Anda di halaman 1dari 11

STARTER DUA SPEED UNTUK MOTOR DAHLANDER

1.

Tujuan
Setelah mempelajari dan melakukan praktek dalam latihan ini, diharapkan dapat :

1.1
1.2
1.3
1.4

Mengidentifikasikan terminal motor Dahlander


Menjelaskan cara kerja starter motor Dahlander
Membaca gambar dan menggambar diagram sirkit starter motor Dahlander.
Memasang dan mengoperasikan starter motor Dahlander

2.

Introduksi

2.1

Motor

dahlander

merupakan

motor

AC

induksi

phase.

Motor

AC menggunakan arus listrik bolak balik. Motor listrik AC memiliki dua buah bagian
dasar

listrik:

"stator"

statis. Rotor merupakan

dan

"rotor".

komponen

Stator merupakan

listrik

berputar

komponen

untuk

listrik

memutar

as

motor.Keuntungan utama motor DC terhadap motor AC adalah bahwa kecepatan


motor AC lebih sulit dikendalikan.Untuk mengatasi kerugian ini, motor AC dapat
dilengkapi dengan penggerak frekwensi variabel untuk meningkatkan kendali
kecepatan sekaligus menurunkan dayanya. Motor induksi merupakan motor yang
paling populer di industri karena kehandalannya dan lebih mudah perawatannya.
Motor induksi AC cukup murah (harganya setengah atau kurang dari harga sebuah
motor DC) dan juga memberikan rasio daya terhadap berat yang cukup tinggi (sekitar
dua kali motor DC).Komponen Motor induksi memiliki dua komponen listrik utama
Rotor.
Motor induksi menggunakan dua jenis rotor:
- Rotor sangkar tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan
dalam petak-petak slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek pada
kedua ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek.
- Lingkaran rotor yang memiliki gulungan tiga fase, lapisan ganda dan
terdistribusi. Dibuat melingkar sebanyak kutub stator.Tiga fase digulungi kawat pada
bagian dalamnya dan ujung yang lainnya dihubungkan ke cincin kecil yang dipasang
pada batang as dengan sikat yang menempel padanya.
Stator.

Stator dibuat dari sejumlah stampings dengan slots untuk membawa gulungan
tiga fase. Gulungan ini dilingkarkan untuk sejumlah kutub yang tertentu. Gulungan
diberi spasi geometri sebesar 120 derajat .
Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh pasokan
tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan daya yang tinggi, dapat
memiliki sangkar tupai atau gulungan rotor (walaupun 90% memiliki rotor sangkar
tupai); dan penyalaan sendiri. Diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri
menggunakan jenis ini, sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor, jaringan
listrik , dan grinder. Tersedia dalam ukuran 1/3 hingga ratusan Hp.

GambarMotor Induksi.

2.2

Motor Dahlander adalah motor induksi rotor sangkar, tiga fase yang
mempunyai satu lilitan untuk dua kecepatan. Motor ini mempunyai lilitan yang
disusun demikian sehingga jumlah kutub dapat diubah dengan membalik arus pada
lilitannya. Jumlah kutub dapat dipotong setengah dengan merubah polaritas pasangan
kutub. Oleh karena iitu perbandingan perubahan kecepatan motor ini selalu 1 :2
( misalnya 4 dan 8 kutub, 2 dan 4 kutub, dst), sehingga kecepatannya juga terbatas
berbanding 2 :1, seperti 1500 / 750 rpm atau 1500 / 3000 rpm.9
Motor terhubung dalam bintang atau delta untuk kecepatan 1 (low) dan "bintang
ganda" untuk kecepatan 2 (high).Starter motor Dahlander memerlukan tiga kontaktor,
kontaktor utama untuk kecepatan 1, kontaktor utama untuk kecepatan 2,dan kontaktor

utama untuk hubungan bintangpada kecepatan 2.Thermal overload relay juga


diperlukan sebagai proteksi dan dipasang seri dengan masing-masing kontaktor utama.
Motor Dahlander dapat diatur belitannya sehingga memiliki daya konstan, torsi
variabel atau torsi konstan. Untuk daya konstan motor Dahlander menggunakan belitan
delta, dan untuk torsi konstan menggunakan belitan bintang.
2.3

Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud
dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/torsi sesuai dengan
kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga
kelompok:
Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi
dengan kecepatan operasinya, namun torsi nya tidak bervariasi. Torsi konstan dengan
hubungan seri delta (segitiga) / paralel-bintang.Pada kecepatan rendah, kumparan
kumparan motor ini dihubungkan seri delta dan pada kecepatan putar tinggi
dihubungkan paralel - bintang. Torsi motor ini tetap; pada kecepatan putar tinggi
dayanya meningkat sebanding dengan kecepatan putar. Motor motor ini antara lain
digunakan untuk derek, lift, mesin kerek, pompa plunyer, kompresor piston, mesin
giling dan ban berjalan.Contoh beban dengan torsi konstan adalah conveyors, rotary
kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalah pompa sentrifugal dan
fan (torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepatan). Torsi variabel. Pada kecepatan putar
rendah, kumparan motor ini dihubungkan seri bintang dan pada kecepatan putar
tinggi dihubungkan parallel bintang pada kecepatan putar tinggi, torsi motor ini
meningkat kuadratis dan dayanya meningkat dengan pangkat tiga. Jadi daya motor ini
untuk masing masing kecepatan putar sangat berbeda. Karena itu, seringkalo motor
ini diberi dua setel pengaman arus maksimum (beban lebih) dan dua setel pengaman
lebur (sekering / fuse). Motor motor ini digunakan untuk ventilator dan pompa
setrifugal
Beban dengan energi konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang berubah

Speed

Low
High

L1

1U
2U

dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan
L2
L3
Short
/ Open
Hubunga
adalah peralatan-peralatan mesin.
Daya
konstan
dengan
Joint
/
n hubungan paralel bintang
Togetherputar rendah, kumparan kumparan motor ini
rangkap / seri delta.Pada kecepatan
1V 1W
2U,2V,2W Delta seri
parallel - bintang- dan pada
kecepatan
putar tinggi dihubungkan seri
2Vdihubungkan
2W 1U,1W,1V
Bintang
parallel
delta. Pada kecepatan putar tinggi, torsi motor ini lebih kecil, dayanya tetap. Motor ini
antara lain digunakan untuk mesin mesin bubut dan mesin mesin gulung.

2.4

Circuit

1U

2U

1W

2W

1V

2V

1U
2W

2V

1W

2U

1V

Speed
Low
High

L1
1U
2U

L2
1V
2V

L3
1W
2W

Short / Joint / Together


Titik netral
1W,1V,1U,Titik netral

Open
2U,2V,2W
-

3. Diagram Sirkit
3.1 Sirkit Daya (gambar terlampir)
3.2 Sirkit Kendali (gambar terlampir)
4. Daftar Komponen
No
1

2
3

Nama Komponen
Kontaktor 3 kutub + 1
Aux Contact 2 NO 2 NC
+ TOR
Kontaktor 3 kutub + 1
Aux Contact 2NO 2NC
Supply box 220 / 50 Hz
with automatic cut out &
polarity indicator
Tombol tekan stop S0

Spesifikasi
Jumlah
Telemechanique LCI 2 buah
D129 A60
Telemechanique LCI 1 buah
D129 A60
1 buah

Koelrn 500 VAC/600 1 buah

Hubungan
Bintang
Bintang
parallel

5
6
7

[ 0 ], low speed S1 [ I ], VDC


dan high speed S2 [ II ]
Motor induksi dahlander Type AM 71Z AA 4/2
3 pole magnetic motor 6V2 L08 4A
circuit breaker
Lampu indicator low
speed, high speed, dan
overload

Gambar 4.1
Push Button 3 tombol

1 buah
1 buah
4 buah

Gambar 4.2
Kontaktor 3 kutub yang dilengkapi

Gambar 4.3
Kontaktor 3 kutub

dengan aux kontak dan THOR

Gambar 4.4
Motor induksi Dahlander

Gambar 4.6

Gambar 4.4

Gambar 4.5

MCB 3 fasa

Supply Box

Gambar 4.7

Lampu Indikator

3 pole magnetic motor CB

Gambar 4.8
Foto Rangkaian Kontrol Starting Dahlander
5. Langkah Kerja
5.1. Menyiapkan gambar kerja yang akan digunakan sebagai acuan dalam praktek.
5.2. Melengkapi diagram rangkaian daya dan rangkaian control pengasutan motor
dahlander ( dua kecepatan, satu arah putaran ). Rangkaian inin dilengkapi dengan tiga
lamputanda untuk member petunjuk kecepatan rendah, kecepatan tinggi, dan
peringatan untuk beban lebih. Motor dapat langsung dioperasikan pada kecepatan
tinggi atau rendah akan tetapi tidak bisa langsung berpindah kecepatannya tanpa

melalui tombol stop. Untuk menghentikan bekerjanya motor dilakukan dengan


menekan sesaat tombol stop S0.
5.3. Melengkapi rangkaian dengan relay beban thermis F2 dan F3. F2 akan bekerja apabila
terjadi beban lebih pada saat motor berputar dengan kecepatan rendah. Sebaliknnya F3
akan bekerja apabila terjadi beban lebih pada saat motor berputar dengan kecepatan
tinggi sehingga motor akan berhenti berputar.
5.4. Menyiapkan komponen yang akan digunakan dalam praktek sesuai dengan daftar
kebutuhan komponen dan mencatat data teknis motor dahlander yang akan digunakan
dalam praktek ini. Berikut adalah data yang tertera pada name plate motor :

