsi jaringan lunak yang
terluka atau cedera (otot, tendon, ligament). Tindakan ini mungkin melibatkan
berbagai jenis pijat dan rangkaian tindakan fisik yang lain. Sebagai tambahan,
pasien juga diminta mengerjakan beberapa latihan sendiri di rumah, untuk

3.

membantu proses penyembuhan.


Pijat Olahraga
Mengkombinasikan berbagai teknik pijat untuk menigkatkan perfroma

4.

olahraga dan pemulihan akibat cedera karena olahraga.


Pijat Aromaterapi
Memadukan unsure terapeutik dari minyak esensial dengan teknik
pemijatan khusus, untuk pengobatan, meningkatkan kesehatan, dan kesejahteraan

5.

secara umum.
Refleksiologi
Teknik pemijatan dengan menggunakan tekanan jari jari pada titik titik

6.

refleksi di kaki, untuk membantu keseimbangan energy di dalam tubuh.


Pijat Oriental
Untuk pengobatan : pemijatan berdasar sistem oriental seperti akupresur,
shiatsu, dan tui na. Pemijatan dilakukan sepanjang garis meridian untuk
menyeimbangkan energy dalam tubuh.

C. Manfaat Dan Konsep Keilmuan Terapi Pijat


Terapi masase adalah terapi yang bersifat holistic, dapat pula dikatakan sebagai
suatu seni dalam proses penyembuhan, manfaat pijat bukan hanya terasa pada tubuh
tetapi juga pada pikiran dan jiwa.
Pijat melancarkan peredaran darah dan aliran getah bening.Efek langsung yang
bersifat mekanis dari tekanan secara berirama dan gerakan gerakan yang digunakan
dalam pijat dapat meningkatkan aliran darah.Rangsangan yang ditimbulkan terhadap
reseptor saraf juga mengakibatkan pembuluh darah melebar secara refleks sehingga
aliran darah dapat mengalir dengan lancar yang tentunya berdampak baik bagi
kesehatan.
Pijat mampu mengurangi stress, menimbulkan relaksasi, memperbaiki sistem
imunitas, dan meningkatkan kualitas hidup secara umum.
Dalam salah satu penelitian yang dilakukan oleh Dr Andrew Weil seorang
peneliti dari University of Arizona College of Medicine. Yang dimuat dalam public
education site Associated Bodywork dan Pijat Professionals.(2010) menunjukkan

bahwa terapi pijat dapat menawarkan berbagai manfaat sehat, terutama bagi orangorang dengan stres atau kecemasan yang signifikan, otot tegang, atau osteoarthritis.
Terapi pijat bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan sirkulasi
sekaligus mengurangi denyut jantung dan tekanan darah, meningkatkan kadar
endorfin dan serotonin (obat penghilang rasa sakit alami tubuh dan regulator suasana

Mekanisme Terapi Pijat

hati), dan menurunkan kadar hormon stres, Studi juga menunjukkan bahwa terapi pijat
dapat membantu mencegah atau mengelola beberapa efek samping dan komplikasi
yang biasa dialami oleh penderita kanker.
Dalam sebuah studi yang dilakukan pada pasien yang menjalani perawatan
untuk kanker. Ketika diberi pijat, peserta studi di University of Texas MD Anderson
Cancer Center di Houston menunjukkan peningkatan relaksasi pada pasien, tidur lebih
baik, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, bersama dengan bantuan dari
kelelahan, sakit, kecemasan, dan mual.

Bagan 3.1. Mekanisme Terapi Pijat

Sesuai dengan definisi dari terapi masase yang memilki manfaat bagi sistem
Pemijatan (teknik pijat)
tubuh, maka manfaat dari terapi masase dapat dirinci sebagai berikut :
1.
Sistem Syaraf
Sistem syaraf sangat dipengaruhi oleh aplikasi pijat.Efek pijat terasa
sangat nyaman dan sedative, serta mampu mengurangi iritabilitas syaraf.
Rangsangan
padaReseptor
Gangguan
gangguan seperti insomnia, ketegangan, sakit kepala
dan kondisi
Rangsangan
pada otot
saraf
kondisi lain yang diakibatkan oleh stres. Efek pijat dalam syaraf mampu
memberikan rangsangan dan meningkatkan aktivitas otot, pembuluh darah dan
kelenjar yang diatur oleh otot otot tersebut. Pijat akan sangat bermanfaat bagi
orang yang mengalam kelelahan atau merasa lemas.
Pembuluh
darah Otot
melebar,
2.
Sistem
Kadar endorphin dan
Kontraksai
dan relaksasi
Ototserotonin
membutuhkan keseimbangan dalam kondisi rileks
atau ketika
meningkat

