Anda di halaman 1dari 4

TOR

SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT


I.

Latar Belakang

Puskesmas Lepo-lepo terletak di Jl.Cristina M.Tiahahu


Kecamatan Baruga dengan jumlah penduduk di Tahun 2014
sebanyak 20363 orang, yang terbagi atas 4 Kelurahan yakni
Kelurahan Wundudopi 3290 orang, Kelurahan Lepo-lepo 4476 orang,
Kelurahan Watubangga 4753 orang dan Kelurahan Baruga 7844
orang. Diantara 4 Kelurahan tersebut masih banyak warga yang
tidak mempunyai jamban, SPAL dan TPS yang kurang memenuhi
syarat yang berada di Kelurahan Lepo-lepo (Wanggu), Kelurahan
Baruga (Nanga-nanga) dan Kelurahan Watubangga (Simbo).
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau yang di sebut STBM
adalah pendekatan untuk merubah prilaku higiene dan sanitasi
melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.
Jamban Sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk
memutus mata rantai penularan penyakit.
Sanitasi merupakan kebutuhan dasar sebagai konsikuensinya
pemerintah harus mendorong terpenuhinya kebutuhan tersebut.
STBM sebagai suatu strategi baru menitik beratkan pada
peningkatan prilaku higiene dan sanitasi masyarakat , menerapkan
pendekatan prilaku higiene dan sanitasi masyarakat, menerapkan
pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas terpadu
dan total.
STBM terdiri dari 5 pilar :
1. Stop buang air besar sembarangan
2. Cuci tangan pakai sabun
3. Pengelolaan air minum / makanan rumah tangga
4. Pengelolaan sampah rumah tangga
5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga
Program nasional STBM dikhususkan untuk skala rumah tangga,
sehingga program
ini adalah program yang berbais masyarakat, dan tanpa
memberikan subsidi sama
sekali bagi rumah tangga.
II. Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat adalah:
1. Untuk Memfasilitasi masyarakat untuk menganalisa kondisi
masyarakat, yang memicu rasa jijik dan malu dan mendorong
orang dari BAB disembarang tempat menjadi BAB ditempat yang
tetap dan tertutup
2. Mendorong serta memberi dukungan, semangat dan apresiasi
masyarakat yang mau melakukan perubahan dibidang sanitasi
III. Metode
Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode
Pemicuan dengan tahapan Pemetaan, Transek dan Diskusi
Kelompok (masyarakat)
IV. Tempat dan Waktu

No

Hari / Tanggal Kegiatan

1.

Sabtu / 13 September
2014
Sabtu / 13 September
2014

2.

Alamat

Pelaksana Kegiatan

Kel.Wundudopi (Rw 3 /
Rt 8)
Kel.Wundudopi (Rw 3 /
Rt 8)

Fransina
Noravri,SKM
Mustajab
Suyono,SKM

V. Biaya
Biaya yang dianggarkan untuk kegiatan ini adalah sebesar
100.000,dianggarkan
melalui
DIPA
TP
BOK
Tahun
2014
No.024.03.4.209252/2014 Satker Dinas Kesehatan Kota Kendari Th
Anggaran 2014
VI. Indikator Keberhasilan
-

Apabila masyarakat sudah terpicu dan kelihatan ingin berubah

VII. Penutup
Demikian TOR ini dibuat untuk menjadi kerangka acuan
pelaksanaan kegiatan BOK Puskesmas Se Kota Kendari Tahun 2014

Kendari, 13 September 2013


Mengetahui,
Kepala Puskesmas Lepo-lepo
Kota Kendari
Lingkungan

Penanggung Jawab
Program Kesehatan

Dr.Putu Agustin Kusumawati


Nip.19740816 200212 2 005
2 009

Fransina Noravri,SKM
Nip.19800229 2000701

Dokumentasi : Pemeriksaan Jentik dan Pemberian Bubuk Abate


di Kel. Wundudopi Rt 4 / Rw 2