50 Hz : delta 380-420V; 0,3 KW; 1.1 A; cos phi 0.64; 1420/min


50 Hz : double bintang 380-420V; 0.45 KW; 1.3 A; cos phi 0.75; 2820/min
60 Hz : delta 440-480V; 0.35 KW; 1.1 A; cos phi 0.64; 1735/min
60 Hz : double bintang 440-480V; 0.53 KW; 1.3 A; cos phi 0.75; 3420/min

5.5. Hubungan belitan motor dahlander untuk starting delta -double bintang

5.6. Memasang komponen yang telah disiapkan pada papan rakit ( kit-board ).
Mengerjakan pengawatan sesuai gambar rangkaian yang telah disiapkan. Memilih
kabel penghubung yang mempunyai panjang sesuai untuk menghasilkan susunan
rangkaian yang rapi.
5.7. Setelah memasang dan melakukan pengawatan rangkaian, maka kita harus meminta
kepada pengajar untuk memeriksa hasil rakitan kita. Apabila pemasangan sudah benar
maka rangkaian siap dihubungkan ke sumber tegangan 1 fasa 220 volt 50 Hz

5.8. Setelah melakukan praktek simpan kembali semua komponen di tempat semula.
Tabel 1

No
Tindakan
1 Posisi normal (belum dioperasikan)
Tekan tombol S1 dan S0 bersama - sama
2 dan lepas
Tekan tombol S2 dan S0 bersama - sama
3 dan lepas
4 Tekan sesaat tombol [I] S1 dan lepas
5 Tekan tombol [II] S2 dan lepas
6 Tekan tombol stop [0] S0 dan lepas
7 Tekan tombol [II] S2 dan lepas
8 Tekan sesaat tombol [I] S1 dan lepas
Tekan sesaat tombol stop [0] S0 dan
9 lepas
Tekan sesaat tombol low speed [I] S1 dan
10 lepas
Trip thermal overload relay F2 secara
11 manual
12 Reset relay beban lebih thermal F2
Tekan sesaat tombol high speed [II] S2
13 dan lepas
Trip thermal overload relay F3 secara
14 manual
15 Reset relay beban lebih thermal F3

KM
1
of

KM
2
of

Kondisi
KM
3
H1 H2
of
of of

H3
of

H4
of

of

of

of

of

of

of

of

of
on
on
of
of
of

of
of
of
of
on
on

of
of
of
of
on
on

of
on
on
of
of
of

of
of
of
of
on
on

of
of
of
of
of
of

of
of
of
of
of
of

of

of

of

of

of

of

of

on

of

of

on

of

of

of

of
of

of
of

of
of

of
of

of
of

on
of

on
of

of

on

on

of

on

of

of

of
of

of
of

of
of

of
of

of
of

on
of

on
of

6. Pertanyaan
6.1. Berapakah kecepatan dan jumlah kutub motor yang anda gunakan dalam praktek ini,
jika motor tersebut bekerja pada kecepatan rendah ?
Jawaban :dua kutub
6.2. Berapakah jumlah kutub motor yang anda gunakan dalam praktek ini, jika motor
tersebut bekerja pada kecepatan tinggi ?
Jawaban :4 kutub
6.3. Kontaktor manakah yang bekerja untuk kecepatan rendah, dan kontaktor manakah
yang bekerja untuk keceparan tinggi ?
Jawaban :Kontaktor magnet 1 untuk kecepatan rendah

Kontaktor magnet 2 dan 3 untuk kecepatan tinggi

6.4. Pada starter ini, dapatkah kedua kontaktor KM1 dan KM2 bekerja bersama ?mengapa ?
Jawaban :Tidak, karena kontaktor magnet 1 digunakan untuk kecepatan rendah
sedangkan kontaktor magnet 2 digunakan untuk kecepatan tinggi. Pada rangkaian
control menggunakan rangkaian interlock sehingga jika salah satu kontaktor bekerja
maka kontaktor yang lain tidak bisa bekerja.

1U

2W

1W

2V

2U

1V
6.5. Untuk kecepatan rendah, bagaimanakah bentuk

hubungan lilitan motor ?


Jawaban :
Hubungan segitiga pada motor

6.6. Untuk kecepatan tinggi, bagaimanakah bentuk hubungan lilitan motor ?


Jawaban :

U2

W1

V1
U1

W2

Hubungan double bintang pada motor