mengalami kontraksi.Beberapa gerakan pijat mampu mengendurkan dan


meregangkan otot dan jaringan jaringan lunak dalam tubuh, sehingga
mengurangi ketegangan otot dan kram.
Ketika otot berkontraksi, produk produk yang bersifat toksik akan

Aliran darah pada sistem organ


dihancurkan dan dibuang. Gerakan lain akan menghasilkan kontraksi otot
mengalir lancar dan
Mengendurkan dan
sehingga
menghasilkan
irama
gerakan
otot
yang
ritmis.
Kelelahan otot
dan
menurunkan hormone adrenalin
meregangkan

ketegangan pada otot karena aktivitas yang berlebihan dan akibat penumpukan
3.

substansi toksik di otot bisa dikurangi dengan kontraksi dan relaksasi otot.
Sistem Rangka
Tulang dipengaruhi secara tidak langsung oleh pijat. Perbaikan sirkulasi
Mengurangi
darah dan aliran lympe di otot akan menghasilkan sirkulasi yang
lebih ketegangan
baik

otot dan kram


Suplai nutrisi ke jaringan
dalam tulang tulang terkait. Sendi yang tegang dan rasa sakit yang diakibatkan
tercukupi, timbul efek
oleh kondisi kondisi seperti arthritis, bisa dikurangi sehingga tercipta rasa
relaksasi dan
meningkatkan
kesehatan
nyaman
dan kemudahan dalam bergerak.

4.

Sistem Sirkulatori
Pijat dapat menghilangkan sumbatan yang menimbulkan tekanan pada
arteri dan vena, sehingga memperlancar aliran darah yang mengalir dalam

Kelelahan dan
Menghancurkan produk
sistem, sehingga mengurangi
ketegangankemungkinan
pada otot
timbulnya masalah
yangpada
bersifat
sirkulasi
toksik
berkurang

dan jantung.

5.

Sistem Limpe
Ketika dilakukan pijat usap, maka kotoran dan substasni yang bersifat
toksik dalam tubuh yang menerima tekanan akan menghilang. Ketika terjadi

cedera, seringkalai muncul oedema yang akan menghambat aliran lympe.


Masase bisa mengosongkan pembuluh lympe dan menghilangkan oedema. Jika
cairan tersebut tidak dialirkan ke pembuluh lympe, maka ia akan menjadi cairan
semi padat dan tidak bisa mengalir ke pembuluh lympe. Oleh karena itu ia akan
melekat pada jaringan jaringan yang ada di sekitarnya (otot, tulang, tendon,
dan ligament) dan membentuk adhesi, jika adhesi terbentuk maka gerakan dari
6.

ekstremitas akan terganggu.


Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan akan memberikan respon ketika terjadi penigkatan
aktivitas dalam paru paru karena pijat. Ketika treatment tersebut terus
dilanjutkan, maka pernapasan menjadi lambat dan dalam.Lendir dan sekresi
bronchial juga bisa didorong keluar dari paru paru dengan gerakan perkusi
pada punggung dan di atas paru paru, dalam istilah keperawatan dikenal

7.

dengan sebutan postural drainage.


Sistem Integumen
Aktivitas dan nutrisi kulit juga memperoleh manfaat dari pijat. Keringat
dan kelenjar sebaseus akan memperoleh rangsangan sehingga meningkatkan
fungsi mereka dan memastikan pengeluaran produk produk toksik. Ketika
kulit mati terbuang, maka pori pori akan tetap terbuka sehingga respirasi,
fleksibilitas dan elastisitas kulit meningkat. Kondisi dan tekstur kulit juga

8.

