Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

DATA DAN ANALISIS

A. Data
RataStasiun

I
II
III
IV

Jumlah

rata

Kerapatan

habitus

Kerapatan

Dominansi

jarak (P)

absolut (m)

dalam

Relatif (%)

Relatif (%)

0,11
0,09
0,10
0,14

area
0
0,018
0
0

0
100
0
0

0
100
0
0

(m)
14,67
16,12
15,75
13,30

Frekuensi

Nilai

Relatif
(%)

Penting
(%)

0
100
0
0

0
300
0
0

B. Analisis
Berdasarkan data di atas, didapatkan bahwa pada stasiun I dengan suhu 27C; pH
6,4; dan kelembaban wet 7, yang menjadi titik pusatnya yakni tanaman Sireblus asper
dengan diameter 38 cm. Pada kuadran 1, jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya
yang berdiameter 35 cm adalah 245 cm, sehingga kelilingnya yakni 109,90 cm. Pada
kuadran 2, jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 29 cm adalah
350 cm, sehingga kelilingnya yakni 91,06 cm. Pada kuadran 3, jarak dari pohon pusat
dengan pohon lainnya yang berdiameter 49 cm adalah 394 cm, sehingga kelilingnya
yakni 153,86 cm. Pada kuadran 4 , jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang
berdiameter 28 cm adalah 478 cm, sehingga kelilingnya yakni 87,92 cm. Dari tiap
kuadran tersebut dapat dihitung jumlah habituas dalam area sebesar 0 dan jarak rata rata
pada stasiun I adalah 14,67 m dengan kerapatan absolut sebesar 0,11 m, kerapatan relatif
0%, dominansi relatif 0%, dan nilai penting pada stasiun ini sebesar 0%.
Pada stasiun II dengan suhu 28C; pH 6,6; dan kelembaban wet 8, yang menjadi titik
pusatnya yakni tanaman Sireblus asper dengan diameter 42 cm. Pada kuadran 1 , jarak
dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 32 cm adalah 355 cm, sehingga
kelilingnya yakni 100,48 cm. Pada kuadran 2 , jarak dari pohon pusat dengan pohon
lainnya yang berdiameter 40 cm adalah 357 cm, sehingga kelilingnya yakni 125,60 cm.
Pada kuadran 3, jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 36 cm

adalah 460 cm, sehingga kelilingnya yakni 113,04 cm. Pada kuadran 4 , jarak dari pohon
pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 43 cm adalah 460 cm, sehingga
kelilingnya yakni 135,02 cm. Dari tiap kuadran tersebut dapat dihitung jumlah habituas
dalam area sebesar 0,018 dan jarak rata rata pada stasiun II adalah 16,12 m dengan
kerapatan absolut sebesar 0,09 m, kerapatan relatif 100%, dominansi relatif 100%,
sehingga nilai penting pada stasiun ini sebesar 300%.
Pada stasiun III dengan suhu 28C; pH 4,2; dan kelembaban wet 7,5, yang
menjadi titik pusatnya yakni tanaman Sireblus asper dengan diameter 30 cm. Pada
kuadran 1 , jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 26 cm adalah
310 cm, sehingga kelilingnya yakni 81,64 cm. Pada kuadran 2 , jarak dari pohon pusat
dengan pohon lainnya yang berdiameter 28 cm adalah 400 cm, sehingga kelilingnya
yakni 100,48 cm. Pada kuadran 3, jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang
berdiameter 32 cm adalah 400 cm, sehingga kelilingnya yakni 100,48 cm. Pada kuadran
4 , jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 31 cm adalah 450 cm,
sehingga kelilingnya yakni 97,34 cm. Dari tiap kuadran tersebut dapat dihitung jumlah
habituas dalam area sebesar 0 dan jarak rata rata pada stasiun III adalah 15,75 m dengan
kerapatan absolut sebesar 0,10 m, kerapatan relatif 0%, dominansi relatif 0%, dan nilai
penting pada stasiun ini sebesar 0%.
Pada stasiun IV dengan suhu 28C; pH 5,4; dan kelembaban wet 6, yang menjadi
titik pusatnya yakni tanaman Sireblus asper dengan diameter 55 cm. Pada kuadran 1 ,
jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 25 cm adalah 270 cm,
sehingga kelilingnya yakni 78,50 cm. Pada kuadran 2, jarak dari pohon pusat dengan
pohon lainnya yang berdiameter 36 cm adalah 390 cm, sehingga kelilingnya yakni
113,04 cm. Pada kuadran 3, jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang
berdiameter 38 cm adalah 390 cm, sehingga kelilingnya yakni 119,32 cm. Pada kuadran
4 , jarak dari pohon pusat dengan pohon lainnya yang berdiameter 43 cm adalah 280 cm,
sehingga kelilingnya yakni 135,02 cm. Dari tiap kuadran tersebut dapat dihitung jumlah
habituas dalam area sebesar 0 dan jarak rata rata pada stasiun IV adalah 13,30 m dengan
kerapatan absolut sebesar 0,14 m, kerapatan relatif 0%, dominansi relatif 0%, dan nilai
penting pada stasiun ini sebesar 0%.