mengalami perbaikan.
Sistem Pencernaan
Terapi masase mampu meningkatkan aktivitas peristaltic dalam colon,
sehingga mampu untuk meningkatkan respon untuk defikasi.Pijat mampu
memperkuat dinding otot dari abdomen, dan merangsang sekresi sisa
pencernaan dari hati, pancreas, dan usus.Selain memperlancar pencernaan dalam
memproses makanan, pijat juga bisa meningkatkan penyerapan makanan yang

9.

dicerna.
Sistem Urinary
Penggunaan pijat abdominal dan punggung mampu meningkatkan
aktivitas ginjal sehingga mempercepat pembuangan kotoran dan mengurangi

10.

retensi cairan.
Sistem Reproduksi
Pijat abdominal dan punggung bisa membantu mengurangi masalah
menstruasi, seperti periode rasa sakit, menstruasi yang tidak teratur, PMS (post
menstrual syndrome), dan gejala gejala menopause.

D. Implementasi Terapi Pijat

1.

Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan hal yang sangat penting dalam melakukan
terapi pijat, hal ini tak lepas dari efek yang diharapkan dari terapi pijat, sangat
tergantung dari kesiapan dalam mempersiapkan tahap persiapan.
Empat hal yang harus dipersiapkan dalam tahap persiapan yaitu :
a.
Ruangan/Tempat
Penting untuk memperhatikan ruangan tempat atau ruangan dimana
terapi pijat itu dilakukan, pada klien yang mendapat terapi di klinik
perawatan ataupun di ruang perawatan VIP, tentunya hambatan yang
ditemui tidak terlalu besar akan tetapi pada klien yang dirawat di ruang
perawatan bangsal, hal ini tentunya akan mengalami sedikit kesulitan.
Akan tetapi pada prinsipnya ada beberapa faktor yang harus diperhatikan
yaitu :
1)
Damai dan Tenang
Pastikan bahwa waktu yang dipilih saat pemijatan, tidak pada
saat waktu istirahat klien, matikan telepon serta beritahu keluarga
agar tidak terlalu banyak di ruang pemijatan, ciptakan ruangan
setenang dan seprivasi mungkin.Selain itu dapat pula menggunakan
music yang dapat membuat klien tenang dengan menanyakan
terlebih dahulu kepada klien, hal ini dikarenakan beberapa orang
lebih suka kondisi yang sunyi.
2) Kehangatan
Ruangan yang digunakan haruslah hangat dan tidak boleh
terlalu panas serta memiliki ventilasi, selain itu ruangan juga tidak
boleh terlalu dingin, karena hal tersebut akan menghilangkan efek
relaksasi yang diaharapka dari terapi pijat.
3) Pencahayaan
Pencahayaan yang lembu dan temaram akan menciptakan
suasana yang ideal. Sinar terang yang langsung mengenai wajah
tidak akan menghasilkan suasana yang nyaman. Untuk pilihan
warna lampu dapat digunakan warna merah muda, hijau, biru, coklat
atau biru muda.
4) Warna
Warna terapeutis untuk ruangan adalah warna warna pastel,
seperti merah muda, biru, hijau, dekorasi serta perlengkapan seperti
handuk juga dapat menggunakan warna yang terapeutik. Warna

merah mencolok cenderung akan menciptakan rasa marah dan


gelisah.
5) Dekorasi
Bunga segar akan sangat membantu dalam mengharumkan
ruangan, dapat pula digunakan minyak esensial sebagai aromaterapi.
Beberapa

terapis

menggunakan

bebatuan

yang

memiliki

aromaterapis seperti, Rose quartz, dan amethyst yang diyakini


b.

berguna untuk menyerap negativitas fisik dan emosional.


Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam terapi pijat tergantung dari terapis
itu sendiri, penggunaan metode pijat yang berbeda tanpa mengurangi
konsep keilmuan dan efek terapeutik menyebabkan alat yang digunakan
juga berbeda, tetapi pada dasarnya alat yang diguanakan yaitu alas pijat,
bantal, selimut, handuk, lotion atau minyak esensial.
Dengan memperhatikan kondisi klien, pijat dapat dilakukan di atas
lantai dengan permukaan yang keras tetapi dengan bantal yang nyaman.
Letakkan sebuah busa yang tebal dan lebar atau dua hingga tiga
selimut yang tebal di atas lantai. Gunakan tiga atau bantal saat memijat.
Penggunaan lotion ataupun minyak sebagai media dalam pemijatan
akan mencegah terjadinya abrasi pada kulit, proses pemijatan akan
menjadi lebih mudah, selain itu beberapa jenis minyak akan membuat
kulit menjadi halus dan lunak serta memiliki efek terapeutik bagi tubuh
baik itu melalui aroma yang ia timbulkan maupun kandungan dari minyak
itu sendiri. Gunakan minyak secukupnya jangan terlalu berlebihan.
Sangat penting untuk menanyakan kepada klien saat akan
menggunakan lotion atau minyak esensial, hal ini dikarenakan beberapa
klien belum tentu menyukai aroma ataupun respon alergi dari minyak
tersebut.
Tempatkan posisi peralatan tersebut pada tempat sesuai dan mudah

c.

untuk dijangkau oleh terapis serta tidak mengganggu proses terapi.


Klien
Sebelum melakukan pemijatan sangat penting bagi terapis untuk
memastikan klien dalam kondisi yang tepat untuk dilakukan pemijatan.
Terapis atau perawat dapat mengetahui hal tersebut melalui proses
pengkajian yaitu pada tahap pengkajian fisik berupa inspeksi, palpasi,
perkusi dan auskultasi, serta memeriksa tanda tanda vital, dan riwayat
penyakit klien.
Terapi pijat tidak boleh dilakukan pada klien dengan :

1)

Suhu tinggi/Hipertermi
Teknik pijat akan membuang atau menghancurkan benda benda toksik yang ada dalam tubuh, pada kondisi tubuh mengalami
hipertermi hal ini justru akan memperparah kondisi hipertermi
tersebut, untuk itu pada kondisi klien yang mengalami hipertermi,
sebelum dilakukan pemijatan hipertermi klien harus terlebih dahulu
diturunkan.
2) Penyakit yang menyebabkan infeksi atau menular
Pada kondisi klien yang memiliki penyakit menular terutama
melalui kontak kulit, terapi pijat sebisa mungkin untuk dihindari,
dan dapat menggunakan jenis terapi komplementer yang lain
3) Peradangan
Pijat menimbulkan kontraindikasi pada area dimana terdapat
sepsis seperti bisul ataupun radang, pada beberapa contoh
peradangan seperti phlebitis pemijatan sangat tidak dianjurkan hal
ini dikarenakan pada phlebitisakan terbentuk thrombus di vena, hal
itu sangat beresiko karena pemijatan yang tidak tepat menyebabkan
thrombus tersebut berpindah dan menutupi pembuluh darah. Selain
itu organ organ yang mengalami peradangan juga tidak boleh
dipijat
4) Penyakit
Sebaiknya tidak memijat klien yg memiliki riwayat penyakit
jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit ginjal, karena dalam
kondisi sirkulasi darah yang meningkat dapat membahayakan.
Pada klien dengan kanker, hindari area di mana dilakukan
radioterapi, selama dua minggu setelah perawatan terakhir.
5) Bekas luka atau post-op
Pada bekas luka yang masih baru, hal tersebut akan dapat
memperparah atau memperlabat proses penyembuhan jaringan yang
luka.
6) Area abdomen selama kehamilan
Diperlukan teknik pijat khusus dalam melakukan pemijatan
selama kehamilan, pada daerah punggung dan perut terapi pijat yang
diberikan haruslah berupa pijat ringan, hal tersebut akan semakin
beresiko apabila klien pernah mengalami keguguran.
7) Bengkak dan rasa sakit tanpa sebab
Meskipun tidak begitu mengkhawatirkan, tetapi pada kondisi
klien yang seperti itu, sangat penting untuk berkolaborasi dengan

tenaga kesehatan lain, agar lebih memastikan bahwaterapi pijat


dapat diberikan pada klien tersebut.
Jangan pernah melakukan pijat dimana ada tumor.
8) Obat obatan
Terapi pijat tidak boleh diberikan pada klien yang baru
mendapat suntikan cortisone, daerah yang mendapat suntikan, tidak
boleh dipijat karena tekanan pada otot dengan cortisone di dalamnya
akan membuat jaringan tersebut terputus, sebaiknya tunggu kira
kira sampai enam atau delapan minggu untuk mendapatkan terapi
pijat.
Kulit pada pasien pasien yang sedang menjalani pengobatan
tertentu seperti steroid dan obat obat yang bertujuan untuk
mengentalkan darah akan menjadi tipis dan mudah sobek, pada
kasus kasus tersebut yang diperlukan hanyalah pijat ringan.
Setelah data data klien didapatkan melalui pengkajian dan tidak
ada kontraindikasi pada klien maka terapi pijat pada klien sudah dapat
dilakukan.
d. Perawat /Terapis
Sebelum melakukan