LAMPIRAN PERHITUNGAN

1. Stasiun I

Total jarak
Jumlah jarak titik point

Rata-rata jarak (P) =

Kerapatan absolut =

luas area
=
p2

Jumlah habitus dalam area =


=

0
5

25
14,67

14,67
1

= 14,67 meter

= 0,11 meter

Jumlah spesies
Jumlah pohon

x Kerapatan absolut

x 0,11 = 0

Kerapatan relatif
Kerapatan relatif =

Jumlah habitus dalam area


Jumlah total jumlah habitus
dalam areadari seluruh spesies

0
0

x 100

x 100% = 0%

Dominansi relatif
DR =

Dominansi spesies
Jumlah total dominansi seluruh spesies

0
0

x 100%

x 100% = 0%

Frekuensi relatif
Jumlah kuadran yang mengandung spesies
Jumlah total kuadran

Frekuensi spesies =
=

FRspesies =

0
5 = 0%

Frekuensi spesies
Jumlah total frekuensi seluruh spesies

0
0

x 100% = 0%

x 100%

Indeks nilai penting (INP)


INP = KR + DR + FR
= 0 % + 0% + 0%
= 0%

2. Stasiun II

Total jarak
Jumlah jarak titik point

Rata-rata jarak (P) =

luas area
=
p2

Kerapatan absolut =

25
16,12

Jumlah habitus dalam area


Jumlah Sireblus asper
Sireblus asper=
Jumlah pohon
=

1
5

16,12
1

= 16,12 meter

= 0,09meter

x Kerapatan absolut

x 0,09 = 0,018

Kerapatan relatif
Kerapatan relatif Sireblus asper =

Jumlah habitus dalam area


Jumlah total jumlah habitus
dalam areadari seluruh spesies
0,018
0,018

x 100%

x 100% = 100%

Dominansi relatif
Dominansi Sireblus asper = x r2rata-rata = 3,14 x18,82 = 11,14 m2
Dominansi Sireblus asper
DR Sireblus asper = Jumlah total dominansi seluruh spesies x 100%

=
Frekuensi relatif

11,14
11,14

x 100% = 100%

Frekuensi Sireblus asper=


Jumlah kuadran yang mengandung Sireblus aspe r
Jumlah total kuadran
=

FRSireblus asper =

1
5

= 0,2

Frekuensi Sireblus asper


Jumlah total frekuensi seluruh spesies
0,2
0,2

x 100%

x 100% = 100%

Indeks nilai penting (INP)


INP = KR + DR + FR
= 100% + 100 % + 100%
= 300%

3. Stasiun III
Rata-rata jarak (P) =

Kerapatan absolut =

Total jarak
Jumlah jarak titik point
luas area
=
p2

Jumlah habitus dalam area =


=

25
15,75

Jumlah spesies
Jumlah pohon
0
5

15,75
1

= 15,75 meter

= 0,10 meter

x Kerapatan absolut

x 0,10 = 0

Kerapatan relatif
Kerapatan relatif =

Jumlah habitus dalam area


Jumlah total jumlah habitus
dalam areadari seluruh spesies
=

0
0

x 100% = 0%

x 100%

Dominansi relatif
DR =

Dominansi spesies
Jumlah total dominansi seluruh spesies

0
0

x 100%

x 100% = 0%

Frekuensi relatif
Jumlah kuadran yang mengandung spesies
Jumlah total kuadran

Frekuensi spesies =

0
5 = 0%

FRspesies =

Frekuensi spesies
Jumlah total frekuensi seluruh spesies

0
0

x 100%

x 100% = 0%

Indeks nilai penting (INP)


INP = KR + DR + FR
= 0 % + 0% + 0%
= 0%

4. Stasiun IV
Rata-rata jarak (P) =

Kerapatan absolut =

Total jarak
Jumlah jarak titik point
luas area
=
p2

25
13,30

13,30
1

= 0,14 meter

= 13,30 meter

Jumlah habitus dalam area =


=

Jumlah spesies
Jumlah pohon
0
5

x Kerapatan absolut

x 0,14 = 0

Kerapatan relatif
Kerapatan relatif =

Jumlah habitus dalam area


Jumlah total jumlah habitus
dalam areadari seluruh spesies

0
0

x 100%

x 100% = 0%

Dominansi relatif
DR =

Dominansi spesies
Jumlah total dominansi seluruh spesies

0
0

x 100%

x 100% = 0%

Frekuensi relatif
Jumlah kuadran yang mengandung spesies
Jumlah total kuadran

Frekuensi spesies =
=

FRspesies =

0
5 = 0%

Frekuensi spesies
Jumlah total frekuensi seluruh spesies

0
0

Indeks nilai penting (INP)


INP = KR + DR + FR
= 0 % + 0% + 0%
= 0%

x 100% = 0%

x 100%