terapi

pijat

perawat

tentunya

harus

mempersiapkan diri terlebih dahulu, baik dalam hal kemampuan


melakukan terapi maupun atribut yang digunakan oleh perawat.
Gunakan pakaian yang nyaman dan longgar serta menyerap
keringat, jangan menggunakan perhiasan berupa cincin, gelang dan jam
tangan.Pastikan bahwa kuku dalam keadaan bersih dan tidak panjang.
Sebelum melakukan pemijatan perawat harus mencuci tangan
dengan teknik aseptic.
Seorang perawat yang harus memahami beberapa teknik pijat yaitu :
1)
Effleurage
Effleurage atau usapan adalah salah satu gerakan utama dalam
pijat dan dapat dilakukan di bagian tubuh manapun.Effleurage
memudahkan pemijat untuk menggosokkan minyak secara merata di
atas permukaan kulit klien.Gunakan kedua telapak tangan, telapak
tangan harus selalu bersentuhan dengan tubuh, gerakan bersifat
ritmis dari atas ke bawah menuju titik awal dengan sentuhan
ringan.Pertahankan gerakan tersebut dan dindari gerakan yang kasar.
Tekanan bisa ringan ataupun berat tergantung pada efek yang
diinginkan, pada beberapa area yang idak terlalu lebar seperti muka,
dapat menggunakan sarung tangan.

Gambar 3.1. Effleurage pada punggung


Manfaat dari effleurage yaitu :
a) Menimbulkan efek nyaman dan rileks
b) Usapan membuat terapis semakin memahami jumlah tekanan
yang akan diberikan
c) Menjadi penghubung antara satu teknik dengan teknik lainnya
d) Jika dilakukan dengan lambat akan menimbulkan efek sedative
dan secara khusus akan bermanfaat untuk melemaskan syaraf
syaraf.

Stress

dan

ketegangan

juga

bisa

dikurangi,

e)

menyembuhkan sakit kepala dan mengatasi insomnia.


Usapan dingin dapat membangkitkan, memulihkan dan

f)

merangsang sistem syaraf pusat.


Jaringan tubuh menjadi hangat sehingga akan memperbaiki

sirkulasi darah.
2) Friksi
Gerakan friksi umumnya menggunakan lingkaran ibu jari.Otot
digerakkan berlawanan dari tulang dengan gerakan sirkular dari
lingkaran ibu jari. Pada posisi berdiri dengan lutut ditekuk di atas
area yanag akan dipijat, gunakan berat badan untuk melakukan
penetrasi, akan sangat efektif jika dilakukan di kedua sisi punggung.
Gambar. 3.2 Friksi area punggung
Manfaat dari friksi yaitu :
a) Untuk melancarkan simpul syaraf dan nodula yang terbentuk
dalam tubuh karena stress dan tekanan karena aktivitas sehari
hari anda
b) Tekanan yang ditimbulkan membantu dalam menghilangkan
endapan lemak.

c)

Efektif dilakukan di sekitar bekas luka yang telah aman, hal ini
untuk menghilangkan adhesi serta dapat pula digunakan untuk

memijat di sekitar tonjolan tulang seperti patella.


d) Mampu meningkatkan suhu tubuh karena

terjadinya

peningkatan suhu tubuh karena terjadinya peningkatan aktivitas


selular dan melancarkan aliran darah yang berefek analgesia
temporer (pereda sakit)
3) Petrissage
Dapat diartikan sebagai remasan, dibagi menjadi empat, yaitu
picking-up, wringing, squeezing dan rolling.Adalah sebuah gerakan
kuat yang memungkinkan anda untuk memijat otot, dapat dilakukan
pada tiap bagian tubuh kecuali wajah, efektif dilakukan pada area
area seperti pingang dan betis. Dalam Picking-up, letakkan tangan
sejajar pada bagian yang akan dipijat dan genggam kuat otot yang
akan dipijat dengan menggunakan satu atau dengan kedua tangan,
kemudian tariklah sejauh mungkin dari tulang.
Setelah melakukan picking-up, maka dilanjutkan dengan
meremas (squeeze) dengan lembut. Squeeze efektif untuk mengatasi
otot yang kejang, setelah itu lakukan roll atau memutar otor
terseebut ke arah jari tangan atau memutar otot mengarah ke ibu jari.
Wringin adalah kombinasi dari picking-up dengan
menambahkan pelintiran, otot dipegang dan kemudian ditarik dan
dipelintir, seperti sedang memelintir handuk.

Gambar. 3.3 Pettrisage


Manfaat dari petrissage adalah

a)

Menghilangkan sumbatan pada vena dan aliran lympe sehingga

aliran darah yang membawa nutrisi menjadi lancar.


b) Menghilangkan toksik pada bagian jaringan yang lebih dalam.
c) Efektif dalam menghancurkan endapan endapan lemak di
sekitar betis, dan bahu.
d) Membantu dalam mencegah ketegangan otot setelah olahraga
dan bisa mengatasi kejang otot.
4) Perkusi/tapotement
Serangkaian tindakan memijat ringan yang dilakukan dengan
tangan secara bergantian dengan cepat.pijatan perkusi yang utama
yaitu cupping, hacking, flicking, beating, dan pounding.
Cupping dilakukan dengan telapak tangan menghadap ke bawah
sehingga membentuk sebuah kurva cekung, lakukan hal tersebut
dengan cepat.
Hacking dilakukan dengan menggunakan bagian pinggir telapak
tangan di mana telapak tangan saling menghadap satu sama lain dan
ibu jari menunjuk ke atas.Kibaskan kedua tangan secara berirama ke
atas dan ke bawah secara cepat.
Flicking adalah gerakan yang serupa dengan hacking, akan
tetapi memiliki gerakan yang lebih ringan dan lembut, gunankan
sebagian dari jari kelingking tanpa seluruh bagian telapak tangan
seperti halnya pada hacking.
Gerakan beating dan pounding dilakukan dengan kedua tangan
dalam posisi tertutup di mana jari jari tangan kiri anda menyatu
dengan jari tangan kanan.Beating dilakukan dengan batas luar dari

jari jari yang tertutup sedangkan dalam pounding menggunakan


telapak jangan. Jari jari yang tertutup tersebut digerakkan dengan
cepat
Gambar. 3.4. Cupping area pinggir punggung

Gambar. 3.5. Hacking area pinggir punggung


Manfaat dari perkusi adalah :
a) Berguna sebagai pemanasan bagi
atler yang akan bertanding
b) Memperlancar sirkulasi pembuluh
darah
c) Melepaskan lendir pada sumbatan jalan napas
d) Merangsang otot untuk berkontraksi, sehingga mampu untuk
e)

mengencangkan otot.
Perkusi yang lembut pada abdomen mampu meningkatkan
gerak peristaltic usus sehingga dapat untuk mengatasi

konstipasi.
5) Vibarasi
Vibrasi adalah sebuah gerakan bergetar yang lembut, dilakukan
dengan menggunakan tangan atau jari jari, selain itu pada area
yang lebih luas goyangan dapat dilakukan dengan lebih kuat.
Letakkan permukaan telapak tangan pada area yang akan di
pijat, getarkan seluruh area otot dengan cepat, pada vibrasi yang
lembut dapat digunakan ujung jari jari tangan, di bagian tulang
belakang.
Manfaat dari vibrasi yaitu :
a) Mengembalikan dan menjaga fungsi syaraf dan otot selama
dilakukan di sepanjang rentang syaraf. Berguna pada kasus di
mana terjadi kelumpuhan atau hilangnya kekuatan syaraf

b) Pada area abdominal dapat digunakan untuk memperlancar


pencernaan dan menghilangkan kembung
c) Pada area dada, berguna untuk mengatasi masalah masalah
pernapasan, dalam hal ini seringkali dikombinasikan dengan
gerakan perkusi.
Setelah semua tahap pada tahap persiapan yang meliputi ruangan,
peralatan, klien, dan perawat telah dilaksanakan maka tahap kerja atau
2.

pelaksanaan terapi pijat dapat dilakukan.


Tahap kerja
Pada tahap kerja, hal terpenting yang harus dilakukan oleh perawat yaitu
menjelaskan setiap prosedur yang akan dilakukan, hal ini agar terbangun
hubungan saling percaya yang lebih erat di antara klien dan perawat, sehingga
klien menjadi lebih tenang dan rilek.
Seperti telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, manfaat dari terapi
pijat mencakup dari beberapa sistem tubuh, salah satunya sistem reproduksi.
Salah satu keluhan yang seringkali dialami wanita pada sistem ini adalah PMS
(premenstrual syndrome). Premenstrual syndrome (PMS) adalah kombinasi
gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang dengan keluarnya darah
menstruasi serta dialami oleh banyak wanita sebelum awitan setiap siklus
menstruasi (Brunner dan Suddarth, 2001).Gejala yang timbul dapat berupa
gejala fisik seperti nyeri, rasa tidak nyaman maupun gejala emosional berupa
depresi, cemas dan suka marah.
Dengan melakukan pengkajian pada tahap persiapan dan didapatkan
bahwa klien mengalami premenstrual sindrom, maka pada tahap kerja, pijat
punggung, dan telapak kaki merupakan pilihan dalam mengatasi masalah
tersebut, Adapun proses pemijatan yang dilakukan yaitu :
a.
Jelaskan prosedur tindakan
Dengan menjelaskan prosedur tindakan yang akan dilakukan maka
b.

akan menyebabkan klien rileks.


Anjurkan dan bantu klien untuk melepaskan pakaian serta gunakan kain
untuk menutup bagian tubuh klien.
Hal ini dilakukan agar memudahkan perawat pada saat pemijatan,
seperti memudahkan pemberian lotion pada tubuh sehingga merata.
Lakukan langkah ini dengan hati hati, sehingga tidak menimbulkan
kesan yang negative, serta mengurangi kepercayaan klien pada perawat.
c. Atur posisi klien

Anjurkan klien untuk berbaring pada alas pemijatan yang telah


disiapkan, klien berbaring dengan posisi condong ke depan di mana ada
satu bantal di bawah kaki untuk mencegah gesekan antara ujung jari kaki
dengan alas atau tempat tidur, kemudian satu bantal lagi di kepala dan
bahu serta bantal ketiga di bawah perut jika memang diperlukan. Posisi ini
akan dirasakan nyaman oleh klien, karena pada posisi ini semua otot
tubuh menjadi rileks.

Gambar.3.6. Prone Position


Jika pada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan, maka klien
dapat berbaring dengan posisi miring. Lengan klien sebisa mungkin untuk
ada di sisinya, kepala bisa menoleh ke samping, tetapi jika itu
menyakitkan, maka tangan dapat diletakkan di atas kening, tutup bagian
bawah tubuh dengan selimu.
d. Mengoleskan lotion
Oleskan lotion atau minyak essensil pada tempat yang akan dipijat,
secara rasional hal ini akan melembabkan dan melicinkan kulit sehingga
tidak terjadi iritasi selain itu kandungang yang terdapat pada lotion
ataupun minyak esensial akan memberikan efek terapeutik pada tubuh.
e. Mengusap seluruh bagian punggung
Posisikan diri di samping klien.Letakkan kedua tangan di punggung
bawah, satu tangan berada pada satu sisi tulang punggung, jari jari
mengarah ke kepala dan lakukan usapan ke atas menuju ke leher.Ketika
tangan mencapai bagian atas punggung, maka lakukan usapan melebar ke
bahu, kembalilah ke posis asal dengan meluncurkan tangan ke bawah
tanpa tekanan. Lakukan gerakan ini beberapa kali untuk merangsang
timbulnya efek relaksasi
f. Melateralkan usapan keseluruh bagian punggung

Letakkan kedua telapak tangan dengan ujung telapak tangan saling


menghadap dan lakukan usapan keluar, lakukan secara perlahan dan
bergeraklah ke atas sehingga semua area punggung terkena pijatan.
g. Frikisi pada otot tulang belakang
Letakkan ibu jari di dua lekukan yang terlihat di dua bagian bawah
tulang belakang dan secara bersamaan lakukan gerakan friksi pada kedua
sisi otot tulang belakang, lakukan hal tersebut hingga mencapai area leher
dan kembalikan tangan ke tititk awal dengan sentuhan ringan.
h. Spinal thumb gliding
Letakkan ibu jari di atas lekukan dan luncurkan ibu jari ke atas
menuju leher. Usahakan tangan untuk tetap menyentuh punggung ketika
turun
i. Tapotement
Lakukan gerakan cup dan hack pada area pinggul.Untuk memulai
lakukan gerakan ini dengan pelan dan mintalah tanggapan klien untuk
menambah tekanan.
j. Lingkar bahu
Letakkan satu tangan di atas tangan lainnya dan dengan kedua tangan
tersebut lakukan gerakan berputar di sekitar bidang bahu untuk
menghangatkan dan meregangkan area tersebut.
k. Effleurage
Lakukan effleurage pada seluruh bagian punggung
l. Melemaskan punggung
Tekan kedua sisi tulang belakang secara lembut dangan jari jari
tangan, lakukan hal tersebut beberapa kali.
m. Penutup pijat punggung
Bersihkan lotion atau minyak yang berlebih, tutup seluruh bagian
punggung dengan handuk. Minta klien untuk

berbalik, letakkan

bantal/guling di bawah kepala dan salah satu lutut untuk menghilangkan


tekanan pada bunggung bawah. Biarkan klien untuk beristirahat sebentar
sebelum dilanjutkan dengan pemijatan telapak kaki.
Setelah pijat punggung selesai dilakukan dan klien beristirahat sebentar,
maka sebagai penutup maka dilakukan pijat kaki untuk menambah efek
relaksasi, menciptakan perasaan nyaman dan membantu pula dalam
meningkatkan kesehatan tubuh.
a. Atur posisi klien
Posisikan klien dengan supine position (telentang) dengan bantal
menyangga kedua talapak kaki
b. Mengoleskan lotion atau minyak essensial

Dengan

effleurage

oleskan

lotion

secukupnya pada telapak kaki, terlalu banyak


lotion

akan

menyulitkan

perawat

dalam

melakukan pemijatan.

Gambar. 3.7. Effleurage


c. Friksi
pada
Dengan

pada kaki
telapak kaki
satu tangan menyangga

tumit, lakukan friksi pada seluruh bagian telapak kaki.Mulailah dari


bagian bawah ibu jari kaki menuju ke kelingking.Terus lakukan friksi
pada sisa area aspek plantar kaki sampai seluruh area dapat dipijat.

Gambar 3.8. Friksi pada telapak kai


d. Pergelangan kaki
Gunakan ibu jari atau ujung ujung jari untuk melakukan gerakan
sirkular di sekitar sendi pergelangan kaki, dengan lembut dan pelan, pijat
pergelangan kaki secara memutar
e. Friksi ujung jari kaki dan gerakkan
Dengan ibu jari dan jari telunjuk, lakukan friksi pada sendi jari kaki
untuk melemaskannya, kemudian dengan pelan tarik dan gerakkan tiap
jari kaki searah atau berlawanan jarum jam.
f. Penutup
Pada akhir pijat telapak kaki, lakukan effleurage dengan lembut dan
diakhiri dengan menjepit kedua kaki dengan kedua tangan dan tekan
dengan lembut, dan untuk selanjutnya bersihkan sisa lotion atau minyak
berlebih dari kulit dengan handuk, atau menggunakan sedikit sabun dan

air hangat untuk


membersihkan
kulit klien, hal
ini

dilakukan

untuk

untuk

menjaga
integritas kulit.

Gambar. 3.9. effleurage telapak kaki


Setelah pijat punggung dan pijat telapak kaki selesai, ciptakan lingkungan
yang tenang dan berikan posisi yang nyaman serta biarkan klien untuk
beristirahat atau bahkan tidur.Hal ini dilakukan agar meningkatkan rasa
nyaman klien yang telah diterapi.
3. Tahap akhir
Pada tahap akhir proses terapi pijat, lakukan evaluasi dan dokumentasi
baik pada tahap tahap yang telah dilewati dan yang terpenting respon dari
klien setelah dilakukan pemijatan. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan data
data yang berhubungan dengan anggota lain dari tim terapis, serta
meningkatkan kesinambungan terapi selanjutnya.